1 of 40

VEKTOR

2 of 40

Besaran Vektor

adalah suatu besaran yang mempunyai nilai dan arah

  • Perpindahan
  • Kecepatan
  • Percepatan
  • Gaya
  • Berat
  • Medan listrik

adalah suatu besaran yang hanya memiliki nilai saja

  • Jarak
  • Kelajuan
  • Suhu
  • Volume
  • Panjang
  • Massa

Besaran Skalar

3 of 40

Besaran Vektor

Secara umum besaran vektor dapat digambarkan dengan menggunakan ruas garis berarah/ anak panah

Panjang ruas garis menyatakan

panjang vektor / besar vektor

Anak panah menyatakan arah vektor

4 of 40

A

B

u

Titik A adalah titik pangkal vektor

Titik B adalah titik ujung vektor

Vektor di samping dinamakan

AB atau u

5 of 40

Vektor Posisi

Vektor posisi adalah vektor yang titik pangkalnya terletak pada pusat

koordinat O(0,0) dan titik ujungnya pada koordinat lain

𝑦

π‘₯

O

K (πŸ“,

2)

6 of 40

Vektor Posisi Titik pada π‘πŸ

Contoh :

𝑦

π‘₯

Q (

βˆ’3, 5)

P (5,

2)

O

Vektor posisi titik P ialah :

p = OP =

5

2

Vektor posisi titik Q ialah :

q = OQ =

βˆ’3

5

Jika koordinat suatu titik P(π‘₯, 𝑦),

π‘₯

vektor posisi titik tersebut adalah p = OP = 𝑦

7 of 40

Vektor di π‘πŸ

Vektor di R2 dinyatakan sebagai

bilangan

secara tegak

yang

atau

pasangan dituliskan mendatar

AB =

4

3

atau AB =

4 3

*dari titik A ke kanan 4 satuan dan ke atas 3 satuan sampai di titik B

A

B

4 satuan

3 satuan

Contoh :

8 of 40

Contoh :

CD =

βˆ’6

2

atau CD =

βˆ’6 2

*dari titik C ke kiri 6 satuan dan ke atas 2 satuan sampai di titik D

C

6 satuan

D

2 satuan

9 of 40

Latihan.. Tentukanlah vektor di R2

a

b

c

d

e

f

g

h

10 of 40

Bentuk Umum Vektor di π‘πŸ

Β 

11 of 40

Ayo menentukan vektor

1. Diketahui koordinat titik A(2, 5) dan B(βˆ’4, 2). Tentukanlah vektor AB dan vektor BA.

2. Jika vektor CD =

7

3

dan titik C(βˆ’1, 2). Berapakah koordinat titik D ?

3. Jika vektor EF =

3

βˆ’4

dan titik E(βˆ’3, 5). Berapakah koordinat titik F ?

4. Jika vektor KL =

βˆ’7

βˆ’2

dan titik L(βˆ’5, βˆ’3). Berapakah koordinat titik K ?

5. Jika vektor MN =

βˆ’6

βˆ’3

dan titik N(βˆ’1, βˆ’2). Berapakah koordinat titik M ?

12 of 40

Panjang Vektor π‘πŸ

Β 

13 of 40

Kesamaan Vektor

Dua vektor dikatakan sama jika panjangnya sama dan arahnya juga sama

b

a

d

c

a =

βˆ’3

2

b =

βˆ’3

2

c =

3

βˆ’2

d =

3

2

14 of 40

Jadi,

vektor u =

π‘₯1

𝑦1

dan v =

π‘₯2

𝑦2

sama jika dan hanya jika π‘₯1 = π‘₯2 dan 𝑦1 = 𝑦2

15 of 40

Vektor Nol

  • Vektor Nol adalah vektor yang titik pangkal dan titik ujungnya

sama (berimpit)

  • Vektor Nol memiliki panjang nol dan arah tak tentu
  • Contoh : 𝐴𝐴, 𝐡𝐡, 𝑃𝑃
  • Vektor Nol dituliskan dengan notasi 0 atau π‘œ

16 of 40

Lawan Suatu Vektor

Vektor βˆ’AB memiliki panjang yang

sama dengan vektor AB, tapi vektor

βˆ’ AB berlawanan arah dengan vektor AB.

Nah, vektor βˆ’AB adalah lawan dari

vektor AB.

A

B

A

B

𝐀𝐁

𝒖

𝐁𝐀 = βˆ’π€π

βˆ’π’–

17 of 40

Vektor Unit dan Vektor Basis π‘πŸ

Β 

18 of 40

Kuis ☺

Vektor posisi titik P ialah :

M

(βˆ’3, 2)

O

π‘₯

𝑦

19 of 40

Diketahui titik C(βˆ’3, 2) dan D(βˆ’1, 4). Maka vektor CD = ? ? ?

20 of 40

OPERASI VEKTOR

Perkalian vektor dengan sebuah skalar Penjumlahan Vektor

Selisih Dua Vektor Perbandingan Vektor

21 of 40

Penjumlahan Vektor

Aturan segitiga

Aturan jajargenjang

Aturan poligon

Cara geometri

*catatan : jumlah dua vektor atau lebih disebut vektor hasil atau resultan

22 of 40

Penjumlahan vektor dengan aturan segitiga

𝒖

𝒖

𝒗

𝒗

𝒖 + 𝒗

𝒖 =

πŸ“

𝟎

𝒗 =

𝟐

πŸ‘

𝒖 + 𝒗 =

πŸ•

πŸ‘

𝒖 + 𝒗 =

πŸ“

𝟎

+

𝟐

πŸ‘

=

πŸ•

πŸ‘

23 of 40

Penjumlahan vektor dengan aturan jajargenjang

𝒖

𝒖

𝒗

𝒗

𝒖 + 𝒗

𝒖 =

πŸ“

𝟎

𝒗 =

𝟐

πŸ‘

𝒖 + 𝒗 =

πŸ•

πŸ‘

𝒖 + 𝒗 =

πŸ“

𝟎

+

𝟐

πŸ‘

=

πŸ•

πŸ‘

24 of 40

Penjumlahan vektor dengan aturan poligon

𝒖

𝒖

𝒗

𝒗

𝒖 + 𝒗 + π’˜

𝒗 =

𝟐

πŸ‘

𝒖 + 𝒗 + π’˜ =

πŸ“

πŸ’

π’˜

π’˜

𝒖 =

πŸ“

𝟎

π’˜ =

βˆ’πŸ

𝟏

𝒖 + 𝒗

25 of 40

𝒂 + 𝒃 + 𝒄 + 𝒅 = 𝟎

𝒃

𝒂

𝒅

𝒄

𝒂

𝒃

𝒄

𝒅

26 of 40

Secara Aljabar

Β 

27 of 40

Aturan segitiga

Aturan jajargenjang

Selisih Dua Vektor

Cara geometri

28 of 40

Selisih dua vektor (dengan aturan segitiga)

𝒖

𝒗

𝒖 βˆ’ 𝒗

𝒖 =

πŸ“

𝟎

βˆ’π’— =

βˆ’πŸ

βˆ’πŸ‘

𝒖 βˆ’ 𝒗 =

πŸ‘

βˆ’πŸ‘

βˆ’π’—

𝒖

βˆ’π’—

𝒖 βˆ’ 𝒗 = 𝒖 + (βˆ’π’—)

𝒖 βˆ’ 𝒗 =

πŸ“

𝟎

βˆ’

𝟐

πŸ‘

=

πŸ‘

βˆ’πŸ‘

29 of 40

Selisih dua vektor (dengan aturan jajargenjang)

𝒖

𝒖

𝒗

βˆ’π’—

𝒖 βˆ’ 𝒗

𝒖 =

πŸ“

𝟎

βˆ’π’— =

βˆ’πŸ

βˆ’πŸ‘

𝒖 βˆ’ 𝒗 =

πŸ‘

βˆ’πŸ‘

βˆ’π’—

𝒖 βˆ’ 𝒗 =

πŸ“

𝟎

βˆ’

𝟐

πŸ‘

=

πŸ‘

βˆ’πŸ‘

30 of 40

Secara Aljabar

Β 

31 of 40

𝒂

𝒃

𝒄

𝒅

Tentukanlah hasil penjumlahan dan

pengurangan vektor-vektor berikut

secara

geometri segitiga/

menggunakan jajargenjang/

metode

poligon dan secara aljabar.

1. π‘Ž + 𝑐

2. 𝑏 + 𝑑

3. π‘Ž + 𝑏 + 𝑐

4. π‘Ž βˆ’ 𝑑

5. 𝑏 βˆ’ 𝑐

6. π‘Ž + 2𝑑

7. 𝑏 + 2𝑐 + 3𝑑

8. π‘Ž βˆ’ 2𝑑

9. 3𝑐 βˆ’ 2𝑑

2

10. 1 π‘Ž βˆ’ 𝑑

32 of 40

Catatan Tambahan

𝒖

𝒖

𝒗

𝒗

𝑨𝑩 + 𝑩π‘ͺ = 𝑨π‘ͺ

𝑨

𝑩

𝑩

π‘ͺ

𝑨

𝑩

π‘ͺ

33 of 40

1. 𝐴𝐡 + 𝐡𝐢 + 𝐢𝐴

Tentukanlah hasil penjumlahan vektor-vektor berikut dengan menggunakan aturan penjumlahan dua vektor.

2. 𝐴𝐷 + 𝐡𝐢 βˆ’ 𝐴𝐢 + 𝐡𝐷

3. 𝑃𝑄 + 𝑄𝐡 + 𝐡𝐴 + 𝐴𝐢 + 𝐢𝑅

4. 𝑃𝑄 + 𝑃𝑅 + 𝑄𝑅

5. 𝐴𝐡 + 𝐡𝐢 + 𝐢𝐷 + 𝐷𝐴

34 of 40

Perkalian Sebuah Vektor dengan Skalar

𝒖

πŸπ’–

3𝒖

βˆ’πŸπ’–

Cara geometri

𝒖 =

𝟐

𝟏

πŸπ’– =

πŸ’

𝟐

πŸ‘π’– =

πŸ”

πŸ‘

βˆ’πŸπ’– =

βˆ’πŸ’

βˆ’πŸ

35 of 40

Cara aljabar

Untuk suatu bilangan m dan vektor v pada dimensi R2

π‘₯𝑣

Jika v = 𝑦𝑣

π‘₯𝑣

maka m v = m Γ— 𝑦𝑣

m Γ— π‘₯𝑣

= m Γ— 𝑦𝑣

36 of 40

PERKALIAN VEKTOR

Perkalian titik (dot product)

  • Perkalian titik dari dua vektor A dan B dilambangkan dengan :
  • Hasil perkalian titik dua besaran vektor merupakan besaran skalar

Β 

37 of 40

  • Pada perkalian titik antara dua vektor bersifat komutatif

Β 

Β 

38 of 40

Perhatikan bahwa ruas garis berarah mewakili vektor c, sehingga vektor c merupakan proyeksi vektor a pada arah vektor b. Vektor c ini dinamakan proyeksi vektor ortogonal (biasanya disingkat dengan proyeksi vektor saja). Dengan menggunakan definisi perkalian skalar, selanjutnya dapat ditentukan bahwa :

Proyeksi Orthogonal

39 of 40

Proyeksi skalar orrtogonal dari vektor a pada arah vektor b adalah l c l, dengan ||c|| dirumuskan oleh :

Proyeksi vektor ortogonal dari vektor a pada arah vektor b adalah c dirumuskan oleh :

40 of 40

Proyeksi vektor b pada arah vektor a dapat ditentukan dengan menggunakan analisis yang sama. Misalkan proyeksi vektor b pada arah vektor a adalah vektor d (perhatikan Gambar), maka dapat disimpulkan bahwa :

  1. Proyeksi skalar ortogonal vektor b

pada arah vektor a adalah

  1. Proyeksi vektor ortogonal vektor b

pada arah vektor a adalah