ANDI SUKMAYADI, S.Pd
Melakukan Pemetaan Kemampuan Bahasa Peserta Didik Kelas Awal
AKSI NYATA
Bahasa daerah adalah bahasa yang dituturkan di suatu wilayah dalam sebuah negara kebangsaan pada suatu daerah kecil, negara bagian federal, provinsi, atau daerah yang lebih luas. Indonesia kaya akan beragam bahasa daerah. Meskipun bahasa Indonesia dipahami dan dituturkan lebih dari 90 persen warga Indonesia, bahasa Indonesia ternyata bukan bahasa ibu bagi kebanyakan penuturnya. Mayoritas warga Indonesia menggunakan salah satu dari 748 bahasa yang ada di Indonesia sebagai bahasa ibu.
APA ITU BAHASA DAERAH?
Bahasa daerah sangat perlu dilestarikan. Ia merupakan bagian dari bahasa-bahasa yang tersebar di sejumlah negara di dunia. Diperkirakan, dari total 2.303 bahasa di Asia, sekitar 879 bahasa terancam atau hampir punah. Banyak bahasa yang hanya dikuasai oleh orang tua namun tidak diajarkan kepada generasi berikutnya. Ini juga terjadi di Indonesia. Diperkirakan ada 330 bahasa yang terancam atau hampir punah.
KENAPA HARUS BANGGA DENGAN BAHASA DERAH?
Untuk murid-murid sekolah yang kemampuan berbahasa ibu lebih baik daripada berbahasa Indonesia, penggunaan bahasa daerah bisa membantu anak didik untuk lebih cepat menangkap pelajaran yang diberikan di sekolah. Dalam konteks ini, penggunaan bahasa daerah di sekolah memiliki dua sisi positif: melestarikan bahasa daerah dan memudahkan pemahaman siswa terhadap pendidikan di sekolah. Kesulitan berbahasa Indonesia memang masih mudah ditemui di daerah. Apalabila guru memaksa mereka menggunakan bahasa Indonesia, proses belajar-mengajar pun menjadi lebih sulit.
PPENTINGNYA PENGGUNAAN BAHASA DAERAH DALAM PROSES PEMBELAJARAN
• Peraturan presiden Nomor 63 Tahun 2019 tentang penggunaan bahasa daerah.
• Pasal 23 ayat 3
Selain bahasa Indonesia, bahasa daerah dapat
digunakan sebagai bahasa pengantar di sekolah Vdasar, madrasah ibtidaiyah, atau bentuk lain yang sederajat pada tahun pertama dan kedua untuk mendukung pembelajaran."
PAYUNG HUKUM PENGGUNAAN BAHASA DAERAH DALAM PEMBELAJARAN KELAS AWAL
• Permendikburistek nomor 16 tahun 2022 tentang standar proses pada pendidikan anak usia dini, jenjang pendidikan dasar dan jenjang pendidikan menegah.
Pasal 12 ayat 2c
Guru dapat melakukan peralihan atau transisi dari bahasa daerah ke bahasa Indonesia ketika anak sudah siap mengikuti pembelajaran di dalam bahasa Indonesia."
• Anak belajar paling efektif dengan menggunakan bahasa yang ia kuasai
• Konsep baru mudah dipahami dalam bahasa yang paling dikuasai
• Keterampilan awal dan kepercayaan diri yang
dikembangkan dalam bahasa daerah memiliki dampak positif secara psikologis dan landasan kognitif yang lebih kuat.
• Anak belajar dengan keceoatannya sendiri dan lebih efektif belajar dalam kelompok dengan kondisi yang setara.
• Penggunaan bahasa daerah dalam pembelajaran bersifat sementara.
• Bila semua peserta didik sudah cukup menguasai bahasa Indonesia, maka pembelajaran dapat menggunakan bahasa Indonesia.
Semakin tinggi kelas, proporsi bahasa daerah semakin berkurang dan makin banyak penggunaan ahasa Indonesia.
PRINSIP PENGGUNAAN BAHASA DAERAH DALAM PEMBELAJARAN
• Peserta didik di kelas awal akan lebih mudah berkomunikasi menggunakan bahasa ibu yang digunakan dalam sehari-hari.
• Guru kelas 2 dan kelas 3 dapat berdiskusi bersama guru kelas 1 untuk mengetahui kemampuan berbahasa peserta didik.
Sekolah dapat memetakan kemampuan bahasa peserta didik saat wali murid mendaftar ke sekolah
PEMETAAN KEMAMPUAN BAHASA DI KELAS AWAL
• Peserta didik di kelas awal akan lebih mudah berkomunikasi menggunakan bahasa ibu yang digunakan dalam sehari-hari.
• Guru dan rekan sejawat berdiskusi bersama untuk mengetahui kemampuan berbahasa peserta didik.
• Sekolah dapat memetakan kemampuan bahasa peserta didik saat wali murid mendaftar ke sekolah
PEMETAAN KEMAMPUAN BAHASA DI KELAS AWAL
• Pengelompokkan peserta didik berdasarkan pemetaan kemampuan bahasa
• Di awal guru memberi tugas AWALmandiri kepada kelompok berbahasa Indonesia sebelum memdampingi kelompok berbahasa daerah • Pada kegiatan ini, proses, materi dan produk pembelajaran yang dihasilkan bisa jadi sama, namun bahasa pengantar yang digunakan berbeda.
PENGGUNAAN BAHASA DAERAH DALAM PEMBELJAARAN DI KELAS AWAL
PERCAKAPAN PENGHANGAT:
Sebelum mulai kegiatan ini, lakukan percakapan dengan peserta didik untuk menghangatkan suasana selama 5 menit.
Ajak peserta didik untuk berbincang menggunakan Bahasa daerah Sebisa mungkin, lakukan percakapan bersama peserta didik di luar kelas atau di tempat yang nyaman, supaya mereka tidak merasa sedang mengikuti tes atau ujian.
Ajukan beberapa pertanyaan dengan contoh seperti berikut:
(Dalam bahasa daerah yang dikuasai anak)
(Beralih bertanya dalam Bahasa Indonesia)
4. Baik sekarang ibu/bapak guru akan bertanya dalam Bahasa Indonesia ya!
5. Ajukan pertanyaan lanjutan dari topik pertanyaan yang sudah dipilih sebelumnya, misalnya tentang makanan kesukaan:
PANDUAN MELAKUKAN PERCAKAPAN PEMETAAN KEMAMPUAN BAHASA
DOKUMENTASI
UMPAN BALIK
TERIMA KASIH