1 of 9

Minggu 2

BUAH ROH & KEDEWASAAN ROHANI

Galatia 5:16–25

2 of 9

Paulus menunjukkan bahwa kehidupan orang percaya adalah medan konflik antara daging dan Roh, yang terlihat melalui gaya hidup sehari-hari.

Bagian ini menekankan kontras yang Paulus nyatakan:

3 of 9

KONFLIK:

DAGING VS ROH

(ay. 16–18)

5:16 Maksudku ialah: hiduplah oleh Roh, maka kamu tidak akan menuruti keinginan daging.

5:17 Sebab keinginan daging berlawanan dengan keinginan Roh dan keinginan Roh berlawanan dengan keinginan daging -- karena keduanya bertentangan -- sehingga kamu setiap kali tidak melakukan apa yang kamu kehendaki.

5:18 Akan tetapi jikalau kamu memberi dirimu dipimpin oleh Roh, maka kamu tidak hidup di bawah hukum Taurat.

4 of 9

Keinginan daging selalu bertentangan dengan kehendak Roh Kudus.

Orang percaya tidak bebas dari konflik ini, tetapi dipanggil untuk tidak menuruti daging.

Kemenangan dimulai saat kita memilih untuk berjalan dalam Roh.

5 of 9

MANIFESTASI: �PERBUATAN DAGING VS BUAH ROH

(ay. 19–23)

5:19 Perbuatan daging telah nyata, yaitu: percabulan, kecemaran, hawa nafsu,

5:20 penyembahan berhala, sihir, perseteruan, perselisihan, iri hati, amarah, kepentingan diri sendiri, percideraan, roh pemecah,

6 of 9

5:21 kedengkian, kemabukan, pesta pora dan sebagainya. Terhadap semuanya itu kuperingatkan kamu -- seperti yang telah kubuat dahulu -- bahwa barangsiapa melakukan hal-hal yang demikian, ia tidak akan mendapat bagian dalam Kerajaan Allah.

5:22 Tetapi buah Roh ialah: kasih, sukacita, damai sejahtera, kesabaran, kemurahan, kebaikan, kesetiaan,

5:23 kelemahlembutan, penguasaan diri. Tidak ada hukum yang menentang hal-hal itu.

7 of 9

Perbuatan daging terlihat jelas dan merusak, baik secara moral maupun relasi.

Sebaliknya, buah Roh adalah karakter Kristus yang bertumbuh dalam hidup orang percaya.

Buah Roh bukan hasil usaha manusia semata, tetapi hasil dari hidup yang tinggal dalam Roh.

8 of 9

RESPONS: MENYALIBKAN DAGING & HIDUP DIPIMPIN ROH

(ay. 24-25)

5:24 Barangsiapa menjadi milik Kristus Yesus, ia telah menyalibkan daging dengan segala hawa nafsu dan keinginannya.

5:25 Jikalau kita hidup oleh Roh, baiklah hidup kita juga dipimpin oleh Roh,

9 of 9

Menyalibkan daging berarti mengambil keputusan tegas untuk meninggalkan dosa.

Hidup oleh Roh berarti menjadikan Roh Kudus sebagai pemimpin dalam setiap aspek kehidupan.

Kedewasaan rohani terlihat dari konsistensi hidup dalam pimpinan Roh.