ASESMEN PEMBELAJARAN MENDALAM
.
Menuju Pendidikan Bermutu untuk Semua
Di kompilasi Oleh :
HARTSA JAMILA ROCHI, S.Pd,MM
ASESMEN PEMBELAJARAN MENDALAM
.
Di kompilasi Oleh :
HARTSA JAMILA ROCHI, S.Pd,MM
DESAIN MERENCANAKAN PEMBELAJARAN DAN ASESMEN
Prinsip Asesmen Pembelajaran Mendalam
Pembelajaran menekankan pentingnya umpan balik dan asesmen autentik yang mencakup tiga fungsi asesmen sebagai berikut:
Asesmen sebagai Pembelajaran (Assessment as Learning)
Asesmen untuk Pembelajaran (Assessment for Learning)
Asesmen dalam Pembelajaran (Assessment of Learning)
Asesmen untuk refleksi proses pembelajaran dan refleksi diri murid
Asesmen untuk perbaikan proses pembelajaran berfungsi sebagai umpan balik membantu murid memahami progres belajar mereka, serta refleksi guru mengajar
Asesmen untuk mengukur capaian pembelajaran murid pada akhir pembelajaran
Contoh:
Jurnal reflektif, selfi-assessment, peer assessment, checklist kemajuan belajar, dan lainnya
Contoh:
Peta konsep, umpan balik formatif, observasi, pertanyaan diagnostik, dan lainnya
Contoh:
Tes lisan, tes tertulis, laporan, penilaian proyek, portofolio, dan lainnya
Prinsip Asesmen pembelajaran yang mengimplementasikan PM
Prinsip-prinsip asesmen ini harus berorientasi pada peningkatan kualitas pembelajaran, pengembangan kompetensi murid , dan memberikan gambaran yang akurat tentang pencapaian hasil belajar
Fokus pada asesmen hasil belajar, asesmen proses yang mengarahkan murid untuk terus belajar dan berkembang, serta merasakan kegembiraan dalam proses belajar
Asesmen Pembelajaran Mendalam
Asesmen formatif yang memberikan umpan balik berkala yang membantu murid memahami kemajuan belajar mereka, kekuatan, dan area yang perlu diperbaiki agar murid mampu memperdalam pemahaman mereka dan melakukan perbaikan proses belajar secara berkelanjutan.
Asesmen sumatif pada tingkat madrasah memberikan gambaran yang jelas tentang sejauh mana murid telah memahami dan menguasai materi yang diajarkan
Asesmen diri murid untuk bertanggung jawab atas pembelajaran dan merefleksikan kemajuan capaian pembelajaran mereka sendiri dan menetapkan tujuan pribadi
Contoh Pembelajaran Mendalam
Asesmen Pembelajaran
Kuis Singkat pengetahuan awal tentang ekosistem hubungannya dengan aktivitas manusia
Peta konsep, presentasi, asesmen proyek pengelolaan sampah
Asesmen Awal dengan
Pendekatan Pembelajaran Mendalam
Pentingnya asesmen awal untuk mendukung pembelajaran mendalam.
Konsep, teknik, dan implementasi Asesmen Awal PM di kelas.
Mengapa Asesmen Awal Penting?
Kenali Kekuatan & Kelemahan
Memahami kemampuan murid agar pembelajaran tepat sasaran.
Strategi Pembelajaran Tepat
Menyesuaikan metode sesuai kebutuhan murid.
Landasan Pembelajaran
Membangun basis untuk pengembangan materi lanjutan.
Contoh
Siswa mahir matematika langsung dapat materi pengayaan.
Perbedaan Asesmen Tradisional vs.
Pembelajaran Mendalam
Fitur
Asesmen Tradisional
Asesmen Pembelajaran Mendalam
Fokus
Hafalan
Pemahaman Konsep
Jenis Soal
Pilihan Ganda, Isian
Studi Kasus, Proyek
Penilaian
Jawaban Benar/Salah
Proses Berpikir, Kreativitas
Teknik Asesmen Awal Pembelajaran Mendalam
Observasi Perilaku
Amati partisipasi dan interaksi murid di kelas.
Diskusi Kelompok
Menilai kemampuan kolaborasi dan kemampuan argumentasi murid.
Penugasan Proyek
Berikan tugas untuk aplikasikan pengetahuan murid.
Contoh
Studi kasus masalah lingkungan berupa tugas terintegrasi.
Contoh Asesmen Awal dengan Studi Kasus Sederhana
Judul Tugas
"Sampah di Madrasah Kita"
Deskripsi
Identifikasi masalah, cari solusi, lalu presentasikan hasilnya.
Penilaian
Kreativitas, pemahaman, dan kemampuan presentasi.
Metrik Keberhasilan
80% siswa mengidentifikasi minimal tiga masalah sampah.
Alat Bantu Asesmen Awal
Rubrik Penilaian
Kriteria jelas dan terukur untuk evaluasi yang objektif.
Daftar Periksa
Checklist observasi untuk memudahkan pencatatan hasil.
Catatan Anekdot
Rekam perilaku penting yang mendukung penilaian.
Contoh Rubrik
Meliputi aspek masalah, solusi, presentasi, dan kerja sama.
Asesmen Sumatif dalam Pembelajaran Mendalam
Asesmen sumatif penting untuk mengukur hasil pembelajaran secara menyeluruh.
Di era Merdeka Belajar, asesmen mendukung pembelajaran yang bermakna dan mendalam.
Ciri-ciri Asesmen Sumatif yang Efektif
Validitas
Mengukur aspek pembelajaran yang seharusnya diukur dengan tepat.
Reliabilitas
Memberikan hasil yang konsisten saat diuji ulang.
Objektivitas
Penilaian bebas dari bias dan adil bagi semua murid
Praktikabilitas
Mudah dilaksanakan dan hasilnya mudah dimengerti oleh guru dan murid
Karakteristik Asesmen Sumatif dalam Pembelajaran Mendalam
Alat Ukur Keberhasilan
Menilai pemahaman mendalam, bukan hanya hafalan.
Fokus Konsep
Mengukur kemampuan analisis dan pemecahan masalah.
Contoh Asesmen
Studi kasus, portofolio, proyek, presentasi sebagai metode.
Bentuk-bentuk Asesmen Sumatif dalam Pembelajaran Mendalam
Penilaian Proyek
Mengukur aplikasi konsep dalam tugas nyata.
Studi Kasus
Menganalisis dan menyelesaikan masalah kompleks.
Presentasi
Menunjukkan pemahaman melalui komunikasi lisan.
Portofolio
Kumpulan bukti pembelajaran selama periode waktu tertentu.
Contoh Penerapan Asesmen Sumatif
1
Deskripsi Studi Kasus
2
Rubrik Penilaian
Kriteria jelas: analisis, solusi, komunikasi, kreativitas.
3
Analisis dampak kebijakan publik dalam konteks lokal.
Contoh Kasus
Solusi masalah lingkungan sekitar sekolah.
Pengembangan Instrumen Asesmen Sumatif
Jenis Instrumen
Contoh
Tes
Kuis, soal essay, dan tes pilihan ganda.
Portofolio
Kumpulan karya siswa yang menunjukkan perkembangan pembelajaran.
Observasi
Pemantauan langsung terhadap proses belajar murid
ASESMEN FORMATIF DALAM “PEMBELAJARAN MENDALAM”
Asesmen Formatif Adalah Proses Pengumpulan Dan Penggunaan Informasi Tentang Pembelajaran Siswa Untuk Memandu Dan Meningkatkan Proses Belajar Mengajar. Dalam Pendekatan Pembelajaran Mendalam, Asesmen Formatif Menjadi Pendekatan Kunci Untuk Memantau Dan Meningkatkan Pembelajaran Secara Berkelanjutan.
Asesmen Formatif
⮚
⮚
⮚
Asesmen di awal tahun pembelajaran bersifat opsional, yang lebih ditekankan adalah pelaksanaan asesmen awal sebelum melaksanakan pembelajaran.
Asesmen dapat menggunakan metode yang sederhana, sehingga umpan balik hasil asesmen tersebut dapat diperoleh dengan cepat, dapat dilakukan dengan teknik observasi, atau menggunakan instrumen asesmen diri, dan asesmen antar teman. (self – peer asesmen)
Asesmen formatif yang dilakukan di awal pembelajaran akan memberikan informasi kepada pendidik tentang kesiapan belajar murid . Berdasarkan asesmen ini, pendidik perlu menyesuaikan/memodifikasi rencana pelaksanaan pembelajarannya agar sesuai dengan kebutuhan murid .
Asesmen formatif, yaitu asesmen yang bertujuan untuk memberikan informasi atau umpan balik bagi pendidik dan murid untuk memperbaiki proses belajar. Asesmen formatif berupa:
mencapai tujuan pembelajaran yang direncanakan.
balik yang cepat.
Definisi dan Prinsip Asesmen Formatif
Definisi
Asesmen formatif adalah proses pengumpulan dan analisis data tentang pembelajaran siswa yang dilakukan secara berkelanjutan untuk memandu dan meningkatkan proses belajar mengajar.
Prinsip
Bersifat diagnostik, fokus pada proses belajar, berkelanjutan, kolaboratif, dan memberikan umpan balik yang konstruktif.
Asesmen formatif dalam Pembelajaran Mendalam adalah alat penting untuk meningkatkan pembelajaran. Guru dapat memahami kemajuan siswa dan memberikan umpan balik yang tepat waktu untuk membantu mereka belajar.
Memahami Asesmen Formatif
Asesmen formatif merupakan proses berkelanjutan yang membantu guru memantau pemahaman siswa selama pembelajaran.
1
Pengumpulan Data
Guru dapat mengumpulkan data melalui pengamatan, pertanyaan, tugas, dan penilaian informal.
2
Interpretasi Data
Interpretasi data membantu guru memahami kesiapan, pemahaman, dan kesulitan murid
3
Perencanaan Pembelajaran
Guru dapat menyesuaikan strategi pembelajaran berdasarkan data yang terkumpul.
Prinsip-Prinsip Utama Asesmen Formatif yang Efektif
Berfokus pada Tujuan Pembelajaran
Asesmen formatif harus dirancang untuk mengukur kemajuan siswa dalam mencapai tujuan pembelajaran yang telah ditetapkan.
Bersifat Kontinu dan Teratur
Asesmen formatif harus dilakukan secara teratur, bukan hanya pada akhir pembelajaran.
Memperhatikan Persepsi Siswa
Asesmen formatif harus mempertimbangkan pemahaman dan perspektif siswa tentang materi pelajaran.
Membuat Umpan Balik yang Bermakna
Umpan balik harus diberikan dengan jelas, spesifik, dan bermanfaat bagi siswa untuk memperbaiki kekurangan mereka.
Pentingnya Asesmen Formatif dalam Pembelajaran Murid
1
Meningkatkan Motivasi
Asesmen formatif memberikan siswa umpan balik yang bermakna, mendorong mereka untuk lebih aktif terlibat dalam proses belajar.
2
Identifikasi Kebutuhan
Guru dapat mengidentifikasi kesenjangan pemahaman siswa dan memberikan bantuan yang tepat waktu.
3
Mengembangkan Kompetensi
Asesmen ini membantu siswa untuk memahami materi pelajaran dengan lebih baik dan mengembangkan keterampilan belajar yang lebih kuat.
4
Meningkatkan Kualitas Pembelajaran
Asesmen formatif memungkinkan guru untuk menyesuaikan strategi pengajaran agar sesuai dengan kebutuhan murid
Manfaat Asesmen Formatif
Asesmen formatif memiliki berbagai manfaat bagi siswa dan guru.
Bagi Murid
•
•
Membangun kepercayaan diri Meningkatkan motivasi belajar
Bagi Guru
•
•
Memperoleh umpan balik yang berharga Membuat keputusan pembelajaran yang tepat
Peran Asesmen Formatif dalam
Pembelajaran Mendalam
1
Pemantauan Pembelajaran
Memberikan informasi tentang kemajuan dan kebutuhan murid secara individual.
2
Pengarahan Pembelajaran
Membantu guru dalam menyesuaikan strategi dan materi pembelajaran agar lebih efektif.
3
Peningkatan Pembelajaran
Memberikan umpan balik yang konstruktif kepada murid, sehingga mereka dapat memahami kekurangan dan meningkatkan pembelajaran.
Implementasi Asesmen Formatif di Kelas
Perencanaan
Menetapkan tujuan pembelajaran dan strategi asesmen yang relevan.
Pelaksanaan
Melakukan asesmen secara berkelanjutan selama proses pembelajaran.
Analisis dan Umpan Balik
Menganalisis data asesmen dan memberikan umpan balik kepada murid dan guru.
Strategi Implementasi Asesmen Formatif
1
Pertanyaan Refleksi
Mengajukan pertanyaan refleksi untuk merangsang siswa berpikir kritis tentang pemahaman mereka.
2
Latihan dan Quiz Singkat
Melakukan latihan dan quiz singkat secara berkala untuk mengukur pemahaman siswa dan mengidentifikasi area yang perlu ditingkatkan.
3
Peta Konsep dan Diagram
Meminta siswa untuk membuat peta konsep dan diagram untuk memvisualisasikan pemahaman mereka.
4
Portofolio dan Proyek
Meminta siswa untuk mengumpulkan karya mereka dalam portofolio atau menyelesaikan proyek untuk menunjukkan pemahaman mereka.
Strategi untuk Asesmen Formatif yang Efektif
Ada berbagai strategi yang dapat membantu guru menerapkan asesmen formatif secara efektif.
1
Perencanaan yang matang
Tentukan tujuan pembelajaran, jenis asesmen, dan cara mengumpulkan data.
2
Pemberian umpan balik yang konstruktif
Berikan umpan balik yang spesifik, tepat waktu, dan bermanfaat untuk membantu siswa belajar.
3
Memanfaatkan teknologi
Teknologi dapat membantu guru dalam mengumpulkan data, memberikan umpan balik, dan memantau kemajuan murid
Incorporating Technology to Enhance Formative Assessment
Platform Pembelajaran Online
Manfaatkan platform pembelajaran online untuk memberikan kuis, tugas, dan umpan balik secara digital.
Aplikasi Pembelajaran Interaktif
Gunakan aplikasi pembelajaran interaktif yang memungkinkan siswa untuk berlatih dan diuji secara mandiri.
Alat Analisis Data
Gunakan alat analisis data untuk menganalisis hasil asesmen dan mengidentifikasi tren pemahaman murid
Penilaian Berbasis Bukti dan Umpan Balik Konstruktif
Penilaian Berbasis Bukti
Menggunakan berbagai sumber data untuk menilai pembelajaran murid, seperti hasil tes, portofolio, dan observasi.
Umpan Balik Konstruktif
Memberikan umpan balik yang spesifik, jelas, dan fokus pada peningkatan.
Mempromosikan Keterlibatan Siswa dan
Umpan Balik
Keterlibatan siswa dalam proses asesmen formatif sangat penting.
Pembelajaran Kolaboratif
Murid dapat bekerja sama dalam kelompok untuk saling memberikan umpan balik.
Penilaian Diri
Murid dapat menilai pemahaman mereka sendiri dan menentukan area yang perlu ditingkatkan.
Portofolio
Murid dapat mengumpulkan karya mereka untuk menunjukkan kemajuan dan refleksi mereka.
Memberikan Umpan Balik yang Bermakna untuk Meningkatkan pembelajaran
Tepat Waktu
Berikan umpan balik segera setelah asesmen dilakukan.
Spesifik dan Berfokus
Identifikasi dengan jelas aspek yang kuat dan yang perlu ditingkatkan.
Konstruktif dan Positif
Dorong murid untuk belajar dari kesalahan dan meningkatkan kinerja.
Bersifat Dua Arah
Berikan kesempatan bagi smurid untuk memberikan umpan balik.
ba
Bagaimana memberi Umpan Balik Yang Bermakna?
Menyelaraskan Asesmen Formatif dengan Tujuan Kurikulum
Asesmen Formatif
Tujuan Kurikulum
Pengembangan Keterampilan Berpikir Kritis Penguasaan Konsep
Keterampilan Komunikasi
Pertanyaan terbuka, analisis kasus, debat kelas
Quiz singkat, peta konsep, diagram Presentasi, diskusi kelompok, menulis esai
Kolaborasi Guru-Siswa dalam Asesmen Formatif
Peran Siswa
Berpartisipasi aktif dalam proses asesmen, memberikan umpan balik kepada guru, dan memonitor kemajuan pembelajaran sendiri.
Peran Guru
Membimbing murid dalam melakukan asesmen diri, memberikan umpan balik yang konstruktif, dan membantu siswa dalam mengatasi kesulitan.
Tantangan dan Peluang Asesmen Formatif dalam PM
1
Tantangan
Perubahan paradigma, keterbatasan sumber daya, dan kurangnya pelatihan guru.
2
Peluang
Peningkatan kualitas pembelajaran, pengembangan karakter siswa, dan kesiapan murid menghadapi masa depan.
Tantangan Implementasi Asesmen dalam PM
Keterbatasan Waktu
Mengelola waktu agar dapat memberikan asesmen formatif yang cukup tanpa mengorbankan waktu pembelajaran.
Sumber Daya Terbatas
Memanfaatkan sumber daya yang ada secara efektif untuk mengembangkan dan menerapkan asesmen formatif.
Keterampilan Guru
Memberikan pelatihan kepada guru tentang cara merancang dan menerapkan asesmen formatif yang efektif.
Kerjasama
Meningkatkan kolaborasi antara guru, murid, dan orang tua dalam proses asesmen formatif.
Terima Kasih-Syukron Katsir @pokjawas_madrasah @melayani_mengayomi @pengawas_berdaya
@madrasah_jaya @guru_digdaya @siswa_berprestasi