1 of 29

Proses Produksi dan SCM

2 of 29

Tujuan Production Planning

Menjadwalkan produksi secara ekonomis sehingga perusahaan dapat mengirimkan produk kepada customer sesuai dengan tanggal yang dijanjikan dalam arti yang paling efisien.

Input Sumber daya:

Bahan baku, dan komponen

Tenaga Kerja

Mesin dan peralatan

Proses Perencanaan

Proses Pengendalian

Proses Implementasi/Eksekusi

Output:

Value

Waste

3 of 29

Why Plan ?

Karena adanya keterbatasan sumber daya.

Untuk memastikan keseimbangan antara demand dengan sumber daya.

Demand

Resources:

Material

Capacity

4 of 29

Keputusan Terkait Production Planning

5 of 29

Tiga Pendekatan Produksi

Make-to-stock (MTS), item dibuat untuk persediaan untuk mengantisipasi sales order; kebanyakan produk konsumen (seperti sabun, snack) dibuat dengan cara seperti ini.

Make-to-order (MTO), item diproduksi untuk memenuhi spesifikasi dari konsumen, perusahaan sering menggunakan pendekatan ini ketika memproduksi item yang terlalu mahal untuk disimpan sebagai persediaan atau item yang dibuat dan dikonfigurasikan berdasarkan spesifikasi customer (seperti percetakan, pesawat udara, dan peralatan besar industri).

Assembler-to-order, item diproduksi menggunakan kombinasi dari proses MTS dan MTO, produk akhir dirakit berdasarkan order dari komponen MTO (seperti komputer rakitan)

6 of 29

Quiz

Anda masuk kesebuah toko ingin membeli jas, anda tertarik dengan salah satu model yang tersediadan ternyata tersedia ukuran yang pas dengan anda, berdasarkan informasi tersebut diatas, strategy rantai supply dari toko tersebut adalah.

a. Make to Stock

b. Make to Order

c. Engineer to Order

d. Semua yang diatas benar

7 of 29

Quiz

Ternyata setelah diskusi dengan isteri anda, ternyata dia ingin anda mengenakan jas yang khusus untuk suatu acara bergengsi, sehingga dia pergi ke penjahit dan memilih jenis kain khusus, pendekatan rantai suplai untuk jas ini adalah:

a. Make to stock

b. Make to order

c. Make to engineer

d. Semua yang diatas salah

8 of 29

Quiz

Anda dan isteri ingin membeli meja khusus untuk ruang makan, tetapi setelah keliling toko perabot, tidak ditemukan meja yang sesuai. Akhirnya disepakati untuk menempa ke tukang perabot sesuai dengan rancangan dari anda, pendekatan rantai suplai meja diatas adalah:

a. Make to stock

b. Make to order

c. Engineer to order

d. Semua yang diatas salah

9 of 29

Tahapan Production Planning & Control

RCCP 🡪 menguji MPS, RCCP ditampilkan pada suatu Load Profile untuk sumber daya kritis seperti tenaga kerja, mesin dan peralatan, kapasitas gudang, kapasitas pemasok dan part, dan sumber daya keuangan.

CRP 🡪 Penentuan kapasitas yang dibutuhkan sesuai hasil MRP, modifikasi dilakukan dengan lembur, perubahan routing maupun sub kontrak, jika kapasitas yang dapat digunakan tidak mencukupi meskipun telah melakukan modifikasi, perubahan terhadap MPS perlu dilakukan.

10 of 29

Konflik antar Fungsi

Kita harus selalu memiliki persediaan yang mencukupi sehingga tidak ada order deri customer yang dilewatkan

Laju turnover persediaan terlalu rendah, kita perlu menurunkan tingkat persediaan kita lebih rendah 10% tahun ini

Kita perlu memiliki suatu jadwal pengiriman yang lebih baik dari pemasok, terlalu banyak persediaan meningkatkan kerumitan didalam pengaturan aktitas gudang

Saya tidak ingin mesin saya memiliki lebih dari sekali setup perminggu, terlalu banyak perubahan darii customer secara nyata menghancurkan produktivitas kita.

11 of 29

Bad Cross Function Tim

Perubahan teknis tidak dikomunikasikan ke tim lain

Tim Marketing tidak tahu beban dari sistim produksi dan membuat keputusan tanpa diskusi dengan bagian produksi

Informasi material yang terlambat dari pemasok tidak dikomunikasikan dengan fungsi lain

Pada saat pengeluaran persediaan orang gudang sering lupa menginput ke sistem

12 of 29

Studi Kasus�Fitter Snacker’s Manufacturing

Lini Snack bar memproduksi:

  • 200 bars/minute
  • 3,000 lb/hr
  • Lini Produksi beroperasi selama satu shift perhari selama 8 jam
  • Bahan baku dicampur pada salah satu dari empat mixer
  • Mixer dapat memproduksi 4000 lb adonan per-jam
    • Kapasitas cadangan menjaga lini snack bar berhenti jika ada mixer yang rusak
  • 4 lb dari snack dipacking menjadi 24 kotak display, dan 12 kotak dipacking menjadi satu peti
  • Perubahan dari NRG-A ke NRG-B bars membutuhkan 30 menit

13 of 29

Studi Kasus Proses Produksi

Gambaran proses produksi pada perusahaan yang memproduksi Snack

Raw Material Warehouse

Mixer

Mixer

Mixer

Mixer

Form

Bake

Pack

Finished Goods Warehouse

Snack Bar Line

14 of 29

Urutan proses

1. Bahan baku diambil dari warehouse ke salah satu dari empat mixer.

2. Masing-masing mixer membuat adonan 500 lb/batch.

3. Pembuatan adonan membutuhkan waktu 15 menit untuk pencampuran, dan 15 menit untuk unload, clean dan load, sampai kepada batch berikutnya (berapa lama per batch?).

4. Setiap saat hanya 3 mixer yang dioperasikan, dan satunya untuk cadangan kemungkinan breakdown.

Berapa lb total adonan yang dihasilkan/jam?

15 of 29

Urutan proses (lanjutan)

5. Adonan hasir campuran dituang ke suatu penampung. Adonan dibentuk dengan cetakan menjadi batangan dengan berat masing-masing 4 lb.

6. Dengan konveyor batangan dibawa ke oven untuk pembakaran selama 30 menit.

7. Batangan yang keluar dari oven, masing-masing dibungkus dengan pembungkus foil, dan 24 batang diisi ke kotak.

8. Pada akhir produksi dari lini snack bar, kotak ditumpuk pada pallet (untuk order yang banyak, kotak dikarduskan ke kardus pengiriman, dan baru ditumpuk pada pallet)

16 of 29

Urutan Proses

Perubahan produksi snack bar membutuhkan waktu setup 30 menit (membersihkan peralatan, mengganti pembungkus, kotak, kotak pengiriman).

Pada akhir shift, karyawan akan membersihkan peralatan dan mempersiapkan kondisi untuk produksi hari berikutnya untuk menghindari waktu yang habis untuk changeover.

17 of 29

Permasalahan

Perusahaan tidak ada masalah didalam membuat snack bar, tetapi memiliki masalah untuk memutuskan:

1. Berapa banyak bar yang dibuat dan kapan?

2. Permasalahan komunikasi

3. Masalah persediaan, berapa banyak bahan baku yang harus dipesan untuk memenuhi tingkat produksi, dan kapan harus dipesan?

4. Pencatatan akuntansi yang tidak konsisten

Perusahaan yang sukses harus:

1. Membangun suatu rencana produksi yang baik

2. Menjalankan rencana tersebut

3. Membuat penyesuaikan ketika customer demand berbeda dengan forecast.

18 of 29

Permasalahan komunikasi

Sharing informasi antara bagian M/S dengan produksi, dimana meeting M/S sering mengabaikan bagian produksi, terutama terkait dengan rencana promosi yang dapat menyebabkan lonjakan permintaan.

Lonjakan permintaan menyebabkan persediaan habis, sehingga bagian produksi perlu melakukan lembur untuk mengisi kembali, dan menimbulkan biaya yang lebih tinggi.

Peningkatan produksi dapat menyebabkan kekurangan bahan baku, pembungkus, kotak.

Sehingga lonjakan yang tidak terencana menimbulkan frustasi pada bagian produksi, dan meningkatkan biaya serta resiko. (jika hal tersebut tidak ditangani dapat menyebabkan kinerja bagian produksi tidak tercapai). KPI terkait biaya produksi.

19 of 29

Masalah Persediaan

Data persediaan tidak tercatat secara up-to-date, dimana tidak ada informasi persediaan yang telah terjual, tetapi belum dikirim.

Permasalahan timbul ketika ada dua order dalam jumlah besar tiba pada saat yang sama, sehingga menyebabkan persediaan jenis tertentu habis seketika, sehingga perlu segera diproduksi untuk pengisian kembali (switching produksi membutuhkan waktu change over 30 menit)

20 of 29

Masalah Akuntansi... (Lanjutan)

Bagian Produksi dan Akuntansi tidak memiliki cara yang baik untuk menghitung biaya harian. Biaya produksi berdasarkan jumlah bar yang diproduksi setiap harinya.

Untuk tujuan costing, perusahaan menggunakan standard cost yang merupakan normal cost yang dibuat berdasarkan data histori.

Biaya tenaga kerja langsung dan overhead dapat diperkirakan untuk masing-masing batch. Jumlah batch dikali dengan biaya standard masing-masing batch, dan menghasilkan jumlah yang akan dibebankan ke ongkos produksi.

21 of 29

Masalah Akuntansi dan Pembelian

Kebanyakan industri menggunakan standard cost, tetapi metode ini perlu disesuaikan kembali pada setiap periodenya.

Biaya bahan baku dipengaruhi oleh ongkos pembelian yang dapat saja berfluktuasi.

Manager produksi tidak dapat memberikan proyeksi kebutuhan bahan baku yang sebenarnya, sehingga manager pembelian berusaha menumpuk persediaan sebanyak mungkin untuk menghindari kekurangan bahan baku, terutama bahan yang leadtimenya lama.

Ongkos tenaga kerja berfluktuasi karena adanya kebijakan lembur.

22 of 29

Masalah Akuntansi... (Lanjutan)

Bagian produksi dan Accounting secara periode perlu membandingkan standard cost dengan actual cost dan kemudian melakukan penyesuaian untuk perbedaan yang timbul.

Penyesuaian dilakukan setiap bulan, dan kadang-kadang dilakukan pada setiap kuartal, sehingga menyebabkan laporan yang disajikan tidak akurat dari waktu ke waktu.

23 of 29

Quiz

Eksekutif perusahan membuat rencana untuk pabrik baru untuk mengantisipasi pertumbuhan permintaan kedepan dikategorikan sebagai perencanaan:

a. Long range plan

b. Mediun range plan

c. Short range plan

d. Perfomance plan

e. Reduction plan

24 of 29

Quiz

Berikut ini yang bukan merupakan perencanaan strategis jangka panjang?

a. Sasaran kualitas

b. Sasaran Pelayanan konsumen

c. Sasaran keuangan

d. Sasaran Pangsa Pasar

e. Kebutuhan tenaga kerja

25 of 29

Quiz

Berikut ini yang bukan merupakan tujuan dari perencanaan aggregate:

a. Menentukan ukuran persediaan

b. Menentukan total tenaga kerja

c. Menentukan total produksi

d. Menentukan kapasitas jangka panjang

26 of 29

Quiz

Berikut ini yang merupakan karakteristik dari perencanaan aggregate.

a. Merencanakan dan menjadwalkan produksi komponen

b. Menghitung beban pada kebanyakan work center

c. Merencanakan produksi pada family product

d. Menghitung beban pada workcenter bottleneck dan kritikal

e. Merencanakan jadwal pembuatan produk akhir

27 of 29

Quiz

Berikut ini yang merupakan karakteristik dari Rough Cut Capacity Planning.

a. Merencanakan dan menjadwalkan produksi komponen

b. Menghitung beban pada kebanyakan work center

c. Merencanakan produksi pada family product

d. Menghitung beban pada workcenter bottleneck dan kritikal

e. Merencanakan jadwal pembuatan produk akhir

28 of 29

Quiz

Production Activity Control (PAC) berfokus pada:

a. Kebutuhan resources untuk perencanaan kapasitas jangka panjang

b. Pendjadwaln dan pengendalian aktifitas pada lantai produksi,

c. Pembelian item-item standard.

29 of 29

Sekian & Terima Kasih