MODEL MODEL PEMBELAJARAN �SISWA AKTIF�DISAMPAIKAN DALAM PEMBINAAN GURU PADA MADRASAH BINAAN�(MTs. AL MUNIR SEMEMU- PASIRIAN)��OLEH�SRI WAHYUNI, S.Pd.,M.Pd.
SEMEMU, 25 JULI 2022
SEBELUM MEMULAI PROSES PEMBELAJARAN
�1. Menguasai Isi Materi
Sebagai seorang guru, biasanya dituntut tidak hanya untuk bisa menyampaikan materi based on text saja.
2. Sampaikan Secara Sistematis
Salah satu faktor penyebab kurang pahamnya murid terhadap materi yang disampaikan adalah karena tidak sistematisnya bahan ajar yang diberikan.
3. Menguasai Karakteristik Murid
Ada baiknya seorang guru juga dapat mengetahui berbagai karakteristik murid-muridnya. Hal ini juga berguna untuk menghilangkan kebosanan dan rasa ngantuk para pelajar dengan menyuguhkan sesuatu yang berbeda ataupun intermezo lainnya.
4. Menjadikan Diri Sebagai Panutan yang Baik
Para murid yang masih sekolah masih dalam proses pencarian jati diri sehingga mereka akan mencoba mencari siapa tokoh favoritnya dan berniat untuk menduplikasikan apa yang dilihat terhadap diri sendiri. Bila mereka mencontoh orang yang salah, sudah tentu hasilnya akan buruk.
PEMILIHAN MODEL PEMBELAJARAN
1) sifat dari materi yang akan diajarkan,
2) tujuan yang akan dicapai dalam pembelajaran,
3) tingkat kemanpuan peserta didik,
4) jam pelajaran (waktu pelajaran),
5) lingkungan belajar, dan
6) fasilitas penunjang yang tersedia.
GURU HARUS MEMAHAMI DULU MODEL PEMBELAJARAN DAN SINTAK DARI MODEL PEMBELAJARAN YANG AKAN DIPILIH
KUALITAS MODEL PEMBELAJARAN
MODEL PEMBELAJARAN�YANG EFEKTIF
1. EXAMPLES NON EXSAMPES
1. Guru mempersiapkan gambar-gambar sesuai dengan tujuan pembelajaran
2. Guru menempelkan gambar di papan atau ditayangkan melalui OHP
3. Guru memberi petunjuk dan memberi kesempatan pada siswa untuk memperhatikan/menganalisa gambar
4. Melalui diskusi kelompok 2-3 orang siswa, hasil diskusi dari analisa gambar tersebut dicatat pada kertas
5. Tiap kelompok diberi kesempatan membacakan hasil diskusinya
6. Mulai dari komentar/hasil diskusi siswa, guru mulai menjelaskan materi sesuai tujuan yang ingin dicapai
7. Kesimpulan
2. PICTURE AND FICTURE
1. Guru menyampaikan kompetensi yang ingin dicapai
2. Menyajikan materi sebagai pengantar
3. Guru menunjukkan/memperlihatkan gambar-gambar kegiatan berkaitan dengan materi
4. Guru menunjuk/memanggil siswa secara bergantian memasang/mengurutkan gambar-gambar menjadi urutan yang logis
5. Guru menanyakan alasan/dasar pemikiran urutan gambar tersebut
6. Dari alasan/urutan gambar tersebut guru memulai menamkan konsep/materi sesuai dengan kompetensi yang ingin dicapai
7. Kesimpulan/rangkuman
3. NUMBERED HEADS TOGETHER (KEPALA BERNOMOR)
1. Siswa dibagi dalam kelompok, setiap siswa dalam setiap kelompok mendapat nomor
2. Guru memberikan tugas dan masing-masing kelompok mengerjakannya
3. Kelompok mendiskusikan jawaban yang benar dan memastikan tiap anggota kelompok dapat mengerjakannya/mengetahui jawabannya
4. Guru memanggil salah satu nomor siswa dengan nomor yang dipanggil melaporkan hasil kerjasama mereka
5. Tanggapan dari teman yang lain, kemudian guru menunjuk nomor yang lain
6. Kesimpulan
4. COOPERATIVE SCRIPT
metode belajar dimana siswa bekerja berpasangan dan bergantian secara lisan mengikhtisarkan, bagian-bagian dari materi yang dipelajari
1. Guru membagi siswa untuk berpasangan
2. Guru membagikan wacana/materi tiap siswa untuk dibaca dan membuat ringkasan
3. Guru dan siswa menetapkan siapa yang pertama berperan sebagai pembicara dan siapa yang berperan sebagai pendengar
4. Pembicara membacakan ringkasannya selengkap mungkin, dengan memasukkan ide-ide pokok dalam ringkasannya.
Sementara pendengar :
5. Bertukar peran, semula sebagai pembicara ditukar menjadi pendengar dan sebaliknya. Serta lakukan seperti diatas.
6. Kesimpulan Siswa bersama-sama dengan Guru
7. Penutup
5. KEPALA BERNOMOR STRUKTUR (MODIFIKASI DARI NUMBER HEADS)
1. Siswa dibagi dalam kelompok, setiap siswa dalam setiap kelompok mendapat nomor
2. Penugasan diberikan kepada setiap siswa berdasarkan nomorkan terhadap tugas yang berangkai
Misalnya : siswa nomor satu bertugas mencatat soal. Siswa nomor dua mengerjakan soal dan siswa nomor tiga melaporkan hasil pekerjaan dan seterusnya
3. Jika perlu, guru bisa menyuruh kerja sama antar kelompok.
Siswa disuruh keluar dari kelompoknya dan bergabung bersama beberapa siswa bernomor sama dari kelompok lain.
Dalam kesempatan ini siswa dengan tugas yang sama bisa saling membantu atau mencocokkan hasil kerja sama mereka
4. Laporkan hasil dan tanggapan dari kelompok yang lain
5. Kesimpulan
6. STUDENT TEAMS-ACHIEVEMENT DIVISION (STAD)
TIM SISWA KELOMPOK PRESTASI
1. Membentuk kelompok yang anggotanya 4 orang secara heterogen (campuran menurut prestasi, jenis kelamin, suku, dll)
2. Guru menyajikan pelajaran
3. Guru memberi tugas kepada kelompok untuk dikerjakan oleh anggota-anggota kelompok. Anggotanya yang sudah menguasai menjelaskan pada anggota lainnya sampai semua anggota dalam kelompok itu mengerti
4. Guru memberi kuis/pertanyaan kepada seluruh siswa. Pada saat menjawab kuis tidak boleh saling membantu
5. Memberi evaluasi
6. Kesimpulan
7. JIGSAW (MODEL TIM AHLI)
1. Siswa dikelompokkan ke dalam = 4 anggota tim
2. Tiap orang dalam tim diberi bagian materi yang berbeda
3. Tiap orang dalam tim diberi bagian materi yang ditugaskan
4. Anggota dari tim yang berbeda yang telah mempelajari bagian/sub bab yang sama bertemu dalam kelompok baru (kelompok ahli) untuk mendiskusikan sub bab mereka
5. Setelah selesai diskusi sebagai tim ahli tiap anggota kembali ke kelompok asal dan bergantian mengajar teman satu tim mereka tentang sub bab yang mereka kuasai dan tiap anggota lainnya mendengarkan dengan sungguh-sungguh
6. Tiap tim ahli mempresentasikan hasil diskusi
7. Guru memberi evaluasi
8. Penutup
8. MAKE-A MATCH (MENCARI PASANGAN)
1. Guru menyiapkan beberapa kartu yang berisi beberapa konsep atau topik yang cocok untuk sesi review, sebaliknya satu bagian kartu soal dan bagian lainnya kartu jawaban
2. Setiap siswa mendapat satu buah kartu
3. Tiap siswa memikirkan jawaban/soal dari kartu yang dipegang
4. Setiap siswa mencari pasangan yang mempunyai kartu yang cocok dengan kartunya (soal jawaban)
5. Setiap siswa yang dapat mencocokkan kartunya sebelum batas waktu diberi poin
6. Setelah satu babak kartu dikocok lagi agar tiap siswa mendapat kartu yang berbeda dari sebelumnya
7. Demikian seterusnya
8. Kesimpulan/penutup�
MODEL PEMBELAJARAN ABAD 21
1. Discovery Learning
Adalah suatu model untuk mengembangkan cara belajar siswa yang aktif dan kreatif untuk menemukan sendiri,menyelidiki sendiri,memproses sendiri dan menyimpulkan sendiri,
TUJUAN
Sintak discovery learning
2. Inkuiri Learning�
Adalah model pembelajaran yang mendorong siswa untuk mencari informasi dengan observasi dan eksperimen, pelajar akan mencari jawaban secara mandiri dengan analisis, penyelidikan, menanyakan pertanyaan, meneliti, dan menerjemahkan informasi. Metode ini mendorong pelajar menjadi lebih mandiri, kreatif, kritis, dan analitis.
Letak perbedaan antara inkuiri dan discovery adalah dalam model discovery pengajar juga berperan aktif dalam proses pembelajaran
SINTAK INKUIRY LEARNING
TUJUAN
Mengembangkan kemampuan berfikir secara sistematis, logis dan kritis atau mengembangkan kemampuan intelektual sebagai bagian dari proses mental. Dengan demikian dalam pembelajaran ini siswa tak hanya di tuntut agar menguasai materi pelajaran, akan tetapi bagaimana mereka dapat menggunakan potensi yang dimilikinya secara optimal
3. Problem Solving�
Adalah model belajar dengan melakukan pemecahan masalah. Metode ini pelajar lebih mudah dalam mengingat pembelajaran dan akan terbiasa untuk mencari solusi dari permasalah-permasalahan di sekitarnya.
TUJUAN
SINTAK PROBLEM SOLVING
��4. Project Based Learning�
Adalah model belajar yang berbasis proyek dalam periode waktu tertentu, dimana dalam proses investigasi untuk menyelesaikan proyek tersebut menjadi bagian dari pelajar mendapat pengetahuan dan keterampilan.
Dalam project based learning ini akan membangun kerja sama tim, kreativitas, serta mengasah skill critical thinking, problem solving, dan komunikai pelajar.
TUJUAN
Tujuan yang ingin dicapai oleh PBL adalah kemampuan siswa untuk berpikir kritis,sistematis, dan logis untuk menemukan alternative pemecahan masalah melalui eksplorasi data secara empiris dalam rangka menumbuhkan sikap ilmiah.
SINTAK PROJECT BASED LEARNING
PRAKTEK
1. Model Pembelajaran
2. Metode Pembelajara
PRESENTASI DARI PERWAKILAN RUMPUN MAPEL