�KURIKULUM MERDEKA �
Learning Loss
Learning Gap
Pengembangan Kurikulum Secara Komprehensif
KRISIS PEMBELAJARAN
1
2
Tingkat Pengangguran Terbuka Menurut Pendidikan
FAKTA tentang kurikulum kita
Kaku dan terfokus pada konten
Pengaturan jam belajar menggunakan satuan minggu,
tidak leluasa, berakibat pembelajaran menjadi padat
Isi terlalu teoritis, terlalu luas, sulit dipahami, dan diimplementasikan oleh guru
Belum disesuaikan sepenuhnya oleh satuan pendidikan dengan situasi dan kebutuhan satuan pendidikan, daerah, dan peserta didik
Pendekatan tematik dianggap hanya untuk Paud dan SD
EVALUASI KURIKULUM 13
1
2
3
Beban pelajaran yang harus siswa tanggung terlalu banyak,
>> dibutuhkan Kurikulum yang Sederhana
Guru di Indonesia masih terkonsentrasi pada dokumen yang bersifat administratif
>> dibutuhkan Kurikulum yang mudah diimplementasikan
Tidak memberikan fleksibilitas guru untuk mengembangkan kreativitas dan inovasi.
>> dibutuhkan Kurikulum yang Decentralized dan Fleksibel
Sederhana, mudah dipahami dan diimplementasikan
Fokus pada kompetensi dan karakter semua peserta didik
Fleksibel
Selaras
Memperhatikan hasil kajian dan umpan balik
KEBUTUHAN KURIKULUM
Kurikulum Paradigma Baru / Kurikulum Prototipe /
Kurikulum Merdeka
SPEKTRUM KEAHLIAN SMK
Spektrum Keahlian SMK (K-2013) | Spektrum Keahlian SMK (Paradigma Baru) |
9 Bidang Keahlian | 10 Bidang Keahlian |
49 Program Keahlian | 50 Program Keahlian |
146 Kompetensi Keahlian | - |
STRUKTUR KURIKULUM
a. pembelajaran intrakurikuler; dan
b. projek penguatan profil pelajar Pancasila yang dialokasikan sekitar 30% (tiga puluh persen) total JP per tahun
Mata Pelajaran | Alokasi Intra kurikuler / Th | Alokasi P5 / Th | Total JP /Th | |
A. Mata Pelajaran Umum | ||||
1 | Pendidikan Agama & BP | 90 | 18 | 108 |
2 | Pendidikan Pancasila | 90 | 18 | 72 |
3 | Bahasa Indonesia | 108 | 36 | 144 |
4 | Pend Jasmani OR Kes | 90 | 18 | 108 |
5 | Sejarah | 54 | 18 | 72 |
6 | Seni Budaya | 54 | 18 | 72 |
7 | Muatan Lokal | 72 | - | 72 |
Jumlah Kelompok Mapel (A) | 450 | 126 | 576 | |
B. Mata Pelajaran Kejuruan | ||||
1 | Matematika | 108 | 36 | 144 |
2 | Bahasa Inggris | 108 | 36 | 144 |
3 | Informatika | 108 | 36 | 144 |
4 | Projek IPAS | 162 | 54 | 216 |
5 | Dasar2 Program Keahlian | 432 | - | 432 |
Jumlah Kelompok Mapel (B) | 918 | 162 | 1080 | |
Jumlah (A) + (B) | 1368 | 288 | 1656 | |
Struktur Kurikulum SMK Kelas X
Mata Pelajaran | Alokasi Intra kurikuler / Th | Alokasi P5 / Th | Total JP /Th | |
A. Mata Pelajaran Umum | ||||
1 | Pendidikan Agama & BP | 90 | 18 | 108 |
2 | Pendidikan Pancasila | 54 | 18 | 72 |
3 | Bahasa Indonesia | 90 | 18 | 108 |
4 | Pend Jasmani OR Kes | 54 | 18 | 108 |
5 | Sejarah | 54 | 18 | 72 |
6 | Muatan Lokal | 72 | - | 72 |
Jumlah Kelompok Mapel (A) | 342 | 90 | 432 | |
B. Mata Pelajaran Kejuruan | ||||
1 | Matematika | 90 | 18 | 108 |
2 | Bahasa Inggris | 108 | 36 | 144 |
3 | Mapel (Konsentrasi K) | 648 | - | 648 |
4 | Projek Kreatif Kewirausa | 180 | - | 180 |
5 | Mapel pilihan | 432 | - | 432 |
Jumlah Kelompok Mapel (B) | 144 | 54 | 1224 | |
Jumlah (A) + (B) | 1368 | 144 | 1656 | |
Struktur Kurikulum SMK Kelas XI
PENJELASAN
,
Struktur kurikulum dibagi menjadi 2 (dua) bagian utama yaitu Kelompok Mata Pelajaran Umum (A) dan Kelompok Mata Pelajaran Kejuruan (B)
Kelompok Mapel Umum (A) merupakan kelompok maple yang berfungsi membentuk peserta didik menjadi pribadi utuh, sesuai dengan fase perkembangan, berkaitan dengan norma2 kehidupan
Kelompok Mata Pelajaran Kejuruan (B) merupakan kelompok mata pelajaran yang berfungsi membentuk peserta didik sebagai individu agar memiliki kompetensi sesuai kebutuhan dunia kerja serta ilmu pengetahuan, teknologi, seni dan budaya.
Mapel Informatika berisi berbagai kompetensi untuk menunjang keterampilan berpikir kritis dan sistematis guna menyelesaikan beragam permasalahan umum
Mapel Projek IPAS berisi muatan tentang literasi ilmu pengetahuan alam dan sosial yang diformulasikan dalam tema-tema kehidupan yang kontekstual dan aktual.
Mapel Kejuruan yang dipelajari di kelas X merupakan mata pelajaran dasar-dasar Program Keahlian.
Pada program 3 (tiga) tahun, Mata Pelajaran Kejuruan yang dipelajari di kelas XI sampai dengan kelas XII merupakan mata pelajaran dalam konsentrasi keahlian tertentu
Pada program 4 (empat) tahun, Mata Pelajaran Kejuruan yang dipelajari di kelas XI sampai dengan kelas XIII merupakan mata pelajaran dalam konsentrasi keahlian tertentu.
.
.
Mata Pelajaran Projek Kreatif dan Kewirausahaan merupakan wahana pembelajaran bagi peserta didik melalui pendekatan pembelajaran berbasis projek untuk mengaktualisasikan dan mengekspresikan kompetensi yang dikuasai pada kegiatan pembuatan produk/pekerjaan layanan jasa secara kreatif dan bernilai ekonomis
Pada program 3 (tiga) tahun, Praktik Kerja Lapangan (PKL) merupakan mata pelajaran yang dilaksanakan secara blok dan direncanakan pelaksanaannya di kelas XII selama 6 (enam) bulan atau 18 (delapan belas) minggu dengan asumsi 46 (empat puluh enam) JP per minggu.
Pada program 4 (empat) tahun, PKL merupakan mata pelajaran yang dilaksanakan secara blok dan direncanakan pelaksanaannya di kelas XIII selama 10 (sepuluh) bulan atau 27 (dua puluh tujuh) – 28 (dua puluh depalan) minggu dengan asumsi 46 (empat puluh enam) JP per minggu
Mapel Pilihan merupa kan maple yang dipilih siswa berdasar renjana (passion) untuk pengembangan diri, (berwirausaha, bekerja pada bidangnya, maupun melanjutkan Pendidikan). Misal : maple Bahasa Asing (selain Bahasa Inggris), Matematika, IPA, IPS, atau mata pelajaran kejuruan lain di luar konsentrasi keahliannya.
Mata pelajaran ini berisi elemen-elemen pembelajaran minimum dan dapat ditambah oleh satuan pendidikan bersama mitra dunia kerja sesuai kebutuhan dunia kerja.
.
.
Satuan pendidikan dan/atau pemerintah daerah dapat menambahkan muatan tambahan sesuai kebutuhan peserta didik, dunia kerja dan karakteristik satuan pendidikan dan/atau daerah secara fleksibel
Muatan pelajaran kepercayaan untuk penganut Kepercayaan kepada Tuhan Yang Maha Esa dilaksanakan sesuai peraturan perundang-undangan yang mengatur mengenai layanan pendidikan kepercayaan kepada Tuhan Yang Maha Esa.
Satuan pendidikan penyelenggara pendidikan inklusif di SMK/MAK menyediakan layanan program kebutuhan khusus sesuai kondisi peserta didik.
.
.
Capaian Pembelajaran
TP/ATP.
Modul Ajar
Implementasi ATP yang dikembangkan dari CP dengan Profil Pelajar Pancasila sebagai sasaran
Kompetensi pembelajaran yang harus dicapai peserta didik pada setiap tahap perkembangan peserta didik untuk setiap mata pelajaran pada satuan pendidikan dasar dan pendidikan menengah.
deskripsi pencapaian tiga aspek kompetensi yang diperoleh siswa dalam satu atau lebih kegiatan pembelajaran, disusun secara kronologis berdasarkan urutan pembelajaran dari waktu ke waktu yang menjadi prasyarat menuju CP
PRINSIP PEMBELAJARAN DAN ASESMEN
Pemerintah hanya mengatur prinsip dari pembelajaran dan asesmen
Artinya, tidak ada arahan yang preskriptif atau aturan yang konkrit tentang bagaimana guru harus membuat perencana an, mengajar, dan melakukan asesmen.
pembelajaran dan asesmen dapat beragam sesuai dengan kondisi dan konteks pembelajaran di masing-masing kelas dan satuan pendidikan, namun semuanya berlandaskan pada prinsip-prinsip yang sama.
KURIKULUM OPERASIONAL SATUAN PENDIDIKAN
memuat seluruh perencanaan proses belajar yang akan diselenggarakan oleh satuan pendidikan agar satuan pendidikan memiliki pendoman pembelajaran.
Komponen dalam KOS diharapkan dapat menjadi dokumen acuan refleksi bagi semua unsur pendidikan di satuan pendidikan sehingga satuan pendidikan dapat tetap menyesuaikan dinamika perubahan dan kebutuhan siswa.
KEUNGGULAN KURIKULUM MERDEKA
Pembelajaran melalui kegiatan projek memberikan kesempatan lebih luas kepada peserta didik untuk secara aktif mengeksplorasi isu-isu aktual
Guru mengajar sesuai tahap capaian dan perkembangan peserta didik.
Sekolah fleksibel mengembangkan kurikulum
Yuli Rifiani
Pengawas SMK Prov Jateng
yulirifiani@gmail.com
081325669686