Sikap Toleransi Dalam Pandangan Agama Islam
Oleh : Farida Prima Pratista, Lc. MA
Daftar Isi
Allah Swt menciptakan manusia dengan keadaan yang berbeda-beda, berbeda dalam agama, ras, suku dan bangsa. Perbedaan itu diciptakan oleh Nya untuk tidak saling membenci, menghina, dan merendahkan satu sama lain tetapi agar manusia saling mengenal, saling menghargai, hidup damai dan rukun.
Pendahuluan
Agama Islam mengajarkan kepada kita untuk menjaga persaudaraan antar sesama muslim dan non muslim, sebab Islam sangat membenci dan mencela perpecahan dan permusuhan. Dalam Al-Quran QS. Al-Hujurat ayat 10 dijelaskan bahwa Sesungguhnya seorang mukmin yang satu dengan yang lain adalah saudara sehingga harus hidup menghormati dan menyayangi.
Pengertian Toleransi
Toleransi menurut KBBI memiliki makna sifat atau sikap menenggang (menghargai, membiarkan, membolehkan) terhadap pendirian (pendapat, pandangan, kepercayaan, kebiasaan dan kelakuan) yang berbeda.
Dalam Islam, toleransi disebut dengan tasamuh, yang dapat dimaknai kemuliaan, lapang dada, ramah dan suka memaafkan.
Konsep Toleransi
Ada 3 Konsep Toleransi dalam Islam;
1) Ar-Rahmah ( Kasih Sayang)
2) Al- A’dalah ( Keadilan )
3) As- salam ( Keselamatan )
Toleransi bermakna kasih sayang artinya bahwa toleransi terhadap orang lain adalah bentuk kasih sayang sesama manusia tanpa memandang perbedaan yang ada.
Toleransi juga otomatis juga mengandung keadilan, karena tidak ada sikap diskriminasi terhadap sesama.
Selain itu, Toleransi juga membawa keselamatan dan kedamaian untuk semua, karena dengan adanya saling menghormati maka akan tercipta sikap saling memahami, saling menolong dan saling memberi jaminan keamanan.
يَٰٓأَيُّهَا ٱلنَّاسُ إِنَّا خَلَقْنَٰكُم مِّن ذَكَرٍ وَأُنثَىٰ وَجَعَلْنَٰكُمْ شُعُوبًا وَقَبَآئِلَ لِتَعَارَفُوٓا۟ ۚ إِنَّ أَكْرَمَكُمْ عِندَ ٱللَّهِ أَتْقَىٰكُمْ ۚ إِنَّ ٱللَّهَ عَلِيمٌ خَبِيرٌ
Toleransi dalam Al-Qur’an
Artinya:
“ Hai manusia, sesungguhnya Kami menciptakan kamu dari seorang laki-laki dan seorang perempuan dan menjadikan kamu berbangsa-bangsa dan bersuku-suku supaya kamu saling kenal-mengenal. Sesungguhnya orang yang paling mulia di antara kamu di sisi Allah ialah orang yang paling takwa di antara kamu. Sesungguhnya Allah Maha Mengetahui lagi Maha Mengenal” QS. Al-Hujurat, Ayat : 13
عَنْ أَنَسٍ رضي الله عنه عَنْ اَلنَّبِيِّ صلى الله عليه وسلم قَالَ: وَاَلَّذِي نَفْسِي بِيَدِهِ لَا يُؤْمِنُ عَبْدٌ حَتَّى يُحِبَّ لِجَارِهِ –أَوْ قَالَ لِأَخِيْهِ- مَا يُحِبُّ لِنَفْسِهِ
Dari Anas bin Malik radhiyallahu ‘anhu, dari Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam, beliau bersabda, “Demi Zat yang jiwaku berada di tangan-Nya, tidak beriman seorang hamba hingga mencintai (mengharapkan) kebaikan bagi tetangganya –atau bagi saudaranya- sebagaimana dia mencintai (mengharapkan) kebaikan bagi dirinya sendiri.
(HR. Muslim : 65)
Hadis tentang Toleransi
Ciri- Ciri Sikap Toleransi
Manfaat Sikap Toleransi
Penutup
Dari pemaparan materi di atas dapat kita ambil kesimpulan bahwa agama Islam sangat memperhatikan tatanan hidup manusia, baik dalam hal ibadah, interaksi antar sesama, perilaku atau sikap kepada diri sendiri dan orang lain dengan memberikan pedoman hidup berdasarkan pada Al-Quran dan Hadis. Manusia hidup saling berdampingan, saling membutuhkan, maka sikap toleransi harus selalu dipegang teguh untuk menciptakan kerukunan, persatuan, memupuk persaudaraan serta menghindari perpecahan, karena hakikatnya semua manusia adalah saudara, saudara satu keyakinan atau saudara dalam kemanusiaan.
Terima
Kasih