1 of 12

Faktor penyebab kejahatan

2 of 12

Tujuan Pembelajaran

Setelah perkuliahan, mahasiswa mampu:

  1. Mengidentifikasi faktor penyebab kejahatan
  2. Menganalisis kasus secara kritis
  3. Mengaitkan teori dengan realitas sosial

3 of 12

Pengantar

Dalam kriminologi, pembahasan mengenai mengapa seseorang melakukan kejahatan merupakan inti dari kajian yang disebut etiologi kriminal. Kejahatan tidak terjadi secara tunggal, melainkan merupakan hasil interaksi berbagai faktor, baik dari dalam diri individu maupun dari lingkungan sosialnya.

Tidak ada satu faktor pun yang berdiri sendiri sebagai penyebab kejahatan. Oleh karena itu, pendekatan kriminologi bersifat multidimensional.

4 of 12

Diskusi

  • Menurut mahasiswa , penyebab utama kejahatan apa
  • Apakah orang kaya bisa melakukan kejahatan?

5 of 12

Klasifikasi Faktor Penyebab Kejahatan

Faktor Individu (Personal Factors)

Faktor ini berasal dari dalam diri pelaku.

a. Biologis

Meliputi kondisi fisik dan genetik individu.

Contoh:

  • Seseorang dengan gangguan neurologis tertentu cenderung memiliki kontrol emosi yang rendah → berpotensi melakukan kekerasan.
  • Penelitian klasik oleh Lombroso menyatakan bahwa ciri fisik tertentu dapat berkaitan dengan kecenderungan kriminal (meskipun teori ini kini banyak dikritik).

b. Psikologis

Berkaitan dengan kepribadian, emosi, dan kondisi mental.

Contoh:

  • Individu dengan gangguan kepribadian antisosial cenderung tidak memiliki empati → mudah melakukan penipuan atau kekerasan.
  • Trauma masa kecil (abuse) dapat mendorong perilaku agresif saat dewasa.

6 of 12

2. Faktor Sosial (Social Factors)

Faktor ini sangat dominan dalam kajian kriminologi modern.

a. Keluarga

Keluarga adalah lingkungan pertama dalam pembentukan perilaku.

Contoh:

  • Anak yang tumbuh dalam keluarga broken home lebih rentan terlibat kenakalan remaja.
  • Pola asuh otoriter atau terlalu permisif dapat memicu penyimpangan perilaku.

b. Lingkungan Pergaulan

Kelompok teman sebaya sangat mempengaruhi perilaku individu.

Contoh:

  • Remaja yang bergaul dengan kelompok geng motor berpotensi ikut dalam aksi kriminal seperti tawuran atau pencurian.
  • Teori Differential Association menjelaskan bahwa kejahatan dipelajari melalui interaksi sosial.

7 of 12

2. Faktor Sosial (Social Factors)

Faktor ini sangat dominan dalam kajian kriminologi modern.

a. Keluarga

Keluarga adalah lingkungan pertama dalam pembentukan perilaku.

Contoh:

  • Anak yang tumbuh dalam keluarga broken home lebih rentan terlibat kenakalan remaja.
  • Pola asuh otoriter atau terlalu permisif dapat memicu penyimpangan perilaku.

b. Lingkungan Pergaulan

Kelompok teman sebaya sangat mempengaruhi perilaku individu.

Contoh:

  • Remaja yang bergaul dengan kelompok geng motor berpotensi ikut dalam aksi kriminal seperti tawuran atau pencurian.
  • Teori Differential Association menjelaskan bahwa kejahatan dipelajari melalui interaksi sosial.

8 of 12

3. Faktor Ekonomi

Kondisi ekonomi sering menjadi pemicu utama kejahatan, terutama kejahatan konvensional.

Bentuknya:

  • Kemiskinan
  • Pengangguran
  • Kesenjangan sosial

Contoh:

  • Seseorang mencuri karena tidak memiliki pekerjaan dan kebutuhan hidup mendesak.
  • Korupsi terjadi karena dorongan gaya hidup tinggi yang tidak seimbang dengan pendapatan.

9 of 12

Faktor Budaya dan Nilai Sosial

Nilai dan norma dalam masyarakat dapat mempengaruhi definisi “kejahatan”.

Contoh:

  • Di beberapa lingkungan, praktik suap dianggap “hal biasa” → memperkuat budaya korupsi.
  • Budaya kekerasan dalam menyelesaikan konflik dapat meningkatkan tindak kriminal.

10 of 12

5. Faktor Kesempatan (Opportunity)

Teori modern menekankan bahwa kejahatan terjadi karena adanya kesempatan.

Teori terkait:

  • Routine Activity Theory
  • Opportunity Theory

Contoh:

  • Rumah tanpa pengamanan (CCTV/kunci) lebih mudah menjadi target pencurian.
  • Penipuan online meningkat karena kemudahan akses teknologi dan lemahnya literasi digital korban.

11 of 12

6. Faktor Struktural (Strain Theory)

Teori ini menjelaskan bahwa tekanan sosial dapat mendorong individu melakukan kejahatan.

Intinya:

Ada ketidaksesuaian antara tujuan hidup (misalnya kaya) dan cara legal untuk mencapainya.

Contoh:

  • Seseorang ingin sukses secara finansial, tetapi tidak memiliki akses pendidikan → memilih jalan kriminal seperti penipuan atau narkotika.

7. Faktor Teknologi

Perkembangan teknologi menciptakan bentuk kejahatan baru.

Contoh:

  • Cybercrime (hacking, phishing, penipuan online)
  • Penyebaran hoaks yang memicu konflik sosial

12 of 12

Strategi pencegahan

1. Pendekatan Preventif

  • Pendidikan moral dan hukum
  • Penguatan keluarga

2. Pendekatan Represif

  • Penegakan hukum yang tegas

3. Pendekatan Sosial

  • Pengurangan kemiskinan
  • Penyediaan lapangan kerja

4. Pendekatan Situasional

  • Peningkatan keamanan lingkungan (CCTV, patroli)