1 of 27

JENIS JENIS TANAH UTAMA DI INDONESIA

2 of 27

1. Tanah Aluvial

Asal-usul

  • Berasal dari endapan lumpur, pasir, dan liat di dataran banjir sungai, pantai, atau danau.

Karakteristik

  • Tekstur bervariasi (berpasir hingga liat).
  • Kandungan hara relatif tinggi pada lapisan atas.
  • Struktur tanah umumnya lemah (belum berkembang).
  • pH netral–sedikit masam.
  • Kedalaman efektif sangat baik.
  • Aerasi dan drainase tergantung posisi topografi.

3 of 27

Lokasi

  • Dataran rendah: pantai utara Jawa, Sumatera bagian timur, Kalimantan bagian selatan.

Kesesuaian tanaman

  • Padi, sayuran, jagung, tebu, kedelai.

4 of 27

Perbedaan Entisol dan Inceptisol

  • 1. Tingkat Perkembangan Tanah

Entisol

  • Paling muda di antara seluruh ordo tanah.
  • Hampir tidak memiliki horizon diagnostik (hanya A–C).
  • Pedogenesis sangat minimal.

Inceptisol

  • Lebih berkembang daripada Entisol.
  • Sudah memiliki horizon kambik (Bw) sebagai tanda awal perkembangan.
  • Pedogenesis masih awal tetapi jelas terlihat.

5 of 27

2. Ciri Utama Profil Tanah

  • Entisol
  • Horizon tipis.
  • Struktur tanah lepas, sering pasir atau material baru.
  • Belum ada bukti pelapukan nyata.
  • Inceptisol
  • Ada horizon Bw yang menunjukkan perubahan warna, struktur, atau konsistensi.
  • Sudah ada pembentukan struktur granular atau bloky.
  • Sudah menunjukkan proses pembentukan tanah meskipun belum matang.

6 of 27

3. Sifat Fisika dan Kimia

  • Entisol
  • Tekstur sangat beragam (pasir hingga liat), tergantung material induknya.
  • KTK umumnya rendah–sedang.
  • Hara rendah karena belum banyak terjadi akumulasi.
  • Inceptisol
  • Tekstur bervariasi, umumnya berdebu atau lempung.
  • KTK sedang.
  • Kandungan hara sedikit lebih baik dibanding Entisol.
  • Kapasitas menahan air lebih baik.

7 of 27

Aspek

Entisol

Inceptisol

Tingkat perkembangan

Paling muda

Lebih berkembang

Horizon utama

A–C

A–Bw–C

Struktur tanah

Minimal

Mulai terbentuk

KTK

Rendah

Sedang

Kesuburan

Rendah

Sedang–baik

Stabilitas lahan

Rendah

Lebih stabil

Persebaran

Aluvial muda, pantai, lereng aktif

Lembah sungai, kaki gunung, lahan beromba

8 of 27

2. Tanah Regosol

Asal-usul

  • Material abu vulkanik muda atau pasir vulkanik.

Karakteristik

  • Tekstur dominan pasir–lempung berpasir.
  • Kandungan bahan organik rendah.
  • Kapasitas menahan air dan CEC rendah.
  • pH masam–netral.
  • Sangat mudah tererosi.

Lokasi

  • Sekitar lereng gunung api: Merapi, Semeru, Rinjani, Sinabung.
  • Kesesuaian tanaman
  • Sayuran dataran tinggi, palawija, tanaman hortikultura dengan pengelolaan organik intensif.

9 of 27

3. Tanah Andosol

Asal-usul

  • Hasil pelapukan abu vulkanik dengan mineral alofan/haloisit.

Karakteristik

  • Warna gelap, gembur, sangat subur.
  • Kandungan organik tinggi (hingga >10%).
  • Daya menahan air sangat besar.
  • CEC tinggi, tetapi terjadi P-fixation sangat kuat.
  • pH masam–agak masam.
  • Problematik: fiksasi P dan kerapuhan struktur ketika kering.

Lokasi

  • Dataran tinggi vulkanik: Jawa Barat, Bali, Sumatera Barat.

Kesesuaian tanaman

  • Sayuran, teh, kopi, kentang, wortel, dan tanaman hortikultura.

10 of 27

Mengapa sangat subur?

  • Kaya mineral amorf (alofan, imogolit) → menahan banyak hara.
  • Struktur remah, sangat gembur.
  • Porositas tinggi → aerasi sangat baik.
  • Kapasitas menahan air tinggi.
  • C-organik tinggi.
  • ➡ Tanaman pangan, hortikultura, teh, kopi, sayur dataran tinggi tumbuh sangat baik.

11 of 27

Perbedaan Tanah Andosol dan Regosol�

1. Asal-usul (Genesis)

  • Andosol
  • Berasal dari pelapukan abu vulkanik tua dan material piroklastik yang sudah mengalami proses pedogenesis lanjut.
  • Terbentuk di daerah vulkanik aktif dengan curah hujan tinggi.
  • Regosol
  • Berasal dari material induk yang belum berkembang, termasuk pasir vulkanik muda, sedimen pasir, atau endapan aluvial muda.
  • Masih tergolong tanah sangat muda dengan pedogenesis minimal.

12 of 27

2. Tingkat Perkembangan Tanah

  • Andosol
  • Sangat berkembang, memiliki horizon lebih jelas (A–B–C).
  • Kandungan bahan organik tinggi, struktur remah, warna gelap.
  • Regosol
  • Sangat kurang berkembang, umumnya hanya memiliki horizon A dan C.
  • Struktur tanah lepas, tekstur cenderung pasir atau berpasir.

13 of 27

3. Sifat Fisika

Andosol

  • Tekstur: lempung–lempung berdebu.
  • Kerapatan isi rendah (0,3–0,8 g/cm³).
  • Kapasitas menahan air tinggi akibat dominasi mineral amorf (allophane, imogolite).
  • Porositas sangat baik.

Regosol

  • Tekstur dominan pasir.
  • Kerapatan isi tinggi.
  • Kemampuan menahan air rendah → mudah kering.
  • Mudah tererosi karena butiran lepas.

14 of 27

4. Sifat Kimia

Andosol

  • pH umumnya masam–agak masam (5–6,5).
  • Kandungan bahan organik sangat tinggi (8–20%).
  • Kapasitas tukar kation (KTK) tinggi akibat bahan organik dan mineral amorf.
  • Namun sering terjadi fiksasi P tinggi (P tidak tersedia).

Regosol

  • pH bervariasi (4,5–7,5), tergantung asal material.
  • KTK sangat rendah karena mineral primer dominan.
  • Unsur hara sedikit, mudah tercuci.
  • Kesuburan awal rendah.

15 of 27

5. Persebaran di Indonesia

  • Andosol
  • Tersebar di daerah pegunungan vulkanik:
    • Jawa (Merapi, Dieng, Tengger, Ijen)
    • Sumatra (Kerinci, Sinabung)
    • Bali, NTB, NTT bagian tertentu
  • Regosol
  • Tersebar di:
    • Dataran pasir laut dan gunung api (Pantai Parangtritis)
    • Lereng gunungapi muda
    • Daerah aluvial baru

16 of 27

Aspek

Andosol

Regosol

Umur tanah

Tua, berkembang

Sangat muda

Material

Abu vulkanik tua

Pasir/abu vulkanik muda

Tekstur

Lempung–berdebu

Pasir

KTK

Tinggi

Rendah

Bahan organik

Sangat tinggi

Rendah

Retensi air

Tinggi

Rendah

Permasalahan

Fiksasi P

Erosi, hara mudah hilang

Kesuburan

Tinggi

Rendah–sedang

17 of 27

Ultisol

Definisi

  • Tanah tua dengan tingkat pelapukan tinggi, miskin hara, dan mengalami pencucian intensif. Banyak ditemukan di daerah beriklim basah tropis.

18 of 27

Karakteristik

  • pH masam (4.3–5.5)
  • Kandungan Al dan Fe tinggi → toksisitas Al
  • Kapasitas tukar kation rendah
  • Kandungan bahan organik rendah–sedang
  • Kaya fraksi liat kaolinit

19 of 27

Persebaran

  • Sumatra, Kalimantan, Sulawesi, Papua, Bengkulu, Jambi, Riau, Sumsel, Kalbar.

Pengelolaan

  • Pengapuran (dolomit/kalsit)
  • Penambahan bahan organik (kompos, pupuk kandang, biochar)
  • Pemupukan NPK + silikon
  • Tanaman toleran tanah masam (jagung, kelapa sawit, karet)

20 of 27

Oxisol

Definisi

  • Tanah sangat lapuk, berwarna merah kekuningan, didominasi oksida Fe dan Al.

Karakteristik

  • Sangat miskin hara
  • Tekstur liat, stabil
  • C-organik sangat rendah
  • pH masam
  • Drainase baik

21 of 27

Persebaran

  • Kalimantan, Papua, Sulawesi bagian timur.

Pengelolaan

  • Bahan amelioran kaya basa (abu vulkanik, abu sekam)
  • Pemupukan berimbang
  • Agroforestry efektif

22 of 27

Vertisol

Definisi

  • Tanah liat mengembang-mengkerut (smektit) dengan retakan lebar saat kering.

Karakteristik

  • Sangat liat
  • Kesuburan tinggi
  • Retakan dalam 30–60 cm saat kering
  • Rawan rusak struktur jika diolah basah

23 of 27

  • Persebaran
  • NTT, Sulsel, NTB, sebagian Jawa Timur.
  • Pengelolaan
  • Pengolahan tanah saat lembab
  • Irigasi terkontrol
  • Pupuk organik untuk memperbaiki agregasi
  • Cocok untuk padi dan kapas

24 of 27

Mollisol

Definisi

  • Tanah dengan horison gelap kaya bahan organik dan Ca.

Karakteristik

  • Sangat subur
  • pH netral
  • KTK tinggi

Persebaran

  • Pegunungan tinggi (Samosir, Flores).

Pengelolaan

  • Konservasi bahan organik
  • Pengendalian erosi

25 of 27

Histosol

Definisi

  • Tanah berasal dari akumulasi bahan organik yang belum terdekomposisi.
  • Karakteristik
  • pH sangat masam (3–4)
  • Kerapatan bulk rendah
  • C-organik sangat tinggi
  • Rawan subsiden & kebakaran
  • Ketersediaan P & K sangat rendah

Persebaran

  • Kalimantan, Sumatra (Riau, Jambi, Sumsel), Papua.
  • Pengelolaan
  • Pengaturan tata air (water table 40–60 cm)
  • Ameliorasi: abu vulkanik, kapur, fly ash, clay/ tanah mineral
  • Drainase minimum
  • Mencegah kanal panjang (rawan kebakaran)

26 of 27

Spodosol

Definisi

  • Tanah berpasir dengan horison pencucian Fe/Al dan bahan organik.

Karakteristik

  • Drainase sangat cepat
  • Sangat miskin hara
  • pH masam
  • Tekstur pasir → boros air

Persebaran

  • Kalimantan, Sumatra bagian timur, pesisir pantai.

Pengelolaan

  • Penambahan bahan organik sangat intensif
  • Irigasi hemat air
  • Pupuk slow-release
  • Agroforestry

27 of 27

Alfisol

Definisi

  • Tanah dengan horison argilik dan kesuburan sedang.

Karakteristik

  • KTK sedang
  • pH agak masam–netral
  • Kandungan hara cukup baik

Persebaran

  • Jawa Tengah, Sulawesi Selatan.
  • Pengelolaan
  • Pemupukan berimbang
  • Pengendalian erosi
  • Mulsa