Apersepsi
1.
Apa yang terbayang ketika mendengar kata “KBC”?
2.
Apakah KBC menggantikan KurMer/KurNas?
3.
Di mana posisi KBC?
4.
Mengapa seluruh aktivitas pembelajaran/Pendidikan harus didasari
dengan CINTA?
Latar Belakang KBC
Global ➔ de humanisasi
Lokal
•
•
➔ intoleransi, bully
Krisis karakter semakin nyata di kalangan generasi
muda.
Perilaku menyimpang, kurangnya empati, dan
kekerasan verbal menjadi fenomena umum di
Sekolah/ madrasah.
Pendidikan saat ini menitikberatkan aspek
kognitif dan akademik.
Dimensi hati dan cinta dalam pendidikan kurang
mendapatkan porsi yang memadai.
Madrasah belum berhasil/sering gagal menjadi
ruang yang menumbuhkan nilai kasih sayang,
empati, dan kebahagiaan.
•
•
•
AMATI GAMBAR BERIKUT!
Botol 1
Botol 2
Kurikulum yang dirancang dengan menitikberatkan pada pengembangan karakter, pembelajaran berbasis pengalaman, serta perhatian yang mendalam terhadap aspek sosial dan emosional dalam Pendidikan.
Tujuannya adalah melahirkan insan yang humanis, nasionalis, naturalis, toleran, dan selalu mengedepankan cinta sebagai prinsip dasar dalam kehidupan.
KBC mengambil posisi sebagai jiwa (soul) dari seluruh penyelenggaraan pembelajaran dan pendidikan pada implementasi Kurikulum Nasional, baik yang melingkupi kegiatan intrakurikuler, kokurikuler, ekstrakurikuler, dan budaya/iklim madrasah.
Apa KBC?
KBC adalah...
Jiwa, kacamata, dan orientasi seluruh proses pendidikan di madrasah.
Mendorong penumbuhan karakter seluruh warga madrasah.
Nilai yang menjadi dasar penyelenggaraan pendidikan di madrasah.
Melalui keteladanan guru, kepala madrasah dan tenaga kependidikan.
Diukur melalui perubahan akhlak.
KBC bukan...
Bukan materi pelajaran tentang cinta atau teori yang dihafalkan.
Bukan perubahan dokumen dan administrasi kurikulum.
Bukan program berdiri sendiri atau kegiatan sesaat yang ditempel di luar kegiatan madrasah.
Bukan perubahan hanya pada murid.
Bukan diukur dari pemahaman atau hafalan.
Lima Pilar Kurikulum Berbasis Cinta
Kepemimpinan Welas Asih
Budaya/Iklim Madrasah
yang Inklusif
Menciptakan iklim madrasah yang menerima dan menghargai keberagaman
Pembelajaran Mendalam
Mengembangkan proses belajar yang bermakna dan holistik
Manajemen Humanis
Mengelola kelas dengan pendekatan yang memanusiakan siswa
Kolaborasi Masyarakat
Melibatkan orangtua dan masyarakat sebagai mitra pendidikan
1
2
3
4
5
Kepemimpinan yang mengedepankan empati, kebijaksanaan, dan perhatian terhadap seluruh warga madrasah. mMnciptakan rasa aman dan nyaman bagi semua.
KBC mewujudkan cinta dalam ruh Pendidikan melalui kegiatan:
TUJUAN KBC
CINTA
LINGKUNGAN BELAJAR (INDIKATOR)
5
5
5
Pola 5-5-5
Kurikulum Berbasis Cinta
Tujuan:
Membentuk Insan Paripurna
Humanis:
Memanusiakan manusia, penuh empati, saling menghargai dan mengedepankan nilai luhur kehidupan.
Nasionalis:
Memiliki cinta dan kebanggaan terhadap bangsa dan negara, serta aktif menjaga keutuhan NKRI.
Naturalis:
Selaras dengan alam, menjaga kelestarian lingkungan, serta menyadari hubungan spiritual dengan ciptaan Tuhan.
Toleran:
Mampu hidup dalam keberagaman, menghargai perbedaan agama, suku, pendapat, dan budaya.
Penuh Cinta:
Menumbuhkan kasih sayang yang luas, yaitu cinta Tuhan, ilmu, alam, diri dan sesama manusia, dan tanah air.
TEPUK PANCACINTA
(PROK-PROK-PROK)
CINTA ALLAH, CINTA ALLAH, DAN ROSULNYA
(PROK-PROK-PROK)
CINTA ILMU, CINTA ALAM, DAN LINGKUNGAN
(PROK-PROK-PROK)
CINTA DIRI DAN SESAMA
CINTA TANAH AIR KITA
PANCA CINTA JIWA MADRASAH
(PROK-PROK-PROK)
Pola 5-5-5
Kurikulum Berbasis Cinta
Lingkungan Belajar:
Ruang Menumbuhkan Cinta
Bebas dari kekerasan, diskriminasi, dan intimidasi; peserta didik merasa terlindungi secara fisik dan psikologis.
Lingkungan fisik dan sosial yang menyenangkan, penuh dengan pembiasaan positif dan perhatian, serta tidak menekan atau membebani secara berlebihan.
Semua warga belajar saling menyapa, saling memberi tauladan, terbuka, dan penuh respek, membentuk relasi positif antarguru, siswa, orang tua, dan seluruh warga madrasah.
Pembelajaran dirancang menarik, menggugah rasa ingin tahu, kreatif, dan penuh kegembiraan.
Pemenuhan kebutuhan dasar psikososial dan keseimbangan hidup,
baik untuk murid maupun guru dan seluruh warga madrasah.
Aman
Nyaman
Ramah
Menyenangkan
Sejahtera
8
3
4
3
No | Dimensi Profil Lulusan | Deskripsi |
1 | Keimanan dan ketakwaan terhadap Tuhan Yang Maha Esa | Memahami dan mengamalkan ajaran agama/kepercayaan yang dianut dengan kesadaran, menunjukkan perilaku akhlak mulia dalam kehidupan sosial dengan mengembangkan sikap kasih sayang, kejujuran, keadilan, dan tanggung jawab secara konsisten dalam kehidupan pribadi dan sosial, menjaga keseimbangan antara pengetahuan dan moralitas serta membangun hubungan dengan Tuhan Yang Maha Esa, sesama manusia, dan lingkungan sekitarnya. |
2 | Kewargaan | Mengekspresikan dan bangga terhadap identitas diri dan budayanya, menghargai keragaman masyarakat, budaya nasional dan budaya global, terbiasa melakukan interaksi antarbudaya, menolak stereotip dan diskriminasi, menaati aturan, serta berpartisipasi aktif untuk menjaga Negara Kesatuan Republik Indonesia. |
3 | Penalaran kritis | Memiliki rasa ingin tahu, mampu menganalisis permasalahan dan gagasan, serta menyampaikan argumentasi logis yang terstruktur, mampu memprioritaskan informasi berdasarkan relevansi, membuat keputusan yang tepat dengan mempertimbangkan berbagai sudut pandang, dan menggunakan literasi dan numerasi untuk menyelesaikan permasalahan dalam kehidupan. |
4 | Kreativitas | Menunjukkan kemampuan mengembangkan gagasan inovatif, menciptakan tindakan dan/atau karya kreatif yang kompleks, serta menemukan berbagai alternatif solusi dalam menyelesaikan permasalahan di lingkungan sekitar. |
5 | Kolaborasi | Menunjukkan kebiasaan sikap peduli dan perilaku berbagi, serta bekerja sama dalam kelompok yang beragam di lingkungan satuan pendidikan. |
6 | Kemandirian | Menunjukkan sikap bertanggung jawab, berinisiatif dalam pembelajaran dan pengembangan diri, serta melakukan refleksi untuk meningkatkan kemampuannya. |
7 | Kesehatan | Membiasakan diri dan mengajak orang lain untuk hidup bersih dan sehat, memahami pentingnya kebugaran serta kesehatan fisik dan mental, serta berperan aktif dalam menjaga kesehatan lingkungan. |
8 | Komunikasi | Mampu menyimak, berbicara, membaca, dan menulis untuk memahami, menganalisis, dan mengkomunikasikan gagasan secara lisan maupun tulisan dengan baik dan benar sesuai dengan etika dalam konteks pengalaman pribadi, hubungan sosial, dan ilmu pengetahuan, dengan memanfaatkan berbagai moda komunikasi verbal dan nonverbal secara efektif. |
Panca Cinta sebagai basis penguatan karakter dalam 8 DPL
Setiap cinta menjadi “motor dan ruh” untuk menghidupkan masing-masing dimensi DPL.
Tahapan Penumbuhan Karakter Pada Murid
Pengenalan
Nilai
Mengalami
Mempraktikan & Membiasakan
Internalisasi
Memaknai
Mengenali nilai-nilai yang diangap penting dapat melalui keteladanan, cerita, rutinitas, bimbingan
mengalami nilai melalui pengalaman nyata melalui interaksi dengan lingkungan
Memahami mengapa perilaku tersebut penting bagi dirinya
Perilaku dipraktikan secara berulang sebagai upaya yang disengaja untuk menumbukan kebiasan
Perilaku yang rutin dilakukan menjadi kebiasaan dan berubah menjadi karakter yang menetap
📜
🙆♂️
✨
🤸♀️
✅
Eksplorasi Masalah
Identifikasi
Merancang
Implementasi dan Refleksi
Adaptasi dan Perbaikan
Bersama warga madrasah melakukan refleksi dan identifikasi untuk melihat kondisi yang masih defisit cinta, tantangan, penyebab, potensi solusi yang dapat diterapkan.
madrasah akan menentukan kebutuhan pengembangan karakter yang paling krusial dan akan dikembangkan dan akan menentukan nilai dan pembiasaan yang diperlukan untuk menjawab kebutuhan di tingkat madrasah
Madrasah akan merancang cara atau rencana aksi yang mungkin dapat dilakukan oleh warga madrasah untuk mendorong terjadinya pengembangan karakter yang telah disepakati
Madrasah akan mengimplementasikan rancangan yang telah disepakati melalui proses pendampingan
Menjalankan perbaikan yang diidentifikasi pada tahap Implementasi dan refleksi
FOKUS LEMBAGA
Dengan adanya KBC, apa yang pertama HARUS kita lakukan?
“Tindakanmu, Cerminan Pola Pikirmu.”
Pola Pikir merupakan “cara melihat dan cara berpikir” saat menghadapi masalah.
Pola Pikir (Mindset) adalah “fondasi” dari Keterampilan (Skillset) dan Alat (Toolset).
Berperan untuk “memperluas” cara seseorang dalam melihat dan berpikir.
1
2
3
BUDAYA MADRASAH
BUNGA MAWAR BUNGA MELATI
TUMBUH SUBUR DI TAMAN KOTA
MARI MENGAJAR SEPENUH HATI
AGAR TUMBUH GENERASI PENUH EMPATI
Pergi ke taman memetik melati,�Harumnya lembut menenangkan hati.�Guru beradab teladan sejati,�Murid pun ikut berakhlak tinggi.
TERIMAKASIH
WASSALAM
KBC