Tahun 2009, pemerintah membuat program pembangunan kepemudaan, yang salah satunya adalah Program Kewirausahaan Pemuda. Program yang bertujuan membangun komitmen peranan pemuda dalam pembangunan ekonomi nasional ini terdiri dari 3 pilar: penyadaran, pemberdayaan, dan pengembangan.
1
Program kewirausahaan dimaksudkan sebagai salah satu upaya memberi bekal kepada peserta didik agar mereka memahami konsep kewirausahaan, memiliki karakter wirausaha, mampu memanfaatkan peluang, dan mendapatkan pengalaman langsung berwirausaha, serta terbentuknya lingkungan sekolah yang berwawasan kewirausahaan.
Sumber:
Pedoman Program Kewirausahaan SMA. 2019. Kemdikbud. https://psma.kemdikbud.go.id/direktorat/data/ files/buku/Pedoman%20Kewirausahaan%20SM A.pdf
HAL YANG HARUS DIPERHATIKAN SEBELUM MEMULAI PROJEK
2
TAHAPAN DALAM PROJEK
3
I. Tahap Pengenalan. Mengenali makna, karakteristik, dan peran wirausaha dalam kehidupan manusia. | ||
1. Mengenal Wirausaha 4 JP | 2. Menggali Potensi Diri 4 JP | 3. Menumbuhkan Sikap Wirausaha 4 JP |
II. Tahap Kontekstualisasi. Mengkontekstualisasi wujud wirausaha dalam pengenalan potensi daerah. | ||
4. Mengenal Potensi Daerah 8 JP | 5. Analisis Sumberdaya Daerah 4 JP | 6. Kearifan Lokal dan Etika Berwirausaha 4 JP |
III. Tahap Perencanaan. Mencari dan mengembangkan ide, menginventarisasi sumber daya, dan merencanakan usaha yang berkelanjutan | ||
7. Menggali dan Mengembangkan Ide 4 JP | 8. Merencanakan Usaha 4JP | 9. Berkolaborasi dan Bekerja sama 4JP |
IV. Tahap Aksi. Mengaplikasikan pengetahuan dan keterampilan yang didapat melalui aksi nyata yang bermakna | ||
10. Strategi dan Inovasi dalam Berwirausaha 4 JP | 11. Penyempurnaan Karya dan Strategi 12 JP | 12. Wirausaha Mandiri dan Berkelanjutan 12 JP |
V. Tahap Refleksi. Menggenapi proses dengan evaluasi dan refleksi | ||
13.Refleksi 4JP | Total = 72 JP 1 JP = 45 minggu | |
DIMENSI, ELEMEN, DAN SUB-ELEMEN PROFIL PELAJAR PANCASILA
4
Dimensi | Sub-elemen | Target Pencapaian di akhir Fase E (SMK, 15-18 tahun) | Aktivitas Terkait |
Mandiri | Pemahaman diri dan situasi yang dihadapi | Mengenali kualitas dan minat diri serta tantangan yang dihadapi | 1,2,3,4,5,13 |
Kreatif | menghasilkan gagasan yang orisinal | Menghasilkan gagasan yang beragam untuk mengekspresikan pikiran dan atau perasaannya, menilai gagasannya, serta memikirkan segala risikonya dengan mempertimbangkan banyak perspektif seperti etika dan nilai kemanusiaan ketika gagasannya direalisasikan | 7,8,9 |
menghasilkan karya dan tindakan yang orisinal | Mengeksplorasi dan mengekspresikan pikiran dan/atau perasaannya dalam bentuk karya dan/atau tindakan, serta mengevaluasinya dan mempertimbangkan dampak dan risikonya | 7,8,9 | |
memiliki keluwesan berpikir dalam mencari alternatif solusi permasalahan | Bereksperimen dengan berbagai pilihan secara kreatif untuk memodifikasi gagasan sesuai dengan perubahan situasi | 10,11,12 | |
Gotong royong | kolaborasi - kerja sama | Membangun tim dan mengelola kerjasama untuk mencapai tujuan bersama sesuai dengan target yang sudah ditentukan | 2, 9,12 |
Beriman, bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, dan Berakhlak Mulia | akhlak pribadi - integritas | Menyadari bahwa aturan agama dan sosial merupakan aturan yang baik dan menjadi bagian dari diri sehingga bisa menerapkannya secara bijak dan kontekstual. | 6,13 |
REFERENSI PERKEMBANGAN SUB-ELEMEN ANTAR FASE - KREATIF
5
Sub-elemen | Belum berkembang | Mulai berkembang | Berkembang sesuai harapan | Sangat Berkembang |
Menghasilkan | Mengembangkan gagasan | Menghubungkan gagasan | Menghasilkan gagasan yang | Menghasilkan gagasan yang beragam |
gagasan yang | yang ia miliki untuk membuat | yang ia miliki dengan | beragam untuk mengekspresikan | untuk mengekspresikan pikiran |
orisinal | kombinasi hal yang baru dan | informasi atau gagasan | pikiran dan/atau perasaannya, | dan/atau perasaannya, menilai |
imajinatif untuk | baru untuk menghasilkan | menilai gagasannya, serta | gagasannya, serta memikirkan segala | |
| ||||
| mengekspresikan pikiran | kombinasi gagasan baru | memikirkan segala risikonya | risikonya dengan mempertimbangkan |
| dan/atau perasaannya. | dan imajinatif untuk | dengan mempertimbangkan | banyak perspektif seperti etika dan |
| mengekspresikan pikiran | banyak perspektif seperti etika dan | nilai kemanusiaan ketika gagasannya | |
| ||||
| | dan/atau perasaannya. | nilai kemanusiaan ketika gagasannya direalisasikan. | direalisasikan dalam bentuk aksi nyata program kewirausahaan. |
Menghasilkan | Mengeksplorasi dan | Mengeksplorasi dan | Mengeksplorasi dan | Mengeksplorasi dan mengekspresikan |
karya dan tindakan | mengekspresikan pikiran | mengekspresikan pikiran | mengekspresikan pikiran dan/atau | pikiran dan/atau perasaannya dalam |
yang orisinal | dan/atau perasaannya sesuai | dan/atau perasaannya | perasaannya dalam bentuk karya | bentuk karya dan/atau tindakan, serta |
dengan minat dan | dalam bentuk karya | dan/atau tindakan, serta | mengevaluasinya dan | |
| ||||
| kesukaannya dalam bentuk | dan/atau tindakan, serta | mengevaluasinya dan | mempertimbangkan dampak dan |
| karya dan/atau tindakan serta | mengevaluasinya dan | mempertimbangkan dampak dan | risikonya bagi diri dan lingkungannya |
| mengapresiasi dan mengkritik | mempertimbang kan | risikonya bagi diri dan | dengan menggunakan berbagai |
| karya dan tindakan yang dihasilkan | dampaknya bagi orang lain | lingkungannya dengan menggunakan berbagai perspektif. | perspektif dalam bentuk proposal rancang karya kewirausahaan. |
Memiliki keluwesan | berupaya mencari solusi | Menghasilkan solusi | Bereksperimen dengan berbagai | Bereksperimen dengan berbagai |
berpikir dalam | alternatif saat pendekatan | alternatif dengan | pilihan secara kreatif untuk | pilihan secara kreatif untuk |
mencari alternatif | yang diambil tidak berhasil | mengadaptasi berbagai | memodifikasi gagasan sesuai | memodifikasi gagasan sesuai dengan |
solusi permasalahan | berdasarkan identifikasi terhadap situasi | gagasan dan umpan balik untuk menghadapi situasi dan permasalahan | dengan perubahan situasi. | perubahan situasi dalam aksi nyata pelaksanaan program kewirausahaan. |
REFERENSI PERKEMBANGAN SUB-ELEMEN ANTAR FASE - MANDIRI
6
Sub-elemen | Belum berkembang | Mulai Berkembang | Berkembang Sesuai Harapan | Sangat Berkembang |
Mengenali kualitas dan minat diri serta tantangan yang dihadapi | Menggambarkan pengaruh kualitas dirinya terhadap pelaksanaan dan hasil belajar; serta mengidentifikasi kemampuan yang ingin dikembangkan dengan mempertimbangkan tantangan yang dihadapinya dan umpan balik dari orang dewasa | Membuat penilaian yang realistis terhadap kemampuan dan minat , serta prioritas pengembangan diri berdasarkan pengalaman belajar dan aktivitas lain yang dilakukannya. | Mengidentifikasi kekuatan dan tantangan-tantangan yang akan dihadapi pada konteks pembelajaran, sosial dan pekerjaan yang akan dipilihnya di masa depan. | Mengidentifikasi DAN menganalisis secara mendalam kekuatan dan tantangan-tantangan yang akan dihadapi pada konteks pembelajaran, sosial dan pekerjaan yang akan dipilihnya di masa depan. |
REFERENSI PERKEMBANGAN SUB-ELEMEN ANTAR FASE - GOTONG ROYONG
7
Sub-elemen | Belum berkembang | Mulai Berkembang | Berkembang Sesuai Harapan | Sangat Berkembang |
Kolaborasi - kerja sama | Menunjukkan ekspektasi (harapan) positif kepada orang lain dalam rangka mencapai tujuan kelompok di lingkungan sekitar (sekolah dan rumah). | Menyelaraskan tindakan sendiri dengan tindakan orang lain untuk melaksanakan kegiatan dan mencapai tujuan kelompok di lingkungan sekitar, serta memberi semangat kepada orang lain untuk bekerja efektif dan mencapai tujuan bersama. | Membangun tim dan mengelola kerjasama untuk mencapai tujuan bersama sesuai dengan target yang sudah ditentukan. | Membangun tim dan mengelola kerjasama untuk mencapai tujuan bersama secara mandiri sesuai dengan target yang sudah ditentukan. |
REFERENSI PERKEMBANGAN SUB-ELEMEN
ANTAR FASE - BERIMAN, BERTAKWA KEPADA TUHAN YME, DAN BERAKHLAK MULIA
8
Sub-elemen | Belum berkembang | Mulai Berkembang | Berkembang Sesuai Harapan | Sangat Berkembang |
Akhlak pribadi - integritas | Membiasakan melakukan refleksi tentang pentingnya bersikap jujur dan berani menyampaikan kebenaran atau fakta | Berani dan konsisten menyampaikan kebenaran atau fakta serta memahami konsekuensinya untuk diri sendiri dan orang lain | Menyadari bahwa aturan agama dan sosial merupakan aturan yang baik dan menjadi bagian dari diri sehingga bisa menerapkannya secara bijak dan kontekstual | Menyadari bahwa aturan agama dan sosial merupakan aturan yang baik dan menjadi bagian dari diri sehingga bisa menerapkannya secara bijak dan kontekstual dalam aksi nyata program kewirausahaan |
RELEVANSI PROJEK INI BAGI SEKOLAH DAN SEMUA GURU MATA PELAJARAN
9
CARA MENGGUNAKAN PERANGKAT AJAR PROJEK INI
10
I. Tahap Pengenalan
Mengenali makna, karakteristik, dan peran wirausaha dalam kehidupan manusia.
Kegiatan 1 Mengenal Karakter Wirausaha
4 JP
Kegiatan 2
Menggali Potensi Diri
4 JP
Kegiatan 3 Menumbuhkan Sikap Wirausaha
4 JP
11
KEGIATAN 1: Mengenal Karakter Wirausaha
12
Tujuan Pembelajaran:
|
Waktu: 4JP Bahan: jurnal peserta didik, alat tulis, buku bacaan, perangkat audio visual, komputer dengan jaringan internet, narasumber, kunjungan Peran Guru:Moderator/Fasilitator/Narasumber/Supervisi/Konsultasi |
Persiapan:
Apakah kamu memiliki sikap dan karakteristik yang sama dengan tokoh? Tugas:
|
Contoh Kegiatan Pembuka
Apa yang kamu harapkan dari Projek Menggali Potensi Daerah Lewat Wirausaha Muda pada P5 Tema Wirausaha ini?
Apa kekhawatiran yang kamu miliki dari Projek Menggali Potensi Daerah Lewat Wirausaha Muda pada P5 Tema Wirausaha ini?
Apa tantangan yang kamu perkirakan akan kamu hadapi dari Projek Menggali Potensi Daerah Lewat Wirausaha Muda pada P5 Tema Wirausaha ini?
Apa komitmen belajar yang dibuat agar pengalaman belajar Projek Kewirausahaan ini dapat menjadi bermakna dan berguna?
13
Kekhawatiran
Harapan
Tantangan
Contoh: Mengenal Tokoh Inspirasi Wirausahawan Indonesia
Kewirausahaan (entrepreneurship) adalah suatu disiplin ilmu yang mempelajari tentang nilai, kemampuan dan perilaku seseorang dalam menghadapi tantangan hidup dan cara memperoleh peluang dengan berbagai risiko yang dihadapinya.
Sumber:
Pedoman Program Kewirausahaan SMA. 2019. Kemdikbud.
Tentang tokoh: https://www.akudigital.com/bisnis
-tips/biografi-bob-sadino/ https://www.youtube.com/watch? v=jOWhn9El5fg
kreatif inovatif mandiri jujur
berkomitmen pekerja keras pantang menyerah
berani mengambil risiko
Apa saja sikap yang dimiliki dan ditunjukkan oleh seorang tokoh kewirausahaan? Apakah kamu memiliki sikap dan karakteristik yang sama dengan tokoh?
Sosok
Definisi
Sikap
14
Tugas: Tokoh Inspirasi | Pertanyaan Panduan |
Temukan sosok inspirasimu dalam bidang kewirausahaan. Tokoh tersebut bisa saja kamu kenal langsung (orangtua, saudara, atau tokoh masyarakat di daerahmu), atau kamu kenal dari inspirasi media (lewat buku, video, jaringan internet, dan lainnya. Lakukan wawancara, atau gunakan pertanyaan panduan untuk melengkapi informasi dalam laporan yang akan kamu berikan di kelas Kewirausahaan. Informasi dalam laporan:
|
|
15
Tugas Mandiri
KEGIATAN 2: Menggali Potensi Diri
16
Tujuan Pembelajaran:
|
Waktu: 4JP Bahan: jurnal peserta didik, alat tulis, buku bacaan, perangkat audio visual, komputer dengan jaringan internet, narasumber, kunjungan Peran Guru:Moderator/Fasilitator/Narasumber/Supervisi/Konsultasi |
Persiapan: Guru meminta peserta didik untuk duduk dalam kelompok kecil. Pelaksanaan:
Tugas:
|
Lembar Kerja: Mengenal Diri dan Impian Masa Depan
Bebaskan pikiranmu. Isilah tabel ini dengan percaya diri sesuai dengan apa yang kamu ingin tuliskan.
Impian saya di masa
depan
Saya saat ini
Yang saya usahakan agar impian saya menjadi kenyataan
17
Impian Saya di Masa Depan | ||
Kalimat motivasi | Ilustrasi | |
Saat saya dewasa, cita-cita saya adalah ...……………… | Saya berbakat dalam bidang: 1. …………………… 2. …………………… 3. ………………….. | Saya memiliki sikap berikut….. (lingkari 3 sikap yang sangat menggambarkan dirimu saat ini.) |
Karena……. | | |
Hal penting dalam hidup saya adalah ………………………………………………… ………………………………………………… ……………………..... | Jika saya sukses, maka saya akan ……………………………………………………… ……………………………………………………… ………………...…... | |
Lembar Kerja: Impian Masa Depan
18
Tugas: Usaha Impian | Panduan |
|
|
Andai ini adalah tokomu, bagaimana kamu menambahkan detail untuk usaha impianmu? | Keterangan: Tambahkan tulisan nama toko, harga barang/jasa, gambar produk, keterangan lain. Jika tokomu online, kamu boleh menyesuaikan. |
Usaha Impian
19
KEGIATAN 3: Menumbuhkan Sikap Wirausaha
20
Tujuan Pembelajaran:
|
Waktu: 4JP Bahan: jurnal peserta didik, alat tulis, buku bacaan, perangkat audio visual, komputer dengan jaringan internet, narasumber, kunjungan Peran Guru:Moderator/Fasilitator/Narasumber/Supervisi/Konsultasi |
Persiapan: Guru menyiapkan lembar kuis atau file kuis secara online. Guru dapat membuat kotak tabulasi di papan untuk pengisian hasil survey. Pelaksanaan:
Perwakilan dari tiap kelompok akan berbagi hasil diskusi pada presentasi kelas.
dan menciptakan produk baru atau bisnis baru. Mereka menanggung risiko dan menerima imbalan/keuntungan dari usaha mereka. Pertanyaan: Apa saja kerugian yang bisa dialami oleh seorang wirausahawan? Mengapa mereka berani untuk mengambil risiko dalam berusaha? Tugas:
|
Tugas: Mengisi Kuesioner
21
Panduan
Berilah bobot pada 10 pertanyaan kuesioner di bawah ini sesuai dengan apa yang kamu rasakan.
1----------2----------3----------4----------5
tidak setuju
cukup setuju sangat
setuju setuju
Sangat tidak setuju
Nilai
Petunjuk Nilai
41-50
Saya sangat cocok menjadi seorang wirausahawan
31-40
21-30
Saya punya potensi menjadi seorang wirausahawan
Saya dapat belajar menjadi
seorang wirausahawan dengan fokus pada pengembangan diri
10- 20
Saya lebih tertarik pada profesi selain menjadi seorang wirausahawan
Pertanyaan Diskusi
Tugas: Bakat atau Pilihan? | Panduan |
| Menjadi pengusaha sukses itu: bakat atau pilihan? Suarakan/tuliskan pendapatmu. |
Bakat atau Pilihan
22
Berani Mencoba Hal Baru
Tugas: Mencoba Hal Baru | Panduan |
Apa saja manfaat mencoba hal-hal baru? Mencoba hal-hal baru meningkatkan kesadaran diri, merangsang kreativitas, membantu mengatasi rasa takut, meningkatkan kepercayaan diri, membangun kebijaksanaan, dan memungkinkan Anda untuk melihat dunia dari perspektif yang berbeda. Mengapa sulit sekali untuk melakukannya? Sebagian dari kita kadang sulit untuk mencoba hal-hal baru. Biasanya karena kita sudah merasa nyaman dengan hal yang kita sukai atau sudah sering lakukan. Pemikiran yang muncul atas ketidaknyamanan yang mungkin terjadi akan membuat kita enggan mencoba hal baru meskipun kita tertarik akan hal itu. Bagaimana saya dapat meyakinkan diri saya untuk melakukannya? Menuliskan daftar hal-hal baru yang ingin dilakukan, menuliskan alasannya dan kapan kamu akan melakukannya akan sangat membantu hal itu dapat terlaksana. | Minggu ini, cobalah lakukan suatu hal baru yang selalu kamu inginkan, dan tuliskan perasaanmu atas pengalaman tersebut. Berikut beberapa ide baik yang dapat kamu lakukan minggu ini.
menanyakan kabar mereka
- ……..
|
23
II. Tahap
Kontekstualisasi
Mengkontekstualisasi wujud wirausaha dalam pengenalan potensi daerah.
Kegiatan 4
Mengenal Potensi Daerah
8 JP
Kegiatan 5
Analisis Sumberdaya Daerah
4 JP
Kegiatan 6
Kearifan Lokal dan Etika Berwirausaha
4 JP
24
KEGIATAN 4: Mengenal Potensi Daerah
Tujuan Pembelajaran:
|
Waktu: 8JP Bahan: jurnal peserta didik, alat tulis, buku bacaan, perangkat audio visual, komputer dengan jaringan internet, narasumber, kunjungan Peran Guru:Moderator/Fasilitator/Narasumber/Supervisi/Konsultasi |
Persiapan: Guru menyiapkan gambar/tulisan negara baik yang dibuat sendiri ataupun mencontoh dari panduan dan memuat pada format digital. Pelaksanaan:
Tugas:
25 |
4 Faktor Sumberdaya
26
| |
4 faktor sumberdaya yang mendukung kemajuan ekonomi suatu negara | |
Sumber Daya Alam dan Budaya Kekayaan alam yang mendukung proses produksi (luas wilayah, kesuburan tanah, hutan, bahan tambang, minyak, gas, laut). Termasuk juga bentang alam yang berupa gunung, bukit, laut, pantai, sungai, danau, hutan, dan lainnya Kekayaan Budaya yang terdiri dari bangunan bersejarah serta adat dan tradisi | Sumber Daya Manusia Kuantitas dan kualitas tenaga kerja yang dibutuhkan dalam proses produksi |
Sumber Daya Modal Kekayaan teknologi, ide, uang, mesin, serta alat dan infrastruktur lainnya yang mendukung proses produksi | Kewirausahaan Para wirausahawan yang menggabungkan input sumber daya alam, tenaga kerja, dan modal untuk menghasilkan barang atau jasa dengan tujuan menghasilkan keuntungan atau mencapai tujuan nirlaba. |
| |
| |
Pengaruh Sumberdaya terhadap Kemajuan Ekonomi
27
Global Entrepreneurship Index (GEI) adalah statistik yang mengukur tingkat kewirausahaan suatu negara yang terdiri dari: sikap kewirausahaan, kemampuan kewirausahaan, dan gagasan kewirausahaan. Berdasarkan hasil indeks tahun 2018, Indonesia berada di peringkat 94 yang masih di bawah beberapa negara ASEAN seperti Singapura (27), Malaysia (58), Thailand
(71), Filipina (84), dan Vietnam (87) (Acs
et al., 2018).
Bagaimana perbandingan ke-4 sumberdaya yang dimiliki Indonesia dan Singapura.
Indonesia
Singapura
28
Tugas: Mengumpulkan Informasi tentang Potensi Daerah | Catatan Hasil Riset/Observasi/Wawancara/Kunjung Kerja Potensi Daerah …… Oleh:............ | |
Kumpulkanlah informasi tentang potensi daerah tempat tinggalmu. Lakukan riset dengan cara melakukan observasi, wawancara, kunjung kerja, narasumber, ataupun lewat pencarian data di perpustakaan dan media digital terpercaya. Tuliskan hasilnya pada bagan seperti di samping. Tambahkan ilustrasi jika ada. | Sumber Daya Alam dan Budaya | Sumber Daya Manusia |
Sumber Daya Modal | Kewirausahaan | |
Tugas Mandiri
KEGIATAN 5: Analisis Sumberdaya Daerah
29
Tujuan Pembelajaran:
|
Waktu: 4 JP Bahan: jurnal peserta didik, alat tulis, buku bacaan, perangkat audio visual, komputer dengan jaringan internet, narasumber, kunjungan Peran Guru:Moderator/Fasilitator/Narasumber/Supervisi/Konsultasi |
Persiapan: Guru menyiapkan artikel tentang daerah Wisata Borobudur (bisa dengan gambarnya), lembar diagram SWOT baik dalam bentuk cetak atau digital. Guru meminta peserta didik menyiapkan hasil wawancara/diskusi/survey/kunjungan luar sekolah guna mencari tahu tentang potensi daerah dari kegiatan sebelumnya. Pelaksanaan:
Tugas: Secara berkelompok, peserta didik membaca kembali hasil pengamatan dan survei dari kegiatan sebelumnya. Lalu secara bersama berdiskusi dan menuliskan hasil diskusi dan identifikasi potensi daerah dalam diagram analisis SWOT pada jurnal. |
Analisis SWOT
30
Apa itu Analisis SWOT
Analisis SWOT adalah sebuah bentuk evaluasi akan 4 hal penting (Kekuatan, Kelemahan, Peluang, dan Tantangan) dalam pengambilan keputusan.
Strength (Kekuatan atau Kelebihan) Weaknesses (Kelemahan atau Kekurangan) Opportunities (Kesempatan atau Peluang) Threats (Ancaman atau Tantangan)
SW adalah faktor dari dalam
OT adalah faktor dari luar
Apa fungsi dari Analisis SWOT?
Melakukan analisis SWOT membantu kita mengidentifikasi kekuatan agar dapat menyeimbangan kelemahan kita dan juga mengatasi tantangan dengan menggunakan peluang-peluang yang ada. Hasil analisis SWOT dapat dijadikan rujukan untuk menyusun strategi dan membuat keputusan, baik untuk kehidupan pribadi, karir, ataupun dalam usaha.
31
Diagram Analisis SWOT | ||
Faktor Internal | Strengths (Kekuatan/Kelebihan) | Weaknesses (Kelemahan/Kekurangan) |
|
| |
Faktor Eksternal | Opportunities (Kesempatan/Peluang) | Threats (Ancaman/Tantangan) |
|
| |
Lembar Tugas: Analisis SWOT Kawasan Wisata
32
Borobudur Ramai Wisatawan Tetapi 3 Desanya Dilanda Kemiskinan
Lakuka analisa SWOT pada daerah wisata kawasan Candi Borobudur.
Tuliskan hasilnya pada diagram SWOT
EKONOMI KREATIF : Warga
Sekitar Candi Diberdayakan dengan Cara Ini
Sumber:
Sumber: https://jogjapolitan.harianjogja.com/re ad/2016/06/06/512/725991/ekonomi-k reatif-warga-sekitar-candi-diberdayaka n-dengan-cara-ini
Analisis SWOT
Artikel 1
Artikel 2
33
Tugas: Melakukan Analisis SWOT Terhadap Potensi Daerah | Diagram Analisis SWOT | ||
Setelah belajar melakukan analisis SWOT pada studi kasus kawasan wisata Candi Borobudur, sekarang saatnya untuk melakukan hal yang sama untuk daerahmu. Berdasarkan hasil pengamatan, buatlah analisis SWOT terhadap potensi daerahmu. Pertanyaan Panduan di akhir analisis: Apakah peluang dapat ditemukan dari masalah? Apa saja peluang usaha yang dapat ditemukan di daerahmu? Apa saja peluang usaha yang dapat dimanfaatkan dan dikerjakan oleh anak muda sepertimu? | Faktor Internal | Strengths (Kekuatan/Kelebihan) | Weaknesses (Kelemahan/ Kekurangan) |
| | ||
Faktor Eksternal | Opportunities (Kesempatan/Peluang) | Threats (Ancaman/ Tantangan) | |
| | ||
Tugas Analisis SWOT Potensi Daerah
Inspirasi Wirausaha Muda
Framtama Wahyu Ardhi memilih memproduksi kopi asli Banyuwangi dari hasil petani kopi di Gombeng, Banyuwangi, kota tempat tinggalnya. Tama belajar mengolah kopi secara otodidak dan sering mengikuti workshop yang digelar pegiat kopi di Banyuwangi. Produksi kopinya dilakukan pada skala UKM dengan peralatan sederhana.
Tama punya mimpi supaya kopi asli Banyuwangi yang ditanam di bawah kaki Gunung Ijen bisa lebih dikenal.
Kisah Inspirasi Wirausaha Muda Kembangkan Potensi Daerah
https://www.kompas.id/baca/muda/2020/0 6/03/bertahan-di-kampung-halaman-anak- muda-kembangkan-potensi-daerah/
Atau:
Dua saudara kembar Aulia Ristya Purnama (Lia) dan Aulia Ristya Purnami (Ade) dari Bekasi, melirik batik untuk dikembangkan sesuai potensi daerah tempat tinggal mereka. Mereka belajar ke beberapa pusat pengolahan batik hingga bisa menemukan cara yang pas untuk mengembangkan motif khas Bekasi yang bernama Kelowong. Mereka juga memberdayakan para perempuan di daerah sekitar untuk menjadi pembatik.
Bacalah artikel pada tautan di atas untuk kisah inspirasi lainnya.
34
Nyorot Kopi
Adelia Batik
KEGIATAN 6: Kearifan Lokal dan Etika Berwirausaha
35
Tujuan Pembelajaran:
|
Waktu: 4JP Bahan: jurnal peserta didik, alat tulis, buku bacaan, perangkat audio visual, komputer dengan jaringan internet, narasumber, kunjungan Peran Guru:Moderator/Fasilitator/Narasumber/Supervisi/Konsultasi |
Persiapan: Guru menyiapkan gambar/tulisan negara baik yang dibuat sendiri ataupun mencontoh dari panduan dan memuat pada format digital. Pelaksanaan:
Tugas:
|
36
Kearifan Lokal Dalam Praktik Bisnis di Indonesia oleh Andi Wijayanto | |
Kearifan lokal dapat diartikan sebagai kebiasaan-kebiasaan, aturan, dan nilai-nilai sebagai hasil dari upaya kognitif yang dianut masyarakat tertentu atau masyarakat setempat yang dianggap baik dan bijaksana, yang dilaksanakan dan dipatuhi oleh masyarakat tersebut. Gagasan-gagasan dari kearifan lokal tersebut dapat terwujud ke dalam berbagai bentuk, mulai dari kebiasaan-kebiasaan, aturan, nilai-nilai, tradisi, bahkan agama yang dianut masyarakat setempat. Bentuk-bentuk kearifan lokal lainnya dalam masyarakat misalnya adalah norma, etika, kepercayaan, adat-istiadat, hukum adat, dan aturan-aturan khusus. Secara substansi kearifan lokal dapat berupa aturan mengenai kelembagaan dan sanksi sosial, ketentuan tentang pemanfaatan ruang dan perkiraan musim untuk bercocok tanam, pelestarian dan perlindungan terhadap kawasan sensitif, serta bentuk adaptasi dan mitigasi tempat tinggal terhadap iklim, bencana atau ancaman lainnya. Proses sosialisasi nilai-nilai kearifan lokal dilakukan sejak anak-anak. Pada usia anak-anak, nilai-nilai tertentu biasanya akan mudah mengendap dibandingkan pada usia dewasa. Tidak hanya nilai-nilai filosofis yang disosialisasikan sejak dini, demikian juga dengan nilai-nilai utama dalam bidang bisnis. Pada masa anak-anak nilai-nilai penting dalam bidang bisnis di Indonesia umumnya ditanamkan melalui permainan-permainan. | Indonesia kaya akan khasanah seni dan budaya yang salah satunya berupa nilai-nilai, kebiasaan dan tradisi yang membentuk kearifan lokal. Ada banyak nilai-nilai kearifan lokal yang penting bagi praktik bisnis, seperti halnya kearifan lokal dalam bidang sosial, budaya, dan konservasi sumberdaya alam. Pada beberapa daerah di wilayah Indonesia kearifan lokal tersebut makin lama makin memudar digantikan oleh nilai-nilai global. Meskipun nilai global tidak selalu sesuai dengan kondisi masyarakat Indonesia, namun nampaknya di kalangan muda nilai-nilai tersebut tak lagi menjadi idola. Hal yang penting adalah bagaimana mensosialisasikan nilai-nilai tersebut pada generasi muda sehingga tidak lenyap ditelan nilai-nilai global. Hal ini dikarenakan meskipun banyak perusahaan-perusahaan telah telah go global namun masih tetap memegang prinsip “Think Globally, Act Locally”. Berfikir global, bertindak menurut nilai-nilai lokal adalah falsafah yang dianut perusahaan-perusahaan multinasional. Untuk dapat bertindak secara lokal, maka pemahaman terhadap kearifan lokal menjadi sangat penting dalam dunia bisnis. Sumber: Artikel lengkap dapat diakses pada tautan https://core.ac.uk/download/pdf/17333727.pdf |
Kearifan Lokal
37
Ungkapan yang berarti biar lambat asal selamat ini menyiratkan nilai kearifan lokal yang ingin disampaikan kepada masyarakat Jawa, khususnya dalam pengambilan keputusan yang merupakan salah satu fungsi terpenting dalam kepemimpinan bisnis. Nilai-nilai tersebut adalah tidak terburu-buru dalam mengambil keputusan, penuh
kehati-hatian, cermat dan teliti, dikaji dan dipertimbangkan secara mendalam sebelum mengambil keputusan.
Ungkapan yang berarti (berbantal ombak dan berselimut angin) ini menyiratkan bahwa orang Madura selama dua puluh empat jam dalam kondisi bekerja dan pantang menyerah. Peribahasa inilah yang menjadi landasan sikap kerja keras pebisnis etnis Madura perantau.
Pada masyarakat Bali yang kental dengan keindahan seni dan budaya juga terdapat ungkapan yang dianut dalam praktik bisnis, yaitu ''bani meli bani ngadep''. Kalimat ini artinya adalah “berani membeli berani menjual”. Maksud kalimat pendek ini sangat dalam bahwa dalam menentukan harga barang atau jasa harus ada keadilan dan tidak saling merugikan. Harga itu harus tidak merugikan pembeli dan juga penjual. Dalam menentukan satuan harga itu harus ada berbagai perhitungan dengan menggunakan berbagai ilmu.
Indonesia kaya akan kearifan lokal yang bermanfaat sebagai panduan dalam menjalankan praktik kewirausahaan.
Apa sajakah kearifan lokal lainnya yang kamu temukan pada artikel “Kearifan Lokal Dalam Praktik Bisnis di Indonesia”? (tautan lengkap pada https://core.ac.uk/download/pdf/17333727.pdf)
"abantal omba' asapo' angin"
“alon-alon asal kelakon”
''bani meli bani ngadep''
Kearifan Lokal di Daerahku
38
Pertanyaan diskusi:
Aturan
di daerahku
Kebiasaan/tradisi di daerahku
Nilai
di daerahku
Asesmen Formatif 1
Penilaian atas:
Penilaian dapat diambil dalam bentuk anekdotal atau dengan bantuan rubrik di bawah ini.
| Sangat Baik 5 | Baik 4 | Cukup Baik 3 | Kurang Baik 2 | Tidak memenuhi syarat 1 |
Partisipasi Kehadiran | 95 - 100% | 85-95% | 75-85% | 65-75% | < 65% |
Partisipasi diskusi | Sangat aktif Tepat sasaran Bertanya dan merespon sesuai konteks dalam setiap diskusi | Aktif Tepat sasaran Bertanya dan merespon sesuai konteks dalam kebanyakan diskusi | Cukup aktif Tepat sasaran Bertanya dan merespon sesuai konteks dalam beberapa diskusi | Kurang aktif. Tepat sasaran Bertanya dan merespon sesuai konteks dalam setiap diskusi | Tidak aktif. |
Refleksi Jurnal | Seluruh lembar kerja kegiatan terisi dan tugas dilaksanakan. Tepat sasaran. Merespon sesuai konteks dengan rinci dan memberikan pandangan baru. | Seluruh atau sebagian besar lembar kerja kegiatan terisi dan tugas dilaksanakan. Tepat sasaran. Merespon sesuai konteks | Sebagian lembar kerja kegiatan terisi dan tugas dilaksanakan. Tepat sasaran. Merespon sesuai konteks dengan penjelasan sederhana. | Sebagian kecil lembar kerja kegiatan terisi dan tugas dilaksanakan. Merespon sesuai konteks dengan penjelasan sederhana. Beberapa jawaban tidak tepat sasaran. | Tidak mengisi jurnal. |
Asesmen Formatif 2
Menulis esai singkat (150 - 400 kata) tentang topik pilihan:
Elemen penilaian | Sangat Baik 5 | Baik 4 | Cukup Baik 3 | Kurang Baik 2 | 1 |
Isi | Isi esai sesuai dengan tema yang dipilih. Esai mencakup seluruh elemen yang dibutuhkan. Penjelasan lengkap dan mendalam diberikan untuk setiap elemen tersebut. | Isi esai sesuai dengan tema yang dipilih. Esai mencakup seluruh elemen yang dibutuhkan. Penjelasan lengkap diberikan untuk sebagian besar dari elemen - elemen tersebut. | Isi esai cukup sesuai dengan tema yang dipilih. Esai mencakup sebagian besar dari elemen yang dibutuhkan. Penjelasan lengkap diberikan untuk sebagian elemen tersebut. | Isi esai cukup sesuai dengan tema yang dipilih. Esai mencakup sebagian dari elemen yang dibutuhkan. Penjelasan lengkap diberikan untuk sebagian dari elemen tersebut, sementara lainnya kurang lengkap atau tepat. | Tidak membuat esail / esai tidak selesai |
Organisasi | Esai mengikuti petunjuk penulisan dan ditulis dengan alur yang jelas, logis, dan informatif. | Esai mengikuti petunjuk penulisan dan sebagian besar ditulis dengan alur yang jelas, logis, dan informatif. | Esai mengikuti petunjuk penulisan dan sebagian ditulis dengan alur yang jelas, logis, dan informatif. | Esai mengikuti sebagian petunjuk penulisan dan sebagian tidak ditulis dengan alur yang jelas, logis, dan informatif sehingga mempengaruhi pemahaman pembaca. | Tidak membuat proposal / proposal tidak selesai |
Keterbacaan | Esai ditulis/diketik dengan rapi, menggunakan kalimat dan tatabahasa yang baik, serta penggunaan kosa kata yang tepat yang memperkaya isi tulisan. | Esai ditulis/diketik dengan rapi, menggunakan kalimat dan tatabahasa yang baik, serta penggunaan kosa kata yang tepat. | Esai ditulis/diketik dengan cukup rapi, menggunakan kalimat dan tatabahasa yang cukup baik, serta penggunaan kosa kata yang tepat. | Esai ditulis/diketik dengan kurang rapi, menggunakan kalimat dan tatabahasa yang cukup baik, serta penggunaan kosa kata. Kesalahan dan ketidaktepatan pada unsur di atas mempengaruhi pemahaman pembaca. | Tidak mengerjakan/m enyelesaikan esai. |
III. Tahap
Perencanaan
41
Mencari dan mengembangkan ide, menginventarisasi sumber daya, dan merencanakan usaha yang berkelanjutan
Kegiatan 7 Menggali dan
Mengembangkan Ide
4JP
Kegiatan 8 Merencanakan Usaha
4 JP
Kegiatan 9 Berkolaborasi dan Bekerja Sama
4 JP
KEGIATAN 7: Menggali dan Mengembangkan Ide
42
Tujuan Pembelajaran:
Waktu: 4JP
Bahan: jurnal peserta didik, alat tulis, buku bacaan, perangkat audio visual, komputer dengan jaringan internet, narasumber, kunjungan Peran Guru:Moderator/Fasilitator/Narasumber/Supervisi/Konsultasi
Persiapan: Guru menyiapkan materi kegiatan kreativitas seperti pada jurnal. Guru dapat menjadikan kegiatan pada jurnal sebagai panduan, tetapi dapat mencari alternatif yang lain atau melakukan dalam urutan yang berbeda. Siapkan situasi dan suasana kelas dalam keadaan relaks. Tunjukkan sikap terbuka dalam menerima dan menyimak ide yang diekspresikan peserta didik pada kegiatan-kegiatan yang dilakukan.
Pelaksanaan:
Tugas:
- Melengkapi tugas sepatu impian pada kegiatan mandiri atau di rumah.
43
Kreativitas | |
Gambar: Karakteristik dari Kreativitas Unik, Baru, Inovatif, Asli | Gambar: Pengembangan kreativitas dapat dilaksanakan pada: kreativitas lingkungan, kreativitas produk, kreativitas proses, kreativitas SDM Sumber: https://www.researchgate.net/publication/304105996_The_Creative |
Amati sebuah usaha ekonomi kreatif di daerahmu. Lalu diskusikan dengan teman sekelasmu pertanyaan-pertanyaan di bawah ini.
| |
Mari Berimajinasi Lewat Rupa
44
Lengkapilah simbol pada kotak di samping sesuai dengan imajinasimu. Kamu dapat menambah gambar obyek dan mewarnainya. Tunjukkan hasil karyamu kepada teman.
Bandingkan hasil akhir gambarmu dengan temanmu.
Pertanyaan panduan untuk diskusi
Mari Berimajinasi Lewat Kata
45
Lengkapilah komik bergambar berikut ini dengan mengisi kolom percakapan pada buble.
Kamu dapat menambah gambar obyek dan mewarnainya. Tunjukkan hasil karyamu kepada teman. Bandingkan jalan cerita percakapan komikmu dengan temanmu.
Pertanyaan panduan untuk diskusi
Mari Berimajinasi Lewat Karya
46
Situasi:
Kamu adalahh seorang peserta kompetisi inovator muda untuk inovasi perlengkapan sekolah. Lengkapilah simbol pada kotak di samping sesuai dengan imajinasimu. Kamu dapat menambah gambar obyek dan mewarnainya. Tunjukkan hasil karyamu kepada teman.
Pertanyaan panduan untuk diskusi:
Sumber gambar: https://pixy.org/src/77/775342.jpg
Panduan Karya:
KEGIATAN 8: Merencanakan Usaha
47
Tujuan Pembelajaran:
|
Waktu: 4JP Bahan: jurnal peserta didik, alat tulis, buku bacaan, perangkat audio visual, komputer dengan jaringan internet, narasumber, kunjungan Peran Guru:Moderator/Fasilitator/Narasumber/Supervisi/Konsultasi |
Persiapan: Guru menyiapkan lembar perencanaan usaha secara cetak ataupun dalam bentuk digital. Guru menekankan kegiatan ini adalah kegiatan contoh untuk memahami bagaimana membuat sebuah perencanaan usaha. Contoh yang peserta didik buat pada kegiatan ini dapat digunakan/tidak digunakan pada kegiatan selanjutnya. Pelaksanaan:
Tugas:
|
Apa Ide Usaha dari Kearifan Lokal di Daerahmu?
48
Vestibulum congue
Vestibulum congue
Ide Usaha
Makanan/Minuman
Khas Daerah
Musik/Tari /Seni
Lainnya
Kerajinan Tangan Vdeastri BualuhmancLoonkgaule
Wisata
Alam/Budaya
Misalkan kalian tertarik untuk membuat usaha minuman tradisional kesehatan dalam kemasan (siap seduh dan siap saji) dengan memanfaatkan berbagai tanaman rimpang dan obat yang tumbuh subur di daerah kalian.
49
Bagaimana kalian mengetahui bahwa ide ini layak dijadikan usaha? Bagaimana kalian mengembangkan ide kalian?
Sekarang perhatikan kegiatan pengembangan ide ini pada halaman berikut.
50
Kembangkan Idemu! | ||||||
| | | | | ||
Hubungan Kerjasama | Aktivitas Usaha
| Nilai Jual Produk | Hubungan Konsumen | Konsumen Sasaran | ||
|
|
|
| |||
Sumber Daya
| Saluran Distribusi/Pemasaran | |||||
|
| |||||
Struktur Biaya
|
| | Aliran Pendapatan - Penjualan minuman | |||
51
Model Bisnis Kanvas | |||||
Hubungan Kerjasama Mitra kerja yang mendukung pelaksanaan dan kelancaran usaha. | Aktivitas Usaha Kegiatan usaha sehari-hari. Pertanyaan panduan: Bagaimana memproduksi dan memasarkan dan mendistribusikan produk? | Nilai Jual Produk Nilai jual produk/jasa yang membuat konsumen membeli. Pertanyaan panduan: Apa masalah yang dialami konsumen? Apa peran usaha dalam menyelesaikan masalah konsumen? Apakah manfaat usaha ini untuk konsumen? | Hubungan Konsumen Cara-cara yang efektif dalam mendekati konsumen dan calon konsumen | Konsumen Sasaran Target konsumen dari berbagai segmen (berdasarkan usia, gender, kegemaran, atau lainnya) Pertanyaan Panduan
| |
Sumber Daya Aset yang dimiliki untuk mendukung aktivitas usaha. | Saluran Distribusi/Pemasaran Tempat ideal untuk bertemu dengan konsumen Pertanyaan Panduan:
| ||||
Struktur Biaya Biaya operasional perusahaan.Pertanyaan panduan:
| Sumber Pendapatan Apa saja sumber pendapatan dari usaha ini? 52 | ||||
53
Sekarang giliranmu dan teman-teman.
Kembangkan idemu!
54
Hubungan Kerjasama | Aktivitas Usaha | Nilai Unik Produk | Hubungan Konsumen | Konsumen Sasaran | |
Sumber Daya | Saluran Distribusi/Pemasar an | ||||
Struktur Biaya | Sumber Pendapatan | ||||
Model Bisnis Kanvas | Nama Projek: | Disusun Oleh: |
55
Analisis Usaha Minuman Herbal | |
A. Investasi awal: Peralatan (kompor, tabung gas, panci, pisau, centong, saringan, baskom, botol) ………………………………………....Rp 3.000.000,- Biaya lain-lain ……………………………..Rp 500.000 Total investasi = Rp 3.500.000,- | E. Perkiraan pendapatan per bulan Produksi 100 botol per hari. 20 hari kerja seminggu. Total Produksi per bulan = 2000 botol Harga jual per botol = Rp 5.000,- Total perkiraan pendapatan per bulan = Rp 5.000,- x 2000 botol = Rp 10.000.000,- |
B. Biaya tetap per bulan Transportasi………………………………...Rp 300.000,- Promosi dan Pulsa ……………………… Rp 200.000 Gaji karyawan ……………………………..Rp 2.000.000,- Total biaya tetap per bulan . …………………. | F. Perkiraan keuntungan per bulan laba = total pemasukan per bulan - toal biaya per bulan = ………………………….. |
C. Biaya variabel per bulan (20 hari kerja) Bahan minuman (jahe, serai, gula, jeruk nipis, kayu secang, kayu manis, cengkeh) ……………………………………………………………………….Rp 3.000.000,- Botol dan label ……………………………………………………………….Rp 2.000.000,- Gas 3kg Rp 20.000,- x 20 ……………………………………………….. Rp 400.000.- Total biaya variabel per bulan= ……………….. | G. Lama waktu yang diperlukan agar biaya investasi kembali adalah ….. |
Sumber: https://harumbeverages.blogspot.com/2017/04/proposal-usa ha-minuman-herbal-secang.html disesuaikan | |
D. Total biaya per bulan = B+C = ……………………….- | |
56
Tugas: Membuat Perhitungan Usaha | |
Amatilah analisis usaha Minuman Herbal di atas. Lalu jawablah pertanyaan-pertanyaan di bawah ini:
|
|
Andai kamu adalah Budi yang tertarik dengan ide usaha minuman herbal, buatlah lembar perencanaan usahamu. Jadikan kegiatan analisis usaha sebagai panduan penetapan harga dan laba. Kembangkan ide dan kreativitasmu pada: Ide Usaha, Nama Usaha, Pangsa Pasar, Ilustrasi Produk, Lokasi Usaha, dan Promosi). Kamu dapat menggunakan Model Bisnis Kanvas di halaman sebelumnya atau penggunaan Lembar Perencanaan Usaha pada laman di bawah ini. | |
57
Lembar Perencanaan Usaha | ||||
Ide Usaha (Apa ide usahamu? Bentuknya barang atau jasa? Apa keunikan idemu? Apa keunikan barang/jasa yang kamu buat? Apa yang membuat orang akan tertarik untuk membelinya? | Nama Usaha Apa nama merek atau sebutan dari usahamu? Apakah namanya sudah terdengar baik dan mudah diingat/diucapkan? Apakah orang akan tertarik dengan namanya? | Pangsa Pasar Siapa calon pembelimu? (Apakah mereka anak-anak, remaja, orang dewasa, wanita, pria), Apa kesukaan mereka? Di mana mereka tinggal? | Ilustrasi produk/jasa: (tambahkan keterangan lain seperti alat dan bahan) | |
Lokasi Usaha Di mana lokasi penjualan? Mengapa itu menjadi pilihan terbaik? | Promosi Bagaimana kamu mengenalkan barang/jasa kepada calon pembeli (langsung, sosial media, dan lainnya)? Mengapa itu menjadi pilihan terbaik? | Harga Berapa harga barang/jasa yang kamu tetapkan? Bagaimana perbandingannya dengan harga barang/jasa lain yang sejenis? | Laba Usaha Berapa besar keuntungan yang akan kamu dapatkan? (buat kalkulasi hitungnya) Apa yang akan kamu lakukan dengan laba usaha tersebut? (ditabung, didonasikan, dibuat tambahan modal usaha | |
KEGIATAN 9: Berkolaborasi dan Bekerjasama
58
Tujuan Pembelajaran:
|
Waktu: 4JP Bahan: jurnal peserta didik, alat tulis, buku bacaan, perangkat audio visual, komputer dengan jaringan internet, narasumber, kunjungan Peran Guru:Moderator/Fasilitator/Narasumber/Supervisi/Konsultasi |
Persiapan: Guru menyiapkan alat-alat dan ruang kelas untuk permainan berkelompok yang bertujuan untuk membangun semangat kolaborasi dan kerja sama. Beberapa kegiatan alternatif diberikan pada lampiran kegiatan, guru dapat memilih permainan yang sesuai dengan situasi dan kondisi.. Pelaksanaan:
Apakah kamu 'berpikir bersama' sebelum mulai melakukan permainan? -> membuat perencanaan penting tetapi menjadi fleksibel saat situasi yang berbeda muncul juga sama pentingnya. ➔ Apakah setiap anggota di kelompokmu memiliki peran yang jelas? Apakah peranmu? Apakah kamu menikmati permainan? jika tidak, apa sebabnya? (Tekankan bahwa dalam kerja tim, pembagian peran (pemimpin dan anggota) itu penting agar tim berfungsi dengan baik. Dalam kolaborasi, meskipun tidak ada pembagian peran yang signifikan, setiap anggota yang berkontribusi maksimal dan berkomunikasi dengan baik akan menghasilkan kerjasama yang baik. |
Halaman lanjutan
59
➔ Apakah kamu dapat menyelesaikan tantangan tepat waktu? Jika tidak, menurutmu mengapa hal itu terjadi? Pentingnya manajemen waktu untuk tim.)
➔ Apakah kamu senang dengan kolaborasi dalam aktivitasnya? Dengan anggota tim ? -> pastikan peserta didik berbicara jujur satu sama lain dengan saling menaruh sikap hormat.
➔ Apa yang kamu pelajari? Apa yang akan kamu lakukan secara berbeda lain kali?
Tugas:
Permainan Kolaborasi dan Kerja Tim
60
Kita Banyak Samanya Peserta didik bermain dalam kelompok. Setiap kelompok diberi tugas untuk menemukan 10 kesamaan dari anggotanya. Kelompok yang pertama menyelesaikan tugas menjadi pemenang. | Kenal Lebih Jauh Peserta didik bermain dalam kelompok dan membentuk lingkaran. peserta didik pertama akan memegang bola dan melempar bola ke salah satu anggota kelompok sambil melontarkan pertanyaan. peserta didik yang menerima akan menjawab pertanyaan. Setelah itu gilirannya untuk melempar bola ke teman lainnya sambil mengajukan pertanyaan.. | Mirip, Gak Peserta didik bermain berpasangan dan saling duduk membelakangi. peserta didik A akan memegang sebuah gambar, peserta didik B akan memegang pensil dan kertas kosong. peserta didik A akan memberikan petunjuk kepada peserta didik B, peserta didik B menyimak dan menggambar sesuai petunjuk. Setelah waktu selesai, mereka membandingkan gambar. Pasangan yang memiliki gambar dengan kesesuaian paling tinggi menjadi pemenang. |
Pesan Berantai Peserta didik bermain dalam satu kelompok dan berbaris memanjang menghadap satu arah. peserta didik paling belakang akan menerima pesan pertama dari guru. peserta didik tersebut akan menepuk pundak teman di depannya, lalu meneruskan pesan tersebut. Pesan diteruskan dengan cara yang sama sampai ke peserta didik terakhir yang berdiri paling depan. Kelompok yang dapat menyebutkan pesan dengan benar di waktu yang paling cepat akan keluar sebagai pemenang. | Permainan Dinamika Kelompok Saya Jadi Kita | Berburu Harta Karun Peserta didik bermain dalam kelompok. Setiap kelompok bertugas menemukan benda yang terletak di tempat rahasia dari petunjuk-petunjuk yang diberikan. Kelompok pertama yang memecahkan kode dari petunjuk dan menemukan benda menjadi pemenangnya. |
Benteng Takeshi Peserta didik dibagi menjadi dua kelompok besar. Setiap kelompok menentukan bentengnya. Setiap kelompok bertugas mengatur strategi untuk menjaga bentengnya dan merebut benteng orang lain. Kelompok yang berhasil merebut benteng lawan akan keluar sebagai pemenang. | Oper Ke Saya Peserta didik bermain dalam kelompok berdiri berbaris atau membentuk lingkaran. peserta didik pertama akan mengoper benda ke peserta didik sebelahnya, terus begitu sampai ke peserta didik terakhir. Kelompok yang menyelesaikan operan pertama kali tanpa menjatuhkan benda akan menjadi pemenangnya | Percaya Saya Peserta didik bermain dalam kelompok. Setiap anggota kelompok berdiri berbaris memanjang dan mengenakan penutup mata, kecuali satu orang yang ditunjuk sebagai pemimpin. Sang pemimpin akan memberikan panduan bagi para anggotanya untuk bergerak menuju titik akhir. Kelompok yang sampai ke titik akhir lebih dulu akan menjadi pemenang. |
Berbagi Peran
61
Berdiskusilah bersama teman kelompokmu. | Kesepakatan | |||
Hal yang harus disiapkan bersama: | Kelompok : | |||
| Kami berjanji akan: | |||
3. Jadwal diskusi/tindak lanjut | 1. …. | |||
4. Jadwal kerja | 2. …. | |||
5. Lainnya (yang disepakati bersama) | 3. …. 4. …. | |||
No | Nama Anggota | Peran | Alasan Penugasan Peran | Jadwal diskusi: Jadwal kerja: Lainnya: |
| | | | |
| | | | |
| | | | |
| | | | |
Membuat Proposal
62
Proposal Kewirausahaan Usaha Kecil dan Menengah (PUKM)
Instruksi Umum Secara Berkelompok:
Instruksi Khusus Proposal terdiri dari:
Video panduan:
Merancang proposal usaha untuk PKWU pengolahan : https://www.youtube.com/watch?v=G4aFLfvCyPI
Keterangan: proposal dapat ditulis tangan ataupun diketik.
Kegiatan
63
No.
Tanggal
Keterangan
Perencanaan
Pelaksanaan
1
Menggali Ide
2
Menentukan Produk/Jasa
3
Membuat design produk/jasa
4
Mengadakan survey awal
5
Membuat analisa usaha
6
Membuat proposal usaha
Libur tengah semester
7
Membuat prototype
8
Mengadakan survey menengah
9
Presentasi dan perbaikan proposal usaha dan produk
12 Pembuatan laporan usaha
IV. Tahap Aksi
64
Mengaplikasikan pengetahuan, keterampilan, dan sikap yang didapat melalui aksi nyata yang bermakna
Kegiatan 10
Strategi dan Inovasi dalam Berwirausaha
4JP
Kegiatan 11 Penyempurnaan Karya dan Strategi
12 JP
Kegiatan 12
Wirausaha Mandiri dan Berkelanjutan
12 JP
KEGIATAN 10: Strategi dan Inovasi dalam Berwirausaha
65
Tujuan Pembelajaran:
|
Waktu: 4JP Bahan: jurnal peserta didik, alat tulis, buku bacaan, perangkat audio visual, komputer dengan jaringan internet, narasumber, kunjungan Peran Guru:Moderator/Fasilitator/Narasumber/Supervisi/Konsultasi |
Persiapan: Guru menyiapkan materi untuk penjelasan tentang bauran pemasaran 4P. Guru dapat mengundang guru mapel ekonomi/bisnis dan manajemen untuk menjadi pemateri tamu di kelas. Guru juga dapat memutarkan video untuk penjelasan ini. Untuk kegiatan pembuka, guru dapat memantik peserta didik dengan membawa beberapa barang konsumsi (atau menunjukkan gambarnya). Pelaksanaan:
makanan, minuman, alat tulis). Jasa adalah sesuatu yang orang lakukan untuk membantu kita (jasa angkutan, potong rambut). Acara adalah kegiatan bertema untuk suatu tujuan (contoh: konser musik, kompetensi olahraga)
Tugas: Mengamati perkembangan teknologi di daerah. Apa aspek kehidupan yang berubah dalam sepuluh tahun terakhir? Apa manfaat dari inovasi di bidang teknologi bagi aspek kehidupan tersebut? Hasil pengamatan dituliskan dalam jurnal. |
Mana yang kamu pilih
66
Panduan Diskusi:
A
B
C
D
E
F
G
H
I
Mana yang kamu pilih
67
Panduan Diskusi:
A B C
Mana yang kamu pilih
68
Panduan Diskusi:
Perhatikan tata letak produk pada pasar swalayan dan pasar tradisional di atas.
A B
Strategi 4P dalam Pemasaran
69
Bauran pemasaran, atau 4 P, adalah sebuah kerangka kerja ciptaan Jerome E. McCarthy untuk pengambilan keputusan pemasaran. Empat pilar penting dari 4P adalah: Produk, Harga, Tempat dan Promosi. Masing-masing 4P saling berhubungan satu sama lain dan dapat dikombinasikan dalam menghadapi situasi pasar yang beragam. Kemampuan dalam memahami dan menerapkan 4 P berperan penting dalam kesuksesan sebuah usaha yang berkelanjutan. Berikut adalah penjelasan rinci dari 4P. | |||
PRODUCT - PRODUK adalah barang atau jasa yang ditawarkan untuk memenuhi minat atau permintaan konsumen. Bentuknya dapat sangat beragam dan unik. Produk sangat bergantung pada minat atau kebutuhan pasar. | PRICE - HARGA adalah biaya yang dibayar orang (pembeli) untuk suatu produk. Ini termasuk biaya pokok (bahan, produksi, dan pengiriman) ditambah biaya lainnya (sewa, perlengkapan, upah, dll.). Hal yang harus juga diperhatikan dalam penetapan harga adalah: harga yang dibuat pesaing yang memproduksi barang/jasa sejenis, besar harga yang rela dibayar pembeli agar kebutuhannya atas barang/jasa tersebut terpenuhi. Harga jual harus berada di atas biaya produksi, dan total pendapatan harus melebihi total pengeluaran agar mendapatkan keuntungan. | PLACE TEMPAT adalah "rumah" tempat produk berada, dan "rumah" tersebut dapat hidup di banyak saluran yang berbeda, seperti tampilan toko fisik, iklan koran, radio atau TV, atau situs web atau blog yang menjadi sorotan. Berfokuslah pada tempat di mana kamu bisa menampilkan produk kamu di depan calon pembelimu yang memiliki daya beli dan minat terhadap produkmu. | PROMOTION - PROMOSI adalah upaya mengenalkan produk kepada masyarakat melalui iklan (televisi, radio, surat kabar, sosial media, internet) serta dari mulut ke mulut, surat langsung, dan alat pemasaran lainnya. Promosi adalah alat komunikasi yang merangkum 3 P pertama dengan menempatkan produk yang tepat pada tempat yang tepat dengan harga yang tepat pada waktu yang tepat, dengan tujuan agar diterima dengan baik oleh pelanggan. |
Dengan kondisi pasar yang berubah, dan juga dengan dikenalnya teknologi, strategi 4P masih sangat relevan untuk diterapkan. Setiap usaha memiliki karakternya masing-masing. Personalisasi terhadap 4P akan membawa manfaat bagi usaha yang sedang dibangun atau dijalankan. Sumber: https://www.angle180.com/insights/4-ps-marketing-mix diterjemahkan. | |||
KEGIATAN 11: Penyempurnaan Karya dan Strategi
70
Tujuan Pembelajaran:
|
Waktu: 12JP Bahan: jurnal peserta didik, alat tulis, buku bacaan, perangkat audio visual, komputer dengan jaringan internet, narasumber, kunjungan Peran Guru:Moderator/Fasilitator/Narasumber/Supervisi/Konsultasi |
Persiapan: Guru meluangkan waktu secara berkala untuk mengecek perkembangan peserta didik. Kegiatan ini lebih banyak dilakukan secara mandiri oleh peserta didik. Guru dapat mendampingi jika peserta didik memerlukan bantuan dalam hal berhubungan dengan pihak ketiga atau pihak lain di luar sekolah. Pelaksanaan:
Tugas:
|
PITCHING
71
Pitching dalam dunia wirausaha merupakan presentasi secara singkat yang dilakukan oleh pelaku wirausaha untuk bisa menjelaskan usaha mereka kepada klien, investor ataupun konsumen.
Sumber gambar:
https://articles.bplans.com/where-to-get-feedback-on-your-business-pitch/
Pitching adalah sebuah kebiasaan dan harus dibiasakan.
Pitching adalah cara untuk mengkomunikasikan usaha secara efektif
Pitching yang efektif adalah
Sumber
https://fisipol.ugm.ac.id/kewirausahaan-sosial-kenali-s trategi-sukses-melakukan-pitching/#:~:text=Secara%20 singkat%2C%20pitching%20dalam%20dunia,kebiasaan%2 C%20entrepreneur%20is%20always%20pitching.
Agar Pitching sukses:
PITCHING
72
Tugas:
Bersama teman kelompokmu, siapkan sebuah pitching yang berdurasi 5 - 10 menit tentang usaha yang kalian rencanakan.
Pitching akan dilakukan di depan teman sekelas dan tim yang dibentuk guru.
Jika memungkinkan, tambahkan alat bantu visual (poster, gambar , video, prototype produk) agar presentasimu menarik.
Jangan lupa untuk berlatih bersama sebelumnya.
Semoga sukses!
PITCHING - sumber belajar tambahan
73
Secara mandiri atau berkelompok, simaklah informasi dari video-video tentang kewirausahaan di bawah ini.
Proses Kewirausahaan: https://www.youtube.com/watch?v=gjGwlM5s-lw Contoh Bisnis: https://www.youtube.com/watch?v=clxmWSXiWbU
Study Kelayakan: https://www.youtube.com/watch?v=xbBGDiOmxos Pembentukan Tim yang Kuat: https://www.youtube.com/watch?v=KK7cIhS5c6g
Branding dan Strategi Pemasaran: https://www.youtube.com/watch?v=MkV5DBZt6p8 Strategi Pemasaran 4P: https://www.youtube.com/watch?v=7G2mySGJAww
Cara membuat iklan video animasi menggunakan aplikasi canva: https://www.youtube.com/watch?v=_i0NOagAFuo Cara membuat desain kemasan produk dengan power point: https://www.youtube.com/watch?v=YkYYAAxV_-c Cara menghitung analisis usaha dengan microsoft excell:
https://www.youtube.com/watch?v=QYesrqgYjuU
Cara membuat proposal usaha bagian 1: https://www.youtube.com/watch?v=YVIdIuW6GHc Cara membuat proposal usaha bagian 2: https://www.youtube.com/watch?v=KwZ7Fu4CPGg Contoh proposal usaha makanan ringan: https://www.youtube.com/watch?v=yLV7USvBXd4
Gunakan sumber alternatif belajar ini sebagai bagian dari pengayaan pengetahuan dan keterampilanmu daalam penyempurnaan proposal dan persiapan pitching.
PITCHING - umpan balik
74
Setelah melakukan pitching, setiap kelompok akan menerima umpan balik dari tim penilai.
Simak dan catat baik-baik point umpan balik bagi rencana usahamu.
Berkumpullah dengan kelompokmu setelah sesi ini untuk membuat perbaikan dan penyempurnaan proposal.
Setelah selesai, mulailah bekerja mewujudkan rencana usaha ini.
Berdiskusilah dengan Guru jika pelaksanaan usaha ini melibatkan pihak lain (orang tua, pemerintah daerah, organisasi nirlaba atau swasta, dan lainnya).
Catatan umpan balik
KEGIATAN 12: Wirausaha Mandiri dan Berkelanjutan
75
Tujuan Pembelajaran:
|
Waktu: 12JP Bahan: jurnal peserta didik, alat tulis, buku bacaan, perangkat audio visual, komputer dengan jaringan internet, narasumber, kunjungan Peran Guru:Moderator/Fasilitator/Narasumber/Supervisi/Konsultasi |
Persiapan: Ada dua hal yang akan dilakukan pada kegiatan ini, yaitu Projek Unjuk Kerja dan juga studi kasus tentang ketangguhan dalam menghadapi tantangan. Untuk Projek Unjuk Kerja, Guru dapat berkoordinasi bersama guru pendamping Projek Kewirausahaan dan P5 lainnya, Kepala Sekolah, orangtua dan/atau pengurus OSIS agar kegiatan Projek Unjuk Kerja berjalan dengan baik. Sambil peserta didik bersama kelompoknya berproses menyiapkan projek unjuk kerja selama jadwal Kegiatan 12 berlangsung, guru dapat mengecek kesiapan peserta didik dan tantangan yang mereka hadapi sambil membawakan materi tentang ketangguhan dalam menghadapi tantangan (Hukum Karnel dan Kuis Ketangguhan). Panduan pelaksanaan di bawah ini dapat disesuaikan sesuai kebutuhan. Pelaksanaan:
|
UNJUK KARYA - Persiapan
76
Persiapan Umum:
| |
|
Teori Kanter - Menyikapi Kegagalan dan Tantangan
Teori Kanter
Menyikapi Kegagalan dalam Berproses Menuju Keberhasilan
Pernahkah kamu merasakan situasi di mana setiap kali kamu mempelajari sesuatu yang baru, mengembangkan kebiasaan baru, atau menjalankan proyek besar, selalu ada saat-saat di mana kekhawatiran datang secara tiba-tiba? Kamu merasa tidak ada perubahan yang berarti, kamu menjadi tidak nyaman, dan putus asa karena masih jauh perjalananmu menuju keberhasilan.
Kamu tidak sendiri. Kamu dan orang-orang yang yang sedang berjuang mengalami sebuah pergulatan emosi yang jika digambarkan dalam bentuk grafik akan berbentuk seperti sebuah senyuman (atau U). Di awal dan di akhir emosi cenderung sangat positif. Pada awalnya kamu sangat optimis dan memiliki harapan, dan dengan semangat memutuskan untuk memulai sesuatu yang kamu yakini akan sangat menarik (jika tidak, tentu kamu tidak akan melakukannya, bukan?) Dan ketika kamu hampir mencapai tujuan, kamu menjadi penuh percaya diri.
77
Lalu, perasaan apa yang muncul di antara awal dan akhir? Menurut Rosabeth Moss Kanter, profesor di Harvard Business School, "di tengah, semuanya tampak seperti kegagalan" (Teori Kanter). Setiap orang merasa termotivasi di awal perjalanan, dan akan sangat bahagia saat tujuannya tercapai, tetapi di tengah-tengah proseslah di mana kerja keras terjadi.
Berikut adalah ilustrasi dari perjalanan emosi dalam mencapai sebuah tujuan.
Teori Kanter - Menyikapi Kegagalan dan Tantangan
78
Di tengah perjalanan mencapai tujuan, kita semua memiliki keraguan. Perasaan ini pada dasarnya dihasilkan karena rencana tidak selalu berjalan lurus dan mulus, karena tantangan dan perubahan dapat muncul tiba tiba dan tidak terduga .
Perubahan yang tersisa biasanya memberikan dua pilihan dampak: langkah maju dan langkah mundur.
Selain itu, mudah untuk merasakan bahwa ketika kita berada di tengah-tengah proses, kita merasa sangat jauh dari tujuan yang ingin kita capai. Berbagai peristiwa yang tak terduga, perubahan arah tujuan, masalah ketidakcukupan sumberdaya (waktu, uang, tenaga, keterampilan, dan lainnya) dapat membuat munculnya keputusasaan.
Inilah mengapa penting untuk memahami sepenuhnya bahwa kegagalan adalah bagian penting dari perubahan, karena akan ada periode kebingungan di mana godaan untuk meninggalkan apa yang sudah kita rintis akan menjadi besar. Di perusahaan, di tim kerja manapun, dan secara individu, sangat penting untuk menumbuhkan dan mengembangkan pola pikir bahwa kegagalan adalah bagian alami dari sebuah proses.
Sumber:
https://facilethings.com/blog/en/everything-looks-like-a-failure-in-the-middle Diterjemahkan langsung
Pertanyaan tentang isi artikel:
Teori Kanter - Menyikapi Kegagalan dan Tantangan
79
Tugas Individu Tuliskan pengalaman yang berhubungan dengan Hukum Kanter. Pengalaman tersebut dapat berhubungan dengan pengalaman dalam kehidupan pribadi, organisasi, usaha, akademik ataupun non-akademik tentang: menetapkan tujuan/rencana, melaksanakan setiap rencana, situasi yang dialami, dan langkah serta keputusan yang diambil. |
Diskusi kelompok Peserta didik duduk berkelompok. Setiap peserta dalam kelompok mempresentasikan selama 1-2 menit tentang pengalaman mereka sendiri dengan "Hukum Kanter". |
Refleksi
|
Kuis Ketangguhan - Menyikapi Kegagalan dan Tantangan
80
Nilai dirimu untuk setiap pernyataan di bawah ini dengan pilihan nilai dari 1 hingga 5: (1 = sangat tidak setuju, 5 = sangat setuju) | |||
1. | Dalam situasi krisis atau kacau, saya menenangkan diri dan fokus untuk mengambil tindakan yang berguna. | 11. | Saya pandai membuat semuanya berjalan dengan baik. Saya sering diminta untuk memimpin kelompok dan proyek. |
2. | Saya biasanya optimis. Saya melihat kesulitan sebagai sementara dan berharap untuk mengatasinya. | 12. | Saya sangat fleksibel. Saya merasa nyaman dengan kompleksitas paradoks saya. Saya optimis dan pesimis, percaya dan berhati-hati, tidak egois dan egois, dan lain sebagainya. |
3. | Saya dapat mentolerir tingkat ambiguitas dan ketidakpastian yang tinggi tentang situasi. | 13. | Saya selalu menjadi diri saya sendiri, tetapi saya menyadari bahwa saya berbeda dalam situasi yang berbeda. |
4. | Saya beradaptasi dengan cepat terhadap perkembangan baru. Saya pandai bangkit kembali dari kesulitan. | 14. | Saya lebih suka bekerja tanpa deskripsi pekerjaan tertulis. Saya lebih efektif jika saya bebas melakukan apa yang menurut saya terbaik dalam setiap situasi. |
5. | Saya suka bercanda. Saya menemukan humor dalam situasi yang sulit, dan dapat menertawakan diri saya sendiri. | 15. | Saya "membaca" orang dengan baik dan mempercayai intuisi saya. |
6. | Saya bisa pulih secara emosional dari kerugian dan kemunduran. Saya punya teman yang bisa saya ajak bicara. Saya bisa mengungkapkan perasaan saya kepada orang lain dan meminta bantuan. Perasaan marah, kehilangan dan putus asa tidak berlangsung lama. | 16. | Saya pendengar yang baik. Saya memiliki keterampilan empati yang baik. |
7. | Saya merasa percaya diri, menghargai diri sendiri. dan memiliki konsep yang sehat tentang siapa saya. | 17. | Saya tidak menghakimi orang lain dan beradaptasi dengan gaya kepribadian orang yang berbeda. |
8. | Saya penasaran. Saya mengajukan pertanyaan. Saya ingin tahu bagaimana segala sesuatunya bekerja. Saya suka mencoba cara baru dalam melakukan sesuatu. | 18. | Saya sangat tahan lama. Saya bertahan dengan baik selama masa-masa sulit. Saya memiliki semangat mandiri di balik cara kerja sama saya dalam bekerja dengan orang lain. |
9. | Saya belajar pelajaran berharga dari pengalaman saya dan dari pengalaman orang lain. | 19. | Saya telah dibuat lebih kuat dan lebih baik oleh pengalaman yang sulit. |
10. | Saya pandai memecahkan masalah. Saya dapat menggunakan logika analitis, menjadi kreatif, atau menggunakan akal sehat praktis. | 20. | Saya telah mengubah kemalangan menjadi keberuntungan dan menemukan manfaat dalam pengalaman buruk. |
Kuis Ketangguhan - Menyikapi Kegagalan dan Tantangan
81
Panduan hasil Kuis:
>80 sangat tangguh!
65-80 lebih tangguh dari kebanyakan orang 50-65 cukup tangguh
40-50 belajar menjadi tangguh
<40 belum tangguh. harus belajar
Sumber: https://resiliencyquiz.com/index.shtml diterjemahkan.
Pertanyaan Diskusi
Alternatif Pengelompokan Diskusi
UNJUK KARYA - Pelaksanaan
82
Kelengkapan Unjuk Karya
Asesmen Sumatif
1. Penulisan dan Presentasi Proposal | |||||
Kriteria | Sangat Baik 5 | Baik 4 | Cukup Baik 3 | Kurang Baik 2 | 1 |
Orisinalitas Ide dan Kreativitas | Menghasilkan ide dan penggunaan cara yang baru, inovatif, unik, berjiwa muda,memberdayakan potensi daerah, dan memiliki nilai guna | Menghasilkan ide atau penggunaan cara yang baru, inovatif, unik, berjiwa muda, dan memberdayakan potensi daerah, dan memiliki nilai guna | Menghasilkan ide atau penggunaan cara yang baru, menunjukkan usaha ke arah menjadi inovatif, unik, berjiwa muda, dan memberdayakan potensi daerah | Menghasilkan ide dan menggunakan cara yang konvensional, tidak menunjukkan sisi inovatif, unik, berjiwa muda, dan memberdayakan potensi daerah | Tidak membuat/m enyelesaikan proposal |
Nilai Produk | Menghasilkan produk yang dibuat dengan baik sesuai tujuan dan , berguna dan berharga, mampu memecahkan masalah atau memenuhi kebutuhan yang diidentifikasi, praktis, layak dijadikan usaha | Menghasilkan produk yang dibuat dengan baik sesuai tujuan, berguna dan berharga, mampu memecahkan masalah atau memenuhi kebutuhan yang diidentifikasi, tidak praktis, layak dijadikan usaha dengan sedikit perbaikan | Menghasilkan produk yang dibuat dengan cukup baik sesuai tujuan, berguna dan berharga, mampu memecahkan sebagian masalah atau memenuhi sebagian kebutuhan yang diidentifikasi, tidak praktis, layak dijadikan usaha dengan beberapa perbaikan | Menghasilkan produk yang belum sesuai tujuan, berguna dan berharga, belum mampu memecahkan masalah atau memenuhi kebutuhan yang diidentifikasi, tidak praktis,belum layak dijadikan usaha | Tidak membuat proposal |
Isi | Proposal mencakup seluruh elemen yang dibutuhkan. Penjelasan lengkap diberikan untuk setiap elemen tersebut. | Proposal mencakup seluruh elemen yang dibutuhkan. Penjelasan lengkap diberikan untuk sebagian besar dari elemen - elemen tersebut. | Proposal mencakup sebagian besar dari elemen yang dibutuhkan. Penjelasan lengkap diberikan untuk sebagian elemen tersebut. | Proposal mencakup sebagian dari elemen yang dibutuhkan. Penjelasan lengkap diberikan untuk sebagian dari elemen tersebut, sementara lainnya kurang lengkapatau tepat. | Tidak membuat proposal / proposal tidak selesai |
Organisasi | Proposal mengikuti petunjuk penulisan dan ditulis dengan alur yang jelas dan logis. Penyusunan ilustrasi (gambar, grafik, tabel) dibuat secara rapi dan informatif. | Proposal mengikuti petunjuk penulisan dan ditulis dengan alur yang jelas dan logis. Penyusunan sebagian besar ilustrasi (gambar, grafik, tabel) dibuat secara rapi dan informatif. | Sebagian besar proposal mengikuti petunjuk penulisan dan ditulis dengan alur yang jelas dan logis. Sebagian besar penyusunan ilustrasi (gambar, grafik, tabel) dibuat secara rapi dan informatif. | Sebagian proposal mengikuti petunjuk penulisan dan ditulis dengan alur yang jelas dan logis. Sebagian penyusunan ilustrasi (gambar, grafik, tabel) dibuat secara rapi dan informatif.Sebagian lagi tidak sehingga mempengaruhi pemahaman pembaca. | Tidak membuat proposal / proposal tidak selesai |
Presentasi | Penguasaan dalam penyampaian materi sangat baik | Penguasaan dalam penyampaian materi baik | Penguasaan dalam penyampaian materi cukup baik | Penguasaan dalam penyampaian materi kurang baik | Tidak melakukan presentasi |
Asesmen Sumatif
2. Unjuk Karya | |||||
Kriteria Penilaian | Sangat Baik 5 | Baik 4 | Cukup Baik 3 | Kurang Baik 2 | 1 |
Isi | Projek Unjuk Karya mencakup seluruh elemen yang dibutuhkan. Penjelasan dan analisis lengkap diberikan untuk setiap elemen tersebut. Projek ini logis dan bisa diterapkan dalam konteks nyata dunia. | Projek Unjuk Karya mencakup seluruh elemen yang dibutuhkan. Penjelasan lengkap diberikan untuk sebagian besar dari elemen - elemen tersebut. Projek ini logis dan bisa diterapkan dalam konteks nyata dunia. | Projek Unjuk Karya mencakup sebagian besar dari elemen yang dibutuhkan. Penjelasan lengkap diberikan untuk sebagian elemen tersebut. Sementara bagian kecil lainnya kurang lengkap atau kurang tepat tetapi tidak mempengaruhi pemahaman pengunjung. | Projek Unjuk Karya mencakup sebagian dari elemen yang dibutuhkan. Penjelasan diberikan untuk sebagian dari elemen tersebut, Sementara bagian lainnya kurang lengkap atau tepat sehingga mempengaruhi pemahaman pengunjung. | Tidak membuat unjuk karya |
Organisasi | Seluruh komponen visual Projek Unjuk Karya lengkap dan tertata dengan sangat rapi, terorganisir, dan menarik | Sebagian besar Komponen visual Projek Unjuk Karya lengkap dan tertata dengan rapi, terorganisir, dan menarik. | Sebagian komponen visual Projek Unjuk Karya lengkap dan tertata dengan rapi, terorganisir, dan menarik. | Sebagian besar dari komponen visual Projek Unjuk Karya yang ada tidak lengkap, tidak tertata dengan rapi, terorganisir, dan menarik. | Tidak membuat unjuk karya |
Presentasi Unjuk Karya | Penguasaan dalam penyampaian materi dan komunikasi dengan pengunjung sangat baik. | Penguasaan dalam penyampaian materi dan komunikasi dengan pengunjung baik. | Penguasaan dalam penyampaian materi dan komunikasi dengan pengunjung cukup baik. | Penguasaan dalam penyampaian materi dan komunikasi dengan pengunjung kurang baik. | Tidak membuat unjuk karya |
V.Tahap Refleksi
85
Menggenapi proses dengan evaluasi dan refleksi
Kegiatan 13
Evaluasi dan Refleksi
4JP
KEGIATAN 13: Evaluasi, Refleksi
86
Tujuan Pembelajaran:
|
Waktu: 4JP Bahan: jurnal peserta didik, alat tulis, buku bacaan, perangkat audio visual, komputer dengan jaringan internet, narasumber, kunjungan Peran Guru:Moderator/Fasilitator/Narasumber/Supervisi/Konsultasi |
Persiapan: Guru menyiapkan lembar refleksi (secara cetak atau digital) atau menuliskan pertanyaan refleksi pada papan tulis Pelaksanaan:
Tugas:
|
Refleksi
87
Keterampilan
apa yang aku latih di
Projek Kewirausahaan ini?
Pengetahuan
apa yang aku dapat dari Projek Kewirausahaan ini?
Sikap
apa yang aku bangun dari
Projek Kewirausahaan ini?
Sekian Terima kasih
88