ANALISIS FINANSIAL VS ANALISIS EKONOMI
1
1. TUJUAN ANALISIS PROYEK INVESTASI
2
ANALISIS FINANSIAL dan ANALISIS EKONOMI
3
4
Perbedaan Penilaian antara Analisis Finansial dan Analisis Ekonomi
Di dalam analisis ekonomi selalu digunakan harga bayangan (shadow prices atau accounting prices) yakni harga yang menggambarkan nilai sosial atau nilai ekonomi yang sesungguhnya bagi unsur-unsur biaya maupun hasil, sedangkan didalam analisis finansial selalu menggunakan harga pasar.
Di dalam analisis ekonomi biaya bagi input suatu PROYEK INVESTASI adalah manfaat yang hilang (the benefitforegone) bagi perekonomian karena input itu digunakan dalam PROYEK INVESTASI, atau "the opportunity cost" bagi input.
5
Di dalam pembayaran transfer menyangkut masalah pajak, subsidi, dan bunga.
Di dalam analisis ekonomi pembayaran pajak tidak dikurangi/dikeluarkan dari manfaat PROYEK INVESTASI. Pajak adalah bagian dari hasil neto PROYEK INVESTASI yang diserahkan kepada pemerintah untuk digunakan bagi kepentingan masyarakat sebagai keseluruhan. Oleh karena itu pajak tidak dianggap sebagai biaya.
Subsidi menimbulkan persoalan di dalam perhitungan biaya suatu PROYEK INVESTASI. Subsidi ini sesungguhnya sebagai suatu pembayaran transfer dari masyarakat kepada PROYEK INVESTASI, sehingga dalam:
• Analisis finansial subsidi mengurangi (menurunkan) biaya PROYEK INVESTASI, jadi berarti menambah manfaat PROYEK INVESTASI
6
•Dalam analisis ekonomi harga pasar harus disesuaikan (adjusted) untuk menghilangkan pengaruh subsidi. Jika subsidi ini menurunkan harga barangbarang input, maka besarnya subsidi harus ditambahkan ke harga pasar barang-barang input tersebut.
c) Bunga
Dalam analisis ekonomi bunga modal tidak dipisahkan atau dikurangi dari hasil bruto. Untuk masalah bunga terdapat perbedaan dalam analisis finansial, perbedaan tersebut antara lain: Bunga yang dibayarkan kepada orang-orang dari luar yang meminjamkan uangnya kepada proyek. Bunga ini dianggap sebagai biaya (cost) sedangkan pembayaran kembali utang dari luar PROYEK INVESTASI dikurangi dari hasil bruto sebelum arus manfaat diperoleh.
7
• Bunga atas modal PROYEK INVESTASI (inputed or paid to the entry) tidak dianggap sebagai biaya (cost), karena bunga merupakan bagian dari "financial returns" yang diterima oleh modal PROYEK INVESTASI.
8
2) Penyusutan
9
3) Pelunasan Utang beserta Bunganya
Apakah pelunasan utang (angsuran) dan bunganya itu dihitung sebagai biaya ekonomik atau bukan, hal itu tergantung pada apakah pelunasan itu merupakan beban sosial atau bukan. Dalam hal "pinjaman untuk investasi" ada pengeluaran yang dihitung sebagai biaya (cost) yakni :
a) Pada waktu diadakan investasi
Yakni jika pinjaman itu tidak terikat pada suatu PROYEK INVESTASI tertentu, maka dana itu sesungguhnya dapat digunakan untuk melaksanakan berbagai macam PROYEK INVESTASI. Ini berarti, jika dana itu digunakan untuk investasi dalam suatu PROYEK INVESTASI. Misalnya PROYEK INVESTASI irigasi, di mana pada waktu pengeluaran untuk investasi tersebut perekonomian kehilangan kesempatan untuk menggunakan dana tersebut untuk PROYEK INVESTASI-PROYEK INVESTASI lain misalnya sehaiusnya dana itu bisa digunakan untuk PROYEK INVESTASI jembatan, jalan dan sebagainya, yang dapat memberi manfaat pada perekonomian. Artinya, pada waktu penggunaan pinjaman tersebut untuk PROYEK INVESTASI irigasi, terdapat manfaat yang hilang (benefit foregone)
10
b) Pada waktu pelunasan pinjaman dan bunganya
Jika suatu PROYEK INVESTASI dibiayai dari pinjaman/kredit terikat, maka pinjaman/kredit itu hanya diberikan untuk pelaksanaan/suatu PROYEK INVESTASI tertentu. Misalnya untuk PROYEK INVESTASI rumah sakit. Artinya jika rumah sakit itu tidak jadi dilaksanakan, pinjaman itu akan batal dan tidak dapat digunakan untuk PROYEK INVESTASI lain. Hal ini berarti bahwa pada waktu dana/sumber itu diinvestasikan pada PROYEK INVESTASI rumah sakit tersebut, bagi perekonomian tidak ada PROYEK INVESTASI lain yang dikorbankan (tidak ada "benefitforegone" ), sehingga investasi pada PROYEK INVESTASI rumah sakit itu dilihat dari sudut perekonomian/masyarakat bukan merupakan pengorbanan (cost). Untuk PROYEK INVESTASI-PROYEK INVESTASI seperti ini beban sosial/ekonomi baru terasa pada waktu pelunasan pinjaman dan bunganya di kemudian hari dan bukan pada waktu investasi.
11
Berbagai Biaya dalam PROYEK INVESTASI
Di dalam suatu PROYEK INVESTASI sudah pasti membutuhkan antara lain tanah, tenaga kerja, peralatan dan bahan-bahan untuk konstruksi, bunga pinjaman selama konstruksi, biaya operasi dan pemeliharaan (O&P) atau biaya operating and maintenance (O&M); biaya pengganti (replacement cost).
12
Tanah
Yang dihitung sebagai biaya tanah yakni produksi yang dikorbankan (production foregone) karena tanah digunakan dalam PROYEK INVESTASI. Artinya kalau tanah yang digunakan dalam PROYEK INVESTASI itu sebelumnya sudah menghasilkan, maka yang dihitung sebagai biaya tanah adalah nilai sekarang neto (the net present value/NPV) bagi produksi yang dikorbankan itu berdasarkan harga pasar yang merupakan the opportunity cost bagi tanah. Adapun the opportunity cost dapat berupa:
13
14
2 Estimasi langsung tentang kemampuan tanah untuk berproduksi (the productive capability of the land); adakalanya baik harga pembelian (the purchase price) maupun nilai sewa bukan merupakan suatu perkiraan/estimasi yang baik. Dalam hal ini harus dibuat suatu estimasi langsung mengenai kemampuan tanah untuk ber-operasi (the productive capability of the land). Estimasi langsung semacam itu tidak sukar jika umpamanya ada tanah kosong akan digunakan untuk PROYEK INVESTASI pemukiman (a settlement project). Tanpa adanya PROYEK INVESTASI tersebut tanah itu sama sekali tidak akan menghasilkan sesuatu yang mempunyai nilai ekonomik, sehingga nilai neto produksi yang hilang (net value of production foregone) sama dengan Nol. Dengan demikian dalam perhitungan ekonomik tidak dimasukkan atau diperhitungkan nilai bagi tanah.
15
b. Tenaga Kerja
Dalam menentukan biaya tenaga kerja harus dibedakan antara yang terdidik/terlatih (skilled labour) dan tenaga kerja tak terlatih (unskilled labour). Karena tenaga kerja yang tidak terlatih dinilai dengan tingkat upah bayangan (shadow wage rate). Misalnya jika upah buruh di daerah pedesaan pada musim sibuk sebesar Rp 1.000; per had, biasanya bekerja pada masa itu selama 90 hari dengan upah bayangan tahunannya menjadi 90 x Rp 1.000 sama dengan Rp 90.000,-, upah bayangan menggambarkan nilai ekonomik penghasilan tahunan buruh tanpa PROYEK INVESTASI. Perlu diingat bahwa upah yang betul-betul diterima buruh yang dimasukkan dalam biaya finansial adalah jauh lebih besar daripada jumlah tersebut. Tingkat upah bayangan tidak berlaku secara nasional.
16
c. Biaya Peralatan dan Bahan-bahan untuk Konstruksi
17
18
MANFAAT PROYEK INVESTASI
Manfaat PROYEK INVESTASI dapat dibagi tiga yakni
19
MANFAAT PROYEK INVESTASI
Manfaat ini dapat berupa kenaikan dalam nilai hasil/output dan penurunan biaya.
1)Kenaikan dalam nilai hasil/output dapat disebabkan oleh kenaikan dalam produk fisik, perbaikan mutu produk (quality improvement), perubahan dalam lokasi dan waktu penjualan dan perubahan dalam bentuk grading and processing.
2)Penurunan biaya dapat berupa keuntungan dari mekanisme, penurunan biaya pengangkutan dan penurunan atau penghindaran kerugian.
20
MANFAAT PROYEK INVESTASI
b. Manfaat tidak Langsung atau Manfaat Sekunder PROYEK INVESTASI
Ialah manfaat yang timbul atau dirasakan di luar PROYEK INVESTASI karena adanya realisasi suatu PROYEK INVESTASI.
Ada tiga macam manfaat tidak langsung/sekunder yakni
21
MANFAAT PROYEK INVESTASI
c. Manfaat Yang Tidak Dapat Dinyatakan Dengan Jelas (Intangible Benefits)
Yakni manfaat yang sulit dinilai dengan uang misalnya perbaikan lingkungan hidup, perbaikan pemandangan karena adanya tanaman-tanaman dan taman yang indah, adanya perbaikan distribusi pendapatan, integrasi nasional serta pertahanan nasional dan sebagainya.
22
INFLASI
23