1 of 26

METODE HARGA POKOK PESANAN (FULL COSTING)

OLEH :

Ikhwan Syahroni

1

2 of 26

ARUS FISIK PERUSAHAAN MANUFAKTUR

2

Bahan Baku

Tenaga Kerja

Overhead

PRODUK JADI

3 of 26

PEMBEBANAN BIAYA KE PRODUK

3

Biaya Overhead Pabrik

Biaya tdk Langsung

Biaya Langsung

Biaya Tenaga Kerja

Biaya Bahan

Obyek Biaya

PRODUK

Alokasi

4 of 26

ARUS BIAYA PERUSAHAAN MANUFAKTUR

4

Bahan Baku

Tenaga Kerja

B O P

Bahan Baku Langsung

Bahan tdk Langsung

Barang Dalam Proses(BDP)

Tenaga Kerja Langsung

Tenaga Kerja tdk Langsung

Barang Jadi

Harga Pokok Penjualan

5 of 26

ALIRAN BIAYA PRODUKSI DALAM REKENING BUKU BESAR

5

Persediaan Bahan Baku

D

Gaji Dan Upah

Biaya Overhead Pabrik Yang Dibebankan

Barang Dalam Proses

Persediaan Produk Jadi

6 of 26

��KARAKTERISTIK HARGA POKOK PESANAN

  1. Setiap jenis produk perlu dihitung harga pokok produksinya secara individual
  2. Biaya produksi dibagi 2:biaya produksi langsung dan biaya produksi tidak langsung
  3. Biaya produksi langsung terdiri dari biaya bahan baku dan biaya tenaga kerja dan dibebankan berdasarkan biaya yang sesungguhnya terjadi. Biaya tidak langsung: BOP dibebankan berdasarkan tarif yang ditentukan dimuka
  4. Harga pokok produksi per unit dihitung saat pesanan selesai diproduksi dengan cara membagi jumlah biaya produksi yang dikeluarkan untuk pesanan tersebut dengan jumlah unit produk yang dihasilkan dalam pesanan yang bersangkutan.

6

7 of 26

MANFAAT INFORMASI HARGA POKOK PRODUKSI PER PESANAN

  1. Menentukan harga jual yang akan dibebankan kepada pemesan
  2. Mempertimbangkan penerimaan atau penolakan pesanan
  3. Memantau realisasi biaya produksi
  4. Menghitung laba atau rugi tiap pesanan
  5. Menentukan harga pokok persediaan produk jadi dan produk dalam proses yang disajikan dalam neraca

7

8 of 26

HUBUNGAN PENGUMPULAN BIAYA, PENGUKURAN BIAYA, DAN PEMBEBANAN BIAYA

8

Pengumpulan

Biaya

Pengukuran

Biaya

Pembebanan

Biaya

Pencatatan Biaya: Klasifikasi Biaya: Pembebanan ke Objek:

Produk 2

Produk 1

Pembelian Bahan

Bahan Baku

Gaji TK

Gaji TK bag finishing

TK Langsung

Overhead

Gaji mandor

Depresiasi

Bahan habis pakai

PBB

9 of 26

BIAYA OVERHEAD PABRIK (BOP)

9

  • Biaya Bahan Penolong
  • Biaya Tenaga Kerja Tidak Langsung
  • Depresiasi Pabrik
  • Bahan Habis Pakai
  • Dsb.

10 of 26

PEMBEBANAN BOP KE PRODUK

10

Actual Costing

Normal Costing

Tarip BOP

11 of 26

�KARTU PERHITUNGAN HARGA POKOK PESANAN

11

PT “LOGAM KUAT”

JL Rajawali no 77 Tlp 13030 Yogyakarta

Job Order Cost Sheet

Pemesan : …………

Produk : ………..

Jumlah : …………

No. : …….

Tgl Mulai : …………….

Tgl Pesan :……………..

Tgl

Ket

Kuantitas

Jumlah

Tgl

Jumlah

Tgl

Jumlah

BBB

BTK

BOP

12 of 26

CONTOH SOAL:

PT Eliona berusaha dalam bidang percetakan. Semua pesanan diproduksi berdasarkan spesifikasi dari pemesan, dan biaya produksi dikumpulkan menurut pesanan yang diterima. Pendekatan yang digunakan perusahaan dalam penentuan harga pokok produksi adalah full costing. Dalam bulan november 2009, PT Eliona mendapat pesanan untuk mencetak undangan sebanyak 1500 lembar dari PT Rimedi. Harga yang dibebankan kepada pemesan tersebut adalah Rp 3000,- per lembar. Dalam bulan yang sama perusahaan juga menerima pesanan untuk mencetak pamflet iklan sebesar Rp 1000,- per lembar.pesanan dari PT Rimendi diberi nomor 101 dan pesanan PT Oki diberi nomor 102.

12

13 of 26

BERIKUT ADALAH KEGIATAN PRODUKSI DAN KEGIATAN LAIN UNTUK MEMENUHI PESANAN TERSEBUT:

  1. Pembelian bahan baku dan bahan penolong.

Pada tgl 3 nov perusahaan membeli bahan baku dan penolong:

Bahan baku:

Kertas jenis X 85 ream @ Rp 10.000,- Rp850.000

Kertas jenis Y 10 roll@ Rp 350.000,- Rp3.500.000

Tinta jenis A 5 kg @ Rp 100.000,- Rp500.000

Tinta jenis B 25 kg @ Rp 25.000,- Rp625.000

Jumlah bahan baku yang dibeli Rp 5.475.000

Bahan penolong:

Bahan penolong P 17kg @ Rp 10.000 Rp 170.000

Bahan penolong Q 60 L @ Rp 5.000 Rp 300.000

Jumlah bahan penolong yang dibeli Rp 470.000

Jumlah total Rp5.945.000

13

14 of 26

JURNAL :

  • Jurnal 1

Persediaan bahan baku Rp 5.475.000

Utang dagang Rp 5.475.000

  • Jurnal 2

Persediaan bahan penolongRp470.000

Utang dagang Rp 470.000

14

15 of 26

2. Pemakaian bahan baku dan bahan penolong dalam produksi

Bahan baku yang digunakan untuk pesanan 101

Kertas jenis X 85 ream @ Rp 10.000,- Rp850.000

Tinta jenis A 5 kg @ Rp 100.000,- Rp500.000

Jumlah bahan baku untuk pesanan 101 Rp1.350.000

Bahan baku yang digunakan untuk pesanan 102

Kertas jenis Y 10 roll@ Rp 350.000,- Rp3.500.000

Tinta jenis B 25 kg @ Rp 25.000,- Rp625.000

Jumlah bahan baku untuk pesanan 102 Rp 4.125.000

Jumlah bahan baku yang dipakai Rp 5.475.000

15

16 of 26

Pada saat memproses dua pesanan tersebut, perusahaan menggunakan bahan penolong sebagai berikut:

Bahan penolong P 10 kg @ Rp 10.000 Rp 100.000

Bahan penolong Q 40 L @ Rp 5.000 Rp 200.000

Jumlah bahan penolong yg dipakai Rp300.000

Masukkan data tersebut dalam kartu harga pokok pesanan yang bersangkutan

16

17 of 26

JURNAL:

Jurnal 3

Jurnal untuk mencatat pemakaian bahan baku

BDP-BBB Rp5.475.000

Persediaan Bahan baku Rp5.475.000

Jurnal 4

Jurnal untuk mencatat pemakaian bahan penolong

BOP Sesungguhnya Rp 300.000

Persediaan Bahan Penolong Rp 300.000

17

18 of 26

PENCATATAN BIAYA TENAGA KERJA

Upah langsung pesanan 101🡺225jam@Rp4000 Rp 900.000

Upah langsung pesanan 102🡺1.250jam@Rp4000Rp 5.000.000

Upah tidak langsung Rp 3.000.000

Jumlah upah Rp 8.900.000

Gaji karyawan adm & umum Rp 4.000.000

Gaji karyawan bag pemasaran Rp 7.500.000

Jumlah gaji Rp11.500.000

Jumlah biaya tenaga kerja Rp20.400.000

Pencatatan BTK dilakukan melalui 3 tahap berikut:

  1. Pencatatan biaya tenaga kerja yang terutang oleh perusahaan
  2. Pencatatan distribusi biaya tenaga kerja
  3. Pencatatan pembayaran gaji dan upah

18

19 of 26

a. Pencatatan biaya tenaga kerja yang terutang oleh perusahaan

Jurnal 5

Gaji dan upah Rp 20.400.000

utang gaji dan upah Rp 20.400.000

b. Pencatatan distribusi biaya tenaga kerja

Jurnal distribusi biaya tenaga kerja

Jurnal 6

BDP-BTKL Rp5.900.000

BOP Sesungguhnya Rp3.000.000

B. Adm & Umum Rp4.000.000

B. Pemasaran Rp 7.500.000

Gaji dan upah Rp 20.400.000

c. Pencatatan pembayaran gaji dan upah

Jurnal 7

Utang Gaji dan Upah Rp 20.400.000

Kas Rp 20.400.000

19

20 of 26

4. Pencatatan BOP

BOP dibebankan kepada produk atas dasar tarif sebesar 150% dari BTKL.

BOP yang dibebankan kepada tiap pesanan dihitung sbb:

Pesanan 101 150% xRp 900.000 Rp 1.350.000

Pesanan 102 150% xRp 5.000.000Rp 7.500.000

Rp8.850.000

Jurnal 8

BDP-BOP Rp8.850.000

BOP yang dibebankan Rp 8.850.000

20

21 of 26

Misalnya biaya overhead pabrik sesungguhnya terjadi selai bahan penolong dan BTKL:

Biaya depresiasi mesin Rp 1.500.000

Biaya depresiasi gedung pabrik Rp 2.000.000

Biaya asuransi gedung pabrik dan mesin Rp 700.000

Biaya pemeliharaan mesin Rp 1.000.000

Biaya pemeliharaan gedung Rp 500.000

Jumlah Rp 5.700.000

Jurnal untuk mencatat BOP sesungguhnya:

Jurnal 9

Biaya overhead pabrik sesungguhnya Rp 5.700.000

Biaya depresiasi mesin Rp 1.500.000

Biaya depresiasi gedung pabrik Rp 2.000.000

Biaya asuransi gedung pabrik & mesin Rp 700.000

Biaya pemeliharaan mesin Rp 1.000.000

Biaya pemeliharaan gedung Rp 500.000

21

22 of 26

Untuk mengetahui apakah BOP yang dibebankan berdasar tarif menyimpang dari BOP Sesungguhnya, saldo rekening BOP yang dibebankan ditutup ke rekening BOP sesungguhnya.

Jurnal 10

BOP yang dibebankan Rp 8.850.000

BOP S Rp 8.850.000

Debit :

Jurnal 4 Rp300.000

Jurnal 6 Rp3.000.000

Jurnal 9 Rp 5.700.000

Rp9.000.000

Kredit :

Jurnal 11 Rp 8.850.000

Selisih pembebanan kurang Rp 150.000

Jurnal 11

Selisih BOP Rp 150.000

BOP Sesungguhnya Rp 150.000

22

23 of 26

Pencatatan harga pokok produk jadi

HPP dihitung sbb:

B Bahan baku Rp 1.350.000

BTKL Rp 900.000

BOP Rp 1.350.000

Jumlah harga pokok pesanan 101Rp3.600.000

Jurnal untuk mencatat harga pokok produk jadi:

Jurnal 12

Persediaan Produk Jadi Rp 3.600.000

BDP-BBB Rp 1.350.000

BDP-BTKL Rp 900.000

BDP-BOP Rp 1.350.000

23

24 of 26

PENCATATAN HARGA POKOK PRODUK DALAM PROSES

  • Pesanan 102 pada akhir periode belum selesai dikerjakan.
  • Jurnal untuk mencatat harga pokok pesanan yang belum selesai
  • Jurnal 13

Persediaan Produk dalam Proses Rp 16.625.000

BDP-BBB Rp 1.350.000

BDP-BTKL Rp 900.000

BDP-BOP Rp 1.350.000

24

25 of 26

PENCATATAN HARGA POKOK PRODUK YANG DIJUAL

Jurnal 14

Harga pokok penjualan Rp 3.600.000

Persediaan Produk Jadi Rp 3.600.000

25

26 of 26

LATIHAN

Kerjakan di kelas 🡪 20 menit

Soal nomor..14 & 15

26