PERANGKAT AJAR �BUKANLAH BEBAN
NURSADI, S.Pd.I
Guru SD Negeri 195 Pekanbaru
Ketua Komunitas Belajar GELISAH
SD Negeri 195 Pekanbaru
NURSADI, S.Pd.I
Tabing, 4 November 1987
Tempat Tugas : SD Negeri 195 Pekanbaru
Alamat : Perum. Mustamindo 3 Tahap 4
Desa Rimbo Panjang Tambang Kampar
085265715455
KITA SEPAKATI BERSAMA
SILAHKAN KETIK DI KOLOM CHAT �1 : UNTUK SETUJU�2 : TIDAK SETUJU
PERANGKAT AJAR MENAMBAH BEBAN GURU
PERANGKAT AJAR HANYA UNTUK MENJAWAB LEMBAR SUPERVISI KEPALA SEKOLAH
PERANGKAT AJAR TINGGAL COPY PASTE, GANTI NAMA SELESAI
PERANGKAT AJAR YANG SEKARANG HANYA GANTI TAHUN AJARAN
TAHUN INI MENYUSUN ULANG PERANGKAT AJAR YANG BARU
PERANGKAT AJAR BUKANLAH BEBAN
MERUBAH CARA PIKIR TERHADAP PERANGKAT AJAR
PERANGKAT AJAR BUKAN HANYA UNTUK MENJAWAB LEMBAR OBSERVASI KEPALA SEKOLAH YANG HANYA AKAN MENAMBAH BEBAN GURU, BAIK BEBAN BIAYA MAUPUN BEBAN PIKIRAN
PERANGKAT AJAR MEMBANTU GURU DALAM PROSES PEMBELAJARAN, SEBELUM PROSES PEMBELAJARAN GURU SUDAH BAYANGAN DAN RENCANA
SEHINGGA PEMBELAJARAN BUKAN DIPERSIAPKAN DISAAT BELAJAR
MERUBAH CARA KERJA DALAM MENYUSUN PERANGKAT AJAR
PENYUSUNAN PERANGKAT AJAR BUKAN ALASAN UNTUK MENINGGALKAN TUGAS UTAMA. PMM JUGA BUKAN BEBAN
JANGAN SAMPAI PERENCANAAN LEBIH LAMA DARI PELAKSANAANNYA
PERANGKAT AJAR KURMER DISUSUN DALAM BENTUK YANG FLEKSIBEL, SEDERHANA DAN TIDAK MENIMBULKAN BEBAN ADMINISTRASI
MERUBAH PERILAKU TERHADAP PERANGKAT AJAR
PERANGKAT AJAR ATAU PERENCANAAN PEMBELAJARAN DISUSUN SEBELUM PELAKSANAAN, BUKAN SETELAHNYA
SEBELUM MASUK KELAS KITA SUDAH TAHU APA YANG AKAN DILAKUKAN, APA YANG AKAN DISAMPAIKAN.
SESEORANG AKAN SULIT UNTUK BERKREASI JIKA BELUM TAHU APA YANG AKAN DILAKUKAN
Perencanaan Pembelajaran disusun dalam bentuk dokumen yang fleksibel, jelas, dan sederhana.
PPA. 2024 Hal. 4
PENYUSUNAN PERANGKAT AJAR HARUS SIMPEL DAN SEDERHANA
TUJUAN PERANGKAT AJAR INI ADALAH UNTUK MEMPERMUDAH, BUKAN MEMBEBANI, MAKA PENYUSUNANNYA JUGA HARUS MUDAH DAN SIMPEL
SEHINGGA TIDAK MENJADI SESUATU YANG MENAKUTKAN. PENYUSUNAN TIDAK SERUMIT YANG DIPIKIRKAN.
TIDAK PERLU BERUSAHA UNTUK MEMBUAT PERANGKAT AJAR YANG BENAR, CUKUP BERUSAHA UNTUK TIDAK SALAH DALAM MENYUSUN PERANGKAT AJAR
DOKUMEN YANG PERLU DIPERSIAPKAN
https://drive.google.com/drive/folders/1WWzmm84EvfLsbWzT1Srl9CxO4sTjgYD2?usp=sharing
PERANGKAT AJAR KURMER
TAHAPAN PENYUSUNAN PERANCANAAN PEMBELAJARAN
PMM
Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi
CP disusun perfase dengan arti kata satu CP dipakai untuk 2 kelas dalam satu fase.
Tujuannya :
CAPAIAN PEMBELAJARAN
PPA 2024 Hal. 16
Naskah CP terdiri atas rasional, tujuan, karakteristik, dan capaian per fase
Capaian per fase disampaikan dalam dua bentuk, yaitu secara keseluruhan dan capaian per fase untuk setiap elemen. Oleh karena itu, sangat penting untuk pendidik mempelajari CP untuk mata pelajarannya secara menyeluruh.
CAPAIAN PEMBELAJARAN
CONTOH CP
Setelah memahami Capaian Pembelajaran pendidik perlu mendapatkan ide-ide tentang apa yang harus dipelajari peserta didik dalam suatu fase. Pada tahap ini, pendidik mengidentifikasi kata-kata kunci CP untuk merumuskan Tujuan Pembelajaran (TP). TP yang dikembangkan ini perlu dicapai peserta didik dalam satu atau lebih jam pelajaran, hingga akhirnya pada penghujung Fase mereka dapat mencapai CP.
CAPAIAN PEMBELAJARAN
Tujuan pembelajaran disusun dari Capaian Pembelajaran dengan mempertimbangkan karakteristik satuan pendidikan. Pendidik juga harus memastikan tujuan pembelajaran sudah sesuai dengan tahapan dan kebutuhan peserta didik.
TUJUAN PEMBELAJARAN
PPA 2024 Hal. 4
Penulisan tujuan pembelajaran sebaiknya memuat 2 komponen utama, yaitu:
TUJUAN PEMBELAJARAN
PPA 2024 Hal. 18
Pendidik memiliki alternatif untuk merumuskan tujuan pembelajaran dengan beberapa alternatif di bawah ini: 1. Merumuskan tujuan pembelajaran secara langsung berdasarkan CP.
2. Merumuskan tujuan pembelajaran dengan menganalisis ‘kompetensi’ dan ‘lingkup Materi’ pada Capaian Pembelajaran
3. Merumuskan tujuan pembelajaran Lintas Elemen CP
TUJUAN PEMBELAJARAN
PPA Hal. 19
CONTOH PENYUSUNAN TP
CAPAIAN PEMBELAJARAN | RUMUSAN | TUJUAN PEMBELAJARAN |
Analisis Data dan Peluang Pada akhir fase B, peserta didik dapat mengurutkan, membandingkan, menyajikan, menganalisis dan menginterpretasi data dalam bentuk tabel, diagram gambar, piktogram, dan diagram batang (skala satu satuan | Peserta didik dapat mengurutkan data dalam bentuk tabel | |
Peserta didik dapat mengurutkan, membandingkan, menyajikan, menganalisis dan menginterpretasi data dalam bentuk tabel | ||
Mengurutkan | Data dalam bentuk tabel | |
Membandingkan | Data dalam bentuk diagram gambar | |
Menyajikan | Data dalam bentuk piktogram | |
CONTOH PENYUSUNAN TP
CAPAIAN PEMBELAJARAN | RUMUSAN | TUJUAN PEMBELAJARAN |
Peserta didik memahami bentuk dan fungsi pancaindra; siklus hidup makhluk hidup dan upaya pelestariannya; masalah yang berkaitan dengan pelestarian sumber daya alam sebagai upaya mitigasi perubahan iklim; proses perubahan wujud zat dan perubahan bentuk energi; sumber dan bentuk energi serta proses perubahan bentuk energi dalam kehidupan sehari hari; | Peserta didik memahami bentuk dan fungsi pancaindra | |
Memahami | Fungsi Pancaindra | |
Menyebutkan | Fungsi Bagian-bagian Telinga | |
Menjelaskan | Siklus hidup makhluk hidup | |
Menyebutkan | Fungsi bagian tumbuhan | |
CONTOH PENYUSUNAN TP
CAPAIAN PEMBELAJARAN | RUMUSAN TUUAN | PEMBELAJARAN |
Elemen Pengukuran Pada akhir Fase B, peserta didik dapat mengukur panjang dan berat benda menggunakan satuan baku. Mereka dapat menentukan hubungan antar-satuan baku panjang (cm, m). | Mengukur bangun datar segi empat | |
| | |
Elemen Geometri Peserta didik dapat mendeskripsikan ciri berbagai bentuk bangun datar (segiempat, segitiga, segi banyak). | | |
Dalam tahap merumuskan TP, pendidik belum mengurutkan tujuan-tujuan tersebut, cukup merancang tujuan-tujuan belajar yang lebih operasional dan konkret saja terlebih dahulu. Urutan-urutan TP akan disusun pada tahap berikutnya. Dengan demikian, pendidik dapat melakukan proses pengembangan rencana pembelajaran langkah demi langkah
TUJUAN PEMBELAJARAN
PPA Hal. 20
Capaian Pembelajaran adalah kompetensi pembelajaran yang harus dicapai peserta didik di akhir setiap fase,
Alur Tujuan Pembelajaran (ATP) adalah rangkaian Tujuan Pembelajaran (TP) yang disusun secara sistematis dan logis di dalam fase pembelajaran untuk murid dapat mencapai Capaian Pembelajaran tersebut.
Dengan demikian setelah merumuskan TP, langkah berikutnya dalam perencanaan pembelajaran adalah menyusun Alur Tujuan Pembelajaran (ATP)
ALUR TUJUAN PEMBELAJARAN
PMM
Alur tujuan pembelajaran merupakan tujuan pembelajaran yang diurutkan, bukan turunan atau rincian dari tujuan pembelajaran
Dalam menyusunnya ada beberapa hal yang harus diperhatikan, antara lain :
ALUR TUJUAN PEMBELAJARAN
PPA. 2024 Hal. 19
Pendidik dapat menggunakan ATP yang dapat diperoleh pendidik dengan:
CARA MENYUSUN ALUR TUJUAN PEMBELAJARAN
PMM
Metode penyusunan alur tujuan pembelajaran harus logis dari kemampuan yang sederhana ke yang lebih rumit.
ATP juga perlu disusun secara linier, satu arah, dan tidak bercabang, sebagaimana urutan kegiatan pembelajaran yang dilakukan dari hari ke hari.
CARA MENYUSUN ALUR TUJUAN PEMBELAJARAN
PMM
Pendidik dapat menggunakan contoh yang ada atau memodifikasi menyesuaikan kebutuhan peserta didik, karakteristik dan kesiapan satuan pendidikan. Selain itu, pendidik dapat menyusun sendiri sesuai dengan kesiapan satuan pendidikan. Tidak ada format komponen yang ditetapkan oleh pemerintah. Komponen alur tujuan pembelajaran dapat disesuaikan dengan kebutuhan satuan pendidikan yang mudah dimengerti oleh pendidik.
CARA MENYUSUN ALUR TUJUAN PEMBELAJARAN
PPA. 2024 hal. 21
PPA. 2024 Hal. 3
PERENCANAAN
Pembelajaran diawali dengan penyusunan perencanaan pembelajaran dan perencanaan asesmen.
Perencanaan pembelajaran meliputi tujuan pembelajaran, langkah atau kegiatan pembelajaran, dan asesmen pembelajaran.
Perencanaan tersebut disusun dalam bentuk dokumen yang fleksibel, jelas, dan sederhana.
PPA Hal. 4
Rencana pembelajaran ini dapat berupa:
RPP dapat dibuat dengan sederhana, sehingga tidak menimbulkan beban administratif bagi pendidik.
PERENCANAAN PEMBELAJARAN
PPA Hal. 22
Komponen minimum yang harus terdapat dalam RPP adalah:
Ketika pendidik telah memiliki tiga komponen ini dalam mengajar, ia telah memenuhi kewajiban dalam perencanaan pembelajaran.
PERENCANAAN PEMBELAJARAN
PPA Hal. 22
Modul ajar sekurang-kurangnya berisi :
yang dapat membantu pendidik dalam melaksanakan pembelajaran.
Apabila pendidik menggunakan modul ajar, maka ia tidak perlu membuat RPP.
MODUL AJAR
PPA Hal. 22
Modul ajar dalam Kurikulum Merdeka ditujukan untuk membantu pendidik mengajar secara lebih fleksibel dan kontekstual, tidak selalu menggunakan buku teks Pelajaran.
Jika pendidik merasa RPP dan buku teks sudah mencukupi dan atau modul yang disediakan sudah cukup.
Maka pendidik tidak perlu Menyusun modul ajar.
MODUL AJAR
PPA. 2024 Hal. 22
Bagi pendidik yang merancang perencanaan pembelajarannya sendiri, pendidik dapat menggunakan Panduan Pembelajaran dan Asesmen dengan memperhatikan prinsip-prinsip pembelajaran dan asesmen berikut:
PPA. 2024 Hal. 22
Pendidik diharapkan menghadirkan pengalaman belajar yang bermakna bagi peserta didik. Pengalaman belajar yang bermakna adalah sebuah proses yang bertujuan untuk membangun pemahaman konsep yang dipelajari. Proses pembelajaran yang bermakna ini bersifat aktif, konstruktif, dan melibatkan peserta didik dalam seluruh prosesnya
PPA. 2024 Hal. 22
PRINSIP-PRINSIP PEMBELAJARAN YANG BERMAKNA
PMM
PPA. 2024 Hal. 22
BAHAN BACAAN
https://drive.google.com/drive/folders/1WWzmm84EvfLsbWzT1Srl9CxO4sTjgYD2?usp=sharing
BAHAN MATERI
https://drive.google.com/drive/folders/1ne4ENL38mdfU6HgdtIJRznOYtzSd0411?usp=sharing
PRAKTEK MENYUSUN PERANGKAT AJAR MENGGUNAKAN APLIKASI SEDERHANA EXCEL
PMM
PPA. 2024 Hal. 22