AL-ISLAM & KEMUHAMMADIYAHAN
Oleh Tafsir
A. PENGERTIAN
(AD. Muhammadiyah, ps. 4)
(AD Muhammadiyah, ps. 6)
(AD. Muhammadiyah, ps. 2)
B. SEJARAH BERDIRINYA MUHAMMADIYAH
1. Keagamaan (teologis)
2. Keumatan
3. Kebangsaan
4. Kemanusiaan unversal
C. PAHAM AGAMA DLM MUHAMMADIYAH
(Himpunan Putusan Tarjih, Kitab Masalah Lima : 276)
(Muqaddimah Anggaran Dasar Muhammadiyah).
(Ibid, hlm. : 277)
2. DASAR HUKUM
(HPT. : 278)
3. IJTIHAD DAN KEDUDUKAN AKAL
Purifikasi (pemurnian) dlm masalah ibadah mahdlah dg cara mengacu pada al-Qur’an dan Sunnah Shahihah dan dinamisasi (kemajuan) yang mengacu pada kreatifitas akal pada hal-hal yang bersifat mu’amalah dunyawiyah.
Dg demikian Muhammadiyah menempatkan kedudukan akal secara proporsional untuk memahami nash dan berijtihad.
4. ASPEK AJARAN ISLAM
keempatnya hrs tercermin dlm kehidupan : pribadi, keluarga, masyarakat, organisasi, aum, bisnis, profesi, bangsa dan negara, lingkungan hidup, iptek dan seni budaya.
(Pedoman Hidup Islami Warga Muhammadiyah)
5. TAUHID SOSIAL
1. Rahmah li al-’alamin
2. Tajdid
3. Kemashlahatan hidup seluruh umat
manusia
4. Khaira ummah
5. Kemajuan peradaban
(Disarikan dari : Keputusan Muktamar ke-45 tentang Pernyataan Pikiran Muhammadiyah Jelang Satu Abad)
D. IDEOLOGI MUHAMMADIYAH
Ideologi Muhammadiyah mengacu pada :
Bertuhan dan beribadah serta tunduk dan taat kpd Allah adalah satu2nya ketentuan yg wajib atas tiap2 makhluk, terutama manusia.
Hidup bermasyarakat adalah sunnatullah atas kehidupan manusia di dunia ini
Masyarakat yg sejahtera, damai, makmur dan bahagia hanyalah dpt diwujudkan di atas keadilan, kejujuran, persaudaraan dan gotong-royong, bertolong2an dg bersendikan hukum Allah yg se-benar2nya, lepas dari pengaruh syaithan dan hawa nafsu.
“Suatu negara yg indah, bersih suci n makmur di bawah perlindungan Tuhan Yg Maha Pengampun”
2. Matan Keyakinan n Cita-Cita Hidup Muhammadiyah :
a. Muhammadiyah adalah gerakan islam n dakwah amar ma’ruf nahi munkar, beraqidah Islam n bersumber pd al-Qur’an n Sunnah, bekerja n bercita-cita utk terwujudnya masyarakat utama, adil, makmur yg diridlai Allah swt., utk melaksanakan fungsi n misi manusia sbg hamba n khalifah Allah di muka bumi.
b. Muhammadiyah berkeyakinan bhw Islam adlh agama Allah yg diwahyukan kpd Rasul-Nya sejak Nabi Adam as sd Nabi Muhammad saw sbg hidayah n rahmat Allah kpd umat manusia sepanjang masa n menjamin kesejahteraan hdp materil n spiritual, duniawi n ukhrawi
c. Muhammadiyah dlm mengamalkan Islam berdasarkan : al-Qur’an n Sunnah Rasul
d. Muhammadiyah bekerja utk terlaksananya ajaran Islam yg meliputi bidang aqidah, akhlaq, ibadah n mu’amalah duniawiyah
e. Muhammadiyah mengajak segenap lapisan bangsa yg tlh mendpt karunia Allah berupa tanah air yg mempunyai sumber2 kekayaan, kemerdekaan bangsa n megara RI yg berdasar pd Pancasila n UUD 45, utk berusaha ber-sama2 menjadikan suatu negara yg adil n makmur diridlai Allah swt. :
بلدة طيبة و رب غفور
3. Kepribadian Muhammadiyah :
4. PEDOMAN HIDUP ISLAMI WARGA MUHAMMADIYAH (PHIM)
2. ISI PHIM
PHIM menjadi dasar dlm seluruh aspek kehidupan, meliputi :
a. Kehidupan pribadi
b. Kehidupan Keluarga
c. Kehidupan Bermasyarakat
d. Kehidupan Berorganisasi
e. Kehidupan dlm mengelola amal usaha
f. Kehidupan dlm berbisnis
g. Kehidupan dlm mengembangkan profesi
h. Kehidupan dlm berbangsa dan bernegara
i. Kehidupan dlm melestarikan lingkungan hdp
j. Kehidupan dlm mengembangkan iptek
k. Kehidupan dlm mengembangkan seni dan budaya
-Aqidah
-Akhlaq
-Ibadah
-Mu’amalah
-Aqidah :
وَعِبَادُ الرَّحْمَنِ الَّذِينَ يَمْشُونَ عَلَى الْأَرْضِ هَوْنًا وَإِذَا خَاطَبَهُمُ الْجَاهِلُونَ قَالُوا سَلَامًا(63)وَالَّذِينَ يَبِيتُونَ لِرَبِّهِمْ سُجَّدًا وَقِيَامًا(64)وَالَّذِينَ يَقُولُونَ رَبَّنَا اصْرِفْ عَنَّا عَذَابَ جَهَنَّمَ إِنَّ عَذَابَهَا كَانَ غَرَامًا(65)إِنَّهَا سَاءَتْ مُسْتَقَرًّا وَمُقَامًا(66)وَالَّذِينَ إِذَا أَنْفَقُوا لَمْ يُسْرِفُوا وَلَمْ يَقْتُرُوا وَكَانَ بَيْنَ ذَلِكَ قَوَامًا(67)
-Akhlaq :
لَقَدْ كَانَ لَكُمْ فِي رَسُولِ اللَّهِ أُسْوَةٌ حَسَنَةٌ لِمَنْ كَانَ يَرْجُو اللَّهَ وَالْيَوْمَ الْآخِرَ وَذَكَرَ اللَّهَ كَثِيرًا(21)
Sesungguhnya telah ada pada (diri) Rasulullah itu suri teladan yang baik bagimu (yaitu) bagi orang yang mengharap (rahmat) Allah dan (kedatangan) hari kiamat dan dia banyak menyebut Allah.
-Ibadah :
فَأَلْهَمَهَا فُجُورَهَا وَتَقْوَاهَا(8)قَدْ أَفْلَحَ مَنْ زَكَّاهَا(9)وَقَدْ خَابَ مَنْ دَسَّاهَا(10)
maka Allah mengilhamkan kepada jiwa itu (jalan) kefasikan dan ketakwaannya,
sesungguhnya beruntunglah orang yang mensucikan jiwa itu,
dan sesungguhnya merugilah orang yang mengotorinya.
2. QS. Ali Imran : 114
يُؤْمِنُونَ بِاللَّهِ وَالْيَوْمِ الْآخِرِ وَيَأْمُرُونَ بِالْمَعْرُوفِ وَيَنْهَوْنَ عَنِ الْمُنْكَرِ وَيُسَارِعُونَ فِي الْخَيْرَاتِ وَأُولَئِكَ مِنَ الصَّالِحِينَ(114)
Mereka beriman kepada Allah dan hari penghabisan mereka menyuruh kepada yang ma`ruf, dan mencegah dari yang munkar dan bersegera kepada (mengerjakan) pelbagai kebajikan; mereka itu termasuk orang-orang yang saleh.
-Mu’amalah :
QS. Al-Baqarah : 30
وَإِذْ قَالَ رَبُّكَ لِلْمَلَائِكَةِ إِنِّي جَاعِلٌ فِي الْأَرْضِ خَلِيفَةً قَالُوا أَتَجْعَلُ فِيهَا مَنْ يُفْسِدُ فِيهَا وَيَسْفِكُ الدِّمَاءَ وَنَحْنُ نُسَبِّحُ بِحَمْدِكَ وَنُقَدِّسُ لَكَ قَالَ إِنِّي أَعْلَمُ مَا لَا تَعْلَمُونَ(30)
Ingatlah ketika Tuhanmu berfirman kepada para malaikat: "Sesungguhnya Aku hendak menjadikan seorang khalifah di muka bumi". Mereka berkata: "Mengapa Engkau hendak menjadikan (khalifah) di bumi itu orang yang akan membuat kerusakan padanya dan menumpahkan darah, padahal kami senantiasa bertasbih dengan memuji Engkau dan mensucikan Engkau?" Tuhan berfirman: "Sesungguhnya Aku mengetahui apa yang tidak kamu ketahui".
-Aqidah
-Akhlaq
-Ibadah
-Mu’amalah
-Karyawan AUM adalah warga Muhammadiyah yg bekerja pd AUM karena keahliannya.
-Karyawan harus amanat dan tanggung jawab dlm bekerja sebagai bentuk ibadah kpd Allah
-Dasar bisnis adalah ‘antaradlin (suka rela), QS. An-Nisa : 29
يَاأَيُّهَا الَّذِينَ ءَامَنُوا لَا تَأْكُلُوا أَمْوَالَكُمْ بَيْنَكُمْ بِالْبَاطِلِ إِلَّا أَنْ تَكُونَ تِجَارَةً عَنْ تَرَاضٍ مِنْكُمْ وَلَا تَقْتُلُوا أَنْفُسَكُمْ إِنَّ اللَّهَ كَانَ بِكُمْ رَحِيمًا(29)
Hai orang-orang yang beriman, janganlah kamu saling memakan harta sesamamu dengan jalan yang batil, kecuali dengan jalan perniagaan yang berlaku dengan suka sama-suka di antara kamu. Dan janganlah kamu membunuh dirimu; sesungguhnya Allah adalah Maha Penyayang kepadamu.
-Harta tdk boleh berputar pd segelintir orang, maka ada kewajiban infaq dan zakat
-Harta dpt diperoleh melalui :
1. Tijarah (bisnis)
2. Waris
3. Washiyat
4. Hibah
-Dalam berbisnis harus melalui pencatatan yg jelas, QS. Al-baqarah : 282 :
يَاأَيُّهَا الَّذِينَ ءَامَنُوا إِذَا تَدَايَنْتُمْ بِدَيْنٍ إِلَى أَجَلٍ مُسَمًّى فَاكْتُبُوهُ وَلْيَكْتُبْ بَيْنَكُمْ كَاتِبٌ بِالْعَدْلِ وَلَا يَأْبَ كَاتِبٌ أَنْ يَكْتُبَ كَمَا عَلَّمَهُ اللَّهُ فَلْيَكْتُبْ وَلْيُمْلِلِ الَّذِي عَلَيْهِ الْحَقُّ وَلْيَتَّقِ اللَّهَ رَبَّهُ وَلَا يَبْخَسْ مِنْهُ شَيْئًا فَإِنْ كَانَ الَّذِي عَلَيْهِ الْحَقُّ سَفِيهًا أَوْ ضَعِيفًا أَوْ لَا يَسْتَطِيعُ أَنْ يُمِلَّ هُوَ فَلْيُمْلِلْ وَلِيُّهُ بِالْعَدْلِ وَاسْتَشْهِدُوا شَهِيدَيْنِ مِنْ رِجَالِكُمْ
أَنْ تَضِلَّ إِحْدَاهُمَا فَتُذَكِّرَ إِحْدَاهُمَا الْأُخْرَى وَلَا يَأْبَ الشُّهَدَاءُ إِذَا مَا دُعُوا وَلَا تَسْأَمُوا أَنْ تَكْتُبُوهُ صَغِيرًا أَوْ كَبِيرًا إِلَى أَجَلِهِ ذَلِكُمْ أَقْسَطُ عِنْدَ اللَّهِ وَأَقْوَمُ لِلشَّهَادَةِ وَأَدْنَى أَلَّا تَرْتَابُوا إِلَّا أَنْ تَكُونَ تِجَارَةً حَاضِرَةً تُدِيرُونَهَا بَيْنَكُمْ فَلَيْسَ عَلَيْكُمْ جُنَاحٌ أَلَّا تَكْتُبُوهَا وَأَشْهِدُوا إِذَا تَبَايَعْتُمْ وَلَا يُضَارَّ كَاتِبٌ وَلَا شَهِيدٌ وَإِنْ تَفْعَلُوا فَإِنَّهُ فُسُوقٌ بِكُمْ وَاتَّقُوا اللَّهَ وَيُعَلِّمُكُمُ اللَّهُ وَاللَّهُ بِكُلِّ شَيْءٍ عَلِيمٌ(282)
Janganlah saksi-saksi itu enggan (memberi keterangan) apabila mereka dipanggil; dan janganlah kamu jemu menulis hutang itu, baik kecil maupun besar sampai batas waktu membayarnya. Yang demikian itu, lebih adil di sisi Allah dan lebih dapat menguatkan persaksian dan lebih dekat kepada tidak (menimbulkan) keraguanmu, (Tulislah mu`amalahmu itu), kecuali jika mu`amalah itu perdagangan tunai yang kamu jalankan di antara kamu, maka tak ada dosa bagi kamu, (jika) kamu tidak menulisnya.
Dan persaksikanlah apabila kamu berjual beli; dan janganlah penulis dan saksi saling sulit-menyulitkan. Jika kamu lakukan (yang demikian), maka sesungguhnya hal itu adalah suatu kefasikan pada dirimu. Dan bertakwalah kepada Allah; Allah mengajarmu; dan Allah Maha Mengetahui segala sesuatu.
D. PENUTUP