KEBIJAKAN PENDIDIKAN DI BENUA AFRIKA�
Nama : Daryati
Nim: S032502008
����Negara yang dibahas:�
Mesir
Kebijakan pendidikan di Mesir
Pendidikan di Mesir diatur oleh Kementerian Pendidikan dan Kementerian Pendidikan Tinggi. Di Mesir, kebijakan pendidikan mendasarkan pada nilai-nilai islam sebagai agama mayoritas dan warisan peradaban kuno.Peran pendidikan agama di Mesir menjadi sangat dominan,terutama melalui jalur Al-Azhar.
kebijakan pendidikan di Mesir adalah Kebijakan Pendidikan yang bertujuan untuk meningkatkan kualitas pendidikan di semua tingkatan, mulai dari pendidikan dasar hingga pendidikan tinggi. Kebijakan untuk meningkatkan mutu dan relevansi pendidikan bagi seluruh warga negara.
Kebijakannya terdiri dari beberapa yaitu diantaranya :
Kurikulum pendidikan di Mesir telah dirancang relevan dengan kebutuhan masyarakat. Mata pelajaran lebih fokus pada ketrampilan dan pengetahuan yang dibutuhkan masyarakat.
2. Ujian, Kenaikan Kelas, dan Sertifikasi
Sistem ujian di Mesir mempengaruhi pemikiran murid, orang tua serta para pejabat pendidikan karena begitu penting hasil ujian itu.Ujian naik kelas ditetapkan pada Grade 2,4, dan 5,dan ujian negara pertama dilaksanakan pada akhir Grade 8. Murid yang lulus mendapatkan sertifikasi pendidikan dasar, dan dengan itu dapat melanjutkan ke pendidikan yang lebih tinggi.
3. Digitalisasi Pendidikan
Mesir telah meluncurkan inisiatif untuk mendigitalisasi sistem pendidikan.Program ini mencakup penyediaan tablet bagi siswa, pengembangan platform pembelajaran daring, serta pelatihan guru untuk mengadopsi teknologi dalam proses pengajaran
Kebijakannya terdiri dari beberapa yaitu diantaranya :
4. Penguatan Pendidikan Kejuruan
Pemerintahan Mesir mendorong pendidikan kejuruan untuk menjembatani kesenjangan ketrampilan tenaga kerja. Hal ini dilakukan dengan bekerja sama dengan sektor swasta untuk mengembangkan program pelatihan yang relevan dengan kebutuhan industri
5. Investasi di Pendidikan Tinggi
Mesir telah menjadi pusat pendidikan tinggi di kawasan Timur Tengah dan Afrika dengan universitas-universitas seperti Universitas Kairo,dan Universitas Al-Azhar. Pemerintah mendukung riset dan inovasi dilembaga pendidikan tinggi untuk meningkatkan daya saing global.
6. Pendidikan diprioritaskan serta infrastruktur yang memadai.
Pemerintah Mesir telah memprioritaskan pendidikan sebagai salah satu sektor yang paling penting. ini dapat dilihat dari alokasi anggaran yang cukup besar untuk sektor pendidikan.Pemerintah memprioritaskan infrastruktur pendidikan ini dapat dilihat dari pembangunan sekolah dan fasilitas pendidikan yang telah diterapkan.
Struktur pendidikan Mesir
Negara Mesir memiliki struktur pendidikan tingkat dasar selama 6 tahun, menengah pertama selama 3 tahun dan menengah atas selama 3 tahun. Namun, Mesir memiliki dua jalur pendidikan utama, yaitu pendidikan umum dan sitem Al-Azhar. Sistem Al-Azhar menggabungkan kurikulum pendidikan umum dengan pembelajaran agama yang lebih intensif. Pendidikan teknik dan vokasional untuk tingkat perguruan tinggi, serta ada pendidikan nonformal
Sistem pendidikan sekolah dasar di Mesir
1) Usia belajar (6-11 tahun)
2) Masa belajar (5 Tahun, Grade 1-5/6)
3) Kalender akademik (Bulan Sepember-Agustus)
4) Biaya pendidikan Sekolah dasar Al-Azhar pembiayaan dari pemerintah,
sekolah swasta mendapatkan subsidi
5) Waktu pembelajaran Hari Ahad s.d Kamis, Jumat dan Sabtu libur. Jam belajar umumnya 6 jam per hari.
Sistem pendidikan dasar di Mesir
6) Mata Pelajaran grade 1-3 (Al-qur’an, Bahasa arab, agama,matematika,olahraga,seni,Imla’,Khot, Insya) sedangkan grade 4-5 ada penambahan mata pelajaran (Bahasa Inggris, Biologi, sejarah)
7) Evaluasi (Ujian dilakukan per kelas, sekolah menentukan ujian dari grade 1 sampai grade 3 Untuk grade 4, ujian dengan soal dari pusat. Soal subjektif berupa esai
8) Program pemerintah tingkat dasar untuk mengantisipasi terjadinya buta huruf
9) Tidak diprogramkan oleh sekolah, melainkan menjadi bagian dari pendidikan nonformal, seperti kursus memanah, berenang, berkuda, dll.
10) Tujuan Pendidikan agar siswa memiliki kompetensi dasar, berupa keterampilan membaca, menulis, berhitung, serta sains, bahasa dan matematika.Peserta didik dibekali kemampuan pemahaman dalam aspek religius, nasional, dan budaya sebagai identitas.
TERIMAKASIH