1 of 67

BAB 5

DINAMIKA KEPENDUDUKAN DI INDONESIA UNTUK PERENCANAAN PEMBANGUNAN

2 of 67

  1. FAKTOR DINAMIKA DAN PROYEKSI KEPENDUDUKAN

Penduduk Indonesia adalah semua orang yang berdomisili di wilayah geografis Republik Indonesia selama 6 bulan atau lebih dan mereka yang berdomisili kurang dari 6 bulan, tetapi bertujuan untuk menetap.

Sumber: commons.wikimedia.org

1. Dinamika Penduduk

3 of 67

Dinamika penduduk dapat dilihat dari besarnya pertumbuhan penduduk. Pertumbuhan penduduk merupakan keseimbangan dinamis faktor-faktor yang menambah jumlah penduduk dengan faktor-faktor yang mengurangi jumlah penduduk.

Migrasi

Faktor nonalami

Sumber: commons.wikimedia.org

Faktor alami

Kelahiran

Kematian

Sumber:pixabay.com

Sumber:pixabay.com

4 of 67

Beberapa faktor yang mendukung

kelahiran (pronatalitas):

Angka kelahiran merupakan angka yang menggambarkan jumlah kelahiran hidup dalam suatu wilayah pada periode tahun tertentu.

Sumber:commons.wikimedia.org

Angka kelahiran (natalitas)

Pernikahan pada usia muda

Tingkat kesehatan

Asumsi bahwa banyak anak berarti banyak rezeki

Kebutuhan tenaga kerja, khususnya di daerah agraris tradisional

Kurangnya informasi tentang pentingnya program Keluarga Berencana

5 of 67

Beberapa faktor yang menghambat

kelahiran (antinatalitas):

Angka kelahiran dapat diklasifikasikan atas angka kelahiran kasar (crude birth rate/CBR), angka kelahiran umum (general fertility rate/GFR), dan angka kelahiran menurut kelompok usia (age specific birth rate/ASBR).

Sumber:commons.wikimedia.org

Pelaksanaan program keluarga berencana

Asumsi bahwa anak sebagai beban keluarga

Pembatasan tunjangan anak dari tempat kerja orang tua

Penundaan usia pernikahan

6 of 67

Angka kelahiran umum (GFR) menunjukkan jumlah bayi yang lahir hidup dari setiap seribu penduduk wanita yang berusia reproduktif (15-49 tahun atau 15-44 tahun) dalam periode tahun tertentu.

Keterangan:

  • GFR = angka kelahiran umum (general fertility rate)
  • B = jumlah bayi yang lahir hidup selama 1 tahun
  • Pf (15–49) = jumlah penduduk wanita berusia reproduktif pada pertengahan tahun
  • k = konstanta, biasanya 1.00

Angka kelahiran umum

Angka kelahiran kasar (CBR) adalah banyaknya kelahiran dalam satu tahun tertentu per seribu penduduk pada pertengahan tahun yang sama.

Keterangan:

  • CBR = angka kelahiran kasar
  • B = jumlah bayi yang lahir hidup pada periode tahun tertentu
  • P = jumlah penduduk pada pertengahan tahun
  • k = konstanta, biasanya 1.000

Angka kelahiran kasar

7 of 67

Angka kelahiran menurut kelompok usia (ASBR) menunjukkan banyaknya kelahiran dari wanita pada suatu kelompok pada suatu tahun tertentu.

Keterangan:

  • ASBRx = angka kelahiran menurut kelompok umur x tahun
  • Bx = jumlah kelahiran dari wanita kelompok umur x pada tahun tertentu
  • Px = jumlah penduduk wanita kelompok umur x pada pertengahan tahun yang sama
  • x = kelompok umur
  • k = konstanta, biasanya 1.000

Angka kelahiran menurut kelompok usia

8 of 67

Beberapa faktor yang mendukung peningkatan angka kematian (promortalitas):

Angka kematian (mortalitas) menunjukkan jumlah kematian per seribu penduduk dalam periode tahun tertentu.

Sumber:commons.wikimedia.org

Rendahnya kesadaran akan pentingnya kesehatan

Kurangnya fasilitas kesehatan yang memadai

Kecelakaan lalu lintas

Bencana alam

Peperangan

Angka kematian (mortalitas)

9 of 67

Beberapa faktor yang menghambat peningkatan angka kematian (antimortalitas):

Angka kematian antara lain dapat diklasifikasikan atas angka kematian kasar atau crude death rate (CDR) dan angka kematian menurut kelompok umur atau age specific death rate (ASDR).

Sumber:commons.wikimedia.org

Tingginya kesadaran akan pentingnya kesehatan

Fasilitas kesehatan yang memadai

Lingkungan yang bersih dan teratur

Ajaran agama yang melarang bunuh diri

10 of 67

Angka kematian kasar atau crude death rate (CDR) menunjukkan jumlah kematian dari setiap seribu orang penduduk pada periode tahun tertentu.

Keterangan:

  • CDR = angka kematian kasar
  • D = jumlah kematian dalam periode tahun tertentu
  • P = jumlah penduduk pada pertengahan tahun tertentu
  • k = konstanta, biasanya 1.000

Angka kematian kasar

11 of 67

Angka kematian menurut kelompok umur atau age specific death rate (ASDR) menunjukkan jumlah penduduk yang meninggal dunia yang terjadi pada kelompok umur tertentu dari seribu penduduk kelompok umur tersebut dalam periode tahun tertentu.

Keterangan:

  • ASDR = angka kematian menurut kelompok umur tertentu pada tahun tertentu
  • Dx = jumlah penduduk yang meninggal pada kelompok umur x pada tahun tertentu
  • Px = jumlah penduduk pada kelompok umur x pada pertengahan tahun
  • x = kelompok umur
  • k = konstanta, biasanya 1.000

Angka kematian menurut kelompok umur

12 of 67

Angka migrasi terbagi menjadi:

Migrasi adalah perpindahan penduduk yang bersifat menetap dari satu tempat ke tempat lain melampaui batas administrasi suatu wilayah.

Sumber:commons.wikimedia.org

Migrasi

Angka migrasi masuk

Angka migrasi keluar

Angka migrasi neto

Angka migrasi bruto

13 of 67

Pertumbuhan penduduk total menggambarkan besarnya pertumbuhan penduduk suatu wilayah selama periode tahun tertentu dengan memperhatikan faktor kelahiran, kematian, dan migrasi.

Keterangan:

  • PPt = jumlah penduduk tahun akhir perhitungan
  • L = jumlah kelahiran dalam periode tahun tertentu
  • M = jumlah kematian dalam periode tahun tertentu
  • I = jumlah imigrasi dalam periode tahun tertentu
  • E = jumlah emigrasi dalam periode tahun tertentu

Menghitung pertumbuhan penduduk

14 of 67

Proyeksi penduduk adalah perhitungan (perkiraan) jumlah penduduk pada waktu mendatang berdasarkan jumlah penduduk pada tahun nol (0) atau dasar dengan interval waktu yang telah ditentukan.

Keterangan:

  • Pn = jumlah penduduk pada tahun n
  • P0 = jumlah penduduk pada tahun 0

atau tahun dasar

  • n = banyak/lama tahun
  • r = tingkat pertumbuhan penduduk per tahun (%)

Proyeksi Penduduk

15 of 67

TERIMA KASIH

16 of 67

B. CARA MENGHITUNG

NATALITAS, MORTALITAS & MIGRASI PENDUDUK

DI INDONESIA

DINAMIKA KEPENDUDUKAN

17 of 67

1. CBR (Crude Birth Rate/Angka Kelahiran Kasar).

MENGHITUNG NATALITAS (ANGKA KELAHIRAN)

Contoh Soal :

Penduduk Kota X sebanyak 600.000 jiwa. Jika selama 1 tahun terdapat 12.500 bayi yang lahir, hitunglah angka kelahiran kasar (CBR) kota X !

Jawab:

B = 12.500

P = 600.000

CBR = … ???

CBR

=

B

P

X

1.000

=

12.500

600.000

X

1.000

=

20,83

Artinya : Setiap 1000 penduduk kota X selama 1 tahun terdapat 20, 83 bayi yang lahir.

; angka yang menunjukkan banyaknya bayi yang lahir dari setiap 1000 penduduk.

18 of 67

Contoh Soal :

Penduduk Kota X sebanyak 600.000 jiwa dan penduduk wanita usia 25-30 tahun sebanyak 42.000 jiwa. Selama 1 tahun terdapat 12.500 bayi yang lahir, 4.250 diantarnya dilahirkan oleh wanita usia 25-30 tahun. Hitunglah angka kelahiran khusus (ASBR/ASFR) kota X !

Jawab:

Bx = 4.250

Px = 42.000

ASBR = … ???

ASBR

=

Bx

Px

X

1.000

=

4.250

42.000

X

1.000

=

103,66

Artinya : Setiap 1000 wanita usia 25-30 th di kota X selama 1 thn terdapat 103,66 bayi yang lahir.

2. ASBR (Age Specific Birth Rate/Angka Kelahiran Khusus)

ASBR

=

BX

X

1.000

PX

Bx = Jumlah bayi lahir dari wanita usia tertentu

Px = jumlah penduduk wanita usia tertentu

1000 = konstanta

adalah angka yang menunjukkan jumlah bayi yang lahir dari setiap 1000 penduduk wanita usia tertentu.

19 of 67

1. CDR (Crude Death Rate/Angka Kematian Kasar).

MENGHITUNG MORTALITAS (ANGKA KEMATIAN)

Contoh Soal :

Penduduk Kota Semarang tahun 2020 sebanyak 1.680.000 jiwa. Jika di tahun tersebut yang meninggal dunia 8.770 jiwa, hitunglah angka kematian kasar (CDR) kota !

Jawab:

D = 8.770

P = 1.680.000

CDR = … ???

CDR

=

D

P

X

1.000

=

8.770

1.680.000

X

1.000

=

5,22

Artinya : Setiap 1000 penduduk Kota Smg selama 2020 terdapat 5,22 jiwa yang meninggal.

D = Jumlah penduduk meninggal

P = jumlah penduduk di tahun tersebut

1000 = konstanta

; angka yang menunjukkan banyaknya penduduk yang meninggal dari setiap 1000 penduduk.

20 of 67

Contoh Soal :

Jawab:

Dx = 1.850

Px = 61.000

ASDR = … ???

ASDR

=

Dx

Px

X

1.000

=

1.850

61.000

X

1.000

=

30,32

Artinya : Setiap 1000 penduduk uisa 60-64 th di Kota Smg tahun 2020 terdapat 30,32 jiwa meninggal.

2. ASDR (Age Specific Death Rate/Angka Kematian Khusus)

ASDR

=

DX

X

1.000

PX

Dx = Jumlah penduduk meninggal usia tertentu

Px = jumlah penduduk uisa tertentu

1000 = konstanta

Penduduk Kota Semarang tahun 2020 sebanyak 1.680.000 jiwa. Dan penduduk usia 60-64 tahun sebanyak 61.000 jiwa. Jika di tahun tersebut yang meninggal dunia 8.770 jiwa, dan 1.850 diantaranya usia 60-64 tahun, hitunglah angka kematian khusus (ASDR) Kota Semarang di tahun 2020 !

; angka yang menunjukkan banyaknya penduduk yang meninggal dari setiap 1000 penduduk usia tertentu.

21 of 67

Contoh Soal :

Jawab:

Jumlah kelahiran hidup = 60.000

IMR = … ???

=

4.400

60.000

X

1.000

=

73,33

Artinya : Setiap 1000 kelahiran hidup di Negara Z terdapat 73,33 bayi meninggal.

3. IMR (Infant Mortality Rate/Angka Kematian Bayi).

IMR

=

Jumlah Kematian Bayi < usia 1 tahun

X

1.000

Jumlah kelahiran bayi hidup

Berdasarkan data di Dinas Kesehatan, jumlah bayi yang meninggal di Negara Z tahun 2020 sebanyak 4.400 bayi, dan jumlah kelahiran hidup sebanyak 60.000 bayi.

Hitunglah angka kematian bayi di Kota Z !

Jumlah Kematian Bayi < 1 th = 4.400

; angka yang menunjukkan banyaknya bayi yang meninggal dari setiap 1000 bayi lahir hidup.

22 of 67

1. Mi (Migration In) ; angka yang menunjukkan jumlah penduduk masuk (imigrasi) setiap 1000 penduduk

MENGHITUNG ANGKA MIGRASI PENDUDUK

Contoh Soal :

Penduduk Negara S adalah 5.800.000 jiwa. Selama tahun 2020 terdapat imigrasi 18.300 jiwa. Hitunglah angka Mi !

Jawab:

I = 18.300

P = 5.800.000

Mi = … ???

Mi

=

I

P

X

1.000

=

18.300

5.800.000

X

1.000

=

3,16

Artinya : Setiap 1000 penduduk Negara S selama tahun 2020 terdapat 3,16 migrasi masuk..

Mi

=

I

X

1.000

P

Mi = Angka Migrasi masuk/imigrasi

I = Jumlah penduduk masuk/imigrasi

P = Jumlah penduduk

1000 = Konstanta

23 of 67

2. Mo (Migration Out) ; angka yang menunjukan jumlah penduduk keluar (emigrasi) tiap 1000 penduduk.

Contoh Soal :

Penduduk Negara S adalah 5.800.000 jiwa. Selama tahun 2020 terdapat emigrasi 11.100 jiwa. Hitunglah angka Mo !

Jawab:

O = 11.100

P = 5.800.000

Mo = … ???

Mo

=

O

P

X

1.000

=

11.100

5.800.000

X

1.000

=

1,91

Artinya : Setiap 1000 penduduk Negara S selama tahun 2020 terdapat 1,91 migrasi keluar..

Mo

=

O

X

1.000

P

Mo = Angka Migrasi keluar/emigrasi

O = Jumlah penduduk keluar/emigrasi

P = Jumlah penduduk

1000 = Konstanta

24 of 67

TERIMA KASIH

25 of 67

DI INDONESIA

DINAMIKA KEPENDUDUKAN

C. SUMBER DATA KEPENDUDUKAN

26 of 67

Pengertian Sumber Data penduduk

Sumber data penduduk ; adalah data statistik yang dikeluarkan oleh instansi resmi, baik pemerintahan maupun swasta, yang berupa angka, grafik, table, serta data visual dan digital.

Di Indonesia badan resminya adalah BPS (Badan Pusat Statistik).

27 of 67

Sumber Data penduduk Indonesia

Menurut sumber datanya ada 2 :

  1. Data Primer : adalah data yang diperoleh secara langsung dari lapangan.
  2. Data Sekunder : data yang diambil dari berbagai sumber resmi lainnya.

Menurut cara & waktu pengambilan datanya di bagi 3 ;

  1. Sensus Penduduk
  2. Registrasi penduduk
  3. Survei khusus

28 of 67

Sensus Penduduk

Sensus penduduk menurut PBB adalah keseluruhan proses mengumpulkan, menghimpun, menyusun, dan menerbitkan data demografi serta ekonomi dan sosial yang menyangkut semua orang pada waktu tertentu

Pelaksana BPS (Badan Pusat Statistik).

Tujuan sensus penduduk :

  1. Mengetahui perubahan penduduk dari waktu ke waktu.
  2. Mengetahui jumlah, sebaran, dan kepadatan penduduk.
  3. Sumber informasi kependudukan lengkap; kelahiran, kematian, dan migrasi.
  4. Untuk perencanaan pembangunan.

29 of 67

Macam-macam Sensus Penduduk

Menurut tempat tinggal penduduk :

  1. Sensus De jure : adalah sensus/ penghitungan penduduk yg dikenakan kepada warga yang benar-benar tinggal ditempat tersebut, ditandai dengan kartu identitas (KTP. SIM. Dan KK).

Keunggulan 

  • Datanya sesuai kartu identitas.
  • Waktunya fleksibel.
  • Menghindari data rangkap/dobel.

Kelemahan :

  • Tidak semua penduduk kedata, sebagian tidak memiliki identitas.
  • Data tidak sesuai aslinya.
  • Tidak akurat untuk perencanaan pemb.

30 of 67

2. Sensus De facto : adalah penghitungan penduduk yang dikenakan kepada setiap orang-orang yang pada saat pencacahan berada di wilayah sensus.

Keunggulan :

  • Data yang tercatat riil di suatu tempat.
  • Waktunya lebih cepat, karena bersamaan.
  • Data bisa dan sesuai untuk perencanaan pembangunan dan layanan public.

Kelemahan :

  • Data penduduk bisa tercatat lebih 1 kali atau tidak tercatat sama sekali.
  • Membutuhkan petugas banyak dan biaya besar.

31 of 67

Menurut metode/Teknik pengisihan data penduduk :

  1. Householder : adalah sensus penduduk yang teknik pengambilan datanya diserahkan/diisi oleh penduduk sendiri atau tuan rumah.

2. Canvaster : adalah sensus penduduk yang teknik pengambilan datanya diisi oleh petugas sensus.

Pada masyarakat perkotaan, Pendidikan tinggi, orang yang sibuk. Keuntungannya petugas waktunya lebih cepat. Kekurangannya data bisa salah/ tidak asli.

Pada masyarakat pedesaan/pelosok, Pendidikan rendah. Kelebihannya datanya benar/rinci, kelemahannya membutuhkan waktu yang lama.

32 of 67

Pelaksanaan Sensus Penduduk Indonesia

Pada jaman Belanda sudah 10 kali sensus penduduk. Yg pertama 1815. namun pelaksanaannya yang baik hanya 3 kali :

  • Tahun 1905, tetapi hanya local Pulau Jawa.
  • Tahun 1920, Pulau Jawa (34,3 juta).
  • Tahun 1930, seluruh jajahan Belanda (Indonesia). Jumlahnya 60,7 juta jiwa. Dilaksanakan oleh BPS (Biro Pusat Statistik) yang dibentuk tahun 1925.

Sensus Penduduk setelah Indonesia merdeka (BPS):

  1. Tahun 1961, 97.985.348 jiwa.
  2. Tahun 1971, 119.208.229
  3. Tahun 1980, 147.490.298
  4. Tahun 1990, 179.378.946
  5. Tahun 2000, 206.264.595
  6. Tahun 2010, 237.641.326
  7. Tahun 2020, 268.583.016 (per 30 Juni 2020 Dukcapil Kemendagri)

33 of 67

Negara Berpenduduk Terbesar Dunia Tahun 2020 menurut PBB :

1

Tiongkok

1.407.080.000

15 Des 2020

18.30%

2

 India

1.369.690.000

15 Des 2020

17.80%

3

 Amerika Serikat

334.720.000

15 Des 2020

4.36%

4

 Indonesia

268.583.016

30 Juni 2020

3.49%

5

 Pakistan

221.971.000

15 Des 2020

2.89%

6

 Brazil

214.108.000

15 Des 2020

2.79%

7

 Nigeria

193.392.517

1 Juli 2016

2.52%

8

 Bangladesh

169.818.000

15 Des 2020

2.21%

9

 Rusia

146.877.088

1 Jan 2018

1.91%

10

 Meksiko

126.577.691

1 Jan 2019

1.65%

id.wikipedia.org/wiki

34 of 67

Registrasi Penduduk

Registrasi penduduk adalah kegiatan pencacatan data penduduk harian yang dilakukan di kantor kelurahan/desa meliputi kelahiran, kematian, perkawinan, perceraian, dan perpindahan penduduk.

Tujuan registrasi adalah untuk mendapatkan data terbaru penduduk, dan di proses pada pemerintah lebih tinggi untuk perencanaan lebih lanjut.

Kelemahan :

  • Kualitas SDM di pedesaan kurang.
  • Data kurang tepat sehingga tidak mencerminkan data sebenarnya.

35 of 67

Survei Penduduk

Adalah pendataan penduduk yang dilakukan oleh badan/instansi tertentu pada waktu tertentu dengan tujuan tertentu. Pada umumnya, survei penduduk dilakukan dengan sistem sampel atau dalam bentuk studi kasus.

Contohnya :

  • SUSENAS (Survei Sosial Ekonomi Nasional) oleh BPS.
  • SUKERNAS (Survei Angkatan Kerja Nasional)
  • SUPAS (Survei Penduduk Antar Sensus)
  • Survei fertilitas dan mortalitas indonesia tahun (oleh UI).
  • Penelitian demografi (UGM).

36 of 67

Kelebihan Survei Penduduk

  1. Menghemat biaya, waktu dan tenaga.
  2. Pengawasan lebih mudah.
  3. Mampu mendata lebih banyak/luas/besar.

Kelemahan Survei

  1. Data yang diperoleh adalah estimasi.
  2. Hanya mengandalkan sample.
  3. Resiko kesalahan sampling.

37 of 67

TERIMA KASIH

38 of 67

DI INDONESIA

DINAMIKA KEPENDUDUKAN

D. PROYEKSI PENDUDUK

39 of 67

adalah perhitungan secara ilmiah untuk menggambarkan keadaan penduduk di masa yang akan datang, berdasarkan angka kelahiran, kematian dan migrasi.

  1. Untuk mengetahui keadaan penduduk pada masa yang akan datang.
  2. Perencanaan penyediaan pangan.
  3. Perencanaan penyedian fasilitas Pendidikan, Kesehatan, perumahan dan kesempatan kerja.
  4. Mengendalikan laju pertumbuhan penduduk.

Pengertian Proyeksi Penduduk :

Data yang dipakai : sensus penduduk dan supas (survai antar sensus).

Manfaat proyeksi Penduduk :

40 of 67

‘r = 2,5 %

Rumus-rumus proyeksi penduduk :

1. Aritmatika

Pt = Jumlah penduduk tahun ke t (yg dicari)Po = Jumlah penduduk tahun ke 0 (awal)r = Laju pertumbuhan penduduk (%/th)t = Rentang waktu antara Po dan Pt (tahun)

Contoh Soal :

Penduduk Kota Makasar tahun 2020 adalah 1.600.000 jiwa. Angka pertumbuhan pendudukannya adalah 2,5 %. Berapakah penduduk makasar tahun 2025 ?

Jawab:

Po = 1.600.000

Pt = … ???

Pt

=

Po

(1 + r.t)

=

t = 5

1.600.000

2,5 % .

1

(

+

)

5

=

1.600.000

0,025

1

(

+

5

x

)

=

1.600.000

0,125

1

(

+

)

=

1.600.000

1,125

X

=

1.800.000 jiwa.

Jadi penduduk Makasar tahun 2025 diprediksi sebesar 1.800.000 jiwa.

41 of 67

2. Geometrik

Pt = Jumlah penduduk tahun ke t (yg dicari)Po = Jumlah penduduk tahun ke 0 (awal)r = Laju pertumbuhan penduduk (%/th)t = Rentang waktu antara Po dan Pt (tahun)

Contoh Soal :

Penduduk Kota Palembang tahun 2020 adalah 1.700.000 jiwa. Angka pertumbuhan pendudukannya adalah 2,3 %. Berapakah penduduk Palembang tahun 2025 ?

Jawab:

Po = 1.700.000

‘r = 2,3 %

Pt = … ???

Pt

=

Po

(1 + r)

=

t = 5

1.700.000

2,3 %

1

(

+

5

)

=

1.700.000

0,023

1

(

+

5

)

=

1.700.000

1,023

(

)

5

=

1.700.000

1,1204130

X

=

1.904.702 jiwa.

Jadi penduduk Makasar tahun 2025 diprediksi sebesar 1.904.702 jiwa.

t

42 of 67

3. Eksponensial

Pt = Jumlah penduduk tahun yg dicariPo = Jumlah penduduk tahun awal.

‘e = 2,71828128 (eksponensial/konstanta)r = Laju pertumbuhan penduduk (%/th)t = jangka waktu antara Po dan Pt (tahun)

Contoh Soal :

Penduduk Propinsi Jawa Tengah tahun 2020 adalah 36.500.000 jiwa, jika pertumbuhan pendudukannya adalah 0,7 %. Berapakah penduduk Jawa Tengah tahun 2024 ?

Jawab:

Po = 36.500.000

‘r = 0,7 %

Pt = … ???

Pt

=

Po . e

=

t = 4

36.500.000

4

2,71828128

X

0,7 % .

rt

‘e = 2,71828128

=

36.500.000

4

2,71828128

X

0,007X

=

36.500.000

2,71828128

X

0,028

=

36.500.000

2,71828128

X

28 /1000

=

36.500.000

2,71828128

X

7 /250

=

36.500.000

1,0283927

X

=

37.536.442 jiwa.

Penduduk Jateng th 2024 diprediksi 37.536.333 jiwa.

43 of 67

Perkembangan penduduk dunia

  1. Era Semi nomaden ( ... – 4.500 SM), penduduk di Bumi stagnan ( 4 juta jiwa). Jaman kehidupan manusia purba.

Berbagai bencana gunung meletus, suhu ekstrim membuat penduduk bumi tidak banyak berkembang.

2. Era Negara Kota (4.500 SM–0 M) penduduk dunia mulai berkembang. Dan pada tahun 0 M 190 juta.

Perkembangan peradaban manusia telah mendorong bertambahnya penduduk.

44 of 67

Perkembangan penduduk dunia

4. Era Modern/global (1.500 M – sekarang) pertumbuhan penduduk dunia sangat cepat. Mencapai 1 milyar (tahun 1804 M), 2 milyar (1927), 4 milyar ( 1974), dan tahun 2020 ini mencapai 7,7 milyar jiwa

3. Era Kerajaan ( 1 – 1.500 M). Pada abad pertengahan ini penduduk dunia lebih berkembang dari sebelumnya, dan mencapai 425 juta menjelang revolusi industri.

45 of 67

Grafik Perkembangan penduduk dunia

46 of 67

Mengapa setelah revolusi Industri pertumbuhan penduduk dunia sangat cepat …..????

  1. Meningkatnya fasilitas Kesehatan seperti rumah sakit, dokter, dan obat-obatan
  2. Sarana prasarana kehidupan lengkap memudahkan kehidupan.
  3. Perekonomian /pendapatan meningkat.
  4. Kesejahteran meningkat.
  5. Kekurangan tenaga kerja.

Puncak dari perkembangan penduduk dunia adalah terjadinya “Ledakan penduduk” (population explotions), yaitu pertumbuhan penduduk yg terjadi secara cepat & tiba-tiba.

Ledakan penduduk dunia terjadi tahun 1900-an, & di Indonesia terjadi tahun 1950/1960 an.

47 of 67

Population explotions (ledakan penduduk)

Dampak ledakan penduduk dunia:

  1. Kekurangan sarana/prasarana kehidupan(perumahan, jalan, rumah sakit, pendidikan,dll).
  2. Kekurangan bahan pangan dan obat-obatan.
  3. Kekurangan lapangan pekerjaan.
  4. Rendahnya tingkat pendidikan.
  5. Timbulnya berbagai masalah sosial.

Cara Mengatasi Ledakan Penduduk

  1. Melaksanakan program KB.
  2. Meningkatkan kualitas SDM
  3. Membuat UU Perkawinan.
  4. Menggalakan program transmigrasi.
  5. Memperluas lapangan kerja.

48 of 67

Proyeksi Penduduk Indonesia :

Berdasarkan jumlah penduduk Indonesia th 2020 sebanyak 269,6 juta jiwa, maka pemerintah membuat proyeksi tahun 2045 sebesar 319 juta jiwa.

49 of 67

TERIMA KASIH

50 of 67

E. MOBILITAS PENDUDUK DAN TENAGA KERJA

Mobilitas penduduk merupakan pergerakan penduduk dari satu daerah ke daerah lain, baik untuk sementara maupun untuk jangka waktu yang lama atau menetap secara permanen. Mobilitas seperti ini disebut mobilitas fisik.

Sumber:commons.wikimedia.org

1. Mobilitas Penduduk

51 of 67

Ada dua jenis mobilitas fisik. Kedua jenis mobilitas itu adalah mobilitas permanen dan mobilitas nonpermanen.

Mobilitas permanen disebut juga migrasi. Mobilitas permanen adalah perpindahan penduduk untuk menetap dari suatu tempat ke tempat lain melewati batas administratif atau batas politik/negara. Mobilitas permanen dapat dikelompokkan atas mobilitas internal dan mobilitas eksternal.

Sumber:commons.wikimedia.org

A. MOBILITAS PERMANEN

52 of 67

Mobilitas internal adalah perpindahan penduduk dari suatu wilayah ke wilayah lainnya dalam satu negara. Bentuk-bentuk mobilitas internal antara lain sebagai berikut.

Sumber:commons.wikimedia.org

    • adalah bertambahnya proporsi penduduk yang berdiam di daerah perkotaan yang disebabkan oleh pertambahan penduduk wilayah perkotaan, dan akibat perluasan daerah perkotaan.

Urbanisasi

    • adalah perpindahan penduduk dari kota kembali ke desa.

Ruralisasi

    • adalah pemindahan dan atau kepindahan penduduk dari suatu daerah untuk menetap di daerah lain yang ditetapkan di dalam wilayah republik Indonesia

Transmigrasi

53 of 67

Mobilitas eksternal, yaitu perpindahan penduduk dari suatu negara ke negara lain. Bentuk-bentuk mobilitas eksternal antara lain sebagai berikut.

Sumber:commons.wikimedia.org

    • adalah perpindahan penduduk dari tanah air sendiri ke negara lain untuk tinggal menetap di sana.

Emigrasi

    • adalah perpindahan penduduk dari negara lain masuk ke negara kita.

Imigrasi

    • adalah kembalinya penduduk suatu negara ke tanah airnya sendiri setelah pindah dan menetap di negara asing.

Remigrasi

54 of 67

Mobilitas nonpermanen adalah perpindahan penduduk untuk sementara waktu dari suatu tempat ke tempat lain.

Mobilitas nonpermanen dapat dikelompokkan menjadi:

Sumber:commons.wikimedia.org

B. MOBILITAS NONPERMANEN

Komutasi, dilakukan dengan pergi-pulang dalam tempo kurang dari 24 jam.

Sirkulasi adalah bentuk mobilitas penduduk nonpermanen yang dilakukan dengan menginap di tempat tujuan untuk sementara waktu.

55 of 67

Pola mobilitas tenaga kerja umumnya mengikuti pola mobilitas penduduk. Berdasarkan mobilitas tenaga kerja, ada dua tipe tenaga kerja, yakni sebagai berikut.

Sumber:commons.wikimedia.org

C. MOBILITAS PEKERJA

Stayers adalah tenaga kerja yang bekerja di lokasi yang sama dengan lokasi tempat tinggalnya.

Movers adalah tenaga kerja yang bekerja di lokasi yang berbeda dengan lokasi tempat tinggalnya.

56 of 67

F. KUALITAS PENDUDUK DAN INDEKS PEMBANGUNAN MANUSIA

Kualitas penduduk merupakan faktor penting yang menentukan maju tidaknya suatu negara. Berikut aspek-aspek penting bagi kualitas penduduk.

Kesehatan

Tingkat pendidikan

Pendapatan per kapita

Indeks Pembangunan Manusia

57 of 67

G. BONUS DEMOGRAFI DAN DAMPAKNYA TERHADAP PEMBANGUNAN

Bonus demografi merupakan bonus yang dinikmati suatu negara karena besarnya proporsi penduduk produktif (rentang usia 15-64 tahun) dalam evolusi kependudukan.

Bonus demografi akan mencapai puncaknya sekitar tahun 2020 sampai dengan tahun 2030.

Piramida penduduk Indonesia saat terjadi bonus demografi

Sumber:commons.wikimedia.org

58 of 67

H. PERMASALAHAN YANG DIAKIBATKAN OLEH DINAMIKA KEPENDUDUKAN

Dalam jangka waktu lima belas tahun, dari tahun 2000-2015, jumlah penduduk Indonesia bertambah sekitar 50,06 juta jiwa atau rata-rata 3,33 juta setiap tahun. Ketika pertumbuhan penduduk tidak terkendali dengan baik, masalah akan timbul.

Grafik pertumbuhan penduduk Indonesia tahun 2000-2015

59 of 67

Masalah yang timbul antara lain ledakan penduduk (population explosion) dan sebaran penduduk yang tidak merata.

Sumber:commons.wikimedia.org

Ledakan penduduk adalah keadaan penduduk dengan laju pertumbuhannya cepat sebagai akibat dari tingkat kelahiran yang tinggi, sedangkan tingkat kematian menurun secara tajam.

Beberapa dampak negatif dari ledakan penduduk adalah terjadinya over eksploitasi terhadap lahan pertanian, serta semakin banyaknya kebutuhan lapangan pekerjaan.

1. LEDAKAN PENDUDUK

60 of 67

Tampak bahwa kepadatan penduduk di Indonesia belum merata. Kepadatan penduduk tertinggi terdapat di Pulau Jawa, yakni Provinsi DKI Jakarta dengan kepadatan sebesar 15.327,97 jiwa per km2. Kepadatan penduduk terendah terdapat di Provinsi Kalimantan Utara dengan kepadatan sebesar 8,51 jiwa per km2.

Untuk mengatasi masalah persebaran penduduk yang tidak merata ini, pemerintah melaksanakan beberapa program seperti transmigrasi, pemerataan lapangan kerja, dan program KB.

Sumber:commons.wikimedia.org

2. PERSEBARAN PENDUDUK TIDAK MERATA

61 of 67

I. PENGOLAHAN DATA DAN ANALISIS DATA KEPENDUDUKAN

Penerimaan dokumen (receiving)

Penyimpanan dokumen

Pengelompokan dokumen (batching)

Penyuntingan/penyandian (editing/coding)

Tujuan utama pengolahan data kependudukan adalah menghasilkan tabel statistik yang berisi hasil registrasi penduduk, sensus, dan survei kependudukan.

Proses pengolahan prakomputer:

1. PENGOLAHAN DATA KEPENDUDUKAN

62 of 67

Instalasi program pengolahan

Entri data

Validasi data

Back up

Restore

Gabung data

Pencetakan laporan

PENGOLAHAN DATA DENGAN KOMPUTER

63 of 67

Analisis data kependudukan merupakan tindakan mengolah data menjadi informasi yang bermanfaat tentang dinamika kependudukan untuk perencanaan pembangunan. Ada dua pendekatan yang digunakan dalam menganalisis data kependudukan yaitu pendekatan kohor atau kelompok (cohort approach) dan pendekatan waktu (period approach).

Sumber:pixabay.com

2. ANALISIS DATA KEPENDUDUKAN

64 of 67

Komposisi penduduk menurut umur dapat diklasifi kasikan menjadi tiga kelompok berikut.

  1. Usia belum produktif (kelompok umur <14 tahun).
  2. Usia produktif (kelompok umur 15–64 tahun).
  3. Usia tidak produktif ( kelompok umur > 64 tahun).

Komposisi penduduk menurut umur menjadi dasar untuk menghitung rasio ketergantungan (dependency ratio).

Berikut rumus untuk menghitung rasio ketergantungan.

Sumber:pixabay.com

3. KOMPOSISI PENDUDUK SEBAGAI SUBJEK PENTING ANALISIS DATA KEPENDUDUKAN

65 of 67

4. PIRAMIDA PENDUDUK

Piramida penduduk adalah grafik khusus yang digunakan untuk menampilkan komposisi jenis kelamin dan umur dari suatu populasi atau kelompok.

Sumber:commons.wikimedia.org

1. Tipe ekspansif, di mana sebagian besar penduduk masih muda (0–19 tahun). Sementara itu, penduduk yang lanjut usia relatif sedikit. Angka kelahirannya jauh lebih tinggi daripada angka kematiannya. Sebagian besar komposisi penduduk muda (ekspansif) ditemukan di negara-negara berkembang.

66 of 67

Sumber:commons.wikimedia.org

2. Piramida penduduk tipe stasioner menggambarkan angka natalitas yang hampir sama dengan angka mortalitas. Dinamika penduduknya cenderung tetap di mana jumlah penduduk muda, dewasa, dan tua hampir sama. Pertumbuhan penduduknya kecil. Piramida ini berbentuk granat atau segi empat.

67 of 67

Sumber:commons.wikimedia.org

3. Piramida penduduk bertipe konstruktif, terjadi distribusi transisi yang disebabkan menurunnya tingkat kesuburan dan kematian, meningkatnya harapan hidup, dan perlambatan pertumbuhan penduduk. Jumlah penduduk usia kerja relatif lebih besar daripada jumlah anak-anak dan orang tua. Piramida ini berbentuk sarang tawon atau batu nisan (guci terbalik).