BAB III MENGUTAMAKAN KEJUJURAN DAN MENEGAKKAN KEADILAN
Dafa Bintang Reksa
Materi PAI Kelas VIII Kurikulum 2013
Materi PAI Kelas VIII Kurikulum 2013
Dafa Bintang Reksa
DIALOG ISLAMI
Materi PAI Kelas VIII Kurikulum 2013
Dafa Bintang Reksa
Arham : “Kejujuran merupakan perilaku mulia yang harus dijunjung tinggi”. “Saya mau tanya pak? “
Pak Nashir : “Boleh. Silahkan Arham.”
Arham : “Bagaimana cara menerapkan kejujuran dalam kehidupan seharihari?
Pak Nashir : “Pertanyaan super...Begini Arham, sifat jujur harus dilatih dan dibiasakan. Berkatalah apa adanya sesuai yang sebenarnya kepada orang tua, guru, teman dan siapapun
Arham : “Oh, begitu ya pak. “ Tanya lagi boleh pak?”
Pak Nashir : “Tentu boleh dong..”
Arham : “Wah, sekarang saya mengerti.”
Pak Nashir : “Bagus. Sudah dulu ya, bapak mau ke ruang guru.”
Arham : “Iya pak, terima kasih banyak pak Nashir.”
Pak Nashir : “Sama-sama Arham, tetap semangat belajar ya...”
MUTIARA KHAZANAH ISLAM
JUJUR
Kejujuran harus diutamakan dalam setiap pergaulan, baik dirumah, sekolah maupun masyarakat. Kerugian akibat ketidakjujuran akan dirasakan oleh diri sendiri dan orang lain. Seseorang yang tidak jujur akan sulit mendapat kepercayaan dari orang lain.
ADIL
Adil berarti memberikan hak kepada orang yang berhak menerimanya, meletakkan segala urusan pada tempatnya. Orang yang adil adalah orang yang memihak kepada kebenaran, bukan berpihak karena pertemanan, persamaan suku, maupun bangsa
Materi PAI Kelas VIII Kurikulum 2013
Dafa Bintang Reksa
Materi PAI Kelas VIII Kurikulum 2013
Dafa Bintang Reksa
Memahami Dalil Naqli tentang Perilaku Jujur dan Adil
Artinya: “ Wahai orang-orang yang beriman, hendaklah kamu jadi orang-orang yang selalu menegakan kebenaran karena Allah Swt, menjadi saksi dengan adil. Dan janganlah sekal-sekali kebencianmu terhadap suatu kaum, mendorong kamu untuk berlaku tidak adil. Berlaku adillah, karena adil itu lebih dekat kepada takwa. Dan bertakwalah kepada Allah Swt, sungguh, Allah maha mengetahui terhadap apa yang kamu kerjakan” (QS Al-Maidah/5 ayat 8)
KISAH TELADAN
KEADILAN UMAR KHATTAB TERHADAP YAHUDI
Khalifah Umar bin Khattab bercakap-cakap dengan kakek Yahudi. “kakek jauh-jauh datang dari Mesir, adakah keperluan yang ingin kakek sampaikan?” tanya Khalifah kepada kakek Yahudi. Kakek Yahudi itu pun menceritakan bahwa rumahnya secara sepihak diratakan untuk dibangun masjid. Dia pun mencurahkan perasaannya, kepada Khalifah Umar mengenai perjuangan untuk memiliki rumah itu. “Sungguh sangat menyedihkan, harta satu-satunya yang aku miliki sekarang telah sirna, karena dirampas oleh pemerintah.”
Wajah Khalifah Umar sontak memerah. Khalifah Umar pun begitu marah mengetahui kisah yang didengarnya dari kakek Yahudi. Khalifah Umar lantas mengambil tulang unta lalu menggores tulang tersebut dengan huruf alif dengan pedangnya. Tulang unta itu diserahkan kepada kakek Yahudi. Khalifah Umar lantas berpesan, “Bawa tulang ini ke Mesir dan berikan kepada Gubernur Amr bin Ash.”
Dengan penuh keheranan kakek Yahudi pulang ke Mesir hanya dengan membawa tulang. Kakek Yahudi lantas memberikan kepada Gubernur Amr bin Ash. Sang Gubernur Mesir itu sontak pucat ketika menerima tulang tersebut dari kakek Yahudi. Mendadak, Amr memerintahkan jajarannya untuk membongkar masjid di tanah miliki kakek Yahudi itu. Kakek Yahudi merasa heran mengapa dengan sebatang tulang unta busuk, Amr bin Ash bersedia membongkar masjid untuk kembali membangun gubuk milik Yahudi. “Maaf Tuan, tolong jelaskan perkara pelik ini. Berasal dari apakah tulang itu? Apa keistemewaan tulang busuk itu sehingga Tuan berani memutuskan untuk membongkar begitu saja masjid yang amat mahal ini?.
Amr bin Ash memegang pundak kakek Yahudi sambil berkata: “Wahai kakek, tulang ini hanyalah tulang busuk. Akan tetapi tulang ini merupakan peringatan keras terhadap diriku dan tulang ini merupakan peringatan dari Khalifah Umar bin Khattab. Artinya apa pun pangkat dan kekuasaanmu, suatu saat kamu akan bernasib sama seperti tulang ini, karena itu bertindak adillah kamu seperti huruf alif yang lurus. Adil di atas, dan adil di bawah.”
Kakek Yahudi itu lalu berkata: ”Oh, ternyata Islam itu sangat adil ya Tuan. Gubernur Amr bin Ash: “Ya inilah Islam”. Kemudian kakek yahudi berkata: “Sungguh saya kagum dengan keadilan Islam. Mulai hari ini saya menyatakan diri masuk Islam. Dan saya ikhlaskan gubug saya untuk dibangun masjid”.
Materi PAI Kelas VIII Kurikulum 2013
Dafa Bintang Reksa
REFLEKSI AKHLAK MULIA
Materi PAI Kelas VIII Kurikulum 2013
Dafa Bintang Reksa
KISAH TELADAN
Kejujuran Seorang Wanita Salihah
Saat itu tengah malam di kota Madinah. Kebanyakan warga kota sudah tidur. Umar bin Khatab r.a. berjalan menyelusuri jalan-jalan di kota. Dia coba untuk tidak melewatkan satupun dari pengamatannya. Menjelang dini hari,pria ini lelah dan memutuskan untuk beristirahat. Tanpa sengaja, terdengarlah olehnya percakapan antara ibu dan anak perempuannya dari dalam rumah dekat dia beristirahat.
“Nak, campurkanlah susu yang engkau perah tadi dengan air,” kata sang ibu.
“Jangan ibu. Amirul mukminin sudah membuat peraturan untuk tidak menjual susu yang dicampur air,” jawab sang anak. “Tapi banyak orang melakukannya Nak, campurlah sedikit saja. Yakinlah bahwa Amirul Mukminin tidak mengetahuinya,” kata sang ibu mencoba meyakinkan anaknya.
“Ibu, Amirul Mukminin mungkin tidak mengetahuinya. Tapi, Rabb dari Amirul Mukminin pasti melihatnya,” tegas si anak menolak. Mendengar percakapan ini, berurailah air mata pria ini. Karena subuh menjelang, bersegeralah dia ke masjid untuk memimpin salat Subuh.
Sesampai di rumah, dipanggilah anaknya untuk menghadap dan berkata, “Wahai Ashim putra Umar bin Khattab. Sesungguhnya tadi malam saya mendengar percakapan istimewa. Pergilah kamu ke rumah si Fulan dan selidikilah keluarganya.” Ashim bin Umar bin Khattab melaksanakan perintah ayahandanya yang tak lain memang Umar bin Khattab, Khalifah kedua yang bergelar Amirul Mukminin. Sekembalinya dari penyelidikan, dia menghadap ayahnya dan mendengar ayahnya berkata, “Pergi dan temuilah mereka. Lamarlah anak gadisnya itu untuk menjadi isterimu. Aku lihat insyaAllah ia akan memberi berkah kepadamu dan anak keturunanmu. Mudah-mudahan pula ia dapat memberi keturunan yang akan menjadi pemimpin bangsa.”
Begitulah, menikahlah Ashim bin Umar bin Khattab dengan anak gadis tersebut. Dari pernikahan ini, Umar bin Khattab dikaruniai cucu perempuan bernama Laila, yang nantinya dikenal dengan Ummi Ashim.
Suatu malam setelah itu, Umar bermimpi. Dalam mimpinya dia melihat seorang pemuda dari keturunannya, bernama Umar, dengan kening yang cacat karena luka. Pemuda ini memimpin umat Islam seperti dirinya memimpin umat Islam. Mimpi ini diceritakan hanya kepada keluarganya saja. Saat Umar meninggal, cerita ini tetap terpendam di antara keluarganya. Ummi Ashim menikah dengan Abdul Aziz bin Marwan. Abdul Aziz adalah Gubernur Mesir di era khalifah Abdul Malik bin Marwan (685 – 705 M). Dari pernikahan Ummi Ashim dengan Abdul Aziz bin Marwan lahirlah Khalifah Umar bin Abdul Aziz.
Materi PAI Kelas VIII Kurikulum 2013
Dafa Bintang Reksa
Materi PAI Kelas VIII Kurikulum 2013
Dafa Bintang Reksa
AYO BERLATIH
1. Untuk menumbuhkan kepercayaan orang lain kepada diri kita, maka dibutuhkan perilaku ....
2. Berperilaku jujur di sekolah, sama pentingnya dengan berperilaku jujur di rumah. Seorang peserta didik hendaknya jujur kepada ....
3. Kejujuran peserta didik pada saat mengerjakan ulangan akan sangat membantu bapak ibu guru karena ....
Materi PAI Kelas VIII Kurikulum 2013
Dafa Bintang Reksa
Materi PAI Kelas VIII Kurikulum 2013
Dafa Bintang Reksa
4. Orang yang adil adalah orang yang memihak kepada ....
5. Allah Swt. menegaskan bahwa kebencian terhadap suatu golongan, atau individu, janganlah menjadi pendorong untuk bertindak tidak adil. Ini menjadi bukti bahwa Islam ....
6. Menurut Q.S. al-Maidah/5 ayat 8, Allah Swt memerintahkan untuk berperilaku adil, karena ....
7. Menurut Hadis riwayat Ahmad, ada tiga orang yang doa mereka tidak terhalang, yaitu sebagai berikut, kecuali ....
Materi PAI Kelas VIII Kurikulum 2013
Dafa Bintang Reksa
8. Perilaku jujur dan adil ini harus dilatih dan dibiasakan sejak .....
9. Di bawah ini merupakan contoh penerapan perilaku jujur di sekolah, kecuali ....
10. Diantara contoh penerapan perilaku adil di masyarakat adalah sebagai berikut, kecuali ....
Materi PAI Kelas VIII Kurikulum 2013
Dafa Bintang Reksa
Materi PAI Kelas VIII Kurikulum 2013
Dafa Bintang Reksa
Materi PAI Kelas VIII Kurikulum 2013
Dafa Bintang Reksa
Wassalam