MEDIA MENGAJAR
UNTUK SMP/MTs KELAS VII
MATEMATIKA
BILANGAN
BAB 1
Sumber gambar: Shutterstock.com
1.1 Bilangan Bulat
Bilangan bulat dapat disajikan ke dalam beberapa model sebagai berikut.
1.
Model Garis
Perhatikan contoh berikut.
Model Mobil Bergerak
2.
Membandingkan Dua Bilangan Bulat
Bilangan bulat yang terletak di bagian kanan lebih bernilai besar dari bilangan di sebelah kirinya.
1.2 Operasi Penjumlahan dan Pengurangan
pada Bilangan Bulat
1. Penjumlahan
Sifat-sifat operasi penjumlahan pada bilangan bulat.
a. Sifat Komutatif (Pertukaran)
b. Sifat Asosiatif (Pengelompokkan)
yaitu kita dapat menukar urutan bilangan.
c. Sifat Identitas
d. Bilangan Lawan Terhadap Penjumlahan (Invers)
Untuk setiap bilangan bulat a, ada bilangan bulat lain b
sehingga
Contoh
bilangan b disebut lawan atau invers penjumlahan dari a.
Untuk lebih jelasnya, perhatikan garis bilangan berikut.
2. Pengurangan
Operasi pengurangan dapat dilakukan sebagai operasi penjumlahan, yaitu.
Hal ini juga berlaku secara umum, yaitu
Contoh
Perhatikan beberapa contoh hasil perkalian bilangan
bulat berikut.
Operasi Perkalian merupakan penyederhanaan operasi penjumlahan berulang yang sama.
1. Perkalian
1.3 Operasi Perkalian dan Pembagian
pada Bilangan Bulat
a. Sifat Komutatif (Pertukaran)
b. Sifat Asosiatif (Pengelompokkan)
Sifat-sifat operasi perkalian pada bilangan bulat
contoh
contoh
contoh
c. Unsur Identitas
d. Sifat Distributif
contoh
2. Pembagian
1.4 Operasi Bilangan Berpangkat
Contoh
1.5 Pecahan dan Lambangnya
Contoh
Contoh
Membandingkan Dua Bilangan Pecahan
Contoh
Contoh
1.6 Operasi Hitung pada Pecahan
KPK dari 6 dan 11 adalah 66
Contoh
KPK dari 5 dan 7 adalah 35
Contoh
Pembilang dan Penyebut hasil kali dua pecahan masing-masing diperoleh dari perkalian kedua bilangan pembilang dan penyebut.
Contoh
dengan demikian didapat
Bilangan pecahan negatif adalah lawan dari bilangan pecahan positif yang bersesuaian.
1.7 Bilangan Pecahan Negatif
1. Bilangan pecahan negatif terjadi akibat
2. Bilangan pecahan positif dapat terjadi akibat
Penjumlahan dan perkalian pecahan memenuhi sifat asosiatif, yaitu
Contoh
1.8 Sifat Operasi dan Urutan Operasi
Penjumlahan dan perkalian pecahan yang memenuhi sifat komutatif, yaitu
1. Operasi penjumlahan pada bilangan pecahan mempunyai unsur identitas, yaitu 0
2. Operasi perkalian pada bilangan pecahan mempunyai unsur identitas, yaitu 1
Pecahan digunakan untuk menyatakan perbandingan banyak benda yang satu dengan yang lainnya.
Contoh
1.9 Persentase
1.10 Bilangan Desimal
Letak koma harus sejajar
Jika perlu tambahkan nol
Contoh
Jadi, hasil 0,123 + 2,71 = 2,883
Contoh
1.11 Bentuk Baku
Contoh