BAB
11
MEMERAGAKAN CARA MENERAPKAN GERAK TARI TRADISIONAL BERDASARKAN POLA LANTAI DENGAN MENGGUNAKAN UNSUR PENDUKUNG TARI
PETA KONSEP
TARI TRADISIONAL DAN KERAKYATAN
Pola Lantai
Pendukung Tari
TARI TRADISIONAL
Menyajikan tari tradisional klasik atau tari tradisional kerakyatan sama maknanya dengan mempertunjukan bentuk tarian tradisional secara perorangan atau tunggal, berpasangan dan kelompok.
TARI TRADISIONAL
Sumber: Iryna Rasko/shutterstock.com
Sumber: Anges van der Logt/shutterstock.com
Sumber: Damian Panhowiec/shutterstock.com
Pola lantai perseorangan
Pola lantai berpasangan
Pola lantai berkelompok
Pola lantai garis lurus dan garis lengkung dapat membuat penyajian tari baik secara individu, berpasangan, atau kelompok menjadi atraktif.
POLA LANTAI
UNSUR PENDUKUNG TARI
Gerak tari tradisional berdasarkan penggunaan pola lantai menggunakan garis lurus dan garis lengkung serta menggunakan unsur pendukung yang terdapat dalam keindahan seni tari seperti wiraga, wirama, wirasa, dan wirupa.
UNSUR PENDUKUNG TARI
Ungkapan kepahlawanan seseorang pada
seni tari diwujudkan dengan ragam gerak gagah perkasa yang sarat dengan olah kekuatan dan keperkasaan dengan volume atau ruang gerak luas patah-patah menyiku.
UNSUR PENDUKUNG TARI
Dalam tema kegembiraan ragam gerak yang digunakan sebaiknya terangkai ringan, lincah, serta berirama cepat dan dinamis.
UNSUR PENDUKUNG TARI
Tari tradisional bentuk tunggal dengan tema roman atau percintaan merupakan rangkaian gerak tari yang tersusun dan terikat sesuai dengan karakter gerak yang memiliki alur cerita.
Tema percintaan sudah diberikan sejak awal tarian, yaitu dengan adegan kehidupan asmara tokoh yang menari tanpa pasangan karena cinta sepihak.