1 of 40

ASUHAN KEPERAWATAN PADA KLIEN DENGAN CORONARY ARTERY DISEASE (CAD)

Faqih Ruhyanudin

2023

Faqih~UMM

Faqihruhyan_UMM

SINDROMA KORONER AKUT

(SKA)

2 of 40

3 of 40

MATERI POKOK

  1. Konsep PJK -- SKA
  2. PATOFISIOLOGI terjadinya PJK -- SKA
  3. Faktor resiko, etiologi, dan manifestasi klinis
  4. Masalah Keperawatan pada pada PJK - SKA
  5. Penatalaksanaan pada PJK – SKA 🡪Manajemen PJK – SKA
  6. tindakan keperawatan pada PJK – integrasi hasil penelitian
  7. evaluasi pada PJK

mcu.kompeten

Mahakarya Citra Utama

4 of 40

CASE REPORT

Seorang laki-laki 66 tahun datang ke IGD RSU UMM dengan keluhan utama nyeri dada. Sepuluh jam sebelum datang ke unit gawat darurat, ia menderita nyeri dada yang menjalar ke lengan kanan dan kiri, disertai diaphoresis dan ketidaknyamanan perut. Ia mencoba meredakan nyeri dada dengan meminum obat analgetik, namun rasa sakit itu tetap ada. Pasien mengunjungi rumah sakit terdekat dan didiagnosis sebagai VT non-sustained. Di IGD, nyeri dada masih dirasakan tetapi tanpa diaphoresis, ketidaknyamanan perut dan sesak napas. Pasien memiliki riwayat asma bronkial dan hipertensi.

Pada pemeriksaan fisik, pasien sadar penuh, tekanan darah 177/107 mmHg, frekuensi nadi 72 x/menit (reguler), frekuensi napas 20 x/menit, dan suhu aksila 36,7 . JVP adalah 5+2 cmH2O. Pada pemeriksaan dada dalam batas normal. Pemeriksaan paru dan jantung juga normal.

Pemeriksaan abdomen dan ekstremitas dalam batas normal. Pemeriksaan EKG menunjukkan irama sinus, deviasi aksis ke kanan (RAD) dan ekstrasistol ventrikel bigeminy, Dispersi QTc dari EKG adalah 120 msec

5 of 40

Pendahuluan

  • PJK merupakan pembunuh nomor 1 di USA
  • Angka kematian mencapai 2.500 / hari.

mcu.kompeten

Mahakarya Citra Utama

6 of 40

Coronary Arteri Disease (CAD)

Coronary artery disease (CAD) atau Penyakit arteri coroner

mengacu pada perubahan arteriosklerosis dan aterosklerosis pada arteri koroner yang mensuplai miokardium.

  • Kemungkinan muncul pada usia pertengahan atau labih tua lagi (lansia) 🡪 meskipun perubahan arteri sudah terjadi 10-15 tahun lalu

SAMPLE FOOTER TEXT

6

3/1/20XX

  • Pada Laki-laki terjadi pada usia lebih muda dibanding perempuan
  • Kejadian menopause
  • Pr perokok > Lk perokok
  • Rwyt Klg dg jantung > beresiko

7 of 40

Coronary Artery Disease (CAD) – Penyakit Arteri Koroner

SAMPLE FOOTER TEXT

7

3/1/20XX

8 of 40

SAMPLE FOOTER TEXT

8

3/1/20XX

Atherosklerosis

Spasme a. coronaria

Anemia

Peningkatan rangsang system saraf simpatis

STRESS (fisik/psikis)

Konstriksi pembuluh darah

Peningkatan Heart Rate/Blood Pressure & Kontraktilitas

ISCHEMIA DAN HYPOXIA

Merusak sel-sel jantung

Meningkatkan kadar leukosit (proses inflamasi jaringan) dan platelet

Metabolisme sel berubah dari aerobik menjadi anaerobik

Penumpukan asam laktat

Mengeluarkan potassium, histamin dan serotonin

Merangsang ujung-ujung saraf

NYERI

Energi ATP menurun

Saraf sensoris jantung merangsang saraf sensoris bagian badan lain (pada bidang medio spinalis – thoracal) NYERI menjalar dan merangsang sistem saraf otonom

ANGINA

Meningkatkan pelepasan norephineprine/katekolamin

Agregasi platelet & troboxan A meningkat

Na+ >> dlm sel

K+ >> diluar sel

KONTRAKSI MYOCARD TERGANGGU

9 of 40

Patofisiologi PJK

FAQIH RUHYANUDIN

9

HT: HIPERTENSI

DM: DIABETES MELLITUS

Kolesterol, kalsium dan unsur-unsur lain yang dibawa oleh darah diendapkan pada dinding arteri koroner

Penyempitan arteri dan berkurangnya aliran darah

Otot jantung kekurangan oksigen dan nutrisi

Kerusakan otot jantung

Kimia darah:

  • Total kolesterol
  • HDL , LDL

Nyeri dada

Nyeri akut

Ansietas

Lapisan lemak 🡪 PLAK

Ischemia

(ANGINA PECTORIS)

INFARK MYOKARD

(IMA)

Asupan lemak, HT, DM, merokok

EKG:

  • Gel T inversi

EKG:

  • ST depresi
  • ST elevasi
  • Q patologis

PENATALAKSANAAN Perawatan:

  1. modifikasi faktor risiko,
  2. perubahan gaya hidup,
  3. obat-obatan, dan
  4. revaskularisasi

Perubahan pola makan: Rendah garam, rendah kolesterol dan lemak, rendah kalori, tinggi serat

Obat-obatan: Trombolitik, Antiplatelet: Aspirin.

vasodilator: nitrogliserin

Percutaneous Coronary Intervention (PCI), Bypass (CABG)

Pemberian Oksigen

Pemberian Analgetik 🡪Morfin

Intoleransi Aktivitas

Masalah Kep

Perfusi miokard tidak efektif

Pemeriks Lab:

  • Kimia darah:
  • CK-MB
  • Troponi I dan Troponi T

Resiko Perfusi miokard tidak efektif

SINDROMA KORONER AKUT

10 of 40

PJK terdapat 2 situasi:

SKA

Angina Pectoris

Infarct Myocard

Iskhemia: 🡪

aliran darah koroner yang tidak mencukupi 🡪 suplai oksigen yang tidak memadai untuk memenuhi kebutuhan miokard

Kematian jaringan myocard: 🡪

Iskhemia miokard yang tidak teratasi meyenbabkan kematian jaringan otot jantung (miokard)

11 of 40

Sindrom Koroner Akut (SKA)

  • Intake makanan tinggi lemak
  • Gangguan metabolisme

Kadar kolesterol darah ↑, LDL ↑, HDL ↓

Terjadi plak (penumpukan lemak di dinding arteri) 🡪Atherosclerosis

Anemia,

suplai Darah ↓

Terjadi ISKEMIA

  • Merokok
  • Alkohol

Sklerosis arteri

ANGINA PECTORIS

Nekrosis Miokard

INFARCT MYOCARD

Spasme koroner

Plak Ruptur 🡪 thrombus 🡪mikroemboli

sumbatan

Stress emosi

Release vasoaktif

Injury/cidera miokard

Stable Angina

Unstable Angina

VariantAngina

STEMI

NSTEMI

  • Iskhemia 🡪 penurunan atau berkurangnya alirah darah ke otot jantung 🡪 kekurangan O2
  • Nyeri dada (chest pain) 🡪 nyeri bisa hebat seperti tertekan benda berat dan menjalar ke lengan, leher, dagu, dan punggung
  • Gejala atipikal infark miokard 🡪 nafas pendek dan cepat (sesak nafas), mual, dan kelemahan
  • Infark miokard 🡪 kematian jaringan otot jantung
  • Disritmia, kematian mendadak
  • Peningkatan HR dan RR

Penurunan kontraktilitas miokard

Disrirmia, remodeling ventrikel

12 of 40

Keluhan

Dianosis Kerja

EKG

Biokimia

Diagnosis

Nyeri dada

Sindroma koroner akut

ST elevasi persisten

ST/T abnormal

EKG Normal/ tidak pasti

Troponin↑/↓

Troponin normal

STEMI

NSTEMI

Unstable Angina

MANAJEMEN

REPERFUSI

INVASIF/NON INVASIF

13 of 40

FAKTOR RESIKO-

  • Faktor Dapat Dirubah 🡪 berkaitan dengan perilaku atau gaya hidup
    1. Merokok
    2. Gaya hidup/kebiasaan hidup
    3. Kompetitif, kepribadian yang agresif
    4. Diet tinggi lemak, obesitas
    5. Aktivitas fisik yang kurang
    6. Kadar kolesterol darah tinggi (hiperlipidemia)
  • Faktor Tidak Dapat Dirubah 🡪 diturunkan secara genetik
    1. Herediter, genetic 🡪 adanya Riwayat klg dengan penyakit jantung dan factor resiko lain, misal obesitas, hipertensi, dll
    2. Usia 🡪 laki-laki > 45 th, perempuan > 55 th
    3. Jenis kelamin 🡪 laki- laki beresiko lebih cepat disbanding perempuan
    4. Hipertensi

Kadar Kolesterol

Normal

Borderline Tinggi

Tinggi

<200 mg/dl

200-239 mg/dl

>240 mg/dl

Kadar HDL Kolesterol

Rendah

Dapat diterima (acceptable)

Optimal

<40mg/dl

40-59mg/dl

>60mg/dl

Kadar LDL Kolesterol

Optimal

Sedikit optimal

Batas tinggi

Tinggi

Sangat tinggi

<100 mg/dl

100 - 129 mg/dl

130-159 mg/dl

160-189 mg/dl

>190 mg/dl

Risiko Jantung Terkait dengan Kadar Lemak Darah

Apolipoprotein

Apo-B

Familial hyperlipidemia

40-125 mg/dl

Tidak ada atau rendah

Kadar Trigliserida

Normal

Acceptable

Birderline tinggi

Tinggi

Ada memiliki

<150 mg/dl

150-199 mg/dl

>200 mg/dl

14 of 40

PENYEBAB

  1. Paling sering disebabkan karena atherosclerotic hearth disease yang mengakibatkan terjadinya obstruksi pada arteri koronaria mayor.
  2. Stenosis katup aorta (penyempitan katup aorta)
  3. Regurgitasi katup aorta (kebocoran katup aorta)
  4. Stenosis subaortik hipertrofik
  5. Spasme arterial (kontraksi sementara pada arteri yang terjadi secara tiba-tiba)
  6. Anemia yang berat.
  7. tachycardia
  8. hiperthyroidisme

15 of 40

Faktor Presipitasi

    • Pekerja berat / aktivitas fisik berlebihan 🡪 sering terjadi serangan tiba tiba nyeri dada, karena peningkatan kebutuhan O2 di miokard
    • Tempat yang terlalu dingin 🡪vasokonstriksi dan meningkatnya Tekanan darah dengan meningkatnya kebutuhan O2
    • Makan makanan yang berat 🡪 aliran darah lebih banyak ke area mesenteric
    • emosi 🡪 release adrenalin, meningkatnya HR

16 of 40

Manifestasi Klinis

  • Iskhemia 🡪 penurunan atau berkurangnya alirah darah ke otot jantung 🡪 kekurangan O2
  • Nyeri dada (chest pain) 🡪 nyeri bisa hebat seperti tertekan benda berat dan menjalar ke lengan, leher, dagu, dan punggung
  • Gejala atipikal infark miokard 🡪 nafas pendek dan cepat (sesak nafas), mual, dan kelemahan
  • Infark miokard 🡪 kematian jaringan otot jantung
  • Disritmia, kematian mendadak
  • Peningkatan HR dan RR

17 of 40

ANGINA PECTORIS (AP) 🡪 UTAMA: NYERI DADA

Nyeri bervariasi dari perasaan gangguan pencernaan hingga sensasi tersedak atau berat di dada bagian atas mulai dari ketidaknyamanan hingga nyeri yang menyiksa. Pasien dengan diabetes mellitus mungkin tidak mengalami rasa sakit yang parah dengan angina.

  • Angina disertai dengan ketakutan yang parah dan perasaan kematian yang akan datang.
  • Nyeri biasanya retrosternal, jauh di dada di belakang sepertiga atas atau tengah sternum.
  • Rasa tidak nyaman tidak terlokalisir dan dapat menyebar ke leher, rahang, bahu, dan bagian dalam lengan atas (biasanya lengan kiri).
  • Perasaan lemah atau mati rasa pada lengan, pergelangan tangan, dan tangan, serta sesak napas, pucat, diaforesis, pusing atau kepala terasa ringan, dan mual dan muntah, dapat menyertai nyeri. Kecemasan dapat terjadi dengan angina.
  • Karakteristik penting dari nyeri angina adalah bahwa mereda ketika penyebab presipitasi dihilangkan atau dengan nitrogliserin.

Manifestasi Klinis

18 of 40

MYOCARDIAL INFARCTION (MI) 🡪 UTAMA: NYERI DADA

  • Nyeri dada yang terjadi tiba-tiba dan berlanjut meskipun sudah istirahat dan pengobatan.
  • Beberapa pasien memiliki gejala prodromal atau diagnosis penyakit arteri koroner (CAD), tetapi sekitar setengahnya tidak melaporkan gejala sebelumnya.
  • Pasien mungkin datang dengan gejala kombinasi, termasuk nyeri dada, sesak napas, gangguan pencernaan, mual, dan kecemasan.
  • kulit yang dingin, pucat, dan lembab; detak jantung dan laju pernapasan mungkin lebih cepat dari biasanya 🡪 stimulasi sistem saraf simpatis, mungkin muncul hanya untuk waktu yang singkat atau dapat bertahan lama

Manifestasi Klinis

19 of 40

Type Angina

STABLE ANGINA

UNSTABLE ANGINA

VARIANT (PRINZMETAL’S)

ANGINA

MICROVASCULAR ANGINA

(CARDIAC SYNDROME X)

Penyebab

  • 75% oklusi koroner
  • Peningkatan RR atau BP
  • Makan besar
  • Perburukan progresif angina stabil, dengan lebih dari 90% oklusi koroner

Spasme arteri pada arteri koroner

Penyempitan kapiler miokard terlalu kecil untuk dideteksi oleh tes jantung standar

Tanda dan Gejala

  • Nyeri dada berlangsung <15 menit dan dapat menyebar
  • Tingkat keparahan, frekuensi, dan durasi nyeri yang serupa setiap episode
  • Nyeri dada dengan frekuensi, keparahan, dan durasi yang meningkat, berkurang dengan istirahat atau nitrat oral
  • Klien dengan risiko MI dalam waktu 18 bulan sejak awitan angina
  • Nyeri dada yang terjadi saat istirahat (biasanya antara jam 12 dan 8 pagi), bersifat sporadis selama 3 - 6 bulan, dan berkurang seiring waktu, lebih sering ST elevasi daripada ST depresi pada EKG

Nyeri dada berkepanjangan yang menyertai olahraga dan tidak selalu hilang dengan obat-obatan

Penatalaksanaan

Istirahat, nitrat sublingual, antihipertensi, perubahan gaya hidup

Obat sedatif, nitrogliserin IV, oksigen, antihipertensi, terapi antikoagulan atau antiplatelet, prosedur revaskularisasi

Nitrat atau calcium channel blocker (CCB)

Kebiasaan sehat jantung dan percobaan dengan obat-obatan

seperti nitrat, beta blocker, atau calcium channel blocker

20 of 40

PENGKAJIAN

  • ANAMNESA 🡪 keluhan, nyeri dada (PQRST) dan riwayat sebelumnya, Adanya mual, muntah, diaforesis, kecemasan
  • PEMERIKSAAN FISIK 🡪 head to toe
    • TTV setiap 30 menit sampai stabil kemudian setiap 4 jam dan sesuai kebutuhan
    • Irama jantung melalui monitor jantung atau EKG, Saturasi O2
    • Suara jantung dan paru
  • PEMERIKSAAN PENUNJANG
    • Enzim jantung dan biomarker jantung 🡪 creatin kinase, myoglobin, troponin
    • EKG
    • ECHOCARDIOGRAFI
    • Kateterisasi Jantung

21 of 40

Enzim jantung dan biomarker jantung

MARKER

SPESIFISITAS JANTUNG

PENINGKATAN SETELAH NEKROSIS (JAM)

WAKTU MENCAPAI PUNCAK (JAM)

WAKTU KEMBALI NORMAL

Myoglobin

Tidak ada

1 – 3

6 – 7

12 – 24 jam

CK Total

Tidak ada

4 – 8

24

36 – 48 jam

CK-MB

++

3 – 4

24

24 – 36 jam

Troponin-T

++++

3 – 4

12 – 48

10 – 14 hari

Troponin-I

++++

4 – 6

24

4 – 7 hari

22 of 40

Kateterisasi jantung

23 of 40

ELEKTROKARDIOGRAFI

Karakteristik EKG berubah setelah Infark Miokard.

  • gelombang T Inversi, segmen ST Depresi🡪 iskemia miokard
  • gelombang segmen ST elevasi , 🡪 Injury miokard
  • gelombang Q Patologis🡪 infark miokard

24 of 40

ZONA INFARK MIOKARD�🡪Dihubungkan Dengan Perubahan Karakteristik Normal Pada Setiap Lead

  • Anterior 🡪 V1, V2, V3, V4, V5, V6

berdasarkan arteri yang menjadi tersumbat

  • Lateral 🡪 I, aVL, V6
  • Inferior 🡪 II, III, aVF

ECG Lead Changes

Area of Myocardium

Coronary Artery

II, III, AVF

Inferior

RCA

V1 to V2

Posterior

RCA

V2 to V4

Anteroseptal

LAD

V3 to V5

Anterior

LAD

I, AVL

High Lateral

LCX

V5 to V6

Apical

LAD

25 of 40

Kriteria Diagnosis (WHO Criteria)

2 dari 3 tanda dan gejala sebagai berikut :

1. Nyeri dada spesifik > 30 mnt

2. Perubahan EKG yang khas : Q patologis, ST elevasi

3. Pe↑ enzim miokard: >1½ x normal :

--Creatine Kinase-Myocardial Balance (CK-MB)

- Troponin I dan Troponin T

- Creatine Kinase (CK)

- Aspartate amino transferase (AST)

- Lactate dehydrogenase (LDH)

- Myoglobine

26 of 40

Pemeriksaan enzim jantung :

      • CPK/CKMB :
            • Meningkat antara 4 – 6 jam sesudah serangan
            • Memuncak dalam 12 – 24 jam
            • Kembali normal 36 – 48 jam

2. LDH :

        • Meningkat dalam 12 – 24 jam
        • Membutuhkan waktu lama untuk kembali normal

3. SGOT :

        • Meningkat terjadi dalam waktu 6 -12 jam
        • Memuncak dalam 24 jam
        • Kembali normal dalam 3 – 4 hari

27 of 40

PENATALAKSANAAN MEDIS

  • Reperfusi 🡪 obat trombolitik atau intervensi koroner perkutan (PCI).
  • Mengurangi kebutuhan oksigen miokard dan meningkatkan suplai oksigen 🡪 obat-obatan, pemberian oksigen, dan bed rest.
  • Bypass arteri coroner

REHABILITASI JANTUNG

28 of 40

Protokol Nyeri🡪 AP, IMA

  • Bedrest 🡪 posisi 30˚

M

O

N

A

🡪 Terapi umum dan TATALAKSANA awal:

REHABILITASI JANTUNG

Rehabilitasi Fase I

Rehabilitasi Fase II

Rehabilitasi Fase III

  • Morphine
  • Oksigen
  • Nitrogliserin
  • Aspilet

29 of 40

Penanganan di Rumah Sakit

bertujuan untuk :

-- Mengatasi nyeri

-- Melakukan reperfusi sedini mungkin

-- Mengatasi aritmia

30 of 40

Tata Laksana (di UGD / IRD)

1. Pasang Infus--- OMNA(+C)

2. O2 : 2-4 L/M

3. Nyeri dada hebat : Morfin, Nitrat

4. Diet TKTP banyak serat

5. Observasi ketat :

    • Tensi, nadi
    • Nyeri dada
    • Monitor EKG : Aritmia ?

6. Asam Asetil Salisilat (Aspirin) 🡪 menghambat pembentukan hormone prostaglandin dan merupakan antikoagulan

7. Clopidogrel (Plavix) 🡪 menghambat agregasi trombosit

31 of 40

MORFIN

  • Aksi: Venodilator, CNS analgesia (🡻 ansietas),

🡻 resistensi vaskular sistemik

  • Dosis : 2-4 mg IV, ulangi tiap 5 menit
  • Kontra indikasi: hipotensi, depresi napas

OKSIGEN

  • Aksi : membatasi ischemic myocard, 🡻 ST elevasi
  • Dosis : 4 L/menit per nasal canula

32 of 40

NITRAT/NITROGLISERIN

  • Action : Vasodilation, relaks otot polos vaskuler
  • Dosis : IV (25g bolus, 10-20g/min infusion) or SL (0,4 mg, ulangi 2x dlm interval 5 menit)
  • Kontraindikasi : Sistolik <90 mm Hg, bradi/takikardia

ASPIRIN

  • Action : Hambat agregasi platelet
  • Dosis : 160-325 mg per Oral, dikunyah

atau 325 mg supositoria jika mual, muntah

  • Kontra indikasi : peptic ulcer disease (use rectal supp), alergi, bleeding disorder, severe hepatic disease

33 of 40

DIAGNOSIS KEPERAWATAN, �LUARAN, INTERVENSI

FIKES-UMM

1

b/d agen pencedera fisiologis (iskhemia)

Nyeri Akut

2

b/d Hiperlipidemia, spasme arteri koroner

Perfusi Miokard Tidak efektif

3

b/d efek agen farmakologis pemberian trombolitik

Risiko Perdarahan

Diagnosis Keperawatan

CAD 🡪Luaran

Nyeri berada dalam tingkat kenyamanan yang yang dapat ditoleransi klien dalam waktu 30 menit

🡪

Klien melaporkan penurunan kecemasan

🡪

Perawat memantau untuk mendeteksi, mengelola, dan meminimalkan perdarahan

🡪

4

b/d krisis situasional, ancaman terhadap kematian

Ansietas

🡪

Reperfusi miokard

34 of 40

Nyeri Akut b.d Agen pencedera fisiologis: menurunnya oksigenasi miokardial (ischemia)

INTERVENSI

RASIONAL

Berikan oksigen 2 L/menit dengan nasal kanul atau sesuai resep.

Oksigen tambahan meningkatkan saturasi hemoglobin dan oksigen dalam plasma. Oksigen miokard yang memadai mengurangi angina.

Berikan nitrogliserin sublingual atau semprotkan nitrogliserin yang diresepkan setiap 5 menit, hingga tiga dosis, jika rasa sakit tidak berkurang.

Nitrogliserin melebarkan pembuluh darah, meningkatkan aliran darah melalui arteri koroner, dan menurunkan tekanan darah, yang menurunkan afterload jantung.

Berikan morfin sulfat IV yang ditentukan.

Morfin mengurangi persepsi nyeri dan kecemasan. Mengurangi kecemasan menurunkan denyut jantung dan tekanan darah, mengurangi permintaan oksigenasi jantung.

Nyeri hilang atau berkurang ke tingkat yang dapat ditoleransi.

Evaluasi:

35 of 40

Risiko Perdarahan b.d terapi trombolitik

INTERVENSI

RASIONAL

Amati dengan cermat perdarahan selama terapi trombolitik dan sampai waktu paruh yang cukup mengurangi efek farmakodinamik.

Klien berisiko mengalami perdarahan bila obat trombolitik mengubah plasminogen menjadi plasmin.

Periksa darah dalam feses atau urin, memar, epistaksis, nyeri perut, atau perubahan status neurologis.

Obat trombolitik melarutkan bekuan darah dan mengganggu pembentukannya.

Hindari tusukan intramuskular, IV, dan arteri selama terapi dan sampai risiko perdarahan yang berlebihan telah mereda.

Mengontrol perdarahan mungkin sulit ketika tingkat aktif obat trombolitik tetap berada dalam aliran darah.

Pertahankan klien tirah baring; pasang pengaman

Trauma dapat menyebabkan kehilangan darah yang berlebihan.

Memiliki asam aminocaproic (Amicar) yang tersedia sebagai penangkal pendarahan.

Asam aminocaproic adalah agen antiplasmin yang menghambat aktivator plasminogen

36 of 40

Disritmia yang berhubungan dengan reperfusi miokardium dengan terapi trombolitik dan ketidakstabilan sistem konduksi

INTERVENSI

RASIONAL

Tempatkan klien pada monitor jantung dan amati dengan cermat adanya disritmia yang berbahaya.

Sebuah monitor jantung terus menampilkan detak jantung dan irama; itu membunyikan alarm untuk menarik perhatian pada peristiwa disritmik.

Bersiaplah untuk melakukan CPR jika terjadi disritmia atau asistol yang mengancam jiwa.

CPR memberikan bantuan hidup dasar

Bantu dengan intubasi endotrakeal, defibrilasi, dan pemberian obat antidisritmia

Bantuan hidup jantung tingkat lanjut dapat menyadarkan klien.

37 of 40

Ansietas b.d krisis situasional, ancaman terhadap kematian

INTERVENSI

RASIONAL

Biarkan klien mengekspresikan ketakutan dan kecemasannya.

Berbagi perasaan dengan orang yang mendukung cenderung meredakan atau mengurangi tekanan emosional.

Jelaskan semua prosedur sebelum melakukannya.

Informasi menghilangkan unsur kejutan atau salah tafsir dari aktivitas keperawatan.

Lakukan prosedur dengan tenang dan santai.

Seorang klien yang merasakan kepercayaan pada perawat mungkin mengalami lebih sedikit ketakutan.

Promosikan blok waktu tanpa gangguan untuk istirahat, tidur, atau kunjungan dengan anggota keluarga.

Istirahat fisik dan dukungan dari orang lain meningkatkan kemampuan untuk mengatasinya.

Periksa klien sesering mungkin, dan jawab lampu panggilan dengan segera.

Mengetahui bahwa bantuan tersedia dengan cepat dapat menghilangkan rasa takut

Akui kesedihan atas perubahan yang dirasakan atau aktual dalam gaya hidup.

Menerima kenyataan memfasilitasi kesedihan.

Berikan obat penenang dan obat ansiolitik sesuai indikasi.

Mereka memblokir respons sistem saraf simpatik, dapat mengurangi kecemasan dan ketakutan.

Berurusan dengan kenyataan memfasilitasi kesedihan.

38 of 40

EVALUASI

Hasil Pasien yang Diharapkan

  • Nyeri hilang atau berkurang
  • Memiliki status jantung dan pernapasan yang stabil
  • Mempertahankan perfusi jaringan yang memadai
  • Menunjukkan penurunan kecemasan
  • Sesuai dengan program perawatan diri
  • tidak mengalami komplikasi

39 of 40

40 of 40