1 of 47

Pengembang Framework untuk Membuat Aplikasi Seputar Permasalahan Gizi berbasis Platform Android

Muhammad Faisal Amir - 1301198497

Pembimbing 1 : DAS - Dana Sulistyo Kusumo, S.T., M.T.,

Pembimbing 2 : SYP - Shinta Yulia Puspitasari, S.T., M.T.

2 of 47

Latar Belakang

Penggunaan Android

  • Google menyebutkan dari bulan Mei 2020 - Mei 2021 91,42% penduduk indonesia menggunakan Android

  • Menurut hasil crawling data dari website bayusp, menunjukkan dari 50 aplikasi, 38% mendapaktkan rating dibawah 3,5 dari 5

  • Pengembangan aplikasi android yang sudah ada kurang efektif di karenakan bergantung pada pengetahuan dan pengalaman yang berbeda antar pengembang

Permasalahan Gizi

  • Kebutuhan zat gizi individu berbeda beda

  • Jenis zat gizi yang ada sangat banyak

  • Dampak Kekurangan gizi menyebabkan berbagai macam penyakit

  • Waktu dan biaya yang mahal untuk konsultasi tentang gizi

3 of 47

4 of 47

Latar Belakang

Tujuan Penelitian

  • Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan framework untuk membuat aplikasi seputar permasalahan gizi berbasis android dengan memaksimalkan penggunaan resources aplikasi pada perangkat, yang terdiri dari penggunaan CPU, penggunaan memory, penggunaan network, penggunaan energi dan waktu eksekusi.
  • Framework ini menggunakan Bahasa Pemrograman Kotlin dengan IDE Android Studio

Solusi yang di tawarkan

  • Menggunakan metode pendekatan design thinking, agar tepat guna untuk kebutuhan pengembang dan user.
  • Hasil dari design thinking merujuk pada pembuatan framework yang dapat digunakan berulang kali.
  • Dengan menyediakan sebuah code generator dalam bentuk plugin template, sehingga pengetahuan dan pengalaman setiap pengembang yang berbeda tidak menjadi masalah dikarenakan terdapat pedoman yang sama.

5 of 47

Studi Terkait

  • Berdasarkan penelitian Bambang Wisnuadi, perbandingan kinerja arsitektur MVP dan MVVM yang diukur dari 3 (tiga) aspek, yaitu penggunaan CPU, penggunaan memori, dan waktu eksekusi.
  • Arsitektur MVVM lebih baik dalam hal penggunaan CPU dan waktu eksekusi,
  • Arsitektur MVP lebih baik dalam hal penggunaan memori.
  • data-binding dapat meningkatkan kinerja arsitektur MVVM dalam hal respon sistem. Sehingga penggunaan CPU dan waktu eksekusi lebih baik, namun dampak lainnya adalah penggunaan memori yang lebih tinggi

6 of 47

Ideate

Peneliti memberikan solusi berupa rancangan pembuatan framework agar mudah dalam pengembangan aplikasi micro nutrient / gizi

Prototype

Peneliti membuat framework micro nutrient dengan platform android

Test

Peneliti melakukan testing framework dengan tools khusus yang di sediakan IDE Android Studio

Define

Peneliti mendefinisikan beberapa aplikasi yang layak dan tidak untuk dijadikan pedoman pemecahan masalah

Empathise

Peneliti meriset permasalahan gizi dan data penggunaan android di Indonesia

Metodologi Penelitan dengan Pendekatan Design Thinking

7 of 47

8 of 47

Rangkuman Riset 50 Aplikasi

9 of 47

10 of 47

11 of 47

12 of 47

Analisis Hasil Pengujian

  • Berdasarkan penelitian yang telah dilakukan oleh Bambang Wisnuadi pengujian framework ini diukur dari 3 aspek, yaitu penggunaan CPU, penggunaan memori, dan waktu eksekusi, sebagai pembeda, penulis menambahkan 2 aspek, yakni penggunaan network dan penggunaan energi.
  • Framework ini di uji dengan menggunakan android studio profiler, menggunakan 2 smartphone dengan versi android yang berbeda, serta dengan 4 test case yang berbeda.
  • Dengan perbandingan 5 proyek yang berbeda, yakni :
    • nutrition-framework
    • nf-testcase-app-consume-library
    • nf-testcase-app-no-framework
    • nf-testcase-googlesample
    • nf-testcase-googlesample-consume-library.

13 of 47

Hasil Pengujian Test Case Nutrition Framework

  • TC-1-A : Menampilkan Daftar Item
  • TC-1-B : Pilih item dari daftar yang di tampilkan
  • TC-2-A : Mencari daftar item dengan keyword "vitamin"
  • TC-2-B : Pilih item dari daftar yang di tampilkan

14 of 47

15 of 47

Hasil Uji Pembanding (1)

16 of 47

Hasil Uji Pembanding (2)

Berdasarkan data dari tabel di atas diketahui setiap proyek unggul dalam masing masing hal, untuk penggunaan CPU di ungguli oleh nf-testcase-googlesample, untuk penggunaan memory diungguli oleh nf-testcase-app-no-framework, penggunaan network di ungguli oleh nutrition-framework, penggunaan energi di ungguli oleh nf-testcase-app-consume-library, dan yang terakhir waktu eksekusi di ungguli oleh nutrition-framework.

17 of 47

Detail Hasil Analisis

18 of 47

Saran

  • Saran untuk pengembangan dan penelitian selanjutnya, berfokus pada data data terlebih dahulu, agar dapat menghasilkan banyak fungsi yang bisa di pakai untuk pengembangan aplikasi mengenai permasalahan gizi.

Kesimpulan

  • Dilihat dari hasil analisis menunjukkan setiap metrics performance dari hasil uji android profiler, Nutrition Framework mendapatkan hasil yang baik pada metrics penggunaan network dan waktu eksekusi, hal tersebut disebabkan Nutrition Framework menggunakan arsitektur MVVM.

  • Pada Nutrition Framework untuk fungsi mengenai permasalahan gizi masih belum lengkap dikarenakan data yang dapat masih belum banyak sehingga fungsinya masih beberapa saja.

19 of 47

Terima Kasih

Wassalamu’alaikum Wr. Wb.

20 of 47

Informasi HKI

  • Lembaga Yang Mengeluarkan HKI : Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia
  • Nomor Permohonan : EC00202180905
  • Tanggal Permohonan : 2021-12-19
  • Nomor Pencatatan : 000305096
  • Tanggal Pencatatan : 2021-12-15
  • Pemegang Hak Cipta : UNIVERSITAS TELKOM
  • Judul Ciptaan : Generator Aplikasi MicroNutrient
  • Jenis Ciptaan : Program Komputer

21 of 47

Cara Implementasi Penggunaan Framework

Project : nutrition-framework

22 of 47

Cara Implementasi Project Framework

  • Buka browser kemudian masuk pada halaman github (jika belum punya akun wajib mendaftar).
  • Buka link berikut: https://github.com/amirisback/nutrition-framework.

23 of 47

24 of 47

  • Klik pada tombol hijau “Use this template”.
  • Isikan data data sesuai dengan kolom yang tersedia. Jika ingin project tidak terpublic maka pilih private.

25 of 47

  • Kemudian klik “Create repository from template”. Setelah klik tombol tersebut, github akan men-generate repository baru dimana repository tersebut akan otomatis men-generate code template yang sama dengan nutrition-framework.

26 of 47

  • Setelah selesai proses generate code akan muncul di repository github Anda dengan nama sesuai dengan hasil isian yang telah Anda isi pada kolom sebelumnya. Dengan di bawah nama repository-nya berisi tulisan generated from amirisback/nutrition-framework yang mana artinya adalah repository ini berasal dari amirisback/nutrition-framework. Setelah itu klik tombol berwarna hijau “Code” kemudian copy link : https://github.com/amirisback/aplikasi-vitamin-a.git

27 of 47

28 of 47

  • Buka Android Studio versi terbaru, kemudian klik tombol dengan logo titik 3 di pojok kanan atas, setelah itu pilih “Get from Version Control”.

29 of 47

  • Setelah itu masukkan link repository github yang sudah di generate sebelumnya, jika sudah lanjutkan tekan tombol biru di bawah bertuliskan “clone”.

30 of 47

  • Android Studio akan memproses cloning repository tersebut seperti gambar di bawah ini.

31 of 47

  • Berikut tampilan pertama kali saat selesai meng-clone project dari repository yang sudah kita generate dari nutrition-framework tadi.

32 of 47

  • Perhatikan di bagian sebelah kiri terdapat 4 folder utama, untuk tahap pertama buka folder buildSrc kemudian pilih ProjectSetting.kt disana terdapat sebuah variable utama dimana anda dapat menggantinya sesuai dengan kebutuhan Anda dan persiapan project tahap awal selesai.

33 of 47

Framework Code Android

Implementasi Source Code Project Nutrition Framework

34 of 47

Framework Code Android

  • Tidak hanya sebuah aplikasi, project ini dapat diimplementasikan kedalam project lain, sesuai dengan fungsi dari framework sendiri yang bisa digunakan berulang kali.
  • Project ini dapat semua fungsi fungsi dan baris codenya dapat dipanggil dalam project aplikasi lain dengan syarat menggunakan bahasa Java/Kotlin dengan menggunakan IDE Android Studio
  • Implementasinya dengan cara menambahkan link project github, kedalam build.gradle project android yang lain

35 of 47

Contoh Cara Implementasi Codenya

  • Buat Project Baru di Android Studio
  • Beri Nama Project Bebas, Contoh : Implementasi Code
  • Pilih di build.gradle : project, kemudian tambahkan code

36 of 47

Contoh Cara Implementasi Codenya (Lanjutan)

  • Pilih di build.gradle : project, kemudian dan tambahkan code
  • Setelah Itu Pilih Sync Now di pojok kanan atas

37 of 47

38 of 47

Contoh Cara Implementasi Codenya (Lanjutan)

  • Setelah di Sync Now, terlihat dibagian external library, hasil code nutrition framework, automatis terimport kedalam project baru tadi

39 of 47

40 of 47

Framework Code Desktop

Implementasi Source Code Project Nutrition Framework

41 of 47

Framework Code Desktop

  • Tidak hanya sebuah aplikasi, project ini dapat diimplementasikan kedalam project lain, sesuai dengan fungsi dari framework sendiri yang bisa digunakan berulang kali.
  • Project ini dapat semua fungsi fungsi dan baris codenya dapat di panggil dalam project aplikasi lain dengan syarat menggunakan bahasa Java/Kotlin dengan menggunakan IDE Intellij Idea.
  • Implementasinya dengan cara menambahkan link project github, kedalam build.gradle project desktop.
  • Untuk implementasi di desktop, dari google sendiri masih dalam tahap experimental dan tidak semua fungsi yang berjalan diandroid dapat berjalan di desktop.

42 of 47

Contoh Cara Implementasi Codenya

  • Buat Project Baru di Intellij Idea
  • Beri Nama Project Bebas, Contoh : Implementasi Code
  • Pilih di build.gradle : project, kemudian tambahkan code

43 of 47

Contoh Cara Implementasi Codenya (Lanjutan)

  • Pilih di build.gradle : project, kemudian dan tambahkan code
  • Setelah Itu Pilih Sync Now di pojok kanan atas

44 of 47

45 of 47

Contoh Cara Implementasi Codenya (Lanjutan)

  • Setelah di Sync Now, terlihat dibagian external library, hasil code nutrition framework, automatis terimport kedalam project baru tadi.
  • Untuk beberapa ada yang tidak terimport dikarenakan source code android tidak sepenuhnya dapat berjalan di desktop

46 of 47

47 of 47