1 of 29

Pengelolaan �Kualitas Air

BALAI PELATIHAN DAN PENYULUHAN PERIKANAN (BPPP) MEDAN

2 of 29

2

TUJUAN PEMBELAJARAN UMUM (TPU)

Setelah selesai mengikuti mata diklat ini peserta dapat memahami pengelolaan kuantitas dan kualitas air pemeliharaan ikan Patin

TUJUAN PEMBELAJARAN KHUSUS (TPK)

Setelah selesai mengikuti mata diklat ini peserta dapat melaksanakan pengelolaan kuantitas dan kualitas air pemeliharaan ikan Patin

3 of 29

  • Ikan sehat

bermutu

  • Bebas residu antibiotik

dan logam berat

  • Aman bagi kesehatan
  • Ramah lingkungan

1. Aspek Teknis

  • Kelayakan lokasi dan sumber air
  • Kelayakan fasilitas
  • Proses produksi
  • Penerapan biosecurity

3. Aspek Keamanan Pangan

Tidak menggunakan

bahan/obat terlarang

2. Aspek Manajemen

  • SDM

- Alur proses produksi

  • Dokumentasi
  • Catatan/rekaman :

pemberian pakan, pemeriksaaan

logam berat, kualitas air, penggunaan

obat, bahan kimia dan pemeriksaan

kesehatan ikan distribusi ikan

4. Aspek lingkungan

Perlakuan bagi

pembuangan

limbah

CBIB

Aspek yang harus diperhatikan

4 of 29

Parameter Kualitas air

Fisik

Kimia

Biologi

  • Suhu air
  • Kecerahan
  • Warna air
  • Bau air
  • Oksigen terlarut
  • Salinitas
  • Derajat keasaman
  • Karbondioksida
  • Amonia
  • Fitoplankton
  • Zooplankton
  • Padat tebar

5 of 29

Pertumbuhan ikantuhan hidup ikan tersebut.tuhan hidup ikan tersebut. erat kaitannya dengan kualitas lingkungan. ��������K

Kualitas air baik

Nafsu makan baik

Pertumbuhan optimal

6 of 29

PARAMETER KUALITAS AIR YANG DIBUTUHKAN

Parameter Kualitas Air

Satuan

Kisaran

Suhu

oC

24 - 30ºC

pH

-

6,5 - 8,5

Oksigen Terlarut

mg/l

≥ 3

Amonia (NH3)

mg/l

< 1

Kecerahan

cm

25 – 40

Nitrite

mg/l

0.5

Nitrate

mg/l

0,6

Persyaratan kualitas air budidaya patin sesuai SNI 8001:2014

7 of 29

��SUHU

Suhu adalah kapasitas panas.

Suhu optimal untuk pemeliharaan ikan Patin yaitu 24 – 30 oC

Pengukuran suhu sebaiknya dilakukan 2 kali sehari pagi dan sore.

Penanganan :

Meningkatakan suhu = menggunakan heater atau pemanas

Menurunkan suhu = dengan mengalirkan dan mengganti sebagian air kolam (5 – 10 %)

1

8 of 29

Suhu tinggi

Proses metabolisme lebih cepat

Nafsu makan meningkat

Kebutuhan oksigen bertambah

Metabolit yang dihasilkan (amonia, urine dan karbondioksida) semakin tinggi.

9 of 29

OKSIGEN TERLARUT

2

- Proses difusi dari udara

- Fotosintesis fitoplankton

- Respirasi biota

- Penguraian bahan organik oleh bakteri

10 of 29

NILAI pH

pH atau Puissance negative de Hidrogen

Untuk mencegah fluktuasi pH yang berlebihan, tidak disarankan menggunakan larutan asam atau basa kuat dalam perlakuan ini

3

- Proses fotosintesis

- Membunuh sebagian plankton

- Mengencerkan plankton

- Pengapuran

(- 0,1 = 100 gram/m3)

- Proses respirasi

- Aplikasi molase

- Fermentasi bakteri

11 of 29

11

4 Kecerahan dan Kekeruhan

  • Kecerahan : sebagian cahaya yang diteruskan ke

dalam air dan dinyatakan dengan persen (%), dari

beberapa panjang gelombang didaerah spektrum

yang terlihat cahaya yang melalui lapisan sekitar

satu meter, jatuh agak lurus pada permukaan air.

  • Kekeruhan : Kemampuan cahaya matahari untuk

menembus sampai ke dasar perairan

Kekeruhan dipengaruhi oleh : (a) benda-benda halus yang disuspensikan, seperti lumpur dan sebagainya, (b) adanya jasad-jasad renik (plankton), dan (c) warna air

12 of 29

12

Kekeruhan yang tinggi dapat mengakibatkan terganggunya sistem osmoregulasi, misalnya, pernafasan dan daya lihat organisme akuatik serta dapat menghambat penetrasi cahaya ke dalam air

Kecerahan air yang optimal 20 – 30 cm Alat yang digunakan untuk mengukur tingkat kecerahan suatu perairan adalah secchi disk

13 of 29

Prosedur analisa kecerahan

  1. Turunkan secchi disk sampai hampir tidak tampak
  2. Dicatat kedalamanya
  3. Turunkan lagi hingga tidak tampak, kemudian angkat secara perlahan begitu tampak dicatat kedalamannya

Nilai rata – rata dari kedalaman ini merupakan nilai kecerahan (Secchi disk visibility) dinyatakan dalam satuan meter. Saat pengukuran dilakukan pada saat cuaca cerah

14 of 29

AMONIA

alat untuk mengukur amonia

5

15 of 29

15

16 of 29

16

17 of 29

17

Batas konsentrasi kandungan amonia yang bisa mematikan ikan adalah 0,1-0.3 mg/liter air

18 of 29

18

19 of 29

19

20 of 29

PENGELOLAAN KUANTITAS AIR

PERGANTIAN AIR UNTUK KOLAM INTENSIF

  • Pergantian air hanya dilakukan jika kondisi air dianggap kurang baik yg ditandai tingkah laku ikan lemah dan nafsu makan menurun.
  • Pergantian air sebesar 10% dilakukan jika kondisi darurat (penyelamatan) untuk kasus tertentu.

21 of 29

PENGELOLAAN AIR KOLAM

1. Suplemen Air

  • Suplemen air : bahan-bahan yang dimasukkan ke dalam air untuk mendukung terciptanya keseimbangan kualitas air kolam.
  • Fungsi sebagai penyeimbang asupan nutrisi antara pakan pelet dan pakan alami.
  • Harapan : plankton dan mikro organisme yang ada di dalam air tumbuh sehat dan menjadi sumber nutrisi bagi Patin
  • Suplemen air yang digunakan di antaranya probiotik, biang plankton, dan mineral air.

22 of 29

2. Pengaturan Ketinggian Air

  • Berkaitan dengan kemampuan jelajah ikan dan jumlah tebar (kepadatan).
  • Prinsip : pengaturan volume air disesuaikan dengan perkembangan ukuran ikan.
  • Karena seiring pertumbuhan ikan, kapasitas dukung kolam (carrying capacity) harus ditambah agar ikan dapat hidup optimal.
  • Penambahan ketinggian air kolam harus dilakukan secara bertahap, tidak sekaligus dan air dialirkan sedikit-demi sedikit hingga mencapai ketinggian yang diinginkan.

22

23 of 29

3. Metode Penggantian Air

  • Dalam teknik pembesaran Patin pergantian air ditentukan oleh kualitas air.
  • Penggantian air dilakukan hanya 1/3 bagian. Artinya, 1/3 air kolam dibuang, dan diganti dengan air baru.
  • Penggantian total hanya dilakukan ketika sortir dan panen.
  • 2 parameter fisik untuk menentukan pergantian air, yakni : warna dan bau air.

23

24 of 29

a. Perubahan warna air

  • Mis, : dari hijau ke cokelat atau hitam.
  • Perubahan warna air disebabkan oleh penumpukan sisa metabolisme dan pakan yang tidak termakan.
  • Warna cokelat mengindikasikan kotoran di kolam masih bisa terdekomposisi, tetapi jumlahnya sudah tidak sebanding dengan laju proses dekomposisi.
  • Sebaliknya, jika air sudah berwarna hitam, tandanya proses dekomposisi sudah tidak berjalan sehingga terjadi proses pembusukan.

24

25 of 29

b. Perubahan bau

  • Penyebab : proses pembusukan bahan organik.
  • Indikasi : terjadi penimbunan amoniak.
  • Dampak : pH air turun (asam).
  • Kondisi asam, bakteri patogen lebih mudah hidup dan berkembang. Akibatnya, ikan mengalami keracunan dan terserang penyakit hingga berujung kematian.
  • Tujuan penggantian air : menjaga kualitas air agar tetap stabil. Jika air tidak diganti, respons terhadap pakan menurun dan pemberian suplemen air menjadi sia-sia

25

26 of 29

4. Pengelolaan Air saat Hujan

  • Ketika hujan, air menjadi asam.
  • Idealnya disirkulasi, agar air di permukaan segera teraduk.
  • Cara lainnya: pasang pipa paralon pembuangan setinggi permukaan air kolam.
  • Setelah hujan reda, tambahkan suplemen air (probiotik + biang plankton + mineral air), dosis 2 kali lipat dari dosis normal.
  • Lakukan cara ini setiap kali turun hujan.

26

27 of 29

TUGAS KELOMPOK

  • 1. Ukur Kualitas Air
  • a. Suhu Air
  • b. pH Air
  • c. Amonia
  • d. Nitrat
  • e. Nitrit
  • 2. Buat Tabel Kulaitas Air (masing2

sampel)

28 of 29

TABEL KUALITAS AIR

  • Unit Budidaya:
  • Lokasi Budidaya:

NO

AIR SAMPLING

SUHU

pH

AMMONIA

NITRITE

NITRATE

1.

2,

dst

29 of 29

    • TE

    • RI

    • MA

    • KA

    • SIH