PENGANTAR WEB SCIENCE
- DESSY TRI ANGGRAENI -
PENGUKURAN KUALITAS
WEBSITE
Website adalah sebuah produk yang digunakan untuk menyampaikan informasi kepada para pengguna. Sebuah website yang baik setidaknya harus memiliki dua hal, yaitu :
Dalam prakteknya, tidak semua website mampu memenuhi kedua syarat tersebut. Sehingga, agar kualitas website dapat ditingkatkan, maka sebuah website perlu dinilai (diukur) terlebih dahulu, untuk mengetahui gap antara kondisi sekarang dan kondisi ideal yang diharapkan.
Pengukuran Kualitas Website
Pengukuran kualitas website adalah proses untuk mengevaluasi kualitas sebuah website dari sudut pandang developer, pengguna, bisnis.
Beberapa faktor yang sering dievaluasi dalam pengukuran kualitas website antara lain:
Pengukuran Kualitas Website
Pengukuran Kualitas Website
Pengukuran kualitas website dapat dilakukan dengan menggunakan berbagai alat dan metode pengukuran, seperti :
Google Analytics : mengukur tren website �Black Box Testing : mengukur fungsionalitas website�WebQual : mengukur kepuasaan pengguna��Dengan memperhatikan faktor-faktor tersebut, pemilik website dapat mengetahui kekuatan dan kelemahan (gap) dari website mereka dan membuat perbaikan yang diperlukan untuk meningkatkan kualitas dan efektivitas website mereka.
GOOGLE ANALYTICS
Google Analytics
Google Analytics adalah alat analisis web gratis yang disediakan oleh Google untuk membantu pemilik website memahami bagaimana pengguna berinteraksi dengan website mereka. Alat ini dapat memberikan informasi tentang lalu lintas website, perilaku pengguna, sumber lalu lintas, konversi, dan banyak lagi.
Informasi mengenai Google Analytics bisa diakses pada alamat berikut : https://analytics.google.com/
Google Analytics
Beberapa hal yang bisa diukur dari Google Analytics antara lain :
BLACK BOX TESTING
BlackBox Testing
Black box testing adalah jenis pengujian perangkat lunak (termasuk website) yang dilakukan tanpa mengetahui detail internal atau struktur kode program yang diuji (kebalikan dari white box).
Dalam pengujian black box, tester hanya memeriksa fungsi-fungsi yang diberikan oleh perangkat lunak dan memberikan masukan pada sistem tanpa mengetahui bagaimana sistem tersebut diimplementasikan atau dibangun.
BlackBox Testing
Dalam black box testing, fokus pengujian adalah pada input dan output sistem. Hal ini dilakukan dengan memberikan input data yang berbeda pada sistem dan memeriksa output yang dihasilkan untuk menentukan apakah sistem befungsgi sesuai dengan yang diharapkan.�
Black box testing biasanya dilakukan oleh seorang tester yang independen dan tidak terlibat dalam pengembangan sistem.
Seorang tester tidak perlu paham pemrograman/koding dan tidak perlu mengecek keseluruhan koding.
BlackBox Testing
Dalam Black Box Testing di web BAAK ini, fokus pada :�apakah link, button, tersebut bisa berfungsi sesuai dengan peruntukannya.
WEBQUAL
WebQual
WebQual (www.webqual.co.uk) merupakan salah satu metode atau teknik pengukuran kualitas situs berdasarkan persepsi pengguna akhir.
Metode ini merupakan mengembangan dari Servqual (Zeithaml et al, 1990) yang banyak digunakan sebelumnya pada pengukuran kualitas jasa.
WebQual sudah mulai dikembangkan sejak tahun
1998 dan telah mengalami beberapa revisi dalam penyusunan dimensi dan butir-butir pertanyaannya. Saat ini WebQual sudah mencapai versi 5.0, meskipun yang masih banyak digunakan adalah versi 4.0
WebQual 4.0
WebQual 4.0 disusun berdasarkan tiga dimensi, yaitu:
usability (kegunaan website),
kualitas interaksi (information quality), dan
interaksi layanan (service interaction),
serta satu dimensi tambahan yang merangkum penilaian website secara keseluruhan.
Dari tiap dimensi akan dibagi menjadi beberapa pertanyaan/kuisioner yang digunakan untuk menilai sebuah website.
WebQual 4.0 : Usability
Pada parameter kualitas penggunaan ini ditinjau dari mutu yang terkait dengan rancangan situs web, misalnya : penampilan, kemudahan penggunaan, navigasi, dan gambaran/model yang tersampaikan kepada pengguna.
Ada delapan penilaian terkait dengan kemudahan penggunaan situs web yaitu :
WebQual 4.0 : Information Quality
Pada parameter kualitas ini ditinjau dari mutu isi yang terdapat pada situs web yaitu ketepatan informasi sesuai kebutuhan pengguna, realtime, detail, komunikasi dengan pengguna, dll sehingga terwujud kepercayaan pengguna terhadap website.
Ada tujuh penilaian terkait dengan kualitas informasi situs web yaitu:
WebQual 4.0 : Service Interaction Quality
Kualitas interaksi meliputi kemampuan memberi rasa aman saat transaksi, memiliki reputasi yang bagus, memudahkan komunikasi, menciptakan perasaan emosional yang lebih personal, memiliki kepercayaan dalam menyimpan informasi pribadi pengguna, mampu menciptakan komunitas yang lebih spesifik, dll.
Ada tujuh penilaian terkait yaitu :
WebQual 4.0 : Overall
Penilaian kualitas dari keseluruhan ketiga kualitas di atas.
Ada satu penilaian terkait yaitu :
WEBQUAL :�MENGUKUR KUALITAS WEBSITE
Mengukur Kualitas Website dengan WebQual
WebQual hanyalah satu dari beberapa tahapan dalam menilai kualitas suatu website.
Berikut adalah beberapa tahapan dalam mengukur kualitas website :
WebQual :
Pengumpulan Data
Pengumpulan Data adalah proses mengumpukan data/persepsi pengguna terhadap website. Pengumpulan data dilakukan dengan menyebarkan quisioner kepada responden.
�Responden bisa dipilih menggunakan beberapa metode sampling, seperti Simple Random Sampling, Stratified Random Sampling, Cluster Sampling, dll.
Quisioner disusun menggunakan parameter/dimensi WebQual 4.0 yang telah dibahas sebelumnya. Responden memberikan nilai dengan Skala Likert (Misal, skala puas dan tidak puas dari 1-5).
WebQual : Uji Validitas
Validitas adalah menilai seberapa akurat metode penelitian dalam proses mengukur apa yang ingin diukur. Penelitian yang memiliki validitas tinggi artinya adalah penelitian yang punya hasil sesuai sifat, karakteristik, dan variasi nyata.
Dalam penelitian kuantitatif, Uji Validitas digunakan untuk menentukan seberapa terwakilkannya hasil penelitian terhadap kehidupan nyata.
Beberapa metode uji validitas :
Korelasi Product Momen dan Korelasi Bivarial.
Contoh :
Misalnya, kita ingin mengetahui tingkat kebahagiaan rata-rata di suatu negara dan melakukan survei online hanya kepada anggota klub kebugaran.
Meskipun data yang diperoleh dari survei ini mungkin valid, karena responden memberikan jawaban yang benar-benar mereka pikirkan, namun karena sampel yang digunakan tidak merepresentasikan populasi secara keseluruhan, data tersebut tidak dapat diandalkan/reliable sebagai indikator kebahagiaan rata-rata di negara tersebut, dikarenakan ketika pertanyaan yang sama ditanyakan ke komunitas lain, jawabannya akan berbeda.
WebQual : Uji Reabilitas
Reliabilitas menilai konsistensi metode ukur. Jika hasil serupa bisa didapat secara konsisten dengan memakai metode serupa dalam keadaan sama, pengukuran tersebut dikatakan bisa diandalkan.
Uji Realibilitas dalam penelitian penting untuk mengetahui apakah data yang akan diteliti bersifat konsisten atau hanya incidental.
Beberapa metode untuk melakukan uji reliabilitas seperti Cronbach’s Alpha, Korelasi Pearson, Formula Spearman Brown, dan Cohen’s Alpha
Contoh :
Jika kita ingin mengukur berat badan seseorang dan menggunakan timbangan yang akurat, tetapi tidak mengikuti instruksi penggunaan yang tepat seperti tidak menyeimbangkan timbangan atau meminta seseorang untuk mengenakan sepatu saat menimbang.
Maka meskipun data yang diperoleh dari pengukuran tersebut dapat diandalkan/reliable, namun data tersebut tidak valid karena tidak merefleksikan berat badan yang sebenarnya dari individu tersebut.
WebQual : Gap Analysis
Gap Analysis adalah menganalisa kesenjangan persepsi dan harapan yang diinginkan pengguna.
Untuk menghitung gap, maka perlu dicari nilai persepsi dan harapan. Untuk itu perlu dilakukan pengukuran untuk mengukur keterhubungan antara persepsi dan harapan menggunakan metode Paired Sample t-Test.
Gap Analysis dapat digunakan untuk mengetahui apakah suatu produk (dalam hal ini website yang diukur) memiliki performa sesuai dengan yang diharapkan. Semakin besar kecil gap, semakin baik suatu produk.
WebQual : Simpulan
Data dari Paired Sample t-Test dan Gap Analysis dapat digunakan untuk membuat grafik IPA (Importance and Performance Analysis).
IPA dapat digunakan untuk menentukan dimensi mana yang dapat ditingkatkan lebih baik lagi.
ada pertanyaan
?
Referensi
�http://elsye.staff.umy.ac.id/tehnik-sampling-penelitian-kualitatif/
https://ascarya.or.id/validitas-dan-reliabilitas-penelitian-kuantitatif/#:~:text=Validitas%20dan%20reliabilitas%20adalah%20konsep%20penting%20dalam%20penelitian%20kuantitatif.,diulang%20dengan%20cara%20yang%20sama.
https://www.sampoernauniversity.ac.id/id/validitas-dan-reliabilitas-arti-perbedaan-dan-contoh/
https://www.statistikian.com/2012/08/uji-validitas.html