1 of 34

MANAJEMEN �RANTAI PASOK�(Supply Chain Management-SCM)

MAGISTER MANAJEMEN AGRIBISNIS

FAKULTAS PERTANIAN

UNTAN

By Dr. Novira Kusrini

2 of 34

Pendahuluan

  • SCM penting bagi masyarakat dan perusahaan
  • ILUSTRASI : galon minuman (proses dan actors/pihak terlibat)

Dengan SCM :

  • A. menjaga availability
  • B. kualitas baik
  • C. harga terjangkau
  • D. tepat saat dibutuhkan

Pemain yang terlibat

  • A. perlu kerjasama
  • B. Share informasi
  • C. meramalkan permintaan dengan baik (tahu pasokan)
  • D. koordinasi antar satu sama lainnya

SCM :

  • A. bagaimana perusahaan mengantarkan produknya mengalir dari hulu hingga hilir (toko)
  • B. bagaimana produk itu mengalir dari pabrik – distributor- toko yang melibatkan aktivitas-aktivitas seperti Proses transportasi, penyimpanan, dan sebagainya

3 of 34

3 Pokok Bahasan

  • 1. Konsep SCM dan pentingnya SCM bagi perusahaan
  • 2. SC Strategy
  • 3. Demand Management (pola stabil, cost lebih murah)

Sasaran

  1. Memiliki kemampuan untuk memahami konsep-konsep SCM ini, baik metode, teknis yang ada
  2. Bagi sudah bekerja : menerapkan metode-metode untuk meningkatkan efektivitas pengelolaan “SUPPLY CHAIN”

(Melakukan perbaikan SC dalam perusahaan, Mis : menciptakan flow dari barang yang lebih efisien dari hulu ke hilir

4 of 34

POKOK BAHASAN 1 : KONSEP SCM

  1. Apa itu SCM
  2. SCM dan Daya Saing (Kinerja SCM)
  3. Ciri-ciri SCM yang baik
  4. Proses SCM
  5. Kolaborasi SCM
  6. Tantangan SCM

5 of 34

1. APA ITU SCM

  • Supply : pasokan
  • Chain : rantai
  • Rantai pasokan apa? ……BARANG
  • DIMANA mengalir dari hulu sampai dengan hilir dalam sebuah rantai mengikuti sejumlah actors/pelaku/pemain (T4 BERBEDA)
  • ContoH : gallon air mineral
  • Ada sejumlah actors/pelaku/pemain/organisasi yang terlibat dalam SC Yang beroperasi di tempat-tempat berbeda(Negara, benua dll), melewati ribuan mil.
  • Hal ini menyebabkan SC ini menjadi komplek sehingga mengelola SC ini butuh suatu metode, kecermatan dan membutuhkan kerjasama yang baik antara 1 pelaku dengan pelaku lainnya
  • CONTOH : Pakaian, makanan, jam tangan, HP melalui proses panjang (melalui SC)
  • Perusahaan yang bisa mengelola SC dengan baik, mereka akan KOMPETITIF DI PASAR DAN MENANG DALAM PERSAINGAN

6 of 34

1. APA ITU SCM

7 of 34

1. APA ITU SCM

  • DALAM SC yang dikelola tidak hanya ALIRAN barang/PRODUK (flow fisik dari hulu hingga hilir)
  • Ada 3 yang mengalir :
  • 1. Mengelola aliran barang
  • 2. Mengelola aliran uang
  • 3. Mengelola aliran informasi
  • Dari 3 aliran ini yang penting adalah ALIRAN INFORMASI
  • SC YANG BAIK saat ini sangat tergantung pada bagaimana mereka mengelola ALIRAN INFORMASI
  • Mereka yang lebih cepat mendeliver, on time delivery lbih tinggi, mereka lah yang dapat meng handle flow of information dengan baik

8 of 34

1. APA ITU SCM

  • CONTOH FLOW OF INFORMATION
  • Di pabrik, bisa memantau perkembangan perjualan/sales dari toKo dan mengetahui stock yang tersedia di toko
  • Maka bisa meramalkan kebutuhan ke depan lebih akurat, bisa menentukan barang yang akan dikirim ke toko dan bisa menentukan berapa yang harus diproduksi hari ini.
  • Sehingga di pabrik,

1. harus tahu informasi flow material dari supplier

2. harus tahu status order sampai dimana (kemungkinan on time/late)

  • Oleh karena itu aliran infomrasi sangat membantu di pabrik dalam membuat keputusan
  • KUNCI SC ADALAH HOW TO MANAGE INFORMATION (pergerakan barang sepenuhnya diatur oleh INFORMASI)
  • OBJECTIVE DARI SC adalah untuk mendeliver value kepada pelanggan sangat tergantung darii HOW TO MANAGE INFORMATION

9 of 34

2. SCM DAN DAYA SAING

  • Pentingnya SC bagi perusahaan adalah untuk menciptakan DAYA SAING
  • Mengapa perusahaan harus mengimplemetasikan SC ? SUPAYA produknya available di pasar dengan lebih kompetitif, kualitasnya baik
  • Bicara daya saing di pasar : PRODUCT AVAILABLE (in the right place, in the right quality, in the right time)
  • Sehingga SC penting di awal, di sana ada kegiatan produksi barang, cost terlibat di sana, kualitas dijaga, cycle time barang lebih pendek atau panjang
  • Fase lain dari SC misalnya di distribusi/penyimpanan : quality, speed, on time delivery, hal tersebut dipengaruhi oleh bagaimana kita mengelola physical Product
  • Bagaimana kita mengelola di lapangan, mendistribusikan barang sampai ke store (toko) sehingga di toko barang tersedia sesuai apa yang diinginkan pelanggan.

10 of 34

2. SCM DAN DAYA SAING

  • Ilustrasi : kajian oleh Gartner (Consulting Company) membuat rangking. praktek SC yang baik (kinerja SC baik) Top SC Player 2014

Pengklasifikasiannya berdasarkan judgement kinerja yang bisa diukur (data kuantitatif)

  1. Inventory Turnover Ratio
  2. Return on Assets
  3. Growth Revenue

No

Top SC Player

TOR

ROA

GR

1

Apple

69,2

20,5

31,2

2

Mc Donald

15,3

15,6

4,0

3

Amazon

8,9

0,8

27,2

4

Unilever

6,9

9,9

2,6

5

P & G

5,9

8,2

2,2

6

Samsung

18,1

11,4

12,7

11 of 34

2. SCM DAN DAYA SAING

1. Inventory Turnover Ratio

Adalah ukuran kecepatan perputaran barang

Seberapa cepat barang itu dapat berputar mengalir dari inventory kemudian berubah ke sales

Perusahaan yang inventory banyak, sales sedikit : TOR rendah

Sebaliknya perusahaan inventory sedikit tp dapat meng generate revenue yang besar : TOR tinggi

Semakin tinggi TOR, semakin baik kinerja SC perusahaan

Intinya SC mengelola aliran dari PRODUK

2. Return on Assets

Aset sedikit generating revenue besar : ROA tinggi

Pabrik mesin aset value besar = aset

Aset besar generating revenue kecil : ROA rendah

SC ingin REVENUE besar walaupun asset tidak terlalu besar /kecil

12 of 34

3. Growth Revenue

Prinsipnya bila SC bagus, barang selalu ada, inovasi yang kita buat terdeliver secara on time, sehingga akan menciptakan sales lebih tinggi

KETIKA DEMAND ITU lbh TINGGI….pertanyannya MAMPU TIDAK KITA MENGIRIM BARANG SESUAI DENGAN PERMINTAAN YANG TINGGI TSB, MAMPU KAH KITA MEMPRODUKSI BARANG SESUAI DEMAND TADI ?????????????????????

Kemampuan perusahaan untuk mengikuti ritme pasar yang meningkat (mendeliver produk sesuai permintaan pasar yang meningkat dari tahun ke tahun adalah CAPABILITY yang penting dimiliki oleh SC)

Seringkali perusahaan kalo ada demand naik, perusahaan tidka punya armada tempat untuk mengirim sehingga TIDAK MAMPU MENUNJANG REVENUE GROWTH

HAL INI menunjukkan betapa pentingnya SCM untuk menciptakan daya saing bagi perusahaan

2. SCM DAN DAYA SAING

13 of 34

3. CIRI-CIRI SCM YANG BAIK

  • Metodelogi SCOR (Supply Chain Operation Conference) dari SC council mendefinisikan 5 aspek yang harus dimiliki SC agar SC dapat berjalan baik
  • RELIABILITY (KEHANDALAN-bekerja sesuai janji/harapan)
  • Kemampuan menciptakan kualitas sesuai harapan pelanggan, produk tidak terlalu terdeviasi bahkan sama sekali tidak
  • Kemampuan untuk mendeliver on time, bisa memenuhi harapan waktu

Contoh janji deliver 2 minggu sampai..(harus dilakukan) harus sesuai dengan actualnya.

Harus punya promised date dan actual delivery date

Seberapa jauh deviasi ke duanya menunjukkan reliability kita dari sisi waktu.

SC PENTING Untuk menjaga janji waktu bisa dipenuhi oleh actual delivery kita

14 of 34

3. CIRI-CIRI SCM YANG BAIK

2. RESPONSIVENESS (CEPAT)

Mengukur kecepatan

Customer Responsiveness artinya kemampuan memenuhi order dari pelanggan dengan lebih cepat

Contoh perusahaan hari ini terima order… lusa pelanggan terima barangnya : order cycle time 2 hari

Bagaimana supaya tahun depan order cycle time 1 hari . Semakin cepat semakin baik

Kalo competitor kita bisa 2 hari kita harus bisa 2 atau lebih cepat lagi.

15 of 34

3. CIRI-CIRI SCM YANG BAIK

3. AGILITY (FLEXIBLE DAN ADAPTIF)

Kemampuan untuk flexible dan adaptif. Perubahan lingkungan selalu terjadi. SC bukan berada pada ruang kosong.. Misalnya Demand NAIK TURUN

Pertanyaanya mampukah sebagai anggota sc bisa menyesuaikan perubahan-perubahan di lapangan ???????

KETIKA DEMAND NAIK…. Bisa ndk mendeliver lebih tinggi, bisa memproduksi lebih tinggi

KETIKA DEMAND TURUN.. Bisa ndk perusahaan menyesuaikannya tetap sustainable secara bisnis (SULIT MENYESUAIKAN KAPASITAS PRODUKSI)

Agiliti adalah ukuran berapa flexible dan adptifnya kita dalam merespon perubahan yang terjadi di lapangan

16 of 34

3. CIRI-CIRI SCM YANG BAIK

4. PROCESS EFFICIENCY

AKTIVITAS yang dilakukan dalam perusahaan cost nya serendah mungkin

Walaupun cost bukan pertimbangan pertama tapi mungkin menjadi kreteria kedua bagi pelanggan untuk membeli produk kita

Bagaimana kita meningkatkan daya saing harga di pasar melalui proses yang efisien di sepanjang SC adalah kemampuan penting bagi SC

5. ASSET PRODUCTIVITY (SC MENGELOLA ASET)

Bagaimana kita meng generate revenue yang lebih besar dengan asset yang lebih kecil

Ini merupakan ukuran yang penting supaya asset kita productive menghasilkan revenue

17 of 34

3. CIRI-CIRI SCM YANG BAIK

Dari 5 hal tersebut :

  1. Untuk kepentingan customer : poin ??????????

2. Untuk kepentingan perusahaan : poin ????????????

Kita tidak mau merespon dengan biaya yang terlalu tinggi, asset kita pada akhirnya utilisasinya rendah dsb..

Di di sisi lain perusahaan yang mengelola sc ini ingin bisa mendeliver apa yang diinginkan pelanggan tetapi dengan proses yang efisien/cost rendah dan asset yang dimiliki produktif

Kesimpulan :

1. perusahaan harus memuaskan pelanggan

2. Mampu men deliver value kepada pelanggan dengan baik

3. Di sisil lain tetap efisien menjaga proses tetap acceptable dari sisi productivity dan efisien prosesnya

18 of 34

3. CIRI-CIRI SCM YANG BAIK

  • Studi kaitannya dengan daya saing perusahaan di Amerika yang bisa menciptakan keunggulan strategis
  • Studi ini mencoba mengklasifikasikan dilihat dari kinerja finansialnya antara perusahaan sebagai best in class (top company) dengan (comparable company).
  • Dilihat dari Gross Profit dan Net Margin
  • Hasil studi :
  • comparable company gross profitnya lebih tinggi (45%) menekan hpp sehingga laba tinggi, dibandingkan top company (40%)
  • Walaupun demikian comparable company memiliki net margin yang lebih rendah (7%) sedangkan top company (10%) menekan hpp sehingga laba tinggi
  • Artinya apa ???? :Walaupun generate renenue besar tapi masih ada cost yang tinggi untuk adinistrasi dalam SC YANG TERKAIT DENGan COST OF CAPITAL dari barang yang tertinggal di inventory tentu akhirnya kinerja fInansial akan lebih rendah,,

PENTING BAGI PERUSAHAAN PUNYA PROSES SC YANG EFISIEN, SUPAYA FINANCIAL PERFORMANCE JUGA BAGUS

19 of 34

4. PROSES DALAM SCM

DEFInisi proses ini pendekatannya melalui sc Council mengikuti defines SCOR.

ADA 5 PROSES UTAMA YANG ADA DALAM SC

  1. PROSES PLANNING
  2. PROCUREMENT (sourcing)
  3. PROSES PRODUCTION
  4. PROSES DISTRIBUTION
  5. RETURN HANDLING

20 of 34

4. PROSES DALAM SCM

1. PROSES PLANNING

SC dibuat /dieksekusi berdasarkan rencana

Sc sangat komplek melibatkan material yang baik, produk akan didistribusikan ke banyak lokasi harus ada perencanaan yang baik (perencanaan produksi, perencanaan pengiriman, pembelian material dsb)

2. PROCUREMENT (sourcing)

Proses terkait dengan bagaimana raw material /INPUT diperoleh, bagaimana cara memperolehnya , darimana, harga berapa

3. PROSES PRODUCTION

Proses bagaimana barag dibuat mulai dari raw material, sampai intermediate goods, finish product

4. PROSES DISTRIBUTION

Proses bagaimana barang itu dialirkan/dikirmkan dari pabrik sampai ke pelanggan

5. RETURN HANDLING

Bagaimana return dari produk dihandle.

Bagaimana produk itu kembali dari end customer /kembali dari toko dengan berbagai alasan juga harus dikelola dengan baik

21 of 34

4. PROSES DALAM SCM

  • Ada juga mengklasifikan proses dan SCM ada 2

1. Physical Process

Proses produksi, penyimpanan pengiriman dsb

Penting untuk memastikan apa yang diproduksi dan proses pengiriman itu terkait dengan ramalan permintaan / demand yang ada di pelanggan

2. Market Mediation

Introducing produk : promosi

Proses dan focus perusahaan yang menerapkan sc tidak sama

Ada perusahaan yang focus pada physical process tetapi tidak banyak melakukan Market Mediation

Contoh :

1. Semen, air mineral garam. Produk ini didominasi oleh ????????????

2. HP, televisi. Produk didominasi oleh ?????????????

Ciri-ciri Produk yang banyak melalukan aktivitas Market Mediation adalah

  1. Produk inovatif
  2. Life cycle pendek
  3. Peluncuran produk sangat banyak dari waktu ke waktu

22 of 34

5. KOLABORASI SCM

  • PRINSIP YANG PENTING dalam SCM ADALAH KOLABORASI/KERJASAMA
  • MEMBEDAKAN perusahaan TRADISIONAL dengan perusahaan modern dalam mengelola SC
  • PERUSAHAAN TRADISIONAL

Antara fungsi satu dengan lainnya berdiri sendiri (SILO MODEL . Informasi tdk bis adiketahui orang lain.. Bagian distrbusi punya data sendiri informasi sedniri)

Kolaborasi antar fungsi rendah

(tidak tahu dunia luar/terisolasi, informasi yang dimiliki tidak bisa dicada dan diketahui orang lain)

CONTOH

Bagian produksi melakukan fungsi sendiri, datanya sendiri, tujuan sendiri

Bgian sales juga begitu. Bila target tercapai belum tentu fungsi lain juga baik

Bagian material control juga demikian

Orang bagian operation dan sales PUNYA CONFLICT OF INTEREST BERBEDA

CUKUP TERPELIHARA menyebabkan INEFFICIENCY dalam perusahaan

23 of 34

5. KOLABORASI SCM

  • Bagian sales
  • Fungsi menjual barang
  • Semakin banyak dijual, kinerja semakin baik
  • Value of sales akan menentukan orang sales dapat bonus atau tidak
  • MISAL
  • ada dinamika pasar(pasar berubah naik turun)
  • Ada customer order yang direvisi/demand tambahn
  • Org sales sedapat mungkin akan dapat memenuhi permintaan tadi
  • Artinya akan terjadi banyak perubahan (penyesuaian permintaan customer dengan apa yang terjadi di internal)
  • Bagian operation
  • Diwakili oleh orang produksi yang memeliki interest yang beda
  • Org produksi ingin supaya production process efisien .
  • Kalo mau efisien sedikitnya perubahan-perubahan yang terjadi efisien

24 of 34

5. KOLABORASI SCM

MISAL

  • Customer minta BARANG A direvisi berubah menjadi barang B
  • Orang sales berkata YAAAA Kepada pelanggan
  • Bagi org produksi dengan perubahan itu agak sulit karena sudah menyiapkan material, system produksi/fasilitas produksi untuk BARANG A.
  • Maka ketika ada revisi demand akan banyak persiapan (mesin di set up ulang), material dibutuhkan berbeda
  • AKAN TERJADI CONFLICT OF INTEREST
  • Terjadinya CONFLICT OF INTEREST ADALAH COSTLY
  • Banyak menimbulkan biaya, timbul INEFFICIENCY
  • MASING fungsi punya ego masing-masing

25 of 34

5. KOLABORASI SCM

  • SOLUSI NYA : KONSEP BARU YAITU S & OP (SALES AND OPERATION PLANNING)
  • Menjebatani kepentingan antara sales dan operation, melalui kolaborasi antar keduanya

Contoh KOLABORASI 1 DALAM SC

  • Supaya apa yang dijual orang sales dan apa yang diproduksi orang production memang betul-betul memaximalkan benefit bagi perusahaan BUKAN BENEFIT MASING FUNGSI)
  • PENDEKATAN S & OP : new approach : KEDUA BAGIAN bersama-sama menentukan target bertemu setiap bulan setting target untuk evaluasi perkembanagn)

Contoh KOLABORASI 2 DALAM SC

BAGAIMANA kolaborasi ini terjadi dalam proses merancang produk

Kalo bagian sales dan operation terjadi di internal perusahaan

Kalo proses merancang produk terjadi baik di internal dan eksternal perusahaan melibatkan SUPPLIER

INTERNAL : HOW bagian produksi, logistic bekerjasama untuk menghasilkan desain baru

26 of 34

5. KOLABORASI SCM

CONTOH :

Bagaimana mobil baru dirancang/didesain bila yang mengerjakan hanya designer saja maka banyak aspek yang tidak dimasukkan dalam desain itu

Hasilnya sulit dikerjakan di lantai produksi, manufactured ability akan rendah akan sulit bagian fasilitas produksi yang kita punya untuk mengimplementasikan desain itu.

Mungin bentuk terlalu rumit, material dibuthkan mahal, dampaknya PRODUK YANG DIHASILKAN MAHAL DI PASARAN

Kesimpulan : Pada saat merancang produk butuh masukan dari :

  1. Bagian manufacturing yang mengerti proses,
  2. Bagian logistic yang mengerti packaging
  3. Supplier (eksternal) yang memproduksi komponen yang dibutuhkan untuk menciptakan produk tersebut

27 of 34

5. KOLABORASI SCM

CONTOH INDUSTRI OTOMOTIF

PEKERJAAN yang dilakukan hanya merakit (20-30% dari value added yang ada dalam industry otomotif dikerjakan di assembly plan (pabrik perakitan)

SELEBIHNYA hampir semua di supplier

Akan sulit bila dari awal supplier tidak involve di situ

Sehingga supplier harus terlibat tidak hanya memasok komponen juga terlibat dalam FASE DESAIN SEHINGGA APA YANG DIPRODUKSI SESUAI DENGAN DIBUTUHKAN PABRIK YANG AKAN MERAKIT KOMPONEN ITU MENJADI PRODUK

HAL INI DISEBUT EARLY SUPPLIER INVOLVEMENT

TIDAK HANYA MEMASOK SAJA

28 of 34

6. TANTANGAN DALAM SCM

TANTANGAN 1

  • PROSES SC di lapangan sangat complex
  • Proses melibatkan kegiatan yang meng handle barang, deliver barang dengan cepat, get raw material dari supplier, supplier tersebar di berbagai Negara, melibatkan juga kegiatan transportasi, MELIBATKAn pekerjaan kasar
  • Seiring dengan kompleknya SC DAN tekanan kompetisi yang ketat di pasar, perusahaan mencari cara yang inovatif lebih baik untuk mengelola produk agar bisa dinikmati dengan baik bagi pelanggan
  • Salah satu yang dilakukan perusahaan adalah OUTSOURCING
  • OUTSOURCING adalah bagaimana mengalihkan proses yang dikerjakan kepada pihak ke-3 yang dianggap lebih mampu mengerjakannya

29 of 34

6. TANTANGAN DALAM SCM

VERTIKAL INTEGRATION (VI)

  • Biasanya perusahaan mengelola SC dengan pendekatan VERTIKAL INTEGRATION (VI) ARTINYA hampir semua proses dari hulu hingga hilir dikerjakan oleh perusahaan yang memiliki ikatan sama
  • Tentunya punya positif dan negatipnya

  • Dengan Vertikal Integration (VI) control lebih baik
  • Dengan outsourcing control sedikit lemah

PENTINGNYA TANTANGAN DALAM SC : bagaimana melibatkan pihak ke-3 tetapi tetap sinkron kegiatan-kegiatan dari hulu sd hilir (TANTANGAN 1)

PERubahan dari VI KE OUTSOURCING terdapat sisi baiknya : bisa memilih actor/pemain terbaik yang ada (best talent)

30 of 34

6. TANTANGAN DALAM SCM

TANTANGAN 2

  • SC semakin panjang melibatkan GLOBAL MOVEMENT dari barang
  • Contoh raw material ada di suatu Negara, proses barang setengah jadi ada di Negara lain, finishnya ada di Negara lain lagi, dipasarkan ke Negara lainnya.
  • Hal ini menyebabkan sc mengalir pada time zone beda karena lintas Negara
  • PERTANYAAN NYA :
  • MENGAPA PERUSHAAN TETAP MELAKUKAN HAL TSB (mengelola SC pada lintas Negara) ?

Alasan : MENCIPTAKAN COST COMPETITIVENESS (TANTANGAN 2)

31 of 34

6. TANTANGAN DALAM SCM

TANTANGAN 2 : bagaimana mengelola flow dari barang melalui waktu dan litasan yang panjang melewati batas-batas antar Negara, beda culture BISA SMOOTH dari hulu ke hilir

Perusahaan ingin COST dalam SC lebih rendah

Akan lebih bagus produksi di Negara lain yag costnya lebih rendah

Contoh perusahaan garmen di AMERIKA melakukan proses produksinya di Negara ke -3 seperti Ind, Vietnam dan Bangladesh.

Perusahaan yang membeli garmen dari Bangladesh bisa mendapatkan harga per baju < 4 us $

Bila memproduksi di Amerika cost production nya saja sudah 10 sd 12 US $

Jadi produksi di Bangladesh + biaya kirim ke Amerika masih lebih murah dibandingkan bila produksi di amerika

32 of 34

6. TANTANGAN DALAM SCM

TANTANGAN 3

  • Banyak perusahaan yang mulanya 5 jenis krn tuntuan pelanggan menjadi 20 – 30 JENIS
  • Begitu produk semakin variasi
  • sisi pelanggan suka banyak pilihan
  • sisi perusahaan akan sulit karena menciptakan kompleksitas yang luar biasa dalam SC

Contoh :Produksi 1 jenis barang dengan 3 jenis barang punya kompleksitas yang jauh berbeda

Ketika akan memproduksi 3 jenis barang. Pada saat kita akan memproduksi barang ke-2. lintasan barang ke-1 dimatikan dulu (SET UP PROCESS)

Ketika set up akan kehilangan waktu (tidak produktif) dan skala ekonomi akan turun

Baik mana Memproduksi 1000 unit untuk 1 jenis atau memproduksi 3 jenis barang masing-masing 400, 400 dan 300 unit?????????????

Jadi variasi produk MENINGKAT menciptakan kompleksitas di dalam semua STAge yang ada dalam SC dan berpotensi menciptakan cost lebih tinggi

TANTANGAN 3 : bagaimana mengelola sc KETIKA VARIASI PRODUK MENINGKAT karena tidak mudah

33 of 34

6. TANTANGAN DALAM SCM

TANTANGAN 4

  • Di dunia ini tidak ada yang pasti dalam SC
  • KAPAN BARANG datang dari supplier juga tidak pasti (terlambat, rusak tidak bisa semua digunakan dsb)-
  • HARGA barang dari supplier juga tidak pasti (naik dan turun)

  • Dari Hulu saja ada
  • KETIDAKPASTIAN WAKTU,
  • KUALITAS BARANG DARI SUPPLIER DAN
  • KETIDAKPASTIAN HARGA

  • DI HILIR LEBIH banyak lagi ketidakpastian MISALNYA demand (naik turun jumlahnya ) maupun jenisnya yang besar pengaruhnya terhadap SC

34 of 34

6. TANTANGAN DALAM SCM

  • Ketika demand turun, pertanyaannya MASIH BISA NDK KITA PRODUKSI DENGAN EFISIEN JIKA VOLUME PRODUKSI TURUN 20% ??????????????
  • Contoh industrI pabrIk KELAPA SAWIT (CPO), KAPASItAS PRODUKSI SULIT UNTUK DINAIKKAN ATAU DI TURUNKAN (permintaan naik turun akan mempengaruhi cost yang besar)
  • Kita mendeliver produk yang dibutuhkan di wilayah A tetapi tidak di wilayah B (MIX OF REGION), MENGIKUTI PERBEDAAN MUSIM. Demand tidak steady
  • Internal : pabrik break down, mesin rusak, TK tidak produkttif, demo
  • Eksternal : politik regulasi
  • TANTANG AN 4 :
  • dalam mengelola SC perusahaan harus mengerti berbagai Uncertainty di sepanjang sc
  • HARUS TAHU bagaimana mengelola uncertainty (RISK MANAGEMENT)