1 of 49

Panduan Penggalian Data

BADAN AKREDITASI NASIONAL

PENDIDIKAN ANAK USIA DINI, PENDIDIKAN DASAR, DAN PENDIDIKAN MENENGAH

Pelatihan Calon Pelatih Asesor BAN-PDM

Jakarta, 20 s.d 23 Juni 2024

Instrumen Akreditasi BAN-PDM

2 of 49

Telaah Dokumen/Dokumentasi

Wawancara

Observasi

1

2

3

3 of 49

https://s.id/PanduanAsesor2024

4 of 49

5 of 49

Telaah Dokumen/Dokumentasi

1

6 of 49

Tujuan Telaah Dokumen/Dokumentasi

Dokumen adalah berkas yang tertulis atau tercetak yang dapat dipakai sebagai bukti keterangan (berdasarkan Kamus Besar Bahasa Indonesia).

Dokumentasi adalah hasil dari kegiatan pengumpulan, pemilihan, pengolahan dan penyimpanan informasi serta dapat berupa gambar, kutipan, video dan bahan referensi lain (berdasarkan Kamus Besar Bahasa Indonesia).

Penelaahan dokumen/dokumentasi merujuk pada pencarian informasi tentang kinerja sekolah.

7 of 49

Apa saja jenis dokumen/dokumentasi yang dapat digunakan sebagai bukti?

Anda dapat menggunakan:

1. dokumentasi wajib (yang sudah diunggah oleh sekolah di sispena dan dipelajari saat pra visitasi)

2. dokumentasi pendukung (yang diberikan oleh sekolah saat visitasi sebagai bukti pendukung ataupun yang diminta oleh Anda sebagai bagian dari proses penggalian data).

8 of 49

Telaah informasi yang ditemukan di dokumentasi wajib dan deskripsi kinerja asesi saat pra visitasi dengan menggunakan Lembar Kerja

Butir

Indikator

Rekap Data yang sudah Teridentifikasi

Data yang perlu dikumpulkan saat visitasi

Butir 10. Satuan pendidikan memastikan terbangunnya iklim kebinekaan bagi peserta didik, pendidik, dan tenaga kependidikan.

Indikator kinerja 1. membangun sikap menghargai keberagaman peserta didik.

Bukti dari Dokumentasi wajib (KSP):

  • tujuan pembelajaran dalam kurikulum sekolah dasar Mutiara secara eksplisit sudah berisikan muatan ini
  • visi misi secara eksplisit menyatakan bahwa nilai yang dibangun pada murid termasuk nilai toleransi dan empatik

9 of 49

Identifikasi bukti yang perlu ditemukan

saat visitasi pada kolom keempat

A. Butir

B. Indikator

C. Rekap Data yang sudah Teridentifikasi

D. Data yang perlu dikumpulkan saat visitasi

Butir 10. Satuan pendidikan memastikan terbangunnya iklim kebinekaan bagi peserta didik, pendidik, dan tenaga kependidikan.

Indikator kinerja 1. membangun sikap menghargai keberagaman peserta didik.

Bukti dari Dokumentasi wajib (KSP):

  1. tujuan pembelajaran dalam kurikulum sekolah dasar Mutiara secara eksplisit sudah berisikan muatan ini
  2. visi misi secara eksplisit menyatakan bahwa nilai yang dibangun pada murid termasuk nilai toleransi dan empatik

Dokumen/dokumentasi:

  1. hasil karya murid yang menunjukkan dampak dari proses pembelajaran dan atau RPP guru
  2. RKT atau dokumentasi yang menunjukkan adanya program/kegiatan yang membangun sikap menghargai keberagaman murid

Wawancara dengan 3 siswa: (pilih secara acak dari daftar peserta didik yang ada di Sispena)

Observasi: interaksi yang terjadi antara pendidik dan murid

10 of 49

Wawancara

2

11 of 49

Tujuan Wawancara

dengan Sekolah

Wawancara adalah salah satu metode pengumpulan data yang sering digunakan dalam penelitian, baik kualitatif maupun kuantitatif.

Wawancara adalah proses komunikasi antara pewawancara dan responden yang bertujuan untuk mendapatkan informasi tertentu dari responden - dan dalam konteks akreditasi, informasi dari perwakilan dari sekolah yang sedang diakreditasi.

Proses wawancara digunakan untuk:

1. melakukan konfirmasi terhadap bukti yang sudah diunggah melalui Sispena

2. memahami lebih lanjut kinerja sekolah dalam menyediakan layanan pendidikan.

12 of 49

Yang perlu diperhatikan

saat melakukan wawancara

Ingatlah bahwa:

  1. Sekolah adalah partner dalam melakukan visitasi;
  2. Sekolah adalah pemilik dari semua data yang diperlukan untuk memastikan tugas asesor terlaksana dengan baik dan sesuai penugasan; dan
  3. Sekolah adalah pendidik dan tenaga kependidikan yang perlu dan berhak untuk dihargai dan dihormati.

Hindari mindset berikut:

• Sekolah adalah “tersangka” yang perlu dipertanyakan kinerjanya;

13 of 49

Perilaku penting

dalam memulai wawancara

  • Pastikan untuk membuat asesi merasa nyaman atas kedatangan Anda.

  • Ingatlah bahwa salah satu tugas Anda adalah membuat pengalaman mengikuti akreditasi itu, menyenangkan bagi sekolah.

14 of 49

Perilaku penting

dalam memulai wawancara

Sangat disarankan Anda menunjukkan perilaku berikut:

  • Menyapa dengan baik dan penuh rasa hormat.
  • Masuk ke ruang wawancara setelah disilakan untuk masuk dan duduk, kemudian mengucapkan terimakasih dan menyampaikan penghargaan atas kesiapan ruangan yang tersedia.
  • Perkenalkan diri dengan baik (tidak sombong dan hindari penyampaian pengalaman dalam melakukan asesmen, dan hal-hal lain yang berpotensi membuat asesi merasa terintimidasi atau rendah diri)
  • Tidak meminta asesi menyediakan hal-hal untuk kepentingan pribadi – di luar kedinasan. Tolak jika ditawarkan.

15 of 49

Perilaku penting

dalam memulai wawancara

Sangat disarankan Anda menunjukkan perilaku berikut:

  • Bersuara normal sehingga membuat asesi nyaman, suara keras atau bernada tinggi akan membuat asesi tidak nyaman, akibatnya Anda tidak akan mendapatkan data yang Anda perlukan.
  • Menggunakan kata-kata yang mencerminkan kesopanan, seperti: tolong, permisi, maaf, dan terima kasih.
  • Sampaikan penghargaan atas hal-hal yang disediakan (dokumen, sertifikat, dll., termasuk menghargai hidangan yang disediakan, meskipun hanya berupa air dan kudapan sederhana)

16 of 49

Setelah sekolah siap

untuk melakukan wawancara

  • Sampaikan terimakasih atas kesediaannya diwawancara.
  • Tanyakan kabarnya dan apa aktivitas sehari-hari di sekolah.
  • Ada baiknya menyampaikan nama panggilan agar lebih akrab.
  • Tanyakan apakah asesi sudah mendapatkan kejelasan tentang tugas asesor, fungsi akreditasi, atau tujuan visitasi
  • Jika belum, jelaskan dengan singkat dan sederhana, sehingga asesi mengerti dengan jelas.

17 of 49

Beberapa catatan

Dalam menggali data, ingatlah bahwa penting untuk membuat asesi nyaman dalam menjawab pertanyaan-pertanyaan dari Anda.

Tidak menggunakan kata, kalimat, atau komentar yang menghakimi, merendahkan, atau membuat asesi terpojok. Misalnya, hindari kalimat-kalimat berikut:

“Ooo.... Baru ini ya datanya; atau “Oo.. Cuma ini saja kinerjanya”

“Kok tidak diupayakan lebih?”

“Mengapa hanya ini kinerjanya/datanya?”

“Saya merasa bukti ini tidak cukup”

“Sekolah sudah lama berdiri kok kemajuannya lambat sekali”;

dan lain-lain..

18 of 49

Hindari “pemaksaan” pertanyaan

dalam upaya penggalian data.

19 of 49

Bagaimana menggali data

melalui pertanyaan wawancara?

Bagian ini menyajikan sejumlah pertanyaan yang dapat Anda gunakan untuk memahami kinerja sekolah.

Untuk setiap butirnya, tersedia dua kolom.

Kolom kiri berisikan daftar pertanyaan yang dapat Anda gunakan;

sedangkan kolom kanan berisikan alternatif cara bertanya yang bertujuan agar proses wawancara bersifat mengalir seperti suatu percakapan dan bukan interogasi.

Gunakan narasi berikut sesuai konteks, atau ketika tepat.

20 of 49

21 of 49

Observasi

3

22 of 49

Tujuan Observasi dengan Sekolah?

Proses observasi digunakan untuk mengkonfirmasi kinerja sekolah dalam menyediakan layanan berdasarkan kondisi yang teramati.

Observasi terhadap lingkungan belajar disarankan dilakukan pada hari kedua setelah Anda mendapatkan informasi yang memadai melalui proses penelaahan dokumen atau dokumentasi, serta wawancara.

Observasi hanya perlu dilakukan untuk membuktikan kinerja sekolah pada sejumlah butir yang relevan.

23 of 49

Observasi untuk butir 10

Butir 10

Satuan pendidikan memastikan terbangunnya iklim kebhinekaan bagi peserta didik, pendidik, dan tenaga kependidikan

Indikator

1

Membangun sikap positif terhadap keberagaman (termasuk kesetaraan jender) pada pelajar melalui pembelajaran dan program kegiatan lainnya.

2

Memiliki kebijakan yang menghargai keberagaman pendidik, tenaga kependidikan, dan peserta didik

3

Memiliki kebijakan yang menghargai kesetaraan jender pendidik, tenaga kependidikan dan peserta didik.

24 of 49

Observasi untuk butir 1

Bagaimana menggali data secara lebih spesifik melalui observasi untuk mengetahui kinerja sekolah dalam menyelenggarakan layanan?

Observasi untuk butir 1

  • Amati interaksi antara pendidik dan murid.
  • Apakah murid terlihat nyaman dalam mengutarakan pertanyaan?
  • Apakah murid merasa nyaman untuk menggunakan berbagai bahan ajar di kelas yang membantu proses belajarnya?
  • Bagaimana intonasi yang digunakan pendidik?
  • Apakah diksi yang digunakan oleh pendidik mencerminkan rasa menghargai atau justru menghakimi?

25 of 49

Bagaimana mendokumentasikan

hasil observasi?

Asesor dapat merekap catatannya pada lembar catatan asesor untuk kemudian menjadi salah satu bahan untuk menyusun rasional penilaian mengenai keterpenuhan suatu indikator. Lembar ini dapat diunduh oleh asesor di Sispena dan digunakan sebagai lembar kerja.

Butir

Indikator

Rekap Dokumen/Dokumentasi yang digunakan sebagai bukti

Rekap Hasil Wawancara

Rekap hasil observasi

[Isi dengan Butir yang sedang ditelaah]

[Isi dengan indikator kinerja yang sedang ditelaah]

[Daftar dokumentasi berupa foto/video yang menjadi dasar asesor dalam menentukan keterpenuhan indikator.

Bagian spesifik dari dokumentasi yang relevan sebagai bukti, dapat Anda unggah di Sispena]

[data hasil wawancara]

26 of 49

Latihan Wawancara

Hadir Seutuhnya - Mendengarkan Aktif - Pertanyaan Berbobot

27 of 49

Mendengar dan Bertanya

Kemampuan untuk fokus pada apa yang dikatakan oleh asesi dan memahami keseluruhan makna bahkan yang tidak terucapkan

Pertanyaan berbobot lahir dari mendengarkan. Menggunakan bentuk pertanyaan terbuka akan membuat pihak yang diajak bicara dapat menjabarkan peristiwa yang sesungguhnya terjadi

Mendengarkan

Aktif

Mengajukan

Pertanyaan Berbobot

Kemampuan untuk hadir utuh bagi asesi dimana badan pikiran hati selaras saat sedang melakukan wawancara. Bersikap terbuka, sabar, dan ingin tahu lebih banyak

Hadir Seutuhnya

28 of 49

HADIR SEUTUHNYA

Hadir Utuh

Badan, Pikiran, Hati Selaras

Kesadaran Diri

Terbuka

Sabar

Ingin Tahu

29 of 49

Penyebab tidak

Mendengar

Asumsi

Asosiasi

Judgment/Melabel

sudah mempunyai anggapan tertentu tentang suatu situasi

mengaitkan dengan pengalaman pribadi

memberi label pada seseorang dalam situasi tertentu

30 of 49

MENDENGARKAN AKTIF

Fokus pada Apa yang Dikatakan

Memahami Keseluruhan Makna yang Tidak Terucapkan

Asumsi

Judgment/�Melabel

Asosiasi

PENYEBAB TIDAK MENDENGAR

31 of 49

MENGAJUKAN PERTANYAAN BERBOBOT

Lahir dari Mendengarkan

Pertanyaan�Terbuka

Mengajak untuk Merenung, Menggali, Mengingat, Mengaitkan

Saat yang Tepat

(Apa? Bagaimana? Seberapa?)�Bukan �(Kenapa? Mengapa? Apakah? Sudahkah? atau Pertanyaan dengan Jawaban Ya dan Tidak)

32 of 49

Pertanyaan Berbobot

Pertanyaan lahir dari mendengarkan

Pertanyaan Terbuka

Pertanyaan yang mendalam dan bermakna muncul dari proses mendengarkan dengan penuh perhatian dan empati. Mendengarkan aktif membantu asesor memahami konteks dan detail penting, sehingga memungkinkan asesor mengajukan pertanyaan yang relevan dan menggali informasi lebih dalam

Membuat orang yang diajak bicara menggali, mengingat, mengaitkan, dan menjawab peristiwa yang terjadi sesungguhnya

Bentuk pertanyaan terbuka menggunakan kata APA-Bagaimana-Seberapa. Tidak menggunakan kata KENAPA atau MENGAPA. Bukan Pertanyaan tertutup dengan awalan Apakah, Sudahkah, Apa sudah., dan pertanyaan yang dijawab dengan Ya atau Tidak

33 of 49

Mendengarkan dan Bertanya

dengan RASA

34 of 49

MENDENGARKAN DAN BERTANYA DENGAN RASA

Receive

(terima)

Acknowledge

(beri tanda)

Summarize

(rangkum)

Ask

(tanya)

Model mendengarkan yang dikembangkan oleh Julian Treasure

R

A

S

A

35 of 49

R

A

S

A

MENDENGARKAN DAN BERTANYA DENGAN RASA

R-Recieve (Terima)

A-Acknowledge (Beri Tanda)

S-Summarize (Rangkum)

A-Ask (Bertanya)

Model mendengarkan yang dikembangkan oleh Julian Treasure

36 of 49

Menangkap kata kunci - kata-kata yang diucapkan asesi

CIRI-CIRI KATA KUNCI:

    • diucapkan berulang-ulang
    • diucapkan dengan intonasi tertentu
    • berupa kata yang aneh/metafora/analogi
    • tertangkap ada emosi saat diucapkan
    • menggambarkan kondisi perasaan/pemikiran dia saat itu
    • diucapkan setelah "tapi" atau "namun".

RECEIVE (Terima)

37 of 49

Acknowledge (Beri Tanda)

    • Memberi tanda/sinyal bahwa kita mendengarkan
    • Dengan anggukan, dengan kontak mata
    • Jika percakapan dilakukan secara daring, bisa dengan mengatakan

"O..", "Ya..".

    • Memberikan perhatian penuh pada pihak yang diinterview.
    • Tidak sibuk mencatat
    • Tidak terganggu dengan situasi lain

38 of 49

    • Saat asesi selesai bercerita, rangkum untuk memastikan pemahaman kita sama
    • Gunakan kata kunci
    • Digunakan juga untuk merangkum potongan-potongan informasi yang telah didapatkan sebelum ini.
    • Mintakan konfirmasi dari asesi apakah rangkuman kita betul

Summarize (Rangkum)

39 of 49

Ask (Tanya)

    • Berdasarkan yang kita dengar dan hasil merangkum (summarizing), ajukan pertanyaan yang membuat pemahaman asesor lebih dalam tentang situasinya
    • Pertanyaan harus merupakan hasil mendengarkan - mengandung penggalianatas kata kunci yang sudah dikonfirmasi
    • Dalam format pertanyaan terbuka: menggunakan apa, bagaimana, seberapa, kapan, siapa atau di mana.
    • Jangan gunakan ‘mengapa’ atau ‘apakah’ atau ‘sudahkah’.

40 of 49

MARI KITA BERLATIH BERTANYA

41 of 49

  1. Membangun sikap menghargai keberagaman peserta didik

Catatan: Indikator kinerja hanya fokus terhadap peserta didik

Bukti

  1. Melalui telaah dokumen diperoleh bukti yang menunjukkan adanya program/kegiatan/pembelajaran yang membangun sikap menghargai keberagaman siswa, seperti: kegiatan festival budaya, pertandingan antar kelas (class meeting), saling kunjung dengan sekolah lain, dan sebagainya
  2. Melalui wawancara dengan minimal 3 siswa mereka dapat menceritakan contoh-contoh sikap menghargai keberagaman antar peserta didik yang diterapkan sekolah.
  3. Melalui observasi ditemukan fakta bahwa sekolah membangun sikap menghargai keberagaman peserta didik
  4. Dapat ditambah bukti lain yang dirasa memadai sebagai dasar penilaian keterpenuhan indikator

Acuan Pembuktian Indikator: Iklim lingkungan belajar

Butir 10 : Satuan Pendidikan memastikan terbangunnya iklim kebinekaan bagi peserta didik, pendidik, dan tenaga kependidikan

42 of 49

2. mengenali keberagaman profil pendidik, tenaga kependidikan, dan peserta didik.

Bukti

  1. Melalui telaah dokumen diperoleh bukti berupa data demografi siswa dan guru yang meliputi keragaman, di antaranya jender, suku bangsa, agama, bahasa, sosial-ekonomi, lokasi tempat tinggal, dan lain-lain. 
  2. Melalui wawancara dengan minimal 3 siswa didapatkan informasi bahwa siswa dapat menjelaskan contoh keberagaman di sekolah.
  3. Melalui wawancara dengan pendidik/tenaga kependidikan/orang tua peserta didik diperoleh informasi bahwa keberagaman adalah bagian dari keseharian mereka di sekolah. 
  4. Dapat ditambahkan bukti lain yang dirasa memadai sebagai dasar keterpenuhan indikator.

Acuan Pembuktian Indikator: Iklim

Butir 10 : Satuan Pendidikan memastikan terbangunnya iklim kebinekaan bagi peserta didik, pendidik, dan tenaga kependidikan

43 of 49

BERLATIH BERTANYA

Asesor

Apakah sekolah adik memiliki program atau kegiatan yang tujuannya untuk membuat kamu dan teman2 kamu memahami dan menghargai keberagaman? Jika iya, bisa tolong adik ceritakan salah satu program atau kegiatan tersebut ya.

Siswa (SMP)

Iya, sekolahku punya kegiatan rutin setiap semester untuk merayakan keberagaman budaya. Nah di kegiatan itu saya dan teman2 diminta menunjukkan budaya kita masing2. Bisa lewat makanan, pakaian, dan ada juga yang pertunjukan

Pertanyaan apa lagi yang akan Anda sampaikan?

44 of 49

2. melakukan kegiatan evaluasi kinerja secara berkala kepada pendidik dan tenaga kependidikan.

Bukti

  1. Melalui telaah dokumen diperoleh bukti adanya evaluasi kinerja guru yang terjadi secara berkala dalam 2 tahun terakhir dan didukung oleh jadwal evaluasi kinerja pendidik dan tenaga kependidikan dalam Rencana Kegiatan Tahunan.
  2. Melalui wawancara dengan pendidik, didapatkan informasi bahwa pendidik mengalami proses evaluasi kinerja secara berkala yang dilakukan oleh kepala sekolah
  3. Dapat ditambahkan bukti lain yang dirasa memadai sebagai dasar keterpenuhan indikator.

Acuan Pembuktian Indikator: Kepala Sekolah

Butir 5: Kepala satuan pendidikan menerapkan budaya refleksi untuk perbaikan pembelajaran, serta melakukan evaluasi kinerja untuk menyusun rencana pengembangan profesional bagi pendidik dan tenaga kependidikan.

45 of 49

BERLATIH BERTANYA

Asesor

Bisa Anda ceritakan tentang bagaimana proses evaluasi kinerja yang Anda alami di sekolah ini?

Asesi (Guru)

Tentu, proses evaluasi kinerja di sekolah ini dilakukan secara berkala oleh kepala sekolah. Biasanya, evaluasi ini dilakukan setiap semester. Dalam evaluasi ini, kepala sekolah melihat berbagai aspek dari pekerjaan kami sebagai pendidik, termasuk metode pengajaran, interaksi dengan siswa, serta pengembangan profesional.

Pertanyaan apa lagi yang akan Anda sampaikan?

46 of 49

Wawancara Asesor pada:

  1. Kepala sekolah
  2. Guru
  3. Orangtua Murid
  4. Siswa

47 of 49

Mulai di Menit 8: 33

48 of 49

48

Mari belajar bersama

BADAN AKREDITASI NASIONAL

PENDIDIKAN ANAK USIA DINI, PENDIDIKAN DASAR, DAN PENDIDIKAN MENENGAH

49 of 49

49

Mari belajar bersama

BADAN AKREDITASI NASIONAL

PENDIDIKAN ANAK USIA DINI, PENDIDIKAN DASAR, DAN PENDIDIKAN MENENGAH