PENGANTAR �MANAJEMEN & BISNIS
PERUSAHAAN
SUMBER-SUMBER EKONOMI (FAKTOR-FAKTOR PRODUKSI)
Pada tahap awal berdirinya perusahaan selain diperlukan faktor-faktor produksi juga diperlukan jiwa wirausaha
Fungsi yang dilakukan seorang wirausaha :
Ciri kepribadian seorang wirausaha :
Kewirausahaan bisa dimulai dari perusahaan kecil (Small business) kepemilikannya dengan 3 cara :
Perbedaan perusahaan besar dan kecil
Perusahaan kecil :
Perusahaan besar :
Kegagalan usaha dari perusahaan kecil disebabkan kurangnya pengalaman yg ditandai oleh :
Alasan perlunya pengembangan perusahaan kecil :
LANGKAHNYATA UNTUK PENGEMBANGAN PERUSAHAAN KECIL
FRANCHISING (WARALABA)
TIPE-TIPE FRANCHISING
a) Trade name franchising adalah memperoleh hak untuk memproduksi. Contoh : PT. Great river mempunyai hak untuk memproduksi pakaian dalam merek Triumph dengan lisensi dari Jerman.
b) Product distribution franchising adalah mempunyai hak untuk distribusi di wilayah tertentu. Misalnya : soft drink, cosmetik dan lain-lain.
c) Pure franchising adalah memperoleh hak seluruhnya mulai dari penjualan, peralatan, metode operasi,strategi pemasaran,bantuan manajemen dan teknik, pengendalian kualitas dll. Misalnya fast food, pendidikan, konsultan dll.
KEUNTUNGAN BISNIS FRANCHISING
Franchisor memberikan bantuan berupa
KERUGIAN - KERUGIAN FRANCHISING
PERKEMBANGAN FRANCHISING DI INDONESIA
FRANCHISE LOKAL Misalnya :
FRANCHISE ASING Misalnya :
PERUSAHAAN SEBAGAI SUATU SISTEM
Dalam perusahaan terdiri dari beberapa bagian yang dapat diperinci menjadi sub-sub bagian yang saling bekerja sama dan saling mempengaruhi sehingga sifatnya kompleks misalnya bagian pengadaan bahan baku, tenaga kerja, modal, keahian (pendidikan).
Dalam kegiatannya tidak dapat berdiri sendiri-sendiri menuju ke satu tujuan yaitu mencapai keuntungan dan memenuhi kebutuhan masyarakat. Dengan kata lain seluruh kegiatan perusahaan sebagai satu kesatuan unit.
Tidak ada perusahaan yang sama persis, baik dalam ukuran, bentuk maupun jenis usahanya. Selain itu perusahaan selalu berusaha untuk selalu adanya diversifikasi hasil produksinya dengan tujuan jika terdapat kerugian dari produk yang satu dapat ditutup dengan keuntungan dari penjualan produk lain.
Pada umunya perusahaan dalam menjalankan kegiatan oprasionalnya, dia akan bergantung pada perusahaan yang menjadi pemasok bahan bakunya. Begitu juga perusahaan yang hanya menjalankan satu atau beberapa kegiatan saja (Spesialisasi), maka dia sangat bergantung pada perusahaan lainnya. Misalnya : Perusahaan mebel akan bergantung pada pengrajin kayu
Perubahan selalu terjadi, baik perubahan interen maupun perubahan ekstern perusahaan. Misalnya : Interen : perubahan jumlah karyawan, jumlah bahan baku, jumlah produksi,dll. Ekstern : pendapatan konsumen, pendidikan, teknologi dll
LINGKUNGAN PERUSAHAAN
LINGKUNGAN UMUM PERUSAHAAN
Kehidupan operasi perusahaan sangat terpengaruh oleh politik negara dimana perusahaan itu berada.
Sistem hukum yang berlaku khususnya yang berpengaruh pada perkembangan perusahaan, masalah peraturan perundangan.
Struktur golongan yang ada dalam masyarakat yang dapat mempengaruhi perkembanagan perusahaan.
Sistem perekonomian mempengaruhi perkembangan perusahaan dan unit - unit ekonomi dalam masyarakat meliputi sistem pemilikan perusahaan, tingkat investasi, pola konsumsi masyarakat dll.
Menyangkut latar belakang sejarah dari suatu masyarakat dimana perusahaan berada yaitu berhubungan dengan hasil produksi perusahaan. Juga tercakup didalamnya norma-norma masyarakat, adat istiadat dan kebiasaan mereka.
Keseluruhan tingkat pendidikan paling rendah sampai pendidikan tertinggi secara formal serta tingkat pendidikan non formal yang akan mempengaruhi tingkat keahlian khusus dari masyarakat tersebut.
Perkembangan Ilmu pengetahuan dan teknologi khususnya dalam bidang industri dan fasilitas lain dalam pabrik yg perkembangan sangat pesat ikut terpengaruh dalam perkembangan perusahaan.
Sumber tenaga kerja yg tersedia dalam masyarakat, angkatan kerja, tingkat kelahiran, umur penduduk dll.
LINGKUNGAN KHUSUS PERUSAHAAN
Penyedia bahan baku, alat - alat produksi, pemasok faktor-faktor produksi yg dibutuhkan perusahaan. Perusahaan harus melakukan hubungan baik dengan penyedia ini jika tidak maka operasi perusahaan akan terganggu. Semakin luas perusahaan semakin besar kebutuhan akan faktor-faktor produksi tersebut.
Semua pembeli produk perusahaan, baik yg membeli untuk dijual lagi atau membeli untuk keperluan sendiri (konsumen akhir).
Perusahaan yg membuat produk sejenis maupun yg membuat barang pengganti (subtitusi).
Di dalam proses produksi selalu diperlukan pengembangan teknik produksi secara kuantitatif dan kualitatif yang bisa memenuhi selera pelanggan dengan memuaskan.
Meliputi aspek kehidupan masyarakat dan peraturan pemerintah yang dapat berpengaruh terhadap perkembangan perusahaan. Misalnya sikap masyarakat terhadap adanya pencemaran akibat limbah industri.
PERTANGGUNG JAWABAN SOSIAL PERUSAHAAN
AKTIVITAS PERUSAHAAN
PELANGGAN
TENAGA KERJA
LINGKUNGAN
INVESTOR
BERTANGGUNG JAWAB TERHADAP PELANGGAN
A) Hak untuk keselamatan
Konsumen harus dilindungi keselamatannya dalam mengkonsumsi barang / jasa agar terhindar dari kerugian atau kecelakaan. Misalnya dalam pemakaian obat, kosmetik, makanan dan minuman, sebaiknya pakai label diberikan petunjuk pemakaian dan kandungan zat yang ada didalamnya.
B) Hak untuk memperoleh Informasi
sebelum memutuskan untuk melakukan pembelian, konsumen berhak memperoleh informasi yang akurat tentang produk / jasa yang akan dibelinya.
C) Hak untuk memilih
Diberikan kebebasan untuk memilih produk / jasa yang akan dibelinya dengan menawarkan beberapa variasi.
C) Hak untuk di dengar
Konsumen juga harus diperhatikan haknya untuk memberikan masukan, informasi, keluhan atau menanyakan segala sesuatu tentang produk / jasa pada produsen.
BERTANGGUNG JAWAB PADA TENAGA KERJA
BERTANGGUNG JAWAB PADA LINGKUNGAN
BERTANGGUNG JAWAB TERHADAP INVESTOR
PERILAKU
BISNIS
ORGANISASI
MORAL
INDIVIDU
LINGKUNGAN
BISNIS
LINGKUNGAN BISNIS
- MENGEJAR KUOTA PENJUALAN
- MENEKAN BIAYA
- DIHADAPKAN PADA DILEMA
KUALITAS BARANG HARUS
TERJAGA
ORGANISASI
- MASALAH PENGUPAHAN
- JAM KERJA MAKSIMUM
MORAL INDIVIDU
- MEMILIKI FILOSOFI MORAL
- TANGGUNG JAWAB MORAL
BENTUK-BENTUK PERUSAHAAN
Ada beberapa pertimbangan dalam memilih bentuk - bentuk perusahaan diantaranya :
a. jenis usaha yg akan dilaksanakan
b. Rencana pembagian laba
c. Penentuan tanggung jawab perusahaan
d. Penanggungan resiko yang akan dihadapi
e. Prinsip-prinsip pengawasan yang akan digunakan
f. Jangka waktu berdirinya perusahaan
BEBERAPA BENTUK PERUSAHAAN
PERUSAHAAN PERSEORANGAN
Perusahaan perseorangan : Dikelola dan dipimpin oleh seseorang biasanya oleh pemiliknya sehingga tanggung jawabnya tidak terbatas, kekayaan pribadi dijadikan jaminan untuk membayar kewajiban perusahaan.
KEBAIKANNYA
KELEMAHAN PERUSAHAAN PERSEORANGAN
KETENTUAN MENGENAI FIRMA DIATUR DI DALAM PASAL 16 KUHD YG DIPERKUAT PASL 18 KUHP ISINYA SBB:
KEBAIKAN FIRMA
KEBAIKAN CV
KELEMAHAN CV
PERSEROAN TERBATAS (PT)
JENIS-JENIS SAHAM
Saham biasa (Common Stock)
Saham Preferen (Prefered Stock)
Saham bonus
SahamPendiri
KEBAIKAN PT
KELEMAHAN PT
PENGGABUNGAN PERUSAHAAN
1. Perusahaan bersekala kecil umumnya mempunyai pasar terbatas dan tidak mempunyai kemampuan menguasai pasar yang luas.
2. Kuantitas bahan baku yang dibeli perusahaan kecil relatif sedikit sehingga harga belinya menjadi mahal.
3. Suplai bahan baku untuk perusahaan kecil tidak terus menerus sedangkan jumlah yang diinginkan pemasok tetap berkesinambungan.
4. Keinginan untuk bersaing dengan barang - banrang impor yang seringkali mempunyai harga jual relatif murah.
5. Untuk dapat menggunakan teknologi baru yang efisien, efektif, serta dapat menciptakan barang - barang baru, sehingga biaya penelitian yang sangat mahal bisa ditanggung bersama.
6. Keinginan untuk menguasai mata rantai (mulai dari bahan baku, produksi, sampai pemasaran) dari satu atau beberapa jenis produk sehingga dapat menguasai pasar produk tersebut.
BENTUK - BENTUK PENGGABUNGAN PERUSAHAAN
1. Penggabungan Vertikal - Integral
Perusahaan (Pabrik)
Produsen Bahan baku
Distributor
Konsumen
Pedagang besar (Pengumpul)
Perusahaan (Pabrik)
Integrasi ke Hilir
Integrasi ke Hulu
Penggabungan vertikal - Integral
Adapun tujuan dari bentuk penggabungan ini adalah :
1. Untuk kesinambungan perolehan pasokan bahan baku dengan kuantitas dan kualitas serta harga yang terjamin.
2. Untuk mengendalikan pasar barang jadi dalam hal pasokan, kualitas dan harga.
2. PENGGABUNGAN HORIZONTAL - PARALELISASI
Pabrik / Perusahan sepatu “A”
Pabrik / Perusahan sepatu “B”
Tujuan penggabungan macam ini adalah :
1. Mengurangi kelebihan kapasitas
2. Menekan biaya distribusi
3. Memperluas pasar
Pengkonsentrasian Perusahaan
Paket saham PT.A
Paket saham PT.B
Trustee
Sertifikat
saham baru
Konsentrasi Perusahaan dalam bentuk Trust
PT.XYZ
Sebagai
Holding/Induk
PT.”B”
Sebagai Anak
Perusahaan
PT.”A”
Sebagai Anak
Perusahaan
PT.c”
Sebagai Anak
Perusahaan
Konsentrasi Perusahaan Dalam Bentuk Holding
a. Merupakan perusahaan baru yang didirikan bersama oleh beberapa perusahaan.
b. Modal terdiri dari pengetahuan dan modal yang disediakkan para pendiri
c. Joint venture antara perusahaan asing dengan modal nasional harus berbentuk Perseroan Terbatas.
1. Consolidasi
2. Merger
PT.A
PT.B
PT.C
PT.D
Penggabungan /penyatuan usaha dalam bentuk Konsolidasi
PT.A
PT.B
PT.C
PT.A
Penggabungan/penyatuan usaha dalam bentuk Merger
3. Akuisisi
PT. A
PT. B
Kerjasama antara dua atau lebih perusahaan dalam rangka menyatukan keunggulan yg mereka miliki untuk menghadapi tantangan pasar dengan catatan kedua perusahaan tetap berdiri sendiri. Misalnya : Bidang properti dengan Kontruksi bangunan.
4. Aliansi strategi
LEMBAGA KEUANGAN
1. Lembaga keuangan yang disebut bank dan,
2. Lembaga keuangan bukan bank.
1. Perusahaan dagang
2. Perusahaan Industri adalah memproses bahan baku atau barang setengah jadi menjadi barang jadi yang siap dikonsumsi. Untuk itu diperlukan modal untuk kelancaran usahanya. Misalnya untuk sewa gedung, gaji pegawai, dll
JENIS - JENIS LEMBAGA PERBANKAN MENURUT FUNGSINYA
1. Bank Sentral
2. Bank Umum
3. Bank tabungan
4. Bank Pembangunan
1. Bank umum milik Negara / pemerintah
2. Bank Umum Swasta
3. Bank Pembangunan daerah
4. Bank Asing
SUMBER DANA BANK
Secara garis besar ada tiga macam sumber dana bank, yaitu :
1. Dana yang bersumber dari bank itu sendiri
2. Dana yang berasal dari lembaga keuangan bank atau non bank yaitu dana yg diperoleh dari pinjaman antar bank maupun pinjaman dari lembaga keuangan non bank.
3. Dana masyarakat luas
PEMILIHAN LETAK PERUSAHAAN
1. Letak perusahaan yg terikat pada alam
2. Letak perusahaan berdasarkan sejarah
3. Letak perusahaan yang ditetapkan oleh pemerintah
4. Letak perusahaan yangdipengaruhi oleh faktor-faktor ekonomi.
1. Letak perusahaan yang Terikat pada alam
2. Letak perusahaan berdasarkan sejarah
3. Letak perusahaan yang ditentukan oleh pemerintah.
4. Letak perusahaan yang dipengaruhi oleh faktor-faktor ekonomi. Pada umumnya jenis perusahaan ini bersifat industri.
1. Cara Kualitatif
FAKTOR-FAKTOR
L O K A S I
SOLO
YOGYA
SEMARANG
PURWOKERTO
- Bahan baku
- Tenaga kerja
- Listrik
- transportasi
- Pasar
b
bs
b
bs
bs
bs
b
b
s
k
b
s
b
b
b
bs
bs
s
k
k
TABEL 1 : KEADAAN MASING-MASING ALTERNATIF LOKASI
2. Cara kuantitatif (sederhana)
1.PERENCANAAN
a. Hambatan dari pihak Manajer.
B. Hambatan dari pihak pelaksana/ pekerja.
TEORI MOTIVASI
1.TEORI MOTIVASI KLASIK (F.W. Taylor)
2. TEORI MOTIVASI KEBUTUHAN (Abraham H. Maslow)
1. Kebutuhan Fisik (Physiological Needs)
2. Kebutuhan akan keamanan/keselamatan (Safety / Security needs)
3. Kebutuhan untuk berkelompok (Affection needs/ social needs)
4. Kebutuhan akan harga diri/penghormatan (Esteem needs/Egoistic needs)
5. Kebutuhan akan pengakuan diri dan pengembangan diri (Self Actualization needs/ Self Expression needs)
4. TEORI X DAN TEORI Y (Douglas Mc. Gregor)
1. Memberikan pengertian yang mendalam kepada karyawan tentang tujuan organisasi dan cara penyampaiannya.
2. Menyadari kenyataan adanya berbagaimacam kepentingan yang dimiliki oleh karyawan.
3. Memberikan kesempatan pada karyawan, sesuai tingkatannya dalam organisasi, untuk ikut berpartisipasi dalam menentukan tujuan organisasi.
MOTIVASI
TIDAK
LANGSUNG
PENYESUAIAN ASPIRASI
INDIVIDU DENGAN
TUJUAN ORGANISASI
PENCIPTAAN SITUASI
DALAM ORGANISASI
YANG MENUNJANG
UNTUK BERPRESTASI
MOTIVASI DIRI
DALAM DIRI
KARYAWAN
DORONGAN
KERJA
PENINGKATAN
PRODUKTIVITAS
MATERIAL
NON MATERIAL
LANGSUNG
KEPEMIMPINAN
INDIVIDU
INSENTIF
KEBUTUHAN
INDIVIDU
KEPEMIMPINAN
1. Kekuasaan legitimasi (Legitimate Power)
2. Kekuasaan Keahlian (Expert Power)
3. Kekuasaan referensi (Referent Power)
4. Kekuasaan penghargaan (Reward Power)
5. Kekuasaan Paksaan (Coercive Power)
6. Kekuasaan Informasi (Information Power)
7. Kekuasaan Hubungan (Connection Power)
PENGENDALIAN
1. Menetapkan standar dan metode untuk mengukur prestasi
2. Mengukur prestasi kerja
3. Menentukan apakah prestasi kerja memenuhi standar.
4. Mengambil tindakan korektif
CARA-CARA PENGENDALIAN YANG BAIK :
Struktur organisasi dan deskripsi pekerjaan
BENTUK-BENTUK ORGANISASI
pada jenis organisasi ini, seseorang hanya bertanggung jawab kepada satu orang atasan saja. Oleh karena itu setiap atasan dituntut berpengetahuan yang serba guna sebab ia tidak memiliki pembantu ahli. Jenis organiasasi ini sesuai untuk perusahaan kecil.