1 of 41

ASESMEN PEMBELAJARAN MENDALAM

.

Menuju Pendidikan Bermutu untuk Semua

Di kompilasi Oleh :

HARTSA JAMILA ROCHI, S.Pd,MM

2 of 41

ASESMEN PEMBELAJARAN MENDALAM

.

Di kompilasi Oleh :

HARTSA JAMILA ROCHI, S.Pd,MM

3 of 41

4 of 41

DESAIN MERENCANAKAN PEMBELAJARAN DAN ASESMEN

5 of 41

6 of 41

Prinsip Asesmen Pembelajaran Mendalam

Pembelajaran menekankan pentingnya umpan balik dan asesmen autentik yang mencakup tiga fungsi asesmen sebagai berikut:

Asesmen sebagai Pembelajaran (Assessment as Learning)

Asesmen untuk Pembelajaran (Assessment for Learning)

Asesmen dalam Pembelajaran (Assessment of Learning)

Asesmen untuk refleksi proses pembelajaran dan refleksi diri murid

Asesmen untuk perbaikan proses pembelajaran berfungsi sebagai umpan balik membantu murid memahami progres belajar mereka, serta refleksi guru mengajar

Asesmen untuk mengukur capaian pembelajaran murid pada akhir pembelajaran

Contoh:

Jurnal reflektif, selfi-assessment, peer assessment, checklist kemajuan belajar, dan lainnya

Contoh:

Peta konsep, umpan balik formatif, observasi, pertanyaan diagnostik, dan lainnya

Contoh:

Tes lisan, tes tertulis, laporan, penilaian proyek, portofolio, dan lainnya

7 of 41

Prinsip Asesmen pembelajaran yang mengimplementasikan PM

  • keadilan,
  • keterbukaan,
  • objektivitas,
  • keberlanjutan,
  • holistik,
  • keanekaragaman,
  • integritas,
  • akuntabilitas,
  • responsivitas, dan
  • keterhubungan dengan tujuan pendidikan

Prinsip-prinsip asesmen ini harus berorientasi pada peningkatan kualitas pembelajaran, pengembangan kompetensi murid , dan memberikan gambaran yang akurat tentang pencapaian hasil belajar

Fokus pada asesmen hasil belajar, asesmen proses yang mengarahkan murid untuk terus belajar dan berkembang, serta merasakan kegembiraan dalam proses belajar

8 of 41

Asesmen Pembelajaran Mendalam

Asesmen formatif yang memberikan umpan balik berkala yang membantu murid memahami kemajuan belajar mereka, kekuatan, dan area yang perlu diperbaiki agar murid mampu memperdalam pemahaman mereka dan melakukan perbaikan proses belajar secara berkelanjutan.

Asesmen sumatif pada tingkat madrasah memberikan gambaran yang jelas tentang sejauh mana murid telah memahami dan menguasai materi yang diajarkan

Asesmen diri murid untuk bertanggung jawab atas pembelajaran dan merefleksikan kemajuan capaian pembelajaran mereka sendiri dan menetapkan tujuan pribadi

9 of 41

Contoh Pembelajaran Mendalam

Asesmen Pembelajaran

  • Asesmen pada Awal Pembelajaran

Kuis Singkat pengetahuan awal tentang ekosistem hubungannya dengan aktivitas manusia

  • Asesmen pada proses pembelajaran

Peta konsep, presentasi, asesmen proyek pengelolaan sampah

  • Asesmen Akhir Pembelajaran Jurnal refleksi, tes tulis

10 of 41

Asesmen Awal dengan

Pendekatan Pembelajaran Mendalam

Pentingnya asesmen awal untuk mendukung pembelajaran mendalam.

Konsep, teknik, dan implementasi Asesmen Awal PM di kelas.

11 of 41

Mengapa Asesmen Awal Penting?

Kenali Kekuatan & Kelemahan

Memahami kemampuan murid agar pembelajaran tepat sasaran.

Strategi Pembelajaran Tepat

Menyesuaikan metode sesuai kebutuhan murid.

Landasan Pembelajaran

Membangun basis untuk pengembangan materi lanjutan.

Contoh

Siswa mahir matematika langsung dapat materi pengayaan.

12 of 41

Perbedaan Asesmen Tradisional vs.

Pembelajaran Mendalam

Fitur

Asesmen Tradisional

Asesmen Pembelajaran Mendalam

Fokus

Hafalan

Pemahaman Konsep

Jenis Soal

Pilihan Ganda, Isian

Studi Kasus, Proyek

Penilaian

Jawaban Benar/Salah

Proses Berpikir, Kreativitas

13 of 41

Teknik Asesmen Awal Pembelajaran Mendalam

Observasi Perilaku

Amati partisipasi dan interaksi murid di kelas.

Diskusi Kelompok

Menilai kemampuan kolaborasi dan kemampuan argumentasi murid.

Penugasan Proyek

Berikan tugas untuk aplikasikan pengetahuan murid.

Contoh

Studi kasus masalah lingkungan berupa tugas terintegrasi.

14 of 41

Contoh Asesmen Awal dengan Studi Kasus Sederhana

Judul Tugas

"Sampah di Madrasah Kita"

Deskripsi

Identifikasi masalah, cari solusi, lalu presentasikan hasilnya.

Penilaian

Kreativitas, pemahaman, dan kemampuan presentasi.

Metrik Keberhasilan

80% siswa mengidentifikasi minimal tiga masalah sampah.

15 of 41

Alat Bantu Asesmen Awal

Rubrik Penilaian

Kriteria jelas dan terukur untuk evaluasi yang objektif.

Daftar Periksa

Checklist observasi untuk memudahkan pencatatan hasil.

Catatan Anekdot

Rekam perilaku penting yang mendukung penilaian.

Contoh Rubrik

Meliputi aspek masalah, solusi, presentasi, dan kerja sama.

16 of 41

Asesmen Sumatif dalam Pembelajaran Mendalam

Asesmen sumatif penting untuk mengukur hasil pembelajaran secara menyeluruh.

Di era Merdeka Belajar, asesmen mendukung pembelajaran yang bermakna dan mendalam.

17 of 41

Ciri-ciri Asesmen Sumatif yang Efektif

Validitas

Mengukur aspek pembelajaran yang seharusnya diukur dengan tepat.

Reliabilitas

Memberikan hasil yang konsisten saat diuji ulang.

Objektivitas

Penilaian bebas dari bias dan adil bagi semua murid

Praktikabilitas

Mudah dilaksanakan dan hasilnya mudah dimengerti oleh guru dan murid

18 of 41

Karakteristik Asesmen Sumatif dalam Pembelajaran Mendalam

Alat Ukur Keberhasilan

Menilai pemahaman mendalam, bukan hanya hafalan.

Fokus Konsep

Mengukur kemampuan analisis dan pemecahan masalah.

Contoh Asesmen

Studi kasus, portofolio, proyek, presentasi sebagai metode.

19 of 41

Bentuk-bentuk Asesmen Sumatif dalam Pembelajaran Mendalam

Penilaian Proyek

Mengukur aplikasi konsep dalam tugas nyata.

Studi Kasus

Menganalisis dan menyelesaikan masalah kompleks.

Presentasi

Menunjukkan pemahaman melalui komunikasi lisan.

Portofolio

Kumpulan bukti pembelajaran selama periode waktu tertentu.

20 of 41

Contoh Penerapan Asesmen Sumatif

1

Deskripsi Studi Kasus

2

Rubrik Penilaian

Kriteria jelas: analisis, solusi, komunikasi, kreativitas.

3

Analisis dampak kebijakan publik dalam konteks lokal.

Contoh Kasus

Solusi masalah lingkungan sekitar sekolah.

21 of 41

Pengembangan Instrumen Asesmen Sumatif

Jenis Instrumen

Contoh

Tes

Kuis, soal essay, dan tes pilihan ganda.

Portofolio

Kumpulan karya siswa yang menunjukkan perkembangan pembelajaran.

Observasi

Pemantauan langsung terhadap proses belajar murid

22 of 41

ASESMEN FORMATIF DALAM “PEMBELAJARAN MENDALAM”

Asesmen Formatif Adalah Proses Pengumpulan Dan Penggunaan Informasi Tentang Pembelajaran Siswa Untuk Memandu Dan Meningkatkan Proses Belajar Mengajar. Dalam Pendekatan Pembelajaran Mendalam, Asesmen Formatif Menjadi Pendekatan Kunci Untuk Memantau Dan Meningkatkan Pembelajaran Secara Berkelanjutan.

23 of 41

Asesmen Formatif

Asesmen di awal tahun pembelajaran bersifat opsional, yang lebih ditekankan adalah pelaksanaan asesmen awal sebelum melaksanakan pembelajaran.

Asesmen dapat menggunakan metode yang sederhana, sehingga umpan balik hasil asesmen tersebut dapat diperoleh dengan cepat, dapat dilakukan dengan teknik observasi, atau menggunakan instrumen asesmen diri, dan asesmen antar teman. (self – peer asesmen)

Asesmen formatif yang dilakukan di awal pembelajaran akan memberikan informasi kepada pendidik tentang kesiapan belajar murid . Berdasarkan asesmen ini, pendidik perlu menyesuaikan/memodifikasi rencana pelaksanaan pembelajarannya agar sesuai dengan kebutuhan murid .

Asesmen formatif, yaitu asesmen yang bertujuan untuk memberikan informasi atau umpan balik bagi pendidik dan murid untuk memperbaiki proses belajar. Asesmen formatif berupa:

  • Asesmen di awal pembelajaran yang dilakukan untuk mengetahui kesiapan murid untuk mempelajari materi ajar dan

mencapai tujuan pembelajaran yang direncanakan.

  • Asesmen di dalam proses pembelajaran untuk mengetahui perkembangan peserta didik dan sekaligus pemberian umpan

balik yang cepat.

    • Asesmen formatif tidak seharusnya digunakan untuk menentukan nilai rapor, keputusan kenaikan kelas, kelulusan, atau keputusan-keputusan penting lainnya.
  • Asesmen dilaksanakan bersamaan dengan proses pembelajaran yang sedang berlangsung sehingga asesmen formatif dan pembelajaran menjadi suatu kesatuan.

24 of 41

Definisi dan Prinsip Asesmen Formatif

Definisi

Asesmen formatif adalah proses pengumpulan dan analisis data tentang pembelajaran siswa yang dilakukan secara berkelanjutan untuk memandu dan meningkatkan proses belajar mengajar.

Prinsip

Bersifat diagnostik, fokus pada proses belajar, berkelanjutan, kolaboratif, dan memberikan umpan balik yang konstruktif.

Asesmen formatif dalam Pembelajaran Mendalam adalah alat penting untuk meningkatkan pembelajaran. Guru dapat memahami kemajuan siswa dan memberikan umpan balik yang tepat waktu untuk membantu mereka belajar.

25 of 41

Memahami Asesmen Formatif

Asesmen formatif merupakan proses berkelanjutan yang membantu guru memantau pemahaman siswa selama pembelajaran.

1

Pengumpulan Data

Guru dapat mengumpulkan data melalui pengamatan, pertanyaan, tugas, dan penilaian informal.

2

Interpretasi Data

Interpretasi data membantu guru memahami kesiapan, pemahaman, dan kesulitan murid

3

Perencanaan Pembelajaran

Guru dapat menyesuaikan strategi pembelajaran berdasarkan data yang terkumpul.

26 of 41

Prinsip-Prinsip Utama Asesmen Formatif yang Efektif

Berfokus pada Tujuan Pembelajaran

Asesmen formatif harus dirancang untuk mengukur kemajuan siswa dalam mencapai tujuan pembelajaran yang telah ditetapkan.

Bersifat Kontinu dan Teratur

Asesmen formatif harus dilakukan secara teratur, bukan hanya pada akhir pembelajaran.

Memperhatikan Persepsi Siswa

Asesmen formatif harus mempertimbangkan pemahaman dan perspektif siswa tentang materi pelajaran.

Membuat Umpan Balik yang Bermakna

Umpan balik harus diberikan dengan jelas, spesifik, dan bermanfaat bagi siswa untuk memperbaiki kekurangan mereka.

27 of 41

Pentingnya Asesmen Formatif dalam Pembelajaran Murid

1

Meningkatkan Motivasi

Asesmen formatif memberikan siswa umpan balik yang bermakna, mendorong mereka untuk lebih aktif terlibat dalam proses belajar.

2

Identifikasi Kebutuhan

Guru dapat mengidentifikasi kesenjangan pemahaman siswa dan memberikan bantuan yang tepat waktu.

3

Mengembangkan Kompetensi

Asesmen ini membantu siswa untuk memahami materi pelajaran dengan lebih baik dan mengembangkan keterampilan belajar yang lebih kuat.

4

Meningkatkan Kualitas Pembelajaran

Asesmen formatif memungkinkan guru untuk menyesuaikan strategi pengajaran agar sesuai dengan kebutuhan murid

28 of 41

Manfaat Asesmen Formatif

Asesmen formatif memiliki berbagai manfaat bagi siswa dan guru.

Bagi Murid

  • Meningkatkan pemahaman

Membangun kepercayaan diri Meningkatkan motivasi belajar

Bagi Guru

  • Meningkatkan kualitas pembelajaran

Memperoleh umpan balik yang berharga Membuat keputusan pembelajaran yang tepat

29 of 41

Peran Asesmen Formatif dalam

Pembelajaran Mendalam

1

Pemantauan Pembelajaran

Memberikan informasi tentang kemajuan dan kebutuhan murid secara individual.

2

Pengarahan Pembelajaran

Membantu guru dalam menyesuaikan strategi dan materi pembelajaran agar lebih efektif.

3

Peningkatan Pembelajaran

Memberikan umpan balik yang konstruktif kepada murid, sehingga mereka dapat memahami kekurangan dan meningkatkan pembelajaran.

30 of 41

Implementasi Asesmen Formatif di Kelas

Perencanaan

Menetapkan tujuan pembelajaran dan strategi asesmen yang relevan.

Pelaksanaan

Melakukan asesmen secara berkelanjutan selama proses pembelajaran.

Analisis dan Umpan Balik

Menganalisis data asesmen dan memberikan umpan balik kepada murid dan guru.

31 of 41

Strategi Implementasi Asesmen Formatif

1

Pertanyaan Refleksi

Mengajukan pertanyaan refleksi untuk merangsang siswa berpikir kritis tentang pemahaman mereka.

2

Latihan dan Quiz Singkat

Melakukan latihan dan quiz singkat secara berkala untuk mengukur pemahaman siswa dan mengidentifikasi area yang perlu ditingkatkan.

3

Peta Konsep dan Diagram

Meminta siswa untuk membuat peta konsep dan diagram untuk memvisualisasikan pemahaman mereka.

4

Portofolio dan Proyek

Meminta siswa untuk mengumpulkan karya mereka dalam portofolio atau menyelesaikan proyek untuk menunjukkan pemahaman mereka.

32 of 41

Strategi untuk Asesmen Formatif yang Efektif

Ada berbagai strategi yang dapat membantu guru menerapkan asesmen formatif secara efektif.

1

Perencanaan yang matang

Tentukan tujuan pembelajaran, jenis asesmen, dan cara mengumpulkan data.

2

Pemberian umpan balik yang konstruktif

Berikan umpan balik yang spesifik, tepat waktu, dan bermanfaat untuk membantu siswa belajar.

3

Memanfaatkan teknologi

Teknologi dapat membantu guru dalam mengumpulkan data, memberikan umpan balik, dan memantau kemajuan murid

33 of 41

Incorporating Technology to Enhance Formative Assessment

Platform Pembelajaran Online

Manfaatkan platform pembelajaran online untuk memberikan kuis, tugas, dan umpan balik secara digital.

Aplikasi Pembelajaran Interaktif

Gunakan aplikasi pembelajaran interaktif yang memungkinkan siswa untuk berlatih dan diuji secara mandiri.

Alat Analisis Data

Gunakan alat analisis data untuk menganalisis hasil asesmen dan mengidentifikasi tren pemahaman murid

34 of 41

Penilaian Berbasis Bukti dan Umpan Balik Konstruktif

Penilaian Berbasis Bukti

Menggunakan berbagai sumber data untuk menilai pembelajaran murid, seperti hasil tes, portofolio, dan observasi.

Umpan Balik Konstruktif

Memberikan umpan balik yang spesifik, jelas, dan fokus pada peningkatan.

35 of 41

Mempromosikan Keterlibatan Siswa dan

Umpan Balik

Keterlibatan siswa dalam proses asesmen formatif sangat penting.

Pembelajaran Kolaboratif

Murid dapat bekerja sama dalam kelompok untuk saling memberikan umpan balik.

Penilaian Diri

Murid dapat menilai pemahaman mereka sendiri dan menentukan area yang perlu ditingkatkan.

Portofolio

Murid dapat mengumpulkan karya mereka untuk menunjukkan kemajuan dan refleksi mereka.

36 of 41

Memberikan Umpan Balik yang Bermakna untuk Meningkatkan pembelajaran

Tepat Waktu

Berikan umpan balik segera setelah asesmen dilakukan.

Spesifik dan Berfokus

Identifikasi dengan jelas aspek yang kuat dan yang perlu ditingkatkan.

Konstruktif dan Positif

Dorong murid untuk belajar dari kesalahan dan meningkatkan kinerja.

Bersifat Dua Arah

Berikan kesempatan bagi smurid untuk memberikan umpan balik.

ba

Bagaimana memberi Umpan Balik Yang Bermakna?

37 of 41

Menyelaraskan Asesmen Formatif dengan Tujuan Kurikulum

Asesmen Formatif

Tujuan Kurikulum

Pengembangan Keterampilan Berpikir Kritis Penguasaan Konsep

Keterampilan Komunikasi

Pertanyaan terbuka, analisis kasus, debat kelas

Quiz singkat, peta konsep, diagram Presentasi, diskusi kelompok, menulis esai

38 of 41

Kolaborasi Guru-Siswa dalam Asesmen Formatif

Peran Siswa

Berpartisipasi aktif dalam proses asesmen, memberikan umpan balik kepada guru, dan memonitor kemajuan pembelajaran sendiri.

Peran Guru

Membimbing murid dalam melakukan asesmen diri, memberikan umpan balik yang konstruktif, dan membantu siswa dalam mengatasi kesulitan.

39 of 41

Tantangan dan Peluang Asesmen Formatif dalam PM

1

Tantangan

Perubahan paradigma, keterbatasan sumber daya, dan kurangnya pelatihan guru.

2

Peluang

Peningkatan kualitas pembelajaran, pengembangan karakter siswa, dan kesiapan murid menghadapi masa depan.

40 of 41

Tantangan Implementasi Asesmen dalam PM

Keterbatasan Waktu

Mengelola waktu agar dapat memberikan asesmen formatif yang cukup tanpa mengorbankan waktu pembelajaran.

Sumber Daya Terbatas

Memanfaatkan sumber daya yang ada secara efektif untuk mengembangkan dan menerapkan asesmen formatif.

Keterampilan Guru

Memberikan pelatihan kepada guru tentang cara merancang dan menerapkan asesmen formatif yang efektif.

Kerjasama

Meningkatkan kolaborasi antara guru, murid, dan orang tua dalam proses asesmen formatif.

41 of 41

Terima Kasih-Syukron Katsir @pokjawas_madrasah @melayani_mengayomi @pengawas_berdaya

@madrasah_jaya @guru_digdaya @siswa_berprestasi