1 of 27

ASESMEN PEMBELAJARAN KURIKULUM MERDEKA

Disampaikan dalam Diklat.co

Tanggal 12 November 2022

2 of 27

Curriculum Vitae

1

Nama lengkap (dengan gelar)

Siti Fitriana, S.Pd., M.Pd. Kons

2

Jabatan fungsional

Lektor/ Penata Tk.1/ IIId

3

Jabatan struktural

Dekan FIP

4

NIP/NPP

088201204

5

NIDN

0613038201

6

Tempat dan Tanggal Lahir

Kudus, 13 Maret 1982

7

Alamat rumah

Jl. Sembungharjo Rt. 05/ Rw. 04 Kec. Genuk Kota Semarang

8

Nomor Telepon/Fax/ HP

08156648748

9

Alamat Kantor

Jl. Sidodadi Timur no.24/ Dr. Cipto Semarang

10

Nomor Telepon/ Fax

(024) 8316377 / (024) 8448217

11

Alamat e-mail

PEKERJAAN/ PENGALAMAN

Masa Jabatan

1

Dosen Bimbingan dan Konseling FIP UPGRIS

2008- sekarang

2

Sekretaris Program studi BK Antar Waktu

2010-2011

3

Ketua Program Studi BK FIP UPGRIS Periode 1

2011-2015

4

Ketua Program Studi BK FIP UPGRIS Periode 2

2015-2019

5

Wakil Dekan II FIP UPGRIS

2019- sekarang

6

Senat Fakultas Ilmu Pendidikan

2011- sekarang

7

Instruktur PPG Dalam Jabatan

2011- sekarang

8

Fasilitator Program Sekolah Penggerak Angkatan 2

2021- sekarang

9

Ketua Komite Sekolah

2019- sekarang

10

Ketua Pengurus TPQ Assalam

2019- sekarang

11

Asesor Kompetensi LSP P1 UPGRIS

2020- sekarang

12

Ketua Tim Penyusun Hibah Rekonstruksi Kurikulum MBKM dan PKKM Prodi BK

2020- 2021

13

Dekan FIP UPGRIS Antar waktu 2019-2023

2022- sekarang

3 of 27

Bu Indah melakukan penilaian selama proses pembelajaran berlangsung dan pada akhir semester. Untuk itu, Beliau tidak hanya memberikan tes tertulis, tetapi juga mengamati sikap dan keaktifan siswa selama belajar. Hasil penilaian ini dilaporkan Bu Indah dalam bentuk angka dan narasi dalam rapor di akhir semester.

Sebelum menelaah materi pada sesi ini, marilah kita mendiskusikan studi kasus berikut ini…

4 of 27

Bagaimana pendapat Bapak/Ibu tentang penilaian yang dilakukan oleh Bu Indah tersebut?

5 of 27

    • Bagaimana selama ini melaporkan hasil belajar siswa?
    • Siapa yang memperoleh manfaat dari hasil asesmen itu? Seperti apa manfaat bagi ybs?
    • Bagian mana yang dirasa memberikan manfaat?
    • Apakah laporan asesmen ini masih dapat ditingkatkan untuk memberikan manfaat?
    • Apa yang masih perlu dilakukan agar terjadi peningkatan?
    • Menurut Bapak/Ibu, selama ini proses asesmen seperti apa yang baik dan berdampak untuk motivasi belajar siswa?

Selanjutnya mari kita merefleksikan pengalaman yang kita miliki dengan menjawab pertanyaan-pertanyaan berikut ini….

6 of 27

Jenis dan Fungsi Asesmen

Paradigma Asesmen

Prinsip Asesmen

  • 5 Prinsip asesmen
  • Keterkaitan asesmen dengan prinsip pembelajaran

Pertama-tama mari kita pelajari tentang…

7 of 27

  1. Asesmen merupakan bagian terpadu dari proses pembelajaran, memfasilitasi pembelajaran, menyediakan informasi sebagai umpan balik untuk guru, peserta didik, dan orang tua.
  2. Asesmen perlu dirancang dan dilakukan sesuai dengan tujuan.
  3. Asesmen dirancang secara adil, valid dan dapat dipercaya, memberikan informasi yang kaya bagi guru, peserta didik dan orang tua mengenai kemajuan dan pencapaian pembelajaran, serta keputusan tentang langkah selanjutnya.
  4. Asesmen sebaiknya meliputi berbagai bentuk tugas, instrumen, dan teknik yang sesuai dengan tujuan pembelajaran yang ditargetkan.
  5. Laporan kemajuan belajar dan pencapaian peserta didik bersifat sederhana dan informatif, memberikan informasi yang bermanfaat untuk peserta didik dan orang tua, dan data yang berguna untuk penjaminan dan peningkatan mutu pembelajaran.

5PRINSIP ASESMEN

8 of 27

Apa yang perlu diperhatikan dalam menerapkan prinsip asesmen pada pembelajaran paradigma baru?

9 of 27

Paradigma Asesmen

Langkah-Langkah Perencanaan, Pelaksanaan, dan Pengolahan Asesmen Formatif dan Sumatif

  • Jenis Asesmen berdasarkan fungsinya

Selanjutnya mari kita pelajari tentang…

Jenis dan Fungsi Asesmen

10 of 27

Jenis Asesmen berdasarkan fungsinya:

Assessment as Learning: asesmen sebagai proses pembelajaran

Assessment for Learning: asesmen untuk proses pembelajaran

Assessment of learning: asesmen pada akhir proses pembelajaran

Selama ini pelaksanaan asesmen cenderung berfokus pada asesmen sumatif (assessment OF learning) yang dijadikan acuan untuk mengisi laporan hasil belajar, sehingga hasil asesmen belum dimanfaatkan sebagai umpan balik untuk perbaikan pembelajaran.

Pada pembelajaran paradigma baru, pendidik diharapkan menyelenggarakan lebih banyak asesmen formatif untuk meningkatkan kualitas pembelajaran.

11 of 27

Asesmen SEBAGAI

Proses Pembelajaran

(Assessment AS Learning)

Asesmen UNTUK

Proses Pembelajaran

(Assessment FOR Learning)

Asesmen PADA AKHIR

Proses Pembelajaran

(Assessment OF Learning)

  • Asesmen untuk refleksi proses pembelajaran

  • Berfungsi sebagai asesmen formatif
  • Asesmen untuk perbaikan proses pembelajaran

  • Berfungsi sebagai asesmen formatif
  • Asesmen untuk evaluasi pada akhir proses pembelajaran

  • Berfungsi sebagai asesmen sumatif

Perbedaan assessment as dan for learning adalah assessment as learning lebih melibatkan peserta didik secara aktif dalam kegiatan asesmen tersebut. Peserta didik diberi pengalaman untuk belajar menjadi penilai bagi diri sendiri dan temannya. Penilaian diri (self assessment) dan penilaian antar teman merupakan contoh assessment as learning.

Dalam assessment as learning peserta didik sebaiknya dilibatkan dalam merumuskan prosedur, kriteria, maupun rubrik/pedoman asesmen sehingga mereka mengetahui dengan pasti apa yang harus dilakukan agar memperoleh capaian belajar yang maksimal.

12 of 27

Langkah-Langkah Perencanaan, Pelaksanaan, dan Pengolahan Asesmen Formatif dan Sumatif

Prinsip-prinsip Pelaporan Asesmen

  • Pemahaman yang perlu dimiliki pendidik untuk melaksanakan asesmen dengan efektif

Paradigma Asesmen

13 of 27

1

Penerapan pola berpikir bertumbuh (growth mindset)

kesalahan akan menstimulasi perkembangan otak peserta didik jika diterima, dikomunikasikan dan dicarikan solusi

Kesalahan dalam belajar itu wajar.

Tetapi tentang pemahaman, penalaran, penerapan, serta kemampuan menilai dan berkarya secara mendalam.

Belajar bukan tentang kecepatan,

Pengondisian lingkungan belajar (fisik dan psikis) di sekolah dan rumah akan mempengaruhi

pencapaian hasil belajar

Lingkungan belajar

akan sangat mempengaruhi performa peserta didik.

Ekspektasi pendidik yang positif

membiasakan peserta didik untuk

melakukan asesmen diri, asesmen antarteman, refleksi diri, dan pemberian umpan balik antarteman.

Berlatih melakukan asesmen

Paradigma Asesmen

Mereka memiliki peta jalan belajar yang berbeda, dan tidak perlu dibandingkan dengan teman-temannya.

Setiap peserta didik unik,

Pemberian umpan balik yang tepat akan berpengaruh pada motivasi belajar peserta didik.

Apresiasi /Umpan Balik

14 of 27

Ladder of Feedback

Klarifikasi

Penilaian

Perhatian

Saran

Apresiasi

  • Apa yang kamu maksud dengan …
  • Bisa tolong jelaskan lagi tentang …
  • Bagaimana itu bisa terjadi?
  • Bagian ini efektif karena …
  • Ini menarik karena …
  • Ini ide yang bagus untuk …
  • Saya membayangkan bagaimana jika …
  • Apakah mungkin jika …
  • Saya belum paham bagaimana …
  • Bagaimana kamu bisa…
  • Pernahkah kamu berpikir tentang …
  • Bagaimana kalau menambahkan …
  • Bisakah kamu menghapus bagian …
  • Idemu mengingatkan saya pada …
  • Saya bisa melihat pekerjaan …ini bisa saya gunakan juga
  • Saya belajar … dari jawabanmu

Contoh praktik baik memberikan umpan balik secara berjenjang

15 of 27

Paradigma Asesmen

Terpadu

Asesmen dilaksanakan terpadu dengan pembelajaran

mencakup kompetensi pada ranah sikap, pengetahuan,

dan keterampilan yang saling terkait. Rumusan capaian

pembelajaran telah mengakomodasi tiga ranah

tersebut.

02

Keleluasaan dalam Menentukan Waktu Asesmen

Asesmen diagnostic

• Awal pembelajaran

• Awal lingkup materi

Asesmen formatif

• Selama proses pembelajaran

Asesmen sumatif

• Selesai 1 lingkup materi (terdiri beberapa tujuan pembelajaran)

• Pada akhir fase

• Jika diperlukan untuk menguatkan konfirmasi capaian hasil belajar, asesmen sumatif dapat dilakukan pada akhir semester, berfokus pada kompetensi yang dipelajari selama satu semester.

03

16 of 27

Paradigma Asesmen

Keleluasaan dalam Menentukan Jenis Asesmen

Pendidik diberikan keleluasaan dalam merencanakan dan menggunakan jenis asesmen dengan mempertimbangkan:

karakteristik mata pelajaran, karakteristik dan kemampuan peserta didik, capaian pembelajaran, dan tujuan pembelajaran, serta sumber daya pendukung yang tersedia.

04

Keleluasaan dalam Menggunakan Teknik dan Instrumen Asesmen

Pendidik diberikan keleluasaan dalam menggunakan

Teknik (cth: observasi, performa, tes tertulis/lisan) dan instrumen penilaian (cth: rubrik, eksemplar, ceklist, catatan anekdotal, grafik perkembangan peserta didik).

05

17 of 27

Paradigma Asesmen

6. Keleluasaan dalam Menentukan Kriteria

Ketercapaian Tujuan Pembelajaran

kriteria ketercapaian tujuan pembelajaran

menjadi sumber informasi atau data bagi pendidik

untuk menentukan tindak lanjut penyesuaian

pembelajaran sesuai kondisi peserta didik.

8. Keleluasaan dalam Menentukan Kriteria Kenaikan Kelas

Pendidik dan satuan pendidikan diberikan

keleluasaan untuk menentukan kriteria kenaikan

kelas, dengan mempertimbangkan:

• Laporan Kemajuan Belajar

• Laporan Pencapaian Projek Profil Pelajar Pancasila

• Portofolio peserta didik

• Ekstrakurikuler/prestasi/penghargaan peserta didik

• Tingkat kehadiran

7. Keleluasaan dalam Mengolah Hasil Asesmen

Pengolahan hasil asesmen dilakukan dengan

memanfaatkan hasil formatif dan sumatif. Terdapat 2 jenis data yaitu data hasil asesmen yang berupa angka (kuantitatif) serta data hasil asesmen yang berupa narasi (kualitatif).

18 of 27

Alur Asesmen

1. Menggunakan alur tujuan pembelajaran yang telah disusun, kemudian identifikasi tujuan pembelajaran yang menjadi kompetensi yang diinginkan.

2. Mengidentifikasi bentuk asesmen yang hendak dilakukan untuk mengukur pembelajaran secara formatif maupun sumatif.

3. Membuat instrumen asesmen formatif dan sumatif bersamaan dengan menyusun modul ajar.

4. Pelaksanaan Asesmen Formatif dan Sumatif

5. Mengolah Hasil Asesmen

19 of 27

Menggunakan alur tujuan pembelajaran yang telah disusun, kemudian identifikasi tujuan pembelajaran yang menjadi kompetensi yang diinginkan. → misalnya menyajikan, menggeneralisasi, membandingkan, memperkirakan, mengukur, mengobservasi, dan lain-lain.

1

Contoh

20 of 27

2. Mengidentifikasi bentuk asesmen yang hendak dilakukan untuk mengukur pembelajaran secara formatif maupun sumatif.

Contoh

21 of 27

3. Membuat instrumen asesmen formatif dan sumatif bersamaan dengan menyusun modul ajar.

Contoh rubrik jika asesmen berupa kinerja

22 of 27

3. Membuat instrumen asesmen formatif dan sumatif bersamaan dengan menyusun modul ajar.

Contoh rubrik jika asesmen berupa tes

23 of 27

4. Pelaksanaan Asesmen Formatif dan Sumatif

Asesmen Sumatif

  • Sumatif dilakukan pada akhir lingkup materi untuk mengukur kompetensi yang dikehendaki dalam tujuan pembelajaran dan pada akhir semester

• Pendidik dapat menggunakan berbagai teknik seperti portofolio, performa (kinerja, produk, proyek, portofolio), maupun tes.

• Hasil sumatif dapat ditindak lanjuti dengan memberikan umpan balik atau melakukan intervensi kepada peserta didik maupun proses pembelajaran yang telah dilakukan.

Asesmen Formatif

  • Dilaksanakan bersamaan dalam proses pembelajaran, yang, kemudian ditindaklanjuti untuk memberi perlakuan berdasarkan kebutuhan peserta didik serta perbaikan proses pembelajaran.
  • Pendidik dapat menggunakan berbagai teknik seperti observasi, performa (kinerja, produk, proyek, portofolio), maupun tes.
  • Tindak lanjut yang dilakukan bisa dilakukan langsung dengan memberikan umpan balik atau melakukan intervensi.
  • Pendidik dapat mempersiapkan berbagai instrumen seperti rubrik, catatan anekdotal, lembar ceklist untuk mencatat informasi yang terjadi selama pembelajaran berlangsung.

24 of 27

  • Pelaporan asesmen dan umpan balik

Selanjutnya mari kita pelajari tentang…

Prinsip-prinsip Pelaporan Asesmen

25 of 27

Pelaporan Hasil Belajar

  • Pelaporan hasil adalah bagaimana sekolah mengkomunikasikan apa yang peserta didik ketahui, pahami, dan bisa lakukan.

  • Pelaporan menggambarkan perkembangan dari proses pembelajaran peserta didik, mengidentifikasi area yang perlu dikembangkan, dan berkontribusi pada efektivitas pembelajaran.

26 of 27

Bentuk Pelaporan Hasil Belajar yang Efektif

Melibatkan orang-tua peserta didik, peserta didik dan pendidik sebagai partner.

Merefleksikan nilai-nilai yang dianut oleh sekolah.

Menyeluruh, jujur, adil dan dapat dipertanggung jawabkan.

Jelas dan mudah dipahami oleh semua pihak.

27 of 27

TERIMA KASIH