Analisis Model Bisnis
Apa Itu Model Bisnis?
Model bisnis adalah gambaran mengenai bagaimana usaha atau bisnis yang akan Anda lakukan. Lingkup product design hingga strategi marketing tiap business model berbeda satu sama lainnya.
Seringkali pemahaman tentang apa itu model bisnis tumpang tindih dengan pengertian business plan. Keduanya adalah hal yang berbeda. Business model adalah dasar atau gambaran bentuk usaha. Sedangkan business plan adalah perencanaan operasional usaha kedepannya seperti apa.
Model Bisnis Kanvas (Business Model Canvas)
Selain business model, dikenal juga istilah BMC atau business model canvas. Seperti namanya, canvas adalah alat untuk menuangkan ide seorang pelukis. Maka definisi model bisnis kanvas adalah alat dimana Anda bisa memvisualisasikan rencana bisnis dengan mudah dan terstruktur. Sehingga, pembacaannya bisa lebih mudah dimengerti.
Jenis Model Bisnis
Sebagai awam dalam dunia usaha, mungkin Anda hanya tahu beberapa model usaha yang sering muncul ke tengah permukaaan. Namun ternyata jenis model bisnis adalah lingkup yang sangat luas. Berikut ini beberapa jenisnya yang dibagi ke dalam beberapa kategori.
Berdasarkan Proses Produksi
Menentukan model usaha bisa Anda tinjau dari proses produksi yang dilakukan selama bisnis berjalan. Berikut ini adalah beberapa contohnya.
1. Distributor
Sebagai distributor, tentu Anda sebagai pelaku bisnis tidak perlu memproduksi bahan mentah menjadi barang jadi. Perusahaan distribusi Anda hanya perlu menjalin kerjasama dengan pemasok barang jadi atau perusahaan manufaktur.
Mengenal Istilah Ritel, Distributor & Prinsipal Dalam Dunia Distribusi
Perusahaan-Perusahaan Distributor Terbesar di Indonesia
2. Manufaktur
Berbeda dengan distributor, menjadi perusahaan manufaktur berarti melibatkan diri Anda dalam proses produksi barang secara langsung. Hal yang perlu dipertimbangkan adalah kemudahan akses ke pemasok bahan baku.
Setelah itu, proses produksi dilakukan perusahaan Anda sendiri. Akhirnya, barang jadi bisa Anda jual secara langsung maupun tidak langsung kepada konsumen.
contoh-perusahaan-manufaktur-dan-bahan-bakunya - Balai Diklat Industri Surabaya
3. Franchise
Waralaba atau franchise adalah salah satu business model yang populer. Sebagai pelaku, Anda tidak perlu ‘membuka bisnis dari awal.’ Karena sistem kerja model yang satu ini adalah dengan menjalin kerjasama bersama sebuah perusahaan yang sudah memiliki brand terlebih dahulu.
FRANCHISE WARALABA DI INDONESIA | onewytria
Berdasarkan Revenue Source (Sumber Pendapatan)
Sumber pendapatan adalah komponen yang penting untuk dipertimbangkan juga dalam mengawali sebuah usaha. Berikut ini beberapa business model berdasarkan revenue source mereka.
1. Subscription
Business model yang satu ini kerap kita temukan dalam aplikasi penyedia konten hiburan. Mereka mengandalkan biaya langganan yang dikeluarkan pengguna sebagai sumber pendapatan.
2. Free and Premium Business
Di samping model langganan, tidak jarang kita temukan aplikasi atau situs yang menawarkan produk mereka secara cuma-cuma hingga berbayar. Biasanya, perusahaan yang menerapkan model ini dalam usahanya akan membedakan penyediaan fitur secara basic dan premium dalam aplikasi yang dibuat.
3. Hidden Revenue (Penghasilan tersembunyi)
Jika kedua jenis tersebut sangat mengutamakan peran pelanggan, perusahaan dengan hidden revenue model bergantung pada pengiklan. Semakin ramai pengiklan yang masuk, semakin terisi pula pendapatan perusahaan.
7 Tips Memasang Iklan di Media Sosial Untuk Pemasaran Efektif - ACL.D
Berdasarkan Fisik Usaha
Selanjutnya adalah business model berdasarkan fisik usaha. Berikut ini macamnya.
1. Brick and Mortar (toko fisik)
Jika Anda berencana untuk membuka usaha dengan berjualan langsung dalam sebuah toko, maka model ini cocok untuk diterapkan. Sehingga, transaksi Anda (penjual) dan pembeli terjadi secara langsung.
Toko Kelontong: Sejarah Panjang Menyelamatkan Ekonomi Indonesia
2. e-Commerce
Seperti yang kita tahu, model yang satu ini belakangan sangat digemari masyarakat. Sederhananya model ini mengajak Anda sebagai penjual dan pelanggan bertransaksi melalui aplikasi berbasis internet.
3. Kombinasi
Di samping memilih keduanya secara terpisah, sekarang banyak perusahaan yang menggabungkan kedua modelnya. Sehingga di satu sisi perusahaan memiliki toko fisik, selain itu transaksi juga bisa dilakukan secara online.
Contoh Model Bisnis Perusahaan
Mayoritas dari Anda, khususnya millennial, tentu sudah tidak asing lagi dengan aplikasi Netflix. Netflix adalah salah satu contoh model bisnis perusahaan yang mengandalkan biaya langganan keluaran pengguna sebagai sumber pendapatan.
Selain itu, contoh model bisnis perusahaan eCommerce akan sering Anda temukan hingga saat ini. Mulai dari Shopee hingga Tokopedia merupakan contoh dari eCommerce yang populer dan marak digunakan.
Manfaat Model Bisnis Perusahaan
Pada dasarnya, menentukan business model bisa mempermudah Anda dalam memperoleh profit yang stabil dan menguntungkan selama usaha berjalan. Di samping itu, jika ditinjau dari pihak internal, model ini juga bisa dijadikan sarana dalam mengembangkan perusahaan kedepannya.
Sedangkan business model juga bisa mempermudah konsumen dalam memahami nilai yang dibawa perusahaan dan produk yang ditawarkan. Namun tidak hanya itu, ada manfaat model bisnis yang bisa diraih, berikut daftarnya.
Berdasarkan ulasan tersebut kita tahu bahwa model bisnis juga membawa banyak manfaat bagi perusahaan. Bagaimana? Apakah Anda mulai paham dan akan menerapkannya?
Contoh Bisnis Model Canvas Bisnis Makanan
Berikut contoh BMC dari rencana bisnis wirausaha sosial Strawberry24. Usaha Strawberry24 bertujuan untuk memproduksi makanan sehat berbahan dasar buah strawberry segar. Berikut model bisnis canvasnya.
bisnis model canvas
Bagaimana, mudah saja bukan? Jika kamu masih merasa kesulitan dalam membuat BMC, ada metode lain menggunakan daftar pertanyaan. Jawaban dari setiap pertanyaan itulah isi dari setiap elemen business model canvas. Berikut pertanyaan dari masing-masing kolom.
1. Customer Segment: Siapa yang akan membeli produk anda? Siapa yang mau membayar Anda?
2. Value Proposition: Mengapa orang memilih untuk menggunakan produk/jasa Anda? Apa keunggulan bisnis Anda dibanding kompetitor yang lain? Apa yang paling menarik dari model bisnis Anda?
3. Channels: Bagaimana cara pelanggan dapat mengetahui produk/jasa yang Anda tawarkan? Bagaimana cara produk/jasa bisa sampai ke tangan pelanggan? Apakah cara itu efektif?
4. Customer Relationship: Bagaimana cara Anda untuk selalu connect dengan pelanggan? Bagaimana Anda memastikan pelanggan puas setelah menggunakan produk/jasa Anda?
5. Revenue Streams: Bagaimana cara bisnis Anda menghasilkan uang? Apa saja produk/jasa yang Anda jual?
6. Key Activities: Apa kegiatan yang Anda lakukan untuk menciptakan value proposition? Apa strategi yang bisnis Anda lakukan sehingga target perusahaan dapat tercapai?
7. Key Resources: Apa sumber daya utama yang haus Anda miliki untuk menjalankan bisnis Anda? Asset apa saja yang Anda butuhkan agar bisnis dapat bersaing dengan bisnis serupa?
8. Key Partnerships: Siapa yang dapat mengerjakan hal-hal kebutuhan perusahaan diluar key activities-nya? Siapa pihak supplier/vendor yang paling menentukan kesuksesan perusahaan Anda?
9. Cost Structures: Pengeluaran apa saja yang dibutuhkan untuk menjalankan model bisnis ini? Komponen biaya apa yang dibutuhkan pada setiap elemen key acivities, key resources, dan channel?