1 of 31

Paragraf

Mata Kuliah: Bahasa Indonesia

Dosen Pengampu: Linda Sari Wulandari, S.Hum., M.Hum.

2 of 31

Pengertian Paragraf

  • Paragraf adalah satuan informasi yang memiliki satu gagasan utama sebagai pengendali.
  • Sebuah paragraf terdiri atas satu kalimat pokok dan beberapa kalimat penjelas yang berfungsi untuk memperluas keterangan, memperjelas, menganalisis, atau menerangkan kalimat topik.
  • Gagasan utama >< Kalimat topik
  • Gagasan utama🡪 pengendali yang harus ada (bersifat implisit)
  • Kalimat utama🡪 kalimat yang memuat gagasan utama (bersifat eksplisit)

3 of 31

Letak Kalimat Utama

  • Awal paragraf 🡪 Paragraf Deduktif
  • Akhir paragraf 🡪 Paragraf Induktif
  • Awal dan akhir paragraf🡪 Paragraf Campuran

4 of 31

Ciri Paragraf yang Baik

  1. Kesatuan 🡪 memiliki sebuah gagasan utama
  2. Kepaduan 🡪 kalimat-kalimat yang tersusun saling terkait
  3. Ketuntasan 🡪 tidak bergantung panjang-pendeknya paragraf, tetapi bergantung pada lengkap-tidaknya informasi yang diberikan
  4. Konsistensi Sudut Pandang 🡪 sudut pandang penulis harus konsisten dari awal membuat paragraf
  5. Keruntutan 🡪menyajikan informasi tidak melompat-lompat

5 of 31

Paragraf Berdasarkan Pola Penalarannya

  1. Deduktif 🡪 kalimat utama di awal paragraf
  2. Induktif 🡪 kalimat utama di akhir paragraf
  3. Campuran 🡪 kalimat utama di awal dan akhir paragraf

  • Kalimat utama yang ada di akhir adalah bentuk simpulan

6 of 31

Contoh Paragraf Deduktif

  • Kecelakaan akibat mengantuk masih sering terjadi. Tercatat, sepanjang tahun 2018, sudah 12 orang meninggal karena kecelakaan mobil, terutama di jalan tol. Mengendarai mobil saat mengantuk bisa menyebabkan kecelakaan beruntun yang berakibat merugikan banyak orang. Insiden kecelakaan karena mengantuk ini bisa terjadi kapan saja, baik siang maupun malam.

  • Kalimat utama ada di kalimat nomor 1

7 of 31

Contoh paragraf Induktif

  • Belajar dengan sistem SKS alias Sistem Kebut Semalam bukanlah hal yang patut dicontoh. Apalagi kalau esok harinya adalah hari ujian. Akibat yang bisa dirasakan adalah rasa kantuk ketika sedang mengerjakan ujian. Oleh karena itu, persiapkan diri dan mulai belajar sejak jauh-jauh hari sebelum waktu ujian tiba.

  • Apapun jika dilakukan secara berlebihan bukanlah hal yang baik. Sama halnya seperti mengonsumsi makanan. Terlalu banyak makan juga bisa mendatangkan berbagai macam penyakit. Misalnya saja obesitas, serangan jantung, stroke, atau penyakit-penyakit lain seperti kolesterol dan gula. Untuk itu, makanlah sesuai dengan kebutuhan tubuh demi menjaga kesehatan jangka panjang.

8 of 31

Contoh Paragraf Campuran

  • Eceng gondok dianggap sebagai gulma yang dapat merusak lingkungan perairan. Eceng gondok dengan mudah menyebar melalui saluran air. Bagi masyarakat di sekitar pinggiran sungai, eceng gondok adalah tanaman parasit yang hanya mengotori sungai. Eceng gondok dapat menyebabkan sungai menjadi tersumbat atau meluap karena ditumbuhi eceng gondok terlalu banyak. Masyarakat di sekitar pinggiran danau juga menganggap eceng gondok adalah tanaman pengganggu yang menghalangi aktivitas mereka di danau. Tak salah jika eceng gondok dicap sebagai tanaman perusak lingkungan perairan.
  • Kalimat utama ada di awal dan akhir paragraf

9 of 31

Paragraf Berdasarkan Bentuk Wacana

  1. Paragraf Eksposisi 🡪 menginformasikan, menerangkan, dan menguraikan suatu gagasan. Contoh: teks berita
  2. Paragraf Argumentasi 🡪 meyakinkan atau mempengaruhi pembaca agar menerima pendapat penulis, disertai data, bukti, dan hasil-hasil penalaran. Contoh: teks tajuk rencana
  3. Paragraf Deskripsi 🡪 menggambarkan suatu objek dengan sejelas- jelasnya. Pembaca seolah terpancing secara pancaindra. Contoh: teks pemaparan tempat, orang, benda, atau suasana secara apa adanya sesuai pancaindra.
  4. Paragraf Narasi 🡪 menceritakan rangkaian peristiwa atau pengalaman manusia berdasarkan perkembangannya dari waktu ke waktu. Contoh: teks cerpen, teks cerita perjalanan, dll.

10 of 31

Paragraf Eksposisi

  • Memaparkan definisi (pengertian).
  • Memaparkan langkah-langkah, metode, atau cara melaksanakan suatu kegiatan.
  • Dari awal sampai akhir berupa pemaparan.
  • Bersifat tidak mempengaruhi.
  • Disertai bukti, data, contoh, gambar.
  • Pembaca memperoleh informasi sejelas-jelasnya.
  • Penutup menegaskan kembali.
  • Bahasa bermakna denotasi atau sebenarnya.
  • Fakta dipakai sebagai alat kontribusi.

11 of 31

Contoh Paragraf Eksposisi

  • "Kentang adalah umbi bawah tanah yang tumbuh di akar tanaman kentang, Solanum tuberosum. Tanaman ini berasal dari keluarga nightshade dan terkait dengan tomat dan tembakau. Kentang asli Amerika Selatan dan dibawa ke Eropa pada abad ke-16 dan sekarang ditanam dalam varietas yang tak terhitung jumlahnya di seluruh dunia. Kentang umumnya dimakan direbus, dipanggang, atau digoreng dan sering disajikan sebagai lauk atau camilan.“
  • Contoh di atas adalah jenis eksposisi definisi yang bertujuan untuk memberikan definisi.
  • “Proses membuat masker kentang, campur 3 sendok makan air kentang dengan 2 sendok makan madu. Aduk hingga merata, oleskan ke wajah dan leher. Biarkan selama 10 hingga 15 menit atau sampai mengering dan kemudian cuci bersih.“
  • Contoh di atas adalah jenis eksposisi proses
  • "Sebenarnya, kondisi ekonomi kita sudah relatif membaik. Indikatornya dapat dilihat dari berbagai aspek. Misalnya, dalam bidang otomotif. Setiap hari kita temukan aneka kendaraan melintas di jalan raya. Sepeda motor baru, mobil pun baru.“
  • Contoh di atas adalah jenis eksposisi ilustrasi
  • Selain definisi, proses, ilustrasi, dalam paragraf eksposisi bisa juga berisi pertentangan/perbandingan.

12 of 31

Paragraf Argumentasi

  • Ciri-ciri Paragraf Argumentasi
  • menjelaskan pendapat agar pembaca yakin,
  • memerlukan fakta untuk pembuktian berupa gambar/grafik, dan lain-lain,
  • menggali sumber ide dari pengamatan, pengalaman, dan penelitian,
  • penutup berisi kesimpulan.
  • ada pernyataan, ide, atau pendapat yang dikemukakan penulisnya,
  • ada alasan, data, atau fakta yang mendukung,
  • pembenaran berdasarkan data dan fakta yang disampaikan.

13 of 31

Beberapa pola pengembangan paragraf argumentasi, yaitu :�

  • Pola Analogi/Perbandingan -> penalaran induktif dengan membandingkan dua hal yang memiliki banyak persamaannya.
  • Pola Generalisasi/Umum -> penalaran induktif dengan cara menarik kesimpulan secara umum berdasarkan sejumlah data.
  • Pola Sebab-Akibat -> dimulai dengan fakta khusus yang menjadi sebab, sampai pada kesimpulan yang menjadi akibat.
  • Pola Akibat-Sebab -> dimulai dengan fakta yang dianggap sebagai akibat, kemudian menuju sebab yang ditimbulkan oleh akibat.

14 of 31

  • Pola Analogi/Perbandingan
  • Sifat manusia ibarat padi yang terhampar di sawah yang luas. Ketika manusia itu meraih kepandaian, kebesaran, dan kekayaan, sifatnya akan menjadi rendah hati dan dermawan. Begitu pula dengan padi yang semakin berisi, ia akan semakin merunduk. Apabila padi itu kosong, ia akan berdiri tegak.
  • Pola Generalisasi/Umum
  • Setelah karangan mahasiswa diperiksa, ternyata Ali, Toto, Alex, dan Burhan mendapat nilai 8. Mahasiswa yang lain mendapat nilai 7. Hanya Maman yang mendapat nilai 6, dan tidak seorang pun mendapat nilai kurang. Boleh dikatakan, mahasiswa di kelas itu cukup pandai mengarang.
  • Pola Sebab-Akibat
  • Kemarau tahun ini cukup panjang. Sebelumnya, pohon-pohon di hutan sebagai penyerap air banyak yang ditebang. Di samping itu, irigasi di desa ini tidak lancar. Ditambah lagi dengan harga pupuk yang semakin mahal dan kurangnya pengetahuan para petani dalam menggarap lahan pertaniannya. Oleh karena itu, tidak mengherankan panen di desa ini selalu gagal.
  • Pola Akibat-Sebab
  • Jumlah anak jalanan di kota-kota besar semakin hari semakin bertambah. Mereka memenuhi jalan-jalan utama di pusat kota dengan segala tingkah dan aksinya. Berbagai macam cara mereka lakukan agar dapat bertahan hidup di jalanan, dari cara yang sopan hingga yang paling brutal. Mereka berkeliaran di jalan dan mencari hidup dengan cara meminta-minta. Fenomena seperti ini mulai tampak menggejala ketika krisis ekonomi melanda negara kita. Krisis yang berkepanjangan menjadi penyebab kesulitan hidup di segala sektor/bidang.

15 of 31

Amati paragraf argumentasi di bawah ini, pola apa yang digunakan dalam paragraf tersebut?

  • Media pendidikan merupakan hal yang sangat penting dalam mencapai tujuan pendidikan.Namun, sebagian dari kita menganggap hal itu kurang penting.Di Indonesia saja, penyebaran media pendidikan kurang merata.Contohnya saja, di daerah Papua yang saat ini tenaga pengajarnya masih sangat kurang, ditambah lagi dengan kurangnya media pendidikan.Akibatnya, tingkat kecerdasan berbeda-beda antardaerah.Seharusnya, upaya pemerintah dalam mencerdaskan kehidupan bangsa harus tetap ditingkatkan.Terutama dalam penyebaran media pendidikan di daerah-daerah terpencil.

16 of 31

Paragraf Deskripsi

  • Menggambarkan atau melukiskan objek tertentu (orang, tempat, keindahan alam, dan lain sebagainya)
  • Bertujuan agar pembaca seolah-olah melihat sendiri objek

  • Macam/Pola Pengembangan Paragraf Deskripsi:
  • Deskripsi objektif adalah paragraf deskripsi yang dalam penggambaran objeknya tidak disertai dengan opini penulis.
  • Deskripsi subjektif adalah paragraf deskripsi yang dalam penggambaran objeknya disertai dengan opini penulis.
  • Deskripsi spasial adalah paragraf yang menggambarkan objek secara detail khususnya ruangan, benda,atau tempat.
  • Deskripsi waktu adalah paragraf yang dikembangkan berdasarkan waktu peristiwa cerita tersebut.

17 of 31

Contoh Pengembangan Paragraf Deskripsi

  • Lapisan ozon menipis. Hutan-hutan tropis mulai meranggas. Gurun makin luas. Akibatnya suhu bumi meningkat, cuaca tidak menentu, dan bencana alam makin sering datang. Kesimpulannya, bumi makin kritis. Siapa sesungguhnya yang berperan dalam menjadikan planet bumi ini menjadi demikian? Jawabnya tentu manusia sendiri! (Deskripsi subjektif) 
  • Pantai Nusa Penida memiliki tata keindahan alam yang menarik, khususnya bagi wisatawan yang mendambakan suasana nyaman, tenang, jauh dari kebisingan kota. Pohon-pohonnya rindang. Bentangan lautnya luas. Bagi penyelam , Pantai Nusa Penida juga menawarkan keindahan ikan laut yang sedang berenang. Pemda Bali harus menata dan mengelola Pantai Nusa Penida sebagai tujuan wisata alternatif. (Deskripsi objektif/tempat)
  • Jika diumpamakan permata, pesona pantai Nusa Penida bak mutiara yang memantulkan cahaya putih kekuning-kuningan, namun jika diibaratkan gadis maka pesonanya laksana sosok perawan kencur. Kiasan tersebut sepintas memang kedengarannya seperti berlebihan, namun itulah sesungguhnya kata yang paling tepat untuk menggambarkan pesona alam Pantai Nusa penida. (Deskripsi subjektif/tempat) 
  • Sungai ciliwung terletak di Jakarta. Sungai ini mengalir di seluruh Jakarta. Sayangnya, Sungai Ciliwung dipenuhi tumpukan sampah. Tumpukan sampah di sungai dihinggapi lalat. Lalat-lalat itu selalu berterbangan ke perumahan warga dan membawa berbagai macam penyakit. Selain itu tumpukan sampah juga menebarkan bau yang sangat menyengat. Sungguh pemandangan yang sangat menyedihkan (Deskripsi spasial)

18 of 31

Paragraf Narasi

  • Ciri-Ciri Paragraf Narasi
  • Berupa cerita tentang peristiwa atau pengalaman penulis.
  • Paragraf narasi menonjolkan unsur perbuatan atau tindakan.
  • Dirangkai dalam urutan waktu secara kronologis dan jelas dimana bagian orientation, klimaks dan resolution.
  • Memiliki unsur-unsur utama sepert tokoh, latar, konflik dan sudut pandang pengarang.
  • Biasanya terdapat cukup banyak kalimat langsung di dalam paragraf.
  • Memiliki nilai estetika. Di dalam paragraf narasi penulis bisa lebih membebaskan fikiran dan lebih kreatif dalam menentukan diksi. Selain itu gaya penyusunan kalimat juga mempengaruhi paragraf narasi tersebut.

19 of 31

Narasi Ekspositoris�

  • Paragraf ini adalah jenis narasi yang menceritakan rangkaian perbuatan yang disampaikan dengan sangat informatif sehingga pembaca mengetahui dengan jelas bagaimana cerita tersebut berlangsung.
  • Contoh:
  • Anjar Nugraha lahir dari sebuah keluarga yang miskin pada tanggal 17 Januari 1993. Ayahnya hanyalah seorang buruh tani dan ibunya tidak bekerja. Meskipun dia anak yang miskin, Anjar memiliki semangat yang besar untuk merubah nasibnya. Dia juga merupakan anak yang pintar di sekolahnya. Anjar menempuh pendidikan dasarnya di SD Impress di sebuah desa terpencil. Pada umumnya, anak-anak di kampungnya langsung berkerja setelah lulus dari sekolah dasar.
  • Namun Anjar berbeda, dia memiliki keinginan yang kuat untuk melanjutkan pendidikannya. Kemudian dia belajar di SMP N 30 yang letaknya jauh dari desanya. Anjar bahkan harus berjalan kaki selama 3 jam untuk sampai di sekolah. Walaupun dia tetap bersekolah, dia juga selalu membantu ayahnya untuk mendapatkan uang seperti berjualan dan menjadi kuli panggul di pasar. Setelah lulus SMP dia hampir tidak bisa melanjutkan pendidikannya di SMA. Beruntung seorang gurunya mau menyekolahkannya di SMA berkat keinginannya yang kuat dan prestasi belajarnya. Setelah lulus dari SMA dia mendapatkan beasisiwa untuk kuliah di Universitas Indonesia. Anjar merupakan mahasiswa yang aktif baik dalam hal pelajaran maupun organisasi. Kini Anjar Nugraha yang berasal dari desa terpencil dan miskin telah sukses berkat ketekunannya. Anjar telah menjadi salah satu guru besar di Universitas Indonesia.

20 of 31

Narasi Sugestif�

  • Paragraf ini merupakan narasi yang hanya mengisahkan suatu cerita hasil rekaan, khayalan, atau imajinasi dari si pengarang. Jenis paragraf ini dapat ditemukan pada roman, cerpen, hikayat, dongeng, dan novel.
  • Contoh
  • Patih Gajah Mada menghunuskan pedangnya ke arah Raden Perkoso. Melihat apa yang dilakukan Patih Gajah Mada, Raden Perkoso juga mengeluarkan pedang yang berada di punggungnya. Tanpa banyak bicara Patih Perkoso langsung berlari menuju Patih Gajah Mada. Lalu dia mengayunkan pedangnya ke arah kepala Patih Gajah Mada namun meleset. Patih Gajah Mada yang berhasil menghindar mencoba untuk menyerang balik Raden perkoso.
  • Dia menerjang Raden Perkoso tepat di dadanya. Raden Perkoso pun terpental dan pedangnya jatuh ke tanah. Dengan cepat Raden Perkoso bangkit dan mengambil pedangnya kembali. Pertarungan antara 2 patih terhebat itu kembali berlangsung. Mereka saling serang selama 2 hari 2 malam hingga akhirnya Patih Gajah Mada memenangkan pertarungan itu dan Patih Raden Perkoso tewas.

21 of 31

Contoh lain dari paragraph narasi

  • Pukul dua pagi tiba-tiba aku terbangun karena aku mendengar suara yang tidak lazim berasal dari dapur rumahku. Saat itu aku bingung dan takut karena semua keluargaku sedang pergi ke rumah nenek dan aku memang sengaja tidak ikut karena ada janji dengan temanku keesokan harinya. Pada awalnya aku mencoba untuk tidak menghiraukan suara tersebut. Aku menutup kepalaku dengan sebuah bantal. Aku kira apa yang aku lakukan tersebut berhasil. Namun “Pranggg” aku mendengar suara piring yang jatuh. Aku pun tidak tahan lagi dengan itu semua. Segera aku bangun dari tempat tidurku dan ku ambil tongkat pemukul bola baseball di samping ranjangku. Lalu aku menghela nafas dalam-dalam dan memberanikan diriku untuk pergi ke dapur.

22 of 31

Tugas Kelompok

  • Buatlah sebuah artikel dengan menggabungkan gambar-gambar di slide berikutnya. Di dalam artikel tersebut harus ada paragraph-paragraf di bawah ini:
  • Deduktif
  • Induktif
  • Campuran
  • Eksposisi
  • Argumentasi
  • Deskripsi
  • Narasi

Lalu, buatlah PPT untuk menjelaskan masing-masing paragraph yang dibuat berdasarkan gambar tersebut. Tugas dipresentasikan minggu depan.

23 of 31

24 of 31

25 of 31

26 of 31

27 of 31

28 of 31

29 of 31

30 of 31

31 of 31