1 of 20

Tantangan Pembiayaan Kesehatan di Tingkat Provider

M Faozi Kurniawan

24 Agustus 2021

2 of 20

Alur Pembahasan

  1. Pengantar: Pandemi COVID-19
  2. Situasi APBN dan FAskes
  3. Tantangan pembiayaan

3 of 20

1

Pengantar: Pandemi COVID-19

4 of 20

Situasi Covid di Indonesia: IHME

5 of 20

  • Tersedia 27.694 Fasilitas Kesehatan Tingkat Pertama (FKTP) yang ada di Indonesia

Ketersediaan FKTP

6 of 20

Ketersediaan RS di Indonesia

7 of 20

Distribusi SDM Kesehatan

Ketersediaan dan persebaran di daerah

8 of 20

2

Situasi APBN dan Faskes

9 of 20

Situasi APBN Juli 2021

Realisasi APBN menunjukkan Pendapatan lebih kecil dari belanja Negara -- defisit anggaran

10 of 20

Situasi APBN

Realisasi APBN Semester I tahun 2021

  • Belanja Pusat - 40,74%
  • Belanja Transfer Daerah - 47%

Apresiasi bagi Pemerintah bagian dari upaya mengatasi Pandemi

11 of 20

Alokasi Anggaran Kesehatan dan PEN

Tahun 2020

  • Alokasi : 695,2T
  • Realisasi : 579,8 T
  • 83,4 %

Tahun 2021

  • Alokasi : 699,43 T --> 744,5 T
  • Kesehatan: 214,95 T
    • Testing dan Tracing
    • Biaya perawatan
    • Insentif dan santunan kematian Nakes
    • Obat dan APD
    • Bantuan Iuran JKN
    • Insentif perpajakan kesehatan
    • Pengadaan vaksin

12 of 20

Apakah Utang Pemerintah Masih Aman?

Realisasi pembiayaan utang per juni 2021 mencapai 443,02 T

  • Target defisit
  • 021 - 5,7%
  • Pembiayaan anggaran 1.006,38 T
  • Dipenuhi dengan utang 1.117,4 T

13 of 20

3

Tantangan di Pembiayaan Kesehatan

14 of 20

Ruang Fiskal Menyempit

Ruang Fiskal semakin sempit untuk pembiayaan utang

Berpengaruh pada pembiayaan pembangunan kesehatan

Pembangunan infrastruktur, SDM Kesehatan, dan peralatan kesehatan.

15 of 20

Kekuatan APBD bagi Faskes Daerah

  • Pengembangan Faskes FKTP - SDM Kesehatan dan sarana prasarana

  • RS di daerah yang APBD kuat bisa dibiayai oleh BTT ( Belanja tidak terduga) untuk biaya operasional

  • RS di daerah yang APBD Tidak cukup/tidak mampu - Refocusing dan Realokasi berpotensi mempengaruhi pelaksanaan program pembangunan di daerah terutama program kesehatan masyarakat

16 of 20

Tantangan Sarana dan Prasarana

Meningkatkan investasi Pemda - Melibatkan Dana Masyarakat

  1. Tenaga kesehatan terbatas - 4 dokter dan 21 perawat per 10.000 penduduk
  2. Keterbatasan peralatan medis - ventilator
  3. Keterbatasan ruang isolasi khusus (RIK) dan unit perawatan intensif (ICU)
  4. Tantangan pengujian pada kondisi pasien secara akurat untuk merujuk mereka ke ruang perawatan yang sesuai.
  5. Keterbatasan pada persediaan alat pelindung diri (APD) yang cukup dengan kualitas yang memadai.
  6. Penggunaan berbagai fasilitas bersama untuk staf, seperti ruang ganti, ruang makan, musala, lift, dan kamar mandi

17 of 20

Daerah semakin besar tergantung dana transfer

Rencana Aksi Daerah untuk meningkatkan PAD

18 of 20

Kebijakan Perlindungan Sosial - Integrasi - Strategi Pemerintah Daerah dalam pemulihan ekonomi dan kesehatan masyarakat

19 of 20

Upaya Pendanaan di Daerah

Ring 1: APBN

  1. Peralatan Rumah Sakit (Berat dan berbiaya mahal)
  2. Insentif dan Asuransi Tenaga Medis
  3. Bantuan ekonomi bagi masyarakat program Pemerintah Pusat

Ring 2: APBD Peralatan di Puskesmas dan FKTP Swasta

  1. Akomodasi tenaga medis dan logistik
  2. Program Promotif dan Preventif pencegahan
  3. Pengendalian bahan pokok RT (sembako)
  4. Bantuan sosial ekonomi

Ring 3: Dana Filantropi

  1. Dukungan Peralatan Rumah Sakit dan FKTP bagi tenaga Medis murah dan membutuhkan banyak (APD, Hand sanitizer, dll)
  2. Insentif dan Asuransi Tenaga Medis dan non medis sukarelawan
  3. Sosialisasi dan pencegahan COVID-19
  4. Ambulance/ mobil penjemput ODP-PDP-Jenazah
  5. Bantuan ekonomi bagi masyarakat terdampak

Ring 4: Dana Desa

Peningkatan peran serta masyarakat pencegahan penyebaran

20 of 20

Terimakasih

https://manajemen-pembiayaankesehatan.net/