1 of 51

Bumi dan Antariksa

BAB 4

Sumber : shutterstock.com

2 of 51

Gugusan benda-benda langit yang terdiri atas Matahari, delapan planet, planet-planet kecil, asteroid, komet, dan benda-benda angkasa lainnya yang beredar mengelilingi Matahari sebagai pusat tata surya.

Sistem Tata Surya

A

Sumber : pxhere.com

3 of 51

Sistem Tata Surya

A

a. Lapisan matahari

Lapisan matahari terdiri dari:

  1. Korona
  2. Kromosfer
  3. Fotosfer
    1. Zona radiasi
    2. Zona konveksi
  4. Inti matahari (core)

Sumber : shutterstock.com

1. Matahari

4 of 51

Sistem Tata Surya

A

b. Aktivitas matahari

Aktivitas matahari antara lain:

  1. Granulasi
  2. Bintik matahari (sunspot)
  3. Lidah api (prominence)
  4. Suar matahari (solar flare)

Suar matahari

Sumber : flickr.com

1. Matahari

5 of 51

Sistem Tata Surya

A

Matahari

Merkurius (Bintang fajar)

Venus (Bintang kejora)

Jupiter

(Planet terbesar)

Mars (Planet merah)

Bumi (berlangsungnya kehidupan)

Saturnus

(Planet bercincin)

Uranus

(Planet terdingin)

Neptunus

(Planet biru)

2. Planet

6 of 51

Ada yang berbentuk bulat dan lonjong dengan permukaan yang sangat kasar dan tajam.

Banyak terdapat di sabuk asteroid yang berada di antara garis edar Mars dan Jupiter.

Benda langit dengan bentuk tak teratur yang tersusun dari kumpulan debu dan es.

Sistem Tata Surya

A

Penampakan asteroid

Orbit asteroid

Sumber : shutterstock.com

3. Asteroid (Planet Minor)

7 of 51

Beberapa asteroid yang berhasil diidentifikasi yaitu Ceres, Pallas, Vesta, Hygiea, Interamnia, dan Baptistina.

Sistem Tata Surya

A

Klasifikasi asteroid

Jenis karbon (C)

Jenis silicaceous (S)

Jenis metallic (M)

Jenis vestoid (V)

Sumber : commons.wikimedia.org

3. Asteroid (Planet Minor)

8 of 51

Sistem Tata Surya

A

Batuan yang jatuh ke Bumi dan bergesekan dengan atmosfer Bumi akan terbakar dan lenyap menjadi debu.

Meteor yang tidak habis terbakar dan sampai ke permukaan Bumi disebut meteorit.

4. Meteor

9 of 51

Sistem Tata Surya

A

Benda langit yang mengorbit pada Matahari dengan garis orbit yang sangat lonjong.

Penampakan komet dari Bumi

Sumber : shutterstock.com

5. Komet (Bintang berekor)

10 of 51

Sistem Galaksi

B

Kumpulan bintang yang sangat banyak dan membentuk gugusan dengan pola tertentu (bentuk spiral, eliptis, dan tidak beraturan) di alam semesta.

11 of 51

ALLPPT Layout Clean Text Slide for your Presentation

Sistem Galaksi

B

Kelompok bintang yang membentuk konfigurasi khusus

Rasi bintang (constellation)

Bintang merupakan benda langit yang mengeluarkan cahayanya sendiri, terbentuk dari proses menyatunya debu antariksa yang kaya hidrogen dan helium.

Sumber : shutterstock.com

Sumber : pxhere.com

1. Bintang dan Rasi Bintang

12 of 51

Rasi Bintang

Sistem Galaksi

B

Beberapa rasi bintang yang mudah diamati:

  1. Ursa mayor (biduk beruang besar)
  2. Ursa minor (beruang kecil)
  3. Orion
  4. Crux (Gubuk Penceng)
  5. Scorpion

Sumber : shutterstock.com

Rasi bintang Ursa mayor & Ursa minor

Rasi bintang Scorpion

Rasi bintang Crux

13 of 51

Sistem Galaksi

B

Kenampakan bagian galaksi Bima Sakti dapat terlihat di Bumi pada kondisi langit yang sangat cerah.

Sumber : shutterstock.com

2. Galaksi Bima Sakti (Milky Way)

14 of 51

Gravitasi Bumi

C

Gaya tarik Bumi kepada seluruh benda yang berada di dekatnya.

Sumber : pxhere.com

15 of 51

Gravitasi Bumi

C

“Dua buah benda yang bermassa m1 dan m2 yang terpisah pada jarak r akan bekerja gaya tarik-menarik di sepanjang garis yang menghubungkan kedua benda tersebut.”

Persamaan:

 

dengan:

F = gaya gravitasi (N)

G = konstanta gravitasi umum (6,672 x 10-11 Nm2/kg2)

m1 = massa benda 1 (kg)

m2 = massa benda 2 (kg)

r = jarak antarpusat massa kedua benda (m)

Sir Isaac Newton

Sumber : flickr.com

1. Hukum Gravitasi Newton

16 of 51

Gravitasi Bumi

C

Besarnya pengaruh gaya gravitasi pada sebuah benda yang berada di daerah sekitar Bumi.

Persamaan besar kuat medan gravitasi:

 

dengan:

g = kuat medan gravitasi (N/kg) atau (m/s2)

G = konstanta gravitasi umum (6,672 x 10-11 Nm2/kg2)

M = massa Bumi (5,98 x 1024 kg)

r = jarak sebuah titik yang diukur ke pusat bumi (m)

Sumber : flickr.com

2. Kuat Medan Gravitasi Bumi

17 of 51

a

b

Gravitasi Bumi

C

c

Menjaga kestabilan Bumi dan planet lainnya

Menjaga kestabilan Bulan

Menjaga kestabilan benda-benda yang ada di Bumi

3. Manfaat Gravitasi Bumi

18 of 51

Terletak paling atas dari permukaan Bumi.

Lapisan Batuan (Litosfer)

01

Meliputi lautan, danau, sungai, air tanah, gletser, salju, dan uap air yang terkandung pada atmosfer.

Lapisan Perairan (hidrosfer)

02

Lapisan udara yang menyelimuti Bumi.

Lapisan Udara (Atmosfer)

03

Struktur Bumi

D

Bumi tersusun dari tiga komponen yang meliputi:

19 of 51

Struktur Bumi

D

a. Struktur lapisan kulit Bumi

Lapisan kulit bumi terdiri atas:

  1. Kerak Bumi
  2. Selimut Bumi
    1. Selimut luar (astenosfer)
    2. Selimut dalam
  3. Inti Bumi
    • Inti luar
    • Inti dalam

Sumber : shutterstock.com

1. Lapisan Batuan (Litosfer)

20 of 51

Struktur Bumi

D

Sumber : shutterstock.com

Lapisan tanah di kerak Bumi terbagi menjadi:

  1. Lapisan organik
  2. Lapisan tanah atas (top soil)
  3. Lapisan tanah tengah (subsoil)
  4. Lapisan batuan induk (parent material)
  5. Lapisan batuan dasar (bedrock)

a. Struktur lapisan kulit Bumi

1. Lapisan Batuan (Litosfer)

21 of 51

Struktur Bumi

D

b. Batuan penyusun litosfer

Sumber : shutterstock.com

Berdasarkan siklus batuan, maka batuan di Bumi dibedakan menjadi:

  1. Batuan beku
  2. Batuan sedimen
  3. Batuan malihan/metamorfik

1. Lapisan Batuan (Litosfer)

22 of 51

Struktur Bumi

D

Batuan beku (igneous rock)

Berdasarkan tempat membekunya, batuan beku dibedakan menjadi:

  1. Batuan beku dalam (plutonik)
  2. Batuan beku korok (porfiritik)
  3. Batuan beku luar (vulkanik)

Macam-macam batu beku

Sumber : shutterstock.com

b. Batuan penyusun litosfer

1. Lapisan Batuan (Litosfer)

23 of 51

Struktur Bumi

D

Batuan sedimen (sedimentary rock)

Batuan sedimen dibedakan menjadi:

  1. Batuan sedimen klasik
  2. Batuan sedimen kimiawi
  3. Batuan sedimen organik

Batu pasir merupakan contoh dari batuan sedimen klasik.

Sumber : shutterstock.com

b. Batuan penyusun litosfer

1. Lapisan Batuan (Litosfer)

24 of 51

Struktur Bumi

D

Batuan malihan (metamorphic rock)

Jenis batuan malihan:

  1. Batuan metamorfik termik
  2. Batuan metamorfik dinamik
  3. Batuan metamorfik termik pneumatolitik

Sumber : shutterstock.com

Macam-macam batu malihan

b. Batuan penyusun litosfer

1. Lapisan Batuan (Litosfer)

25 of 51

Struktur Bumi

D

c. Lempeng dan patahan (lempeng tektonik)

Peta lempeng tektonik dunia

Sumber : shutterstock.com

Enam lempeng besar benua terdiri atas:

  1. Lempeng Amerika
  2. Lempeng Afrika
  3. Lempeng Pasifik
  4. Lempeng Eurasia
  5. Lempeng India-Australia
  6. Lempeng antartika

Dan terdapat 14 lempeng kecil lainnya.

1. Lapisan Batuan (Litosfer)

26 of 51

Struktur Bumi

D

Jenis-jenis patahan

Berdasarkan prinsip tegangan yang memengaruhinya, jenis patahan dibedakan menjadi:

  1. Sesar normal (normal fault)
  2. Sesar naik (reverse fault)
  3. Sesar mendatar (strike-slip fault)

Sumber : shutterstock.com

c. Lempeng dan patahan (lempeng tektonik)

1. Lapisan Batuan (Litosfer)

27 of 51

Daur sedang

Daur panjang

Daur pendek

Struktur Bumi

D

a. Daur hidrologi

Jenis Daur Hidrogen

2. Lapisan Perairan (Hidrosfer)

28 of 51

Struktur Bumi

D

Tahapan daur hidrologi:

  1. Evaporasi
  2. Transpirasi
  3. Sublimasi
  4. Intersepsi
  5. Kondensasi
  6. Adveksi
  7. Presipitasi
  8. Run off
  9. Perlokasi

Sumber : shutterstock.com

a. Daur hidrologi

2. Lapisan Perairan (Hidrosfer)

29 of 51

Struktur Bumi

D

b. Perairan Darat

2. Lapisan Perairan (Hidrosfer)

Sumber : shutterstock.com

a

b

c

Sumber : pxhere.com

  1. Danau
  2. Waduk
  3. Embung

30 of 51

Struktur Bumi

D

b. Perairan Darat

2. Lapisan Perairan (Hidrosfer)

  1. Rawa
  2. Sungai
  3. Air tanah

d

e

f

Sumber : pxhere.com

Sumber : pxhere.com

Sumber : flickr.com

31 of 51

Get a modern PowerPoint

Struktur Bumi

D

Samudra

Laut

Selat

Teluk

Sumber : pxhere.com

Sumber : pixabay.com

Sumber : flickr.com

c. Lautan

2. Lapisan Perairan (Hidrosfer)

32 of 51

Struktur Bumi

D

c. Lautan

Peta Samudra di dunia

Sumber : shutterstock.com

Di Bumi terdapat 5 Samudra:

  1. Samudra Pasifik
  2. Samudra Atlantik
  3. Samudra Hindia
  4. Samudra Antarktika
  5. Samudra Arktik

2. Lapisan Perairan (Hidrosfer)

33 of 51

Struktur Bumi

D

Menurut karakteristik udaranya, atmosfer tersusun berlapis-lapis:

  1. Troposfer
  2. Stratosfer
  3. Mesosfer
  4. Termosfer
  5. Eksosfer

Sumber : shutterstock.com

3. Lapisan Udara (Atmosfer)

34 of 51

Penyebab Medan Geomagnetik

  • Kecepatan rotasi bumi yang tinggi.
  • Proses konveksi mantel dengan inti luar bumi.
  • Inti dalam yang konduktif.

3

1

4

2

Arah Medan Geomagnetik

  • Deklinasi
  • Inklinasi

Komponen Medan Geomagnetik

  • Kuat medan magnet dalam (internal field)
  • Induksi magnetik luar (external field)

Akibat Medan Geomagnetik

  • Perisai gelombang radiasi matahari
  • Terjadinya aurora di kutub utara

Medan Magnet Bumi

E

35 of 51

Medan Magnet Bumi

E

Letak magnet Bumi yang menyimpang terhadap letak geografis utara-selatan Bumi.

Sudut deklinasi dan inklinasi

Sumber : shutterstock.com

Sumber : dokumen penerbit

36 of 51

Medan Magnet Bumi

E

Arah gaya Lorentz pada partikel bermuatan yang melalui medan magnet.

Persamaan Gaya Lorentz tentang partikel bermuatan yang melalui medan magnet:

 

dengan:

F = gaya Lorentz (N)

q = muatan (C)

v = kecepatan partikel (m/s)

B = medan magnet (T)

θ = sudut antara v dan B

Sumber : cnx.org

37 of 51

Gerak Bumi

F

Menyebabkan beberapa fenomena alam:

  1. Pergantian siang dan malam
  2. Pembagian daerah waktu
  3. Gerak semu harian Matahari
  4. Beloknya arah arus laut
  5. Perbedaan percepatan gravitasi

Gerakan Bumi yang berputar terhadap porosnya.

1. Rotasi Bumi

38 of 51

Gerak Bumi

F

Gerakan Bumi mengelilingi Matahari pada orbit edarnya.

Akibat revolusi Bumi:

  1. Perbedaan lamanya waktu siang dan malam
  2. Gerak semu tahunan Matahari
  3. Perubahan musim
  4. Perubahan penampakan rasi bintang
  5. Tahun kabisat

2. Revolusi Bumi

39 of 51

Gerak Bumi

F

Sumber : shutterstock.com

Perubahan musim di Bumi

2. Revolusi Bumi

40 of 51

Bulan merupakan satelit alami Bumi.

Bulan melakukan 3 gerakan sekaligus:

  • Mengelilingi Bumi (revolusi bulan)
  • Bersama Bumi mengelilingi Matahari
  • Berputar pada porosnya.

Bulan sebagai Satelit Bumi

G

41 of 51

Bulan sebagai Satelit Bumi

G

a. Rotasi Bulan

Akibat rotasi bulan yaitu permukaan bulan yang menghadap Bumi selalu sama.

b. Revolusi Bulan

Akibat dari revolusi bulan yaitu bentuk bulan yang menghadap Bumi selalu berubah-ubah (fase bulan).

1. Gerak Bulan

42 of 51

Bulan sebagai Satelit Bumi

G

Fase-fase Bulan:

  1. Fase Bulan baru/Bulan mati
  2. Fase kuarter awal (first quarter)
  3. Fase Bulan purnama (full moon)
  4. Fase kuarter akhir (last quarter)

Sumber : shutterstock.com

Posisi fase Bulan

1. Gerak Bulan

43 of 51

We Create

Quality Professional

PPT Presentation

Bulan sebagai Satelit Bumi

G

Kalendar Jawa dan Hijriah menggunakan acuan bulan sebagai pedoman penanggalannya. Penanggalan Saka dan Cina menggunakan pedoman Bulan-Matahari.

Sumber : pixabay.com

Bulan mengitari Bumi dalam periode waktu 29,53 hari sehingga sistem penanggalan bulan memiliki jumlah hari antara 29 atau 30 hari dalam satu bulannya.

2. Sistem Penanggalan Bulan

44 of 51

Bulan sebagai Satelit Bumi

G

Fenomena astronomi yang terjadi akibat benda langit berada dalam bayang-bayang benda lainnya. Hal tersebut akibat dari gerak revolusi Bulan terhadap Bumi dan revolusi Bulan bersama Bumi terhadap Matahari.

3. Gerhana (Eclipse)

45 of 51

Bulan sebagai Satelit Bumi

G

a. Gerhana Bulan

Posisi Matahari, Bumi, dan Bulan pada saat terjadi gerhana Bulan yaitu ketika Bumi berada di antara Matahari dan Bulan.

Sumber : shutterstock.com

3. Gerhana (Eclipse)

46 of 51

Bulan sebagai Satelit Bumi

G

b. Gerhana Matahari

Posisi Matahari, Bumi, dan Bulan pada saat terjadi gerhana Matahari yaitu ketika Bulan berada di antara Matahari dan Bumi.

Sumber : shutterstock.com

3. Gerhana (Eclipse)

47 of 51

Fenomena Ketidakseimbangan pada Lapisan Bumi

H

Faktor alami:

  • Indonesia terletak di garis khatulistiwa dengan panas Matahari yang tinggi.
  • Sambaran petir

Faktor manusia:

  • Perilaku yang kurang disiplin pada kegiatan pembukaan lahan dan instalansi jaringan listrik di pemukiman.
  • Kelalaian

Rentan terhadap bencana

1. Bencana Alam

48 of 51

Banjir

Akibat curah iklim yang ekstrem (faktor alami) dan faktor manusia (penebangan hutan, alih fungsi daerah aliran sungai, tertutupnya permukaan tanah).

Tanah Longsor

Faktor alami (struktur tanah tidak stabil, curah hujan tinggi, gempa bumi). Faktor manusia (penebangan dan alih lahan hutan).

Kebakaran

Terjadi secara alami (kekeringan) maupun akibat ulah manusia.

Fenomena Ketidakseimbangan pada Lapisan Bumi

H

Sumber : pxhere.com

Sumber : flickr.com

Sumber : pxhere.com

1. Bencana Alam

49 of 51

Tsunami

Faktor geologi (Indonesia berada di antara dua Samudra dan dua sirkum berapi, terdapat gunung berapi, banyak patahan di wilayah lautan).

Gempa Bumi

Faktor geologi (Indonesia terletak di antara tiga lempeng dan banyak gunung berapi).

Fenomena Ketidakseimbangan pada Lapisan Bumi

H

Sumber : pxhere.com

1. Bencana Alam

50 of 51

Fenomena Ketidakseimbangan pada Lapisan Bumi

H

Infografik hiposentrum dan episentrum pada pusat gempa.

Sumber : shutterstock.com

1. Bencana Alam

51 of 51

Tindakan Prabencana

  1. Kegiatan pencegahan
    1. Kegiatan fisik
    2. Kegiatan nonfisik
  2. Kesiapsiagaan
  3. Peringatan dini

Tindakan Saat Bencana

  1. Menyelamatkan diri & menyediakan tempat pengungsian.
  2. Memberikan bantuan yang dibutuhkan.
  3. Penyediaan layanan kesehatan darurat.
  4. Pendampingan psikoterapi.

Tindakan Pascabencana

  1. Kegiatan pemulihan (recovery)
    1. Rehabilitasi
    2. Rekonstruksi
  2. Kegiatan evaluasi

Fenomena Ketidakseimbangan pada Lapisan Bumi

H

2. Mitigasi Bencana Alam