1 of 47

ANGIN, CUACA & IKLIM

PERTEMUAN 4

Dr. Harlinda Syofyan, S.Si., M.Pd

PENDIDIKAN GURU SEKOLAH DASAR

FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN

2 of 47

KEMAMPUAN AKHIR YANG DIHARAPKAN

  1. Menjelaskan pengertian Angin, Cuaca & Iklim
  2. Menjelaskan faktor yang membentuk dan mempengaruhi Angin, Cuaca dan Iklim
  3. Menjelaskan bentuk dan jenis awan
  4. Menjelaskan jenis-jenis Angin, Cuaca & Iklim serta pengaruh dan akibatnya bagi kehidupan.

3 of 47

PETA KONSEP

4 of 47

  • Mendeskripsikan cuaca dan iklim
  • Mengidentifikasi factor yang mempengaruhi terjadinya cuaca dan iklim
  • Menghitung suhu suatu daerah berdasarkan ketinggian di atas permukaan air laut
  • Menganalisis proses terjadinya angin dan memberikan contoh-contohnya
  • Mengidentifikasi tipe hujan (orografis, zenithal, frontal)
  • Mengklasifikasi berbagai tipe iklim
  • Menyajikan informasi tentang persebaran iklim di Indonesia
  • Mendeskripsikan pengaruh atmosfer bagi kehidupan

5 of 47

CUACA

  • Cuaca adalah keadaan udara pada saat tertentu dan di wilayah tertentu yang relatif sempit dan pada jangka waktu yang singkat.
  • Cuaca itu terbentuk dari gabungan unsur cuaca dan jangka waktu cuaca bisa hanya beberapa jam saja.
  • Misalnya: pagi hari, siang hari atau sore hari, dan keadaannya bisa berbeda-beda untuk setiap tempat serta setiap jamnya.
  • Di Indonesia keadaan cuaca selalu diumumkan untuk jangka waktu sekitar 24 jam melalui prakiraan cuaca hasil analisis Badan Meteorologi dan Geofisika (BMG), Departemen Perhubungan.
  • Untuk negara negara yang sudah maju perubahan cuaca sudah diumumkan setiap jam dan sangat akurat (tepat).

6 of 47

IKLIM

  • Iklim adalah keadaan cuaca rata-rata dalam waktu satu tahun yang penyelidikannya dilakukan dalam waktu yang lama (minimal 30 tahun) dan meliputi wilayah yang luas. 
  • Matahari adalah kendali iklim yang sangat penting dan sumber energi di bumi yang menimbulkan gerak udara dan arus laut.
  • Kendali iklim yang lain, misalnya distribusi darat dan air, tekanan tinggi dan rendah, massa udara, pegunungan, arus laut dan badai. Ilmu untuk mengkaji tentang cuaca disebut meteorologi.
  • Ilmu yang mempelajari tentang iklim disebut klimatologi.

7 of 47

UNSUR-UNSUR CUACA & IKLIM

(suhu udara, tekanan udara, kelembaban udara, angin,curah hujan, dan awan)

8 of 47

SUHU UDARA

  • Suhu udara adalah keadaan panas atau dinginnya udara.
  • Alat untuk mengukur suhu udara atau derajat panas disebut thermometer.
  • Biasanya pengukuran dinyatakan dalam skala Celcius (C), Reamur (R), dan Fahrenheit (F).
  • Termometer yang dapat mencatat sendiri adalah termograph, sedangkan hasil catatannya disebut termogram.
  • Suhu udara tertinggi di muka bumi adalah di daerah tropis (sekitar ekuator) dan makin ke kutub, makin dingin.
  • Pada waktu kita mendaki gunung, suhu udara terasa dingin jika ketinggian bertambah.
  • Tiap kenaikan bertambah 100 meter, suhu udara berkurang (turun) rata-rata 0,6º C.
  • Penurunan suhu semacam ini disebut gradient temperatur vertikal atau lapse rate.
  • Pada udara kering, besar lapse rate adalah 1º C. 

9 of 47

  • Faktor-faktor yang mempengaruhi tinggi rendahnya suhu udara suatu daerah adalah:�• Lama penyinaran matahari.�• Sudut datang sinar matahari.�• Relief permukaan bumi.�• Banyak sedikitnya awan.�• Perbedaan letak lintang.
  • Di Indonesia, keadaan suhu udara relatif bervariasi.
  • Rata-rata suhu tahunan, di Indonesia sekitar 26,8º C.
  • Dalam peta, daerah-daerah yang suhu udaranya sama dihubungkan dengan garis isotherm.�

10 of 47

  • Untuk mengetahui temperatur rata-rata suatu tempat digunakan rumus:

Tx = To – 0,6 x h/100

Keterangan:�Tx = temperatur rata rata suatu tempat (x) yang dicari�To = temperatur suatu tempat yang sudah diketahui� h = tinggi tempat (x)

  • Contoh:�Temperatur permukaan laut = 27ºC. Kota X tingginya 1500 m (di Indonesia).�Tanya: Berapa temperatur rata rata kota X?�Jawab: Tx = To – 0,6 x h/100�= 27º – 0,6 x 1500/100�= 27º – 0,6 x 15�= 27º – 9º�= 18º C

11 of 47

TEKANAN UDARA

  • Besar atau kecilnya tekanan udara, dapat diukur dengan menggunakan barometer.
  • Orang pertama yang mengukur tekanan udara adalah Torri Celli (1643).
  • Alat yang digunakannya adalah barometer raksa.
  • Tekanan udara menunjukkan tenaga yang bekerja untuk menggerakkan masa udara dalam setiap satuan luas tertentu.
  • Tekanan udara semakin rendah apabila semakin tinggi dari permukaan laut.
  • Satuan ukuran tekanan udara adalah milibar (mb).

12 of 47

  • Tekanan udara 76 cm Hg sama dengan 1,013 mb.
  • Angka tersebut didasarkan pada kerapatan air raksa pada suhu 0ºC, yaitu 13,951 dan percepatan gravitasi, yaitu 0,980335.
  • Perhitungannya sebagai berikut.�1 atm : 76 cm Hg
  • Tekanan udara : 76 x 13,591 x 0,980335�: 1,01325 (atau dibulatkan menjadi 1,013 mb)

13 of 47

  • Sebaran tekanan udara di suatu daerah dapat digambarkan dalam peta yang ditunjukkan oleh isobar.
  • Isobar merupakan garis yang menghubungkan tempat-tempat yang mempunyai tekanan udara sama.
  • Bidang isobar ialah bidang yang tiap-tiap titiknya mempunyai tekanan udara sama.
  • Jadi perbedaan suhu akan menyebabkan perbedaan tekanan udara.
  • Daerah yang banyak menerima panas matahari, udaranya akan mengembang dan naik.
  • Daerah tersebut bertekanan udara rendah. Ditempat lain terdapat tekanan udara tinggi sehingga terjadilah gerakan udara dari daerah bertekanan tinggi ke daerah bertekanan udara rendah.
  • Gerakan udara tersebut dinamakan angin.

14 of 47

KELEMBABAN UDARA

  • Kelembaban udara menunjukkan banyaknya kandungan uap air di dalam udara.
  • Kandungan uap air yang ada di udara dapat diukur dengan menggunakan alat, yaitu higrometer atau psychrometer.
  • Kelembaban udara dapat dinyatakan dalam bentuk kelembaban relatif dan kelembaban mutlak.

15 of 47

  • Ada dua macam kelembaban udara:�1) Kelembaban udara absolut,

ialah banyaknya uap air yang terdapat di udara pada suatu tempat. Dinyatakan dengan banyaknya gram uap air dalam 1 m³ udara.

�2) Kelembaban udara relatif,

ialah perbandingan jumlah uap air dalam udara (kelembaban absolut) dengan jumlah uap air maksimum yang dapat dikandung oleh udara tersebut dalam suhu yang sama dan dinyatakan dalam persen (%).

  • Contoh:�Dalam 1 m³ udara yang suhunya 20º C terdapat 14 gram uap air (basah absolut = 14 gram), sedangkan uap air maksimum yang dapat dikandungnya pada suhu 20º C = 20 gram.�Jadi kelembaban relatif udara itu = 14 x 100% = 70%.�

16 of 47

ANGIN

  • Angin adalah udara yang bergerak.
  • Angin terjadi sebagai akibat adanya perbedaan tekanan udara.
  • Udara bergerak dari daerah yang bertekanan maksimum ke daerah yang bertekanan minimum.
  • Gerakan udara secara vertikal dinamakan konveksi.
  • Gerakan udara secara horizontal dinamakan adveksi
  • Gerakan udara yang tidak teratur disebut dengan turbulensi.
  • Alat untuk mengukur kecepatan angin adalah anemometer.

17 of 47

Sifat Angin

  • Kekuatan angin�Menurut hukum Stevenson, kekuatan angin berbanding lurus dengan gradient barometriknya.

Gradient baromatrik ialah angka yang menunjukkan perbedaan tekanan udara dari dua isobar pada tiap jarak 15 meridian (111 km).

  • Arah angin�Satuan yang digunakan untuk besaran arah angin biasanya adalah derajat.�1 derajat untuk angin arah dari Utara.�90 derajat untuk angin arah dari Timur.

180 derajat untuk angin arah dari Selatan.�270 derajat untuk angin arah dari Barat

18 of 47

  • Angin menunjukkan dari mana datangnya angin dan bukan ke mana angin itu bergerak.
  • Menurut hukum Buys Ballot, udara bergerak dari daerah yang bertekanan tinggi (maksimum) ke daerah bertekanan rendah (minimum), di belahan bumi utara berbelok ke kanan sedangkan di belahan bumi selatan berbelok ke kiri.
  • Arah angin dipengaruhi oleh tiga faktor:�• Gradient barometrik�• Rotasi bumi�• Kekuatan yang menahan (rintangan)�Makin besar gradient barometrik, makin besar pula kekuatannya.

19 of 47

  • Angin yang besar kekuatannya makin sulit berbelok arah.
  • Rotasi bumi, dengan bentuk bumi yang bulat, menyebabkan pembelokan arah angin.
  • Pembelokan angin di ekuator sama dengan 0 (nol).
  • Makin ke arah kutub pembelokannya makin besar.
  • Pembelokan angin yang mencapai 90º sehingga sejajar dengan garis isobar disebut angin geotropik.
  • Hal ini banyak terjadi di daerah beriklim sedang di atas samudra.
  • Kekuatan yang menahan dapat membelokan arah angin.
  • Sebagai contoh, pada saat melalui gunung, angin akan berbelok ke arah kiri, ke kanan atau ke atas.

20 of 47

  • Kecepatan angin
  • Atmosfer ikut berotasi dengan bumi.
  • Molekul-molekul udara mempunyai kecepatan gerak ke arah timur, sesuai dengan arah rotasi bumi.
  • Kecepatan gerak tersebut disebut kecepatan linier.
  • Bentuk bumi yng bulat ini menyebabkan kecepatan linier makin kecil jika makin dekat ke arah kutub.
  • Pada dasarnya jenis angin dapat dibedakan menjadi angin tetap, angin periodik, dan angin lokal.

21 of 47

(1) Angin Tetap

1.1) Angin Barat�Sebagian udara yang berasal dari daerah maksimum subtropis Utara dan Selatan mengalir ke daerah sedang Utara dan daerah sedang Selatan sebagai angin Barat. Pengaruh angin Barat di belahan bumi Utara tidak begitu terasa karena hambatan dari benua. Di belahan bumi Selatan pengaruh angin Barat ini sangat besar, tertama pada daerah lintang 60º LS. Di sini bertiup angin Barat yang sangat kencang yang oleh pelaut-pelaut disebut roaring forties.

1.2) Angin Timur�Di daerah Kutub Utara dan Kutub Selatan bumi terdapat daerah dengan tekanan udara maksimum. Dari daerah ini mengalirlah angin ke daerah minimum subpolar (60º LU/LS). Angin ini disebut angin Timur. Angin timur ini bersifat dingin karena berasal dari daerah kutub.

22 of 47

1.3) Angin Passat�Angin passat adalah angin bertiup tetap sepanjang tahun dari daerah subtropik menuju ke daerah ekuator (khatulistiwa).�• Angin Passat Timur Laut bertiup di belahan bumi Utara.�• Angin Passat Tenggara bertiup di belahan bumi Selatan.

  • Di sekitar khatulistiwa, kedua angin passat ini bertemu. Karena temperatur di daerah tropis selalu tinggi, maka massa udara tersebut dipaksa naik secara vertikal (konveksi). Daerah pertemuan kedua angin passat tersebut dinamakan Daerah Konvergensi Antar Tropik (DKAT). DKAT ditandai dengan temperatur yang selalu tinggi. Akibat kenaikan massa udara ini, wilayah DKAT terbebas dari adanya angin topan. Akibatnya daerah ini dinamakan daerah doldrum (wilayah tenang).
  •  

23 of 47

2) Angin Periodik

2.1) Angin Muson (Monsun)�Angin muson ialah angin yang berganti arah secara berlawanan setiap setengah tahun. Umumnya pada setengah tahun pertama bertiup angin darat yang kering dan setengah tahun berikutnya bertiup angin laut yang basah.

  • Angin muson laut adalah angin yang terjadi pada musim panas, di antara tekanan udara minimum dan di laut maksimum.
  • Angin muson darat adalah angin yang terjadi pada musim dingin, tekanan udara di daratan maksimum dan di laut minimum, bersifat kering.

24 of 47

  • Pada bulan Oktober – April, matahari berada pada belahan langit Selatan, sehingga benua Australia lebih banyak memperoleh pemanasan matahari dari benua Asia.
  • Akibatnya di Australia terdapat pusat tekanan udara rendah (depresi) sedangkan di Asia terdapat pusat-pusat tekanan udara tinggi (kompresi).
  • Keadaan ini menyebabkan arus angin dari benua Asia ke benua Australia.
  • Di Indonesia angin ini merupakan angin musim Timur Laut di belahan bumi Utara dan angin musim Barat di belahan bumi Selatan.
  • Oleh karena angin ini melewati Samudra Pasifik dan Samudra Hindia maka banyak membawa uap air, sehingga pada umumnya di Indonesia terjadi musim penghujan.
  • Musim penghujan meliputi hampir seluruh wilayah Indonesia, hanya saja persebarannya tidak merata.
  • Makin ke Timur curah hujan makin berkurang karena kandungan uap airnya makin sedikit. Pada bulan April – Oktober, matahari berada di belahan langit Utara, sehingga benua Asia lebih panas daripada benua Australia.

25 of 47

  • Akibatnya, di Asia terdapat pusat-pusat tekanan udara rendah, sedangkan di Australia terdapat pusat-pusat tekanan udara tinggi yang menyebabkan terjadinya angin dari Australia menuju Asia.
  • Di Indonesia, terjadi angin musim timur di belahan bumi Selatan dan angin musim barat daya di belahan bumi Utara.
  • Oleh karena tidak melewati lautan yang luas maka angin tidak banyak mengandung uap air oleh karena itu pada umumnya di Indonesia terjadi musim kemarau, kecuali pantai barat Sumatera, Sulawesi Tenggara, dan pantai Selatan Irian Jaya.
  • Antara kedua musim tersebut ada musim yang disebut Musim Pancaroba (Peralihan), yaitu: Musim Kemareng yang merupakan peralihan dari musim penghujan ke musim kemarau, dan Musim Labuh yang merupakan peralihan musim kemarau ke musim penghujan.
  • Adapun ciri-ciri musim pancaroba yaitu: Udara terasa panas, arah angin tidak teratur dan terjadi hujan secara tiba-tiba dalam waktu singkat dan lebat.

26 of 47

2.2) Angin Lokal�a) Angin darat dan angin laut�Angin ini terjadi di daerah pantai. Pada siang hari daratan lebih cepat menerima panas dibandingkan dengan lautan. Angin bertiup dari laut ke darat, disebut angin laut. Sebaliknya, pada malam hari daratan lebih cepat melepaskan panas dibandingkan dengan lautan. Daratan bertekanan maksimum dan lautan bertekanan minimum. Angin bertiup dari darat ke laut, disebut angin darat.

 

b) Angin lembah dan angin gunung�Pada siang hari udara yang seolah-olah terkurung pada dasar lembah lebih cepat panas dibandingkan dengan udara di puncak gunung yang lebih terbuka (bebas), maka udara mengalir dari lembah ke puncak gunung menjadi angin lembah. Sebaliknya pada malam hari udara mengalir dari gunung ke lembah menjadi angin gunung.

 

27 of 47

c) Angin Jatuh yang sifatnya kering dan panas�Angin jatuh atau Fohn ialah angin jatuh bersifatnya kering dan panas terdapat di lereng pegunungan Alpine. Sejenis angin ini banyak terdapat di Indonesia dengan nama angin Bahorok (Deli), angin Kumbang (Cirebon), angin Gending di Pasuruan (Jawa Timur), dan Angin Brubu di Sulawesi Selatan).

d) Angin siklon dan angin antisiklon

  • Angin siklon adalah angin di daerah depresi yang memiliki barometris minimum dan dikelilingi barometris maksimum.
  • Angin antisiklon adalah angin di daerah kompresi yang memiliki barometris maksimum dan dikelilingi barometris minimum.�Macam-macam angin siklon, yaitu�• Taifun di Asia Timur�• Tornado di USA

28 of 47

CURAH HUJAN

  • Curah hujan yaitu jumlah air hujan yang turun pada suatu daerah dalam waktu tertentu.
  • Alat untuk mengukur banyaknya curah hujan disebut Raingauge.
  • Curah hujan diukur dalam harian, bulanan, dan tahunan.
  • Curah hujan yang jatuh di wilayah Indonesia dipengaruhi oleh beberapa faktor antara lain:�• bentuk medan/topografi�• arah lereng medan�• arah angin yang sejajar dengan garis pantai�• jarak perjalanan angin di atas medan datar
  • Hujan ialah peristiwa sampainya air dalam bentuk cair maupun padat yang dicurahkan dari atmosfer ke permukaan bumi.
  • Garis pada peta yang menghubungkan tempat-tempat yang mempunyai curah hujan yang sama disebut Isohyet.
  •  

29 of 47

Klasifikasi Hujan

  • Berdasarkan ukuran butirannya ,hujan dibedakan menjadi:
  • hujan gerimis/drizzle, diameter butir-butirannya kurang dari 0,5 mm;
  • hujan salju/snow, terdiri dari kristal-kristal es yang temperatur udaranya berada di bawah titik beku;
  • hujan batu es, merupakan curahan batu es yang turun di dalam cuaca panas dari awan yang temperaturnya di bawah titik beku; dan
  • hujan deras/rain, yaitu curahan air yang turun dari awan yang temperaturnya di atas titik beku dan diameter butirannya kurang lebih 7 mm.

30 of 47

  • Berdasarkan proses terjadinya, hujan dibedakan atas:�a. Hujan Frontal
  • Hujan frontal adalah hujan yang terjadi di daerah front, yang disebabkan oleh pertemuan dua massa udara yang berbeda temperaturnya.
  • Massa udara panas/lembab bertemu dengan massa udara dingin/padat sehingga berkondensasi dan terjadilah hujan.

b. Hujan Zenithal/ Ekuatorial/ Konveksi/ Naik Tropis

  • Jenis hujan ini terjadi karena udara naik disebabkan adanya pemanasan tinggi. Terdapat di daerah tropis antara 23,5º LU – 23,5º LS.
  • disebut juga hujan naik tropis.
  • Arus konveksi menyebabkan uap air di ekuator naik secara vertikal sebagai akibat pemanasan air laut terus menerus. Terjadilah kondensasi dan turun hujan.
  • Itulah sebabnya jenis hujan ini dinamakan juga hujan ekuatorial atau hujan konveksi. Disebut juga hujan zenithal karena pada umumnya hujan terjadi pada waktu matahari melalui zenit daerah itu. Semua tempat di daerah tropis itu mendapat dua kali hujan zenithal dalam satu tahun.
  • �c

31 of 47

c. Hujan Orografis/Hujan Naik Pegunungan

  • Terjadi karena udara yang mengandung uap air dipaksa oleh angin mendaki lereng pegunungan yang makin ke atas makin dingin sehingga terjadi kondensasi, terbentuklah awan dan jatuh sebagai hujan.
  • Hujan yang jatuh pada lereng yang dilaluinya disebut hujan orografis, sedangkan di lereng sebelahnya bertiup angin jatuh yang kering dan disebut daerah bayangan hujan.

32 of 47

AWAN

  • Awan ialah kumpulan titik-titik air/kristal es di dalam udara yang terjadi karena adanya kondensasi/sublimasi dari uap air yang terdapat dalam udara.
  • Awan yang menempel di permukaan bumi disebut kabut.
  • Berdasatkan morfologinya, awan dibedakan menjadi tiga jenis, yaitu:
  • Awan Commulus yaitu awan yang bentuknya bergumpal-gumpal (bunar-bundar) dan dasarnya horizontal.
  • Awan Stratus yaitu awan yang tipis dan tersebar luas sehingga dapat menutupi langit secara merata. Dalam arti khusus awan stratus adalah awan yang rendah dan luas.
  • Awan Cirrus yaitu awan yang berdiri sendiri yang halus dan berserat, berbentuk seperti bulu burung. Sering terdapat kristal es tapi tidak dapat menimbulkan hujan.

33 of 47

34 of 47

  • Berdasarkan ketinggiannya, awan dibedakan menjadi tiga jenis, yaitu:
  • Awan tinggi (lebih dari 6000 m – 9000 m), karena tingginya selalu terdiri dari kristal-kristal es.�• Cirrus (Ci) : awan tipis seperti bulu burung.�• Cirro stratus (Ci-St) : awan putih merata seperti tabir.�• Cirro Cumulus (Ci-Cu) : seperti sisik ikan.
  • Awan sedang (2000 m – 6000 m)�• Alto Comulus (A-Cu) : awan bergumpal gumpal tebal.�• Alto Stratus (A- St) : awan berlapis-lapis tebal.
  • Awan rendah (di bawah 200 m)�• Strato Comulus (St-Cu) : awan yang tebal luas dan bergumpal-lgumpal.�• Stratus (St) : awan merata rendah dan berlapis-lapis.�• Nimbo Stratus (No-St) : lapisan awan yang luas, sebagian telah merupakan hujan.
  • Awan yang terjadi karena udara naik, terdapat pada ketinggian 500–1500 m�• Cummulus (Cu) : awan bergumpal-gumpal, dasarnya rata.�• Comulo Nimbus (Cu-Ni): awan yang bergumpal gumpal luas dan sebagian telah merupakan hujan, sering terjadi angin ribut.

35 of 47

PEMBAGIAN WILAYAH IKLIM

  • Terjadinya iklim yang bermacam-macam di muka bumi, disebabkan karena rotasi dan revolusi bumi dan adanya perbedaan garis lintang.
  • Pembagian wilayah iklim berdasar garis lintang disebut iklim matahari. Hal ini terjadi akibat adanya revolusi bumi atau pergeseran semu matahari dari 23½º LU – 23½º LS.
  • Adanya pergeseran semu matahari menyebabkan perbedaan suhu antara tempat yang satu dengan tempat yang lain.
  • Klasifikasi iklim matahari, didasarkan pada banyak sedikitnya sinar matahari yang diterima oleh permukaan bumi.�Pembagian daerah iklimnya adalah:�a) Daerah iklim tropis : 0º – 23,5 º LU/LS�b) Daerah iklim sub tropis : 23,5 º – 40 º LU/LS�c) Daerah iklim sedang : 40 º – 66,5 º LU/LS�d) Daerah iklim dingin : 66,5 º – 90 º LU/LS

36 of 47

PESEBARAN IKLIM di INDONESIA

  • Indonesia terletak di antara 23½º LU – 23½º LS sehingga disebut dengan daerah tropis.
  • Menurut Koppen, yang mengklasifikasikan iklim berdasarkan curah hujan dan temperatur, membagi iklim dalam 5 daerah iklim, dinyatakan dengan simbol huruf.
  • Berdasarkan klasifikasi Koppen, sebagian besar wilayah Indonesia beriklim A, di daerah pegunungan beriklim C, dan di Puncak Jaya Wijaya beriklim E.
  • Tipe iklim A dibagi menjadi 3 sub tipe yang ditandai dengan huruf kecil yaitu f, w dan m sehingga terbentuk tipe iklim Af , Aw dan Am.

37 of 47

1) Hutan hujan tropis (Af)�Daerah yang termasuk tipe iklim ini adalah daerah yang memiliki rata-rata curah hujan bulan terkering lebih besar dari 60 mm. Oleh karena itu, hutan di daerah ini lebat. Wilayah Indonesia yang memiliki tipe iklim Af antara lain Sumatera, sebagian kecil Jawa, Kalimantan, dan Sulawesi Utara.

2) Monsun tropika (Am)�Daerah yang termasuk tipe iklim ini adalah daerah yang jumlah hujan pada bulan-bulan basah dapat mengimbangi kekurangan air hujan pada bulan-bulan kering. Di daerah ini hutan masih dapat lebat. Di Indonesia wilayah yang yang mempunyai tipe iklim Am adalah sebagian besar Jawa, sebagian Sulawesi Selatan, dan pantai selatan Papua.

38 of 47

3) Savana (Aw)�Daerah yang termasuk tipe iklim ini adalah daerah dengan curah hujan bulan-bulan basah tidak dapat mengimbangi kekurangan air pada bulan-bulan kering. Oleh karena itu, vegetasi yang ada di daerah ini hanyalah padang rumput atau pohon-pohon yang mempunyai kebutuhan air sedikit. Di Indonesia wilayah yang mempunyai tipe iklim Aw meliputi Madura, Nusa Tenggara, sebagian Sulawesi Selatan, dan Kepulauan Aru.

39 of 47

Pengaruh Atmosfer, cuaca dan Iklim terhadap Kehidupan

  • Iklim menjadi pembatas pertumbuhan dan persebaran jenis tanaman di muka Bumi karena itu pula iklim membatasi hasil panen.
  • Persebaran fauna juga dipengaruhi oleh iklim, baik secara fisik maupun dari jenis makanannya.
  • Pola iklim yang sekarang ada, bisa terjadi perubahan, baik secara lokal maupun global.
  • Perubahan iklim secara global disebabkan meningkatnya konsentrasi gas di dalam atmosfer.
  • Hasil pembakaran batu bara, minyak bumi, serta gas buangan seperti karbon dioksida, metana, dan nitrous oksida akan menyelimuti Bumi sehingga radiasi yang berlebihan akan tertahan di Bumi.
  • Suhu Bumi naik dan semakin panas, akhirnya terjadi pemanasan global. Perubahan iklim yang diperkirakan akan menyertai pemanasan global

40 of 47

  • Mencairnya bongkahan es di kutub sehingga permukaan laut naik.�Muka air laut akan naik dan menenggelamkan pulau serta menimbulkan banjir di wilayah pesisir dan dataran rendah sekitarnya.
  • Berubahnya pola iklim, terutama yang mengandalkan musim hujan seperti pertanian padi. Suhu Bumi yang panas menyebabkan mengeringnya air permukaan sehingga ketersediaan air menjadi langka. Meningkatnya risiko kebakaran hutan.

41 of 47

  • Perubahan iklim sangat dirasakan penduduk Indonesia akibat dampak dari La Nina dan El Nino.
  • Setiap 2–10 tahun, iklim di Samudra Pasifik bagian selatan mengalami perubahan yang ekstrem.
  • Wilayah Asia Timur yang biasanya menerima banyak hujan menjadi kering, sedangkan pantai barat Amerika Selatan yang biasanya kering menerima hujan yang lebat.
  • Fenomena alam ini disebut dengan El Nino (bahasa Spanyol) dan biasanya terjadi pada bulan Desember.
  • Gejala El Nino menyebabkan pergeseran iklim. Wilayah Asia tidak mendapat hujan karena hujan beralih ke bagian barat Amerika Selatan.
  • Terjadinya hujan lebat di bagian barat Amerika Selatan menimbulkan banjir dan tanah longsor.
  • Sebaliknya, El Nino menyebabkan musim kemarau yang berkepanjangan di daerah Asia, Australia, dan Afrika, termasuk di Indonesia.

42 of 47

  • Di Indonesia, gejala El Nino menyebabkan keterlambatan musim tanam atau panen. Tanaman padi menjadi kering dan mati.
  • Petani banyak yang gagal panen karena sawahnya mengalami puso. Gejala iklim ekstrem yang lain adalah La Nina.
  • Sifat-sifat La Nina berkebalikan dengan El Nino.
  • La Nina terbentuk apabila arus udara dan air laut di Samudra Pasifik dekat pantai barat Amerika Selatan saling memperkuat sehingga angin bertiup sangat kencang.
  • Air laut hangat banyak mengalir kearah barat sehingga wilayah Asia, termasuk Indonesia mengalami hujan lebat, sedangkan wilayah Amerika Selatan mengalami kekeringan.

43 of 47

  • Perbedaan cuaca atau iklim dari satu tempat ke tempat lain berpengaruh terhadap kegiatan masyarakat.
  • Pengaruh tersebut antara lain pada jenis pakaian, bentuk rumah, dan mata pencaharian.
  • Perbedaan cuaca atau iklim dipengaruhi oleh perbedaan tempat. Semakin ke arah gunung (tempat tinggi), udara akan semakin dingin dan curah hujan semakin besar.
  • Semakin ke arah dataran rendah maka suhu akan semakin panas demikian juga curah hujan akan semakin kecil. I

44 of 47

  • klim juga merupakan faktor yang menentukan tinggi-rendahnya kebudayaan, bahkan kunci peradaban/kebudayaan masyarakat, yaitu karena hal-hal berikut:
  • Iklim dapat membatasi atau mendukung kegiatan manusia. Misalnya, daerah yang sangat dingin, daerah yang sangat panas atau kering merupakan daerahdaerah yang mempengaruhi dan membatasi bidang- bidang pertanian. Dan daerah yang bersuhu panas dapat melemahkan energi dan aktivitas kerja fisik.
  • Perubahan iklim berpengaruh terhadap kesehatan manusia. Misalnya, pada saat musim penghujan banyak kasus penyakit demam berdarah. Begitu juga banyak kasus penyakit muntah berak pada musim panas yang banyak hujan.

45 of 47

Sumber :  https://taufikibrahim.wordpress.com/download/materi-ajar-ips/materi-ips-kls-7-smt-2-ktsp/

 Sumber lain yang relevan

46 of 47

UJI KOMPETENSI

  1. Apa yang dimaksud cuaca, iklim dan angin?
  2. Tuliskan unsur yang mempengaruhi cuaca dan iklim!
  3. Tuliskan jenis-jenis angin!
  4. Tuliskan jenis-jenis awan berdasarkan morfologi dan lokasi ketinggiannya!
  5. Tuliskan pengaruh cuaca dan iklim bagi kehidupan manuasia!
  6. Tuliskan klasifikasi hujan berdasarkan ukuran butir, proses terjadinya!
  7. Jelaskan 3 sifat angin!

47 of 47

SEMOGA BERMANFAAT & SELAMAT BELAJAR