DESAIN PENGEMBANGAN
KURIKULUM SATUAN PENDIDIKAN (KSP)
Diadaptasi Oleh : HARTSA JAMILA ROCHI, S.Pd,M.M
Pokjawas Madrasah
Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi
PETA KONTEN DALAM MEMAHAMI PENGIMPLEMENTASIAN KURIKULUM MERDEKA
Memahami Pengembangan Projek Penguatan Pelajar Pancasila dan Profil Pelajar Rahmatan lil Alamin
Memahami Pengembangan Kurikulum Operasional Madrasah
Memahami Pembelajaran dan Asesmen
Memahami Garis Besar Kurikulum Merdeka
Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi
Dokumen Panduan Kurikulum Merdeka pada Madrasah
osialisasi dan Bimtek IKM pada Madrasah Tahun 2024
Dokumen panduan IKM pd Madrasah dapat diunduh pada laman: sikurma.kemenag.go.id
Kemendikburistek no 262 tahun 2022 revisi kemendikbudristek No 12 tahun 2024 tentang kurikulum merdeka pada usia dini, jenjang dasar dan menengah
Kemendikbudristek no 8 tahun 2024 tentang standar isi
BSAKP NO 31 2024 tentang kompetensi dan tema P5
BSAKP No 32 2024 tentang Capaian Pembelajaran mapel umum
1. KMA 450Tahun 2024 tentang Pedoman IKM pada Madrasah
2. SK Dirjen Pendis Nomor 3211 Tahun 2022 tentang Capaian Pembelajaran mata
pelajaran PAI dan Bhs Arab dan CP revisi 033 tahun 2022 mapel umum
3. Panduan IKM pada Madrasah
4. Panduan Pengembangan Kurikulum Operasional Madrasah (KOM)
5. Panduan Pembelajaran dan Asesmen (PPA)
6. Panduan Projek Penguatan Profil Pelajar Pancasila dan Profil Pelajar Rahmatan lil Alamin(P5 PPRA)
7. Contoh TP, ATP dan modul ajar Al Quran-Hadis jenjang MI, MTs dan MA/MAK
8. Contoh TP, ATP dan modul ajar Akidah Akhlak jenjang MI, MTs dan MA/MAK
9. Contoh TP, ATP dan modul ajar Fikih jenjang MI, MTs dan MA/MAK
10. Contoh TP, ATP dan modul ajar SKI jenjang MI, MTs dan MA/MAK
11. Contoh TP, ATP dan Modul ajar Bhs Arab jenjang MI, MTs dan MA/MAK
Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi
Bagaimana proses penyusunan Kurikulum Operasional Madrasah?
Kurikulum Operasional Madrasah Menjadi Kurikulum Madrasah
Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi
PERBANDINGAN KMA 347 TAHUN 2022
DENGAN KMA 450 TAHUN 2024
1. Tujuan dan Fokus Utama
KMA 347 Tahun 2022
Menekankan pada penyempurnaan kurikulum sesuai dengan standar nasional pendidikan dan pengembangan kompetensi dasar pada jenjang pendidikan RA, MI, MTs, MA, dan MAK.
KMA 450 Tahun 2024
Fokus pada implementasi kurikulum dengan penekanan pada penggunaan
teknologi informasi dan komunikasi, serta integrasi aspek spiritual dan karakter dalam pembelajaran.
2. Struktur Kurikulum
KMA 347 Tahun 2022
Mengatur struktur kurikulum berdasarkan kompetensi inti dan kompetensi dasar yang harus dicapai oleh peserta didik pada masing-masing jenjang pendidikan.
KMA 450 Tahun 2024
Selain mengatur struktur kurikulum, juga memberikan panduan lebih rinci tentang pembelajaran tematik terpadu dan penguatan profil pelajar Pancasila
Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi
PERBANDINGAN KMA 347 TAHUN 2022
DENGAN KMA 450 TAHUN 2024
3.Pendekatan Pembelajaran
KMA 347 Tahun 2022
Menekankan pada pembelajaran berbasis kompetensi dengan pendekatan saintifik
KMA 450 Tahun 2024
Menambahkan pendekatan pembelajaran berbasis proyek (project-based learning) dan pembelajaran berbasis masalah (problem- based learning) untuk meningkatkan keterampilan abad ke-21.
4. Evaluasi dan Penilaian
KMA 347 Tahun 2022
Fokus pada penilaian kompetensi
akademik peserta didik.
KMA 450 Tahun 2024
Penilaian mencakup kompetensi akademik, sikap, keterampilan, serta penilaian berbasis portofolio dan penilaian proyek.
Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi
PERBANDINGAN KMA 347 TAHUN 2022
DENGAN KMA 450 TAHUN 2024
5.Penggunaan Teknologi dalam Pembelajaran
KMA 347 Tahun 2022
Sebatas penggunaan teknologi sebagai alat bantu dalam proses pembelajaran.
KMA 450 Tahun 2024
Mendorong integrasi teknologi secara menyeluruh dalam pembelajaran, termasuk penggunaan platform pembelajaran daring dan alat bantu digital.
6. Pengembangan Profesional Guru
KMA 347 Tahun 2022
Menyediakan program pengembangan profesional secara umum.
KMA 450 Tahun 2024
Menekankan pada pengembangan profesional berkelanjutan dengan fokus pada keterampilan digital dan metodologi pengajaran inovatif.
Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi
PERBANDINGAN KMA 347 TAHUN 2022
DENGAN KMA 450 TAHUN 2024
7. Keterlibatan Pemangku Kepentingan
KMA 347 Tahun 2022
Menekankan pentingnya peran serta masyarakat dan orang tua dalam proses pendidikan.
KMA 450 Tahun 2024
Menambahkan peran pemerintah daerah dan lembaga swasta dalam mendukung pelaksanaan kurikulum serta membangun kemitraan untuk peningkatan mutu pendidikan.
Dokumen KMA 450 Tahun 2024 ini bertujuan untuk memberikan panduan yang lebih komprehensif dan adaptif terhadap perkembangan teknologi serta kebutuhan kompetensi abad ke-21.
Analisis lebih rinci dapat dilakukan dengan membandingkan teks lengkap dari kedua dokumen untuk melihat perbedaan spesifik pada setiap pasal dan ketentuan.
Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi
KURIKULUM MADRASAH
Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi
10
1. TETAP (mengacu kepada kerangka dasar kurikulum yang ditetapkan oleh pemerintah pusat), dan
2. FLEKSIBEL/DINAMIS (mengembangkan kurikulum satuan pendidikan berdasarkan kerangka dan struktur kurikulum, sesuai karakteristik dan kebutuhan satuan pendidikan).
Proses penyusunan kurikulum satuan pendidikan bersifat:
Kurikulum Satuan Pendidikan ditetapkan oleh kepala Satuan Pendidikan. Pengawas sekolah atau penilik dan dinas pendidikan memastikan satuan pendidikan melibatkan warga satuan pendidikan berdasarkan potensi dan data.
Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi
Berpusat pada peserta didik
Pembelajaran harus memenuhi keragaman potensi, kebutuhan perkembangan dan tahapan belajar, serta kepentingan peserta didik.
Kontekstual
Menunjukkan diversifikasi, berdasarkan pada karakteristik satuan pendidikan, konteks daerah (sosial budaya dan lingkungan), serta dunia kerja (khusus SMK)
Esensial
Memuat semua unsur informasi penting/utama yang dibutuhkan dan digunakan di satuan pendidikan. Bahasa yang digunakan lugas, ringkas, dan mudah dipahami
Akuntabel
Dapat dipertanggungjawabkan karena berbasis data dan aktual
Melibatkan berbagai pemangku kepentingan
Pengembangan kurikulum satuan pendidikan melibatkan komite satuan pendidikan dan berbagai pemangku kepentingan antara lain orang tua, organisasi, berbagai sentra, serta dunia kerja untuk SMK dan SLB/SMALB, di bawah koordinasi dan supervisi dinas pendidikan atau kantor kementerian yang menyelenggarakan urusan pemerintahan di bidang agama sesuai dengan kewenangannya.
Prinsip Penyusunan
kurikulum satuan pendidikan
01
02
Menganalisis konteks
KARAKTERISTIK SATUAN
PENDIDIKAN
Merumuskan
VISI, MISI, dan
TUJUAN
03
Evaluasi
Jangka Panjang
(4-5 tahun)
04
Menentukan
PENGORGANISASIAN
PEMBELAJARAN
Menyusun
RENCANA
PEMBELAJARAN
05
Merancang EVALUASI, PENGEMBANGAN
PROFESIONAL, dan PENDAMPINGAN
Evaluasi
Jangka Pendek
(semester/tahunan)
Langkah-langkah Penyusunan Kurikulum Satuan Pendidikan
(Bagi yang belum pernah menyusun)
Proses Peninjauan dan Revisi Kurikulum di Satuan Pendidikan
Langkah-Langkah Penyusunan Kurikulum Satuan Pendidikan (bagi yang sudah pernah menyusun)
Catatan: untuk SMK, langkah nomor 2 adalah ‘Merumuskan Visi, Misi, Tujuan Program Keahlian’
Berdasarkan diagram proses penyusunan dan revisi KSP, ada beberapa hal yang perlu diperhatikan:
dapat menggunakan data seperti observasi, diskusi dengan warga sekolah (seperti guru, kepala sekolah, peserta didik), dan rapor pendidikan. Hasil evaluasi ini dapat membantu kepala satuan pendidikan dan guru untuk memperbaiki pengorganisasian pembelajaran dan rencana pembelajaran sehingga kualitas pembelajaran bisa meningkat.
Komponen Kurikulum Pada Satuan Pendidikan
Rencana Pembelajaran
Pengorganisasian Pembelajaran
Visi, Misi dan Tujuan
Karakteristik Satuan Pendidikan
Lampiran
06
Penutup
14
Alief Desain
Analisis Karakteristik Madrasah
Analisis karakteristik madrasah
Analisis karakteristik satuan pendidikan secara umum mencakup analisis kekhasan dan konteks sosial budaya satuan pendidikan serta analisis analisis profil peserta didik, tenaga pendidik, dan tenag kependidikan.
dokumentasi data
Komponen. 1
Selain cara di atas, satuan pendidikan juga dapat menggunakan cara lain untuk mengumpulkan informasi untuk analisis karafiteristik satuan pendidikan.
Prinsip analisis karakteristik madrasah
Cara pengumpulan data
15
Alief Desain
Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan
16
Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan
17
Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan
18
Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan
19
Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan
20
Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan
21
Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan
22
Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan
23
Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan
24
Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan
25
Menyelaraskan Visi, Misi, Tujuan Madrasah
Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan
26
Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan
27
Komponen 3: Pengorganisasian Pembelajaran
Madrasah menyusun pembelajaran yang meliputi:
Intrakurikuler
Pembelajaran berisi muatan mata pelajaran dan muatan tambahan lainnya jika ada (mulok), penetapan konsentrasi, dan Praktik Kerja Lapangan untuk SMK dan SLB.
Kokurikuler
Kegiatan kokurikuler yang dirancang terpisah dari intrakurikuler untuk menguatkan upaya pencapaian kompetensi dan karakter sesuai dengan profil pelajar Pancasila melalui tema dan pengelolaan projek berdasarkan dimensi dan fase.
Ekstrakurikuler
Kegiatan kurikuler yang dilakukan di luar jam belajar di bawah bimbingan dan pengawasan satuan pendidikan. Ekskul pada PAUD dan Kesetaraan bersifat opsional
Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan
28
Komponen 3: Pendekatan Pembelajaran
Pendekatan secara terintegrasi
03
Pendekatan tematik
02
Pendekatan mata pelajaran
01
Pendekatan secara bergantian dalam blok waktu terpisah
04
Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan
29
STRUKTUR KURIKULUM MA KELAS X
Mata Pelajaran Umum
Mata Pelajaran | Intrakurikuler | P5RA | Total JP |
Al-Qur’an Hadis | 72 |
| 72 |
Akidah Akhlak | 72 |
| 72 |
Fikih | 72 |
| 72 |
Sejarah Kebudayaan Islam | 72 |
| 72 |
Bahasa Arab | 144 |
| 144 |
Pendidikan Pancasilaa) | 54 | 18 | 72 |
Bahasa Indonesia | 108 | 36 | 144 |
Matematika | 108 | 36 | 144 |
Ilmu Pengetahuan Alam: Fisika, Kimia, Biologi | 216 | 36 | 252 |
Ilmu Pengetahuan Sosial: Sosiologi, Ekonomi, Sejarah, Geografi | 288 | 36 | 324 |
Bahasa Inggris | 108 | - | 108 |
Pendidikan Jasmani Olahraga dan Kesehatan | 72 | 36 | 108 |
Informatika | 72 | - | 72 |
Seni, Budaya, dan Prakaryab) | 54 | 18 | 72 |
Total JP Mata Pelajaran Wajib | 1.512 | 216 | 1.728 |
Muatan Lokal c) | 72 - 216 | - | 72 - 216 |
Total JP Mata Pelajaran Wajib + Mulok | 1.584 – 1.728 | 216 | 1.800 – 1.944 |
Penguatan Program d) | 216 |
| 216 |
Total JP Mata Pelajaran Wajib + Muatan Lokal+ Penguatan Program | 1.800 – 1.944 | 216 | 2.016 – 2.160 |
Seni, Budaya, dan Prakaryab)
|
STRUKTUR KURIKULUM MA KELAS XI
Mata Pelajaran | Alokasi Intrakurikuler Per Tahun | Alokasi P5RA Per Tahun | Total JP Per Tahun |
A. Kelompok Mata Pelajaran Umum | |||
Al-Qur’an Hadis | 72 |
| 72 |
Akidah Akhlak | 72 |
| 72 |
Fikih | 72 |
| 72 |
Sejarah Kebudayaan Islam | 72 |
| 72 |
Bahasa Arab | 72 |
| 72 |
Pendidikan Pancasilaa) | 54 | 18 | 72 |
Bahasa Indonesia | 108 | 36 | 144 |
Matematika | 108 | 36 | 144 |
Bahasa Inggris | 108 | - | 108 |
Pendidikan Jasmani Olahraga dan Kesehatan | 72 | 36 | 108 |
Sejaraha) | 54 | 18 | 72 |
Seni dan Budayaa,b) 1. Seni Musik 2. Seni Rupa 3. Seni Teater 4. Seni Tari | 54 | 18 | 72 |
Total JP Mata Pelajaran Umum | 918 | 162 | 1.080 |
Mata Pelajaran Umum
STRUKTUR KURIKULUM MA KELAS XI
Mata Pelajaran Pilihan
Mata Pelajaran | Intrakurikuler | P5RA | Total JP |
B. Kelompok Mata Pelajaran Pilihanc) | |||
Ilmu Tafsir | 720-900 | - | 720-900 |
Ilmu Hadis | |||
Ushul Fikih | |||
Antropologi | |||
Bahasa Arab tingkat Lanjut | |||
Bahasa Indonesia tingkat lanjut | |||
Bahasa Inggris tingkat lanjut | |||
Bahasa Jepang | |||
Bahasa Jerman | |||
Bahasa Korea | |||
Bahasa Mandarin | |||
Bahasa Prancis | |||
Biologi | |||
Ekonomi | |||
Fisika | |||
Geografi | |||
Informatika | |||
Kimia | |||
Matematika tingkat lanjut | |||
Sejarah tingkat lanjut | |||
Sosiologi | |||
Prakarya dan Kewirausahaan (budi daya, kerajinan, rekayasa, atau pengolahan) | |||
Mata pelajaran lainnya yang dikembangkan sesuai dengan penguatan program d) | |||
Total JP Mata Pelajaran Umum + Pilihan | 1.638 – 1.818 | 162 | 1.800 – 1.980 |
STRUKTUR KURIKULUM MA KELAS XI
Mata Pelajaran | Intrakurikuler | P5RA | Total JP |
A. Kelompok Mata Pelajaran Umum | |||
Al-Qur’an Hadis | 64 |
| 64 |
Akidah Akhlak | 64 |
| 64 |
Fikih | 64 |
| 64 |
Sejarah Kebudayaan Islam | 64 |
| 64 |
Bahasa Arab | 64 |
| 64 |
Pendidikan Pancasilaa) | 48 | 16 | 64 |
Bahasa Indonesia | 96 | 32 | 128 |
Matematika | 96 | 32 | 128 |
Bahasa Inggris | 96 | - | 96 |
Pendidikan Jasmani Olahraga dan Kesehatan | 48 | 16 | 64 |
Sejaraha) | 64 | 32 | 96 |
Seni dan Budayaa,b) 1. Seni Musik 2. Seni Rupa 3. Seni Teater 4. Seni Tari | 48 | 16 | 64 |
Total JP Mata Pelajaran Umum | 816 | 144 | 960 |
Mata Pelajaran Umum
STRUKTUR KURIKULUM MA KELAS XI
Mata Pelajaran Pilihan
Mata Pelajaran | Intrakurikuler | P5RA | Total JP |
B. Kelompok Mata Pelajaran Pilihanc) | |||
Ilmu Tafsir | 640-800 | - | 640-800 |
Ilmu Hadis | |||
Ushul Fikih | |||
Antropologi | |||
Bahasa Arab tingkat Lanjut | |||
Bahasa Indonesia tingkat lanjut | |||
Bahasa Inggris tingkat lanjut | |||
Bahasa Jepang | |||
Bahasa Jerman | |||
Bahasa Korea | |||
Bahasa Mandarin | |||
Bahasa Prancis | |||
Biologi | |||
Ekonomi | |||
Fisika | |||
Geografi | |||
Informatika | |||
Kimia | |||
Matematika tingkat lanjut | |||
Sejarah tingkat lanjut | |||
Sosiologi | |||
Prakarya dan Kewirausahaan (budi daya, kerajinan, rekayasa, atau pengolahan) | |||
Mata pelajaran lainnya yang dikembangkan sesuai dengan penguatan program d) | |||
Total JP Mata Pelajaran Umum + Pilihan | 1.456 - 1.616 | 144 | 1.600 - 1.760 |
KETERANGAN STRUKTUR KMA 450 FASE E
a) Pembelajaran reguler tidak penuh 36 (tiga puluh enam) minggu untuk memenuhi alokasi projek, Intrakurikuler dialokasikan 27 (dua puluh tujuh) minggu untuk Pendidikan Pancasila serta Seni dan Prakarya.
b) Madrasah menyediakan minimal 1 (satu) jenis seni atau prakarya (seni musik, seni rupa, seni teater, seni tari, dan/atau prakarya). Peserta Didik memilih 1 (satu) jenis seni atau prakarya (seni musik, seni rupa, seni teater, seni tari, atau prakarya).
c) Paling sedikit 72 (tujuh puluh dua) JP per tahun dan paling banyak 216 (dua ratus enam belas) sebagai mata pelajaran pilihan.
d) Madrasah yang memilih penguatan program merupakan Madrasah yang ditetapkan oleh Direktur Jenderal, yaitu MA Program Keagamaan, MA Akademik/MAN Insan Cendekia, dan MA Plus Keterampilan.
Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan
35
KETERANGAN STRUKTUR KMA 450 FASE E
Mata pelajaran Ilmu Pengetahuan Alam dan Ilmu Pengetahuan Sosial di kelas X tidak dipisahkan menjadi mata pelajaran yang lebih spesifik. Namun demikian, Madrasah dapat menentukan·pengorganisasian muatan pelajaran. Pengorganisasian pembelajaran Ilmu Pengetahuan Alam dan Ilmu Pengetahuan Sosial dapat dilakukan melalui beberapa pendekatan:
a. mengajarkan muatan Ilmu Pengetahuan Alam atau Ilmu Pengetahuan Sosial secara terintegrasi;
b. mengajarkan muatan Ilmu Pengetahuan Alam atau Ilmu Pengetahuan Sosial secara bergantian dalam blok waktu yang terpisah; atau
C. mengajarkan muatan Ilmu Pengetahuan Alam atau Ilmu Pengetahuan Sosial secara paralel, dengan JP terpisah seperti mata pelajaran yang berbeda-beda, diikuti dengan unit pembelajaran inkuiri yang mengintegrasikan muatan-muatan pelajaran Ilmu Pengetahuan Alam atau Ilmu Pengetahuan Sosial tersebut
Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan
36
KETERANGAN STRUKTUR KMA 450 FASE F
Fase F untuk kelas XI dan kelas XII, struktur mata pelajaran dibagi menjadi 2
(dua) kelompok utama, yaitu:
1. Kelompok mata pelajaran umum.
Setiap MA wajib membuka atau mengajarkan seluruh mata pelajaran dalam kelompok ini dan wajib diikuti oleh semua Peserta Didik MA.
2. Kelompok mata pelajaran pilihan.
Setiap MA wajib menyediakan paling sedikit 7 (tujuh) mata pelajaran.
Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan
37
KETERANGAN STRUKTUR KMA 450 FASE F KELAS XI
a) Pembelajaran kelas XI tidak penuh 36 (tiga puluh enam) minggu untuk memenuhi alokasi projek, Intrakurikuler dialokasikan 27 (dua puluh tujuh) minggu untuk Pendidikan Pancasila, Seni, dan Sejarah.
b) Madrasah menyediakan minimal 1 (satu) jenis seni (seni musik, seni rupa, seni teater, dan/atau seni tari). Peserta Didik memilih 1 (satu) jenis seni (seni musik, seni rupa, seni teater, atau seni tari).
c) Kelompok mata pelajaran pilihan dengan ketentuan:
1) alokasi masing-masing mata pelajaran pilihan yaitu 180 (seratus delapan puluh) JP per tahun, kecuali mata pelajaran Prakarya dan Kewirausahaan yang dialokasikan 72 (tujuh puluh dua) JP per tahun, mata pelajaran Ilmu Tafsir, Ilmu Hadis, dan Ushul Fikih dialokasikan 108 (seratus delapan) JP per tahun, dan mata pelajaran lainnya yang dikembangkan sesuai dengan penguatan program dialokasikan 216 (dua ratus enam belas) JP per tahun; dan
2) dapat dialokasikan 720 (tujuh ratus dua puluh) JP sampai dengan 900 (sembilan ratus) JP per tahun sesuai dengan kebutuhan Peserta Didik dan Madrasah.
Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan
38
KETERANGAN STRUKTUR KMA 450 FASE F KELAS XI
d) Madrasah yang memilih penguatan program merupakan Madrasah yang ditetapkan oleh Direktur Jenderal, yaitu MA Program Keagamaan, MA Akademik/MAN Insan Cendekia, dan MA Plus Keterampilan.
e) Paling sedikit 72 (tujuh puluh dua) JP per tahun dan paling banyak 216 (dua ratus enam belas) sebagai mata pelajaran pilihan.
Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan
39
KETERANGAN STRUKTUR KMA 450 FASE F KELAS XII
a) Pembelajaran kelas XII tidak penuh 32 (tiga puluh dua) minggu, untuk memenuhi alokasi projek 24 (dua puluh empat) minggu untuk Pendidikan Pancasila, Bahasa Inggris, Seni, dan Sejarah.
b) Madrasah menyediakan minimal 1 (satu) jenis seni dan budaya (seni musik, seni rupa, seni teater, dan/atau seni tari). Peserta Didik memilih 1 (satu) jenis seni dan budaya (seni musik, seni rupa, seni teater, atau seni tari).
c) Kelompok mata pelajaran pilihan dengan ketentuan:
1) alokasi masing-masing mata pelajaran pilihan yaitu 160 (seratus enam puluh) JP per tahun, kecuali mata pelajaran Prakarya dan Kewirausahaan yang dialokasikan 2 (dua) JP per minggu atau 64 (enam puluh empat) JP per tahun, mata pelajaran Ilmu Tafsir, Ilmu Hadis, dan Ushul Fikih dialokasikan 96 (sembilan puluh enam) JP per tahun, dan mata pelajaran lainnya yang dikembangkan sesuai dengan penguatan program dialokasikan 192 (seratus sembilan puluh dua) JP per tahun; dan
2) dapat dialokasikan 640 (enam ratus empat puluh) JP sampai dengan 800 (delapan ratus) JP per tahun sesuai dengan kebutuhan Peserta Didik dan Madrasah.
d) Madrasah yang memilih penguatan program merupakan Madrasah yang ditetapkan oleh Direktur Jenderal, yaitu MA Program Keagamaan, MA Akademik/MAN Insan Cendekia, dan MA Plus Keterampilan.
e) Paling sedikit 64 (enam puluh empat) JP per tahun dan paling banyak 192 (seratus sembilan puluh dua) sebagai mata pelajaran pilihan.
Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan
40
Implementasi struktur Kurikulum MA dilaksanakan dengan ketentuan
1. Madrasah wajib membuka kelompok mata pelajaran umum dan paling sedikit 7 (tujuh) mata pelajaran pilihan.
2. Setiap Peserta Didik wajib mengikuti:
a. seluruh mata pelajaran dalam kelompok mata pelajaran umum; dan
b. memilih 4 (empat) sampai dengan 5 (lima) mata pelajaran dari kelompok mata pelajaran pilihan yang diselenggarakan oleh Madrasah, disesuaikan dengan minat, bakat, dan kemampuan Peserta Didik.
3. Peserta Didik diperbolehkan mengganti mata pelajaran pilihan paling lambat kelas XI semester 2 (dua) berdasarkan penilaian ulang Madrasah terhadap minat, bakat, dan kemampuan Peserta Didik.
4. Layanan Bimbingan dan Konseling dilaksanakan sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan mengenai bimbingan dan konseling.
Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan
41
Implementasi struktur Kurikulum MA dilaksanakan dengan ketentuan
5. Muatan lokal merupakan muatan pembelajaran yang sesuai dengan kekhasan Madrasah, tipologi Madrasah, potensi clan keunikan lokal berupa:
a. keagamaan;
b. seni budaya;
c. prakarya;
d. pendidikan jasmani, olahraga, clan kesehatan;
e. bahasa;
f. teknologi; dan
g. riset.
6. Muatan lokal merupakan muatan pembelajaran yang sesuai dengan kekhasan Madrasah, tipologi Madrasah, potensi dan keunikan lokal.
Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan
42
Implementasi struktur Kurikulum MA dilaksanakan dengan ketentuan
7. Muatan lokal dapat dilaksanakan pada Madrasah melalui:
a. pengintegrasian ke dalam mata pelajaran lain;
b. pengintegrasian ke dalam tema PSRA; dan/atau
c. mata pelajaran yang berdiri sendiri.
8. Kurikulum di Madrasah penyelenggara pendidikan inklusif di MA menambahkan mata pelajaran program kebutuhan khusus sesuai kondisi Peserta Didik.
9. Peserta Didik yang memiliki potensi kecerdasan istimewa dapat diberikan
percepatan pemenuhan beban belajar dan/ atau pendalaman dan pengayaan Capaian Pembelajaran terkait Kurikulum Merdeka sebagai layanan individual dan bukan dalam bentuk rombongan belajar.
Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan
43
Implementasi struktur Kurikulum MA dilaksanakan dengan ketentuan
10. Madrasah yang mengembangkan program khusus dapat menggunakan alokasi waktu penguatan program. Kelas X dan XI minimal 72 (tujuh puluh dua) JP dan maksimal 216 (dua ratus enam belas) JP per tahun sedangkan Kelas XII minimal 64 (enam puluh empat) JP clan maksimal 192 (seratus sembilan puluh dua) JP per tahun.
11. Madrasah dapat melakukan penambahan dan/ atau relokasi jam pelajaran sesuai dengan hasil analisis capaian pembelajaran dan ketersediaan waktu di Madrasah maksimal 6 (enam) JP.
12. MA program keagamaan, mata pelajaran AI-Qur'an Hadis terdiri atas Tafsir dan Hadis, mata pelajaran Akidah Akhlak terdiri atas Ilmu Kalam dan Akhlak Tasawuf.
13. Tim P5RA di Madrasah terdiri atas koordinator dan fasilitator, dengan ketentuan:
a. P5RA dalam 1 (satu) tahun ajaran dilaksanakan 2 (dua) sampa1 dengan 3 (tiga) projek dengan tema berbeda;
b. Guru mata pelajaran yang alokasi waktu P5RA dialihkan, dapat menjadi fasilitator setara dengan 1 JP per rombongan; dan
c. beban belajar sebagai koordinator projek P5RA setara dengan 2 (dua) jam tatap muka per 1 (satu) rombongan belajar setiap tahun untuk pemenuhan jam tatap muka paling sedikit 24 (dua puluh empat) jam tatap muka per minggu dan paling banyak mengampu 3 (tiga) rombongan belajar.
Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan
44
Komponen 4: Perencanaan Pembelajaran
Perencanaan pembelajaran meliputi:
Perencanaan dan pelaksanaan pembelajaran dan asesmen pada mata pelajaran Praktik Kerja Lapangan (PKL) di MA Kejuruan/MA Plus Keterampilan dilaksanakan secara kolaboratif oleh satuan pendidikan dan mitra dunia kerja.
Memahami Capaian Pembelajaran (CP)
Merumuskan Tujuan Pembelajaran (TP)
Merancang Pembelajaran
Menyusun Alur Tujuan Pembelajaran (ATP) dari TP
Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan
45
PEMBELAJARAN DAN PENILAIAN / ASESMEN DI MADRASAH
A. Perencanaan Pembelajaran
B. Pelaksanaan Pembelajaran
C. Asesmen/Penilaian Hasil Belajar
depan peserta didik
pembelajaran;
2. Jenis dan bentuk penilaian/asesmen
KOKURIKULER
Kokurikuler merupakan
kegiatan
pembelajaran yang dilaksanakan untuk
penguatan, pendalaman, dan/atau pengayaan kegiatan Intrakurikuler dalam
rangka pengembangan karakter dan
kompetensi Peserta Didik. Kokurikuler
di Madrasah dilaksanakan dalam
bentuk PSRA. Profil pelajar Pancasila dan Rahmatan lil 'Alamin yang dimaksud adalah pelajar
Indonesia sepanjang hayat yang kompeten, berkarakter, dan berperilaku sesuai dengan nilai-nilai Pancasila, serta moderat dalam beragama.
Kokurikuler ini memuat kompetensi, muatan pembelajaran, clan beban
belajar. Kompetensi pada P5RA
dirumuskan dalam bentuk ciri-ciri Peserta Didik yang:
KOKURIKULER
Kokurikuler adalah kegiatan pembelajaran yang dilaksanakan untuk penguatan, pendalaman, dan/atau pengayaan kegiatan Intrakurikuler dalam rangka pengembangan karakter dan kompetensi Peserta Didik
Madrasah berkewajiban menyelenggarakan kegiatan projek bagi Peserta Didik yang bermuatan moderasi beragama dengan indicator;
Kokurikuler ini memuat kompetensi, muatan pembelajaran, dan beban belajar. Kompetensi pada P5RA dirumuskan dalam bentuk ciri-ciri Peserta Didik yang:
merupakan pembelajaran kolaboratif lintas disiplin ilmu dalam mengamati, mengeksplorasi, dan/atau merumuskan solusi terhadap isu-isu atau permasalahan nyata yang relevan bagi Peserta Didik dengan tetap memperhatikan ketersediaan sumber daya satuan pendidikan dan Peserta Didik
SLIDE48
Evaluasi
A
G
E
F
C
B
D
Jenis dan Format Kegiatan
Prinsip Pengembangan
Mekanisme
Pihak Yang Terlibat
Daya Dukung
Komponen
PENGEMBANGAN KEGIATAN EKSTRAKURIKULER
Komponen
1
Jenis dan Format Kegiatan
2
Prinsip Pengembangan
3
Mekanisme
4
Evaluasi, Daya Dukung, dan Pihak yang terlibat
5
PENGEMBANGAN KEGIATAN EKSTRA KURIKULER
MUATAN LOKAL
Definisi
Lingkup
Bahan kajian atau mata Pelajaran pada satuan pendidikan yang berisi muatan dan proses pembelajaran tentang potensi dan keunikan lokal yang dimaksudkan untuk membentuk pemahaman peserta didik terhadap keunggulan dan kearifan di daerah tempat tinggalnya
MUATAN LOKAL
Muatan lokal bertujuan:
MUATAN LOKAL
Muatan lokal dikembangkan dengan prinsip:
anti korupsi;
Muatan lokal merupakan muatan pembelajaran dapat berupa:
a. Kegamaan, yaitu al-Qur'an, Hadis, Qiro'ah al-Qur'an, Tahfidz al-Qur'an, Ilmu Tajwid, Imla, Ilmu Faraidl, Nahwu, Shorof, Balaghah, Qira'atul Kutub, Khat,
Akidah, dan Baca Tulis al-Qur'an;
kabel/telekomunikasi), teknik akses (radio/kabel);
Muatan lokal dapat dilaksanakan pada Madrasah melalui:
a. Pengintegrasian ke dalam mata pelajaran lain;
a. Pengintegrasian ke dalam tema projek penguatan profil pelajar Pancasila; dan/atau
c. Mata pelajaran yang berdiri sendiri.
Contoh sistematika Kurikulum Madrasah
DAFTAR ISI DOKUMEN I Kurikulum Madrasah hal
Halaman Sampul
Halaman Validasi Pengawas Madrasah i
Halaman Penetapan dan Pengesahan ii
Kepala Madrasah, Ketua Komite, Kanwil Kemenag Prov Jawa Tengah iii
Kata pengantar iv
Daftar isi v
Daftar lampiran
Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan
54
Contoh sistematika Kurikulum Madrasah
BAB I PENDAHULUAN
Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan
55
Contoh sistematika Kurikulum Madrasah
BAB II. VISI, MISI, TUJUAN MADRASAH
2.1. Visi Madrasah
2.2. Misi Madrasah
2.3. Tujuan Madrasah
BAB III. PENGORGANISASIAN PEMBELAJARAN
3.1. Intrakurikuler
3.1.1. Kurikulum Merdeka
(Kelas 10 dan 11 atau 12 IKM atau kelas 10, 11
Ketuntasan belajar
(struktur kurikulum per tingkatan kelas, dan sesuai jenis kelas pengembangan potensi, meliputi : mata pelajaran dan alokasi waktu per tahun, mulok, mapel kelas pengembangan potensi, alokasi waktu, ketuntasan belajar)
3.1.2. Kurikulum 2013 (kelas 11 atau 12)
- Mata Pelajaran dan Alokasi Waktu
- Muatan Lokal
- Ketuntasan Belajar
Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan
56
Contoh sistematika Kurikulum Madrasah
3.2. Projek Penguatan Profil Pelajar Pancasila dan Profil Pelajar Rahmatan lil 'Alamin dan Kokurikuler
3.3. Ekstra Kurikuler
3.4. Layanan Bimbingan Konseling
3.5. Program Pendukung/Kegiatan Pembiasaan
3.6. Pengaturan Beban Belajar dan Kalender Pendidikan
3.6.1. Pengaturan Beban Belajar
3.6.2. Kalender Pendidikan
BAB IV. PERENCANAAN PEMBELAJARAN
D. Pendampingan, Evaluasi dan Pengembangan Profesiona
Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan
57
Contoh sistematika Kurikulum Madrasah
BAB V. PENUTUP
(berisi bab, kalimat penutup, bukan silabus, RPP)
LAMPIRAN
TP, ATP, Modul Ajar, Modul P5 (Kelas 10 dan 11 dan atau 12) Mapel Umum (sesuai kebijakan Kemdikbud), PAI dan Bhs Arab sesuai Keputusan Dirjen Pendis 3211/2022 & KMA 450/2024
Mulok
KI/KD (bagi yang masuk K.2013) Mapel Umum, PAI dan Bhs Arab Sesuai KMA 183/2019, Mulok
SK Tim Pengembang Kurikulum
SK KKTP/KKM
SK Kriteria Kenaikan Kelas dan Kelulusan
Ketentuan Mutasi siswa
Tata tertib, peraturan akademik lainnya, termasuk asrama
SK Pembagian Tugas Mengajar, Tugas Tambahan, Bimbingan, Ekstra Kurikuler,
Jadwal mengajar, pelaksanakan P5 plus R
Dll data yang relevan
Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan
58
BAB VII
KURIKULUM MADRASAH
BAB VIII�KETENTUAN PERALIHAN
Terima Kasih
61