1 of 22

KEBIJAKAN DAN MEKANISME BAN-PDM

BADAN AKREDITASI NASIONAL PENDIDIKAN ANAK USIA DINI, PENDIDIKAN DASAR, DAN PENDIDIKAN MENENGAH

BADAN AKREDITASI NASIONAL

PENDIDIKAN ANAK USIA DINI, PENDIDIKAN DASAR, DAN PENDIDIKAN MENENGAH

DISAMPAIKAN PADA KEGIATAN PCPA BAN-PDM TAHAP 1 TAHUN 2024

2 of 22

BADAN AKREDITASI NASIONAL PENDIDIKAN ANAK USIA DINI, PENDIDIKAN DASAR, DAN PENDIDIKAN MENENGAH

PRINSIP PENYUSUNAN INSTRUMEN AKREDITASI 2024

3 of 22

Badan Akreditasi Nasional Pendidikan Anak Usia Dini, Pendidikan Dasar, dan Pendidikan Menengah

Instrumen akreditasi 2024

Asesmen kinerja satdik dalam menyediakan layanan yang berkualitas

Bagi kami, satuan pendidikan menjadi berkualitas apabila terdapat perilaku/kondisi yang berdampak bagi peserta didik:

berdampak dalam memberikan pengalaman yang menyenangkan

berdampak pada keberhasilan satdik membangun kompetensi dan karakter yang diperlukan peserta didik sehingga dapat berperan dengan lebih baik - pada masa ini, maupun di masa yang akan datang

4 of 22

Pembelajaran yang berpusat pada murid

Pendidik reflektif, gemar belajar, berbagi, dan berkolaborasi

Iklim sekolah yang aman, inklusif, dan merayakan kebinekaan

Kepemimpinan untuk peningkatan layanan berkelanjutan

Berikut adalah sejumlah ciri sekolah berkualitas yang kita percaya berdampak bagi murid (dan selaras dengan Rapor Pendidikan)

1

2

3

4

5 of 22

5

1

Bagaimana instrumen akreditasi kita akan dapat memandu sekolah agar dapat berkinerja yang berdampak bagi murid?

6 of 22

Prinsip penyusunan instrumen akreditasi

Badan Akreditasi Nasional Pendidikan Anak Usia Dini, Pendidikan Dasar, dan Pendidikan Menengah

Bermakna

Inklusif ��

Fleksibel

1

2

3

7 of 22

Bermakna

Hanya mengukur aspek yang berdampak langsung terhadap layanan yang diterima oleh peserta didik (tidak administratif)

Badan Akreditasi Nasional Pendidikan Anak Usia Dini, Pendidikan Dasar, dan Pendidikan Menengah

Melanjutkan semangat yang sudah dibangun melalui IASP 2020 dan Instrumen PAUD-PNF tahun 2021

Bermakna karena hal yang diukur adalah hal esensial yang dipercaya berdampak pada kualitas layanan yang diterima peserta didik.

Implikasi penerapan prinsip terhadap proses akreditasi:

Bermakna

8 of 22

Badan Akreditasi Nasional Pendidikan Anak Usia Dini, Pendidikan Dasar, dan Pendidikan Menengah

Instrumen akreditasi disusun dengan menggunakan 4 komponen yang dipercaya paling berdampak bagi murid

Kinerja Pendidik dalam Proses Pembelajaran

Hasil Belajar

Keberhasilan satuan pendidikan dalam membangun kompetensi dan karakter yang diperlukan oleh peserta didik.

Iklim Lingkungan Belajar

Kepemimpinan Kepala Satuan Pendidikan dalam Pengelolaan

Apakah satdik mampu menghadirkan iklim lingkungan belajar yang bineka, inklusif, aman, menjaga keselamatan dan kesehatan peserta didik?

Apakah satdik dipimpin oleh KS yang mampu mengelola pembelajaran, PTK-nya, sumber daya-nya serta berbagai pihak yang terlibat untuk memberikan layanan terbaik bagi anak didik?

Apakah satdik memiliki pendidik yang mampu mengelola proses pembelajaran di kelas secara bermakna dan berpusat pada murid?

9 of 22

Badan Akreditasi Nasional Pendidikan Anak Usia Dini, Pendidikan Dasar, dan Pendidikan Menengah

Penentuan komponen juga dilakukan melalui benchmarking dengan instrumen akreditasi internasional untuk menemukan konsep universal “what is a good school”

10 of 22

Instrumen akreditasi juga disusun selaras dengan kerangka kualitas pada Standar Nasional dan Rapor Pendidikan

Badan Akreditasi Nasional Pendidikan Anak Usia Dini, Pendidikan Dasar, dan Pendidikan Menengah

Kepemimpinan Kepala Sekolah dalam Pengelolaan Satuan Pendidikan

Iklim Lingkungan Belajar

Kinerja Pendidik dalam Proses Pembelajaran

Komponen

SNP

Rapor Pendidikan

Pengelolaan & Sarpras

SKL, SI, Proses, Penilaian

D4, D8, D10

D1

Hasil Belajar

SKL

SMK (A4-A6)

Sumber

Data primer yang dikumpulkan oleh asesor melalui instrumen akreditasi

Data AN

A1, A2, A3

D4, D8, D10

D1-D4

NA

NA

Butir Instrumen Akreditasi

5

4

SKL

Dasmen

PAUD

khusus SMK, kesetaraan, SLB

Pengelolaan, Sarpras, Pembiayaan

D2, E1, D17

E8-E9

5

11 of 22

Badan Akreditasi Nasional Pendidikan Anak Usia Dini, Pendidikan Dasar, dan Pendidikan Menengah

dengan menggunakan 4 komponen tersebut

Instrumen akreditasi dapat menghela fokus kinerja penyelenggara layanan pendidikan untuk menghadirkan layanan dan kondisi yang menjadi ciri

satuan pendidikan yang kita cita-citakan

yang kita ukur:

Komponen 3:

Kinerja pendidik dalam proses pembelajaran

yang kita ukur:

Komponen 2:

Kinerja KS dalam memimpin pengelolaan satuan pendidikan

yang kita ukur:

Komponen 1:

kondisi iklim lingkungan belajar

yang kita ukur:

Komponen 4:

Hasil belajar peserta didik

12 of 22

Badan Akreditasi Nasional Pendidikan Anak Usia Dini, Pendidikan Dasar, dan Pendidikan Menengah

Dulu

Prinsip

Inklusif

Ada benang merah antara instrumen akreditasi lintas jenjang

Terpisah antara instrumen untuk PAUD PNF dan instrumen untuk Dasmen

Instrumen disusun dengan menggunakan 14 butir umum yang dapat digunakan oleh seluruh tingkat dan jenis layanan.

Penyusunan instrumen untuk PAUD, SMK, SLB dan Kesetaraan adalah berdasarkan kontekstualisasi dari butir umum tersebut.

Sekarang

Implikasi penerapan prinsip terhadap proses akreditasi:

Inklusif

13 of 22

Badan Akreditasi Nasional Pendidikan Anak Usia Dini, Pendidikan Dasar, dan Pendidikan Menengah

Jumlah Butir

Jumlah butir dalam tiap instrumen

5

4

SD-SMP-SMA

SMK

SLB

5

5

4

4

Kesetaraan

5

4

1

Kebermanfaatan

PAUD

5

4

Tidak ada

Ya

Ya

Ya

Tidak ada

1

Kebekerjaan

Umum

Tidak ada

Tidak ada

1

Kemandirian

Implikasi penerapan prinsip terhadap proses akreditasi: Inklusif

Sumber

Data primer yang dikumpulkan oleh asesor

Data AN

(Litnum & karakter)

Pengukuran hasil belajar

5

5

5

5

5

5 untuk

iklim lingkungan belajar

4 untuk Kinerja Pendidik dalam pembelajaran

5 untuk Kepemimpinan KS

14 of 22

Badan Akreditasi Nasional Pendidikan Anak Usia Dini, Pendidikan Dasar, dan Pendidikan Menengah

Butir

Jumlah Indikator dalam tiap instrumen

20

18

SD-SMP-SMA

SMK

SLB

26

18

9

15

Kesetaraan

20

18

3

Kebermanfaatan

PAUD

17

20

Tidak ada

Ya

Ya

Ya

Tidak ada

3

Kebekerjaan

Tidak ada

Tidak ada

3

Kemandirian

Setiap butir kemudian diperinci menjadi indikator kinerja sesuai dengan konteks dan kebutuhan belajar tiap jenis/jenjang

Pengukuran hasil belajar

22

30

21

23

19

5 untuk

iklim lingkungan belajar

4 untuk Kinerja Pendidik dalam pembelajaran

5 untuk Kepemimpinan KS

15 of 22

Badan Akreditasi Nasional Pendidikan Anak Usia Dini, Pendidikan Dasar, dan Pendidikan Menengah

Prinsip

Fleksibel

Mengakomodasi keragaman cara satuan pendidikan menyediakan layanan yang berkualitas (tidak preskriptif)

Indikator keterpenuhan lebih fleksibel dalam membuktikan apakah sudah terjadi peristiwa/kondisi/perilaku di layanan, sehingga mengakomodasi bentuk penerapannya yang dapat saja sangat beragam antar sekolah.

Penggalian data menggunakan indikator keterpenuhan yang spesifik untuk membuktikan apakah sekolah memiliki kapasitas tertentu (misalnya:

disiplin -> absen; membudayakan literasi -> membaca 15 menit; dst).

Dulu

Sekarang

16 of 22

16

Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi

Kita perlu menyadari bahwa ada berbagai cara bagi satuan pendidikan dalam menyediakan layanan pendidikan berkualitas bagi anak didiknya.

Cara pandang ini mencerminkan wawasan dan penghargaan kita bahwa setiap satuan pendidikan memiliki kecepatan dan cara yang berbeda dalam menghadirkan layanan pendidikan, karena karakteristiknya dan kemampuannya beragam.

Cara pandang ini perlu kita bawa saat kita melakukan akreditasi.

Cara pandang ini akan kita pelajari bersama penerapannya dalam proses pelaksanaan akreditasi ke depan.

17 of 22

BADAN AKREDITASI NASIONAL PENDIDIKAN ANAK USIA DINI, PENDIDIKAN DASAR, DAN PENDIDIKAN MENENGAH

SUMBER DAYA ASESOR DAN SASARAN AKREDITASI PENDIDIKAN DASAR DAN PENDIDIKAN MENENGAH TAHUN 2024

18 of 22

SUMBER DAYA ASESOR

PENTING !

  1. Tahun 2024 tidak dilakukan seleksi asesor baru.
  2. Fokus terhadap peningkatan pengetahuan dan kompetensi asesor
  3. Segera mengupdate profil asesor melalui Sispena
  4. Penyegaran dan Pelatihan asesor akan dilakukan mulai bulan Maret 2024
  • Semua asesor, menjadi asesor BAN PDM
  • Dilakukan penyegaran/pelatihan untuk semua asesor
  • Asesor mampu melakukan visitasi di jenjang Pendidikan PAUD dan Dasmen

19 of 22

Akreditasi Sekolah dan Madrasah (SM)

KRITERIA SASARAN

  • Sasaran pertama kali;
  • Tidak Terakreditasi > 2 tahun;
  • SM yang diotomasi satu tahun di tahun 2023 dan
  • Akreditasi ulang tahun 2024 (divisitasi tahun 2019)

TOTAL SASARAN SESUAI KRITERIA

  • Sasaran visitasi : 24.591 SM
  • Sasaran otomasi: 50.962 SM

PENETAPAN SASARAN

Sasaran visitasi dan otomasi setiap SM per provinsi Ditetapkan oleh BAN-PDM

INSTRUMEN DAN MEKANISME VISITASI 2024

  • Instrumen dengan proses bisnis baru (dalam proses pengembangan)
  • Visitasi SM dilakukan oleh asesor BAN-PDM setelah ikut pelatihan
  • Rencana Visitasi di Agustus 2024

20 of 22

Akreditasi Program Pendidikan Kesetaraan (PPK)

Jumlah total sasaran akreditasi PPK sebanyak 1.000

SASARAN

Status lembaga :�sasaran pertama kali dan reakreditasi tahun 2008 s/d 2017

Akreditasi PPK dilakukan melalui visitasi

KRITERIA SASARAN

BAN-PDM menetapkan sasaran individu PPK di PKBM/SKB/

PKPPS/SPNF

per provinsi

PENETAPAN SASARAN

Instrumen dan proses bisnis baru (dalam proses pengembanga)

INSTRUMENT VISITASI 2024

  • Visitasi dilakukan oleh asesor BAN-PDM setelah ikut pelatihan
  • Rencana Visitasi di Agustus 2024

MEKANISME VISITASI 2024

21 of 22

Prinsip Dasar Penetapan Sasaran Visitasi dan Automasi

  1. Otomasi hanya dilakukan terhadap Sekolah/Madrasah akreditasi ulang (Reakreditasi)
  2. Penetapan sasaran otomasi dan visitasi didasarkan hasil AN Tahun 2021 dan 2022
  3. Sekolah/Madrasah yang kinerjanya tetap, diperpanjang otomatis 5 tahun dengan peringkat sama
  4. Sekolah/Madrasah yang kinerjanya menurun divisitasi
  5. Sekolah/Madrasah yang kinerjanya meningkat signifikan divisitasi

22 of 22

22

BADAN AKREDITASI NASIONAL

PENDIDIKAN ANAK USIA DINI, PENDIDIKAN DASAR, DAN PENDIDIKAN MENENGAH