Panduan Penggalian Data
BADAN AKREDITASI NASIONAL
PENDIDIKAN ANAK USIA DINI, PENDIDIKAN DASAR, DAN PENDIDIKAN MENENGAH
Pelatihan Calon Pelatih Asesor BAN-PDM
Jakarta, 20 s.d 23 Juni 2024
Instrumen Akreditasi BAN-PDM
Telaah Dokumen/Dokumentasi
Wawancara
Observasi
1
2
3
https://s.id/PanduanAsesor2024
Telaah Dokumen/Dokumentasi
1
Tujuan Telaah Dokumen/Dokumentasi
Dokumen adalah berkas yang tertulis atau tercetak yang dapat dipakai sebagai bukti keterangan (berdasarkan Kamus Besar Bahasa Indonesia).
Dokumentasi adalah hasil dari kegiatan pengumpulan, pemilihan, pengolahan dan penyimpanan informasi serta dapat berupa gambar, kutipan, video dan bahan referensi lain (berdasarkan Kamus Besar Bahasa Indonesia).
Penelaahan dokumen/dokumentasi merujuk pada pencarian informasi tentang kinerja sekolah.
Apa saja jenis dokumen/dokumentasi yang dapat digunakan sebagai bukti?
Anda dapat menggunakan:
1. dokumentasi wajib (yang sudah diunggah oleh sekolah di sispena dan dipelajari saat pra visitasi)
2. dokumentasi pendukung (yang diberikan oleh sekolah saat visitasi sebagai bukti pendukung ataupun yang diminta oleh Anda sebagai bagian dari proses penggalian data).
Telaah informasi yang ditemukan di dokumentasi wajib dan deskripsi kinerja asesi saat pra visitasi dengan menggunakan Lembar Kerja
Butir | Indikator | Rekap Data yang sudah Teridentifikasi | Data yang perlu dikumpulkan saat visitasi |
Butir 10. Satuan pendidikan memastikan terbangunnya iklim kebinekaan bagi peserta didik, pendidik, dan tenaga kependidikan. | Indikator kinerja 1. membangun sikap menghargai keberagaman peserta didik. | Bukti dari Dokumentasi wajib (KSP):
| |
Identifikasi bukti yang perlu ditemukan
saat visitasi pada kolom keempat
A. Butir | B. Indikator | C. Rekap Data yang sudah Teridentifikasi | D. Data yang perlu dikumpulkan saat visitasi |
Butir 10. Satuan pendidikan memastikan terbangunnya iklim kebinekaan bagi peserta didik, pendidik, dan tenaga kependidikan. | Indikator kinerja 1. membangun sikap menghargai keberagaman peserta didik. | Bukti dari Dokumentasi wajib (KSP):
| Dokumen/dokumentasi:
Wawancara dengan 3 siswa: (pilih secara acak dari daftar peserta didik yang ada di Sispena) Observasi: interaksi yang terjadi antara pendidik dan murid |
Wawancara
2
Tujuan Wawancara
dengan Sekolah
Wawancara adalah salah satu metode pengumpulan data yang sering digunakan dalam penelitian, baik kualitatif maupun kuantitatif.
Wawancara adalah proses komunikasi antara pewawancara dan responden yang bertujuan untuk mendapatkan informasi tertentu dari responden - dan dalam konteks akreditasi, informasi dari perwakilan dari sekolah yang sedang diakreditasi.
Proses wawancara digunakan untuk:
1. melakukan konfirmasi terhadap bukti yang sudah diunggah melalui Sispena
2. memahami lebih lanjut kinerja sekolah dalam menyediakan layanan pendidikan.
Yang perlu diperhatikan
saat melakukan wawancara
Ingatlah bahwa:
Hindari mindset berikut:
• Sekolah adalah “tersangka” yang perlu dipertanyakan kinerjanya;
Perilaku penting
dalam memulai wawancara
Perilaku penting
dalam memulai wawancara
Sangat disarankan Anda menunjukkan perilaku berikut:
Perilaku penting
dalam memulai wawancara
Sangat disarankan Anda menunjukkan perilaku berikut:
Setelah sekolah siap
untuk melakukan wawancara
Beberapa catatan
Dalam menggali data, ingatlah bahwa penting untuk membuat asesi nyaman dalam menjawab pertanyaan-pertanyaan dari Anda.
Tidak menggunakan kata, kalimat, atau komentar yang menghakimi, merendahkan, atau membuat asesi terpojok. Misalnya, hindari kalimat-kalimat berikut:
“Ooo.... Baru ini ya datanya; atau “Oo.. Cuma ini saja kinerjanya”
“Kok tidak diupayakan lebih?”
“Mengapa hanya ini kinerjanya/datanya?”
“Saya merasa bukti ini tidak cukup”
“Sekolah sudah lama berdiri kok kemajuannya lambat sekali”;
dan lain-lain..
Hindari “pemaksaan” pertanyaan
dalam upaya penggalian data.
Bagaimana menggali data
melalui pertanyaan wawancara?
Bagian ini menyajikan sejumlah pertanyaan yang dapat Anda gunakan untuk memahami kinerja sekolah.
Untuk setiap butirnya, tersedia dua kolom.
Kolom kiri berisikan daftar pertanyaan yang dapat Anda gunakan;
sedangkan kolom kanan berisikan alternatif cara bertanya yang bertujuan agar proses wawancara bersifat mengalir seperti suatu percakapan dan bukan interogasi.
Gunakan narasi berikut sesuai konteks, atau ketika tepat.
Observasi
3
Tujuan Observasi dengan Sekolah?
Proses observasi digunakan untuk mengkonfirmasi kinerja sekolah dalam menyediakan layanan berdasarkan kondisi yang teramati.
Observasi terhadap lingkungan belajar disarankan dilakukan pada hari kedua setelah Anda mendapatkan informasi yang memadai melalui proses penelaahan dokumen atau dokumentasi, serta wawancara.
Observasi hanya perlu dilakukan untuk membuktikan kinerja sekolah pada sejumlah butir yang relevan.
Observasi untuk butir 10
Butir 10 | Satuan pendidikan memastikan terbangunnya iklim kebhinekaan bagi peserta didik, pendidik, dan tenaga kependidikan | ||
Indikator | | ||
1 | Membangun sikap positif terhadap keberagaman (termasuk kesetaraan jender) pada pelajar melalui pembelajaran dan program kegiatan lainnya. | | |
2 | Memiliki kebijakan yang menghargai keberagaman pendidik, tenaga kependidikan, dan peserta didik | | |
3 | Memiliki kebijakan yang menghargai kesetaraan jender pendidik, tenaga kependidikan dan peserta didik. | | |
Observasi untuk butir 1
Bagaimana menggali data secara lebih spesifik melalui observasi untuk mengetahui kinerja sekolah dalam menyelenggarakan layanan?
Observasi untuk butir 1 |
|
Bagaimana mendokumentasikan
hasil observasi?
Asesor dapat merekap catatannya pada lembar catatan asesor untuk kemudian menjadi salah satu bahan untuk menyusun rasional penilaian mengenai keterpenuhan suatu indikator. Lembar ini dapat diunduh oleh asesor di Sispena dan digunakan sebagai lembar kerja.
Butir | Indikator | Rekap Dokumen/Dokumentasi yang digunakan sebagai bukti | Rekap Hasil Wawancara | Rekap hasil observasi |
[Isi dengan Butir yang sedang ditelaah] | [Isi dengan indikator kinerja yang sedang ditelaah] | [Daftar dokumentasi berupa foto/video yang menjadi dasar asesor dalam menentukan keterpenuhan indikator. Bagian spesifik dari dokumentasi yang relevan sebagai bukti, dapat Anda unggah di Sispena] | [data hasil wawancara] | |
Latihan Wawancara
Hadir Seutuhnya - Mendengarkan Aktif - Pertanyaan Berbobot
Mendengar dan Bertanya
Kemampuan untuk fokus pada apa yang dikatakan oleh asesi dan memahami keseluruhan makna bahkan yang tidak terucapkan
Pertanyaan berbobot lahir dari mendengarkan. Menggunakan bentuk pertanyaan terbuka akan membuat pihak yang diajak bicara dapat menjabarkan peristiwa yang sesungguhnya terjadi
Mendengarkan
Aktif
Mengajukan
Pertanyaan Berbobot
Kemampuan untuk hadir utuh bagi asesi dimana badan pikiran hati selaras saat sedang melakukan wawancara. Bersikap terbuka, sabar, dan ingin tahu lebih banyak
Hadir Seutuhnya
HADIR SEUTUHNYA
Hadir Utuh
Badan, Pikiran, Hati Selaras
Kesadaran Diri
Terbuka
Sabar
Ingin Tahu
Penyebab tidak
Mendengar
Asumsi
Asosiasi
Judgment/Melabel
sudah mempunyai anggapan tertentu tentang suatu situasi
mengaitkan dengan pengalaman pribadi
memberi label pada seseorang dalam situasi tertentu
MENDENGARKAN AKTIF
Fokus pada Apa yang Dikatakan
Memahami Keseluruhan Makna yang Tidak Terucapkan
Asumsi
Judgment/�Melabel
Asosiasi
PENYEBAB TIDAK MENDENGAR
MENGAJUKAN PERTANYAAN BERBOBOT
Lahir dari Mendengarkan
Pertanyaan�Terbuka
Mengajak untuk Merenung, Menggali, Mengingat, Mengaitkan
Saat yang Tepat
(Apa? Bagaimana? Seberapa?)�Bukan �(Kenapa? Mengapa? Apakah? Sudahkah? atau Pertanyaan dengan Jawaban Ya dan Tidak)
Pertanyaan Berbobot
Pertanyaan lahir dari mendengarkan
Pertanyaan Terbuka
Pertanyaan yang mendalam dan bermakna muncul dari proses mendengarkan dengan penuh perhatian dan empati. Mendengarkan aktif membantu asesor memahami konteks dan detail penting, sehingga memungkinkan asesor mengajukan pertanyaan yang relevan dan menggali informasi lebih dalam
Membuat orang yang diajak bicara menggali, mengingat, mengaitkan, dan menjawab peristiwa yang terjadi sesungguhnya
Bentuk pertanyaan terbuka menggunakan kata APA-Bagaimana-Seberapa. Tidak menggunakan kata KENAPA atau MENGAPA. Bukan Pertanyaan tertutup dengan awalan Apakah, Sudahkah, Apa sudah., dan pertanyaan yang dijawab dengan Ya atau Tidak
Mendengarkan dan Bertanya
dengan RASA
MENDENGARKAN DAN BERTANYA DENGAN RASA
Receive
(terima)
Acknowledge
(beri tanda)
Summarize
(rangkum)
Ask
(tanya)
Model mendengarkan yang dikembangkan oleh Julian Treasure
R
A
S
A
R
A
S
A
MENDENGARKAN DAN BERTANYA DENGAN RASA
R-Recieve (Terima)
A-Acknowledge (Beri Tanda)
S-Summarize (Rangkum)
A-Ask (Bertanya)
Model mendengarkan yang dikembangkan oleh Julian Treasure
Menangkap kata kunci - kata-kata yang diucapkan asesi
CIRI-CIRI KATA KUNCI:
RECEIVE (Terima)
Acknowledge (Beri Tanda)
"O..", "Ya..".
Summarize (Rangkum)
Ask (Tanya)
MARI KITA BERLATIH BERTANYA
Catatan: Indikator kinerja hanya fokus terhadap peserta didik | Bukti
|
Acuan Pembuktian Indikator: Iklim lingkungan belajar
Butir 10 : Satuan Pendidikan memastikan terbangunnya iklim kebinekaan bagi peserta didik, pendidik, dan tenaga kependidikan
2. mengenali keberagaman profil pendidik, tenaga kependidikan, dan peserta didik. | Bukti
|
Acuan Pembuktian Indikator: Iklim
Butir 10 : Satuan Pendidikan memastikan terbangunnya iklim kebinekaan bagi peserta didik, pendidik, dan tenaga kependidikan
BERLATIH BERTANYA
Asesor
Apakah sekolah adik memiliki program atau kegiatan yang tujuannya untuk membuat kamu dan teman2 kamu memahami dan menghargai keberagaman? Jika iya, bisa tolong adik ceritakan salah satu program atau kegiatan tersebut ya.
Siswa (SMP)
Iya, sekolahku punya kegiatan rutin setiap semester untuk merayakan keberagaman budaya. Nah di kegiatan itu saya dan teman2 diminta menunjukkan budaya kita masing2. Bisa lewat makanan, pakaian, dan ada juga yang pertunjukan
Pertanyaan apa lagi yang akan Anda sampaikan?
2. melakukan kegiatan evaluasi kinerja secara berkala kepada pendidik dan tenaga kependidikan. | Bukti
|
Acuan Pembuktian Indikator: Kepala Sekolah
Butir 5: Kepala satuan pendidikan menerapkan budaya refleksi untuk perbaikan pembelajaran, serta melakukan evaluasi kinerja untuk menyusun rencana pengembangan profesional bagi pendidik dan tenaga kependidikan.
BERLATIH BERTANYA
Asesor
Bisa Anda ceritakan tentang bagaimana proses evaluasi kinerja yang Anda alami di sekolah ini?
Asesi (Guru)
Tentu, proses evaluasi kinerja di sekolah ini dilakukan secara berkala oleh kepala sekolah. Biasanya, evaluasi ini dilakukan setiap semester. Dalam evaluasi ini, kepala sekolah melihat berbagai aspek dari pekerjaan kami sebagai pendidik, termasuk metode pengajaran, interaksi dengan siswa, serta pengembangan profesional.
Pertanyaan apa lagi yang akan Anda sampaikan?
Wawancara Asesor pada:
Mulai di Menit 8: 33
48
Mari belajar bersama
BADAN AKREDITASI NASIONAL
PENDIDIKAN ANAK USIA DINI, PENDIDIKAN DASAR, DAN PENDIDIKAN MENENGAH
49
Mari belajar bersama
BADAN AKREDITASI NASIONAL
PENDIDIKAN ANAK USIA DINI, PENDIDIKAN DASAR, DAN PENDIDIKAN MENENGAH