Pengelolaan �Kualitas Air
BALAI PELATIHAN DAN PENYULUHAN PERIKANAN (BPPP) MEDAN
2
TUJUAN PEMBELAJARAN UMUM (TPU)
Setelah selesai mengikuti mata diklat ini peserta dapat memahami pengelolaan kuantitas dan kualitas air pemeliharaan ikan Patin
TUJUAN PEMBELAJARAN KHUSUS (TPK)
Setelah selesai mengikuti mata diklat ini peserta dapat melaksanakan pengelolaan kuantitas dan kualitas air pemeliharaan ikan Patin
bermutu
dan logam berat
1. Aspek Teknis
3. Aspek Keamanan Pangan
Tidak menggunakan
bahan/obat terlarang
2. Aspek Manajemen
- Alur proses produksi
pemberian pakan, pemeriksaaan
logam berat, kualitas air, penggunaan
obat, bahan kimia dan pemeriksaan
kesehatan ikan distribusi ikan
4. Aspek lingkungan
Perlakuan bagi
pembuangan
limbah
CBIB
Aspek yang harus diperhatikan
Parameter Kualitas air
Fisik
Kimia
Biologi
Pertumbuhan ikantuhan hidup ikan tersebut.�tuhan hidup ikan tersebut.� erat kaitannya dengan kualitas lingkungan. ��������K
Kualitas air baik
Nafsu makan baik
Pertumbuhan optimal
PARAMETER KUALITAS AIR YANG DIBUTUHKAN
Parameter Kualitas Air | Satuan | Kisaran |
Suhu | oC | 24 - 30ºC |
pH | - | 6,5 - 8,5 |
Oksigen Terlarut | mg/l | ≥ 3 |
Amonia (NH3) | mg/l | < 1 |
Kecerahan | cm | 25 – 40 |
Nitrite | mg/l | 0.5 |
Nitrate | mg/l | 0,6 |
Persyaratan kualitas air budidaya patin sesuai SNI 8001:2014
��SUHU
Suhu adalah kapasitas panas.
Suhu optimal untuk pemeliharaan ikan Patin yaitu 24 – 30 oC
Pengukuran suhu sebaiknya dilakukan 2 kali sehari pagi dan sore.
Penanganan :
Meningkatakan suhu = menggunakan heater atau pemanas
Menurunkan suhu = dengan mengalirkan dan mengganti sebagian air kolam (5 – 10 %)
1
Suhu tinggi
Proses metabolisme lebih cepat
Nafsu makan meningkat
Kebutuhan oksigen bertambah
Metabolit yang dihasilkan (amonia, urine dan karbondioksida) semakin tinggi.
OKSIGEN TERLARUT
2
- Proses difusi dari udara
- Fotosintesis fitoplankton
- Respirasi biota
- Penguraian bahan organik oleh bakteri
NILAI pH
pH atau Puissance negative de Hidrogen
Untuk mencegah fluktuasi pH yang berlebihan, tidak disarankan menggunakan larutan asam atau basa kuat dalam perlakuan ini
3
- Proses fotosintesis
- Membunuh sebagian plankton
- Mengencerkan plankton
- Pengapuran
(- 0,1 = 100 gram/m3)
- Proses respirasi
- Aplikasi molase
- Fermentasi bakteri
11
4 Kecerahan dan Kekeruhan
dalam air dan dinyatakan dengan persen (%), dari
beberapa panjang gelombang didaerah spektrum
yang terlihat cahaya yang melalui lapisan sekitar
satu meter, jatuh agak lurus pada permukaan air.
menembus sampai ke dasar perairan
Kekeruhan dipengaruhi oleh : (a) benda-benda halus yang disuspensikan, seperti lumpur dan sebagainya, (b) adanya jasad-jasad renik (plankton), dan (c) warna air
12
Kekeruhan yang tinggi dapat mengakibatkan terganggunya sistem osmoregulasi, misalnya, pernafasan dan daya lihat organisme akuatik serta dapat menghambat penetrasi cahaya ke dalam air
Kecerahan air yang optimal 20 – 30 cm Alat yang digunakan untuk mengukur tingkat kecerahan suatu perairan adalah secchi disk
Prosedur analisa kecerahan
Nilai rata – rata dari kedalaman ini merupakan nilai kecerahan (Secchi disk visibility) dinyatakan dalam satuan meter. Saat pengukuran dilakukan pada saat cuaca cerah
AMONIA
alat untuk mengukur amonia
5
15
16
17
Batas konsentrasi kandungan amonia yang bisa mematikan ikan adalah 0,1-0.3 mg/liter air
18
19
PENGELOLAAN KUANTITAS AIR
PERGANTIAN AIR UNTUK KOLAM INTENSIF
PENGELOLAAN AIR KOLAM
1. Suplemen Air
2. Pengaturan Ketinggian Air
22
3. Metode Penggantian Air
23
a. Perubahan warna air
24
b. Perubahan bau
25
4. Pengelolaan Air saat Hujan
26
TUGAS KELOMPOK
sampel)
TABEL KUALITAS AIR
NO | AIR SAMPLING | SUHU | pH | AMMONIA | NITRITE | NITRATE |
1. | | | | | | |
2, | | | | | | |
dst | | | | | | |