1 of 39

JALAN KEBUDAYAAN

ANJAWAT LANG ANGJAWAB ROH SUSUN-SUSUN KANG DEN TUNDA(AGAMA DJAWA SUNDA)

PIKUKUH MASYARAKAT AKUR SUNDA WIWITAN

Upaya Meneguhkan Kesadaran Kemanusiaan dan Kesadaran Kebangsaan”

Masyarakat AKUR Sunda Wiwitan: Cagar Budaya Nasional Paseban Tri Panca Tunggal Cigugur Kuningan Jawa Barat

2 of 39

Komunitas ini terbentuk atas kesamaan asal usul leluhur dan ikatan spirit magis religious dengan tanah airnya�

Masyarakat Adat Karuhun Urang (AKUR) Sunda Wiwitan, Cigugur Kuningan�Jawa Barat

3 of 39

  • …Untuk mengalahkan bangsa yang besar tidak dengan mengirimkan pasukan perang, tetapi dengan cara menghapus pengetahuan mereka atas kejayaan para leluhurnya…maka mereka akan hancur dengan sendirinya…”�(Tsun-Tsu, The Art of War).

4 of 39

  • Ada tiga cara menjajah dan menghancurkan sebuah bangsa�1.Kaburkan sejarahnya.�2.Hancurkan bukti-bukti sejarah itu, hingga tidak bisa lagi diteliti
  • dan dibuktikan kebenarannya.�3.Putuskan hubungan mereka dengan leluhur dengan mengatakan leluhur itu bodoh dan primitif.��(Architects Of Deception - Secret History Of Freemasonry by Juri Lina)

TANTANGAN

5 of 39

Adat Karuhun

(AKUR)

Sunda wiwitan

  • Ajaran leluhur Sunda yang menuntun kesadaran spiritual manusia Sunda terhadap kekuatan Maha Energi dalam Semesta di luar dirinya selaku manusia. Kesadaran asali, Sadar pada hukum KepastianNya, teguh pada janji menjaga cara-ciri manusia dan cara ciri bangsa.

6 of 39

TINJAUAN HISTORIS

Pangeran Sadewa Madrais Alibasa Kusumah Wijaya Ningrat (1832-1939), sebagai penerima tuntunan luhur (Dawuh leluhur) sekitar tahun 1870,

UGA IEU ATURANANA SI MADRAIS

UGA ATURANANA NU JADI KURUNGAN WARANGKANA

UGA MUN GEUS BISA NYIEUN PANGATURAN

PASALNA ARÀN AGAMA NU JADI WIWITAN

UGA NU JADI PANGAWITAN

PASALNA RAT JAGAT LAHIR JAGAT BATIN SARTA AHERAT

UGA PASALNA NU JADI (MIMITI) NYIEUN BUMI SARTA LANGIT NYA KITU

Ini yang mendasari sebagai dawuh leluhur menegaskan menggali kembali

AGAMA SUNDA WIWITAN

7 of 39

Uga kurungan warangkana SI MADRAIS GES KALIWAT KU TINA WIRANG

Uga WIRANG DI SAMBUNG SARTA PRIHATIN

UGA PRIHATIN DI SAMBUNG KULARA PATI.

NYA ETAPANG PASALNA MENANG PANGAWERUH SAKIEU

UGA MENANG PABGAJARAN TINA RAT NU SAJAGAT

UGA MENANG KATRANGAN TI PARA KUSUMA NA GAIBNYA ETA NU KASEBUT PASALNA PARA KUSUMA NU GES MENANG DRAJAT LUHUR

UGA IEU ATURANANA SI MADRAIS

UGA ATURANANA NU JADI KURUNGAN WARANGKANA

UGA MUN GES BISA NYIEN PANGATURAN PASALNA ARÀN AGAMA NU JADI WIWITAN UGA NU JADI PANGAWITAN

PASALNA RAT JAGAT LAHIR JAGAT BATIN SARTA AHERAT

UGA PASALNA NU JADI (MIMITI) NYIEN BUMI SARTA LANGIT NYA KITU

UGA NYA KITU PASALNA ROA PISAN ANU NGARUBEDA

PASALNA KER WAKTU NULIS SI MADRAIS GES HENTEU BISA SENANG

UGA SENANG ARI KERNULIS DONGKAP KUNTULIR

UGA WALANDA ( KONDRAK ) PADA DONGKAP DI PUKULSATENGAH SATU KURANGDI KIRA KURANG SAPULUH MENIT

UGA NULIS KATAKSIR BRENT

UGA NYAMPUNG SADAEKNA ..

8 of 39

P MADRAIS# Apa yang terjadi dengan P MadraisKarna telah mendapatkan wahyu ilmu dari seluruh isi alam Dan seluruh para gaib Adalah segala penderitaan lahir batinSemua karna mendapat DRAJAT YANG AGUNGATURAN AGAMA WIWITANYANG JUGA MERUPAKAN JATI JATI DIRI BAGI SETIAP BANGSA MANUSIA.PASALNYA INI ADALAH ATURANKETENTUAN LAHIR BATIN JUGA AHERATDalam menulispun P Madrais tidak pernah tenangSuatu ketika ketika sedang menulis Datang para belanda dan memukuli P MadraisSekitar jam setengah satu kurang sepuluh menitMenulis terpaksa berhenti.Tetapi keadaan ini tidak menghentikan P Madrais untuk menulis.P Madrais akan melanjutkan kembàli menulis ketika keadaan memungkinkan

9 of 39

Dalam naskah SangHyang Siksa KandaNg Karesian salah satu naskah Sunda yang ditulis pada abad 16 dikatakan bahwa :

 

“Nu kangken bijil ti nirmala ning lemah, ngarana inget di Sanghiyang Siksa, mikukuh talatah Ambu, Bapa, Aki lawan Buyut. Nyaho disiksaan Maha Pandita mageuhkeun ujar ning kerta”,

 

“Yang terlahir muncul dari kesusian tanah yaitu,ingatlah pada hukum ketetapan, berpegang teguh pada ajaran ibu, bapa, kakek dan buyut, mengetahui aturan maha pandita,mengukuhkan kata-kata kesentosaan”

 

bahwa dalam kehidupan ini jangan sampai kita melupakan pada kesadaran asal usul kita yang diciptakan sebagai manusia dan sebagai suatu bangsa yang harus diwariskan secara turun temurun sebagai wujud kesadaran diri sebagai suatu bangsa, menghormati leluhurnya, dan wujud syukur serta kesadaran illahiah kehadirat Tuhan Sang Pencipta alam semesta.

10 of 39

Peradaban kebudayaan Sunda

di Kaki Gunung Ciremai,

Sebaran Situs masa Pra sejarah hingga kini terbentang di Kabupaten Kuningan, menunjukan bukti peradaban masyarakat lereng Ciremai yang terbuka, toleran dan mampu merawat kehidupan yang harmonis berlandaskan ajaran Silih Asih, Silih Asuh, Silih Asah

11 of 39

SUNDA

  • FILOSOFIS

Damai,Cahaya, Kesempurnaan

  • GEOGRAFIS

(Paparan Kepulauan Nusantara)

Sunda Besar

Sunda Kecil

  • ETNIS

Sunda yang di batasi oleh wilayah jawa bagian barat

12 of 39

AKUR Sunda Wiwitan yang berkembang di Cigugur , berangkat dari 2 landasan :

  1. Kesadaran diri Selaku Manusia dengan mempertahankan cara ciri manusia :
    • Welas Asih
    • Undak Usuk
    • Tatakrama
    • Budi daya Budi Bahasa
    • Wiwaha Yudha naraga
  2. Kesadaran Pribadi selaku Bangsa , mempertahamkan cara ciri bangsa;
    • Rupa
    • Adat
    • Basa
    • Aksara
    • Kebudayaan

13 of 39

  • …Untuk mengalahkan bangsa yang besar tidak dengan mengirimkan pasukan perang, tetapi dengan cara menghapus pengetahuan mereka atas kejayaan para leluhurnya…maka mereka akan hancur dengan sendirinya…”�(Tsun-Tsu, The Art of War).

  • Ada tiga cara menjajah dan menghancurkan sebuah bangsa�1.Kaburkan sejarahnya.�2.Hancurkan bukti-bukti sejarah itu, hingga tidak bisa lagi diteliti
  • dan dibuktikan kebenarannya.�3.Putuskan hubungan mereka dengan leluhur dengan mengatakan leluhur itu bodoh dan primitif.��(Architects Of Deception - Secret History Of Freemasonry by Juri Lina)

TANTANGAN PENGANUT AGAMA LELUHUR NUSANTARA

14 of 39

TANTANGAN KOMUNITAS

  • Zaman Belanda :
  • Belanda melancarkan politik devide et impera antara Komunitas adat dengan kalangan pesantren-pesantren dengan menyebarkan bahwa komunitas adat sebagai sempalan Islam dan penyembah api.
  • Untuk membatasi gerakan tokoh adat saat itu Pangeran Sadewa Alibassa atau lebih dikenal sebagai Pangeran Madrais tidak henti dibunuh karakter sempat dipenjara dengan tuduhan memeras masyarakat.
  • Dianggap gila dan dimasukan ke Rumah sakit Gila di Cikeumeuh
  • Tahun 1901 -1908 beliau dibuang ke Boven digul

15 of 39

  • Zaman Jepang :
  • di Zaman ini, pemerintah jepang mengawali pembentukan KUA untuk pencatatan perkawinan, dan makin terdesak komunitas adat dengan stigma melakukan “Perkawinan Liar” karena tidak mengikuti aturan agama Islam.

16 of 39

  • Zaman Kemerdekaan :

  • Sedikit ada angin segar terhadap pendirian-pendirian organisasi kebatinan, tetapi tidak berlangsung lama, karena gerakan DI/TII yang tumbuh di Jawa Barat, komunitas menjadi sasaran empuk. Paseban bangunan komunitas sempat dibakar oleh gerombolan.

Lebih terdesak dengan pembentukan 1 Agustus 1954 : Pembentukan Panitia interdeparmental PAKEM- 1961 : PAKEM menjadi institusi legal dengan adanya UU no. 15 tahun 1961 tentang ketentuan-ketentuan pokok kejaksaan RI

  • Zaman Transisi ORDE LAMA ke ORDE BARU :
  • Untuk menyelamatkan komunitas adat dengan stigma melakukan “Perkawinan Liar” dan rentan dikriminalisasi, tahun 1964 setelah adanya SK Bakor Pakem 18 Juni 1964 perihal “Pembubaran Perkawinan Liar menurut apa yang dinamakan Agama Djawa Sunda/Madraisme” Pimpinan Adat saat itu , Pangeran Tedja Buana putra pangeran Madrais, menginstruksikan komunitasnya untuk memilih agama, dengan simbol “berteduh dibawah Cemara Putih’ dan sejak saat itu kebanyakan masuk ke katolik dan kristen meski juga ada yang masuk Islam

17 of 39

  • Setelah keluar dari katolik, Komunitas membentuk Paguyuban adat yang terdaftar dan terinfentarisir di Kementrian Pendidikan dan Kebudayaan

18 of 39

  • Zaman Orde Baru :

  • tahun 1981 terjadi pengingkaran yang dilakukan Misi Gereja Katolik kepada sesepuh adat, yang mana dalam acara gereja tidak mengakomodir tradisi, sehingga sejak saat itu sesepuh Adat Pangeran Djatikusumah menyatakan diri keluar dari katolik dan akhirnya diikuti oleh masyarakat lainnya. Ini menjadi pemicu perselingkuhan tokoh agama dengan aparat negara (BAKOR PAKEM) melalu SK Kepala Kejaksaan Tinggi Jawa Barat No 44/ K.2.3/8/1982 tentang Pelarangan terhadap Aliran Kepercayaan “Paguyuban Adat Cara Karuhun Urang” termasuk didalamnya melarang segala kegiatan tradisi diantaranya Tradisi Seren Taun . Syukuran Masyarakat Agraris selama 17 tahun dari 1982 - 1999

19 of 39

UPACARA ADAT

SEREN TAUN

20 of 39

21 of 39

Sementara proses inkulturasi dicari bentuknya yang paling penting adalah bagaimana membenahi diri, meninggalkan tradisi yang tidak sesuai dengan nilai-nilai kristiani. Dalam hal ini sebagai contoh telah dihilangkan tradisi dari ADS apa yang umum dikenal sebagai “Seren Taun” .....

22 of 39

Sementara proses inkulturasi dicari bentuknya yang paling penting adalah bagaimana membenahi diri, meninggalkan tradisi yang tidak sesuai dengan nilai-nilai kristiani. Dalam hal ini sebagai contoh telah dihilangkan tradisi dari ADS apa yang umum dikenal sebagai “Seren Taun” .....

23 of 39

Sementara proses inkulturasi dicari bentuknya yang paling penting adalah bagaimana membenahi diri, meninggalkan tradisi yang tidak sesuai dengan nilai-nilai kristiani. Dalam hal ini sebagai contoh telah dihilangkan tradisi dari ADS apa yang umum dikenal sebagai “Seren Taun” .....

24 of 39

Sementara proses inkulturasi dicari bentuknya yang paling penting adalah bagaimana membenahi diri, meninggalkan tradisi yang tidak sesuai dengan nilai-nilai kristiani. Dalam hal ini sebagai contoh telah dihilangkan tradisi dari ADS apa yang umum dikenal sebagai “Seren Taun” .....

25 of 39

26 of 39

Keutuhan Tradisi

Lebih dari

Kebutuhan Administrasi

27 of 39

28 of 39

Bilamana kita hidup (dalam perspektif ajaran Sunda Wiwitan) tidak berperilaku dan bertindak atas dasar kesadaran sebagai kodrat diciptakan sebagai manusia dan sebagai suatu bangsa di muka bumi ini, maka akan berdampak pada sebagai mana tercantum berikut ini :

  • Malsu kana hurip, baris badan urang anu katempuhan (artinya; mengingkari / menyimpangkan adanya dzat kehidupan maka hidup kita akan tersiksa
  • Malsu kana waruga, baris lampah urang kasandingan (artinya; mengingkari/menyimpangkan sejatinya jasmaniah, maka hidup kita akan kesurupan dalam pengertian sakit jiwanya)
  • Malsu kana ngaran /pangakuan, baris tekad urang kabolosan (artinya; mengingkari / menyimpangkan dari kesadaran pengakuan nama wujud, maka tekad kehidupan kita yang kesasar tidak tentu arah)
  • Malsu kana lampah, baris ucap urang kadalon-dalon (artinya; mengingkari / meyimpangkan pada perilaku kita semestinya, maka perkataan dari pikiran kita tidak bermakna)

29 of 39

UPACARA ADAT

SEREN TAUN

30 of 39

31 of 39

32 of 39

33 of 39

34 of 39

PENGAJARAN BUDI PEKERTI DAN KESENIAN TRADISIONAL

Kegiatan dalam Gedung Paseban Tri Panca Tunggal

PROSES MEMBATIK DILAKUKAN OLEH ANAK-ANAK MUDA DAN IBU-IBU

35 of 39

Kegiatan dalam Gedung Paseban Tri Panca Tunggal

KEGIATAN PENDALAMAN SEJARAH DAN PEMAHAMAN AJARAN BAGI GENERASI MUDA

36 of 39

Kegiatan dalam Gedung Paseban Tri Panca Tunggal

37 of 39

Memperingati Hari-Hari Besar Nasional

38 of 39

39 of 39

Hana nguni hana mangke

Tan hana nguni tan hana mangke,

Dina kiwari ngancik bihari,

Seja ayeuna pikeun jaga,

Pakena gawe rahayu

Pieun heubeul jaya di buwana

Ada masa lalu ada masa kini

Tanpa masa lalu tidak ada masa kini

Masa kini terkait masa lalu

Yang dilakukan masa kini, utk masa depan

Berkarya yang terbaik

Untuk kesentosaan di dunia