1
EVAPORASI
Cianjur, 8 Juni 2012
Dr. Suhartono
KEMENTRIAN PENDIDIKAN NASIONAL
PUSAT PENGEMBANGAN DAN PEMBERDAYAAN
PENDIDIK DAN TENAGA KEPENDIDIKAN PERTANIAN
Email: shtstj@yahoo.co.id
HP: 08122149457
EVAPORASI
I. PENDAHULUAN
1.1 Konstruksi Dasar Evaporator
1.2 Pepindahan Kalor di dalam Evaporators
1.3 Pengaruh sifat larutan umpan terhadap evaporasi
1.4 Neraca Massa
II.PERALATAN YANG DIGUNAKAN UNTUK EVAPORATOR
2.1 Evaporator Sirkulasi Natural
2.2 Evaporator Sirkulasi Paksa
2.3 Evaporator Tabung Panjang
III HEAT CONSERVATION
3.1 Multiple Effect Evaporators
3.2 Vapour Recompression
2
I. PENDAHULUAN
Definisi: Evaporasi, salah satu metoda yang digunakan untuk pengentalan larutan, dengan pelepasan air dari larutan tersebut melalui pendidihan di dalam suatu bejana, evaporator serta mengeluarkan hasil uapnya.
Manfa’at utama evaporasi di dalam industri pangan :
a. Pengentalan awal cairan sebelum proses lanjut
b. Pengurangan volume cairan
c Untuk menurunkan aktivitas air
Cara kerja
Evaporasi dilakukaan dengan menambahkan kalor pada larutan untuk menguapkan bahan pelarut. Secara prinsip kalor dipasok untuk kalor laten penguapan.
Syarat Perancangan:
Desain suatu unit evaporasi memerlukan aplikasi praktis data perpindahan kalor pada cairan yang sedang mendidih, bersama dengan realisasi apa yang terjadi terhadap cairan selama pengentalan
3
1.1 Konstruksi Dasar Evaporator
Sistem evaporator industri pada umumnya terdiri atas :
Sebuah penukar kalor untuk memasok kalor sensibel dan kalor laten penguapan pada umpan. Di dalam industri bahan pangan, uap ( steam ) jenuh dipergunakan sebagai medium pemanas.
Sebuah separator yang di dalamnya uap dipisahkan dari phasa cair kentalnya.
Sebuah kondensor untuk penghasil kondensasi uap dan pembuangan dari sistem . Ini dapat dihilangkan jika sistem bekerja pada kondisi atmosphere.
Di dalam industi bahan pangan, resiko kerusakan karena panas pada cairan yang dikentalkan kadangkala meningkat jika evaporasi dilakukan pada tekanan atmospher, sehingga biasanya penguapan dilakukan pada tekanan lebih rendah dari pada tekanan atmosphere.
6
1.2 Perpindahan Kalor di dalam Evaporator
1.2.1 Koefisien Perpindahan Kalor
Persamaan perpindahan kalor mempunyai bentuk :
Q= U A ∆T
dimana Q adalah kalor terpindah per satui satuan waktu, U koefisien perpindahan kalor keseluruhan, A luas permukaan perpindahan kalor dan ∆T beda suhu antara dua arus.
1.2.2 Hambatan terhadap perpindahan kalor
a. Koefisien perpindahan kalor lapis film kondensasi pada sisi steam dari penukar kalor .
b. Koefisien lapis film cairan yang sedang mendidih pada sisi cairan dari penukar kalor.
c. Faktor karat atau fouling factors pada kedua dinding dalam dan luar pembatas permukan perpindahan kalor .
d. Tahanan panas bahan dinding. The thermal resistance of the wall material.
8
1.2.3 Kenaikan Titik Didih
a. Kenaikan titik didih larutan
Kenaikan titik didih larutan lebih tinggi dari pada pelarut murni pada tekanan yang sama . Semakin kental larutan, semakin tinggi titik didih.
b. Methoda sederhana untuk memperkirakan kenaikan titik didih adalah dengan menggunakan hukum Dühring, yang menyatakan bahwa terdapat hubungan linier antara suhu didih larutan dan suhu didih air pada tekanan yang sama. Kaitan linier tersebut tidak berlaku pada jangkau suhu yang lebar, hanya pada jangkau yang dapat diterima saja.
9
HUBUNGAN ANTARA SUHU, TINGKAT KEVAKUMAN DAN PENGUAPAN AIR
1.3 Pengaruh sifat-sifat larutan umpan terhadap evaporasi
Dasar pemilihan tipe evaporator :
1.3.1 Kekentalan
1.3.2 Fouling
1.3.3 Entrainment dan Foaming
1.3.4 Kepekaan suhu
1.3.5 Kehilangan Aroma
1.4 Neraca Masssa
Neraca massa menyatakan bahwa :
input = output
11
Evaporator efek tunggal (Single effect evaporation):
Evaporator efek majemuk (Multiple effect evaporation):
Meningkatkan penguapan per kg kukus dengan menggunakan evaporator seri antara asupan kukus dan kondensor, karena itu disebut dengan Evaporator efek majemuk
Evaporator
Vapor out
Feed in
Steam in (Saturated vapor)
Product out
Condensate out (Saturated Liquid)
Vapor Separator
Heat Exchanger
Vaccum for non condensable
Condensor unit
Coolant In
Coolant out
II . Peralatan Yang Digunakan Untuk Evaporasi
Tipe-tipe evaporator tersedia sebagai berikut :
2.1 Evaporator Sirkulasi Natural
2.1.1 Evaporator pan terbuka
2.1.2 Tabung horizontal pendek
2.1.3 Tabung vertical pendek
2.1.4 Evaporator sirkulasi natural dengan kalandria luar
2.2 Forced Circulation Evaporators
2.3 Long Tube Evaporators
15
Vapor Out mvhv
Steam in mshs
Condensate out
mchc
Water in mwhw
QE
QL
17
Skema evaporator :
dimana :
m : massa (kg)
T : suhu (0C)
H : enthalpi (kJ/kg)
x : kadar (%)
y : kadar (%)
W: berat ( N)
subkrip:
f : umpan
u : uap air
s : steam
L : larutan
i : inlet
o : outlet
Neraca energi untuk Single-effect Evaporator
mf, xf, CPf, Tf
mP, xP
mS, TS, λS
mV, λV
mC
Umpan
Produk bawah
Uap
Uap jenuh
Kondensat
Neraca massa keseluruhan
Neraca massa solut
Neraca energi
Neraca entalpi
mf = mP + mv
mf xf = mP xP
mS λS = mf CPf (T – Tf) + mV λV
mS λS = (mP HP + mV HV) – mf Hf
P, T
Waktu
Kapasitas =
Kg kukus yang teruapkan
Kg kukus yang digunakan
Keekonomian =
Kg kukus yang teruapkan
mV
mS
= mV
=
Kinerja Evaporator
Faktor-faktor yang berpengaruh pada kapasitas dan keekonomian
q = U A ΔT = UA (T – Tf)
Kapasitas | |
Single-effect | Multiple-effect |
1. Temperatur umpan | 1. Temperatur umpan |
2. Kenaikan titik didih | 2. Kenaikan titik didih |
3. Tinggi cairan dan gesekan | 3. Tinggi cairan dan gesekan |
4. Koefisien perpindahan panas keseluruhan (hi , ho) | |
Keekonomian | |
1. Jumlah efek | |
2. Temperatur umpan | |
21
Umpan
drips
Cairan
kental
Steam mengembun di luar tabung
Aliran sirkulasi cairan
Diagram penampang melintang evaporator standar tabung vertikal
dengan sirkulasi natural
Pendidihan di dalam tabung
Uap
Steam
22
Umpan
Uap
Steam
Cairan kental
Kondensat
Berkas tabung
Diagram penampang melintang evaporator tabung horizontal
23
Diagram penampang melintang evaporator tabung vertikal dengan sirkulasi paksa
Uap
drips
Baffle untuk pemisah cairan dan uap
Pendidihan di dalam tabung
Resirkulasi
Cairan kental keluar
Steam ( mengembun di luar tabung)
Ruang pemisah
entrainment
Sistem Kontrol Evaporator
F, TF, S
L, XL, V, C, Ttabung
pompa
Desired feed
Heater
Desired Tf
Tf
kompresor
Desired steam
Sensor aliran
Hasil pembacaan
debit vapour (V)
Sensor aliran
Liquid (L)
Hasil pembacaan
debit liquid (L)
XL
Sensor
Konsentrasi
Hasil pembacaan
XL
Sensor
aliran
C
Sensor suhu
Pembacaan suhu tabung
Ttabung
Other application include
APPLICATIONS:
EVAPORASI SUSU
2.3.4 Contoh
2.3.4.1. Evaporator Efek Tunggal
Sebuah evaporator efek tunggal digunakan untuk mengentalkan 7 kg/s larutan dari 10 menjadi 50% padatan. Steam tersedia pada 205 kN/m2 dan evaporasi berlangsung pada 13.5 kN/m2. Jika koefisien perpindahan kalor keseluruhan 3 kW/m2.K, hitunglah pemukaan pemanasan yang diperlukan serta jumlah steam yang digunakan jika umpan ke evaporator berada pada 294 K dan kondensat keluar dari ruang pemanasan pada 352.7 K. diketahui kalor spesifik larutan 10 % = 3.76 kJ/kg.K; kalor spesifik larutan 50% = 3.14 kJ/kg.K. Asumsikan tidak ada kenaikan titik didih.
Solusi:
Dari tabel uap, dengan asumsi steam kering dan jenuh pada 205 kN/m2, suhu steam = 394 K dan enthalpi total= 2530 kJ.kg-1.
Pada 13.5 kN/m2 air mendidih pada 325 K. Selama tidak ada kenaikan titik didih, akan dipakai sebagai suhu evaporasi. Enthalpi total steam pada 325 K adalah 2594 kJ/kg.
Umpan yang mengandung 10 % padatan dipanaskan dari 294 K sampai 325 K yang merupakan suhu operasi evaporasi berlangsung.
33
Neraca massa
Padatan Air Total
kg/s kg/s kg/s
Umpan 10% 0.7 6.3 7
Produk 50% 0.7 0.7 1.4
Evaporasi 5.6 5.6
Dengan menggunakan suhu acuan 273 K:
Kalor masuk bersama umpan= (7.0 x 3.76) (294 - 273) = 552.7 kW
Kalor keluar bersama produk = (1.4 x 3.14) (325 - 273) = 228.6 kW
Kalor keluar bersama air teruapkan = (5.6 x 2594) = 14526 kW
∴kalor terpindah dari steam = (14526 - 228.6) - 552.7 = 14202 kW
Steam mengembun keluar pada 352.7 K, dengan enthalpi = 4.18 (352.7 - 273) = 333.2 kJ/kg
∴kalor terpindah dari 1 kg steam = (2530 - 333.2) = 2196.8 kJ/kg
maka steam yang dibutuhkan = 14202 kW/ (2196.8 kJ /kg)= 6.47 kg/s
34
Beda antara suhu steam yang mengembun dan suhu air yang menguap sebagai pemanasan pendahuluan larutan yaitu
∆T = (394 - 325) = 69 K
Jadi
A , luas permukaan pemanasan ruang evaporator = 68.6 m2
35
2.3.4.1 Contoh 2
Disain Evaporator Efek Tunggal
Jus apel sedang dikentlakan di dalam evaporator tunggal sirkulasi natural. Pada kondisi tunak, larutan jus merupakan umpan pada laju 0.67 kg/s. konsentrasi larutan jus 11% bahan padatan total. Jus dikentalkan sampai 75% padatan total. Kalor spesifik larutan apel dan konsentrat masing-masing 3.9 dan 2.3 kJ/kg.°C. Tekanan uap terukur sebesar 304.42 kPa. Suhu masuk umpan 43.3 °C. Produk di dalam evaporator mendidih pada 62.2 °C. Koefisien perpindahan kalor keseluruhan 943 W/m2.°C. Asumsikan tidak ada kenaikan titik didih.
Hitunglah laju alir massa produk konsentrat, kebutuhan steam, ekonomi steam dan area perpindahan kalor !
Solusi:
Diketahui : Laju alir massa umpan, mf = 0.67 kg/s
Konsentrasi umpan xf = 0.11
Konsentrasi produk xp = 0.75
Tekanan Steam = 304.42 kPa
Suhu umpan Tf = 43.3 °C
Suhu pendidihan dalam evaporator, T1 = 62.2 °C
Koefisien perpindahan kalor keseluruhan = 943 W.m-2.K-1
Kalor spesifik larutan umpan cpf = 3.9 kJ/kg.°C
Kalor spesifik produk konsentrat cpp = 2.3 kJ/ kg.°C
36
Pendekatan
Akan digunakan neraca massa dan kalor untuk menentukan yang belum diketahui. Nilai enthalpi untuk steam dan uap diperoleh dari tabel uap.
Neraca massa : 0.11 x 0.67 kg.s-1 = 0.75 mp mp = 0.098 kg/s
Jadi laju alir massa produk konsentrat adalah 0.098 kg/s dan laju alir massa uap sebesar 0, 57 kg/s .
Neraca kalor : Memerlukan penyelesaian neraca enthalpi berikut
mfHf + msHv = mvHv + mpHp + msHc
umpan + steam = uap + produk + kondensat
Tentukan Hf dan Hp seperti berikut :
Hf = 3.9 x (43.3 -0) = 168.9 kJ/kg
Hp= 2.3 x (62.2 - 0) = 143.1 kJ/kg
Dari tabel uap :
Suhu steam pada 304.42 kPa = 134 °C
Enthalpi uap jenuh Hv (Ts = 134 °C) = 2725.9 kJ/kg
37
Solution
Enthalpi untuk kondensat jenuh Hc (Ts = 134 °C) = 563.41 kJ/kg
Enthalpi untuk uap jenuh Hv (Ts = 134 °C) = 2613.4 kJ/kg
mfHf + msHv = mvHv + mpHp + msHc
umpan + steam = uap + produk + kondensat
(0.67 x 168.9) + (ms x2725.9) = (0.57 x2613.4) + (0.098 x 143.1) + (ms x 563.41)
2162.49 ms = 1390.5
ms = 0.64 kg/s
Ekonomi Steam :
Gunakan mv / ms = 0.57/0.64 = 0.89 kg air diuapkan/kg steam
Luas permukaan penukar kalor :
Gunakan rumus q = UA (Ts - T1) = ms.Hv - ms.Hc
A x 943 x (134 - 62.2) = 0.64 x 1000 (2725.9 - 563.14)
A = luas permukaan pertkaran kalor yang diperlukan seluas 20.4 m2
38
III. KONSERVASI KALOR
3.1. Evaporator Efek Banyak (Multiple Effect Evaporators)
3.1.1. Pronsip Umum
Ditinjau dirangkai tiga buah evaporator ,masing-masing unit memiliki suhu dan tekanan T1, T2, T3, dan P1, P2, P3, jika cairan tidak mempunyai kenaikan titik didih maka kalor terpindah per satu satuan waktu melintas setiap efek akan menjadi :
Efef 1 Q1 = U1 A1 ∆ T1, dimana ∆ T1 = (To - T1),
Efek 2 Q2 = U2 A2 ∆ T2, dimana ∆ T2 = (Tl - T2),
Efek 3 Q3 = U3 A3 ∆ T3, dimana ∆ T3 = (T2 - T3)
To = suhu steam awal, Tf = suhu umpan. Dengan mengabaikan kalor yang diperlukan untuk memanasi umpan dari Tf to T1, kalor Q1 yang dipindah melintas A1 muncul sebagai kalor laten di dalam uap ∆1 dan digunakan sebagai steam dalam efek kedua , dan :
Q1 = Q2 = Q3
sedemikian hingga
U1 A1 ∆ T1 = U2 A2 ∆ T2 = U3 A3 ∆ T3
39
Jika , seperti dalam banyak kasus. Masing-masing efek sama , A1 = A2 = A3, sehingga :
U1 ∆ T1 = U2 ∆ T2 = U3 ∆ T3
Simplifikasi ditunjukkan dengan :
(a) kalor yang dibutuhkan untuk memanasi umpan dari To ke T1 telah diabaikan, dan
(b) cairan yang melintas dari efek (1) ke efek (2) membawa kalor ke dalam efek ke dua dan ini dipergunakan untuk evaporasi demikian pula sama untuk efek ke tiga .
Air yang diuapkan di dalam setiap efek sebanding dengan Q selama kalor laten mendekati konstan.
Jadi kapasitas totalnya,
Q= Q1 = Q2 = Q3
= U1 A1 ∆ T1 = U2 A2 ∆ T2 = U3 A3 ∆ T3
Jika dipergunakan nilai rata-rata koefisien Uav maka
Q = Uav (∆ T1 + ∆ T2 + ∆ T3) A
dengan asumsi luas setiap efek sama .
40
3.1.3 Contoh
3.1.3.1 Suhu di dalam efek-efek evaporator efek banyak
Sebuah evaporator tiga efek mengentalkan suatu cairan dengan tanpa kenaikan titik didih . Jika suhu steam pada efek ke satu sebesar 395 K dan vakum diberlakukan pada efek ke tiga sehinga titik didihnya sebesar 325 K, berapakah titik-titik didih di dalam ke tiga efek tersebut ? Diambil koefisien perpindahan kalor keseluruhan masing-masing 3.1, 2.3 dan 1.1 kW/ m2.K .
Solusi
Untuk beban thermal yang sama dalam tiap efek , yaitu Q1 = Q2 = Q3,
U1A1 ∆ T1 = U2A2 ∆ T2 = U3A3 ∆ T3
atau untuk area pertukaran kalor yang sama dalam setiap efek
U1 ∆ T1 = U2 ∆ T2 = U3 ∆ T3
Dalam hal ini ,
3.1 ∆ T1 = 2.3 ∆ T2 = 1.1 ∆ T3
∆ T1 = 0.742 ∆ T2 dan ∆ T3 = 1.091 ∆ T2
41
Sekarang
Σ ∆ T = ∆ T1 + ∆ T2 + ∆ T3 = (395 - 325) = 70 K
0.742 ∆ T2 + ∆ T2 + 1.091 ∆ T2 = 70
∆ T2 = 18.3 K
dan ∆ T1 = 13.5 K, ∆ T3 = 38.2 K
Suhu di dalam setiap efek karenanya adalah :
T1 = (395 - 13.5) = 381.5 K
T2 = (381.5 - 183) = 363.2 K
T3 = (363.2 - 38.2) = 325 K
42
3.1.2 Operasi Sistem Evaporator Efek Banyak
3.1.2.1 Forward Feeding
3.1.2.2 Backward feeding
3.1.2.3 Mixed feeding
3.2 Vapour Recompression
Tiga metoda untuk meningkatkan kinerja, baik dengan pengurangan langsung konsumsi steam atau dengan meningkatkan efsiensi energi keseluruhan unit :
(a) Operasi efek banyak
(b) Rekompresi uap yang keluar dari evaporator .
(c) Evaporasi pada suhu rendah dengan menggunakan siklus pompa panas.
43
44
Steam
Umpan
Efek
ke 1
Efek
ke 2
Efek
ke 3
Steam trap
Produk
ke kondensor
dan system vakum
pengatus
Aliran skematik rangkaian evaporasi efek banyak tipe forward feed
45
Steam
Umpan
Efek
ke 1
Efek
ke 2
Efek
ke 3
Produk
ke kondensor
dan system vakum
Aliran skematik rangkaian evaporasi efek banyak tipe back feed
46
Steam
Umpan
Efek
ke 1
Efek
ke 2
Efek
ke 3
ke kondensor
dan system vakum
Aliran skematik rangkaian evaporasi efek banyak tipe umpan campur (mixed feed)
3.2.1 Rekompresi Uap Panas
Rekompresi panas mencakup penggunaan jet booster untuk mengkompresi kembali uap yang keluar . Sistem ini dipakai pada evaporator efek tunggal atau efek pertama dari evaporator efek banyak dengan steam tekanan tinggi serta serta steam tekanan rendah untuk proses evaporasi.
3.2.2 Mechanical Vapour Recompression
Rekompresi uap mekanis mencakup kompresi uap yang keluar dari evaporator. Kompresi uap dicapai :
Kesulitan utama : volume uap yang sangat besar
Aplikasi sistem :
Uap yang keluar dari efek pertama sistem efek banyak
Larutan dengan kenaikan titik didih rendah
47