1 of 41

Orientasi/Sosialisasi

Komite Mutu RS

Disampaikan oleh:

Devi Setianingsih

2025

2 of 41

AGENDA

2

LATAR BELAKANG

3

AGENDA

1

INDIKATOR MUTU

4

MANAJEMEN RISIKO

5

PENUTUP

3 of 41

STRUKTUR ORGANISASI

Direktur RS Dewi Sri

dr. Inas Susanti, Sp.PA.,MARS

Ketua Komite Mutu

dr. Riska Syawalina Rani

Sub Komite Peningkatan Mutu

Sub Komite Manajemen Risiko

Sub Komite Keselamatan Pasien

PIC Unit →Ka Ur

PIC Sub Komite Keselamatan Pasien

PIC Unit →Ka Ur

KETUA KOMITE MUTU

dr Riska Syawalina Rani

Sub Komite Peningkatan Mutu

Sub Komite Manajemen Risiko

4 of 41

LATAR BELAKANG

DASAR PEMIKIRAN/REGULASI

Undang-Undang Nomor. 17 Tahun 2023 tentang Kesehatan

PMK RI Nomor 80 tahun 2020 tentang Komite Mutu Rumah Sakit

PMK RI Nomor 30 tahun 2022 tentang Indikator Nasional Mutu

KMK Nomor HK.01.07/MENKES/1596/2024 tentang Standar Akreditasi Rumah SakitStandar Akreditasi Rumah Sakit

Hasil Capaian Indikator Mutu

KMK Nomor 105/KMK.01/2022 tentang Petunjuk Pelaksanaan Manajemen Risiko

Permenkes No 11 tahun 2017 tentang keselamatan pasien

5 of 41

LATAR BELAKANG

Fungsi dan tugas Komite Mutu:

  1. Membantu Ka/Dir RS dalam pelaksanaan & evaluasi peningkatan mutu, keselamatan pasien & manajemen risiko.
  2. Persiapan dan Penyelenggaraan akreditasi RS

Kenggotaan :

  1. Tenaga medis
  2. Tenaga keperawatan
  3. Tenaga kesehatan lain
  4. Tenaga non kesehatan

Adalah :

Unsur organisasi non struktural yang membantu Ka/ Dir RS dalam mengelola & memandu program PMKP, serta mempertahankan stadar pelayanan RS

(Pasal 1)

PMK No. 80 tahun 2020

KOMITE MUTU

6 of 41

LATAR BELAKANG

MUTU Adalah :

bersifat persepsi dan dipahami berbeda oleh orang yang berbeda, namun berimplikasi pada superioritas sesuatu hal.

MUTU :

Adanya kesesuaian dengan standar

KOMITE MUTU

Tugas Utama :

Menyusun Rencana Kerja Tahunan

Mengkoordinasikan program mutu & keselamatan pasien

Mengelola indikator mutu

Audit internal & kajian insiden keselamatan pasien

Memberikan rekomendasi perbaikan

7 of 41

PROGRAM KERJA

Monitoring indikator mutu

Analisis insiden keselamatan pasien (IKP)

Audit medis & non-medis

Pelatihan mutu & patient safety

Survei kepuasan pasien & staf

KOMITE MUTU

8 of 41

LATAR BELAKANG

Koordinasi

Komite Mutu RS

komite etik dan hukum

Seluruh Unit di RS

Komite PPI

Komite Keperawatan

Komite Medis

9 of 41

LATAR BELAKANG

10 of 41

LATAR BELAKANG

DIMENSI MUTU PELAYANAN KESEHATAN

Integrasi (menyediakan pelayanan yang terkoordinasi lintas fasyankes, serta menyediakan yankes untuk seluruh siklus kehidupan

Efektif (menyediakan pelayanan kesehatan yang berbasis bukti kepada masyarakat

Efisien (optimalisasi sumber daya yang ada tanpa pemborosan bahan)

Tepat Waktu (waktu tunggu dan keterlambatan pemberian pelayanan kesehatan)

Adil (pelayanan yang seragam tanpa membeda-bedakan)

Aman (minimalisasi terjadinya harm, cedera dan kesalahan medis yang bisa dicegahh)

Berorientasi pada pasien (fokus pada kebutuhan, preferensi, dan nilai-nilai individu pasien dalam pelayanan kesehatan.

11 of 41

LATAR BELAKANG

12 of 41

INDIKATOR MUTU

Peningkatan Komunikasi yang Efektif : Memastikan komunikasi yang jelas dan efektif antar petugas kesehatan, antara petugas dan pasien, serta antara petugas dan keluarga pasien

Peningkatan Keamanan Obat yang Perlu Diwaspadai:

Meliputi penggunaan obat-obatan yang berisiko tinggi (high-alert medications) dengan kewaspadaan ekstra ( Dobel cek )

Memastikan Tindakan yang Benar di Lokasi yang Benar pada Pasien yang Benar:

Ini meliputi memastikan bahwa prosedur dilakukan pada sisi tubuh yang benar, pasien yang benar, dan dengan prosedur yang benar(termasuk operasi)

SaSARAN kESeLAmaTAn PASEIN

Identifikasi Pasien dengan Tepat :

Memastikan bahwa pasien yang menerima pelayanan adalah pasien yang benar. Ini melibatkan penggunaan minimal dua pengenal pasien (misalnya, nama lengkap dan tanggal lahir) sebelum memberikan obat, transfusi, atau melakukan prosedu

Mengurangi Risiko Infeksi Terkait Layanan Kesehatan

Mengurangi Risiko Pasien Jatuh:

13 of 41

INDIKATOR MUTU

INM

IMP-RS

IMP-Unit

  1. Kepatuhan Kebersihan Tangan
  2. Kepatuhan Penggunaan APD
  3. Kepatuhan Identifikasi pasien
  4. Waktu Tanggap Operasi SC Emergensi
  5. Waktu tunggu rawat jalan
  6. Penundaan operasi elektif
  7. Kepatuhan waktu visite dokter
  8. Pelaporan hasil nilai kritis laboratorium
  9. Kepatuhan penggunaan formularium nasional
  10. Kepatuhan terhadap alur klinis
  11. Kepatuhan upaya pencegahan risiko pasien jatuh
  12. Waktu tanggap komplain
  13. Kepuasan pasien
  1. Edukasi Pemberian Informasi Pemasangan Gelang Identitas (SKP 1)
  2. Kepatuhan Verifikasi TULBAKON Pada Saat Pelaporan Pasien (SKP 2)
  3. Pelaksanaan Double Cek pada high alert/ elektrolit konsentrasi (SKP 3)
  4. Kepatuhan hand hygiene (SKP 5)
  5. Kejadian Pasien Jatuh di rawat inap (SKP 6)
  6. Ringkasan Pasien Pulang Rawat Inap terisi lengkap  pelayanan penyakit jantung di rawat inap ( Klinis Prioritas )
  7. Kepatuhan terhadap PPK pelayanan penyakit jantung di rawat inap
  8. Hasil nilai kritis laboratorium Pelayanan Penyakit Jantung Diranap
  9. Ketersediaan obat jantung

Indikator Mutu di Unit

ex. Ranap : Kepatuhan jam visite dokter

ex. farmasi : kepatuhan formularium nasional

ex.

14 of 41

IMP-RS ( ppk yang di evaluasi )

EVALUASI STANDAR PELAYANAN KEDOKTERAN

ICP YANG DIEVALUASI ADALAH TERKAIT DIAGNOSA

A. CHF

B. NSTEMI

C. STEMI

D. AF

E. SVT

AUDIT PENERAPAN :

A. VISITE DPJP DALAM 24 JAM

B. RESUME MEDIS TERISI LENGKAP

C. PEMERIKSAAN PENUNJANG ( EKG )

D. PEMBERIAN TERAPI SESUAI PPK

15 of 41

NO

Unit

JUDUL INDIKATOR

STANDAR

1

PPI

Kepatuhan Kebersihan Tangan

85%

2

PPI

Kepatuhan penggunaan APD

100%

3

KPRS

Kepatuhan Identifikasi Pasien

100%

4

Kebidanan

Waktu Tanggap Operasi SC Emergensi

80%

5

IRJ

Waktu Tunggu Rawat Jalan

80%

6

IKB

Penundaan Operasi Elektif

5%

7

Rawat Inap

Kepatuhan Waktu Visite Dokter

80%

8

Laboratorium

Pelaporan Hasil Nilai Kritis Laboratorium

100%

9

Farmasi

Kepatuhan Penggunaan Formularium Nasional

80%

10

MPP

Kepatuhan Terhadap Alur Klinis

80%

11

KPRS

Kepatuhan Upaya Pencegahan Risiko Jatuh

100%

12

Humas

Waktu Tanggap Komplain

80%

13

PMKP

Kepuasan Pasien

76,61%

INM

16 of 41

NO

JUDUL INDIKATOR

STANDAR

1

Edukasi Pemberian Informasi Pemasangan Gelang Identitas (SKP 1)

80%

2

Kepatuhan Verifikasi TULBAKON Pada Saat Pelaporan Pasien (SKP 2)

100%

3

Pelaksanaan Double Cek pada high alert/ elektrolit konsentrasi (SKP 3)

100%

4

Kepatuhan hand hygiene (SKP 5)

85%

5

Kejadian Pasien Jatuh di rawat inap (SKP 6)

80%

6

Ringkasan Pasien Pulang Rawat Inap terisi lengkap pelayanan penyakit jantung dirawat inap ( Klinis Prioritas )

100%

7

Kepatuhan terhadap PPK pelayanan penyakit jantung di rawat inap

80%

8

Hasil nilai kritis laboratorium Pelayanan Penyakit Jantung Diranap

100%

9

Ketersediaan obat jantung

80%

IMP-RS

17 of 41

IMUT SYARIAH

NO

JUDUL INDIKATOR

TARGET

1

Membaca Basmallah sebelum pemberian terapi/tindakan

80%

2

Mengingatkan waktu sholat 5 waktu

80%

3

Memberikan edukasi islami

80%

4

Mendampingi Talqin pada pasien syakaratul maut

80%

5

Membaca Al-Qur'an sebelum bekerja

80%

6

Tindakan EKG sesuai gender

100%

7

Tindakan Pemasangan Kateter sesuai gender

100%

18 of 41

ALUR PELAPORAN INDIKATOR MUTU

UNIT

Sub Komite Peningkatan Mutu

Komite Mutu

Direktur

Direksi

1.

2.

3.

4.

5.

Ket :

  1. Unit mengumpulkan data imut melalui sensus harian ( PIC )

Data imut yang sudah dikumpulkan diserahkan ke Sub Komite Peningkatan Mutu setiap bulan sudah di sertai dengan analisa dan tindak lanjut

  1. Koordinator Sub Komite Mutu mengkoordinir seluruh imut di RS yang kemudian diserahkan ke Ketua Komite Mutu RS
  2. Ketua Komite RS menyerahkan hasil capaian Indikator Mutu Ke Direktur setiap 3 bulan ( Triwulan )
  3. Direktur RS memberikan rekomendasi hasil laporan indikator mutu kemudian diserahkan ke Direktur Utama ( Direksi )
  4. Direksi akan memberikan Rekomendasi terhadap capaian imut yang akan diserahkan kembali untuk dilakukan tindak lanjut oleh unit ( Feedback ) melalui Komite mutu RS

19 of 41

ALUR PELAPORAN INSIDEN KESELAMATAN PASIEN

20 of 41

MANAJEMEN RISIKO

LATE

Safe

or

Accident

21 of 41

STANDAR AKREDITASI PMKP 11

22 of 41

MANAJEMEN RISIKO

  • Meminimalkan kemungkinan kejadian yang memiliki konsekuensi negatif bagi konsumen/pasien, staf dan organisasi
  • Meminimalkan risiko kematian, cedera dan atau penyakit bagi konsumen/pasien, karyawan, dan oranglain sebagai akibat dari pelayanan
  • Meningkatkan hasil asuhan pasien yang lebih baik
  • Mengelola sumber daya secara efektif
  • Mendukung kepatuhan terhadap regulasi/ peraturan per undang-undangan dan memastikan kelangsungan dan pengembangan organisasi

23 of 41

Mengapa perlu manajemen risiko ?

Risiko adalah ketidakpastian peristiwa yang memungkinkan untuk mengontrol dan mengurangi kerugian/ insiden di RS

Kontrol risiko

Ketepatan tujuan

Manajemen risiko akan membantu organisasi RS untuk mengelola tujuan yang lebih akurat yaitu mutu, keselamatan pasien dan keselamatan staf

Bisnis berkelanjutan

Mendukung pelayanan berkesinambungan dan berkelanjutan di RS

24 of 41

Mengapa perlu manajemen risiko ?

25 of 41

Mengapa perlu manajemen risiko ?

26 of 41

Mengapa perlu manajemen risiko ?

27 of 41

Mengapa perlu manajemen risiko ?

28 of 41

Risk Grading Matrix RISIKO KLINIS

DAMPAK KLINIS / CONSEQUENCES / SEVERITY

Level

DESKRIPSI

CONTOH DESKRIPSI

1

Tidak significant

Tidak ada cedera

2

Minor

Cedera ringan

Dapat diatasi dengan pertolongan pertama,

3

Moderate

Cedera sedang

Berkurangnya fungsi motorik / sensorik / psikologis atau intelektual secara reversibel dan tidak berhubungan dengan penyakit yang mendasarinya

Setiap kasus yang memperpanjang perawatan

4

Major

Cedera luas / berat

Kehilangan fungsi utama permanent (motorik, sensorik, psikologis, intelektual) / irreversibel, tidak berhubungan dengan penyakit yang mendasarinya

5

Cathastropic

Kematian yang tidak berhubungan dengan perjalanan penyakit yang mendasarinya

29 of 41

Risk Grading Matrix RISIKO KLINIS

PROBABILITAS /FREKUENSI / LIKELIHOOD

Level

Frekuensi

Kejadian aktual

1

Jarang

Dapat terjadi dalam lebih dari 5 tahun

2

Tidak biasa

Dapat terjadi dalam 2 – 5 tahun

3

Kadang-kadang

Dapat terjadi tiap 1 – 2 tahun

4

Kemungkinan

Dapat terjadi beberapa kali dalam setahun

5

Sering

Terjadi dalam minggu / bulan

30 of 41

31 of 41

KESIMPULAN

RISIKO KLINIS

32 of 41

KESIMPULAN

RISIKO NON KLINIS

33 of 41

KESIMPULAN

RISIKO NON KLINIS

34 of 41

KESIMPULAN

RISIKO NON KLINIS

35 of 41

KESIMPULAN

RISK REGISTER

36 of 41

ALUR RISK REGISTER

37 of 41

link pelaporan indikator mutu

38 of 41

SURVEI KEPUASAN PASIEN

39 of 41

AKREDITASI

40 of 41

TERIMA KASIH

41 of 41

Risk Grading Matrix

Level Kemungkinan

Kriteria Kemungkinan

Non Low Frequency Event

Low Frequency event

Probabilitas

Jumlah Frekuensi

Jarang (1)

P ≤ 1% < 2 kali dlam

< 2 kali dlam 12 bulan terakhir

≤ kejadian dalam 60 bulan terakhir

Kemungkinan Kecil (2)

1 % < P

≤10%

2 kali s.d 5 kali dalam 12 bulan terakhir

Minimal 1 kejadian dalam 60 bulan terakhir

Kemungkinan

Sedang (3)

10 % < P ≤

20%

6 s.d 9 kali dalam 12 bulan terakhir

Minimal 1 kejadian dalam

36 bulan terakhir

Kemungkinan Besar (4)

20 % < P ≤

50%

10 kali s.d 12 kali dalam 12 bulan terakhir

Minimal 1 kejadian dalam 24 bulan terakhir

Hampir Pasti

Terjadi (5)

P > 50%

> 12 kali dalam 12 bulan terakhir

Minimal 1 kejadian dalam 12 bulan terakhir