1 of 8

PROYEK KOLABORASI

Menyukseskan proyek lewat kerja sama dengan rekan sesama tim maupun pihak eksternal

2 of 8

“ERA YANG KITA ALAMI SEKARANG BUKANLAH ERA KOMPETISI NAMUN ERA KOLABORASI.

Jika dulu kita berlomba untuk menjadi yang terbaik, maka sekarang konsepnya sudah berubah menjadi bekerja sama dengan semakin banyak pihak untuk semakin bertumbuh dan berkembang pesat.

3 of 8

PROYEK KOLABORASI

  • Proyek kolaborasi adalah segmen dimana kita belajar untuk menjalin networking dan partnership dengan berbagai pihak di dalam kegiatan proyek pembelajaran.
  • Proyek kolaborasi dapat diwujudkan dalam model PjBL melalui pendekatan experiential learning.

FOKUS DALAM KOLABORASI

Kerja

kelompok

Kolaborasi �antar kelompok

Proses �perkembangan �kelompok

4 of 8

KOLABORASI ANTAR PESERTA—TAHAP PERKEMBANGAN KELOMPOK

  1. Forming, adalah tahap dimana para anggota kelompok mulai menduga-duga tentang apa yang akan dialami di sepanjang proses proyek berjalan, mulai mengatur perencanaan dan nilai-nilai yang disepakati di dalam kelompok, serta mencoba berkontribusi agar diterima di dalam kelompok tersebut.
  2. Storming, adalah tahap dimana nilai dan kesepakatan di dalam kelompok mulai diuji lewat dinamika yang muncul. Berbagai konflik mulai bermunculan sehingga setiap anggota kelompok ditantang untuk beradaptasi dan menyelesaikan setiap masalah.Tidak jarang muncul perpecahan kelompok di tahap ini.
  3. Norming, adalah tahap dimana setiap anggota kelompok membentuk kesepakatan baru untuk mengatasi konflik yang telah muncul. Di tahap ini setiap guru/pelatih/fasilitator dapat mulai mengarahkan nilai-nilai baru tersebut untuk bisa meningkatkan kinerja dan kekompakan kelompok.
  4. Performing, adalah tahap dimana lewat kesepakatan dan nilai baru yang sudah ditata para anggota kelompok dapat memberi performa terbaik untuk menyelesaikan proyek lewat mengatasi konflik dan meraih tujuan bersama.
  5. Adjourning, adalah tahap terakhir dimana proyek sudah berakhir dan setiap anggota dapat mulai berpisah dari kelompoknya.

Kolaborasi tidak muncul dengan sendirinya. Perlu adanya pemicu.

5 of 8

KOLABORASI JUGA DAPAT DILAKUKAN ANTAR GURU /FASILITATOR/TRAINER

Dengan melibatkan lebih banyak orang dari bidang ilmu dan latar belakang yang berbeda, kita akan lebih mampu untuk mengembangkan proyek PjBL yang secara teknis memang sudah sangat kompleks

5

6 of 8

BERBAGAI KOLABORASI YANG MUNCUL DARI BERBAGAI KONDISI

7 of 8

BERKOLABORASI DENGAN BERBAGAI PIHAK

Kolaborasi ini muncul karena digerakkan oleh tujuan yang menuntut adanya lebih banyak campur tangan dari rekan-rekan lain.

Contoh: proyek membuat produk bisnis�Guru Kewirausahaan memerlukan guru IT dan seni untuk mendesain logo, packaging, font & acolor produk, hingga poster promosi untuk proyek ini. Dibutuhkan juga guru bahasa/sosiologi jika produk tersebut berkaitan dengan budaya/kebiasaan masyarakat

Kolaborasi berbasis tujuan proyek

Kolaborasi ini muncul karena memang tema yang luas dan mencakup banyak bidang ilmu seperti program P5 misalnya.

Berdasarkan tema, tim secara kolaboratif membentuk beberapa proyek untuk dijalankan Bersama-sama

Kolaborasi berbasis tema proyek

Kolaborasi ini muncul karena kebutuhan yang tiba-tiba oleh para peserta sehingga menuntut guru/fasilitator/trainer untuk berkolaborasi dengan pihak-pihak lain dalam memenuhi kebutuhan tersebut

Kolaborasi berbasis kebutuhan

7

8 of 8

TERIMA KASIH!

Sampai jumpa di Pertemuan #5 Variasi Kegiatan Kelas!!

8