Bumi dan Antariksa
BAB 4
Sumber : shutterstock.com
Gugusan benda-benda langit yang terdiri atas Matahari, delapan planet, planet-planet kecil, asteroid, komet, dan benda-benda angkasa lainnya yang beredar mengelilingi Matahari sebagai pusat tata surya.
Sistem Tata Surya
A
Sumber : pxhere.com
Sistem Tata Surya
A
a. Lapisan matahari
Lapisan matahari terdiri dari:
Sumber : shutterstock.com
1. Matahari
Sistem Tata Surya
A
b. Aktivitas matahari
Aktivitas matahari antara lain:
Suar matahari
Sumber : flickr.com
1. Matahari
Sistem Tata Surya
A
Matahari
Merkurius (Bintang fajar)
Venus (Bintang kejora)
Jupiter
(Planet terbesar)
Mars (Planet merah)
Bumi (berlangsungnya kehidupan)
Saturnus
(Planet bercincin)
Uranus
(Planet terdingin)
Neptunus
(Planet biru)
Sumber : stockvault.net
2. Planet
Ada yang berbentuk bulat dan lonjong dengan permukaan yang sangat kasar dan tajam.
Banyak terdapat di sabuk asteroid yang berada di antara garis edar Mars dan Jupiter.
Benda langit dengan bentuk tak teratur yang tersusun dari kumpulan debu dan es.
Sistem Tata Surya
A
Penampakan asteroid
Orbit asteroid
Sumber : shutterstock.com
3. Asteroid (Planet Minor)
Beberapa asteroid yang berhasil diidentifikasi yaitu Ceres, Pallas, Vesta, Hygiea, Interamnia, dan Baptistina.
Sistem Tata Surya
A
Klasifikasi asteroid
Jenis karbon (C)
Jenis silicaceous (S)
Jenis metallic (M)
Jenis vestoid (V)
Sumber : commons.wikimedia.org
3. Asteroid (Planet Minor)
Sistem Tata Surya
A
Batuan yang jatuh ke Bumi dan bergesekan dengan atmosfer Bumi akan terbakar dan lenyap menjadi debu.
Meteor yang tidak habis terbakar dan sampai ke permukaan Bumi disebut meteorit.
Sumber : commons.wikimedia.org
4. Meteor
Sistem Tata Surya
A
Benda langit yang mengorbit pada Matahari dengan garis orbit yang sangat lonjong.
Penampakan komet dari Bumi
Sumber : shutterstock.com
5. Komet (Bintang berekor)
Sistem Galaksi
B
Kumpulan bintang yang sangat banyak dan membentuk gugusan dengan pola tertentu (bentuk spiral, eliptis, dan tidak beraturan) di alam semesta.
Sumber : commons.wikimedia.org
ALLPPT Layout Clean Text Slide for your Presentation
Sistem Galaksi
B
Kelompok bintang yang membentuk konfigurasi khusus
Rasi bintang (constellation)
Bintang merupakan benda langit yang mengeluarkan cahayanya sendiri, terbentuk dari proses menyatunya debu antariksa yang kaya hidrogen dan helium.
Sumber : shutterstock.com
Sumber : pxhere.com
1. Bintang dan Rasi Bintang
Rasi Bintang
Sistem Galaksi
B
Beberapa rasi bintang yang mudah diamati:
Sumber : shutterstock.com
Rasi bintang Ursa mayor & Ursa minor
Rasi bintang Scorpion
Rasi bintang Crux
Sistem Galaksi
B
Kenampakan bagian galaksi Bima Sakti dapat terlihat di Bumi pada kondisi langit yang sangat cerah.
Sumber : shutterstock.com
2. Galaksi Bima Sakti (Milky Way)
Gravitasi Bumi
C
Gaya tarik Bumi kepada seluruh benda yang berada di dekatnya.
Sumber : pxhere.com
Gravitasi Bumi
C
“Dua buah benda yang bermassa m1 dan m2 yang terpisah pada jarak r akan bekerja gaya tarik-menarik di sepanjang garis yang menghubungkan kedua benda tersebut.”
Persamaan:
dengan:
F = gaya gravitasi (N)
G = konstanta gravitasi umum (6,672 x 10-11 Nm2/kg2)
m1 = massa benda 1 (kg)
m2 = massa benda 2 (kg)
r = jarak antarpusat massa kedua benda (m)
Sir Isaac Newton
Sumber : flickr.com
1. Hukum Gravitasi Newton
Gravitasi Bumi
C
Besarnya pengaruh gaya gravitasi pada sebuah benda yang berada di daerah sekitar Bumi.
Persamaan besar kuat medan gravitasi:
dengan:
g = kuat medan gravitasi (N/kg) atau (m/s2)
G = konstanta gravitasi umum (6,672 x 10-11 Nm2/kg2)
M = massa Bumi (5,98 x 1024 kg)
r = jarak sebuah titik yang diukur ke pusat bumi (m)
Sumber : flickr.com
2. Kuat Medan Gravitasi Bumi
a
b
Gravitasi Bumi
C
c
Menjaga kestabilan Bumi dan planet lainnya
Menjaga kestabilan Bulan
Menjaga kestabilan benda-benda yang ada di Bumi
3. Manfaat Gravitasi Bumi
Terletak paling atas dari permukaan Bumi.
Lapisan Batuan (Litosfer)
01
Meliputi lautan, danau, sungai, air tanah, gletser, salju, dan uap air yang terkandung pada atmosfer.
Lapisan Perairan (hidrosfer)
02
Lapisan udara yang menyelimuti Bumi.
Lapisan Udara (Atmosfer)
03
Struktur Bumi
D
Bumi tersusun dari tiga komponen yang meliputi:
Struktur Bumi
D
a. Struktur lapisan kulit Bumi
Lapisan kulit bumi terdiri atas:
Sumber : shutterstock.com
1. Lapisan Batuan (Litosfer)
Struktur Bumi
D
Sumber : shutterstock.com
Lapisan tanah di kerak Bumi terbagi menjadi:
a. Struktur lapisan kulit Bumi
1. Lapisan Batuan (Litosfer)
Struktur Bumi
D
b. Batuan penyusun litosfer
Sumber : shutterstock.com
Berdasarkan siklus batuan, maka batuan di Bumi dibedakan menjadi:
1. Lapisan Batuan (Litosfer)
Struktur Bumi
D
Batuan beku (igneous rock)
Berdasarkan tempat membekunya, batuan beku dibedakan menjadi:
Macam-macam batu beku
Sumber : shutterstock.com
b. Batuan penyusun litosfer
1. Lapisan Batuan (Litosfer)
Struktur Bumi
D
Batuan sedimen (sedimentary rock)
Batuan sedimen dibedakan menjadi:
Batu pasir merupakan contoh dari batuan sedimen klasik.
Sumber : shutterstock.com
b. Batuan penyusun litosfer
1. Lapisan Batuan (Litosfer)
Struktur Bumi
D
Batuan malihan (metamorphic rock)
Jenis batuan malihan:
Sumber : shutterstock.com
Macam-macam batu malihan
b. Batuan penyusun litosfer
1. Lapisan Batuan (Litosfer)
Struktur Bumi
D
c. Lempeng dan patahan (lempeng tektonik)
Peta lempeng tektonik dunia
Sumber : shutterstock.com
Enam lempeng besar benua terdiri atas:
Dan terdapat 14 lempeng kecil lainnya.
1. Lapisan Batuan (Litosfer)
Struktur Bumi
D
Jenis-jenis patahan
Berdasarkan prinsip tegangan yang memengaruhinya, jenis patahan dibedakan menjadi:
Sumber : shutterstock.com
c. Lempeng dan patahan (lempeng tektonik)
1. Lapisan Batuan (Litosfer)
Daur sedang
Daur panjang
Daur pendek
Struktur Bumi
D
a. Daur hidrologi
Jenis Daur Hidrogen
2. Lapisan Perairan (Hidrosfer)
Struktur Bumi
D
Tahapan daur hidrologi:
Sumber : shutterstock.com
a. Daur hidrologi
2. Lapisan Perairan (Hidrosfer)
Struktur Bumi
D
b. Perairan Darat
2. Lapisan Perairan (Hidrosfer)
Sumber : shutterstock.com
a
b
c
Sumber : pxhere.com
Sumber : commons.wikimedia.org
Struktur Bumi
D
b. Perairan Darat
2. Lapisan Perairan (Hidrosfer)
d
e
f
Sumber : pxhere.com
Sumber : pxhere.com
Sumber : flickr.com
Get a modern PowerPoint
Struktur Bumi
D
Samudra
Laut
Selat
Teluk
Sumber : commons.wikimedia.org
Sumber : pxhere.com
Sumber : pixabay.com
Sumber : flickr.com
c. Lautan
2. Lapisan Perairan (Hidrosfer)
Struktur Bumi
D
c. Lautan
Peta Samudra di dunia
Sumber : shutterstock.com
Di Bumi terdapat 5 Samudra:
2. Lapisan Perairan (Hidrosfer)
Struktur Bumi
D
Menurut karakteristik udaranya, atmosfer tersusun berlapis-lapis:
Sumber : shutterstock.com
3. Lapisan Udara (Atmosfer)
Penyebab Medan Geomagnetik
3
1
4
2
Arah Medan Geomagnetik
Komponen Medan Geomagnetik
Akibat Medan Geomagnetik
Medan Magnet Bumi
E
Medan Magnet Bumi
E
Letak magnet Bumi yang menyimpang terhadap letak geografis utara-selatan Bumi.
Sudut deklinasi dan inklinasi
Sumber : shutterstock.com
Sumber : dokumen penerbit
Medan Magnet Bumi
E
Arah gaya Lorentz pada partikel bermuatan yang melalui medan magnet.
Persamaan Gaya Lorentz tentang partikel bermuatan yang melalui medan magnet:
dengan:
F = gaya Lorentz (N)
q = muatan (C)
v = kecepatan partikel (m/s)
B = medan magnet (T)
θ = sudut antara v dan B
Sumber : cnx.org
Gerak Bumi
F
Menyebabkan beberapa fenomena alam:
Sumber : commons.wikimedia.org
Gerakan Bumi yang berputar terhadap porosnya.
1. Rotasi Bumi
Gerak Bumi
F
Gerakan Bumi mengelilingi Matahari pada orbit edarnya.
Akibat revolusi Bumi:
Sumber : commons.wikimedia.org
2. Revolusi Bumi
Gerak Bumi
F
Sumber : shutterstock.com
Perubahan musim di Bumi
2. Revolusi Bumi
Bulan merupakan satelit alami Bumi.
Bulan melakukan 3 gerakan sekaligus:
Bulan sebagai Satelit Bumi
G
Sumber : stockvault.net
Bulan sebagai Satelit Bumi
G
a. Rotasi Bulan
Sumber : commons.wikimedia.com
Akibat rotasi bulan yaitu permukaan bulan yang menghadap Bumi selalu sama.
b. Revolusi Bulan
Akibat dari revolusi bulan yaitu bentuk bulan yang menghadap Bumi selalu berubah-ubah (fase bulan).
1. Gerak Bulan
Bulan sebagai Satelit Bumi
G
Fase-fase Bulan:
Sumber : shutterstock.com
Posisi fase Bulan
1. Gerak Bulan
We Create
Quality Professional
PPT Presentation
Bulan sebagai Satelit Bumi
G
Kalendar Jawa dan Hijriah menggunakan acuan bulan sebagai pedoman penanggalannya. Penanggalan Saka dan Cina menggunakan pedoman Bulan-Matahari.
Sumber : pixabay.com
Bulan mengitari Bumi dalam periode waktu 29,53 hari sehingga sistem penanggalan bulan memiliki jumlah hari antara 29 atau 30 hari dalam satu bulannya.
2. Sistem Penanggalan Bulan
Bulan sebagai Satelit Bumi
G
Fenomena astronomi yang terjadi akibat benda langit berada dalam bayang-bayang benda lainnya. Hal tersebut akibat dari gerak revolusi Bulan terhadap Bumi dan revolusi Bulan bersama Bumi terhadap Matahari.
Sumber : commons.wikimedia.org
3. Gerhana (Eclipse)
Bulan sebagai Satelit Bumi
G
a. Gerhana Bulan
Posisi Matahari, Bumi, dan Bulan pada saat terjadi gerhana Bulan yaitu ketika Bumi berada di antara Matahari dan Bulan.
Sumber : shutterstock.com
3. Gerhana (Eclipse)
Bulan sebagai Satelit Bumi
G
b. Gerhana Matahari
Posisi Matahari, Bumi, dan Bulan pada saat terjadi gerhana Matahari yaitu ketika Bulan berada di antara Matahari dan Bumi.
Sumber : shutterstock.com
3. Gerhana (Eclipse)
Fenomena Ketidakseimbangan pada Lapisan Bumi
H
Sumber : commons.Wikimedia.org
Faktor alami:
Faktor manusia:
Rentan terhadap bencana
1. Bencana Alam
Banjir
Akibat curah iklim yang ekstrem (faktor alami) dan faktor manusia (penebangan hutan, alih fungsi daerah aliran sungai, tertutupnya permukaan tanah).
Tanah Longsor
Faktor alami (struktur tanah tidak stabil, curah hujan tinggi, gempa bumi). Faktor manusia (penebangan dan alih lahan hutan).
Kebakaran
Terjadi secara alami (kekeringan) maupun akibat ulah manusia.
Fenomena Ketidakseimbangan pada Lapisan Bumi
H
Sumber : pxhere.com
Sumber : flickr.com
Sumber : pxhere.com
1. Bencana Alam
Tsunami
Faktor geologi (Indonesia berada di antara dua Samudra dan dua sirkum berapi, terdapat gunung berapi, banyak patahan di wilayah lautan).
Gempa Bumi
Faktor geologi (Indonesia terletak di antara tiga lempeng dan banyak gunung berapi).
Fenomena Ketidakseimbangan pada Lapisan Bumi
H
Sumber : pxhere.com
Sumber : flickr.com
1. Bencana Alam
Fenomena Ketidakseimbangan pada Lapisan Bumi
H
Infografik hiposentrum dan episentrum pada pusat gempa.
Sumber : shutterstock.com
1. Bencana Alam
Tindakan Prabencana
Tindakan Saat Bencana
Tindakan Pascabencana
Fenomena Ketidakseimbangan pada Lapisan Bumi
H
2. Mitigasi Bencana Alam