Pengembangan Produk Bakery Pastry dengan Pemanfaatan Tepung Lokal
Tim Kurikulum
Tujuan Pelatihan
Setelah mengikuti pelatihan, peserta mampu:
Pangan �Lokal
Pangan �Lokal
Teknologi�Pengolahan
Pilihan �Olahan
Metode�Pengolahan
Potensi Tepung Lokal
Pengertian Nutrifikasi
Nutrifikasi adalah penambahan satu atau lebih nutrisi atau zat gizi ke dalam produk pangan. Zat gizi yang ditambahkan pada produk pangan umumnya antara lain:
Tujuan Nutrifikasi
Prinsip Nutrifikasi
Jenis Nutrifikasi
Restorasi�Restorasi dalam pangan berarti mengacu pada penambahan zat gizi ke dalam produk pangan untuk mengembalikan zat gizi alami yang hilang selama proses pengolahan pangan. Proses pengolahan tersebut dapat terjadi selama proses persiapan, pengawetan maupun penyimpanan produk pangan. Umumnya zat gizi yang ditambahkan merupakan zat gizi yang rentan terhadap proses pengolahan dan zat gizi yang menjadi ciri khas dari produk pangan tersebut. Contoh:
Jenis Nutrifikasi
Fortifikasi�Fortifikasi adalah penambahan satu atau lebih zat gizi ke dalam produk pangan sehingga produk pangan tersebut menjadi sumber zat gizi yang baik. Fortifikasi terdiri dari 2 jenis, yaitu:
Jenis Nutrifikasi
Substitusi�Substitusi adalah penambahan zat gizi tertentu ke dalam produk pangan yang dibuat menyerupai atau mengganti produk pangan lain yang nilai gizinya lebih tinggi. Pangan yang disubstitusi umumnya dijadikan sebagai produk pangan alternatif. Zat gizi yang ditambahkan adalah zat gizi yang menjadi ciri khas dari produk yang ditiru. Contoh:Susu kedelai sebagai substitusi susu sapi, yaitu dengan penambahan kalsium pada susu kedelai sehingga kadar kalsiumnya menyerupai susu sapi.
Jenis Nutrifikasi
Komplementasi�Berbeda dengan jenis nutrifikasi lain yang dilakukan dengan teknologi penambahan zat gizi tertentu, komplementasi merupakan pencampuran dua atau lebih bahan makanan sehingga melengkapi kekurangan zat gizi pada makanan. �Zat gizi yang paling sering dilibatkan dalam komplementasi adalah protein khususnya yang berasal dari pangan nabati. Hal ini bertujuan untuk melengkapi konsumsi asam amino pada pangan nabati sehingga kualitasnya dapat menyamai asam amino pada protein hewani.�Contoh: pencampuran tepung kedelai (yang kaya akan lisin tapi kekurangan metionin) dengan tepung jagung (yang kaya akan metionin tapi kekurangan lisin).
MATERI PRAKTIKUM
Banana Cheese Cake
Bahan:
Bahan oles:
Cara Membuat:
MATERI PRAKTIKUM
Sus Gulung Abon
Bahan:
Air 300 g
Margarin 140 g
Garam 2 g
Terigu protein tinggi 150 g
Tepung ubi 50 g
Telur 6 butir
Cabe merah cincang untuk taburan
Bahan isi:
Mayonnaise 150 g
Saus cabe 30 g
Abon sapi manis 200 g
Cara Membuat:
MATERI PRAKTIKUM
Bahan:
Cara Membuat:
Soft Cookies
MATERI PRAKTIKUM
Pukis Tiwul
Bahan:
Cara Membuat: