Orientasi/Sosialisasi
Komite Mutu RS
Disampaikan oleh:
Devi Setianingsih
2025
AGENDA
2
LATAR BELAKANG
3
AGENDA
1
INDIKATOR MUTU
4
MANAJEMEN RISIKO
5
PENUTUP
STRUKTUR ORGANISASI
Direktur RS Dewi Sri
dr. Inas Susanti, Sp.PA.,MARS
Ketua Komite Mutu
dr. Riska Syawalina Rani
Sub Komite Peningkatan Mutu
Sub Komite Manajemen Risiko
Sub Komite Keselamatan Pasien
PIC Unit →Ka Ur
PIC Sub Komite Keselamatan Pasien
PIC Unit →Ka Ur
KETUA KOMITE MUTU
dr Riska Syawalina Rani
Sub Komite Peningkatan Mutu
Sub Komite Manajemen Risiko
LATAR BELAKANG
DASAR PEMIKIRAN/REGULASI
Undang-Undang Nomor. 17 Tahun 2023 tentang Kesehatan
PMK RI Nomor 80 tahun 2020 tentang Komite Mutu Rumah Sakit
PMK RI Nomor 30 tahun 2022 tentang Indikator Nasional Mutu
KMK Nomor HK.01.07/MENKES/1596/2024 tentang Standar Akreditasi Rumah SakitStandar Akreditasi Rumah Sakit
Hasil Capaian Indikator Mutu
KMK Nomor 105/KMK.01/2022 tentang Petunjuk Pelaksanaan Manajemen Risiko
Permenkes No 11 tahun 2017 tentang keselamatan pasien
LATAR BELAKANG
Fungsi dan tugas Komite Mutu:
Kenggotaan :
Adalah :
Unsur organisasi non struktural yang membantu Ka/ Dir RS dalam mengelola & memandu program PMKP, serta mempertahankan stadar pelayanan RS
(Pasal 1)
PMK No. 80 tahun 2020
KOMITE MUTU
LATAR BELAKANG
MUTU Adalah :
bersifat persepsi dan dipahami berbeda oleh orang yang berbeda, namun berimplikasi pada superioritas sesuatu hal.
MUTU :
Adanya kesesuaian dengan standar
KOMITE MUTU
Tugas Utama :
•Menyusun Rencana Kerja Tahunan
•Mengkoordinasikan program mutu & keselamatan pasien
•Mengelola indikator mutu
•Audit internal & kajian insiden keselamatan pasien
•Memberikan rekomendasi perbaikan
PROGRAM KERJA
•Monitoring indikator mutu
•Analisis insiden keselamatan pasien (IKP)
•Audit medis & non-medis
•Pelatihan mutu & patient safety
•Survei kepuasan pasien & staf
KOMITE MUTU
LATAR BELAKANG
Koordinasi
Komite Mutu RS
komite etik dan hukum
Seluruh Unit di RS
Komite PPI
Komite Keperawatan
Komite Medis
LATAR BELAKANG
LATAR BELAKANG
DIMENSI MUTU PELAYANAN KESEHATAN
Integrasi (menyediakan pelayanan yang terkoordinasi lintas fasyankes, serta menyediakan yankes untuk seluruh siklus kehidupan
Efektif (menyediakan pelayanan kesehatan yang berbasis bukti kepada masyarakat
Efisien (optimalisasi sumber daya yang ada tanpa pemborosan bahan)
Tepat Waktu (waktu tunggu dan keterlambatan pemberian pelayanan kesehatan)
Adil (pelayanan yang seragam tanpa membeda-bedakan)
Aman (minimalisasi terjadinya harm, cedera dan kesalahan medis yang bisa dicegahh)
Berorientasi pada pasien (fokus pada kebutuhan, preferensi, dan nilai-nilai individu pasien dalam pelayanan kesehatan.
LATAR BELAKANG
INDIKATOR MUTU
Peningkatan Komunikasi yang Efektif : Memastikan komunikasi yang jelas dan efektif antar petugas kesehatan, antara petugas dan pasien, serta antara petugas dan keluarga pasien
Peningkatan Keamanan Obat yang Perlu Diwaspadai:
Meliputi penggunaan obat-obatan yang berisiko tinggi (high-alert medications) dengan kewaspadaan ekstra ( Dobel cek )
Memastikan Tindakan yang Benar di Lokasi yang Benar pada Pasien yang Benar:
Ini meliputi memastikan bahwa prosedur dilakukan pada sisi tubuh yang benar, pasien yang benar, dan dengan prosedur yang benar(termasuk operasi)
SaSARAN kESeLAmaTAn PASEIN
Identifikasi Pasien dengan Tepat :
Memastikan bahwa pasien yang menerima pelayanan adalah pasien yang benar. Ini melibatkan penggunaan minimal dua pengenal pasien (misalnya, nama lengkap dan tanggal lahir) sebelum memberikan obat, transfusi, atau melakukan prosedu
Mengurangi Risiko Infeksi Terkait Layanan Kesehatan
Mengurangi Risiko Pasien Jatuh:
INDIKATOR MUTU
INM
IMP-RS
IMP-Unit
Indikator Mutu di Unit
ex. Ranap : Kepatuhan jam visite dokter
ex. farmasi : kepatuhan formularium nasional
ex.
IMP-RS ( ppk yang di evaluasi )
EVALUASI STANDAR PELAYANAN KEDOKTERAN
ICP YANG DIEVALUASI ADALAH TERKAIT DIAGNOSA
A. CHF
B. NSTEMI
C. STEMI
D. AF
E. SVT
AUDIT PENERAPAN :
A. VISITE DPJP DALAM 24 JAM
B. RESUME MEDIS TERISI LENGKAP
C. PEMERIKSAAN PENUNJANG ( EKG )
D. PEMBERIAN TERAPI SESUAI PPK
NO | Unit | JUDUL INDIKATOR | STANDAR |
1 | PPI | Kepatuhan Kebersihan Tangan | ≥ 85% |
2 | PPI | Kepatuhan penggunaan APD | 100% |
3 | KPRS | Kepatuhan Identifikasi Pasien | 100% |
4 | Kebidanan | Waktu Tanggap Operasi SC Emergensi | 80% |
5 | IRJ | Waktu Tunggu Rawat Jalan | 80% |
6 | IKB | Penundaan Operasi Elektif | 5% |
7 | Rawat Inap | Kepatuhan Waktu Visite Dokter | 80% |
8 | Laboratorium | Pelaporan Hasil Nilai Kritis Laboratorium | 100% |
9 | Farmasi | Kepatuhan Penggunaan Formularium Nasional | 80% |
10 | MPP | Kepatuhan Terhadap Alur Klinis | 80% |
11 | KPRS | Kepatuhan Upaya Pencegahan Risiko Jatuh | 100% |
12 | Humas | Waktu Tanggap Komplain | 80% |
13 | PMKP | Kepuasan Pasien | 76,61% |
INM
NO | JUDUL INDIKATOR | STANDAR |
1 | Edukasi Pemberian Informasi Pemasangan Gelang Identitas (SKP 1) | ≥ 80% |
2 | Kepatuhan Verifikasi TULBAKON Pada Saat Pelaporan Pasien (SKP 2) | 100% |
3 | Pelaksanaan Double Cek pada high alert/ elektrolit konsentrasi (SKP 3) | 100% |
4 | Kepatuhan hand hygiene (SKP 5) | 85% |
5 | Kejadian Pasien Jatuh di rawat inap (SKP 6) | 80% |
6 | Ringkasan Pasien Pulang Rawat Inap terisi lengkap pelayanan penyakit jantung dirawat inap ( Klinis Prioritas ) | 100% |
7 | Kepatuhan terhadap PPK pelayanan penyakit jantung di rawat inap | 80% |
8 | Hasil nilai kritis laboratorium Pelayanan Penyakit Jantung Diranap | 100% |
9 | Ketersediaan obat jantung | 80% |
IMP-RS
IMUT SYARIAH
NO | JUDUL INDIKATOR | TARGET |
1 | Membaca Basmallah sebelum pemberian terapi/tindakan | 80% |
2 | Mengingatkan waktu sholat 5 waktu | 80% |
3 | Memberikan edukasi islami | 80% |
4 | Mendampingi Talqin pada pasien syakaratul maut | 80% |
5 | Membaca Al-Qur'an sebelum bekerja | 80% |
6 | Tindakan EKG sesuai gender | 100% |
7 | Tindakan Pemasangan Kateter sesuai gender | 100% |
ALUR PELAPORAN INDIKATOR MUTU
UNIT
Sub Komite Peningkatan Mutu
Komite Mutu
Direktur
Direksi
1.
2.
3.
4.
5.
Ket :
Data imut yang sudah dikumpulkan diserahkan ke Sub Komite Peningkatan Mutu setiap bulan sudah di sertai dengan analisa dan tindak lanjut
ALUR PELAPORAN INSIDEN KESELAMATAN PASIEN
MANAJEMEN RISIKO
LATE
Safe
or
Accident
STANDAR AKREDITASI PMKP 11
MANAJEMEN RISIKO
Mengapa perlu manajemen risiko ?
Risiko adalah ketidakpastian peristiwa yang memungkinkan untuk mengontrol dan mengurangi kerugian/ insiden di RS
Kontrol risiko
Ketepatan tujuan
Manajemen risiko akan membantu organisasi RS untuk mengelola tujuan yang lebih akurat yaitu mutu, keselamatan pasien dan keselamatan staf
Bisnis berkelanjutan
Mendukung pelayanan berkesinambungan dan berkelanjutan di RS
Mengapa perlu manajemen risiko ?
Mengapa perlu manajemen risiko ?
Mengapa perlu manajemen risiko ?
Mengapa perlu manajemen risiko ?
Risk Grading Matrix RISIKO KLINIS
DAMPAK KLINIS / CONSEQUENCES / SEVERITY | ||
Level | DESKRIPSI | CONTOH DESKRIPSI |
1 | Tidak significant | Tidak ada cedera |
2 | Minor | Cedera ringan Dapat diatasi dengan pertolongan pertama, |
3 | Moderate | Cedera sedang Berkurangnya fungsi motorik / sensorik / psikologis atau intelektual secara reversibel dan tidak berhubungan dengan penyakit yang mendasarinya Setiap kasus yang memperpanjang perawatan |
4 | Major | Cedera luas / berat Kehilangan fungsi utama permanent (motorik, sensorik, psikologis, intelektual) / irreversibel, tidak berhubungan dengan penyakit yang mendasarinya |
5 | Cathastropic | Kematian yang tidak berhubungan dengan perjalanan penyakit yang mendasarinya |
Risk Grading Matrix RISIKO KLINIS
PROBABILITAS /FREKUENSI / LIKELIHOOD | ||
Level | Frekuensi | Kejadian aktual |
1 | Jarang | Dapat terjadi dalam lebih dari 5 tahun |
2 | Tidak biasa | Dapat terjadi dalam 2 – 5 tahun |
3 | Kadang-kadang | Dapat terjadi tiap 1 – 2 tahun |
4 | Kemungkinan | Dapat terjadi beberapa kali dalam setahun |
5 | Sering | Terjadi dalam minggu / bulan |
KESIMPULAN
RISIKO KLINIS
KESIMPULAN
RISIKO NON KLINIS
KESIMPULAN
RISIKO NON KLINIS
KESIMPULAN
RISIKO NON KLINIS
KESIMPULAN
RISK REGISTER
ALUR RISK REGISTER
link pelaporan indikator mutu
SURVEI KEPUASAN PASIEN
AKREDITASI
TERIMA KASIH
Risk Grading Matrix
Level Kemungkinan | Kriteria Kemungkinan | ||
Non Low Frequency Event | Low Frequency event | ||
Probabilitas | Jumlah Frekuensi | ||
Jarang (1) | P ≤ 1% < 2 kali dlam | < 2 kali dlam 12 bulan terakhir | ≤ kejadian dalam 60 bulan terakhir |
Kemungkinan Kecil (2) | 1 % < P ≤10% | 2 kali s.d 5 kali dalam 12 bulan terakhir | Minimal 1 kejadian dalam 60 bulan terakhir |
Kemungkinan Sedang (3) | 10 % < P ≤ 20% | 6 s.d 9 kali dalam 12 bulan terakhir | Minimal 1 kejadian dalam 36 bulan terakhir |
Kemungkinan Besar (4) | 20 % < P ≤ 50% | 10 kali s.d 12 kali dalam 12 bulan terakhir | Minimal 1 kejadian dalam 24 bulan terakhir |
Hampir Pasti Terjadi (5) | P > 50% | > 12 kali dalam 12 bulan terakhir | Minimal 1 kejadian dalam 12 bulan terakhir |