1 of 73

Sosialisasi Panduan�Pembelajaran dan Asesmen

Irmayanti

2 of 73

s

Apa pendapat Bapak / Ibu

Dengan berita ini ?

3 of 73

Refleksi Awal

Apa yang biasanya terjadi setelah murid mengikuti pelajaran? Apakah mereka hanya tahu atau benar-benar paham dan bisa menerapkan dalam konteks kehidupan nyata?

Apa bedanya mengajar untuk menyampaikan materi dan mengajar untuk membuat murid berpikir dan memahami secara mendalam?

"Pembelajaran bukan soal seberapa banyak yang diajarkan, tetapi seberapa dalam murid memahaminya."

4 of 73

01

02

03

04

Latar Belakang

Perubahan masa depan sulit diprediksi

Permasalahan mutu pendidikan: literasi, numerasi, keterampilan berpikir tingkat tinggi, dan ketimpangan pendidikan

Bonus Demografi 2035 dan Visi Indonesia 2045

Kompetensi Masa Depan

PM sebagai solusi mewujudkan pendidikan bermutu untuk semua

5 of 73

6 of 73

Pembelajaran Mendalam

Definisi

Pembelajaran Mendalam merupakan pendekatan yang memuliakan dengan menekankan pada penciptaan suasana belajar dan proses pembelajaran berkesadaran, bermakna, dan menggembirakan melalui olah pikir, olah hati, olah rasa, dan olah raga secara holistik dan terpadu.

7 of 73

Memuliakan

Dalam penerapan PM semua pihak yang terlibat saling menghargai dan menghormati dengan mempertimbangkan potensi, martabat dan nilai-nilai kemanusiaan

Pembelajaran Mendalam

8 of 73

Berkesadaran

Pengalaman belajar peserta didik yang diperoleh ketika mereka memiliki kesadaran untuk menjadi pembelajar yang aktif dan mampu meregulasi diri. Peserta didik memahami tujuan pembelajaran, termotivasi secara intrinsik untuk belajar, serta aktif mengembangkan strategi belajar untuk mencapai tujuan

Pembelajaran Mendalam

Bermakna

Peserta didik dapat merasakan manfaat dan relevansi dari hal-hal yang dipelajari untuk kehidupan. Peserta didik mampu mengkonstruksi pengetahuan baru berdasarkan pengetahuan lama dan menerapkan pengetahuannya dalam kehidupan nyata.

Menggembirakan

Pembelajaran yang menggembirakan merupakan suasana belajar yang positif, menyenangkan, menantang, dan memotivasi. Peserta didik merasa dihargai atas keterlibatan dan kontribusinya pada proses pembelajaran. Peserta didik terhubung secara emosional, sehingga lebih mudah memahami, mengingat, dan menerapkan pengetahuan.

9 of 73

Pembelajaran Mendalam

Olah pikir

Merupakan proses pendidikan yang berfokus pada pengasahan akal budi dan kemampuan kognitif, seperti kemampuan untuk memahami, menganalisa, dan memecahkan masalah

Olah hati

Adalah proses pendidikan untuk mengasah kepekaan batin, membentuk budi pekerti, serta menanamkan nilai-nilai moral dan spiritual

Olah rasa

Sebagai proses pendidikan yang bertujuan untuk mengembangkan kepekaan estetika, empati, dan kemampuan menghargai keindahan serta hubungan antarmanusia

Olah raga

Merupakan bagian dari pendidikan yang bertujuan untuk menjaga dan meningkatkan kesehatan fisik, kekuatan tubuh, serta membentuk karakter melalui kegiatan jasmani

10 of 73

Kerangka Kerja Pembelajaran Mendalam

02

11 of 73

Dimensi profil lulusan merupakan fokus profil lulusan yang akan dicapai yaitu keimanan dan ketakwaan kepada YME, kewargaan, kreativitas, penalaran kritis, kolaborasi, kemandirian, kesehatan dan komunikasi

Prinsip Pembelajaran merupakan dasar karakteristik pembelajaran mendalam yaitu berkesadaran, bermakna, menggembirakan

Pengalaman belajar sebagai proses yang dialami peserta didik dalam pembelajaran yaitu memahami, mengaplikasi, merefleksi

Kerangka pembelajaran sebagai panduan sistematis dalam menyusun desain pembelajaran, yaitu praktik pedagogis, kemitraan pembelajaran, lingkungan pembelajaran, dan pemanfaatan digital

Dimensi Profil Lulusan

Prinsip Pembelajaran

Pengalaman Belajar

Kerangka Pembelajaran

Empat Kerangka Pembelajaran diadaptasi dari Four Elements of Learning Design

© copyright 2018 Education in Motion (New Pedagogies for Deep Learning) https://deep- learning.global

12 of 73

Delapan Dimensi Profil Lulusan

1

1. Keimanan dan Ketakwaan terhadap Tuhan YME

Individu yang memiliki keyakinan teguh akan keberadaan Tuhan YME dan menghayati serta mengamalkan nilai-nilai spiritual dalam kehidupan sehari-hari.

2. Kewargaan

Individu yang memiliki rasa cinta tanah air serta menghargai keberagaman budaya, mentaati aturan dan norma sosial dalam kehidupan bermasyarakat, memiliki kepedulian dan tanggung jawab sosial, serta berkomitmen untuk menyelesaikan masalah nyata yang berkaitan dengan keberlanjutan kehidupan, lingkungan, dan harmoni antarbangsa dalam konteks kebhinekaan global.

3

3. Penalaran Kritis

Individu yang mampu berpikir secara logis, analitis, dan reflektif dalam memahami, mengevaluasi, serta memproses informasi untuk menyelesaikan masalah.

13 of 73

Delapan Dimensi Profil Lulusan

1

2

4. Kreativitas

Individu yang mampu berpikir secara inovatif, fleksibel, dan orisinal dalam mengolah ide atau informasi untuk menciptakan solusi yang unik dan bermanfaat.

5. Kolaborasi

Individu yang mampu bekerja sama secara efektif dengan orang lain secara gotong royong untuk mencapai tujuan bersama melalui pembagian peran dan tanggung jawab.

6. Kemandirian

Individu yang mampu bertanggung jawab atas proses dan hasil belajarnya sendiri dengan menunjukkan kemampuan untuk mengambil inisiatif, mengatasi hambatan, dan menyelesaikan tugas secara tepat tanpa bergantung pada orang lain.

14 of 73

Delapan Dimensi Profil Lulusan

6

7. Kesehatan

Individu yang memiliki fisik yang prima, bugar, sehat, dan mampu menjaga keseimbangan kesehatan mental dan fisik untuk mewujudkan kesejahteraan lahir dan batin (well-being).

8. Komunikasi

Individu yang memiliki kemampuan komunikasi intrapribadi untuk melakukan refleksi dan antarpribadi untuk menyampaikan ide, gagasan, dan informasi baik lisan maupun tulisan serta berinteraksi secara efektif dalam berbagai situasi.

15 of 73

Pengalaman Belajar

Pengalaman belajar dilakukan secara bertahap untuk mencapai level PM

  • Pengetahuan Esensial
  • Pengetahuan Aplikatif
  • Pengetahuan Nilai dan Karakter

Pendalaman Pengetahuan Refleksi Diri

16 of 73

Pengalaman Belajar

Memahami

Tahap awal peserta didik untuk aktif mengkonstruksi pengetahuan agar dapat memahami secara mendalam konsep atau materi dari berbagai sumber dan konteks. Pengetahuan pada fase ini terdiri dari pengetahuan esensial, pengetahuan aplikatif, dan pengetahuan nilai dan karakter.

Mengaplikasi

Pengalaman belajar yang menunjukan aktivitas peserta didik mengaplikasi pengetahuan dalam kehidupan secara kontekstual. Pengetahuan yang diperoleh oleh peserta didik melalui pendalaman pengetahuan.

Merefleksi

Proses di mana murid mengevaluasi dan memaknai proses serta hasil dari tindakan atau praktik nyata yang telah mereka lakukan. Tahap refleksi melibatkan regulasi diri sebagai kemampuan individu untuk mengelola proses belajarnya secara mandiri, meliputi perencanaan, pelaksanaan, pengawasan, dan evaluasi terhadap cara belajar mereka.

17 of 73

Pengalaman Belajar

Memahami

Jenis Pengetahuan

  • Pengetahuan Esensial
  • Pengetahuan Aplikatif
  • Pengetahuan Nilai dan Karakter

Karakteristik

  • Menghubungkan pengetahuan baru dengan pengetahuan sebelumnya
  • Menstimulasi proses berpikir peserta didik
  • Menghubungkan dengan konteks nyata dan/atau kehidupan sehari-hari
  • Memberikan kebebasan eksploratif dan kolaboratif
  • Menanamkan nilai-nilai moral dan etika dan nilai positif lainnya
  • Mengaitkan pembelajaran dengan pembentukan karakter peserta didik

Contoh

  • Mengeksplorasi pengalaman- pengalaman peserta didik terhadap permasalahan sosial di masyarakat sebelum menyampaikan topik permasalahan sosial pada pembelajaran IPS
  • Memberikan data kemiskinan di Indonesia serta meminta peserta didik untuk memahami dan memberikan tanggapan

1

18 of 73

Pengalaman Belajar

Memahami

1

Pengetahuan Esensial

Pengetahuan dasar yang fundamental dalam suatu bidang atau disiplin ilmu, yang harus dipahami dan dikuasai untuk membangun pemahaman yang lebih kompleks dan dapat diterapkan dalam berbagai konteks

Contoh: Bahasa (Kosa kata, tata bahasa dasar, pengetahuan wacana, dan empat keterampilan berbahasa)

Pengetahuan Aplikatif

Pengetahuan yang berfokus pada penerapan konsep, teori, atau keterampilan dalam situasi nyata. Pengetahuan ini digunakan untuk menyelesaikan masalah, membuat keputusan, atau menciptakan sesuatu yang berdampak.

Contoh: Bahasa (Memahami cara menggunakan keterampilan menulis untuk membuat laporan atau bahan presentasi yang efektif)

Pengetahuan Nilai dan Karakter

Pengetahuan yang berkaitan dengan pemahaman tentang nilai-nilai moral, etika, budaya, dan kemanusiaan yang berperan penting dalam membentuk kepribadian, sikap, dan perilaku seseorang

Contoh: Bahasa (Memahami cara menggunakan bahasa untuk membangun hubungan baik, menghindari konflik, serta menunjukkan empati dan kepedulian)

19 of 73

Pengalaman Belajar

Mengaplikasi

2

Pendalaman Pengetahuan

Memperluas atau mengembangkan pemahaman terhadap konsep dengan menghubungkannya ke situasi baru, pengalaman lain, atau bidang ilmu yang berbeda.

Karakteristik

  • Menghubungkan konsep baru dengan pengetahuan sebelumnya.
  • Menerapkan pengetahuan ke dalam situasi nyata atau bidang lain.
  • Mengembangkan pemahaman dengan eksplorasi lebih lanjut.
  • Berpikir Kritis dan mencari solusi inovatif berdasarkan pengetahuan yang ada.

Contoh

Topik: Persamaan Linear

  • Dasar: Peserta didik memahami bentuk umum persamaan linear dan cara menyelesaikannya.
  • Pendalaman Pengetahuan: Peserta didik menerapkan persamaan linear dalam masalah keuangan, seperti menghitung keuntungan bisnis atau menentukan titik impas dalam penjualan produk.

20 of 73

Pengalaman Belajar

Merefleksi

3

Regulasi Diri

Individu mampu mengendalikan pikiran, emosi, dan perilaku dalam mencapai tujuan tertentu. Dalam konteks pendidikan, regulasi diri sangat penting bagi peserta didik untuk mengelola proses belajar mereka secara mandiri dan efektif.

Karakteristik

  • Memotivasi diri sendiri untuk terus belajar bagaimana cara belajar
  • Refleksi terhadap pencapaian tujuan pembelajaran (evaluasi diri)
  • Menerapkan strategi berpikir
  • Memiliki kemampuan metakognisi (meregulasi diri dalam pembelajaran)
  • Meregulasi emosi dalam pembelajaran

Contoh

  • Menyampaikan motivasi belajar sesuai pengalaman yang diperoleh
  • Penilaian diri sendiri terhadap pencapaian tujuan pembelajaran
  • Peserta didik dapat membuat ringkasan materi yang dipahami untuk menguji pemahaman mereka sendiri.
  • Peserta didik mampu mengendalikan emosi negatif seperti kecemasan, stres, dan frustasi saat belajar dengan strategi coping seperti bernapas dalam-dalam, istirahat sejenak, atau mencari dukungan sosial, dan lain-lain.

21 of 73

The SOLO Taxonomy

(SЧruсЧurc ofi Obscrvcd Lcarning OuЧсomcs)

Competence

  • Fail
  • Incompetence
  • Misses point

Incompetence

Prestructural

  • Identify
  • Name
  • Follow simple procedure

One relevance aspect

Unistructural Multistructural Relational

Sumber: Diadaptasi dari https://www.johnbiggs.com.au/academic/solo_taxonomy

  • Combine
  • Describe
  • Enumerate
  • Perform serial skills
  • List

Several relevance independence aspects

  • Analyze
  • Apply
  • Argue
  • Compare/contrast
  • Criticize
  • Explain causes
  • Relate
  • Justify

Integrated into structure

  • Create
  • Formulate
  • Generate
  • Hypothesize
  • Reflect
  • Theorize

Generalized to new domain

Extended Abstract

22 of 73

PM dalam Taksonomi Pembelajaran Ranah Kognitif

Taksonomi Bloom (Anderson s Krathwohl, 2001)

Taksonomi SOLO (Biggs s Collis, 1982)

Pengalaman Belajar PM

Deskripsi

  • Mencipta
  • Mengevaluasi

Berpikir Abstrak yang Mendalam

Merefleksi

Memperluas dan menerapkan ide

  • Menganalisis
  • Menerapkan

Relasional

Mengaplikasi

Menghubungkan ide-ide

Memahami

Multistruktural

Memahami

Memiliki banyak ide

Mengingat

Unistruktural

Mengingat kembali

-

Prastruktural

-

Belum Memahami

23 of 73

Contoh Pengalaman PM pada Ranah Kognitif

Pengalaman Belajar PM

Contoh Pengalaman Belajar pada Topik Fotosintesis

Merefleksi

Peserta didik mengaitkan fotosintesis dalam konteks yang lebih luas dan menyadari perannya terhadap isu nyata seperti ketersediaan pangan, perubahan iklim, dan sebagainya.

Mengaplikasi

Peserta didik menerapkan proses fotosintesis dan keterkaitannya dengan isu ketersediaan tanaman pangan.

Memahami

Peserta didik menjelaskan beberapa elemen yang terlibat dalam fotosintesis, namun tidak dapat mengaitkan antar proses fotosintesis.

Peserta didik dapat memberikan definisi fotosintesis namun belum dapat menjelaskan bagaimana atau mengapa fotosintesis terjadi.

24 of 73

Contoh Pengalaman PM pada Ranah Afektif dan Psikomotorik

Pengalaman Belajar PM

Afektif

Psikomotorik

Merefleksi

Sikap dan perilaku dalam pembelajaran yang menunjukkan bagaimana peserta didik menerima, merespons, menghargai, mengorganisasi, dan menginternalisasi nilai-nilai dalam kehidupan mereka.

Contoh: Guru memfasilitasi diskusi tentang isu sosial dan meminta peserta didik untuk menuliskan refleksi tentang sikap mereka.

Keterampilan fisik, koordinasi gerakan, atau tindakan nyata dalam pembelajaran yang melibatkan aktivitas motorik seperti tindakan fisik dan praktik langsung.

Contoh: peserta didik mempraktikkan keterampilan dalam situasi yang menyerupai dunia nyata, seperti simulasi jual beli di pasar atau simulasi debat.

Mengaplikasi

Memahami

25 of 73

Contoh Pelaksanaan Pembelajaran Mendalam

Keterkaitan Pengalaman Belajar, Prinsip Pembelajaran, dan adaptasi Model Pembelajaran Inkuiri

Pembelajaran Mendalam Menuju Pendidikan Bermutu untuk Semua • Hal.

Memahami (Berkesadaran, Bermakna)

2

Merumuskan Masalah

Murid mengidentifikasi dan merumuskan pertanyaan yang akan dijawab dalam proses inkuiri dan guru membimbing murid untuk menyusun hipotesis atau dugaan awal.

1

Orientasi

Guru memberikan stimulus untuk membangkitkan rasa ingin tahu murid dan mulai mengidentifikasi topik yang akan dieksplorasi (kaitkan dengan pengetahuan esensial, aplikatif, nilai dan karakter).

26 of 73

Contoh Pelaksanaan Pembelajaran Mendalam

Keterkaitan Pengalaman Belajar, Prinsip Pembelajaran, dan adaptasi Model Pembelajaran Inkuiri

Pembelajaran Mendalam Menuju Pendidikan Bermutu untuk Semua • Hal.

Memahami (Berkesadaran, Bermakna)

Mengaplikasi (Bermakna, Menggembirakan)

4

Pengolahan dan Analisis Data

Murid mengorganisasi dan menafsirkan data yang telah dikumpulkan, menggunakan berbagai teknik analisis, seperti diskusi kelompok, pemetaan konsep, atau pembuatan grafik.

3

Pengumpulan Data

Murid mengumpulkan informasi dari berbagai sumber, seperti eksperimen, observasi, wawancara, atau literatur dan mencari pola atau hubungan antar konsep (menggunakan sumber lingkungan sekitar).

27 of 73

Contoh Pelaksanaan Pembelajaran Mendalam

Keterkaitan Pengalaman Belajar, Prinsip Pembelajaran, dan adaptasi Model Pembelajaran Inkuiri

Pembelajaran Mendalam Menuju Pendidikan Bermutu untuk Semua • Hal.

Mengaplikasi (Bermakna, Menggembirakan)

6

Komunikasi

Peserta didik menyampaikan hasil temuannya melalui presentasi, laporan tertulis, atau diskusi kelas.

5

Menarik Kesimpulan

Peserta didik menyusun kesimpulan berdasarkan bukti dan hasil analisis, serta menjelaskan temuan dan menghubungkannya dengan konsep atau teori yang relevan (pendalaman pengetahuan).

28 of 73

Contoh Pelaksanaan Pembelajaran Mendalam

Keterkaitan Pengalaman Belajar, Prinsip Pembelajaran, dan adaptasi Model Pembelajaran Inkuiri

Pembelajaran Mendalam Menuju Pendidikan Bermutu untuk Semua • Hal.

Mengaplikasi (Bermakna, Menggembirakan)

Merefleksi (Berkesadaran, Bermakna)

8

Aplikasi dan Tindak Lanjut

Murid menerapkan hasil pembelajaran dalam konteks nyata atau proyek lanjutan dan mendorong eksplorasi lebih lanjut untuk memperdalam pemahaman konsep.

7

Refleksi

Melakukan refleksi terhadap proses pembelajaran: apa yang telah dipelajari, kesulitan yang dihadapi, dan bagaimana meningkatkan pemahaman lebih lanjut, serta guru memberikan umpan balik konstruktif untuk memperkaya pengalaman belajar murid (stimulasi regulasi diri).

29 of 73

Pelaksanaan Pembelajaran Mendalam

Pembelajaran Mendalam Menuju Pendidikan Bermutu untuk Semua • Hal.

  1. Penyampaian materi sesuai tahapan berpikir peserta didik untuk mendukung pencapaian kedalaman pemahaman konsep peserta didik
  2. Model-model atau strategi pembelajaran yang ada dapat digunakan dengan prinsip pembelajaran berkesadaran, bermakna, dan menggembirakan
  3. Penerapan pembelajaran bermakna dengan pemanfaatan lingkungan sekitar, seperti pemanfaatan lingkungan sekolah, lingkungan alam sekitar, lingkungan sosial, dan sebagainya
  4. Prinsip pembelajaran berkesadaran, bermakna, dan menggembirakan dapat berada dalam beberapa kegiatan pembelajaran tidak harus berurutan dan/atau simultan
  5. Pengalaman belajar memahami, mengaplikasi, dan merefleksi dilaksanakan dengan langkah-langkah pembelajaran yang sesuai dengan konteks dan kondisi pembelajaran, serta inovasi guru
  6. Sintak/Langkah-langkah pembelajaran pada model-model atau strategi pembelajaran yang ada dapat diadaptasi sesuai pengalaman belajar memahami, mengaplikasi dan merefleksi
  7. Pengalaman belajar memahami, mengaplikasi dan merefleksi dilakukan dalam beberapa langkah pembelajaran yang pelaksanaannya disesuaikan dengan konteks dan kondisi pembelajaran

30 of 73

Pelaksanaan Pembelajaran Mendalam

Pembelajaran Mendalam Menuju Pendidikan Bermutu untuk Semua • Hal.

  1. Pengalaman belajar melalui olah pikir, olah hati, olah rasa, dan olah raga adalah pengembangan diri yang holistik dan integratif yang mencakup aspek intelektual, sosio-emosional, spiritual, dan fisik. Sehingga pembelajaran menghasilkan pribadi yang memiliki kompetensi utuh dan seimbang sesuai fitrahnya
  2. Topik pembelajaran dikaitkan dengan lintas ilmu (multi/inter disiplin) atau terkait dengan bidang ilmu atau mata Pelajaran yang dipelajari peserta didik
  3. Penerapan pembelajaran mendalam disesuaikan dengan karakteristik masing-masing mata pelajaran
  4. Kemitraan yang melibatkan berbagai pihak baik lingkungan sekolah, luar sekolah, dan masyarakat untuk mendukung pembelajaran mendalam
  5. Lingkungan pembelajaran diciptakan merupakan integrasi ruang fisik, ruang virtual dan budaya belajar untuk mendukung pembelajaran mendalam
  6. Pemanfaatan teknologi digital akan menguatkan pembelajaran mendalam pada perencanaan, pelaksanaan, dan asesmen pembelajaran
  7. Asesmen menggunakan assessment as learning, assessment for learning, assessment of learning. Pada PM menekankan pentingnya umpan balik dan asesmen autentik

31 of 73

Kerangka Pembelajaran

1 Praktik Pedagogis

Strategi mengajar yang dipilih guru untuk mencapai tujuan belajar dalam mencapai dimensi profil lulusan. Untuk mewujudkan pembelajaran mendalam guru berfokus pada pengalaman belajar peserta didik yang autentik, mengutamakan praktik nyata, mendorong keterampilan berpikir tingkat tinggi dan kolaborasi.

2 Kemitraan Pembelajaran

Kemitraan pembelajaran membentuk hubungan yang dinamis antara guru, peserta didik, orang tua, komunitas, dan mitra profesional. Pendekatan ini memindahkan kontrol pembelajaran dari guru saja menjadi kolaborasi bersama.

  1. Lingkungan Pembelajaran

Lingkungan pembelajaran menekankan integrasi antara ruang fisik, ruang virtual, dan budaya belajar untuk mendukung pembelajaran mendalam. Ruang fisik dan virtual dirancang fleksibel sebagai tempat yang mendorong kolaborasi, refleksi, eksplorasi, dan berbagi ide, sehingga dapat mengakomodasi berbagai gaya belajar peserta didik dengan optimal.

  1. Pemanfaatan Digital

Pemanfaatan teknologi digital juga memegang peran penting sebagai katalisator untuk menciptakan pembelajaran yang lebih interaktif, kolaboratif, dan kontekstual. Tersedianya beragam sumber belajar menjadi peluang menciptakan pengetahuan bermakna pada peserta didik.

32 of 73

Kerangka Pembelajaran Praktik Pedagogis

Pembelajaran Mendalam dapat dilaksanakan menggunakan berbagai praktik pedagogis dengan menerapkan tiga prinsip yaitu berkesadaran, bermakna, menggembirakan, contohnya:

Pembelajaran Berbasis Inkuiri, Pembelajaran Berbasis Proyek, Pembelajaran Berbasis Masalah, Pembelajaran Kolaboratif, Pembelajaran STEM (Science, Technology, Engineering, Mathematic), Pembelajaran Berdiferensiasi, dan sebagainya.

Diskusi, peta konsep, advance organiser, kerja kelompok, dan sebagainya

33 of 73

Kerangka Pembelajaran Kemitraan Pembelajaran

Kemitraan pembelajaran membentuk hubungan yang kolaboratif untuk memberikan pengalaman belajar, kebaruan informasi serta umpan balik kepada murid melalui pengetahuan yang kontekstual dan nyata.

Contoh Kemitraan

  1. Lingkungan Sekolah: Kepala sekolah, pengawas sekolah, guru, dan peserta didik, dan lainnya
  2. Lingkungan Luar Sekolah: MGMP, Mitra Profesional, Dunia Usaha, Dunia Industri, dan Dunia Kerja, Institusi/ lembaga Pendidikan, Media, dan lainnya
  3. Masyarakat: Orang tua, Komunitas, Tokoh Masyarakat, Organisasi Keagamaan dan/atau Budaya, dan lainnya

34 of 73

Kerangka Pembelajaran Lingkungan Pembelajaran

1

Lingkungan pembelajaran menekankan integrasi antara budaya belajar, ruang fisik, dan ruang virtual untuk mendukung PM

2

Lingkungan pembelajaran yang mendukung

budaya belajar yang dikembangkan agar tercipta iklim belajar yang aman, nyaman, dan saling memuliakan untuk pembelajaran yang kondusif, interaktif, dan memotivasi peserta didik bereksplorasi, berekspresi, dan kolaborasi.

optimalisasi ruang fisik sebagai proses interaksi langsung dalam menciptakan suasana belajar yang kondusif, meningkatkan kenyamanan, serta mendukung PM seperti ruang kelas, laboratorium, ruang konseling, lingkungan sekolah, perpustakaan, lingkungan/alam sekitar, ruang seni, ruang praktik keterampilan, ruang ibadah, aula/auditorium, museum, dan lainnya

pemanfaatan ruang virtual untuk interaksi, transfer ilmu, penilaian pembelajaran tanpa keterbatasan ruang fisik, seperti desain pembelajaran daring, platform pembelajaran daring/hybrid, dan penilaian daring, dan lainnya.

35 of 73

Kerangka Pembelajaran Pemanfaatan Digital

Teknologi digital dapat dimanfaatkan dalam perencanaan, pelaksanaan, dan asesmen pembelajaran. Peserta didik mendapatkan pengalaman belajar yang lebih interaktif, fleksibel, dan kolaboratif.

Contoh

  1. Perencanaan Pembelajaran: merancang dan mengelola kelas digital, manajemen perencanaan pembelajaran berbasis proyek, desain bahan ajar visual dan infografis, pembuatan konten interaktif seperti kuis dan simulasi, pemanfaatan kecerdasan artifisial, serta aplikasi desain instruksional, dan perencanaan pembelajaran lainnya
  2. Pelaksanaan Pembelajaran: pembelajaran sinkronus, kolaborasi daring, pembelajaran asinkronus, laman sumber belajar, perpustakaan digital, pemanfaatan kecerdasan artifisial, video edukasi, multimedia Interaktif, simulasi dan animasi, gamifikasi dan kuis, serta sumber lainnya
  3. Asesmen Pembelajaran: pembuatan tes otomatis, evaluasi orisinalitas dan kualitas tulisan, tes formatif berbasis interaktif, pemanfaatan kecerdasan artifisial, pengelolaan portofolio digital, dan sebagainya.

36 of 73

Assessment Pada Pembelajaran Mendalam

37 of 73

Asesmen Formatif pelu dikuatkan untuk memberikan umpan balik selama proses pembelajaran, dilakukan secara bertahap dan berkelanjutan untuk mencapai level pembelajaran mendalam, mempertimbangkan 3 pengalaman belajar

Asesmen Sumatif dilaksanakan untuk mengetahui capaian pembelajaran secara menyeluruh

Asesmen yang digunakan bertujuan untuk:

  1. Memahami sejauhmana kedalaman pemahaman telah dicapai
  2. Merancang aktivitas belajar yang mendorong murid untuk naik ke tingkat pemahaman yang lebih kompleks
  3. Memberikan umpan balik yang lebih tepat sasaran berdasarkan level pemahaman

Assessment Pada Pembelajaran Mendalam

38 of 73

Integrasi Asesmen dengan Pembelajaran

39 of 73

Asesmen Pembelajaran Mendalam

Pembelajaran menekankan pentingnya umpan balik dan asesmen autentik yang mencakup tiga fungsi asesmen sebagai berikut:

Asesmen sebagai Pembelajaran�(Assessment as Learning)

Asesmen untuk Pembelajaran�(Assessment for Learning)

Asesmen untuk perbaikan proses pembelajaran berfungsi sebagai umpan balik membantu peserta didik memahami progres belajar mereka, serta refleksi guru mengajar

Asesmen untuk refleksi proses pembelajaran dan refleksi diri peserta didik

Asesmen untuk mengukur capaian pembelajaran peserta didik pada akhir pembelajaran

Asesmen Hasil Belajar�(Assessment of Learning)

Contoh:

Jurnal reflektif, self-assessment, peer assessment, checklist kemajuan belajar, dan lainnya

Contoh:

Peta konsep, umpan balik formatif, CATs, observasi, pertanyaan diagnostik, dan lainnya

Contoh:

Tes lisan, tes tertulis, laporan, penilaian proyek, portofolio, dan lainnya

40 of 73

Asesmen Formatif

Asesmen yang bertujuan untuk memberikan informasi atau umpan balik bagi pendidik dan murid untuk memperbaiki proses belajar.

Asesmen Sumatif

Asesmen yang dilakukan untuk memastikan ketercapaian tujuan pembelajaran.

Pada jenjang pendidikan dasar dan menengah, asesmen ini bertujuan untuk menilai pencapaian hasil belajar peserta didik sebagai dasar penentuan:

  1. kenaikan kelas; dan
  2. kelulusan dari satuan pendidikan.

Asesmen formatif berupa:

  1. Asesmen di awal pembelajaran yang dilakukan untuk mengetahui kesiapan peserta didik untuk mempelajari materi ajar dan mencapai tujuan pembelajaran yang direncanakan.
  2. Asesmen di dalam proses pembelajaran yang dilakukan selama proses pembelajaran untuk mengetahui perkembangan peserta didik dan sekaligus pemberian umpan balik yang cepat.

Asesmen Sesuai dengan tujuan

41 of 73

Metode penilaian formatif yang dirancang untuk mengukur pemahaman, keterampilan, dan pencapaian murid secara cepat dan efisien selama proses belajar. Penilaian ini sering digunakan dalam pembelajaran sehari-hari untuk memberikan umpan balik yang berguna bagi siswa dan guru mengenai kemajuan pembelajaran.

Tujuan CATs:

  • Mendapatkan informasi cepat tentang pemahaman siswa terhadap materi yang telah diajarkan.
  • Menyesuaikan pembelajaran dengan kebutuhan siswa yang ditemukan melalui penilaian.
  • Meningkatkan keterlibatan siswa dengan proses refleksi dan pembelajaran aktif.
  • Mengidentifikasi area kesulitan yang perlu ditangani agar hasil belajar siswa optimal.

Classroom Assessment Technique (CATs)

42 of 73

Contoh CATs

Muddiest Point (Bagian yang Paling Membingungkan)

  • Deskripsi: Siswa diminta untuk menuliskan bagian dari pelajaran yang mereka anggap paling membingungkan atau sulit dipahami selama kelas.
  • Contoh: Setelah pelajaran tentang sistem peredaran darah, siswa menulis pada kertas jawaban mereka, "Bagian yang paling membingungkan bagi saya adalah bagaimana darah beredar melalui vena cava."
  • Tujuan: Untuk mengetahui bagian mana dari materi yang perlu dijelaskan lebih lanjut oleh guru.

One-Minute Paper (Kertas Satu Menit)

  • Deskripsi: Siswa diberikan waktu satu menit untuk menuliskan jawabannya terhadap pertanyaan tertentu yang diajukan oleh guru.
  • Contoh: Di akhir kelas, guru meminta siswa untuk menuliskan "Apa dua hal yang paling Anda pelajari hari ini dan bagaimana itu dapat diterapkan dalam kehidupan nyata?"
  • Tujuan: Memberikan wawasan cepat kepada guru tentang pemahaman siswa terhadap materi yang baru saja dipelajari.

43 of 73

Contoh CATs

Think-Pair-Share (Berpikir, Berpasangan, dan Berbagi)

  • Deskripsi: Siswa pertama-tama berpikir secara individu tentang pertanyaan atau masalah yang diberikan, kemudian berbagi jawabannya dengan teman sekelasnya, dan terakhir berdiskusi dengan seluruh kelas.
  • Contoh: Setelah mempelajari topik tentang perubahan iklim, guru meminta siswa untuk berpikir tentang "Bagaimana perubahan iklim dapat mempengaruhi kehidupan sehari-hari?" Kemudian, siswa berdiskusi dengan pasangan mereka dan akhirnya berbagi jawabannya di depan kelas.
  • Tujuan: Mengembangkan keterampilan berpikir kritis siswa dan meningkatkan kemampuan mereka dalam bekerja sama serta berbagi ide.

Concept Map (Peta Konsep)

  • Deskripsi: Siswa diminta untuk membuat peta konsep yang menggambarkan hubungan antara berbagai konsep yang telah dipelajari.
  • Contoh: Setelah mempelajari ekosistem, siswa membuat peta konsep yang menunjukkan hubungan antara produsen, konsumen, dan dekomposer dalam ekosistem.
  • Tujuan: Untuk mengevaluasi pemahaman siswa mengenai hubungan antar konsep yang dipelajari.

44 of 73

Contoh CATs

Peer Review (Peninjauan Rekan)

  • Deskripsi: Siswa saling memberi umpan balik terhadap pekerjaan teman sekelas mereka, misalnya dalam bentuk esai, presentasi, atau proyek lainnya.
  • Contoh: Dalam sebuah tugas menulis, siswa diminta untuk membaca esai teman mereka dan memberikan komentar konstruktif tentang kekuatan dan kelemahan tulisan tersebut.
  • Tujuan: Mengembangkan kemampuan siswa dalam memberikan dan menerima umpan balik serta meningkatkan kualitas tugas yang dikerjakan.

Conceptual Doodling (Menggambar Konseptual)

  • Deskripsi: Siswa diminta untuk membuat gambar atau diagram yang menggambarkan konsep-konsep yang telah dipelajari. Gambar ini membantu siswa untuk mengorganisir pengetahuan mereka secara visual.
  • Contoh: Setelah belajar tentang siklus air, siswa membuat diagram atau gambar yang menunjukkan proses penguapan, kondensasi, dan presipitasi.
  • Tujuan: Membantu siswa mengorganisir dan memvisualisasikan konsep-konsep yang mereka pelajari serta mengidentifikasi hubungan antar konsep tersebut.

45 of 73

  • Observasi

Bentuk Asesmen khas MAK:

  • Asesmen Praktik Kerja Lapangan (PKL)
  • Uji Kompetensi Kejuruan
  • Ujian Unit Kompetensi

Teknik Asesmen

  • Kinerja
  • Projek
  • Tes tertulis
  • Tes Lisan
  • Penugasan
  • Portofolio

Teknik asesmen dapat dilakukan secara berbeda di jenjang tertentu, sesuai dengan karakteristik dan tujuan pembelajarannya.

46 of 73

Capaian kinerja dituangkan dalam bentuk kriteria atau dimensi yang akan dinilai yang dibuat secara bertingkat dari kurang sampai terbaik

Rubrik

Daftar informasi, data, ciri-ciri, karakteristik, atau elemen yang dituju.

Ceklis

Catatan singkat hasil observasi yang difokuskan pada performa dan perilaku yang menonjol, disertai latar belakang kejadian dan hasil analisis dari observasi.

Catatan anekdotal

Grafik atau infografik yang menggambarkan tahap perkembangan belajar

Grafik perkembangan

Pemilihan instrumen asesmen diharapkan memperhatikan: karakteristik kebutuhan peserta didik, kesesuaian asesmen dengan rencana/tujuan pembelajaran, kemudahan penggunaan instrumen untuk memberikan umpan balik kepada peserta didik dan pendidik.

Instrumen Asesmen

47 of 73

Pendekatan dalam menentukan kriteria ketercapaian tujuan pembelajaran:

bukti ketercapaian tujuan pembelajaran

merupakan penjelasan (deskripsi) tentang kemampuan apa yang perlu ditunjukkan/didemonstrasikan peserta didik sebagai bukti (evidence) bahwa ia telah mencapai tujuan pembelajaran.

  • menggunakan deskripsi kriteria;
  • menggunakan rubrik;
  • menggunakan skala atau interval nilai;
  • menggunakan persentase, atau pendekatan lainnya sesuai dengan kebutuhan dan kesiapan pendidik dalam mengembangkannya

48 of 73

IMPLEMENTASI�PEMBELAJARAN MENDALAM DAN KBC

03

49 of 73

1. Konsep dan Kerangka Kerja

Kurikulum Berbasis Cinta

Asesmen Awal dan Rencana Pembelajaran

Pembelajaran + Asesmen Formatif

Asesmen Sumatif

Pembelajaran Mendalam

3. Implementasi dan refleksi

2. Prinsip dan pengalaman

4. Inkuiri Kolaboratif

Memetakan CP dan Topik KBC

PEMBELAJARAN MENDALAM

KURIKULUM BERBASIS CINTA

8 DPL DAN 5 TOPIK

50 of 73

50

51 of 73

51

52 of 73

52

Cek CP

53 of 73

53

54 of 73

54

55 of 73

55

56 of 73

56

57 of 73

57

58 of 73

58

59 of 73

59

Cek Contoh ATP

60 of 73

60

61 of 73

61

62 of 73

62

63 of 73

63

64 of 73

64

65 of 73

65

66 of 73

66

67 of 73

67

68 of 73

Pembelajaran dan Asesmen

Keterpaduan

Pendidik menyusun rencana pembelajaran, termasuk di dalamnya rencana asesmen mulai dari awal hingga akhir pembelajaran

Melaksanakan asesmen di akhir pembelajaran untuk mengetahui ketercapaian tujuan pembelajaran.

Hasil dari asesmen ini dapat digunakan sebagai salah satu alternatif untuk asesmen awal pada pembelajaran berikutnya.

Pendidik melakukan asesmen di awal pembelajaran untuk menilai kesiapan setiap individu peserta didik untuk mempelajari materi yang telah dirancang.

Berdasarkan hasil asesmen, pendidik mendetailkan rencana pembelajaran dan/atau membuat perencanaan yang sesuai dengan tahap capaian peserta didik.

Melaksanakan pembelajaran dan

menggunakan berbagai metode asesmen formatif untuk memonitor kemajuan belajar.

69 of 73

69

70 of 73

Contoh Perencanaan Pembelajaran Mendalam

71 of 73

Contoh Perencanaan �Integrasi PM dan KBC

RPP /Modul Ajar

72 of 73

Contoh Perencanaan �Integrasi PM dan KBC

Kokurikuler

73 of 73

Contoh Perencanaan �Integrasi PMdan�KBC

Ekstrakurikuler