1 of 38

Sosialisasi

Indeks Pembangunan Manusia (IPM)

Kabupaten Lombok Tengah

Praya, 25 Januari 2023

BADAN PUSAT STATISTIK

KABUPATEN LOMBOK TENGAH

2 of 38

KERANGKA PEMAPARAN

2

LATAR BELAKANG

KOMPONEN IPM

PERKEMBANGAN IPM KABUPATEN LOMBOK TENGAH

3 of 38

3

Latar Belakang

  • Sebelum tahun 1970-an, pembangunan semata-mata dipandang sebagai fenomena ekonomi saja. (Todaro dan Smith)
  • Pengalaman pada dekade tersebut menunjukkan adanya tingkat pertumbuhan ekonomi yang tinggi tetapi gagal memperbaiki taraf hidup sebagian besar penduduknya.
  • Pada tahun 1991 Bank Dunia menerbitkan laporannya yang menegaskan bahwa “tantangan utama pembangunan....adalah memperbaiki kualitas kehidupan”. (World Development Report)
  • Konsep pembangunan manusia muncul untuk memperbaiki kelemahan konsep pertumbuhan ekonomi karena selain memperhitungkan aspek pendapatan juga memperhitungkan aspek kesehatan dan pendidikan.

4 of 38

4

Konsep Pembangunan Manusia

  • Manusia adalah kekayaan bangsa yang sesungguhnya. Pembangunan manusia menempatkan manusia sebagai tujuan akhir dari pembangunan, bukan hanya alat dari pembangunan.
  • Tujuan utama pembangunan adalah menciptakan lingkungan yang memungkinkan rakyat untuk menikmati umur panjang, sehat, dan menjalankan kehidupan yang produktif (United Nation Development Programme – UNDP).
  • Pembangunan manusia didefinisikan sebagai proses perluasan pilihan bagi penduduk (a process of enlarging the choices of people).

5 of 38

5

IPM adalah …..

  • IPM menjelaskan bagaimana penduduk dapat mengakses hasil pembangunan dalam memperoleh pendapatan, kesehatan, pendidikan, dan sebagainya.
  • IPM diperkenalkan oleh UNDP pada tahun 1990 dan dipublikasikan secara berkala dalam laporan tahunan Human Development Report (HDR).
  • IPM dibentuk oleh 3 (tiga) dimensi dasar:
    • Umur panjang dan hidup sehat (a long and healthy life)
    • Pengetahuan (knowledge)
    • Standar hidup layak (decent standard of living)

6 of 38

6

MANFAAT IPM

IPM merupakan indikator penting untuk mengukur keberhasilan dalam upaya membangun kualitas hidup manusia (masyarakat/penduduk).

IPM dapat menentukan peringkat atau level pembangunan suatu wilayah/negara.

Bagi Indonesia, IPM merupakan data strategis karena selain sebagai ukuran kinerja Pemerintah, IPM juga digunakan sebagai salah satu alokator penentuan Dana Alokasi Umum (DAU).

7 of 38

7

MEMAKNAI IPM

IPM merupakan indikator jangka panjang sehingga perlu kehati-hatian dalam memaknainya.

PERINGKAT (RANK) BUKAN SATU-SATUNYA ukuran kemajuan pembangunan manusia.

Kemajuan pembangunan manusia dapat dilihat dari:

KECEPATAN IPM

Kecepatan IPM menggambarkan upaya yang dilakukan untuk meningkatkan pembangunan manusia dalam suatu periode

STATUS IPM

Status IPM menggambarkan level pencapaian pembangunan manusia dalam suatu periode

8 of 38

KOMPONEN IPM

8

9 of 38

9

DIMENSI UMUR PANJANG DAN HIDUP SEHAT

TIM ANALISIS BPS RI

  • Angka harapan hidup saat lahir (AHH) didefinisikan sebagai rata-rata perkiraan banyak tahun yang dapat ditempuh oleh seseorang sejak lahir.

  • AHH mencerminkan derajat kesehatan suatu masyarakat. Semakin tinggi AHH, maka derajat kesehatan daerah tersebut semakin baik. AHH berhubungan erat dengan kesehatan bayi dan ibu.

  • Penghitungan angka harapan hidup melalui pendekatan tak langsung (indirect estimation), dengan menggunakan pendekatan data Anak Lahir Hidup (ALH) dan Anak Masih Hidup (AMH).

  • Program yang digunakan adalah Mortpack dengan metode Trussel dengan model West.

10 of 38

10

DIMENSI UMUR PANJANG DAN HIDUP SEHAT

TIM ANALISIS BPS RI

Penghitungan Indeks Kesehatan:

 

11 of 38

11

DIMENSI PENGETAHUAN

TIM ANALISIS BPS RI

Rata-rata Lama Sekolah (RLS)

  • Rata-rata Lama Sekolah (RLS) didefinisikan sebagai jumlah tahun yang digunakan oleh penduduk dalam menjalani pendidikan formal.

  • Cakupan penduduk yang dihitung RLS adalah penduduk berusia 25 tahun ke atas, dengan asumsi pada umur 25 tahun proses pendidikan sudah berakhir.

  • Penghitungan RLS pada usia 25 tahun ke atas juga mengikuti standard internasional yang digunakan oleh UNDP.

  • Rata-rata Lama Sekolah memiliki batas minimum 0 tahun dan batas maksimum 15 tahun.

12 of 38

12

DIMENSI PENGETAHUAN

TIM ANALISIS BPS RI

Harapan Lama Sekolah (HLS)

  • Harapan Lama Sekolah (HLS) didefinisikan sebagai lamanya sekolah yang diharapkan akan dirasakan oleh anak pada umur tertentu di masa mendatang.

  • HLS dihitung pada penduduk yang berusia 7 tahun ke atas karena mengikuti kebijakan pemerintah yaitu program wajib belajar.

  • Harapan Lama Sekolah memiliki batas minimum 0 tahun dan batas maksimum 18 tahun.

  • Data yang digunakan adalah data hasil Survei Sosial Ekonomi Nasional (SUSENAS). Namun untuk penduduk yang tidak tercakup dalam susenas yaitu siswa yang bersekolah di pesantren, maka dilakukan koreksi terhadap HLS. Sumber data pesantren diperoleh dari Direktorat Pendidikan Islam yakni data jumlah santri dan jumlah santri mukim.

13 of 38

13

DIMENSI UMUR PANJANG DAN HIDUP SEHAT

TIM ANALISIS BPS RI

Penghitungan Indeks Pengetahuan:

 

14 of 38

14

DIMENSI STANDAR HIDUP LAYAK

TIM ANALISIS BPS RI

  • Pengeluaran per kapita disesuaikan ditentukan dari nilai pengeluaran per kapita dan paritas daya beli.

  • Rata-rata pengeluaran per kapita setahun diperoleh dari hasil SUSENAS, dihitung dari level provinsi hingga level kabupaten/kota. Rata-rata pengeluaran per kapita dibuat konstan dengan tahun dasar 2012=100.

  • Penghitungan paritas daya beli pada metode baru menggunakan 96 komoditas dimana 66 komoditas merupakan makanan dan 30 komoditas non makanan. Metode penghitungannya menggunakan Metode Rao.

15 of 38

15

DIMENSI STANDAR HIDUP LAYAK (2)

TIM ANALISIS BPS RI

66 komoditas makanan sebagai berikut:

Beras, Tepung terigu, Ketela pohon/singkong, Kentang Tongkol/tuna/cakalang,�Kembung Bandeng, Mujair, Mas, Lele, Ikan segar lainnya, Daging sapi, Daging ayam�ras, Daging ayam kampung, Telur ayam ras, Susu kental manis, Susu bubuk, Susu�bubuk bayi, Bayam, Kangkung, Kacang panjang, Bawang merah, Bawang putih, Cabe�merah, Cabe rawit, Tahu, Tempe, Jeruk, Mangga, Salak, Pisang ambon, Pisang raja,�Pisang lainnya, Pepaya, Minyak kelapa, Minyak goreng lainnya, Kelapa, Gula pasir,�Teh, Kopi, Garam, Kecap, Penyedap masakan/vetsin, Mie instan, Roti manis/roti�lainnya, Kue kering, Kue basah, Makanan gorengan, Gado-gado/ketoprak, Nasi�campur/rames, Nasi goreng, Nasi putih, Lontong/ketupat sayur, Soto/gule�/sop/rawon/cincang, Sate/tongseng, Mie bakso/mie rebus/mie goreng, Makanan ringan anak, Ikang (goreng/bakar dll), Ayam/daging (goreng dll), Makanan jadi�lainnya, Air kemasan galon, Minuman jadi lainnya, Es lainnya, Rokok kretek filter,�Rokok kretek tanpa filter, Rokok putih.

16 of 38

16

DIMENSI STANDAR HIDUP LAYAK (3)

TIM ANALISIS BPS RI

30 komoditas non makanan sebagai berikut:

Rumah sendiri/bebas sewa, Rumah kontrak, Rumah sewa, Rumah dinas, Listrik, Air PAM, LPG, Minyak tanah, Lainnya (batu baterai, aki, korek, obat nyamuk dll), Perlengkapan mandi, Barang kecantikan, Perawatan kulit, muka, kuku, rambut, Sabun cuci, Biaya RS Pemerintah, Biaya RS Swasta, Puskesmas/pustu, Praktek dokter/poliklinik, SPP, Bensin, Transportasi/pengangkutan umum, Pos dan Telekomunikasi, Pakaian jadi laki-laki dewasa, Pakaian jadi perempuan dewasa, Pakaian jadi anak-anak, Alas kaki, Minyak Pelumas, Meubelair, Peralatan Rumah Tangga, Perlengkapan perabot rumah tangga, Alat-alat Dapur/Makan

17 of 38

17

DIMENSI STANDAR HIDUP LAYAK (3)

TIM ANALISIS BPS RI

Purchasing Power Parity (PPP/Paritas Daya Beli)

  • Konsep Purchasing Power Parity (PPP/Paritas Daya Beli) diperkenalkan oleh ekonom klasik bernama David Ricardo dan dipopulerkan oleh ekonom Swedia bernama Gustave Cassel tahun 1920 saat negara-negara eropa mengalami Inflasi Tinggi.
  • Konsep teori Purchasing Power Parity didasarkan pada hukum satu harga, the law of one price yang menyatakan bahwa harga komoditas yang sama di dua negara yang berbeda akan sama jika dinilai dengan mata uang yang sama.
  • Dengan menggunakan konsep hukum satu harga, maka dapat dihitung seluruh harga dari sekumpulan komoditas dan jasa yang sama untuk dua negara yang berbeda.

18 of 38

18

DIMENSI STANDAR HIDUP LAYAK (3)

TIM ANALISIS BPS RI

 

19 of 38

19

DIMENSI STANDAR HIDUP LAYAK (3)

TIM ANALISIS BPS RI

 

Penghitungan Indeks Pengeluaran:

20 of 38

20

TIM ANALISIS BPS RI

NILAI MINIMUM DAN MAKSIMUM KOMPONEN IPM

Indikator

Satuan

Minimum

Maksimum

UNDP

BPS

UNDP

BPS

(1)

(2)

(3)

(4)

(5)

(6)

Angka Harapan Hidup (AHH)

Tahun

20

20

85

85

Harapan Lama Sekolah (HLS)

Tahun

0

0

18

18

Rata-rata Lama Sekolah (RLS)

Tahun

0

0

15

15

Pengeluaran per Kapita disesuaikan

100

(PPP U$)

1.007.436*

(Rp)

107.721

(PPP U$)

26.572.352**

(Rp)

Batas maksimum minimum mengacu pada UNDP kecuali indikator daya beli.

* Daya beli minimum merupakan garis kemiskinan terendah kabupaten tahun 2010 (data empiris) yaitu di Tolikara-Papua

** Daya beli maksimum merupakan nilai tertinggi kabupaten yang diproyeksikan hingga 2025 (akhir RPJPN) yaitu perkiraan pengeluaran per kapita Jakarta Selatan tahun 2025

21 of 38

21

Penghitungan IPM

 

22 of 38

22

Penghitungan IPM

TIM ANALISIS BPS RI

Mengukur Kecepatan IPM

  • Untuk mengukur kecepatan perkembangan IPM dalam suatu kurun waktu digunakan ukuran pertumbuhan IPM per tahun.
  • Pertumbuhan IPM menunjukkan perbandingan antara capaian yang telah ditempuh dengan capaian sebelumnya.
  • Semakin tinggi nilai pertumbuhan, semakin cepat IPM suatu wilayah untuk mencapai nilai maksimalnya.

Keterangan:

IPMt : IPM suatu wilayah pada tahun t

IPMt-1 : IPM suatu wilayah pada tahun (t-1)

 

23 of 38

23

KLASIFIKASI PEMBANGUNAN MANUSIA

TIM ANALISIS BPS RI

  • Pengklasifikasian pembangunan manusia bertujuan untuk mengorganisasikan wilayah-wilayah menjadi kelompok-kelompok yang sama dalam dalam hal pembangunan manusia.
  • Capaian IPM diklasifikasikan menjadi beberapa kategori, yaitu:

SANGAT

TINGGI

IPM ≥ 80

TINGGI

70 ≤ IPM < 80

SEDANG

60 ≤ IPM < 70

RENDAH

IPM < 60

24 of 38

PERKEMBANGAN IPM KABUPATEN LOMBOK TENGAH

24

25 of 38

PERKEMBANGAN IPM KABUPATEN LOMBOK TENGAH DAN PROVINSI NTB, 2010-2022

25

26 of 38

PERTUMBUHAN IPM KABUPATEN LOMBOK TENGAH DAN PROVINSI NTB, 2011-2022 (Persen)

26

27 of 38

KOMPONEN IPM KABUPATEN LOMBOK TENGAH TAHUN 2022

Angka Harapan Hidup

66,75 tahun

01

Rata-rata Lama Sekolah

6,44 tahun

03

Pengeluaran Perkapita yg Disesuaikan

Rp. 10.470 ribu

04

Harapan Lama Sekolah

13,86 tahun

02

IPM

67,57

27

28 of 38

PERKEMBANGAN ANGKA HARAPAN HIDUP KABUPATEN LOMBOK TENGAH DAN PROVINSI NTB, 2010-2022 (Tahun)

28

29 of 38

PERKEMBANGAN RATA-RATA LAMA SEKOLAH KABUPATEN LOMBOK TENGAH DAN PROVINSI NTB, 2010-2022 (Tahun)

29

30 of 38

PERKEMBANGAN HARAPAN LAMA SEKOLAH KABUPATEN LOMBOK TENGAH DAN PROVINSI NTB, 2010-2022 (Tahun)

30

31 of 38

PERKEMBANGAN PENGELUARAN PER KAPITA DISESUAIKAN KABUPATEN LOMBOK TENGAH DAN PROVINSI NTB, 2010-2022 (Ribu Rp)

31

32 of 38

PERBANDINGAN IPM KABUPATEN/KOTA SE-NTB TAHUN 2022

32

33 of 38

PERBANDINGAN PERTUMBUHAN IPM KABUPATEN/KOTA SE-NTB TAHUN 2022 (Persen)

33

34 of 38

PERBANDINGAN ANGKA HARAPAN HIDUP KABUPATEN/KOTA SE-NTB TAHUN 2022 (Tahun)

34

35 of 38

PERBANDINGAN RATA-RATA LAMA SEKOLAH KABUPATEN/KOTA SE-NTB TAHUN 2022 (Tahun)

35

36 of 38

PERBANDINGAN HARAPAN LAMA SEKOLAH KABUPATEN/KOTA SE-NTB TAHUN 2022 (Tahun)

36

37 of 38

PERBANDINGAN PENGELUARAN PER KAPITA DISESUAIKAN KABUPATEN/KOTA SE-NTB TAHUN 2022 (Ribu Rp)

37

38 of 38

www.lomboktengahkab.bps.go.id

Terima Kasih

BADAN PUSAT STATISTIK

KABUPATEN LOMBOK TENGAH