1 of 30

Pertemuan 7:�DIFUSI INOVASI�“Praktik, Ide, atau Obyek yang Dianggap Baru “

1

2 of 30

AWAL MULA TEORI DIFUSI INOVASI

Difusi Inovasi adalah teori yang berusaha menjelaskan bagaimana, mengapa, dan berapa tarif baru ide-ide dan teknologiDifusi Inovasi adalah teori yang berusaha menjelaskan bagaimana, mengapa, dan berapa tarif baru ide-ide dan teknologi menyebar melalui budaya .

Konsep ini pertama kali dipelajari oleh Perancis sosiologKonsep ini pertama kali dipelajari oleh Perancis sosiolog Gabriel TardeKonsep ini pertama kali dipelajari oleh Perancis sosiolog Gabriel Tarde (1890) dan oleh Jerman dan Austria antropologKonsep ini pertama kali dipelajari oleh Perancis sosiolog Gabriel Tarde (1890) dan oleh Jerman dan Austria antropolog seperti Friedrich RatzelKonsep ini pertama kali dipelajari oleh Perancis sosiolog Gabriel Tarde (1890) dan oleh Jerman dan Austria antropolog seperti Friedrich Ratzel dan Leo FrobeniusKonsep ini pertama kali dipelajari oleh Perancis sosiolog Gabriel Tarde (1890) dan oleh Jerman dan Austria antropolog seperti Friedrich Ratzel dan Leo Frobenius . [1]Konsep ini pertama kali dipelajari oleh Perancis sosiolog Gabriel Tarde (1890) dan oleh Jerman dan Austria antropolog seperti Friedrich Ratzel dan Leo Frobenius . [1] dasar epidemiologi atau internal-mempengaruhi pembentukan dirumuskan oleh H. Earl Pemberton, [2] yang memberikan contoh difusi institusional seperti perangko dan undang-undang wajib sekolah.

3 of 30

AWAL MULA TEORI DIFUSI INOVASI

Difusi inovasi menurut Rogers. Dengan kelompok-kelompok berturut konsumen mengadopsi teknologi baru (diperlihatkan dengan warna biru), pasar saham (kuning) akhirnya akan mencapai tingkat kejenuhan. In mathematics the S curve is known as the logistic functionDifusi inovasi menurut Rogers. Dengan kelompok-kelompok berturut konsumen mengadopsi teknologi baru (diperlihatkan dengan warna biru), pasar saham (kuning) akhirnya akan mencapai tingkat kejenuhan. In mathematics the S curve is known as the logistic function . Dalam matematika kurva S ini dikenal sebagai fungsi logistik.

1950

Tim eksplorasi Amerika Serikat ingin mengetahui bagaimana dan mengapa sebagian petani di sana mengadopsi teknik-teknik baru dalam pertanian dan sebagian lainnya tidak

4 of 30

S - Curve

5 of 30

AWAL MULA TEORI DIFUSI INOVASI

1962

Everett Rogers seorang profesor sosiologi pedesaan, menulis sebuah buku yang berjudul “ Diffusion of Innovations “

Dalam buku itu, Rogers disintesis penelitian dari lebih dari 508 studi difusi dan menghasilkan teori untuk penerapan inovasi di antara individu dan organisasi.

Buku ini diusulkan 4 elemen utama yang mempengaruhi penyebaran ide baru: inovasi, saluran komunikasi, waktu, dan sistem sosial.

Artinya, difusi adalah proses dimana suatu inovasi dikomunikasikan melalui saluran tertentu selama waktu di antara para anggota suatu sistem sosial.

Selama komunikasi, ide ini jarang ditinjau dari sudut pandang ilmiah, melainkan persepsi subjektif dari pengaruh difusi inovasi. Proses ini terjadi dari waktu ke waktu.

6 of 30

AWAL MULA TEORI DIFUSI INOVASI

Akhirnya, sistem sosial menentukan difusi, norma pada difusi, peran pemuka pendapat dan agen-agen perubahan, tipe keputusan inovasi dan konsekuensi inovasi.

Untuk menggunakan 'model Rogers di bidang kesehatan mengharuskan kita untuk menganggap bahwa inovasi dalam teori difusi klasik adalah setara dengan hasil penelitian ilmiah dalam konteks praktek, sebuah asumsi yang belum diuji secara ketat.

Rogers mengidentifikasi enam tradisi utama yang terkena dampak penelitian difusi: antropologiRogers mengidentifikasi enam tradisi utama yang terkena dampak penelitian difusi: antropologi , sosiologi awal, sosiologi pedesaanRogers mengidentifikasi enam tradisi utama yang terkena dampak penelitian difusi: antropologi , sosiologi awal, sosiologi pedesaan , pendidikanRogers mengidentifikasi enam tradisi utama yang terkena dampak penelitian difusi: antropologi , sosiologi awal, sosiologi pedesaan , pendidikan , industri, dan sosiologi medis . The diffusion of innovation theory has been largely influenced by the work of rural sociologists.

Teori difusi inovasi telah sangat dipengaruhi oleh karya sosiolog pedesaan.

7 of 30

APAKAH DIFUSI INOVASI ITU?

Inovasi

"an idea, practice, or object perceived as new by the individual."

Suatu gagasan, praktek, atau objek yang dianggap/dirasa baru oleh individu

tergantung apa yang dirasakan oleh individu terhadap ide, praktek atau benda tersebut

Difusi

Proses dimana suatu inovasi dikomunikasikan melalui saluran tertentu selama jangka waktu tertentu terhadap anggota suatu sistem sosial

Tipe Komunikasi

Pesan: Ide Baru

Jenis perubahan sosial pada struktur dan fungsi sistem sosial

8 of 30

PROSES DIFUSI INOVASI

Melibatkan 4 unsur utama:

Innovation ( inovasi), yaitu ide, praktek, atau benda yang dianggap baru oleh individu atau kelompok

Communication channel ( saluran komunikasi ), yaitu bagaimana pesan itu didapat suatu individu dari individu lainnya

Time ( waktu ), ada tiga faktor waktu, yaitu :

Innovation decision process ( proses keputusan inovasi )

Relative time which an inovation is adopted by individual or group.

( waktu relatif yang mana sebuah inovasi dipakai oleh individu atau kelompok )

Innovation’s rate of adoption ( tingkat adopsi inovasi )

Social system ( sistem sosial ), yaitu serangkaian bagian yang saling berhubungan dan bertujuan untuk mencapai tujuan umum

praktik, ide, atau obyek yang dianggap baru

9 of 30

INOVASI

Komponen ide

(aspek material atau produk fisik dari ide)

adopsi berupa tindakan

putusan simbolik

Komponen objek

Jika penerimaan terhadap suatu inovasi memiliki dua komponen tersebut, maka memerlukan

Jika penerimaan terhadap suatu inovasi hanya memiliki satu komponen tersebut, maka memerlukan

KOMPONEN INOVASI

10 of 30

Pandangan masyarakat terhadap penyebarluasan inovasi memiliki lima atribut yang menandai setiap gagasan atau cara baru, yaitu

Relative Advantage ( keuntungan relative )

Suatu derajat dimana inovasi dirasakan lebih baik dari pada ide lain yang menggantikannya. Derajat keuntungan tersebut bisa dihitung secar ekonomis, tetapi faktor prestasi sosial, kenyamanan dan kepuasan juga merupakan unsur penting

Compatibility ( kesesuaian )

Suatu derajat dimana inovasi dirasakan konsisten dengan nilai – nilai yang berlaku di masyarakat

Complexity ( kerumitan )

Mutu derajat dimana inovasi dirasakan sukar untuk dimengerti dan dipergunakan

Trialability ( kemungkinan di coba )

Mutu derajat dimana inovasi di eksperimentasikan pada landasan yang terbatas

Observability ( kemungkinan diamati )

Derajat dimana inovasi dapat disaksikan oleh orang lain

ATRIBUT PANDANGAN MASYARAKAT

11 of 30

Rogers dan Schoemaker (1977) telah mengelompokkan masyarakat berdasarkan penerimaan terhadap inovasi yaitu :

Inovator, yaitu mereka yang pada dasarnya sudah menyenangi hal-hal yang baru dan sering melakukan percobaan

Penerima dini, yaitu orang-orang yang berpengaruuh di sekelilingnya dan merupakan orang-orang yang lebih maju dibandingkan dengan orang-orang disekitarnya

Mayoritas dini, yaitu orang-orang yang menerima suatu inovasi selangkah lebih dahulu dari orang lain

Mayoritas belakangan, yaitu orang-orang yang baru bersedia menerima suatu inovasi apabila menurut penilaiannya semua orang di sekelilingnya sudah menerimanya

Laggards, yaitu lapisan yang paling akhir dalam menerima suatu inovasi

PENGELOMPOKAN MASYARAKAT

12 of 30

Dalam penerimaan suatu inovasi biasanya seseorang akan melalui sejumlah tahapan yang disebut tahapan keputusan inovasi, yaitu :

Tahapan pengetahuan (knowledge), dalam tahap ini seseorang sadar dan tahu adanya inovasi

Tahap bujukan (persuasion), yaitu seseorang sedang mempertimbangkan atau sedang membentuk sikap terhadap inovasi yang telah diketahuinya

Tahap putusan (decision), dalam tahap ini seseorang membuat putusan menerima atau menolak inovasi tersebut

Tahap implementasi (implementation), dalam tahap ini seseorang melaksanakan keputusan yang telah dibuatnya

Tahap pemastian (confirmation), yaitu dimana seseorang memastikan atau mengkonfirmasikan putusan yang telah diambilnya itu

TAHAPAN KEPUTUSAN INOVASI

13 of 30

14 of 30

Knowledge

Persuasion

Decision

Confirmation

Karakteristik Inovasi

Keseimbangan relatif

Kompatibilitas

Kompleksibilitas

Observasibilitas

Susunan Masyarakat

Norma di masyarakat

Sikap menerima

Integrasi komunikasi

Variabel Komunikan

Karakteristik personal

Karakteristik sosial

Kebutuhan akan

inovasi

Adoption

Rejection

Continue

Discontinue

Late Adoption

Continue

Replacement

Disenhancement

( channels )

Sumber Informasi

Antacedents

Akibat

INOVATION DECISION PROCESS

15 of 30

KNOWLEDGE STAGE

Pada tahapan ini suatu individu belajar tentang keberadaan suatu inovasi dan mencari informasi tentang inovasi tersebut

Apa ? What?

Bagaimana ? How?

Mengapa ? Why?

Most Common Question:

16 of 30

Menurut Rogers, pertanyaan ini akan membentuk tiga jenis pengetahuan ( knowledge ):

KNOWLEDGE STAGE

Awareness-knowledge

Pengetahuan akan keberadaan suatu inovasi. Pada tahap ini inovasi mencoba diperkenalkan pada masyarakat tetapi tidak ada informasi yang pasti tentang produk tersebut

How-to-knowledge

Pengetahuan tentang bagaimana cara menggunakan suatu inovasi dengan benar. Sangat penting dalam proses keputusan inovasi.

Principles-knowledge

Pengetahuan tentang prinsip-prinsip keberfungsian yang mendasari bagaimana dan mengapa suatu inovasi dapat bekerja.

17 of 30

PERSUASION STAGE

Terjadi ketika individu memiliki sikap positif atau negatif terhadap inovasi.

Sikap ini tidak secara langsung akan menyebabkan apakah individu tersebut akan menerima atau menolak suatu inovasi

Individu akan membentuk sikap ini setelah dia tahu tentang inovasi

Persuasion stage bersifat afektif karena menyangkut perasaan individu

Tingkat ketidakyakinan pada fungsi-fungsi inovasi dan dukungan sosial akan mempengaruhi pendapat dan kepercayaan individu terhadap inovasi

18 of 30

DECISION STAGE

Pada tahapan ini individu membuat keputusan apakah menerima atau menolak suatu inovasi

Memiliki 2 tahap:

Menerima (Adopt):

Bahwa inovasi tersebut akan digunakan secara penuh

Menolak (Not-to-Adopt):

Bahwa inovasi tidak akan digunakan sama sekali

Penolakan terdiri dari 2 jenis:

Active rejection: terjadi ketika suatu individu mencoba inovasi dan berfikir akan mengadopsi inovasi tersebut namun pada akhirnya dia menolak inovasi tersebut.

Passive rejection: individu tersebut sama sekali tidak berfikir untuk mengadopsi inovasi.

19 of 30

IMPLEMENTATION STAGE

Pada tahap implementasi, sebuah inovasi dicoba untuk dipraktekkan, akan tetapi sebuah inovasi membawa sesuatu yang baru apabila tingkat ketidakpastiannya akan terlibat dalam difusi

Ketidakpastian dari hasil-hasil inovasi ini masih akan menjadi masalah pada tahapan ini

Permasalahan penerapan inovasi akan lebih serius terjadi apabila yang mengadopsi inovasi itu adalah suatu organisasi, karena dalam sebuah inovasi jumlah individu yang terlibat dalam proses keputusan inovasi ini akan lebih banyak dan terdiri dari karakter yang berbeda-beda.

20 of 30

CONFIRMATION STAGE

Ketika keputusan inovasi sudah dibuat, maka si pengguna akan mencari dukungan atas keputusannya ini

Keputusan ini dapat menjadi terbalik apabila si pengguna ini menyatakan ketidaksetujuan atas pesan-pesan tentang inovasi tersebut

Dalam tahap ini, sikap menjadi hal yang lebih krusial

Keberlanjutan penggunaan inovasi ini akan bergantung pada dukungan dan sikap individu

21 of 30

CONFIRMATION STAGE

Suatu keputusan menolak sebuah inovasi setelah sebelumnya mengadopsinya

Discontinuance (ketidakberlanjutan)

Ketidakberlanjutan ini dapat terjadi selama tahap ini dan terjadi pada dua cara :

Replacement Discontinuance

Atas penolakan individu terhadap sebuah inovasi mencari inovasi lain yang akan menggantikannya

Disenchanment Discontinuance

Individu menolak inovasi tersebut disebabkan ia merasa tidak puas atas hasil dari inovasi tersebut atau mungkin disebabkan inovasi tersebut tidak memenuhi kebutuhan individu. sehingga individu tidak merasakan adanya keuntungan dari inovasi tersebut

22 of 30

KATEGORI ADOPTER

Rogers mendefinisikan kategori pengadopsi sebagai klasifikasi individu dalam suatu sistem sosial berdasarkan inovasi.

Dalam buku Difusi Inovasi, Rogers menunjukkan total lima kategori pengadopsi dalam rangka standarisasi penggunaan kategori adopter dalam penelitian difusi.

Penerapan suatu inovasi berikut sebuah kurva S ketika diplot selama jangka waktu.

The kategori pengadopsi adalah: inovator, pengadopsi awal, mayoritas awal, mayoritas akhir, dan lamban ( Rogers 1962 , hal 150)

Adopter category

23 of 30

KATEGORI ADOPTER

24 of 30

KATEGORI ADOPTER

Inovator

Inovator adalah individu pertama yang mengadopsi inovasi. Inovator bersedia mengambil risiko, termuda di usia, memiliki tertinggi kelas sosal, memiliki keuangan yang besar, sangat sosial dan memiliki kontak yang paling dekat dengan sumber-sumber ilmiah dan interaksi dengan inovator lainnya.

toleransi risiko sudah mereka mengadopsi teknologi yang pada akhirnya mungkin gagal.

Ketersediaan Sumber daya keuangan membantu menyerap kegagalan ini. ( Rogers 1962 5th edKetersediaan Sumber daya keuangan membantu menyerap kegagalan ini. ( Rogers 1962 5th ed , p. 282) ( Rogers 1962 5th ed , hal 282)

25 of 30

CASE STUDY

Tahun 1990, Internet mulai berkembang pesat.

Tahun 1995, mIRC ditemukan sebagai media untuk chatting

Present, dengan adanya perkembangan teknologi yang semakin maju maka terciptalah teknologi baru bernama webcam. Teknologi yang memungkinkan kita untuk chatting secara audio-visual.

Benefit:

Audio – Visual communication

I2i – Sistem 2 kamera yang dapat mengikuti pergerakan individu

Variasi bentuk

Built-in Microphone and Noise Cancellation

Multi Function – Video Conference, Internet Dating, Video Messaging,

Home Monitoring, Image Sharing, Video Interview, Video Phone Call, etc.

26 of 30

CASE STUDY

Problem:

Sudut pandang kamera tidak dapat langsung disesuaikan

Penyesuaian posisi kamera yang cukup menyulitkan

Trojan Horse Program. Program yang memungkinkan hacker untuk mengaktifkan webcam tanpa sepengetahuan pengguna kamera

Masalah sosial – Pornografi Ilegal & Pornografi Anak

Perlu adanya tahapan-tahapan keputusan bagi para individu atau kelompok untuk memutuskan apakah akan mengadopsi atau tidak inovasi teknologi bernama webcam ini. Individu akan melihat dan mencari informasi-informasi mengenai inovasi yang ada sebelum pada akhirnya memberikan penegasan atas keputusan yang diambil.

27 of 30

Persuasion Stage / Tahap Peyakinan

· Rasa suka terhadap inovasi

· Mendiskusikan dengan orang lain

· Menerima pesan-pesan inovasi

· Membentuk gambaran positif tentang inovasi

· Mendukung perilaku inovatif dari sistem

Decision Stage / Tahap Putusan

· Minat untuk mencarai informasi lebih lanjut tentang inovasi

· Minat untuk mencoba inovasi tersebut

Implementation Stage / Tahap Implementasi

· Mendapatkan informasi tambahan tentang inovasi

· Menggunakan inovasi

· Penggunaan inovasi yang berlanjut

SUMMARY

28 of 30

SUMMARY

Proses keputusan inovasi merupakan bagian dari difusi inovasi yaitu proses seseorang mulai dari tahu tentang inovasi sampai dengan mengambil keputusan apakah menerima atau menolak inovasi tersebut.

Berikut ini adalah gambaran singkat tentang tahapan-tahapan dalam proses keputusan inovasi menurut Everett Rogers :

Knowledge Stage / Tahap Pengetahuan

· Perolehan informasi tentang inovasi

· Pemahaman pesan-pesan informasi

· Pengetahuan atau keterampilan untuk adopsi inovasi

29 of 30

Confirmation Stage / Tahap Penegasan

· Pengakuan tentang keuntungan mengimplementasikan inovasi

· Mengintegrasikan inovasi secara berkelanjutan dalam kehidupan sehari-hari

· Mempromosikan inovasi pada orang lain

SUMMARY

30 of 30

END

TERIMA KASIH