1 of 24

Program Childcare Benefit

Modul Basic Training Sus Kindercastle�Materi 5- Tahun 2024

Memahami Tumbuh Kembang Balita

2 of 24

Apa saja yang akan Sus pelajari di Materi 5?

  1. Tahap tumbuh kembang balita yang ideal
  2. Menghitung status gizi anak
  3. Faktor yang menyebabkan balita terlihat lebih besar atau kecil
  4. Tips agar balita memiliki tubuh yang sehat
  5. Pola asuh anak yang positif

3 of 24

Sub-Bab 1

Tahap Tumbuh Kembang Balita yang Ideal

4 of 24

  • Ketika anak-anak berada di usia 0-5 tahun adalah masa golden age, artinya balita mengalami pertumbuhan yang sangat pesat.
  • Setiap balita memiliki respon tumbuh kembang yang bervariasi, jadi cukup sulit untuk mengetahui apakah pertumbuhan anak cukup sehat dan optimal pada BB dan TBnya.
  • Masa golden age, anak membutuhkan asupan nutrisi dan gizi yang cukup agar tumbuh kembangnya juga maksimal.
  • Beberapa aspek utama yang diperhatikan untuk tumbuh kembang anak yaitu:
  • Perkembangan fisik : tinggi badan, berat badan, dan lingkar kepala
  • Perkembangan non fisik : kognitif (kemampuan berpikir), bahasa, dan sosial-emosional

Noted!!!

Balita dalam pertumbuhannya masih rentan terhadap virus dan bakteri karena sistem imunnya masih mengalami perkembangan, sehingga bayi 0-2 tahun harus imunisasi lengkap yang bisa diperoleh dari Puskesmas atau rumah sakit secara mandiri.

MASA BALITA = GOLDEN AGE

Sumber artikel : www.alodokter.com, www.halodoc.com

5 of 24

“Imunisasi/vaksinasi adalah vaksin yang dilakukan untuk membangun sistem kekebalan anak. Vaksin menggunakan sejumlah kecil kuman yang mati atau dilemahkan yang menyebabkan penyakit. Imunisasi mempersiapkan tubuh untuk melawan infeksi serius yang mungkin terjadi di masa depan.

Sumber gambar: www.imuni.id

6 of 24

Indikator Pertumbuhan Balita Ideal Laki- laki usia 1- 24 Bulan Berdasarkan BB, TB, dan LK

Sumber gambar: www.imuni.id

A. Perkembangan Fisik (BB, TB, LK)

7 of 24

Indikator Pertumbuhan Balita Ideal Perempuan Usia 1- 24 Bulan Berdasarkan BB, TB, dan LK

Sumber gambar: www.imuni.id

A. Perkembangan Fisik (BB, TB, LK)

8 of 24

Selain kesehatan fisik anak, milestones perkembangan non fisik (kognitif, bahasa, sosial emosional) menjadi hal penting yang harus dipantau setiap waktu. Milestones ini dapat membantu orang tua/pengasuh memantau perkembangan anak.

A. Perkembangan Non Fisik

Sumber gambar: www.imuni.id

9 of 24

  • Perkembangan anak juga melibatkan kemampuan motorik kasar dan halus. Apa perbedaannya? Motorik kasar fokus pada penggunaan menggunakan otot besar seperti berlari, melompat, berjalan dan menjaga keseimbangan. Sementara motorik halus pada aktivitas ketika anak menggunakan otot kecil pada tangan dan pergelangan untuk melakukan gerakan tertentu. 
  • Motorik halus merupakan kemampuan dasar untuk menunjang kehidupan seseorang secara akademik maupun kegiatan sehari-hari. Fungsi motorik halus sangat besar bagi tumbuh kembang anak agar ia mampu mengerjakan tugasnya secara mandiri.

  • Contoh motorik kasar : berlari, melompat, berjalan dan menjaga keseimbangan.

  • Berikut aktivitas motorik halus sebagai berikut :
  • Menulis
  • Menggambar
  • Menyikat gigi
  • Memegang sendok
  • Bermain dengan lilin
  • Mengenakan pakaian sendiri
  • Memainkan instrumen musik
  • Melipat dan menggunting kertas
  • Menyusun balok, lego, atau puzzle
  • Membuka dan menutup pintu atau benda lainnya
  • Memasukkan manik-manik ke dalam benang menjadi aksesoris (meronce)

Sumber artikel: www.althaschool.id

10 of 24

  • Untuk mengetahui apakah seorang anak mengalami keterlambatan perkembangan umum, perlu data / laporan atau keluhan orang tua dan pemeriksaan deteksi dini atau skrining perkembangan pada anak.
  • Secara umum, orang tua sebaiknya mengenal tanda bahaya (red flags) perkembangan anak yang sederhana berikut ini :

Redflags Tumbuh Kembang Balita >> Konsultasikan ke Bidan/DSA segera

Tanda bahaya perkembangan motor kasar:

  • Gerakan yang asimetris atau tidak seimbang misalnya antara anggota tubuh bagian kiri dan kanan.
  • Menetapnya refleks primitif (refleks yang muncul saat bayi) hingga lebih dari usia 6 bulan
  • Hiper/hipotonia atau gangguan tonus otot
  • Hiper/hiporefleksia atau gangguan refleks tubuh
  • Adanya gerakan yang tidak terkontrol

Tanda bahaya gangguan motor halus:

  • Bayi masih menggenggam setelah usia 4 bulan
  • Adanya dominasi satu tangan (handedness) sebelum usia 1 tahun
  • Eksplorasi oral (seperti memasukkan mainan ke dalam mulut) masih sangat dominan setelah usia 14 bulan
  • Perhatian penglihatan yang inkonsisten

Sumber : https://www.idai.or.id/

11 of 24

Tanda bahaya bicara dan bahasa (reseptif):

  • Perhatian atau respons yang tidak konsisten terhadap suara atau bunyi, misalnya saat dipanggil tidak selalu member respons
  • Kurangnya join attention atau kemampuan berbagi perhatian atau ketertarikan dengan orang lain pada usia 20 bulan
  • Sering mengulang ucapan orang lain (membeo) setelah usia 30 bulan

Tanda bahaya gangguan sosio-emosional :

  • 6 bulan: jarang senyum atau ekspresi kesenangan lain
  • 9 bulan: kurang bersuara dan menunjukkan ekspresi wajah
  • 12 bulan: tidak merespon panggilan namanya
  • 15 bulan: belum ada kata
  • 18 bulan: tidak bisa bermain pura-pura
  • 24 bulan: belum ada gabungan 2 kata yang berarti
  • Segala usia: tidak adanya babbling, bicara dan kemampuan bersosialisasi / interaksi

Tanda bahaya gangguan kognitif :

  • 2 bulan: kurangnya fixation
  • 4 bulan: kurangnya kemampuan mata mengikuti gerak benda
  • 6 bulan: belum berespons atau mencari sumber suara
  • 9 bulan: belum babbling seperti mama, baba
  • 24 bulan: belum ada kata berarti
  • 36 bulan: belum dapat merangkai 3 kata

Red flags!!

Sumber : https://www.idai.or.id/

12 of 24

12

Sub-Bab 2

Menghitung

Status Gizi Anak

13 of 24

Cara Menghitung Status Gizi Balita

  • Metode yang digunakan dalam penilaian gizi anak yaitu antropometri. Metode ini terbagi ke dalam beberapa klasifikasi yakni rentang usia, berat badan, dan tinggi badan.
  • Menghitung status gizi anak menggunakan metode antropometri berdasarkan WHO Child Growth Standards untuk anak usia 0-5 tahun, dan The WHO Reference 2007 untuk anak usia 5-18 tahun.

A. Berat Badan Berdasarkan Umur (BB/U)

Variabel ini digunakan untuk mengetahui berat badan anak apakah ideal, kekurangan, atau kelebihan (obesitas). Status gizi :

Berat badan sangat kurang (severely underweight): <- 3 SD

Berat badan kurang (underweight): – 3 SD s/d <- 2 SD

Berat badan ideal: – 2 SD s/d + 1 SD

Risiko berat badan berlebih: > + 1 SD

B. Tinggi Badan Berdasarkan Umur (TB/U)

Variabel ini digunakan untuk mengetahui tinggi badan anak apakah ideal atau justru kurang dari tinggi badan ideal untuk ukuran seusianya. Status gizi :

Sangat pendek (severely stunted): <-3 SD

Pendek (stunted): – 3 SD s/d <- 2 SD

Ideal: – 2 SD s/d + 3 SD

Tinggi: > + 3 SD

14 of 24

Cara Menghitung Status Gizi Balita

C. Berat Badan Berdasarkan Tinggi Badan (BB/TB)

Variabel ini digunakan untuk mengetahui berat badan anak apakah sesuai dengan berat badan yang dimilikinya saat ini. Cara menghitung status gizi :

Gizi buruk (severely wasted): <-3 SD

Gizi kurang (wasted): – 3 SD s/d <- 2 SD

Gizi baik (normal): – 2 SD s/d + 1 SD

Berisiko gizi lebih (possible risk of overweight): + 1 SD s/d + 2 SD

Gizi lebih (overweight): + 2 SD s/d + 3 SD

Obesitas (obese): > + 3 SD

  • Status gizi dipengaruhi oleh 2 faktor, yaitu langsung dan tidak langsung.
  • Faktor langsung yaitu penyakit infeksi, jenis pangan yang yang dikonsumsi baik secara kualitas maupun kuantitas. Faktor tidak langsung antara lain: sosial ekonomi, pendidikan, pengetahuan, pendapatan, pola asuh yang kurang memadai, sanitasi lingkungan yang kurang baik, rendahnya ketahanan pangan tingkat rumah tangga dan perilaku terhadap pelayanan kesehatan.

Sumber :https://doktersehat.com/

15 of 24

Program Childcare Benefit

Sub-Bab 3

Faktor yang Menyebabkan Balita Terlihat Lebih Besar/Kecil

16 of 24

Faktor- faktor yang mempengaruhi balita nampak gemuk/kurus?

Genetik

Tinggi badan orang tua berpengaruh pada tinggi badan balita, tetapi juga bisa dipengaruhi oleh kakek/neneknya.

Nutrisi yang tepat

Pola makan atau nutrisi yang tidak tepat bisa membuat tubuh anak kekurangan gizi dan kalori yang dibutuhkannya tubuhnya untuk tumbuh.

Masalah Hormon Pertumbuhan

Terlalu banyak hormon pada balita akan menyebabkan anak tumbuh lebih cepat, namun jika kekurangan akan terhambat pertumbuhannya.

Sumber artikel : https://www.halodoc.com

17 of 24

Penyakit Sistemik

Anak yang memiliki kondisi kesehatan kronis atau penyakit jangka panjang, mungkin terhambat tumbuh pada tingkat rata-rata. Karena nutrisi “terbakar” melawan penyakit, atau karena seorang anak merasa terlalu tidak sehat untuk menerima kalori yang cukup.

Kesehatan Ibu Selama Hamil

Ibu hamil yang merokok, menggunakan obat-obatan, atau tidak memiliki pola makan yang baik selama kehamilan, kemungkinan besar akan melahirkan bayi yang kecil. Sementara Ibu hamil bertambah banyak BB selama kehamilan atau mengidap diabetes gestasional, kemungkinan besar akan melahirkan bayi yang lebih besar.

Jenis Kelamin Bayi

Bayi perempuan biasanya sedikit lebih kecil (panjang dan berat) saat lahir dibandingkan bayi laki-laki.

Sumber artikel : https://www.halodoc.com

18 of 24

ASI atau Susu Formula

Pada tahun pertamanya, bayi yang diberi ASI bertambah berat badan lebih lambat dibandingkan bayi yang diberi susu formula. Untuk beberapa bulan pertama, bayi yang diberi ASI sebenarnya tumbuh lebih cepat, tapi pada usia 3 bulan hal ini akan berubah. Kemudian pada usia 2 tahun, berat bayi yang diberi ASI dan susu formula hampir sama.

Pola Tidur

Percepatan pertumbuhan pada balita juga terkait dengan pola dan kualitas tidurnya. Sebuah studi menemukan bahwa tidur lebih banyak secara langsung meningkatkan kemungkinan balita tumbuh lebih cepat. Faktanya, lonjakan pertumbuhan terjadi pada waktu 48 jam setelah tidur siang.

Sumber artikel : https://www.halodoc.com

19 of 24

Sub-Bab 4

Tips Balita Memiliki Tubuh yang Sehat

Doc. Kindercastle (2024)��

20 of 24

Agar kesehatan tubuh balita senantiasa terjaga, berikut beberapa cara yang bisa Sus pengasuh dapat lakukan:

  1. Beri balita air putih dan susu biasa sebagai pengganti minuman manis.
  2. Anak mungkin menjadi pemilih makanan dan pilihannya tidak menentu. Namun, pastikan untuk menawarkan pilihan makanan sehat dan biarkan dia memilih apa yang diinginkannya. Teruslah mencoba makanan baru, mungkin perlu waktu bagi balita untuk belajar menyukai setiap makanan berbeda.
  3. Batasi atau hindari sama sekali anak melihat layar gadget atau TV. Balita tampaknya akan terus aktif, berlari, menendang, memanjat, atau melompat. Biarkan dia aktif agar tubuhnya mengembangkan koordinasi dan menjadi kuat.
  4. Pastikan balita mendapatkan jumlah tidur yang cukup, untuk balita 1-2 tahun selama 11-14 jam sehari (termasuk tidur siang).

Sumber artikel : https://www.halodoc.com

Doc. Kindercastle (2024)��

21 of 24

Sub-Bab 5

Pola Asuh Positif

22 of 24

Tips pola asuh positif yang dapat Sus praktekkan untuk membantu tumbuh kembang anak: �a) Bacakan buku cerita untuk balita setiap hari.�b) Mainkan permainan yang cocok seusia balita. Seperti menyortir bentuk dan teka-teki sederhana.�c) Dorong anak- anak untuk mengeksplorasi dan mencoba hal-hal baru.�d) Kembangkan kemampuan bahasa anak dengan berbicara dengannya dan menambahkan kata-kata baru.�e) Dorong kemandirian anak yang sedang tumbuh dengan membiarkannya mereka berpakaian sendiri dan menyuap makanan sendiri.�f) Tanggapi perilaku yang ditunjukkannya atau tunjukkan kepada anak apa yang harus atau perlu anak-anak lakukan.

Doc. Kindercastle (2024)��

23 of 24

  • Jangan tinggalkan anak di dekat atau di sekitar air. Misalnya bak mandi, kolam renang, kolam ikan, danau, pusaran air, atau laut. Beri pagar pada kolam di rumah jika memungkinkan. Tenggelam adalah penyebab utama cedera dan kematian pada usia balita.
  • Tutup tangga dengan gerbang atau pagar kecil. Kunci pintu ke tempat-tempat berbahaya seperti garasi atau ruang bawah tanah.
  • Pastikan rumah aman untuk balita dengan memasang penutup steker di semua sumber listrik yang tidak digunakan.
  • Jauhkan peralatan dapur, setrika, dan pemanas dari jangkauan balita.

Menjaga Keselamatan Balita

Sumber artikel : www.alodokter.com, www.halodoc.com

  • Simpan benda-benda tajam seperti gunting, pisau, dan pulpen di tempat yang aman.
  • Kunci tempat obat-obatan, pembersih rumah tangga, dan racun serangga.
  • Jangan tinggalkan balita sendirian di kendaraan apa pun.
  • Simpan senjata apa pun di tempat yang aman jauh dari jangkauannya.

UJI PEMAHAMANMU TENTANG MATERI 5 DI SINI YA, SUS! (masukkan link post test)

24 of 24