1 of 24

Matematika

MEDIA MENGAJAR

UNTUK SMP/MTs KELAS X

2 of 24

HIMPUNAN

Sumber:

3 of 24

PETA KONSEP

Himpunan

Pengertian Himpunan

Notasi dan Penyajian

Kesamaan Himpunan

Himpunan Berhingga, Himpunan Kosong, dan Himpunan Tak hingga

Himpunan Bagian, Himpunan Semesta, dan Himpunan Kuasa

Penyajian Himpunan

dengan Diagram Venn

dan Penerapannya

dalam Pemecahan

Masalah

Masalah Kontekstual

Operasi Biner pada Himpunan

Operasi Uner pada Himpunan

Pemecahan Masalah Menggunakan Himpunan

4 of 24

Observasi

Gambar di atas memperlihatkan buah-buahan yang dijual di pasar atau supermarket. Apel, anggur, dan stroberi dikelompokkan dalam satu rak. Wortel, brokoli, paprika, dan bayam juga dikelompokkan dalam satu rak. Pengelompokan tersebut disebut dengan himpunan. Himpunan adalah kumpulan benda-benda yang didefinisikan

(diberi batasan) dengan jelas. Kumpulan apel, anggur, dan stroberi yang diletakkan dalam satu rak disebut dengan himpunan buah-buahan. Sementara itu, kumpulan wortel, brokoli, paprika, dan bayam yang diletakkan dalam satu rak disebut dengan himpunan sayur-sayuran.

5 of 24

2.1 Pengertian Himpunan

A. Pengertian

Berikut adalah definisi himpunan:

Dalam kehidupan sehari-hari, kita tentu pernah menjumpai hal-hal berikut:

• sekeranjang jeruk,

• sesisir pisang,

• sekumpulan semut hitam.

Sementara pada matematika kita jumpai:

  • kumpulan bilangan bulat positif maksimal 10, bilangan genap antara 20 dan 30.
  • Contoh-contoh seperti itu, jika kita cermati ternyata memiliki kesamaan. Kesamaan yang dimaksud adalah semua objek yang dihimpun dalam kumpulan tersebut memiliki ciri-ciri yang jelas.

6 of 24

2.1 Pengertian Himpunan

B. Notasi dan Cara Penyajian Himpunan

Salah satu cara untuk menuliskan sebuah himpunan ialah dengan menggunakan kata-kata.

  1. A adalah himpunan nama-nama hari dalam seminggu.
  2. B adalah himpunan nama-nama bulan dalam setahun.
  3. C adalah himpunan bilangan asli kurang dari 5.
  4. D adalah himpunan bilangan asli kurang dari 1.000.

1. Menulis Himpunan dengan Menggunakan Kata-Kata

7 of 24

2.1 Pengertian Himpunan

B. Notasi dan Cara Penyajian Himpunan

2. Menulis Himpunan dengan Cara Mendaftar

Cara lain untuk menuliskan sebuah himpunan ialah dengan mendaftar anggota-anggotanya di antara dua tanda kurung kurawal.

  1. A adalah himpunan nama-nama hari dalam seminggu. Penulisan himpunan A dilakukan seperti berikut.

A = {Minggu, Senin, Selasa, Rabu, Kamis, Jumat, Sabtu}

  1. B adalah himpunan bilangan asli kurang dari atau sama dengan 5.

Penulisan himpunan B ditulis seperti berikut.

B = {1, 2, 3, 4, 5}

Bagaimana cara menuliskan suatu himpunan jika jumlah anggotanya sangat banyak dan terhingga? Penulisannya dilakukan dengan cara menuliskan minimal empat anggota pertama. Lalu, dilanjutkan dengan tanda titik sebanyak tiga dan diakhiri dengan menulis anggota terakhir dari himpunan tersebut.

8 of 24

Contoh Soal

Tuliskan himpunan C dengan cara mendaftar jika diketahui C adalah himpunan bilangan asli dari 1 sampai dengan 1.000.

Jawab:

Dengan cara mendaftar, cara penulisannya ialah seperti berikut.

C = {1, 2, 3, 4, 5, 6, . . . , 1.000}

Dalam bentuk paling sederhana, cukup menuliskan empat anggota pertama dari

himpunan C, dilanjutkan dengan tiga titik dan diakhiri dengan penulisan anggota terakhir.

C = {1, 2, 3, 4, . . . , 1.000}

Secara umum, aturan penulisan himpunan dengan cara mendaftar dilakukan dengan cara berikut.

9 of 24

2.1 Pengertian Himpunan

B. Notasi dan Cara Penyajian Himpunan

3. Menulis Himpunan dengan Notasi Pembentuk Himpunan

Contoh Soal

Tuliskan himpunan berikut dengan notasi pembentuk himpunan.

E adalah himpunan bilangan bulat positif kurang dari 4

Jawab:

Dengan menggunakan notasi pembentuk himpunan, cara penulisannya adalah

E = {x | x bilangan bulat positif kurang dari 4}

dibaca “E adalah himpunan semua x dengan syarat x bilangan bulat positif kurang dari 4“.

Cara lain untuk menulis sebuah himpunan adalah dengan menggunakan notasi pembentuk himpunan.

10 of 24

2.1 Pengertian Himpunan

C. Kesamaan Himpunan

Jika ada pertanyaan seperti “mungkinkah ada dua himpunan yang sama?“ atau “mungkinkah ada dua himpunan yang sama bahkan jika lebih dari dua himpunan?“. Secara umum, dua himpunan atau lebih dikatakan sama, jika himpunan-himpunan tersebut memenuhi definisi berikut.

11 of 24

Contoh Soal

Himpunan A dan B masing-masing adalah A = {h, a, s, i, m} dan B = {h, i, s, a, m}.

Apa yang dapat kamu simpulkan tentang himpunan tersebut?

Kerjakan Latihan 1 halaman 79 – 80

Jawab:

Karena urutan penulisan elemen pada himpunan tidak harus urut, akibatnya jika elemen-elemen dalam himpunan B dibuat sama urutannya dengan himpunan A, maka himpunan B = {h, i, s, a, m} akan menjadi B = {h, a, s, i, m}. Sebaliknya, jika elemen-elemen dalam himpunan A = {h, a, s, i, m} dibuat sama urutannya dengan himpunan

B = {h, i, s, a, m}, maka himpunan A akan menjadi A = {h, i, s, a, m}. Jadi,

A = B

12 of 24

2.1 Pengertian Himpunan

D. Himpunan Berhingga, Himpunan Kosong, dan Himpunan Tak Hingga

Pada himpunan, jika banyak anggotanya dapat dihitung maka himpunan itu disebut himpunan berhingga. Jika tidak mempunyai anggota maka himpunan itu disebut himpunan kosong. Jika anggotanya banyak dan tak terhitung maka himpunan itu disebut himpunan tak hingga. Sementara itu, jika suatu himpunan berupa himpunan kosong, maka banyaknya anggota himpunan itu adalah 0 (nol).

Kerjakan Latihan 2 halaman 81 – 82

13 of 24

2.1 Pengertian Himpunan

E. Himpunan Bagian, Himpunan Semesta, dan Himpunan Kuasa

1. Himpunan Bagian

Misalkan diketahui himpunan-himpunan seperti berikut.

A = {a}, B = {a, b}, dan C = {a, b, c}.

ABC dibaca “A termuat dalam B dan B termuat dalam C“ atau “A adalah himpunan bagian dari B dan B adalah himpunan bagian dari C“.

14 of 24

Contoh Soal

Tuliskan semua himpunan bagian dari H = {a, b, c}.

Jawab:

Himpunan-himpunan bagian dari himpunan H = {a, b, c},

terdiri dari:

a. Himpunan bagian yang banyak anggotanya 0 (tak memiliki anggota) adalah ∅ atau { }.

b. Himpunan bagian yang beranggotakan 1 elemen adalah {a}, {b}, {c}.

c. Himpunan bagian yang beranggotakan 2 elemen adalah {a, b}, {a, c}, {b, c}.

d. Himpunan bagian yang beranggotakan 3 elemen adalah {a, b, c}.

Jadi, himpunan bagian dari H = {a, b, c} adalah ∅, {a}, {b}, {c}, {a, b}, {a, c}, {b, c}, dan

{a, b, c}.

15 of 24

2.1 Pengertian Himpunan

E. Himpunan Bagian, Himpunan Semesta, dan Himpunan Kuasa

2. Himpunan Semesta

Himpunan semesta merupakan kebalikan dari himpunan bagian. Contohnya, H = {a, b, c, d, e}.

Karena banyaknya anggota H adalah 5 elemen, maka n(H) = n = 5. Jadi, total banyaknya himpunan bagian dari H adalah n(H) = 2n = 25 = 32. Himpunan semesta dari ke-32 himpunan bagian tersebut adalah himpunan bagian terbesarnya.

Himpunan semesta pada umumnya ditulis dengan lambing S, sehingga semesta dari semua himpunan bagian dari H adalah himpunan S yang merupakan himpunan H itu sendiri, yakni

S = H = {a, b, c, d, e}. Secara formal (matematika), definisi dari himpunan semesta adalah sebagai berikut.

16 of 24

2.1 Pengertian Himpunan

E. Himpunan Bagian, Himpunan Semesta, dan Himpunan Kuasa

3. Himpunan Kuasa

Misalkan himpunan semesta S beranggotakan tiga elemen, yakni S = {a, b, c}. “Bagaimana cara menentukan semua himpunan bagian dari himpunan S?“.

Selidiki bahwa himpunan bagian dari S yang beranggotakan nol elemen adalah ∅. Himpunan bagian dari S yang beranggotakan satu elemen adalah {a}, {b}, {c}. Selanjutnya, himpunan bagian dari S yang beranggotakan dua elemen adalah {a, b}, {a, c}, {b, c}. Terakhir, himpunan bagian dari S yang beranggotakan 3 elemen adalah S itu sendiri yakni S = {a, b, c}.

Kini, dari semua himpunan bagian S yang terdiri atas Ø, {a}, {b}, {c}, {a, b},{a, c}, {b, c}, dan {a, b, c} kita bentuk himpunan baru berupa:

Jadi, HS disebut himpunan kuasa dari S yang himpunan terbesarnya adalah S = {a, b, c}.

Kerjakan Latihan 3 halaman 88 – 89

17 of 24

2.2 Penyajian Himpunan dengan Diagram Venn dan Penerapannya dalam Pemecahan Masalah

A. Masalah Kontekstual (Terkait Banyak Anggota Himpunan)

Untuk memudahkan pemecahan masalah, himpunan-himpunan yang ada dapat disajikan dalam bentuk diagram Venn. Dengan cara penyajian tersebut, menjadi lebih mudah bagi kita dalam membayangkan cara pemecahannya. Selain itu, kita juga dapat mengetahui lebih lanjut tentang hubungan (relasi) yang dapat terjadi antara himpunan-himpunan tersebut.

Pada penyajian himpunan menggunakan diagram Venn, himpunan semesta umumnya digambarkan menggunakan lambang persegi panjang. Sementara himpunan-himpunan bagian yang ada di dalamnya digambarkan menggunakan bentuk lingkaran atau elips. Tujuannya adalah untuk memudahkan dalam memahami himpunan dan hubungan (relasi) antara himpunan yang satu dengan himpunan lainnya.

18 of 24

2.2 Penyajian Himpunan dengan Diagram Venn dan Penerapannya dalam Pemecahan Masalah

B. Operasi Biner pada Himpunan

Operasi biner adalah operasi yang dilakukan antara dua unsur sehingga dihasilkan unsur tunggal. Pada himpunan, operasi biner yang dimaksud terdiri dari irisan (intersection), gabungan (union), selisih (difference), dan perkalian (multiplication). Sementara operasi uner adalah operasi yang dilakukan terhadap sebuah unsur sehingga dihasilkan unsur tunggal.

19 of 24

2.2 Penyajian Himpunan dengan Diagram Venn dan Penerapannya dalam Pemecahan Masalah

B. Operasi Biner pada Himpunan

20 of 24

Contoh Soal

Diketahui A = {a, b, c, d, e} dan B = {b, d, e, f }. Gambarkan diagram Venn dari kedua himpunan tersebut, kemudian tentukan himpunan-himpunan A B, A B, dan A B. Gambarkan juga diagram Venn dari setiap himpunan tersebut.

Kerjakan Latihan 12 halaman 63 – 64

Jawab:

Perhatikan bahwa himpunan A = {a, b, c, d, e} dan B = {b, d, e, f} saling beririsan. Irisannya adalah {b, d, e}, sehingga diagram Venn dari himpunan A dan B berpotongan. Dengan demikian, setiap diagram Venn dari himpunan A B, AB, dan AB adalah sebagai berikut.

Berdasarkan diagram Venn tersebut, hasil operasi biner dari himpunan A dan B adalah:

A B = {b, d, e}, A B = {a, b, c, d, e, f }, dan A B = {a, c}.

21 of 24

2.2 Penyajian Himpunan dengan Diagram Venn dan Penerapannya dalam Pemecahan Masalah

C. Operasi Uner pada Himpunan

Pada himpunan, satu-satunya operasi yang berupa operasi uner adalah operasi komplemen (ingkaran) dari suatu himpunan. Komplemen dari himpunan A adalah himpunan yang semua elemennya anggota S tetapi bukan anggota A, ditulis dengan lambang Ac atau A’.

22 of 24

Contoh Soal

Diketahui semesta S = {1, 2, 3, 4, 5, 6, 7, 8, 9}. A dan B adalah himpunan-himpunan dalam semesta S dengan A = {1, 2, 3, 4, 5} dan B = {2, 4, 6, 7}. Gambarkan diagram Venn yang memperlihatkan hubungan antara ketiga himpunan S, A, dan B. Berdasarkan diagram Venn tersebut, tuliskan

dengan cara mendaftar himpunan setiap irisan, gabungan, dan selisih.

Kerjakan Latihan 4 halaman 94 – 95

Jawab:

Himpunan A = {a, b, c, d, e} dan B = {b, d, e, f} saling beririsan. Irisannya adalah {b, d, e}, sehingga diagram Venn dari himpunan A dan B berpotongan. Dengan demikian, setiap diagram Venn dari himpunan A B, AB, dan AB adalah sebagai berikut.

Diagram Venn yang memperlihatkan hubungan antara ketiga himpunan S, A, dan B tersebut adalah

23 of 24

2.2 Penyajian Himpunan dengan Diagram Venn dan Penerapannya dalam Pemecahan Masalah

D. Pemecahan Masalah Menggunakan Himpunan

Untuk setiap dua himpunan A dan B, berlaku:

Rumus di atas dikenal sebagai rumus umum banyak anggota dua himpunan. Rumus tersebut berlaku secara umum, artinya berlaku untuk semua relasi antara dua himpunan. Dengan menggunakan rumus tersebut memungkinkan kita untuk menjawab masalah kontekstual yang diberikan di awal tentang penerapan himpunan dalam pemecahan masalah.

24 of 24

Kerjakan Latihan 5 halaman 98 – 100

Kerjakan Latihan Ulangan Bab 2 halaman 101 – 106

Contoh Soal

Pada sebuah wilayah RT (Rukun Tetangga) yang terdiri dari 16 KK (Kepala Keluarga) terdapat 10 KK yang memiliki sepeda motor, 6 KK memiliki mobil, dan 3 KK tidak memiliki sepeda motor maupun mobil. Masalah yang ditanyakan adalah berapa KK yang memiliki mobil sekaligus memiliki sepeda motor?

Jawab:

S = himpunan seluruh KK, maka n(S) = 16, A = himpunan KK pemilik sepeda motor, maka

n(A) = 10, dan B = himpunan KK pemilik mobil, maka n(B) = 6. Sebanyak 3 KK tidak memiliki sepeda motor maupun mobil, maka yang dimaksud adalah n(A B)c = 3.

Karena n(A B)c = 3, maka n(A B) = n(S) – n(A B)c = 16 – 3 = 13

Misalkan n(A B) = x, maka n(A B) = n(A) + n(B) – n(A B)

13 = 10 + 6 – x

x = 10 + 6 – 13 = 3

Jadi, banyaknya KK yang memiliki sepeda motor dan mobil ada 3 KK.