Sosialisasi Panduan�Pembelajaran dan Asesmen
Irmayanti
s
Apa pendapat Bapak / Ibu
Dengan berita ini ?
Refleksi Awal�
Apa yang biasanya terjadi setelah murid mengikuti pelajaran? Apakah mereka hanya tahu atau benar-benar paham dan bisa menerapkan dalam konteks kehidupan nyata?
Apa bedanya mengajar untuk menyampaikan materi dan mengajar untuk membuat murid berpikir dan memahami secara mendalam?
"Pembelajaran bukan soal seberapa banyak yang diajarkan, tetapi seberapa dalam murid memahaminya."
01
02
03
04
Latar Belakang
Perubahan masa depan sulit diprediksi
Permasalahan mutu pendidikan: literasi, numerasi, keterampilan berpikir tingkat tinggi, dan ketimpangan pendidikan
Bonus Demografi 2035 dan Visi Indonesia 2045
Kompetensi Masa Depan
PM sebagai solusi mewujudkan pendidikan bermutu untuk semua
Pembelajaran Mendalam
Definisi
Pembelajaran Mendalam merupakan pendekatan yang memuliakan dengan menekankan pada penciptaan suasana belajar dan proses pembelajaran berkesadaran, bermakna, dan menggembirakan melalui olah pikir, olah hati, olah rasa, dan olah raga secara holistik dan terpadu.
Memuliakan
Dalam penerapan PM semua pihak yang terlibat saling menghargai dan menghormati dengan mempertimbangkan potensi, martabat dan nilai-nilai kemanusiaan
Pembelajaran Mendalam
Berkesadaran
Pengalaman belajar peserta didik yang diperoleh ketika mereka memiliki kesadaran untuk menjadi pembelajar yang aktif dan mampu meregulasi diri. Peserta didik memahami tujuan pembelajaran, termotivasi secara intrinsik untuk belajar, serta aktif mengembangkan strategi belajar untuk mencapai tujuan
Pembelajaran Mendalam
Bermakna
Peserta didik dapat merasakan manfaat dan relevansi dari hal-hal yang dipelajari untuk kehidupan. Peserta didik mampu mengkonstruksi pengetahuan baru berdasarkan pengetahuan lama dan menerapkan pengetahuannya dalam kehidupan nyata.
Menggembirakan
Pembelajaran yang menggembirakan merupakan suasana belajar yang positif, menyenangkan, menantang, dan memotivasi. Peserta didik merasa dihargai atas keterlibatan dan kontribusinya pada proses pembelajaran. Peserta didik terhubung secara emosional, sehingga lebih mudah memahami, mengingat, dan menerapkan pengetahuan.
Pembelajaran Mendalam
Olah pikir
Merupakan proses pendidikan yang berfokus pada pengasahan akal budi dan kemampuan kognitif, seperti kemampuan untuk memahami, menganalisa, dan memecahkan masalah
Olah hati
Adalah proses pendidikan untuk mengasah kepekaan batin, membentuk budi pekerti, serta menanamkan nilai-nilai moral dan spiritual
Olah rasa
Sebagai proses pendidikan yang bertujuan untuk mengembangkan kepekaan estetika, empati, dan kemampuan menghargai keindahan serta hubungan antarmanusia
Olah raga
Merupakan bagian dari pendidikan yang bertujuan untuk menjaga dan meningkatkan kesehatan fisik, kekuatan tubuh, serta membentuk karakter melalui kegiatan jasmani
Kerangka Kerja Pembelajaran Mendalam
02
Pembelajaran Mendalam
Dimensi profil lulusan merupakan fokus profil lulusan yang akan dicapai yaitu keimanan dan ketakwaan kepada YME, kewargaan, kreativitas, penalaran kritis, kolaborasi, kemandirian, kesehatan dan komunikasi
Prinsip Pembelajaran merupakan dasar karakteristik pembelajaran mendalam yaitu berkesadaran, bermakna, menggembirakan
Pengalaman belajar sebagai proses yang dialami peserta didik dalam pembelajaran yaitu memahami, mengaplikasi, merefleksi
Kerangka pembelajaran sebagai panduan sistematis dalam menyusun desain pembelajaran, yaitu praktik pedagogis, kemitraan pembelajaran, lingkungan pembelajaran, dan pemanfaatan digital
Dimensi Profil Lulusan
Prinsip Pembelajaran
Pengalaman Belajar
Kerangka Pembelajaran
Empat Kerangka Pembelajaran diadaptasi dari Four Elements of Learning Design
© copyright 2018 Education in Motion (New Pedagogies for Deep Learning) https://deep- learning.global
Delapan Dimensi Profil Lulusan
1
1. Keimanan dan Ketakwaan terhadap Tuhan YME
Individu yang memiliki keyakinan teguh akan keberadaan Tuhan YME dan menghayati serta mengamalkan nilai-nilai spiritual dalam kehidupan sehari-hari.
2. Kewargaan
Individu yang memiliki rasa cinta tanah air serta menghargai keberagaman budaya, mentaati aturan dan norma sosial dalam kehidupan bermasyarakat, memiliki kepedulian dan tanggung jawab sosial, serta berkomitmen untuk menyelesaikan masalah nyata yang berkaitan dengan keberlanjutan kehidupan, lingkungan, dan harmoni antarbangsa dalam konteks kebhinekaan global.
3
3. Penalaran Kritis
Individu yang mampu berpikir secara logis, analitis, dan reflektif dalam memahami, mengevaluasi, serta memproses informasi untuk menyelesaikan masalah.
Delapan Dimensi Profil Lulusan
1
2
4. Kreativitas
Individu yang mampu berpikir secara inovatif, fleksibel, dan orisinal dalam mengolah ide atau informasi untuk menciptakan solusi yang unik dan bermanfaat.
5. Kolaborasi
Individu yang mampu bekerja sama secara efektif dengan orang lain secara gotong royong untuk mencapai tujuan bersama melalui pembagian peran dan tanggung jawab.
6. Kemandirian
Individu yang mampu bertanggung jawab atas proses dan hasil belajarnya sendiri dengan menunjukkan kemampuan untuk mengambil inisiatif, mengatasi hambatan, dan menyelesaikan tugas secara tepat tanpa bergantung pada orang lain.
Delapan Dimensi Profil Lulusan
6
7. Kesehatan
Individu yang memiliki fisik yang prima, bugar, sehat, dan mampu menjaga keseimbangan kesehatan mental dan fisik untuk mewujudkan kesejahteraan lahir dan batin (well-being).
8. Komunikasi
Individu yang memiliki kemampuan komunikasi intrapribadi untuk melakukan refleksi dan antarpribadi untuk menyampaikan ide, gagasan, dan informasi baik lisan maupun tulisan serta berinteraksi secara efektif dalam berbagai situasi.
Pengalaman Belajar
Pengalaman belajar dilakukan secara bertahap untuk mencapai level PM
Pendalaman Pengetahuan Refleksi Diri
Pengalaman Belajar
Memahami
Tahap awal peserta didik untuk aktif mengkonstruksi pengetahuan agar dapat memahami secara mendalam konsep atau materi dari berbagai sumber dan konteks. Pengetahuan pada fase ini terdiri dari pengetahuan esensial, pengetahuan aplikatif, dan pengetahuan nilai dan karakter.
Mengaplikasi
Pengalaman belajar yang menunjukan aktivitas peserta didik mengaplikasi pengetahuan dalam kehidupan secara kontekstual. Pengetahuan yang diperoleh oleh peserta didik melalui pendalaman pengetahuan.
Merefleksi
Proses di mana murid mengevaluasi dan memaknai proses serta hasil dari tindakan atau praktik nyata yang telah mereka lakukan. Tahap refleksi melibatkan regulasi diri sebagai kemampuan individu untuk mengelola proses belajarnya secara mandiri, meliputi perencanaan, pelaksanaan, pengawasan, dan evaluasi terhadap cara belajar mereka.
Pengalaman Belajar
Memahami
Jenis Pengetahuan
Karakteristik
Contoh
1
Pengalaman Belajar
Memahami
1
Pengetahuan Esensial
Pengetahuan dasar yang fundamental dalam suatu bidang atau disiplin ilmu, yang harus dipahami dan dikuasai untuk membangun pemahaman yang lebih kompleks dan dapat diterapkan dalam berbagai konteks
Contoh: Bahasa (Kosa kata, tata bahasa dasar, pengetahuan wacana, dan empat keterampilan berbahasa)
Pengetahuan Aplikatif
Pengetahuan yang berfokus pada penerapan konsep, teori, atau keterampilan dalam situasi nyata. Pengetahuan ini digunakan untuk menyelesaikan masalah, membuat keputusan, atau menciptakan sesuatu yang berdampak.
Contoh: Bahasa (Memahami cara menggunakan keterampilan menulis untuk membuat laporan atau bahan presentasi yang efektif)
Pengetahuan Nilai dan Karakter
Pengetahuan yang berkaitan dengan pemahaman tentang nilai-nilai moral, etika, budaya, dan kemanusiaan yang berperan penting dalam membentuk kepribadian, sikap, dan perilaku seseorang
Contoh: Bahasa (Memahami cara menggunakan bahasa untuk membangun hubungan baik, menghindari konflik, serta menunjukkan empati dan kepedulian)
Pengalaman Belajar
Mengaplikasi
2
Pendalaman Pengetahuan
Memperluas atau mengembangkan pemahaman terhadap konsep dengan menghubungkannya ke situasi baru, pengalaman lain, atau bidang ilmu yang berbeda.
Karakteristik
Contoh
Topik: Persamaan Linear
Pengalaman Belajar
Merefleksi
3
Regulasi Diri
Individu mampu mengendalikan pikiran, emosi, dan perilaku dalam mencapai tujuan tertentu. Dalam konteks pendidikan, regulasi diri sangat penting bagi peserta didik untuk mengelola proses belajar mereka secara mandiri dan efektif.
Karakteristik
Contoh
The SOLO Taxonomy
(SЧruсЧurc ofi Obscrvcd Lcarning OuЧсomcs)
Competence
Incompetence
Prestructural
One relevance aspect
Unistructural Multistructural Relational
Sumber: Diadaptasi dari https://www.johnbiggs.com.au/academic/solo_taxonomy
Several relevance independence aspects
Integrated into structure
Generalized to new domain
Extended Abstract
PM dalam Taksonomi Pembelajaran Ranah Kognitif
Taksonomi Bloom (Anderson s Krathwohl, 2001) | Taksonomi SOLO (Biggs s Collis, 1982) | Pengalaman Belajar PM | Deskripsi |
| Berpikir Abstrak yang Mendalam | Merefleksi | Memperluas dan menerapkan ide |
| Relasional | Mengaplikasi | Menghubungkan ide-ide |
Memahami | Multistruktural | Memahami | Memiliki banyak ide |
Mengingat | Unistruktural | Mengingat kembali | |
- | Prastruktural | - | Belum Memahami |
Contoh Pengalaman PM pada Ranah Kognitif
Pengalaman Belajar PM | Contoh Pengalaman Belajar pada Topik Fotosintesis |
Merefleksi | Peserta didik mengaitkan fotosintesis dalam konteks yang lebih luas dan menyadari perannya terhadap isu nyata seperti ketersediaan pangan, perubahan iklim, dan sebagainya. |
Mengaplikasi | Peserta didik menerapkan proses fotosintesis dan keterkaitannya dengan isu ketersediaan tanaman pangan. |
Memahami | Peserta didik menjelaskan beberapa elemen yang terlibat dalam fotosintesis, namun tidak dapat mengaitkan antar proses fotosintesis. |
Peserta didik dapat memberikan definisi fotosintesis namun belum dapat menjelaskan bagaimana atau mengapa fotosintesis terjadi. |
Contoh Pengalaman PM pada Ranah Afektif dan Psikomotorik
Pengalaman Belajar PM | Afektif | Psikomotorik |
Merefleksi | Sikap dan perilaku dalam pembelajaran yang menunjukkan bagaimana peserta didik menerima, merespons, menghargai, mengorganisasi, dan menginternalisasi nilai-nilai dalam kehidupan mereka. Contoh: Guru memfasilitasi diskusi tentang isu sosial dan meminta peserta didik untuk menuliskan refleksi tentang sikap mereka. | Keterampilan fisik, koordinasi gerakan, atau tindakan nyata dalam pembelajaran yang melibatkan aktivitas motorik seperti tindakan fisik dan praktik langsung. Contoh: peserta didik mempraktikkan keterampilan dalam situasi yang menyerupai dunia nyata, seperti simulasi jual beli di pasar atau simulasi debat. |
Mengaplikasi | ||
Memahami |
Contoh Pelaksanaan Pembelajaran Mendalam
Keterkaitan Pengalaman Belajar, Prinsip Pembelajaran, dan adaptasi Model Pembelajaran Inkuiri
Pembelajaran Mendalam Menuju Pendidikan Bermutu untuk Semua • Hal.
Memahami (Berkesadaran, Bermakna)
2
Merumuskan Masalah
Murid mengidentifikasi dan merumuskan pertanyaan yang akan dijawab dalam proses inkuiri dan guru membimbing murid untuk menyusun hipotesis atau dugaan awal.
1
Orientasi
Guru memberikan stimulus untuk membangkitkan rasa ingin tahu murid dan mulai mengidentifikasi topik yang akan dieksplorasi (kaitkan dengan pengetahuan esensial, aplikatif, nilai dan karakter).
Contoh Pelaksanaan Pembelajaran Mendalam
Keterkaitan Pengalaman Belajar, Prinsip Pembelajaran, dan adaptasi Model Pembelajaran Inkuiri
Pembelajaran Mendalam Menuju Pendidikan Bermutu untuk Semua • Hal.
Memahami (Berkesadaran, Bermakna)
Mengaplikasi (Bermakna, Menggembirakan)
4
Pengolahan dan Analisis Data
Murid mengorganisasi dan menafsirkan data yang telah dikumpulkan, menggunakan berbagai teknik analisis, seperti diskusi kelompok, pemetaan konsep, atau pembuatan grafik.
3
Pengumpulan Data
Murid mengumpulkan informasi dari berbagai sumber, seperti eksperimen, observasi, wawancara, atau literatur dan mencari pola atau hubungan antar konsep (menggunakan sumber lingkungan sekitar).
Contoh Pelaksanaan Pembelajaran Mendalam
Keterkaitan Pengalaman Belajar, Prinsip Pembelajaran, dan adaptasi Model Pembelajaran Inkuiri
Pembelajaran Mendalam Menuju Pendidikan Bermutu untuk Semua • Hal.
Mengaplikasi (Bermakna, Menggembirakan)
6
Komunikasi
Peserta didik menyampaikan hasil temuannya melalui presentasi, laporan tertulis, atau diskusi kelas.
5
Menarik Kesimpulan
Peserta didik menyusun kesimpulan berdasarkan bukti dan hasil analisis, serta menjelaskan temuan dan menghubungkannya dengan konsep atau teori yang relevan (pendalaman pengetahuan).
Contoh Pelaksanaan Pembelajaran Mendalam
Keterkaitan Pengalaman Belajar, Prinsip Pembelajaran, dan adaptasi Model Pembelajaran Inkuiri
Pembelajaran Mendalam Menuju Pendidikan Bermutu untuk Semua • Hal.
Mengaplikasi (Bermakna, Menggembirakan)
Merefleksi (Berkesadaran, Bermakna)
8
Aplikasi dan Tindak Lanjut
Murid menerapkan hasil pembelajaran dalam konteks nyata atau proyek lanjutan dan mendorong eksplorasi lebih lanjut untuk memperdalam pemahaman konsep.
7
Refleksi
Melakukan refleksi terhadap proses pembelajaran: apa yang telah dipelajari, kesulitan yang dihadapi, dan bagaimana meningkatkan pemahaman lebih lanjut, serta guru memberikan umpan balik konstruktif untuk memperkaya pengalaman belajar murid (stimulasi regulasi diri).
Pelaksanaan Pembelajaran Mendalam
Pembelajaran Mendalam Menuju Pendidikan Bermutu untuk Semua • Hal.
Pelaksanaan Pembelajaran Mendalam
Pembelajaran Mendalam Menuju Pendidikan Bermutu untuk Semua • Hal.
Kerangka Pembelajaran
1 Praktik Pedagogis
Strategi mengajar yang dipilih guru untuk mencapai tujuan belajar dalam mencapai dimensi profil lulusan. Untuk mewujudkan pembelajaran mendalam guru berfokus pada pengalaman belajar peserta didik yang autentik, mengutamakan praktik nyata, mendorong keterampilan berpikir tingkat tinggi dan kolaborasi.
2 Kemitraan Pembelajaran
Kemitraan pembelajaran membentuk hubungan yang dinamis antara guru, peserta didik, orang tua, komunitas, dan mitra profesional. Pendekatan ini memindahkan kontrol pembelajaran dari guru saja menjadi kolaborasi bersama.
Lingkungan pembelajaran menekankan integrasi antara ruang fisik, ruang virtual, dan budaya belajar untuk mendukung pembelajaran mendalam. Ruang fisik dan virtual dirancang fleksibel sebagai tempat yang mendorong kolaborasi, refleksi, eksplorasi, dan berbagi ide, sehingga dapat mengakomodasi berbagai gaya belajar peserta didik dengan optimal.
Pemanfaatan teknologi digital juga memegang peran penting sebagai katalisator untuk menciptakan pembelajaran yang lebih interaktif, kolaboratif, dan kontekstual. Tersedianya beragam sumber belajar menjadi peluang menciptakan pengetahuan bermakna pada peserta didik.
Kerangka Pembelajaran Praktik Pedagogis
Pembelajaran Mendalam dapat dilaksanakan menggunakan berbagai praktik pedagogis dengan menerapkan tiga prinsip yaitu berkesadaran, bermakna, menggembirakan, contohnya:
Pembelajaran Berbasis Inkuiri, Pembelajaran Berbasis Proyek, Pembelajaran Berbasis Masalah, Pembelajaran Kolaboratif, Pembelajaran STEM (Science, Technology, Engineering, Mathematic), Pembelajaran Berdiferensiasi, dan sebagainya.
Diskusi, peta konsep, advance organiser, kerja kelompok, dan sebagainya
Kerangka Pembelajaran Kemitraan Pembelajaran
Kemitraan pembelajaran membentuk hubungan yang kolaboratif untuk memberikan pengalaman belajar, kebaruan informasi serta umpan balik kepada murid melalui pengetahuan yang kontekstual dan nyata.
Contoh Kemitraan
Kerangka Pembelajaran Lingkungan Pembelajaran
1
Lingkungan pembelajaran menekankan integrasi antara budaya belajar, ruang fisik, dan ruang virtual untuk mendukung PM
2
Lingkungan pembelajaran yang mendukung
budaya belajar yang dikembangkan agar tercipta iklim belajar yang aman, nyaman, dan saling memuliakan untuk pembelajaran yang kondusif, interaktif, dan memotivasi peserta didik bereksplorasi, berekspresi, dan kolaborasi.
optimalisasi ruang fisik sebagai proses interaksi langsung dalam menciptakan suasana belajar yang kondusif, meningkatkan kenyamanan, serta mendukung PM seperti ruang kelas, laboratorium, ruang konseling, lingkungan sekolah, perpustakaan, lingkungan/alam sekitar, ruang seni, ruang praktik keterampilan, ruang ibadah, aula/auditorium, museum, dan lainnya
pemanfaatan ruang virtual untuk interaksi, transfer ilmu, penilaian pembelajaran tanpa keterbatasan ruang fisik, seperti desain pembelajaran daring, platform pembelajaran daring/hybrid, dan penilaian daring, dan lainnya.
Kerangka Pembelajaran Pemanfaatan Digital
Teknologi digital dapat dimanfaatkan dalam perencanaan, pelaksanaan, dan asesmen pembelajaran. Peserta didik mendapatkan pengalaman belajar yang lebih interaktif, fleksibel, dan kolaboratif.
Contoh
Assessment Pada Pembelajaran Mendalam�
Asesmen Formatif pelu dikuatkan untuk memberikan umpan balik selama proses pembelajaran, dilakukan secara bertahap dan berkelanjutan untuk mencapai level pembelajaran mendalam, mempertimbangkan 3 pengalaman belajar
Asesmen Sumatif dilaksanakan untuk mengetahui capaian pembelajaran secara menyeluruh
Asesmen yang digunakan bertujuan untuk:
Assessment Pada Pembelajaran Mendalam
Integrasi Asesmen dengan Pembelajaran
Asesmen Pembelajaran Mendalam
Pembelajaran menekankan pentingnya umpan balik dan asesmen autentik yang mencakup tiga fungsi asesmen sebagai berikut:
Asesmen sebagai Pembelajaran�(Assessment as Learning)
Asesmen untuk Pembelajaran�(Assessment for Learning)
Asesmen untuk perbaikan proses pembelajaran berfungsi sebagai umpan balik membantu peserta didik memahami progres belajar mereka, serta refleksi guru mengajar
Asesmen untuk refleksi proses pembelajaran dan refleksi diri peserta didik
Asesmen untuk mengukur capaian pembelajaran peserta didik pada akhir pembelajaran
Asesmen Hasil Belajar�(Assessment of Learning)
Contoh:
Jurnal reflektif, self-assessment, peer assessment, checklist kemajuan belajar, dan lainnya
Contoh:
Peta konsep, umpan balik formatif, CATs, observasi, pertanyaan diagnostik, dan lainnya
Contoh:
Tes lisan, tes tertulis, laporan, penilaian proyek, portofolio, dan lainnya
Asesmen Formatif
Asesmen yang bertujuan untuk memberikan informasi atau umpan balik bagi pendidik dan murid untuk memperbaiki proses belajar.
Asesmen Sumatif
Asesmen yang dilakukan untuk memastikan ketercapaian tujuan pembelajaran.
Pada jenjang pendidikan dasar dan menengah, asesmen ini bertujuan untuk menilai pencapaian hasil belajar peserta didik sebagai dasar penentuan:
Asesmen formatif berupa:
Asesmen Sesuai dengan tujuan
Metode penilaian formatif yang dirancang untuk mengukur pemahaman, keterampilan, dan pencapaian murid secara cepat dan efisien selama proses belajar. Penilaian ini sering digunakan dalam pembelajaran sehari-hari untuk memberikan umpan balik yang berguna bagi siswa dan guru mengenai kemajuan pembelajaran.
Tujuan CATs:
Classroom Assessment Technique (CATs)
Contoh CATs
Muddiest Point (Bagian yang Paling Membingungkan)
One-Minute Paper (Kertas Satu Menit)
Contoh CATs
Think-Pair-Share (Berpikir, Berpasangan, dan Berbagi)
Concept Map (Peta Konsep)
Contoh CATs
Peer Review (Peninjauan Rekan)
Conceptual Doodling (Menggambar Konseptual)
Bentuk Asesmen khas MAK:
Teknik Asesmen
Teknik asesmen dapat dilakukan secara berbeda di jenjang tertentu, sesuai dengan karakteristik dan tujuan pembelajarannya.
Capaian kinerja dituangkan dalam bentuk kriteria atau dimensi yang akan dinilai yang dibuat secara bertingkat dari kurang sampai terbaik
Rubrik
Daftar informasi, data, ciri-ciri, karakteristik, atau elemen yang dituju.
Ceklis
Catatan singkat hasil observasi yang difokuskan pada performa dan perilaku yang menonjol, disertai latar belakang kejadian dan hasil analisis dari observasi.
Catatan anekdotal
Grafik atau infografik yang menggambarkan tahap perkembangan belajar
Grafik perkembangan
Pemilihan instrumen asesmen diharapkan memperhatikan: karakteristik kebutuhan peserta didik, kesesuaian asesmen dengan rencana/tujuan pembelajaran, kemudahan penggunaan instrumen untuk memberikan umpan balik kepada peserta didik dan pendidik.
Instrumen Asesmen
Pendekatan dalam menentukan kriteria ketercapaian tujuan pembelajaran:
bukti ketercapaian tujuan pembelajaran
merupakan penjelasan (deskripsi) tentang kemampuan apa yang perlu ditunjukkan/didemonstrasikan peserta didik sebagai bukti (evidence) bahwa ia telah mencapai tujuan pembelajaran.
IMPLEMENTASI�PEMBELAJARAN MENDALAM DAN KBC
03
1. Konsep dan Kerangka Kerja
Kurikulum Berbasis Cinta
Asesmen Awal dan Rencana Pembelajaran
Pembelajaran + Asesmen Formatif
Asesmen Sumatif
Pembelajaran Mendalam
3. Implementasi dan refleksi
2. Prinsip dan pengalaman
4. Inkuiri Kolaboratif
Memetakan CP dan Topik KBC
PEMBELAJARAN MENDALAM
KURIKULUM BERBASIS CINTA
8 DPL DAN 5 TOPIK
50
51
52
Cek CP
53
54
55
56
57
58
59
Cek Contoh ATP
60
61
62
63
64
65
66
67
Pembelajaran dan Asesmen
Keterpaduan
Pendidik menyusun rencana pembelajaran, termasuk di dalamnya rencana asesmen mulai dari awal hingga akhir pembelajaran
Melaksanakan asesmen di akhir pembelajaran untuk mengetahui ketercapaian tujuan pembelajaran.
Hasil dari asesmen ini dapat digunakan sebagai salah satu alternatif untuk asesmen awal pada pembelajaran berikutnya.
Pendidik melakukan asesmen di awal pembelajaran untuk menilai kesiapan setiap individu peserta didik untuk mempelajari materi yang telah dirancang.
Berdasarkan hasil asesmen, pendidik mendetailkan rencana pembelajaran dan/atau membuat perencanaan yang sesuai dengan tahap capaian peserta didik.
Melaksanakan pembelajaran dan
menggunakan berbagai metode asesmen formatif untuk memonitor kemajuan belajar.
69
Contoh Perencanaan Pembelajaran Mendalam�
Contoh Perencanaan �Integrasi PM dan KBC�
RPP /Modul Ajar
Contoh Perencanaan �Integrasi PM dan KBC�
Kokurikuler
Contoh Perencanaan �Integrasi PMdan�KBC�
Ekstrakurikuler