1 of 20

MANAJEMEN RISIKO �KEUANGAN DAN NON KEUANGAN

2 of 20

TIPE ANALISIS

  • TIPE ANALISIS
  • Tipe kualitatif
  • Tipe semi kuantitatif
  • Tipe kuantitatif
  • Kombinasi dari tipe-tipe tersebut Analisis kualitatif digunakan untuk melihat gambaran umum level risiko,setelah itu digunakan analisis kuantitatif atau semi kuantitatif untuk lebih merinci risikonya
  • Lemahnya manajemen Manajer kurang kompeten (tidak memiliki sense of leadership, kemampuan berpikir dan pengetahuan yang luas) Ketidakmampuan manajemen untuk menjawab perubahan lingkungan usaha dengan cepat dan tepat Struktur organisasi yang tidak efektif

3 of 20

RISIKO NON KEUANGAN

  1. Risiko Sumber Daya manusia
  2. Risiko Operasional
  3. Risiko Pemasaran

4 of 20

1. RISIKO SUMBER DAYA MANUSIA

  • Ketergantungan pada pekerja utama/ senior/ pekerja inti
  • Kesejahteraan karyawan yang masih rendah
  • Lemahnya manajemen
  • Manajer kurang kompeten (tidak memiliki sense of leadership, kemampuan berpikir dan pengetahuan yang luas)
  • Ketidakmampuan manajemen untuk menjawab perubahan lingkungan usaha dengan cepat dan tepat
  • Struktur organisasi yang tidak efektif

5 of 20

UPAYA_UPAYA EFEKTIF MENGHADAPI RISIKO SDM

  • Memiliki tim manajemen yang kuat
  • Menyiapkan SDM untuk suksesi
  • Melarang para eksekutif untuk bekerja rangkap
  • Sistem insentif atau penghargaan dan hukuman yang efektif
  • Menyiapkan deskripsi pekerjaan, spesifikasi pekerjaan, performance appraisal yang baik
  • Komunikasi efektif di antara pimpinan dan bawahan
  • Pelayanan kesehatan dan sistem keselamatan kerja yang memadai

6 of 20

RISIKO KESEHATAN DAN KESELAMATAN KERJA

7 of 20

2. RISIKO OPERASIONAL

  • Faktor risiko :
  • Mesin-mesin, suara bising, getaran
  • Bahaya listrik Bahan-bahan kimia
  • Stress dan kelelahan karyawan
  • Kerusakan Kendaraan
  • Kerugian pada perusahaan
  • Meningkatnya biaya pengobatan
  • Terganggunya proses produksi

8 of 20

RISIKO KEJAHATAN

  • Sasaran kejahatan terhadap perusahaan bisa terjadi pada gedung perkantoran, pabrik, gudang, stok barang, karyawan dan aset lainnya
  • Kejahatannya berupa :
  • pencurian,
  • pengrusakan,
  • perampokan
  • pemerasan

9 of 20

RISIKO KECURANGAN

  • RisikoKecurangan bisa dilakukan oleh kelompok-kelompok dalam perusahaan, seperti:
  • Blue color workers
  • Clerical workers
  • Rotasi karyawan bagian tertentu
  • Larangan masuk tempat atau ruang untuk karyawan yang tidak berkepentingan
  • Penggunaan alat pengaman (kamera, alarm, cermin,dll)
  • Tenaga keamanan yang handal

10 of 20

3. RISIKO PEMASARAN

  • Faktor kegagalan pemasaran :
  • Kebijakan pemerintah
  • Siklus kehidupan produk
  • Performa produk lemah
  • Promosi kurang
  • Gagal distribusi
  • Visi pemasaran
  • Pasar yang tepat
  • Menawarkan produk unggulan
  • Fokus pada pelanggan

11 of 20

  • Risiko peningkatan Biaya Pemasaran

Peningkatan biaya akibat mengikuti peraturan, misal penanganan limbah, kenaikan pajak, program keselamatan kerja

  • Risiko Pemalsuan produk

Merek merupakan salah satu objek pemalsuan bila merek terkenal (merugikan karena mengurangi pendapatan dan mengganggu reputasi perusahaan)

12 of 20

  • Risiko Siklus Kehidupan produk

Produk dengan siklus hidup pendek mudah mengalami penurunan permintaan

  • Risiko Persaingan Harga

Persaingan harga Konsumen hanya membeli produk dengan kinerja terbaik (kekuatan, kemudahan , pelayanan purna jual, dan sebagainya)

13 of 20

3. RISIKO PRODUKSI/ OPERASI

  • RISIKO PRODUKSI ATAU OPERASI INPUT Bahan Tenaga kerja Peralatan dll
  • TRANSFORMASI / PERUBAHAN Pemotongan Pencetakan Penghalusan OUTPUT Produk yang dihasilkan
  • MASALAH DALAM RISIKO PRODUKSI Kualitas bahan rendah Tidak terjaminnya ketersediaan bahan Lemahnya tenaga kerja bagian produksi Lemahnya mesin dan alat Lemahnya lokasi Lemahnya tata letak dan desain fasilitas

14 of 20

PENGENDALIAN RISIKO PRODUKSI/ OPERASI

  • MEMINIMALKAN RISIKO PRODUKSI
  • Pemilihan lokasi usaha yang strategis
  • Penyusunan tata letak yang tepat
  • Desain fasilitas yang baik
  • Manajemen mutu
  • Perencanaan dan pengendalian persediaan lahan, barang dalam proses dan produk jadi, termasuk pergudangannya
  • Penerapan metode kerja yang baik Pemilihan teknologi dan peralatan yang tepat

15 of 20

RISIKO KEUANGAN

  • Risiko Biaya Operasioanal Yang Tidak Efisien
  • Risiko Harga Yang Tidak menguntungkan
  • Risiko Pengembalian Utang

16 of 20

RISIKO BIAYA OPERASIONAL YANG TIDAK EFISIEN

  • Risiko biaya berlebihan :
  • Perusahaan terlalu kecil Perusahaan tidak beroperasi pada kapasitas penuh
  • Perusahaan tidak menerapkan perencanaan dan pengendalian persediaan bahan dan barang
  • Sistem manajemen mutu yang buruk
  • Mesin-mesin sudah tua, melampaui nilai ekonomisnya
  • Adanya kecurangan pada bagian pembelian
  • Biaya distribusi dan promosi yang terlalu tinggi

17 of 20

RISIKO HARGA YANG TIDAK MENGUNTUNGKAN �

  • Perusahaan menjual produk dengan harga terlalu murah, karena:
  • Perusahaan terlibat dalam perang harga
  • Perusahaan tidak mempunyai informasi yang cukup mengenai harga
  • Kesalahan dalam penentuan harga

18 of 20

�BEBAN BIAYA PENGEMBALIAN UTANG

  • Beban biaya pengembalian utang yang besar

Ketidaklancaran pengembalian utang, berdampak krisis kepercayaan dari pihak bank atau lembaga keuangan lainnya

  • Risiko dilikuidasi

Bila suatu perusahaan sudah tidak dapat lagi mendapat pinjaman dari bank karena nilai pinjamannya sudah maksimal,sedangkan perusahaan tidak mampu membayar utang-utangnya, maka perusahaan itu bisa dilikuidasi

19 of 20

PENGENDALIAN RISIKO KEUANGAN

  • Upaya-upaya meminimalkan risiko keuangan
  • Analisis dan diagnosis terhadap biaya-biaya perusahaan
  • Perencanaan dan pengendalian biaya secara tepat
  • Analisis dan diagnosis terhadap sumber-sumber dana serta alokasi penggunaannya yang tepat

20 of 20

PENGENDALIAN RISIKO SAAT KRISS KEUANGAN

  • Bila terjadi krisis keuangan, maka perusahaan harus menekan aliran uang ke luar perusahaan dengan cara:
  • Menghentikan pembelian yang tidak esensial
  • Menutup kegiatan-kegiatan yang banyak mengeluarkan biaya
  • Mengurangi ongkos-ongkos untuk kegiatan non produktif
  • Mengumpulkan piutang-piutang yang penting
  • Menjual aset atau divisi yang kurang produktif
  • Mengembangkan rencana-rencana mendesak supaya perusahaan tetap hidup
  • Berkomunikasi dengan bank dan kreditur lain