1 of 16

KARYA SCRATCH

project by kelompok 1

2 of 16

1. Amoretitanya Shenna Quinn D./05

2. Darell Shafiy Ata'ullah/09

3. Dwi Nuraini Miftakhul Jannah/12

4. Marista Ananda Regina S. P./18

5. Nadilla Ernesta/23

6. Rirenia Dirgahastri/27

ANGGOTA

3 of 16

PENGANTAR

    • Scratch adalah platform pembelajaran coding yang interaktif dan menyenangkan. Dan di sini, kita akan membahas proses pembuatan karya scratch dan coding dari kelompok 1.

4 of 16

APA ITU SCRATCH?

Scratch adalah sebuah platform pembelajaran pemrograman (coding) yang dikembangkan oleh MIT (Massachusetts institute of Technology) Media Lab. Scratch dirancang untuk anak-anak dan remaja, tetapi juga dapat digunakan oleh orang dewasa.

5 of 16

    • Scratch sangat membantu dalam memahami logika pemrograman dasar karena platform ini dirancang dengan antarmuka yang visual dan mudah dipahami, terutama bagi pemula atau anak-anak.
    • Secara keseluruhan, Scratch membuat pembelajaran pemrograman lebih menyenangkan dan mudah diakses, membantu pemula memahami dasar-dasar pemrograman yang dapat diterapkan pada bahasa pemrograman yang lebih kompleks di masa depan.

6 of 16

FITUR-FITUR SCRATCH

1. FITUR EVENT

Fitur event di Scratch memungkinkan Anda untuk membuat interaksi berdasarkan kejadian atau peristiwa tertentu.

2. FITUR VARIABLE (VARIABEL)

Variabel di Scratch memungkinkan Anda untuk menyimpan dan mengubah nilai dalam proyek Anda.

3. FITUR MOVE (GERAKAN)

Blok gerakan di Scratch memungkinkan Anda untuk menggerakkan sprite di layar.

4. FITUR LOOKS (PENAMPILAN)

Fitur ini mengontrol bagaimana tampilan sprite Anda diubah.

5. FITUR SOUND (SUARA)

Fitur suara di Scratch memungkinkan Anda menambahkan suara dan musik ke proyek Anda.

6. FITUR CONTROL (KONTROL)

Blok kontrol memungkinkan Anda untuk mengatur logika alur program.

7. FITUR SENSING (PENDETEKSIAN)

Fitur sensing memungkinkan sprite untuk mendeteksi interaksi dengan dunia sekitar.

8. FITUR OPERATORS (OPERATOR)

Blok operator digunakan untuk melakukan perhitungan dan logika.

9. FITUR CLONING (KLONING)

Fitur ini memungkinkan Anda untuk membuat salinan dari sprite, yang disebut clone.

10. FITUR MY BLOCKS (BLOK KUSTOM)

Fitur ini memungkinkan Anda membuat blok kustom Anda sendiri.

7 of 16

PROSES PEMBUATAN

Pembuatan permainan dalam Scratch melibatkan beberapa langkah utama, mulai dari perencanaan hingga pengujian. Berikut adalah langkah-langkahnya:

1. Perencanaan Konsep

•Sebelum mulai membuat permainan, tentukan:

•Jenis permainan (misalnya: platformer, puzzle, petualangan, atau edukasi).

•Tujuan permainan (misalnya: mengumpulkan poin, mencapai garis akhir, menyelesaikan teka-teki).

•Karakter dan objek yang dibutuhkan dalam permainan.

8 of 16

2. Membuat atau Mengimpor Sprite

•Gunakan Sprite Library yang sudah tersedia di Scratch.

•Buat sprite sendiri menggunakan Paint Editor di Scratch.

•Impor sprite dari luar jika diperlukan.

3. Menentukan Latar Belakang (Backdrop)

•Pilih dari Backdrops Library atau buat latar sendiri.

•Gunakan beberapa latar untuk level yang berbeda.

4. Pemrograman dengan Blok Kode

•Gunakan block-based coding untuk mengatur perilaku karakter dan mekanisme permainan. Beberapa kategori blok penting:

•Motion (Gerakan): Menggerakkan karakter ke arah tertentu.

•Looks (Tampilan): Mengubah kostum, menampilkan teks, atau efek visual.

9 of 16

•Sound (Suara): Menambahkan efek suara dan musik latar.

• events (Peristiwa): Memulai kode saat tombol ditekan atau sprite diklik.

•Control (Kontrol): Menggunakan loop dan kondisi (misalnya: "if-then").

•Sensing (Sensor): Mendeteksi interaksi antar objek.

•operators (Operator): Menghitung skor, nyawa, atau kondisi lainnya.

•variables (Variabel): Menyimpan nilai seperti skor atau level.

10 of 16

5. Mengatur Aturan dan Interaksi

•Buat kode agar karakter bisa bergerak dengan tombol panah atau WASD.

•Tambahkan tantangan atau musuh yang harus dihindari.

•Buat logika menang/kalah, misalnya jika pemain mencapai skor tertentu atau menyentuh musuh.

6. Menambahkan Efek Visual dan Suara

•Gunakan animasi sprite dengan mengganti kostum.

•Tambahkan efek suara untuk aksi tertentu seperti lompatan atau tabrakan.

11 of 16

7. Menguji dan Menyempurnakan Permainan

•Coba jalankan permainan untuk memastikan semuanya berfungsi dengan baik.

•Perbaiki bug atau kesalahan logika dalam kode.

•Mintalah masukan dari teman atau pengguna lain untuk meningkatkan permainan.

8. Membagikan atau Mengunggah Permainan

•Simpan proyek di Scratch dan bagikan secara online.

•Jika ingin diunduh, gunakan opsi "File → Save to your computer".

12 of 16

TANTANGAN DALAM

MEMBUAT SCRATCH

Tantangan dalam pengerjaan aplikasi di Scratch biasanya berkaitan dengan pemahaman konsep pemrograman serta bagaimana mengelola elemen-elemen di dalam proyek.

1. Logika Pemrograman: Meskipun Scratch menggunakan blok visual, pengguna tetap perlu memahami konsep seperti pengulangan (loop), kondisi (if-else), dan variabel agar program berjalan sesuai keinginan.

2. Koordinasi Objek: Mengatur gerakan sprite agar tampak alami dan tidak bertabrakan bisa sulit, terutama jika melibatkan banyak karakter atau latar yang bergerak.

13 of 16

3. Interaksi Sprite: Menggunakan broadcast messages atau variabel untuk membuat sprite saling berkomunikasi dapat menjadi rumit jika proyeknya besar.

4. Penanganan Bug: Debugging di Scratch memerlukan ketelitian karena tidak ada fitur debugging otomatis seperti di bahasa pemrograman lain.

5. Optimasi Kinerja: Jika proyek terlalu kompleks dengan banyak sprite atau skrip yang berjalan bersamaan, aplikasi bisa menjadi lambat atau tidak responsif.

14 of 16

KESIMPULAN

Scratch adalah alat yang sangat berguna untuk belajar dasar pemrograman dengan cara yang menyenangkan dan mudah dipahami.

Dengan menggunakan Scratch, kita tidak hanya belajar pemrograman, tetapi juga belajar untuk berpikir kritis, memecahkan masalah, dan berkolaborasi dalam membuat proyek kreatif.

15 of 16

GAMBAR CODING

16 of 16

THANK YOU

By kelompok 1