1 of 52

Pertemuan 10�Uji Validitas Instrumen dan �Reliabilitas Instrumen

Dr. Mariyudi, SE, MM

LOGO

2 of 52

The Research Process

(1)

OBSERVATION

Broad area of research interest identified

(2)

PRELIMINARY DATA GATHERING

Interviewing Literature survey

(3)

PROBLEM DEFENITION

Research problrm delineated

(4)

THEORETICAL FRAMEWORK

Variables clerly identified and tabeled

(5)

GENERATION OF HYPOTHESES

(6)

SCIENTIFIC RESEARCH DESIGN

(7)

DATA COLLECTION, ANALYISIS, AND INTERPRETATION

(8)

DEDUCTION

Hypotheses substantied?

Research question answered?

(11)

Managerial Decision Making

(10)

Report Presentation

(9)

Report Writing

No

Yes

Uma Sekaran & Roger Bougie, (2012). Research Methods For Business: A Skill Building Approach

3 of 52

Pokok Bahasan

  • Uji Instrumen.
  • Uji Reliabilitas Instrumen

4 of 52

Setelah mempelajari Pokok Bahasan ini anda diharapkan mampu:

  • Menghitung validitas instrumen.
  • Menghitung reliabilitas instrumen

5 of 52

Figure 2. Desain Penelitian

Tujuan Penelitian

Eksplorasi

Deskripsi

Pengujian Hipotesis

Jenis Penelitian

Membuktikan:

Hubungan kausal

Korelasional

Perbedaan kelompok, peringkat, dsb

Tingkat Intervensi Peneliti

Minimal: Mempelajari peristiwa sebagaimana adanya

Manipulasi dan/ataukontrol dan/atau simulasi

Konteks Studi

Direncanakan

Tidak direncanakan

Pengukuran dan Ukuran

Defenisi operasional

Item (ukuran)

Skala

Kategori

Pengkodean

Unit analisis (populasi yang diteliti)

Individu

Pasangan (Dyads)

Kelompok

Organisasi

Mesin

dsb

Desain Sampel

Probabilitas/ nonprobabilitas

Ukuran sampel (n)

Horizon Waktu

Satu kali (one-shot) atau lintas bagian (cross-sectional)

longitudinal

Metode Pengumpulan Data

Pengamatan

Wawancara

Kuesioner

Pengukuran fisik

Unobtrusive

  1. Feel for Data

  • Goodness of Data

  • Pengujian hipotesis

PERNYATAAN MASALAH

ANALISIS DATA

PENGUKURAN

RINSIAN STUDI

6 of 52

Preview

  • Menghitung Instrumen merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari kegiatan penelitian, yang dibutuhkan dalam mendukung ketepatan rancangan penelitian.
  • Instumen sebagai pengukur variabel penelitian memegang peranan penting dalam usaha memperoleh informasi yang akurat dan terpercaya.
  • Bahkan validitas hasil penelitian sebagian besar sangat tergantung pada kualitas instrumen pengumpulan datanya. Oleh karena itu, peneliti sebaiknya memahami tentang konsep instrumen dan proses yang dibutuhkan dalam melaksanakan pengujian instrumen tersebut.

7 of 52

Preview

  • Uji Validitas dan Reliabilitas dilakukan sebelum penelitian.
  • Sebelumnya awali dengan:
  • Back To Back Translation: Penerjemahan atau alih bahasa setiap instrumen penelitian
  • Panel Ahli: Bidang methodologi, Bidang kajian sejenis, Bidang bisnis/organisasi sejenis, Bidang Bahasa, dan Pakar budaya.
  • Pilot Test: uji pilot awal (ukuran sampel dibuat kecil sekitar 10 sampai 30 responden), dan uji pilot skala penuh (feasibility study)

8 of 52

Pilot Tes

  • Sasaran pertama dari uji pilot awal ini adalah untuk meyakinkan bahwa item-item kuestioner telah mencukupi, benar, dan dapat dipahami.
  • Responden diminta untuk:
  • Melengkapi kuesioner jika dianggap kurang
  • Memberi komentar mengenai panjangnya kuesioner, apakah terlalu panjang atau sudah cukup panjang.
  • Memberi komentar apakah kuesioner membosankan atau tidak, yang berakibat pada jawaban yang sembarangan.
  • Meneliti kata-kata, kalimat-kalimat dan instruksi-instruksi di instrumen apakah sudah jelas dan dapat dipahami

9 of 52

Goodness

Reliabilitas

Validitas

Stabilitas

Konsistensi

Test-retest

reliability

Pararel Form

reliability

Interitem consis

Tency reliability

Split half

Validitas

Isi

Validitas

muka

Validitas

Dg kriteria

Validitas

Prediktif

Validitas

Concurent

Validitas

Konstruk

Validitas

Convergen

Validitas

Diskriminan

Validitas

Internal

Validitas

Eksternal

10 of 52

VALIDITAS

  • Validitas berasal dari kata validity yang memiliki arti ketepatan & kecermatan
  • Valid atau sahih bila alat ukur itu benar-benar mengukur apa yang hendak diukur.
  • Contoh meteran digunakan untuk mengukur panjang, timbangan digunakan untuk mengukur berat, literan digunakan untuk mengukur volumen

11 of 52

MACAM VALIDITAS

  • Menurut sugiyono, validitas terbagi 2:

♣Validitas Dalam

Ada 2 validitas isi & konstruksi

♣Validitas Luar

  • Pratiknya membagi 3

♣Validitas isi

♣Validitas konstruksi

♣Validitas kriterium

12 of 52

VALIDITAS ISI

  • Tingkat representativitas isi/substansi pengukuran terhadap konsep variabel sebagaimana dirumuskan dalam definisi operasional.
  • Artinya kalo alat ukur berupa pertanyaan (kuesioner) maka kalimat pertanyaan itu mewakili subtansi apa yang hendak diukur.
  • Contohnya Mengukur tingkat pengetahuan ibu mengenai gizi balita, bukan gizi orang dewasa

13 of 52

VALIDITAS KRITERIUM

  • Contohnya Bila seorang mahasiswa ketika test masuk mendapat nilai tinggi kemudian selama mengikuti kuliah sampai dengan tamat, ternyata lancar & mudah dengan nilai-nilai yang bagus, maka alat ukur berupa test ujian masuk PT memiliki validitas prediksi yang handal.
  • Bila analisis test korelasi kuat berarti validitas kriterium tinggi dan sebaliknya.

14 of 52

VALIDITAS MUKA

  • Berkaitan dengan pengukuran atribut yang konkrit, tanpa membuat suatu inferensi atau suatu kesimpulan.
  • Bila berkaitan dengan para ahli seorang peneliti membuat alat ukur untuk mengukur skala contohnya perilaku membuang sampah padat yang sehat kemudian dikonsulkan pada ahli perilaku sehat berkaitan dengan kesehatan lingkungan.

15 of 52

UJI VALIDITAS DAN RELIABILITAS KUESIONER

  • Validitas sebuah alat ukur ditunjukan dari kemampuan alat ukur tersebut mampu mengukur apa yang seharusnya diukur.
      • Validitas Eksternal

Instrumen yang dicapai bila data yang dicapai sesuai dengan data atau informasi lain mengenai variabel penelitian yang dimaksud

      • Validitas Internal

Bila terdapat kesesuaian antara bagian-bagian instrumen dengan instrumen secara keseluruhan.

        • Melalui Analisis Faktor
        • Melalui Analisis Butir

Kriteria:

        • Jika koefisien korelasi product moment melebihi 0,3 (Azwar, 1992. Soegiyono, 1999 )
        • Jika koefisien korelasi product moment > r-tabel ( α ; n-2 ) n = jumlah sampel.
        • Nilai Sig. ≤ α

15

16 of 52

VALIDITAS INTERNAL

  • Alat ukur yang telah memiliki validitas konstruksi yang tinggi dan validitas isi yang tinggi
  • Bahwa untuk instrumen yang nontest digunakan untuk mengukur sikap cukup memenuhi validitas konstruksi

17 of 52

VALIDITAS EKSTERNAL

  • Bahwa bila kriteria dalam instrumen terdapat kesamaan dengan kriteria dilapangan atau fakta-fakta empiris, maka alat ukur itu memiliki validitas eksternal yang tinggi
  • Contohnya utk mengukur kinerja paramedis di RS ttt, bila pd instrumen dibandingkan dengan catatan2 RS tentang kinerja paramedis maka bila terdapat kesamaan antara kriteria dlm instrumen dgn fakta dilapangan maka validitas eksterna yang tinggi

18 of 52

VALIDITAS KONSTRUK/KONSTRUKSI

  • Validitas konstruk ditekankan pada konstruksi pertanyaan satu dengan lainnya memiliki hubungan yang erat satu sama lainnya
  • Pertanyaan satu dengan lainnya atau pokok2 yang dicantumkan dalam instrumen satu sama lainnya bergayut atau relevan
  • Contoh: Pengetahuan tentang gizi balita ibu2 hamil yang datang ke RS maka pokok masalah yakni pengetahuan tentang gizi balita

19 of 52

UJI VALIDITAS

  • Paling sedikit 30 responden, dgn ciri responden uji coba harus mirip ciri-cirinya dengan responden penelitian.
  • Alasan 30 responden adalah batas jumlah antara sedikit & banyak, dgn pengertian bahwa data diatas 30 kurva akan mendekati kurva normal.
  • Hasil uji coba dilakukan uji korelasi antara skor item dengan skor total. Bila korelasinya rendah berarti pertanyaan itu tidak bergayut & harus didrop

20 of 52

Contoh

  • Obat-obat generik buatan dalam negeri khasiatnya sama dengan obat luar negeri
  • Warga negara yg baik & pengertian selalu menggunakan obat generik buatan dalam negeri
  • Guna mendorong majunya produksi dalam negeri warga negara harus menggunakan obat generik
  • Saya menyukai obat-obatan buatan bangsa sendiri
  • Kalau sanak keluarga & tetangga/ handai taulan sakit, saya menganjurkan menggunakan obat generik

21 of 52

  • Saya merasa rendah kalau menggunakan obat generik
  • Saya tidak senang pada orang indonesia yg menggunakan obat generik
  • Orang modern harus menggunakan obat buatan luar negeri
  • Saya merasa bangga menggunakan obat luar negeri daripada obat generik buatan dalam negeri
  • Agar gengsi itu bertambah tinggi kalau sakit menggunakan obat luar negeri

22 of 52

Responden diminta memilih salah satu dari pilihan jawaban

  • A =Sangat setuju
  • B =Setuju
  • C = Entah, ragu
  • D = Tidak setuju
  • E = Sangat tidak setuju
  • Untuk pernyataan no 1,2,3,4,5 scorenya A=5,B=4,C=3,D=2, E=1
  • Sebaliknya jawaban atas pernyataan 6-10 scorenya adalah A=1,B=2,C=3,D=4, E=5

23 of 52

Contoh Perhitungan

Responden

No item

Total

1

2

3

4

5

6

7

8

9

10

 

a

4

4

4

5

5

2

2

3

3

2

34

b

5

5

4

4

5

3

3

4

4

3

40

c

2

2

3

3

3

5

4

5

5

5

37

d

4

4

5

5

4

1

3

3

2

3

34

e

4

5

5

4

3

1

3

2

4

4

37

f

5

5

5

5

5

4

4

3

4

5

45

g

5

5

5

5

5

3

3

4

1

2

40

h

2

2

3

2

2

2

2

1

2

2

21

i

5

5

5

5

5

2

2

2

2

2

35

j

5

5

5

5

4

5

5

4

4

3

45

24 of 52

Teknik Hitungan dengan korelasi product moment

N (ΣX Y) – (ΣX ΣY)

R = -----------------------------------

√[NΣX2 – (ΣX)2] [NΣY2 – (ΣY)2]

25 of 52

Koreksi item 1 dengan score total

Responden

X

Y

X2

Y2

XY

a

4

34

16

1156

136

b

5

40

25

1600

200

c

2

32

4

1024

64

d

4

34

16

1156

136

e

4

37

16

1369

148

f

5

45

25

2025

225

g

5

40

25

1600

200

h

2

28

4

784

56

i

5

35

25

1225

175

j

5

45

25

2025

225

N=10

41

370

181

13964

1565

26 of 52

Hasil Perhitungan

N (ΣX Y) – (ΣX ΣY)

r = -----------------------------------

√[NΣX2 – (ΣX)2] [NΣY2 – (ΣY)2]

(10 x 1565) – (41 x 370)

r = ----------------------------------------------------------

√[(10x181)-(41x41)] [10x13964 – (370 x 370)]

r = 0,806

27 of 52

Apakah nilai korelasi signifikan atau tidak?

  • Dengan tabel r product moment responden 10 taraf signifikansi 0,632
  • Cara koreksi menggunakan rumus

(r.tp) (SD.y)-(SD.x)

rpq = -------------------------------------------------

√(SD.y2)+(SD.x2)-2(r.tp)(SD.x)(SD.y)

r.pq = angka korelasi setelah dikoreksi

r.tp = angka korelasi sebelum dikoreksi

SDy = standar deviasi skor total

SDx = standar deviasi item

28 of 52

  • Rumus SD

Σ(x-x)2

SD =√------------

N

SDx = 1,220 SDy = 6,508

rtp = 0,806

(r.tp) (SD.y)-(SD.x)

rpq = -------------------------------------------------

√(SD.y2)+(SD.x22)-2(r.tp)(SD.x)(SD.y)

(0,806) (6,508) -(1,220)

rpq = -------------------------------------------------

√(6,5082)+(1,2202)-2(0,806)(1,220)(6,508)

= 0,722

29 of 52

  • Angka korelasi setelah dikoreksi adalah 0,722
  • Angka taraf signifikan 0,05 adalah 0,632
  • Jadi angka korelasi masih tetap signifikan
  • Angka yang jatuh dibawah angka kritik dalam taraf signifikan 0,05 yakni 0,632 berarti tidak signifikan sehingga pernyataan pada item itu harus didrop

30 of 52

Uji Reliabilitas Instrumen

  • Pengertian reliabilitas pada dasarnya adalah sejauh mana hasil suatu pengukuran dapat dipercaya.
  • Metode Pendekatan: secara garis besar ada dua jenis reliabilitas, yaitu :
      • Teknik Paralel (parallel form)

Pada teknik ini kita membagi kuesioner kepada responden yang intinya sama akan tetapi menggunakan kalimat yang berbeda:

Misalnya:

          • Apakah menurut saudara harga tiket di kereta ini tidak mahal ?
          • Apakah harga di kereta ini telah sesuai dengan pelayanan yang saudara terima ?
      • Teknik Ulang (double test / test pretest)

Pada teknik ini kita membagi kuesioner yang sama pada waktu yang berbeda.

Misalnya:

          • Pada minggu I ditanyakan:
          • Bagaimana tanggapan saudara terhadap kualitas dosen di Universitas Calibakal ?
          • Pada minggu III ditanyakan:
          • Ditanyakan lagi pada responden yang sama dengan pertanyaan yang sama.

30

31 of 52

RELIABILITAS

Uji reliabilitas ada tiga cara yaitu

  • Teknik test-retest
  • Teknik Belah Dua
  • Teknik Bentuk Paralel

32 of 52

TEKNIK TEST RETEST

  • Instrumen diujikan pada responden yang sama, dalam selang waktu antara kira-kira antara 15-30 hari
  • Bila terlalu dekat kurang baik sebab masih ingat betul jawaban pertama, bila terlalu lama kurang bagus karena mungkin sudah terjadi perubahan pada diri responden dalam hal variabel yang hendak diukur
  • Hasil pengukuran pertama dikorelasikan dengan hasil pengukuran yang kedua menggunakan rumus product momen, bila signifikan berarti reliabel, bila tidak signifikan tidak reliabel.

33 of 52

TEKNIK BELAH DUA

  • Melakukan uji coba alat ukur pada sejumlah responden kemudian dihitung validitasnya. Item2 yang valid dikumpulkan yang tidak valid dibuang
  • Item2 yang valid tersebut dibagi dua
  • Skor masing2 item tiap belahan dijumlahkan, sehingga menghasilkan dua skor total dari belahan kedua dengan menggunakan teknik product moment
  • Oleh karena hasil korelasi berasal dari angka2 item yang dibelah maka angka korelasinya akan lebih rendah daripada tidak dibelah.
  • Oleh karena itu harus dicari angka korelasi untuk seluruh item. Dengan menggunakan rumus

34 of 52

2 x (r.tt)

  • R.tot = ---------------

1 + r.tt

r.tot = angka reliabilitas seluruh item

r.tt = angka korelasi belahan pertamadan belahan kedua

Contoh bila rtt =0,7

2 x 0,7

r tot = --------- = 1,4/1,70 = 0,82

1 + 0,70

35 of 52

TEKNIK BENTUK PARALEL

  • Equivalent atau alternative form
  • Penghitungan reliabilitas dilakukan dgn cara membuat dua alat ukur yg mengukur aspek yang sama
  • Diujicobakan pada responden yang sama
  • Setelah dikumpulkan item2 yg valid dari masing alat ukur kemudian skor totalnya masing2 dijumlah
  • Kedua skor total dari alat ukur pertama dikorelasikan dgn skor total dgn product moment
  • Hasilnya adalah angka korelasi dari alat ukur tersebut

36 of 52

Reliable

Not Valid

Valid

Not Reliable

Neither Reliable Not Valid

Both Reliable and Valid

Jawaban tiap responden yang ditanya menggunakan kuesioner adalah menembak pada sasarannya.

Jika pertanyaannya baik dan responden menjawab dengan baik pula maka kita sudah menembak tepat pada sasaran.

Jika tidak demikian maka tembakan kita meleset.

Makin banyak responden menjawab salah (karena pertanyaan tidak jelas atau bias) maka sasaran kita makin jauh.

37 of 52

  • Pertama : menembak sasaran secara konsisten tetapi jauh dari sasaran sebenarnya.

Hal ini disebut konsisten dan sistematis mengukur pendapat responden dengan nilai yang salah untuk semua responden → reliable tetapi tidak valid (konsisten tetapi salah sasaran).

38 of 52

  • Kedua, menebak secara acak, merata di segala tempat.
  • Kadang-kadang tembakannya kena sasaran, tetapi secara rata-rata diperoleh jawaban yang benar secara kelompok (tetapi tidak terlalu baik untuk individu).
  • Dalam hal ini, kita memperoleh estimasi yang benar secara kelompok, tetapi tidak konsisten. Sekarang jelas bahwa reliabilitas berkaitan langsung dengan validitas dari apa yang diukur.

39 of 52

  • Ketiga, menunjukkan tembakan yang menyebar dan secara konsisten menyimpang dari sasaran → tidak reliable dan tidak valid

  • Terakhir, menunjukkan menembak sasaran secara konsisten → reliable dan valid.

40 of 52

  • Hasil penelitian yang valid → bila terdapat kesamaan antara data yang terkumpul dengan data yang sesungguhnya terjadi pada obyek yang diteliti.
  • Hasil penelitian yang reliabel → bila terdapat kesamaan data dalam waktu yang berbeda.
  • Instrumen yang valid : alat ukur yang digunakan untuk mendapatkan data (mengukur) itu valid.
  • Valid berarti instrumen tersebut dapat digunakan untuk mengukur apa yang seharusnya diukur.

41 of 52

  • Meteran yang valid dapat digunakan untuk mengukur panjang dengan teliti karena meteran memang alat untuk mengukur panjang.

  • Instrumen yang reliabel : instrumen yang bila digunakan beberapa kali untuk mengukur obyek yang sama akan menghasilkan data yang sama.

  • Alat ukur panjang dari karet → contoh instrumen yang tidak reliabel/konsisten.

42 of 52

  • Instrumen yang valid dan reliabel merupakan syarat mutlak untuk mendapatkan hasil penelitian yang valid dan reliabel.
  • Instrumen yang berbentuk test → untuk mengukur prestasi belajar dan instrumen yang nontest untuk mengukur sikap.
  • R & V umumnya digunakan untuk penelitian yg variabelnya dirumuskan sbg sebuah variabel latent/un-observed(konstruk) -> variabel yg tdk dpt diukur secara langsung -> dimensi atau indikator yang diamati.
  • Skala yg sering dipakai -> skala ordinal -> skala LIKERT

43 of 52

Uji Reliabilitas

  • Suatu questionare disebut reliabel/handal jika jawaban-jawaban seseorang konsisten atau stabil dari waktu ke waktu.
  • Contoh pertanyaan:
  • Apakah gaji/upah yang diterima memuaskan?

Jawab: memuaskan

  • Apakah yang krusial untuk diatasi?

Jawab: Kenaikan upah.

  • Ini menunjukkan ketidak konsistenan pertanyaan dalam mengungkap sikap atau pendapat responden.

44 of 52

  • Reliabilitas dapat diukur dengan jalan mengulang pertanyaan yang mirip pada nomor-nomor berikutnya, atau dengan jalan melihat konsistensinya (diukur dengan korelasi) dengan pertanyaan lain.
  • Pengukuran reliabilitas dapat dilakukan dgn dua cara, yaitu :
  • Repeated Measure atau pengukuran ulang
  • One shot atau pengukuran sekali saja :

hasil pengukuran dibandingkan dengan pertanyaan lain atau mengukur korelasi antar jawaban pertanyaan.

  • Suatu konstruk /variabel dikatakan reliabel jika memberikan nilai Cronbach Alpha > 0.70

45 of 52

Langkah uji Reliabilitas dengan menggunakan SPSS.

Misal: PENGARUH FISIK PRODUK DAN KUALITAS PELAYANAN TERHADAP KEPUTUSAN PEMBELIAN

  • Buka fileLatihan Reliabilitas dan Validitas
  • Klik Analyze → Scale dan pilih Reliability Analysis
  • Masukkan pertanyaan/indikator masing-masing variabel (satu uji reliabilitas utk satu variabel)
  • Pilih pada box model Alpha
  • Klik Statistics dan Descriptive for : pilih item, scale, scale if item deleted & Inter-item pilih correlations
  • Continue dan OK

46 of 52

VARIABEL

HASIL CRONBACH ‘S ALPHA

KETERANGAN

X1

0.673

TIDAK RELIABEL

X2

0.754

RELIABEL

Y

0.819

RELIABEL

47 of 52

Pengujian Validitas Instrumen

  • Untuk mengukur sah atau valid tidaknya suatu kuesioner.
  • Pada setiap instrumen baik test maupun non test terdapat butir-butir (item) pertanyaan atau pernyataan.
  • Suatu kuesioner dikatakan valid jika pertanyaan pada kuesioner mampu untuk mengungkapkan sesuatu yang akan diukur oleh kuesioner tsb.

48 of 52

Pengujian Validitas Instrumen

Mengukur validitas dapat dilakukan dengan cara :

  1. Melakukan korelasi antar skor butir pertanyaan (indikator) dengan total skor konstruk atau variable.

uji signifikansi dilakukan dengan membandingkan r hitung (hasil kolom Correlated Item-Total Correlation) dengan hasil perhitungan r tabel untuk degree of freedom (df) = n-2, dimana n adalah jumlah sampel.

Kriteria :

butir pertanyaan/indikator dinyatakan valid jika nilai r hitung > r tabel

49 of 52

r hitung

Melihat hasil r table -> tergantung hipotesis yang diajukan (satu arah /one-tailed atau dua arah / two-tailed) :

Dengan n = 24 , diperoleh df = 24 – 2 = 22 -> r table sebesar 0.3438

VARIABEL

HASIL R HITUNG

HASIL R TABEL

KETERANGAN

X1.1

0.328

0.3438

TIDAK VALID

X1.2

0.765

0.3438

VALID

X1.3

0.425

0.3438

VALID

50 of 52

Pengujian Validitas Instrumen

2. Melakukan korelasi bivariate antara masing-masing skor indikator dengan total skor konstruk/variabel

Langkah Analisis :

  • Analyze -> Correlate -> Bivariate
  • Isikan dalam kotak variables semua indikator konstruk X1 dan skor total X1
  • Pilih Correaltion Coefficients Pearson
  • Test of Significance tergantung hipotesis Two-tailed atau One-tailed-> OK
  • Kriteria :

Sig. < = 0.05 🡪 masing-masing indikator pertanyaan dinyatakan VALID

51 of 52

Dilihat dari output hasil signifkansi untuk semua indikator menunjukan hasil yang sigfinikan ( 0.000 < 0.05) sehingga disimpulkan bahwa masing-masing indikator pertanyaan adalah VALID

52 of 52

LOGO