Riset Implementasi Kebijakan Pendidikan Residen di Indonesia
Laksono Trisnantoro
Arvianto Rahmat Nugroho
Kerangka Teori
Perspektif Sejarah Pendidikan Residen
- Masa Kolonial
- Pasca Kemerdekaan
- Orde Baru
- Reformasi
- UU Pendidikan Kedokteran 2013
- Masa Covid-19
Perbandingan Indonesia dengan negara lain:
Perubahan Sistem melalui UU No 17 Tahun 2023
- Dua jalur pendidikan (Universitas & RSPPU)
- Status residen sebagai pekerja
- Kontrak kerja dengan RS Pendidikan
Pertanyaan Penelitian
1. Bagaimana kesesuaian implementasi kebijakan pendidikan dokter spesialis dengan regulasi yang ditetapkan oleh Undang-Undang Pendidikan Kedokteran dan peraturan turunannya di Universitas?
2. Bagaimana kesesuaian implementasi kebijakan pendidikan dokter spesialis dengan regulasi yang ditetapkan oleh Undang-Undang Pendidikan Kedokteran dan peraturan turunannya di RSPPU?
3.
Apakah residen di 2 jalur sudah dikelola sebagai pekerja sesuai standar global dan regulasi di UU Kesehatan 2023?
Metode Penelitian
Pendekatan: Explanatory Mixed Method
1
Survey Checklist (Kuantitatif)
Menilai implementasi di RSPPU-FK mengacu UU No.17 Tahun 2023 & PP No.28 Tahun 2024, dikelompokkan menjadi lima klaster: Governance, Quality, Welfare, Funding, Continuing Professional Development (CPD)
[Likert Scale 0-4]
FGD dan Wawancara (Kualitatif)
Mengidentifikasi faktor-faktor pendukung dan penghambat ketercapaian checklist.
[Kerangka Weiner & CFIR]
2
Evaluasi Penggunaan Checklist (Kualitatif)
Analisis hasil penggunaan checklist dan evaluasi untuk scale-up implementasi di RSPPU-FK baru
3
Kerangka Penelitian
Possible Contextual Factors
Outer Setting
Inner Setting
Change Valence
Info Assessment
Organizational Readiness for Change
Change commitment (motivation)
Change efficacy (confidence)
Weiner, 2009; Damschroder LJ, et al, 2022
Lokasi Penelitian: diharapkan
Partisipan Penelitian
Partisipan Penelitian
Checklist Penelitian
Panduan Modul | |||
No. | Modul | Tujuan | Responden |
1 | Tata Kelola, Perizinan, dan Pembinaan | Menilai kesiapan kelembagaan FK dan RSPPU dalam melaksanakan tata kelola, perizinan, dan pembinaan pendidikan kedokteran spesialis sesuai amanat UU 17/2023 dan PP 28/2024. | Pimpinan FK, Direktur RS, Tim Mutu |
2 | Penjaminan Mutu dan Kerja Sama FK–RSPPU | Menilai kesiapan dan efektivitas sistem penjaminan mutu serta koordinasi kemitraan FK–RSPPU dalam menjalankan pendidikan spesialis sesuai PP 28/2024 Pasal 577–589. | Pimpinan FK, Direktur RS, Tim Mutu |
3 | Pendayagunaan dan Kesejahteraan Peserta Didik (Residen) | Menilai implementasi kebijakan pasal 584–586 PP 28/2024 mengenai status hukum, penugasan, imbalan jasa, dan perlindungan peserta didik. | Koordinator PPDS, Residen, Komite Etik |
4 | Pendanaan, Bantuan Studi, dan Pengabdian Pasca-Studi | Mengkaji kesiapan mekanisme pembiayaan pendidikan, pemberian bantuan studi, dan kewajiban pengabdian lulusan sesuai pasal 609–613 PP 28/2024. | Pengelola keuangan, alumni penerima beasiswa |
5 | Pengembangan Profesi Berkelanjutan (CPD) dan Relasi dengan Kolegium | Menilai kesiapan institusi pendidikan dan kolegium dalam mendukung pengembangan profesi berkelanjutan, sertifikasi, dan pelaksanaan uji kompetensi nasional. | Ketua kolegium, dosen klinis senior |
Panduan Skoring | ||
Skor | Kriteria | Interpretasi |
0 | Tidak ada kebijakan/inisiatif | Belum siap |
1 | Ada kebijakan tertulis tapi belum diterapkan | Persiapan awal |
2 | Sedang diterapkan sebagian | Implementasi awal |
3 | Diterapkan rutin dengan evaluasi internal | Implementasi baik |
4 | Berjalan konsisten dan terintegrasi dengan sistem nasional | Implementasi optimal |
| | |
Panduan Analisis | ||
1 | Hitung rata-rata skor per klaster per modul | |
2 | Buat readiness heatmap antar-institusi | |
3 | Pilih institusi dengan skor ekstrem (tertinggi & terendah) untuk pendalaman kualitatif (FGD/Wawancara). | |
4 | Gunakan CFIR dan Organizational Readiness untuk menginterpretasi faktor penghambat dan pendukung. | |
Gambaran Checklist
Pendidikan Residen
No | Indikator Implementasi | Pertanyaan Kunci (Simplifikasi dari Pasal) | Skor (0–4) | Bukti Pendukung (dokumen/link) | Catatan Kendala / Praktik Baik |
A. Perencanaan & Pembinaan Pendidikan (UU 17/2023 Pasal 207–209; PP 28/2024 Pasal 583) | |||||
1 | Kesesuaian jumlah dan jenis program PPDS dengan kebutuhan pelayanan dan distribusi tenaga kesehatan | Apakah FK/RS telah menyesuaikan pembukaan program pendidikan dengan kebutuhan tenaga spesialis di wilayahnya? | 0–4 | Renstra FK/RS, data kebutuhan SDMK | |
2 | Seleksi nasional peserta PPDS | Apakah seleksi peserta PPDS dilakukan melalui sistem nasional bersama dua kementerian? | 0–4 | Dokumen seleksi, keputusan bersama | |
3 | Kapasitas SDM dan fasilitas pembelajaran | Apakah tersedia SDM pendidik klinis dan sarana pembelajaran yang memadai? | 0–4 | Data dosen klinis, daftar fasilitas | |
4 | Koordinasi lintas kementerian dalam pembinaan | Apakah FK/RS menerima supervisi atau koordinasi dari Kemenkes dan Kemendiktisaintek secara rutin? | 0–4 | Notulensi koordinasi, SK pembinaan | |
B. Perizinan dan Tata Kelola (PP 28/2024 Pasal 579 ayat 4–6) | |||||
5 | Status izin program pendidikan spesialis | Apakah program spesialis di institusi Anda telah memiliki izin resmi dari Kemendiktisaintek (dengan koordinasi Kemenkes)? | 0–4 | SK izin program studi | |
6 | Penyelenggaraan tridharma di RSPPU | Apakah RSPPU menjalankan pendidikan, penelitian, dan pengabdian secara terintegrasi? | 0–4 | Dokumen akademik RS, laporan penelitian | |
7 | Kelayakan finansial lembaga pendidikan | Apakah institusi memiliki standar minimum kelayakan finansial untuk menjamin keberlanjutan pendidikan? | 0–4 | Laporan keuangan / audit | |
8 | Prinsip tata kelola yang baik (good governance) | Apakah terdapat sistem tata kelola formal (struktur, SOP, mekanisme akuntabilitas) dalam penyelenggaraan pendidikan residen? | 0–4 | Struktur organisasi, SOP, rapat evaluasi | |
9 | Standar mutu internal pendidikan | Apakah unit SPMI aktif melaksanakan evaluasi mutu minimal 1 kali per tahun? | 0–4 | Laporan SPMI, audit mutu internal | |
Modul 1. Tata Kelola, Perizinan, dan Pembinaan
No | Indikator Implementasi | Pertanyaan Kunci | Skor (0–4) | Bukti Pendukung | Catatan / Kendala |
A. Sistem Penjaminan Mutu Internal (SPMI) | |||||
1 | Unit SPMI aktif dan memiliki SOP mutu pendidikan klinik | Apakah unit penjaminan mutu melaksanakan audit pendidikan minimal 1x per tahun? | 0–4 | Laporan SPMI | |
2 | SPMI melibatkan rumah sakit jejaring | Apakah RS jejaring terlibat dalam evaluasi mutu pendidikan klinik? | 0–4 | Berita acara evaluasi | |
B. Sistem Penjaminan Mutu Eksternal (SPME / Akreditasi) | |||||
3 | Program studi terakreditasi LAM-PTKes atau BAN-PT | Apakah program spesialis telah memiliki status akreditasi aktif? | 0–4 | Sertifikat akreditasi | |
4 | Ada mekanisme tindak lanjut hasil akreditasi | Apakah rekomendasi hasil akreditasi ditindaklanjuti secara sistematis? | 0–4 | Dokumen rencana perbaikan | |
C. Kerja Sama FK–RSPPU (Academic Health System) | |||||
5 | Ada MoU aktif antara FK dan RSPPU mencakup tridharma | Apakah MoU FK–RS mencakup aspek pendidikan, penelitian, dan pelayanan? | 0–4 | Dokumen MoU | |
6 | Ada forum koordinasi pendidikan klinik rutin | Apakah FK dan RS rutin mengadakan rapat koordinasi pendidikan klinik? | 0–4 | Notulensi rapat | |
7 | RS jejaring diakui dan difungsikan sesuai standar | Apakah jejaring RS memenuhi kriteria wahana pendidikan? | 0–4 | SK wahana | |
Modul 2. Penjaminan Mutu dan Kerja Sama FK–RSPPU
No | Indikator Implementasi | Pertanyaan Kunci | Skor (0–4) | Bukti Pendukung | Catatan / Kendala |
A. Status dan Penugasan Residen | |||||
1 | Residen diangkat sebagai tenaga di fasilitas pelayanan kesehatan | Apakah peserta PPDS ditetapkan sebagai bagian dari tenaga pendidikan klinik di RS? | 0–4 | SK penugasan residen | |
2 | Ada SOP pembagian tugas dan tanggung jawab residen | Apakah tugas residen diatur secara tertulis dengan tingkat supervisi yang jelas? | 0–4 | SOP klinik | |
B. Imbalan Jasa dan Kesejahteraan | |||||
3 | Ada mekanisme pemberian imbalan jasa | Apakah residen menerima kompensasi finansial dari kegiatan klinik? | 0–4 | Bukti pembayaran, SOP | |
4 | Ada asuransi kesehatan dan jaminan keselamatan kerja | Apakah peserta didik terdaftar dalam jaminan kesehatan / perlindungan kerja? | 0–4 | Polis asuransi, SK | |
C. Perlindungan dan Etika Pendidikan | |||||
5 | Ada mekanisme penanganan kekerasan/perundungan | Apakah FK/RS memiliki sistem pelaporan dan tindak lanjut kekerasan di lingkungan pendidikan klinik? | 0–4 | Panduan etik, laporan kasus | |
6 | Ada pelatihan etika dan komunikasi klinik bagi residen | Apakah FK/RS menyelenggarakan pelatihan etik klinik secara rutin? | 0–4 | Jadwal pelatihan | |
Modul 3. Pendayagunaan dan Kesejahteraan Peserta Didik (Residen)
No | Indikator Implementasi | Pertanyaan Kunci | Skor (0–4) | Bukti Pendukung | Catatan / Kendala |
A. Pembiayaan Pendidikan | |||||
1 | Ada mekanisme pembiayaan pendidikan yang transparan | Apakah FK/RS memiliki pedoman pembiayaan PPDS yang dapat diakses publik? | 0–4 | Dokumen biaya pendidikan | |
2 | Ada sumber dana beragam (pemerintah, daerah, mandiri) | Apakah terdapat skema pendanaan alternatif untuk mendukung pendidikan spesialis? | 0–4 | MoU donor, laporan keuangan | |
B. Bantuan Pendidikan & Beasiswa | |||||
3 | Ada mekanisme bantuan pendidikan dari pemerintah / mitra | Apakah residen dapat mengakses bantuan pendidikan sesuai regulasi? | 0–4 | Daftar penerima bantuan | |
4 | Ada sistem monitoring kewajiban penerima bantuan | Apakah ada mekanisme pelaporan pasca-beasiswa (masa pengabdian)? | 0–4 | Dokumen pelaporan alumni | |
C. Pengabdian Pasca-Studi | |||||
5 | Ada kebijakan penempatan lulusan di Fasyankes pemerintah | Apakah lulusan diwajibkan mengabdi sesuai perjanjian bantuan pendidikan? | 0–4 | SK penempatan alumni | |
6 | Ada sanksi atau insentif atas pemenuhan kewajiban | Apakah ada sistem reward/punishment bagi penerima bantuan yang mengabdi/tidak mengabdi? | 0–4 | Dokumen sanksi atau SKP | |
Modul 4. Pendanaan, Bantuan Studi, dan Pengabdian Pasca-Studi
No | Indikator Implementasi | Pertanyaan Kunci | Skor (0–4) | Bukti Pendukung | Catatan / Kendala |
A. Uji Kompetensi dan Sertifikasi | |||||
1 | Ada mekanisme uji kompetensi nasional yang terintegrasi | Apakah FK/RS melaksanakan uji kompetensi bersama kolegium sesuai standar nasional? | 0–4 | Jadwal & laporan uji kompetensi | |
2 | Ada keterlibatan kolegium dalam penyusunan soal & evaluasi | Apakah kolegium aktif dalam proses sertifikasi? | 0–4 | SK tim uji, notulensi rapat | |
B. CPD dan STR Seumur Hidup | |||||
3 | Ada sistem pelatihan berkelanjutan bagi dosen dan alumni | Apakah FK/RS menyelenggarakan pelatihan CPD secara berkala? | 0–4 | Agenda CPD | |
4 | Ada koordinasi dengan KKI dan IDI untuk STR dan CPD | Apakah FK/RS menjalin komunikasi dengan KKI atau IDI terkait CPD? | 0–4 | Surat korespondensi | |
C. Evaluasi dan Pembelajaran Berkelanjutan | |||||
5 | Ada sistem umpan balik dari alumni untuk penyempurnaan kurikulum | Apakah feedback alumni digunakan dalam revisi kurikulum pendidikan spesialis? | 0–4 | Dokumen revisi kurikulum | |
6 | Ada integrasi CPD dengan kebutuhan daerah / pelayanan kesehatan | Apakah program CPD disesuaikan dengan kebutuhan tenaga spesialis di daerah? | 0–4 | Rencana CPD daerah | |
Modul 5. Pengembangan Profesi Berkelanjutan (CPD) dan Relasi dengan Kolegium
Pendekatan: Explanatory Mixed Method
1
Survey Checklist (Kuantitatif)
Menilai implementasi di RSPPU-FK mengacu UU No.17 Tahun 2023 & PP No.28 Tahun 2024, dikelompokkan menjadi lima klaster: Governance, Quality, Welfare, Funding, Continuing Professional Development (CPD)
[Likert Scale 0-4]
FGD dan Wawancara (Kualitatif)
Mengidentifikasi faktor-faktor pendukung dan penghambat ketercapaian checklist.
[Kerangka Weiner & CFIR]
2
Evaluasi Penggunaan Checklist (Kualitatif)
Analisis hasil penggunaan checklist dan evaluasi untuk scale-up implementasi di RSPPU-FK baru
3
Hasil yang diharapkan
“That's one small step for a man, one giant leap for mankind”
― Neil Armstrong
Outer Setting
Construct | Why It Matters for Residency Education Policy | Possible operationalization / examples |
Policies & Laws | The key innovation is a change in regulation (UU 17/2023, PP 28/2024). This construct captures how clearly, consistently, and supportively these policies guide institutions. | - Perceived clarity of MoH and MoE guidelines - Alignment between UU and PP interpretation - Existence of implementing regulations (Permenkes) - Awareness and dissemination at institutional level |
Partnerships & Connections | Critical for residency education, which depends on collaboration between universities and RSPPUs (teaching hospitals). Readiness is partly about how strong these networks are. | - Existence of MoUs or joint committees between universities and RSPPUs - Frequency and quality of coordination meetings - Trust and role clarity between partners |
Financing | Implementation success depends on whether funding mechanisms (for residents, supervisors, or institutions) are available and aligned with policy changes. | - Source and adequacy of funding for education operations - Funding flow from government or BPJS - Institutional perception of financial sustainability under the new scheme |
External Pressure | There’s strong policy pressure from national authorities and public expectations for reform. This affects motivation (change commitment). | - Pressure from MoH/MoE for compliance - Accreditation requirements by LAM-PTKes or KKI - External evaluation or media attention |
Local Conditions | Local health system and labor market factors influence how each region or hospital perceives and enacts the policy. | - Availability of teaching cases, infrastructure, or staff - Local autonomy or provincial government involvement |
Local Attitudes | Sociocultural beliefs about resident roles (e.g., as learners vs service providers) shape how policies are received and implemented. | - Attitudes of clinical supervisors, hospital administrators, and policymakers toward residents’ dual role - Perceived fairness or workload issues |
Inner Setting
CFIR Construct | Why It Matters for Residency Education Policy | Possible Indicators / Operationalization |
Structural Characteristics | Determines whether the organization has the formal structure and governance capacity to manage residency training under the new policy. | - Presence of educational management unit - Clear organizational chart for academic–clinical collaboration - Defined roles/responsibilities for residency governance |
Work Infrastructure | Hospitals and faculties need to realign staffing, roles, and clinical–academic responsibilities. | - Ratio of supervisors to residents - Dedicated admin staff for PPDS coordination - Job description clarity between clinical and academic sides |
Relational Connections | Implementation relies on collaboration between departments, faculties, and hospitals. Strong relationships enhance readiness and collective efficacy. | - Frequency and quality of coordination between university and RSPPU - Existence of joint committees - Perceived interdepartmental trust |
Communications | Clear, consistent communication supports alignment of policy interpretation and operational readiness. | - Mechanisms for communicating policy changes - Feedback channels between university and hospital - Information-sharing quality |
Inner Setting
CFIR Construct | Why It Matters for Residency Education Policy | Possible Indicators / Operationalization |
Culture (esp. Learning- and Deliverer-Centeredness) | Institutional culture of learning and improvement helps implementation of education reforms. | - Shared values around teaching quality, feedback, and learning improvement - Openness to policy change |
Tension for Change | Reflects the perceived need for reform — whether institutions feel the current system is inadequate. | - Perception that current PPDS governance needs revision- Perceived benefits of RSPPU model over old model |
Incentive Systems | Whether incentives (financial or recognition) are aligned with the reform can affect motivation. | - Honoraria or workload credit for supervisors- Institutional recognition for compliance |
Mission Alignment | Measures whether the reform aligns with institutional missions (education, service, research). | - Agreement that new policy supports institutional goals- Alignment with accreditation and academic excellence targets |
Available Resources | Core determinant of change efficacy. | - Availability of funding, space, and teaching facilities- Supervisor numbers and training- Administrative and IT systems support |
Access to Knowledge & Information | Ability to access updated policy documents, technical guidance, or training related to new PPDS system. | - Awareness of MoH/MoE technical guidelines- Attendance in dissemination/training sessions- Access to national online platforms (SatuSehat, PPDS system) |
Readiness to Change
Readiness Component | Relevant Outer Setting Constructs | Relevant Inner Setting Constructs |
Change Commitment (motivation to implement) | Policies and laws, external pressure | Tension for Change, Mission Alignment, Incentive Systems, Culture (Deliverer- and Learning-Centeredness) |
Change Efficacy (confidence to implement) | Partnership & connections, financing, local attitudes & conditions | Structural Characteristics, Work Infrastructure, Communication, Available Resources, Access to Knowledge & Information, Relational Connections |
Penutup
Kesimpulan akhir yang diharapkan dapat ditarik: Apakah 2 jalur yang ada berhasil merubah penanganan residen menjadi mengelola tenaga kerja sementara.
Perspektif Sejarah Pendidikan Residen
- Masa Kolonial
- Pasca Kemerdekaan
- Orde Baru
- Reformasi
- UU Pendidikan Kedokteran 2013
- Masa Covid-19
Perbandingan Indonesia dengan negara lain:
Perubahan Sistem melalui UU No 17 Tahun 2023
- Dua jalur pendidikan (Universitas & RSPPU)
- Status residen sebagai pekerja
- Kontrak kerja dengan RS Pendidikan