1 of 23

ANALISIS FINANSIAL VS ANALISIS EKONOMI

1

2 of 23

1. TUJUAN ANALISIS PROYEK INVESTASI

  • Tujuan Analisis PROYEK INVESTASI yaitu suatu upaya penilaian investasi.

  • Jadi sebelum suatu PROYEK INVESTASI akan dilaksanakan/dikerjakan, terlebih dahulu perlu diadakan perhitungan2 besarnya biaya serta berapa besarnya manfaat (benefit) yang akan dihasilkan dari PROYEK INVESTASI tersebut

2

3 of 23

ANALISIS FINANSIAL dan ANALISIS EKONOMI

  • Di dalam analisis finansial PROYEK INVESTASI dilihat dari sudut badan atau orang yang menanam modalnya dalam PROYEK INVESTASI atau yang berkepentingan langsung dalam PROYEK INVESTASI. Di dalam analisis ini yang perlu diperhatikan ialah hasil dari modal saham (equity capital) yang ditanam di dalam suatu PROYEK INVESTASI. Adapun hasil dari finansial ini biasanya dikenal dengan istilah "private returns".

3

4 of 23

  • Di dalam analisis ekonomi, suatu PROYEK INVESTASI dilihat dari sudut pandang perekonomian sebagai keseluruhan. Yang harus diperhatikan di dalam analisis ekonomi yakni hasil total, yang digunakan dalam suatu PROYEK INVESTASI untuk kepentingan masyarakat atau perekonomian sebagai suatu keseluruhan, tanpa melihat siapa yang menyediakan sumber-sumber tersebut dan tanpa melihat siapa-siapa di dalam masyarakat yang akan menerima hasil-hasil dari PROYEK INVESTASI tersebut. Hasil ini biasa dikenal dengan istilah "the social return" atau "the economic return" bagi PROYEK INVESTASI.

4

5 of 23

Perbedaan Penilaian antara Analisis Finansial dan Analisis Ekonomi

  • Ada beberapa unsur yang berbeda penilaiannya antara analisis finansial dan analisis ekonomi yakni dalam hal harga, biaya, pembayaran transfer.
    • 1) Harga

Di dalam analisis ekonomi selalu digunakan harga bayangan (shadow prices atau accounting prices) yakni harga yang menggambarkan nilai sosial atau nilai ekonomi yang sesungguhnya bagi unsur-unsur biaya maupun hasil, sedangkan didalam analisis finansial selalu menggunakan harga pasar.

    • 2) Biaya

Di dalam analisis ekonomi biaya bagi input suatu PROYEK INVESTASI adalah manfaat yang hilang (the benefitforegone) bagi perekonomian karena input itu digunakan dalam PROYEK INVESTASI, atau "the opportunity cost" bagi input.

5

6 of 23

    • 3)Pembayaran Transfer

Di dalam pembayaran transfer menyangkut masalah pajak, subsidi, dan bunga.

      • a) Pajak

Di dalam analisis ekonomi pembayaran pajak tidak dikurangi/dikeluarkan dari manfaat PROYEK INVESTASI. Pajak adalah bagian dari hasil neto PROYEK INVESTASI yang diserahkan kepada pemerintah untuk digunakan bagi kepentingan masyarakat sebagai keseluruhan. Oleh karena itu pajak tidak dianggap sebagai biaya.

      • b) Subsidi

Subsidi menimbulkan persoalan di dalam perhitungan biaya suatu PROYEK INVESTASI. Subsidi ini sesungguhnya sebagai suatu pembayaran transfer dari masyarakat kepada PROYEK INVESTASI, sehingga dalam:

• Analisis finansial subsidi mengurangi (menurunkan) biaya PROYEK INVESTASI, jadi berarti menambah manfaat PROYEK INVESTASI

6

7 of 23

•Dalam analisis ekonomi harga pasar harus disesuaikan (adjusted) untuk menghilangkan pengaruh subsidi. Jika subsidi ini menurunkan harga barang­barang input, maka besarnya subsidi harus ditambahkan ke harga pasar barang-barang input tersebut.

c) Bunga

Dalam analisis ekonomi bunga modal tidak dipisahkan atau dikurangi dari hasil bruto. Untuk masalah bunga terdapat perbedaan dalam analisis finansial, perbedaan tersebut antara lain: Bunga yang dibayarkan kepada orang-orang dari luar yang meminjamkan uangnya kepada proyek. Bunga ini dianggap sebagai biaya (cost) sedangkan pembayaran kembali utang dari luar PROYEK INVESTASI dikurangi dari hasil bruto sebelum arus manfaat diperoleh.

7

8 of 23

• Bunga atas modal PROYEK INVESTASI (inputed or paid to the entry) tidak dianggap sebagai biaya (cost), karena bunga merupakan bagian dari "financial returns" yang diterima oleh modal PROYEK INVESTASI.

8

9 of 23

2) Penyusutan

  • Sesungguhnya penyusutan/depresiasi hanya merupakan pengalokasian biaya investasi setiap tahun sepanjang umur ekonomik PROYEK INVESTASI untuk menjamin bahwa biaya modal itu diperhitungkan di dalam laporan/neraca rugi-laba tahunan (profit and loss statement). Walau sesungguhnya penyusutan itu bukan merupakan pengeluaran biaya riil, karena yang betul-betul sebagai pengeluaran biaya yakni investasi semula. Atau apabila investasi PROYEK INVESTASI itu dibiayai dengan pinjaman terikat, maka yang dianggap sebagai biaya yakni arus pelunasan kredit atau angsurannya beserta bunganya pada waktu kedua arus itu benar-benar dilaksanakan.

9

10 of 23

3) Pelunasan Utang beserta Bunganya

Apakah pelunasan utang (angsuran) dan bunganya itu dihitung sebagai biaya ekonomik atau bukan, hal itu tergantung pada apakah pelunasan itu merupakan beban sosial atau bukan. Dalam hal "pinjaman untuk investasi" ada pengeluaran yang dihitung sebagai biaya (cost) yakni :

a) Pada waktu diadakan investasi

Yakni jika pinjaman itu tidak terikat pada suatu PROYEK INVESTASI tertentu, maka dana itu sesungguhnya dapat digunakan untuk melaksanakan berbagai macam PROYEK INVESTASI. Ini berarti, jika dana itu digunakan untuk investasi dalam suatu PROYEK INVESTASI. Misalnya PROYEK INVESTASI irigasi, di mana pada waktu pengeluaran untuk investasi tersebut perekonomian kehilangan kesempatan untuk menggunakan dana tersebut untuk PROYEK INVESTASI-PROYEK INVESTASI lain misalnya sehaiusnya dana itu bisa digunakan untuk PROYEK INVESTASI jembatan, jalan dan sebagainya, yang dapat memberi manfaat pada perekonomian. Artinya, pada waktu penggunaan pinjaman tersebut untuk PROYEK INVESTASI irigasi, terdapat manfaat yang hilang (benefit foregone)

10

11 of 23

b) Pada waktu pelunasan pinjaman dan bunganya

Jika suatu PROYEK INVESTASI dibiayai dari pinjaman/kredit terikat, maka pinjaman/kredit itu hanya diberikan untuk pelaksanaan/suatu PROYEK INVESTASI tertentu. Misalnya untuk PROYEK INVESTASI rumah sakit. Artinya jika rumah sakit itu tidak jadi dilaksanakan, pinjaman itu akan batal dan tidak dapat digunakan untuk PROYEK INVESTASI lain. Hal ini berarti bahwa pada waktu dana/sumber itu diinvestasikan pada PROYEK INVESTASI rumah sakit tersebut, bagi perekonomian tidak ada PROYEK INVESTASI lain yang dikorbankan (tidak ada "benefitforegone" ), sehingga investasi pada PROYEK INVESTASI rumah sakit itu dilihat dari sudut perekonomian/masyarakat bukan merupakan pengorbanan (cost). Untuk PROYEK INVESTASI-PROYEK INVESTASI seperti ini beban sosial/ekonomi baru terasa pada waktu pelunasan pinjaman dan bunganya di kemudian hari dan bukan pada waktu investasi.

11

12 of 23

Berbagai Biaya dalam PROYEK INVESTASI

Di dalam suatu PROYEK INVESTASI sudah pasti membutuhkan antara lain tanah, tenaga kerja, peralatan dan bahan-bahan untuk konstruksi, bunga pinjaman selama konstruksi, biaya operasi dan pemeliharaan (O&P) atau biaya operating and maintenance (O&M); biaya pengganti (replacement cost).

12

13 of 23

Tanah

Yang dihitung sebagai biaya tanah yakni produksi yang dikorbankan (production foregone) karena tanah digunakan dalam PROYEK INVESTASI. Artinya kalau tanah yang digunakan dalam PROYEK INVESTASI itu sebelumnya sudah menghasilkan, maka yang dihitung sebagai biaya tanah adalah nilai sekarang neto (the net present value/NPV) bagi produksi yang dikorbankan itu berdasarkan harga pasar yang merupakan the opportunity cost bagi tanah. Adapun the opportunity cost dapat berupa:

    • Nilai neto produksi yang hilang yakni tanah yang digunakan itu sebelumnya sudah menghasilkan.

13

14 of 23

    • Nilai sewa tanah (the rental value of the land). Di banyak negara tanah jarang dijual, tetapi disewakan. Sewa tanah ini dianggap sebagai ukuran yang baik bagi nilai neto produksi tanah. Dengan demikian juga bagi the opportunity cost jika penggunaan tanah berubah. N'ilai sewa tanah ini dapat di-capitalized dengan cara membagi sewa (financial) dengan the economics rate of return atau the opportunity cost of capital (OCC). Jika OCC-nya 10% dan sewa tanah yang berlaku Rp 60.000 per hektar per tahun, maka nilai kapital satu hektar tanah sebesar Rp 60.000 dibagi 0,10 sama dengan Rp 600.000,­

14

15 of 23

2 Estimasi langsung tentang kemampuan tanah untuk berproduksi (the productive capability of the land); adakalanya baik harga pembelian (the purchase price) maupun nilai sewa bukan merupakan suatu perkiraan/estimasi yang baik. Dalam hal ini harus dibuat suatu estimasi langsung mengenai kemampuan tanah untuk ber-operasi (the productive capability of the land). Estimasi langsung semacam itu tidak sukar jika umpamanya ada tanah kosong akan digunakan untuk PROYEK INVESTASI pemukiman (a settlement project). Tanpa adanya PROYEK INVESTASI tersebut tanah itu sama sekali tidak akan menghasilkan sesuatu yang mempunyai nilai ekonomik, sehingga nilai neto produksi yang hilang (net value of production foregone) sama dengan Nol. Dengan demikian dalam perhitungan ekonomik tidak dimasukkan atau diperhitungkan nilai bagi tanah.

15

16 of 23

b. Tenaga Kerja

Dalam menentukan biaya tenaga kerja harus dibedakan antara yang terdidik/terlatih (skilled labour) dan tenaga kerja tak terlatih (unskilled labour). Karena tenaga kerja yang tidak terlatih dinilai dengan tingkat upah bayangan (shadow wage rate). Misalnya jika upah buruh di daerah pedesaan pada musim sibuk sebesar Rp 1.000; per had, biasanya bekerja pada masa itu selama 90 hari dengan upah bayangan tahunannya menjadi 90 x Rp 1.000 sama dengan Rp 90.000,-, upah bayangan menggambarkan nilai ekonomik penghasilan tahunan buruh tanpa PROYEK INVESTASI. Perlu diingat bahwa upah yang betul-betul diterima buruh yang dimasukkan dalam biaya finansial adalah jauh lebih besar daripada jumlah tersebut. Tingkat upah bayangan tidak berlaku secara nasional.

16

17 of 23

c. Biaya Peralatan dan Bahan-bahan untuk Konstruksi

    • Dalam hal ini perlu dilihat apakah ada yang merupakan barang yang diper­dagangkan (traded goods). Jika bahan-bahan tersebut merupakan barang yang diperdagangkan (traded goods), maka yang harus diperhitungkan sebagai biaya yakni harga perbatasan (borderprices) bahan-bahan tersebut. Artinya harga c.i.f (cost insurance and freight) untuk bahan-bahan yang diimpor atau harga f.o.b. (free on board) untuk bahan-bahan yang diekspor. Dalam perhitungan harus diingat apakah biaya ini harus dibebankan pada waktu dikeluarkan sebagai investasi atau pada waktu pembayaran kembali angsuran pinj aman beserta bunganya. Yang penting ialah jangan sampai terjadi perhitungan ganda (double counting) dalam biaya PROYEK INVESTASI

17

18 of 23

    • Nilai salvage (salvage value). Di dalam menghitung biaya investasi perlu diperhatikan apakah pada akhir umur PROYEK INVESTASI akan ada nilai salvage yakni suatu nilai sisa (residual) berupa barang modal yang tak habis digunakan. Nilai salvage ini dapat menambah manfaat pada tahun terakhir umur PROYEK INVESTASI beroperasi. Walaupun jumlah nilai salvage­nya tidak besar tetapi dapat mempengaruhi hasil penilaian PROYEK INVESTASI yakni jika periode analisis waktunya pendek dan jika nilai capital item itu sangat besar dibandingkan dengan arus manfaat.

18

19 of 23

MANFAAT PROYEK INVESTASI

Manfaat PROYEK INVESTASI dapat dibagi tiga yakni

    • pertama, manfaat langsung,
    • kedua, manfaat tidak langsung.
    • ketiga, manfaat yang tidak dapat dinyatakan dengan jelas (intangible).

19

20 of 23

MANFAAT PROYEK INVESTASI

  1. Manfaat Langsung

Manfaat ini dapat berupa kenaikan dalam nilai hasil/output dan penurunan biaya.

1)Kenaikan dalam nilai hasil/output dapat disebabkan oleh kenaikan dalam produk fisik, perbaikan mutu produk (quality improvement), perubahan dalam lokasi dan waktu penjualan dan perubahan dalam bentuk grading and processing.

2)Penurunan biaya dapat berupa keuntungan dari mekanisme, penurunan biaya pengangkutan dan penurunan atau penghindaran kerugian.

20

21 of 23

MANFAAT PROYEK INVESTASI

b. Manfaat tidak Langsung atau Manfaat Sekunder PROYEK INVESTASI

Ialah manfaat yang timbul atau dirasakan di luar PROYEK INVESTASI karena adanya realisasi suatu PROYEK INVESTASI.

Ada tiga macam manfaat tidak langsung/sekunder yakni

    • manfaat yang disebabkan (induced) oleh adanya PROYEK INVESTASI yang biasa disebut efek multiplier dari PROYEK INVESTASI, dan
    • manfaat yang disebabkan oleh adanya keunggulan skala besar (economies of scale), serta
    • manfaat yang muncul karena adanya pengaruh sekunder dinamik (dynamic secondary effects), misalnya berupa perubahan di dalam produktivitas tenaga kerja yang disebabkan oleh adanya perbaikan kesehatan atau pendidikan (health and education).

21

22 of 23

MANFAAT PROYEK INVESTASI

c. Manfaat Yang Tidak Dapat Dinyatakan Dengan Jelas (Intangible Benefits)

Yakni manfaat yang sulit dinilai dengan uang misalnya perbaikan lingkungan hidup, perbaikan pemandangan karena adanya tanaman-tanaman dan taman yang indah, adanya perbaikan distribusi pendapatan, integrasi nasional serta pertahanan nasional dan sebagainya.

22

23 of 23

INFLASI

  • Manfaat dan biaya PROYEK INVESTASI dinyatakan di dalam ukuran uang.
  • Kalau terjadi inflasi, biasanya diikuti kenaikan harga input/biaya, sehingga inflasi menyebabkan manfaat neto PROYEK INVESTASI nampaknya makin besar jika diukur atas dasar harga yang berlaku.
  • Oleh karena itu di dalam analisis PROYEK INVESTASI baik arus manfaat maupun arus biaya harus diukur berdasarkan harga konstan pada tahun pengambilan keputusan tentang dilaksanakan atau tidaknya suatu PROYEK INVESTASI.
  • Hanya apabila diperkirakan ada unsur manfaat atau biaya yang perkembangan harganya akan menyimpang dari laju perkembangan harga pada umumnya, maka hal ini perlu diperhitungkan.

23