1 of 28

2 of 28

Apersepsi

1.

Apa yang terbayang ketika mendengar kata “KBC”?

2.

Apakah KBC menggantikan KurMer/KurNas?

3.

Di mana posisi KBC?

4.

Mengapa seluruh aktivitas pembelajaran/Pendidikan harus didasari

dengan CINTA?

3 of 28

Latar Belakang KBC

Global de humanisasi

Lokal

intoleransi, bully

Krisis karakter semakin nyata di kalangan generasi

muda.

Perilaku menyimpang, kurangnya empati, dan

kekerasan verbal menjadi fenomena umum di

Sekolah/ madrasah.

Pendidikan saat ini menitikberatkan aspek

kognitif dan akademik.

Dimensi hati dan cinta dalam pendidikan kurang

mendapatkan porsi yang memadai.

Madrasah belum berhasil/sering gagal menjadi

ruang yang menumbuhkan nilai kasih sayang,

empati, dan kebahagiaan.

4 of 28

    • Mengapa KBC?
      • Di lembaga pendidikan telah terjadi isu-isu minor yang mengarah pada pencederaan nilai-nilai kemanusiaan seperti perundungan, kekerasan, hingga intoleransi
      • KBC dapat menjadi salah satu solusi untuk mengatasi krisis yang dihadapi oleh masyarakat modern, mulai dari ketidakadilan sosial, kerusakan lingkungan, hingga perpecahan sosial dan krisis makna hidup
      • Proses internalisasi nilai-nilai seperti cinta, toleransi, empati, dan keadilan sosial perlu dilakukan sejak usia dini
      • SDM unggul tidak hanya cakap secara intelektual, tetapi juga memiliki moralitas tinggi, integritas, dan keterampilan menghadapi tantangan global

5 of 28

AMATI GAMBAR BERIKUT!

Botol 1

Botol 2

6 of 28

Kurikulum yang dirancang dengan menitikberatkan pada pengembangan karakter, pembelajaran berbasis pengalaman, serta perhatian yang mendalam terhadap aspek sosial dan emosional dalam Pendidikan.

Tujuannya adalah melahirkan insan yang humanis, nasionalis, naturalis, toleran, dan selalu mengedepankan cinta sebagai prinsip dasar dalam kehidupan.

KBC mengambil posisi sebagai jiwa (soul) dari seluruh penyelenggaraan pembelajaran dan pendidikan pada implementasi Kurikulum Nasional, baik yang melingkupi kegiatan intrakurikuler, kokurikuler, ekstrakurikuler, dan budaya/iklim madrasah.

7 of 28

Apa KBC?

KBC adalah...

Jiwa, kacamata, dan orientasi seluruh proses pendidikan di madrasah.

Mendorong penumbuhan karakter seluruh warga madrasah.

Nilai yang menjadi dasar penyelenggaraan pendidikan di madrasah.

Melalui keteladanan guru, kepala madrasah dan tenaga kependidikan.

Diukur melalui perubahan akhlak.

KBC bukan...

Bukan materi pelajaran tentang cinta atau teori yang dihafalkan.

Bukan perubahan dokumen dan administrasi kurikulum.

Bukan program berdiri sendiri atau kegiatan sesaat yang ditempel di luar kegiatan madrasah.

Bukan perubahan hanya pada murid.

Bukan diukur dari pemahaman atau hafalan.

8 of 28

Lima Pilar Kurikulum Berbasis Cinta

Kepemimpinan Welas Asih

Budaya/Iklim Madrasah

yang Inklusif

Menciptakan iklim madrasah yang menerima dan menghargai keberagaman

Pembelajaran Mendalam

Mengembangkan proses belajar yang bermakna dan holistik

Manajemen Humanis

Mengelola kelas dengan pendekatan yang memanusiakan siswa

Kolaborasi Masyarakat

Melibatkan orangtua dan masyarakat sebagai mitra pendidikan

1

2

3

4

5

Kepemimpinan yang mengedepankan empati, kebijaksanaan, dan perhatian terhadap seluruh warga madrasah. mMnciptakan rasa aman dan nyaman bagi semua.

9 of 28

KBC mewujudkan cinta dalam ruh Pendidikan melalui kegiatan:

10 of 28

TUJUAN KBC

CINTA

LINGKUNGAN BELAJAR (INDIKATOR)

5

5

5

11 of 28

Pola 5-5-5

Kurikulum Berbasis Cinta

Tujuan:

Membentuk Insan Paripurna

Humanis:

Memanusiakan manusia, penuh empati, saling menghargai dan mengedepankan nilai luhur kehidupan.

Nasionalis:

Memiliki cinta dan kebanggaan terhadap bangsa dan negara, serta aktif menjaga keutuhan NKRI.

Naturalis:

Selaras dengan alam, menjaga kelestarian lingkungan, serta menyadari hubungan spiritual dengan ciptaan Tuhan.

Toleran:

Mampu hidup dalam keberagaman, menghargai perbedaan agama, suku, pendapat, dan budaya.

Penuh Cinta:

Menumbuhkan kasih sayang yang luas, yaitu cinta Tuhan, ilmu, alam, diri dan sesama manusia, dan tanah air.

12 of 28

13 of 28

TEPUK PANCACINTA

(PROK-PROK-PROK)

CINTA ALLAH, CINTA ALLAH, DAN ROSULNYA

(PROK-PROK-PROK)

CINTA ILMU, CINTA ALAM, DAN LINGKUNGAN

(PROK-PROK-PROK)

CINTA DIRI DAN SESAMA

CINTA TANAH AIR KITA

PANCA CINTA JIWA MADRASAH

(PROK-PROK-PROK)

14 of 28

Pola 5-5-5

Kurikulum Berbasis Cinta

Lingkungan Belajar:

Ruang Menumbuhkan Cinta

Bebas dari kekerasan, diskriminasi, dan intimidasi; peserta didik merasa terlindungi secara fisik dan psikologis.

Lingkungan fisik dan sosial yang menyenangkan, penuh dengan pembiasaan positif dan perhatian, serta tidak menekan atau membebani secara berlebihan.

Semua warga belajar saling menyapa, saling memberi tauladan, terbuka, dan penuh respek, membentuk relasi positif antarguru, siswa, orang tua, dan seluruh warga madrasah.

Pembelajaran dirancang menarik, menggugah rasa ingin tahu, kreatif, dan penuh kegembiraan.

Pemenuhan kebutuhan dasar psikososial dan keseimbangan hidup,

baik untuk murid maupun guru dan seluruh warga madrasah.

Aman

Nyaman

Ramah

Menyenangkan

Sejahtera

15 of 28

8

3

4

3

16 of 28

No

Dimensi Profil Lulusan

Deskripsi

1

Keimanan dan ketakwaan terhadap Tuhan Yang

Maha Esa

Memahami dan mengamalkan ajaran agama/kepercayaan yang dianut dengan kesadaran, menunjukkan perilaku akhlak mulia dalam kehidupan sosial dengan mengembangkan sikap kasih sayang, kejujuran, keadilan, dan tanggung jawab secara konsisten dalam kehidupan pribadi dan sosial, menjaga keseimbangan antara pengetahuan dan moralitas serta membangun hubungan dengan Tuhan Yang Maha Esa, sesama manusia, dan lingkungan sekitarnya.

2

Kewargaan

Mengekspresikan dan bangga terhadap identitas diri dan budayanya, menghargai keragaman masyarakat, budaya nasional dan budaya global, terbiasa melakukan interaksi antarbudaya, menolak stereotip dan diskriminasi, menaati aturan, serta berpartisipasi aktif untuk menjaga Negara Kesatuan Republik Indonesia.

3

Penalaran kritis

Memiliki rasa ingin tahu, mampu menganalisis permasalahan dan gagasan, serta menyampaikan argumentasi logis yang terstruktur, mampu memprioritaskan informasi berdasarkan relevansi, membuat keputusan yang tepat dengan mempertimbangkan berbagai sudut pandang, dan menggunakan literasi dan numerasi untuk menyelesaikan permasalahan dalam kehidupan.

4

Kreativitas

Menunjukkan kemampuan mengembangkan gagasan inovatif, menciptakan tindakan dan/atau karya kreatif yang kompleks, serta menemukan berbagai alternatif solusi dalam menyelesaikan permasalahan di lingkungan sekitar.

5

Kolaborasi

Menunjukkan kebiasaan sikap peduli dan perilaku berbagi, serta bekerja sama dalam kelompok yang beragam di lingkungan satuan pendidikan.

6

Kemandirian

Menunjukkan sikap bertanggung jawab, berinisiatif dalam pembelajaran dan pengembangan diri, serta melakukan refleksi untuk meningkatkan kemampuannya.

7

Kesehatan

Membiasakan diri dan mengajak orang lain untuk hidup bersih dan sehat, memahami pentingnya kebugaran serta kesehatan fisik dan mental, serta berperan aktif dalam menjaga kesehatan lingkungan.

8

Komunikasi

Mampu menyimak, berbicara, membaca, dan menulis untuk memahami, menganalisis, dan mengkomunikasikan gagasan secara lisan maupun tulisan dengan baik dan benar sesuai dengan etika dalam konteks pengalaman pribadi, hubungan sosial, dan ilmu pengetahuan, dengan memanfaatkan berbagai moda komunikasi verbal dan nonverbal secara efektif.

17 of 28

Panca Cinta sebagai basis penguatan karakter dalam 8 DPL

  1. Nilai Cinta Allah dan Rasul-Nya menguatkan dimensi Beriman dan Bertakwa kepada Tuhan YME
  2. Nilai Cinta Ilmu selaras dengan Penalaran kritis, Kreativitas, dan Komunikasi
  3. Nilai Cinta Lingkungan membangun kepedulian pada Kesehatan dan kebersihan lingkungan.
  4. Nilai Cinta Diri dan Sesama Manusia mendukung dimensi kemandirian, komunikasi, dan kolaborasi.
  5. Nilai Cinta Tanah Air meneguhkan unsur kewargaan yang mencakup kemampuan menjadi warga negara yang baik, adil, toleran, dan berpartisipasi dalam kehidupan masyarakat.

Setiap cinta menjadi “motor dan ruh” untuk menghidupkan masing-masing dimensi DPL.

18 of 28

Tahapan Penumbuhan Karakter Pada Murid

Pengenalan

Nilai

Mengalami

Mempraktikan & Membiasakan

Internalisasi

Memaknai

Mengenali nilai-nilai yang diangap penting dapat melalui keteladanan, cerita, rutinitas, bimbingan

mengalami nilai melalui pengalaman nyata melalui interaksi dengan lingkungan

Memahami mengapa perilaku tersebut penting bagi dirinya

Perilaku dipraktikan secara berulang sebagai upaya yang disengaja untuk menumbukan kebiasan

Perilaku yang rutin dilakukan menjadi kebiasaan dan berubah menjadi karakter yang menetap

📜

🙆‍♂️

🤸‍♀️

19 of 28

Eksplorasi Masalah

Identifikasi

Merancang

Implementasi dan Refleksi

Adaptasi dan Perbaikan

Bersama warga madrasah melakukan refleksi dan identifikasi untuk melihat kondisi yang masih defisit cinta, tantangan, penyebab, potensi solusi yang dapat diterapkan.

madrasah akan menentukan kebutuhan pengembangan karakter yang paling krusial dan akan dikembangkan dan akan menentukan nilai dan pembiasaan yang diperlukan untuk menjawab kebutuhan di tingkat madrasah

Madrasah akan merancang cara atau rencana aksi yang mungkin dapat dilakukan oleh warga madrasah untuk mendorong terjadinya pengembangan karakter yang telah disepakati

Madrasah akan mengimplementasikan rancangan yang telah disepakati melalui proses pendampingan

Menjalankan perbaikan yang diidentifikasi pada tahap Implementasi dan refleksi

FOKUS LEMBAGA

20 of 28

21 of 28

22 of 28

Dengan adanya KBC, apa yang pertama HARUS kita lakukan?

23 of 28

“Tindakanmu, Cerminan Pola Pikirmu.”

Pola Pikir merupakan “cara melihat dan cara berpikir” saat menghadapi masalah.

Pola Pikir (Mindset) adalah “fondasi” dari Keterampilan (Skillset) dan Alat (Toolset).

Berperan untuk “memperluas” cara seseorang dalam melihat dan berpikir.

1

2

3

BUDAYA MADRASAH

24 of 28

25 of 28

26 of 28

27 of 28

BUNGA MAWAR BUNGA MELATI

TUMBUH SUBUR DI TAMAN KOTA

MARI MENGAJAR SEPENUH HATI

AGAR TUMBUH GENERASI PENUH EMPATI

Pergi ke taman memetik melati,�Harumnya lembut menenangkan hati.�Guru beradab teladan sejati,�Murid pun ikut berakhlak tinggi.

28 of 28

TERIMAKASIH

WASSALAM

KBC